Tag Archives | Featured

Takumi Robata & Sushi, Kesegaran Aneka Seafood dari Perairan Hokkaido

Aneka Seafood Segar

Aneka Seafood Segar

Dengan spesialisasi hidangan robata dan sushi, Takumi Robata & Sushi menawarkan sensasi kesegaran aneka olahan seafood, yang didatangkan dari bagian utara Jepang tepatnya dari Hokkaido.

Andalkan Robatayaki

Menurut Annisa Putri Fauzia, Marketing Communication Manager Senayan National Golf Club, robata atau robatayaki merupakan salah satu teknik memasak dalam kuliner Jepang, dengan cara dipanggang menggunakan arang panas di atas pasir.

Dua kali dalam seminggu, beragam seafood segar dari perairan Hokkaido ini tiba di Takumi Robata & Sushi. Ditemani Chef Kudo Masakazu, Executive Chef Takumi Robata & Sushi, BARECA Magazine berkesempatan melihat beragam seafood segar yang baru datang tersebut.

Aneka seafood lainnya meliputi Uni (sea urchin roe), gurita, beragam ikan, udang, aneka kerang seperti scallop, dan sebagainya. Menurut Chef Kudosan, menu-menu yang tersedia akan mengikuti seasons di Jepang. Menunya pun bervariasi, tidak hanya menyajikan aneka seafood, namun juga beragam olahan daging terbaik.

Zensai Moriawase & Tsubugaiyaki

Sashimi Moriawase

Sashimi Moriawase

Tamago yang diolah dengan nori menjadi base untuk sushi ber-topping ikan gindara dan ebi sincho. Sebagai pelengkap ada Ankimo atau hati ikan anko yang disajikan dengan ponzu sauce yang gurih asin.

Tsubugaiyaki menjadi menu kedua yang disajikan Chef Kudosan. Merupakan olahan sea snail dalam konsep soup dengan rasa bumbu yang ringan. Teksturnya kenyal, namun lembut. Kuah supnya terasa gurih natural dengan jejak sedikit rasa manis yang memberi keseimbangan cita rasa. Disajikan di cangkang sea snail-nya, sajian ini terlihat unik.

Sashimi Moriawase

Sashimi Moriawase menjadi menu yang mumpuni. Aneka potongan seafood segar tertata apik dilengkapi wasabi dan irisan tipis white raddish atau daikon, tentunya dengan sisho leaves (perilla) yang mempercantik sashimi platter ini. Info lebih lengkap bisa Anda dapatkan dalam Majalah BARECA Edisi Juli 2016.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Hendri Wijaya

Asia Afrika Pintu IX, Senayan National Golf Club, Jakarta Selatan

Comments { 0 }

La Mouette, Modern and Natural Japanese Bakery

Nameraka Pudding

Nameraka Pudding

Mengusung konsep modern and natural Japanese Bakery sebagai identitas usaha, dikedepankan oleh bakery La Mouette yang berdiri sejak 2013 dengan ekspansi tiga gerai.

Best Seller Dessert

Pudding Nameraka menjadi produk dengan penjualan tertinggi di La Mouette. Menurut Chef Megumi Ito, Pastry Chef La Mouette yang akrab disapa Chef Ito, ‘nameraka’ memiliki arti lembut, mengacu pada tekstur puding karamel yang lembut.

Chef Ito mengolah Pudding Nameraka dengan menggunakan campuran krim, vanilla beans, dan fresh milk serta mengurangi takaran gula pasir di dalam resepnya,  sehingga cita rasa puding ini terasa seimbang. Rasa manis didapatkan dari caramel sauce yang ada di bagian bawah pudingnya.

Green Tea Dorayaki

Green Tea Dorayaki

Green Tea Base Products

Penggunaan green tea powder pada produk Dorayaki-nya terlihat maksimal. Selain digunakan dalam adonan dorayaki, green tea powder juga digunakan dalam whipped cream filling-nya. Azuki filling turut disertakan untuk melengkapi cita rasa.

Selain Dorayaki, ada Green Tea Cheesecake dan Green Tea Mochi Pan yang menggunakan campuran green tea powder yang menurut Chef Ito berasal dari Jepang.

Character Cake dan Best Seller Bread

Untuk pilihan cake, ada Character Cake yang dapat dipesan sebagai birthday cake. Chef Ito menggunakan aplikasi decorating chocolate dan jelly dalam membentuk karakter sebagai dekorasi cake tersebut.

Untuk aneka roti, Cream Cheese Bread dengan isian krim keju tanpa tambahan gula pasir, masuk dalam jajaran best seller dengan sales terbesar kedua untuk varian roti. Aneka roti-nya cukup bervariasi. Info lebih lengkap bisa Anda dapatkan dalam Majalah BARECA Edisi Juli 2016.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Idcham Rahardian Putra

Jl. Melawai IX No.32 Blok M Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Libby Brownies, Ragam Brownies, Spikoe, dan Kue Tradisional Khas ”Oleh-Oleh” Surabaya

Green Tea Cheese Cake dan Spikoe Keju

Green Tea Cheese Cake dan Spikoe Keju

Libby Brownies yang diambil dari nama pemiliknya Lily dan Robby menjadi ikon “oleh-oleh” khas dari Surabaya sejak 2007. Kehadiran Libby Brownies di Surabaya diawali dari sebuah usaha di garasi di depan rumah yang disewa pasangan suami isteri Lily dan Robby untuk memulai usaha brownies di Simpang Darmo Permai Selatan, Surabaya.

Brownies dengan Bahan Baku Premium

Brownies adalah produk awal yang menjadi ikon di Libby Brownies. Jenis American Brownies dengan rasa cokelat couverture dan tekstur garing serta lembut pada bagian dalam menjadi ciri khas yang saat ini masih konsisten dipertahankan.

Namun, seiring permintaan dan tren akan brownies, Libby menambah ragam varian baru seperti Cheese Brownie, Vanilla Marble Brownie, serta Fondue Brownies dengan varian Black Forest, Cheese, dan Chocolate.

Picnic Roll

Picnic Roll

Spikoe dengan Selai Keju Lumer

Selain ragam brownies, terdapat kue tradisional khas Surabaya seperti Spikoe. Sajian Spikoe khas Libby saat ini tanpa menggunakan selai strawberry yang umum dijual di beberapa gerai. Namun, di gerai Jakarta yang sudah berdiri pada 2015 ini, memiliki menu spikoe dengan selai keju lumer.

Tidak hanya spikoe sebagai kue tradisional saja yang disediakan oleh Libby, melainkan ragam cookies, seperti Nastar, Cheese Finger Cookies, Cheese Sago Cookies, serta aneka Lapis Legit seperti Lapis Legit Kue Cokelat, Lapis Legit Kue Keju, dan masih banyak lagi.

Kembangkan Konsep Café dengan Menu Baru

Melihat permintaan dan pertumbuhan pasar di Jakarta yang menjanjikan, maka tahun ini Libby fokus untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat di Jakarta.

Setelah berdirinya gerai di Jalan Mendawai, Blok M, Jakarta Selatan pada Desember 2015 lalu, di tahun ini gerai dengan konsep café akan segera diperkenalkan kepada publik. Info lebih lengkap bisa Anda dapatkan dalam Majalah BARECA Edisi Juni 2016.

Penulis : Ronald Setiadi

Fotografer : Idcham Rahadian Putra dan Foto Dokumentasi dari Libby Brownies

Jalan Mendawai I No.84, Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Dandy Bakery, Pilihan Jajanan Tradisional dan Layer Cake Khas Indonesia

IMG_9273

Nastar Dengan Selai Nanas Yang Diolah Sendiri

Dandy Bakery pertama kali dibuka di area Suryopranoto, Jakarta Pusat pada tahun 1987. Di tahun 1993, ekspansi gerai menyasar area Bintaro, Jakarta Selatan dengan mendirikan gerai bakery yang kedua. Menurut Widya Sanjaya, General Manager Dandy Bakery, cerita di balik berdirinya Dandy Bakery dimulai pada tahun 1975.

Kedepankan Jajanan Tradisional Indonesia

Mengikuti perkembangan zaman, Gerai Dandy Bakery tidak lagi hanya berfokus pada penjualan roti dan jajanan tradisional saja. Tapi juga menyajikan beragam menu makanan dan minuman setelah mendengarkan saran para konsumen setianya. Meskipun begitu, diakui Widya, aneka roti dan jajanan tradisionalnya tetap menjadi signature tak lekang masa yang hingga kini digemari para konsumen setia.

Ada juga beberapa varian cake yang dijual saat ini, namun Dandy Bakery tidak memajang ragam cake tersebut setiap harinya. “Konsumen harus memesannya terlebih dahulu. Yang paling sering dipesan, antara lain seperti birthday cake, black forest, dan mocca cake,” Widya menambahkan penjelasannya.

Lapis Legit

Lapis Legit

Lapis Legit dan Lapis Surabaya

Selain itu, jenis layer cake khas Indonesia, seperti Lapis Surabaya dan Lapis Legit turut menjadi signature cake di Dandy Bakery. Lapis Legit ala Dandy Bakery dengan 16-18 lapis, memiliki tekstur lembut, namun tidak berminyak. Aroma dan rasa bumbu spekkoek-nya tidak mendominasi dan di bagian permukaannya terdapat taburan berupa irisan kacang kenari panggang.

Nastar, Sagu Keju, dan Kastengel adalah pilihan cookies yang dapat dipesan. Selain itu, Widya pun merekomendasikan jajanan tradisional yang dikemas dalam box mika. Beragam jajanan tradisional, seperti Lapis Pepe, Bika Ambon, Aneka rasa risoles, Kelepon, Onde-Onde, Bugis, Kroket, Combro, dan sebagainya dapat dikemas cantik sesuai pesanan. Info lebih lengkap bisa Anda dapatkan dalam Majalah BARECA Edisi Juni 2016.

 

 

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Hendri Wijaya

Jl. Bintaro Utama Sektor 3A Blok DD12 No.19, Jakarta Selatan

 

Comments { 0 }

Amber Chocolate Bar, Pastry Boutique Bernuansa Industrial

Jalan Senopati adalah salah satu daerah di Ibu Kota yang saat ini sedang bertumbuh menjadi tempat untuk menikmati dan mencari culinary experience. Beraneka ragam cafe, resto hingga pastry shop hadir dengan identitas dan keunikannya masing-masing, salah satunya adalah Amber Chocolate Bar.

Berada satu grup dengan salah satu cake shop yang memiliki gerai di hampir setiap wilayah Indonesia, The Harvest, Amber Chocolate Bar mengajak para pecinta kuliner untuk menikmati pengalaman bersantap aneka pastry dengan bentuk dan rasa yang unik.

Nuansa Pastry Boutique dari Amber

Nuansa Pastry Boutique dari Amber

Pie dan Tartlet Menjadi Pastry Unggulan
Mengusung nama chocolate bar, hampir 80% produk dari Amber menggunakan bahan baku dari buah kakao tersebut. Meski menghadirkan aneka ragam pastry dengan dasar serta filling menggunakan cokelat seperti ganache dan chocolate cream yang berasal dari beberapa flavour chocolate couverture, sajian pastry dengan dasar pie, tartlet serta puff pastry juga menjadi unggulan dari Amber.

Proses Pemanggangan
Dengan memiliki bentuk serta rasa yang unik, Lia tidak sungkan untuk mengungkapkan proses pengolahan dari aneka pastry dari Amber seperti proses pemanggangan.

Dalam proses pemanggangan pie dari Amber, Lia cukup menggunakan deck oven. Wanita yang telah berkecimpung dalam dunia F&B terutama pastry lebih dari 20 tahun ini mengatakan, untuk pie akan lebih baik bila menggunakan deck oven saat proses pemanggangan. Hal ini disebabkan, pie memerlukan lebih banyak panas pada bagian bawah karena pada umumnya pie dipanggang bersama tambahan filling di dalam pie tersebut.

Wanita yang mengawali karir sebagai pastry chef ini mengatakan, penggunaan almond custard sebagai base untuk aneka pie dan tartlet dari Amber akan memberikan suatu nuansa berbeda dari tartlet base yang dikenal secara umum.

Salted Caramel Pie
Salah satu menu pie unggulan dan juga masuk produk best seller sejak Amber berdiri adalah Salted Caramel Pie. Pie dengan bentuk berbeda ini diolah dari campuran salted butterscotch yang dikombinasikan dengan menggunakan chocolate caramel creamtop dan di-dusting dengan menggunakan cocoa powder.

Strawberry Almond Tartlet
Saat pertama melihat produk ini, Anda tidak akan menyangka ini adalah sebuah tartlet. Sajian Tartlet ini tampak berbeda, karena menggunakan almond custard base sebagai tartlet yang disajikan bersama fresh strawberries dan baked and chopped pistachio nuts.

Mille Feuille

Mille Feuille

Mille Feuille
Apabila ingin menikmati sajian dengan base puff pastry, Anda bisa menjatuhkan pilihan pada Mille Feuille. Mille Feuille dari Amber menggunakan 3 lapis puff pastry yang telah melalui proses caramelize dan melalui proses finishing dengan dusting sugar. Sementara pada bagian filling menggunakan rich vanilla cream yang dikombinasikan dengan strawberry.

Salah satu plated dessert unggulan dari Amber juga tidak bisa dilewatkan yaitu Chocolate Overflow. Dessert yang disajikan hangat bersama caramelized macademia nuts dan fresh mixed berries serta mini macaron ini dapat dinikmati bersama vanilla ice cream yang pada bagian atasnya ditaburi grated pistachio dan dihias dengan baby coriander.

European Bread
Amber juga menghadirkan aneka sajian European bread seperti Artisan Tuna Focacia with Tuna filling dan Crispy Chocolate Croissant yang juga diminati banyak pengunjung.

“Untuk produk roti, croissant serta produk lain, kami mengolah dari awal, seperti dough starter, mixing, folding, laminating, final shape dan baking dengan bahan pilihan dan sama sekali tidak menggunakan produk frozen dan premix,” tambah Lia. Info lebih lengkap bisa anda dapatkan dalam majalah BARECA edisi Mei 2015 (RP/IR)

Jl Senopati Raya no. 61, Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Cotton and Tartlets, Specializing in Hand-Crafted Tart in a Bite Size

Sajian pastry Perancis, khususnya Tartlets atau yang juga dikenal dengan sebutan tart, menjadi produk unggulan yang disajikan oleh online cake shop dengan label Cotton and Tartlets sejak Februari 2015.
Sebagai pemilik Cotton and Tartlets, Amie Tan saat ini fokus mengkreasikan 12 jenis rasa tartlets untuk pecinta dessert, khususnya di sekitar Jakarta.

Mango Pina Colada, Black Cheese dan Pistachio Green

Mango Pina Colada, Black Cheese dan Pistachio Green

Almond Cream pada Tartlets
Tartlets yang disediakan oleh Cotton and Tartlets menggunakan custard dan almond cream sebagai filling, seperti yang terdapat pada pie atau tart pada umumnya.
Penggunaan almond cream terdapat pada menu Three Berries yang menjadi unggulan di Cotton and Tartlets. Menurut Amie Tan, pada tartlets dengan almond cream sebagai filling secara umum menggunakan teknik half baked.
Pada teknik ini, kulit tart dan almond cream dipanggang setengah matang sehingga menghasilkan tekstur renyah dan maksimal pada tartlets.
Penggunaan almond cream yang memiliki kandungan air dapat mempengaruhi tekstur kulit tart menjadi lembek. Untuk itu, Amie Tan menambahkan white chocolate pada lapisan dalam kulit tart.

Custard sebagai Filling di Butterscotch Cookies
Selain menggunakan almond cream, pada tartlets umumnya menggunakan custard sebagai isiannya. Penggunaan custard sebagai isian tartlets, salah satunya tersaji pada menu Butterscotch Cookies yang merupakan menu best seller dari Cotton and Tartlets saat ini.
Menurut Amie Tan, proses pembuatan custard dapat dilakukan terpisah dengan kulit tart. Awalnya, adonan custard dapat dimasak terlebih dulu tanpa perlu dipanggang bersama kulit tart seperti halnya dengan isi almond cream.
Setelah kulit tart matang dan diisi dengan custard. Lalu Butterscotch Cookies yang dikreasikan dengan chocolate chip cookies, cashew nuts, biscuit, salty butterscotch serta caramel popcorn sebagai topping.

Dark Chocolate, Three Berries, Butterscotch Cookies, Maple Nuts, dan Sea Salt Caramel

Dark Chocolate, Three Berries, Butterscotch Cookies, Maple Nuts, dan Sea Salt Caramel

Utamakan Kualitas Produk
Menggunakan bahan baku segar yang mengandung air pada tartlets diyakini dapat mempengaruhi daya tahan dari tartlets tersebut. Penggunaan white chocolate sebagai lapisan dalam kulit tart juga tidak maksimal jika tartlets berada di suhu ruang selama lebih dari 10-12 jam.
Maka Amie Tan menganjurkan sebaiknya tartlets disimpan di dalam mesin pendingin. “Di dalam mesin pendingin pun sebaiknya tidak lebih dari 3 hari karena lama kelamaan tekstur kulit tart juga mudah lembek. Sementara, penyimpanan paling lama pada suhu ruang, hanya sekitar 3 jam saja,” tutupnya. Info lebih lengkap bisa anda dapatkan dalam majalah Bareca edisi Mei 2015 (RS/HW)

www.cottonandtartlets.com

Comments { 0 }

Animo Bread Culture, Premium Artisan Bread & Viennoiseries

Berdiri di bilangan Kemang Raya, kehadiran Animo Bread Culture yang mengusung produk Artisan bread dan viennoiseries, menambah pilihan daftar tempat berbelanja roti-roti dan pastry Eropa berkualitas bagi para penikmatnya.

Diakui Muhammad Abgari atau yang biasa dipanggil Agam, pemilik Animo Bread Culture, bahwa pelanggan ekspatriat menjadi target pasar terbesar di lini Artisan bread yang disajikan Animo Bread Culture.

Interior nyaman di Animo

Interior nyaman di Animo

Unggulkan Artisan Bread dan Aneka Viennoiseries
Agam menjelaskan bahwa saat awal mendirikan Animo Bread Culture memang didasari keinginan untuk menghadirkan Artisan bread dan aneka viennoiseries juga pastry ala Eropa yang diolah seotentik mungkin.

“Selain hanya menggunakan bahan baku impor untuk kebutuhan produksi Artisan bread, tentunya metode pembuatan pun mengikuti proses yang ada di Eropa. Kami membuat sendiri sour dough demi mendapatkan aroma dan cita rasa roti ala Eropa yang maksimal,” ungkap Agam.

Konsep Open Kitchen
Lelaki yang dikenal luas di kalangan pebisnis F&B sebagai salah satu pemilik Anomali Coffee ini menerapkan konsep bakery yang dilengkapi open kitchen dan furnitur kayu yang dominan sehingga menambah suasana nyaman saat bersantap.

Sebuah showcase yang memajang aneka produk Artisan bread dan varian viennoiseries yang beragam terletak di bagian depan gerai. Juga terdapat mesin kopi di salah satu sudutnya.

Produk Favorit
Di lini Artisan Bread, ada varian Cranberry Almond Bread, Pain de Champagne, Baguette dan sebagainya. Saat ini Agam mengakui tengah berusaha mengembangkan jenis produk rye bread dengan penggunaan rye flour yang lebih banyak untuk menghasilkan jenis rye bread yang otentik.

Varian produk favorit di lini Viennoiseries di Animo Bread Culture antara lain Butter Croissant, Chocolate Almond Croissant, Chocolate Almond Twist, Pain au Chocolate, Cheese Bagel Croissant, dan sebagainya. Aroma mentega menguar dari setiap lapisan yang terbentuk saat menyantap Butter Croissant. Kulit luar croissant dipanggang hingga cokelat keemasan yang lebih gelap.

Aneka Viennoiseries di Animo

Aneka Viennoiseries di Animo

Homemade Puff Pastry dan Danish Pastry
Animo Bread Culture membuat sendiri adonan puff pastry dan Danish pastry dengan menggunakan mesin sheeter untuk menjamin konsistensi produk setiap harinya dan tentunya semakin mempermudah dalam proses kerja dengan produksi yang tidak sedikit. “Khusus untuk adonan puff pastry dan Danish pastry, kami hanya menggunakan mentega atau unsalted butter dan juga butter sheet untuk campuran proses pelipatan lemak dalam adonan dasarnya,” jelas Agam.

Lebih jauh menurut Agam, proses pembuatan adonan puff pastry di Animo Bread Culture dimulai satu malam sebelumnya. Adonan yang telah melewati proses pelipatan dengan lemak akan disimpan selama satu malam dalam freezer. Esok paginya barulah para Baker akan memproses adonan puff pastry maupun Danish pastry menjadi aneka viennoiseries lalu kemudian dipanggang, sehingga para pengunjung akan senantiasa mendapatkan produk viennoiseries dengan cita rasa maksimal. Info lebih lengkap bisa anda dapatkan dalam majalah Bareca edisi Mei 2015 (DS/IR)

Jl. Kemang Raya No.69C Jakarta Selatan

Comments { 0 }