Infografis – Cara Menggunakan V60 Drip

Pernah menyeduh kopi dengan teknik V60 Drip? Teknik ini bisa dengan mudah kalian terapkan saat menyeduh kopi favorit anda. Selamat mencoba!

Comments { 0 }

Bakkerij Voorneman, Dutch Bakery yang Sajikan Ragam Roti Eropa

Roy Hadiyanto Karyadi yang juga dikenal sebagai Roy Voorneman adalah seorang aktor film dan sinetron berkebangsaan Indonesia yang juga seorang berketurunan Belanda—yang didapat dari garis ibunya. Dirinya dikenal lewat film Tjoet Nja’ Dhien (1986). Hingga tahun 2013, 2014, dan 2015, Roy Hadiyanto Karyadi masih aktif bermain peran di sejumlah film di Tanah Air.

Namun, siapa sangka, lelaki kelahiran 22 September 1947 ini juga seorang passionate baker. Roy Hadiyanto Karyadi lahir di Indonesia, namun sempat pindah ke Belanda di tahun 1962.

“Setelah kembali ke Belanda, saya pun melanjutkan studi saya di salah satu hotel school di Belanda dan di Austria selama 2 tahun. Saya juga sempat mengambil studi hotel management di London. Di tahun 1978, saya pulang kembali ke Indonesia dan menetap hingga saat ini,” dengan tersenyum, lelaki yang juga akrab disapa Chef Roy ini, membuka percakapan.

Passionate Baker

Meski sempat berkecimpung di dunia perfilman nasional, Chef Roy rupanya tetap aktif di dunia F&B. Chef Roy mengaku sempat memiliki restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebelum akhirnya dia jual di tahun 2007. 10 tahun kemudian, di tahun 2017, dia membuka gerai, sebuah dutch bakery yang menyajikan ragam roti-roti Eropa dan sourdough hingga aneka pastry yang dibuat segar setiap harinya.

Cikal bakal Bakkerij Voorneman bermula dari 8 tahun yang lalu, saat dirinya menyadari terbilang sulit mendapatkan roti Eropa di Jakarta yang autentik selain dari hotel-hotel tertentu.

Bekerjasama dengan salah seorang rekan, sempat dilakoni lelaki kelahiran Plaju, Sumatra Selatan ini. Dengan menggunakan tempat dan peralatan dari rekannya tersebut, Chef Roy pun mulai membuat ragam roti-roti Eropa hingga akhirnya mendapatkan pelanggan, termasuk dari Kedutaan Belanda di Jakarta. Dua tahun kemudian, rekannya memutuskan pindah ke Myanmar. Hal ini turut mempengaruhi usaha yang tengah dijalaninya itu.

“Saat itu, saya tidak ada modal untuk melanjutkan usaha. Akhirnya saya memutuskan untuk jujur kepada para pelanggan saya yang aktif berkomunikasi melalui salah satu media sosial. Kebanyakan dari mereka tidak setuju saya berhenti berjualan roti Eropa ini. Salah satu pelanggan saya, warga negara Belanda, kemudian berniat membantu supaya usaha tersebut tidak tutup,” Chef Roy mengenang keadaannya saat itu.

Perjuangannya untuk terus menjalankan usaha dengan didukung sang investor tersebut, membuat Chef Roy menyadari jika dia harus berusaha mengatur keuangan sebaik mungkin, sehingga secara bertahap dapat melengkapi equipments & tools yang diperlukan dalam usaha yang tengah dijalankan. “Saat ini, sudah lengkap semua,” dengan tersenyum, Chef Roy mengungkapkan.

Gerai Bakkerij Voorneman menempati area di Kemang, Jakarta Selatan. Meski tidak berukuran seberapa besar, namun didesain apik dan terdapat dapur kecil di mana Chef Roy membuat dan memanggang ragam roti dan pastry setiap harinya.

“Lebih dari 90% pelanggan Bakkerij Voorneman adalah para ekspatriat yang tinggal di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, maupun dari area lainnya di Jakarta dan sekitarnya. Saya juga menjual ke salah satu sekolah Belanda di sini,” Chef Roy yang fasih berbahasa Indonesia ini menuturkan.

Roggen Bread

Roggen Bread, Barley Bread & Kraftkorn Bread

Beragam roti Eropa, termasuk yang berjenis sourdough, diolah sendiri oleh Chef Roy yang mengaku tidak menggunakan bahan pengawet maupun food additives lainnya. Chef Roy menyebut produknya sebagai produk yang natural, dirinya pun membuat sendiri sourdough starter yang menghabiskan waktu pembuatan selama 4-5 hari.

Salah satu roti sourdough favorit di Bakkerij Voorneman adalah Roggen Bread. Roggen Bread memiliki campuran rye bread dan menurut Chef Roy merupakan German sourdough rye bread, di mana di Jerman dikenal dengan sebutan Schwarzbrot. Untuk roti Eropa, turut dijual Barley Bread, Kraftkorn Bread, dan beragam roti lainnya.

“Keseluruhan proses pengolahan roti Eropa maupun sourdough, tentu sangat penting untuk diperhatikan. Teknik pengolahan dari awal pengadukan hingga pemanggangan juga memegang peranan penting. Harus diingat, di Indonesia, suhu dan kelembaban berbeda dengan di Eropa. Saya tidak mau roti-roti ini memiliki tekstur yang kering, maka dari itu, saya menggunakan lebih banyak air,”Chef Roy menjelaskan.

Barley Bread

“Secara umum, dalam membuat roti Eropa, menggunakan air sebanyak 60%-65% dari berat tepung. Tapi saya menggunakan 70%-74% sehingga tekstur roti tetap maksimal. Namun, jika penggunaan air sampai 70%, mixing dan resting time harus disesuaikan,” Chef Roy memberikan tips pengolahan singkat.

Melengkapi variasi produk di Bakkerij Voorneman, terdapat sejumlah produk pastry unggulan, mulai dari ragam Croissant (Croissant Naturel dan Croissant Cheese dgn batang Gouda cheese), Sausage Ball Pastry, Cinnamon Twist, Peper Koek, Apple Flap, hingga roti manis a la Eropa yang turut menjadi favorit para pelanggannya, yaitu Krenten Bollen atau Roti Kismis.

 

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Comments { 0 }

Kompetisi Barista Terbaik akan Berlangsung di Hotelex Indonesia 2018

Salah satu kegiatan menarik yang akan berlangsung di penyelenggaraan perdana Hotelex Indonesia 2018 adalah berbagai kompetisi antar barista. Continue Reading →

Comments { 0 }

Inovasi dan Tren Industri HORECA di Hotelex Indonesia & Finefood Indonesia 2018

Berlangsungnya kegiatan Hotelex Indonesia dan Finefood Indonesia 2018 didedikasikan untuk sektor industri Hotel, Restoran dan Cafe (HORECA) di Indonesia. Untuk lebih memperkenalkan acara yang digelar pada 18-20 Juli 2018 tersebut kepada masyarakat, PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara acara menggelar kegiatan konferensi pers.

Bertempat di Aprez Cafe, Jakarta, Pamerindo memperkenalkan konsep dan kegiatan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta tersebut. Diadakan di lahan seluas 10.000m2 dan diikuti lebih dari 200 perusahaan dari 26 negara, kegiatan ini akan menampilkan berbagai macam produk eksklusif guna menunjang keperluan para pelaku bisnis HORECA seperti peralatan katering dan peralatan makan dengan ragam merek Internasional.

Kehadiran Ragam Kegiatan Menarik

Sejumlah kegiatan menarik juga turut berlangsung dalam acara tersebut seperti kompetisi dan workshop skala internasional, The 1st Asian Food Challenge. Kompetisi ini diikuti 8 tim dari Indonesia dan bersaing dengan 6 negara lain seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, India Selatan, Myanmar serta Brunei.

Kompetisi untuk menemukan barista terbaik di Indonesia, Indonesia Coffee Event (ICE) juga turut berlangsung dalam acara ini. Selain itu, Indonesia Gelato Workshop, bekerja sama dengan Carpigiani dan Gelato University Carpigiani menyelenggarakan Chef Gelato Pastry Profesional dan Chef Restoran sebagai bagian dari persiapan Kejuaraan Asia Gelato pada 2020 dan Kejuaraan Dunia Gelato pada 2022 mendatang.

“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat bersinergi kuat dengan kompetensi industri HORECA di Indonesia sehingga dapat memberikan pengalaman, koneksi, dan memenuhi kebutuhan perkembangan serta selera pasar para pelaku bisnis,” Wiwiek Roberto, Project Director dari PT Pamerindo Indonesia, menjelaskan sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Raka Pradipta

Fotografer: Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Baking Tour Hongkong 13 – 15 September 2018 with Marina Tours

Ingin menambah skill anda di bidang bakery? Gabung yuk bersama Marina Tour, tidak hanya tour, tapi kalian juga bisa ikutan kursus bersama ahlinya langsung loh! Ajak rekan-rekan anda untuk bergabung di tour ini, pendaftaran bisa hubungi kami di 0822-1389-0990 (WhatsApp Only – Reny)

Itinerary :

JADWAL BAKING TOUR HONGKONG

  • Didampingi oleh Petrus Gandamana, Chief Editor BARECA Magazine

 

PAKET 1 – CX : Rp.14,200,000

13-15 SEPTEMBER 2018 

Kamis – 13 September 2018  :

00:05-05:55  Jakarta-Hongkong  dengan Cathay Pacific

09:30-17:00  Bread Variation & Christmas Bread Idea

 

Jumat – 14 September 2018 :

09:30-18:00  Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat

Acara bebas untuk berbelanja

21:00 Transfer ke airport

 

Sabtu – 15 September 2018 :

00:20-03:55 Hongkong- Jakarta dengan Cathay Pacific

Tiba di Jakarta jam 04:00 pagi

 

Pengaturan sudah termasuk :

  • Ticket Jakarta-Hongkong-Jakarta Cathay Pacific
  • Kursus 1 hari : Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat & Team
  • Hotel di Hongkong 1 malam
  • Transportasi di Hongkong dari Airport-Tempat Kursus-Airport

 

PAKET 2 –BUDGET Air Asia :  Rp.11,500,000

13-15 SEPTEMBER 2018

 

Kamis – 13 September 2018 :

Jakarta-Kuala Lumpur- Hongkong  dengan AirAsia 08:35-11:45/13:35-17:45

 

Jumat – 14 September 2018 :

09:30-18:00  Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat

Setelah kursus langsung transfer ke airport

Hongkong-Kuala Lumpur-Jakarta  dengan AirAsia 21:05-00:55/06:55-08.05

 

Sabtu – 15 September 2018 :

Tiba di Jakarta jam 08:05 pagi

Pengaturan sudah termasuk :

  • Ticket Jakarta-Hongkong-Jakarta Air Asia
  • Kursus 1 hari : Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat & Team
  • Hotel 1 malam
  • Transportasi di Hongkong dari Airport-Hotel-Tempat Kursus-Airport

 

PAKET 3 – BUDGET CX : Rp.11,500,000

14-15 SEPTEMBER 2018

Jumat – 14 September 2018 :

00:05-05:55  Jakarta-Hongkong  dengan Cathay Pacific

09:30-18:00  Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat

Acara bebas untuk berbelanja

21:00 transfer ke airport

 

Sabtu – 15 September 2018 :

00:20-03:55 Hongkong- Jakarta dengan Cathay Pacific

Tiba di Jakarta jam 04:00 pagi

 

Pengaturan sudah termasuk :

  • Ticket Jakarta-Hongkong-Jakarta Cathay Pacific
  • Kursus 1 hari : Viennoiserie Class by Chef Stephane Reinat & Team
  • Transportasi di Hongkong dari Airport-Tempat Kursus-Airport
Comments { 0 }

Pralin by Chocolate Monggo, “The Finest Indonesian Chocolate”

“The Finest Indonesian Chocolate” menjadi konsep yang diusung Chocolate Monggo dalam menunjukkan kualitas terbaik dari aplikasi produk cokelat menggunakan biji kakao di Indonesia.

Chocolate Monggo berdiri pada tahun 2005 dan saat ini Chocolate Monggo sudah memiliki 6 gerai yang tersebar di berbagai wilayah di Yogyakarta dan salah satunya adalah kafe Pralin by Chocolate Monggo.

“Kafe Pralin by Chocolate Monggo merupakan sebuah tempat di mana masyarakat dan chocolate lovers dapat menikmati ragam varian praline yang menggunakan produk cokelat dari Chocolate Monggo. Setiap praline kami buat secara handmade dan memiliki isian dengah bahan baku alami seperti penggunaan buah asli untuk beberapa varian,” Steffen Hitscher, Marketing Manager Chocolate Monggo, menjelaskan mengenai produk yang diusung dalam Pralin by Chocolate Monggo.

Varian Praline yang Menarik

Sebagai bentuk perkenalan sekaligus edukasi mengenai praline, setiap pelanggan dapat mencicipi langsung tester yang disediakan oleh tim dari kafe Pralin by Chocolate Monggo.

Seperti varian produk lainnya, keseluruhan praline dibuat dari biji kakao dari perkebunan di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, dan Sulawesi serta menggunakan 100% cocoa butter yang merupakan standar utama di Chocolate Monggo.

Kafe Pralin by Chocolate Monggo yang berlokasi di Hartono Mall, Yogyakarta, memiliki sejumlah varian praline yang dapat dipilih sesuai selera pelanggan. Varian tersebut di antaranya Zeus yang memiliki isian berupa chocolate ganache menggunakan dark chocolate 77%, Pomona dengan isian strawberry ganache dan di-mould dengan white chocolate, hingga Gianduja yang mengkombinasikan cashew nut dengan palm sugar sebagai isian serta dilapisi dark chocolate 58%.

“Namun dari sejumlah varian tersebut, jenis truffle serta varian pralinesdengan isian hazelnut dan cream sangat diminati. Kami juga menghadirkan kotak khusus untuk praline sehingga tampak menarik saat menjadi buah tangan. Tentunya kemasan tersebut menggunakan kertas daur ulang bersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council),” Steffen menjelaskan.

Authentic Chocolate Drink

Meski berfokus menghadirkan aneka praline, Steffen juga tetap menghadirkan varian produk unggulan lain dari Chocolate Monggo seperti varian Chocolate Bars 80gr dengan pilihan rasa Macademia, Red Chili, hingga Rendang. Sementara Marzipan, Hazelnut, dan Praline menjadi rasa yang begitu diminati untuk varian Chocolate Monggo 40gr.

“Konsep kafe yang kami tuangkan dalam Pralin by Chocolate Monggo membuat setiap pelanggan  juga dapat bersantai sembari menikmati produk cokelat dengan ditemani minuman Authentic Chocolate Drink. Kami menghadirkan varian chocolate drink dengan penyajian dingin atau panas hingga Choco Moko yang mengkombinasikan chocolate drink dan espresso. Tak lupa kami juga menghadirkan sajian teh dan kopi seperti cappuccino,” Steffen menuntaskan penjelasannya.

Penulis dan Foto: Raka Pradipta

Comments { 0 }

Cheese Shashuka, Recipe by PROCHIZ

Selamat soree #ProchizLovers! Besok udah weekend nih, kita cobain yuk resep #KejuProchizyang satu ini. Jangan lupa upload dan tag @keju_prochiz ya!
-Cheese Shashuka-Bahan :
½ suing Bawang bombay cincang kasar
4 siung Bawah putih cincang halus
50 gr Paprika merah potong dadu
50 gr Paprika hijau potong dadu
50 gr Paprika kuning potong dadu
1 buah Tomat potong dadu
2 sdm Pasta tomat
1 sdt Lada bubuk
1 sdt Cabai bubuk
1 sdt Paprika bubuk
½ sdt Jinten bubuk
½ sdt Garam
250 ml Air
3-5 butir Telur ayam
3 sdm PROCHIZ Spready
jeruk nipis
daun parsley atau seledri untuk taburan
roti tawar atau nasi hangat

Cara Membuat :
• Panaskan minyak diwajan teflon, tumis bawang bombai hingga harum, masukan bawang putih, pasta tomat, PROCHIZ Spready. aduk merata dan tuang air sedikit demi sedikit
• Kemudian masukan semua bumbu bubuk, semua cabai paprika dan tomat cincang kedalam saus aduk merata, tambahkan garam
• Masak hingga kandungan air berkurang dan saus mengental, kecilkan api
• Pecahkan telur ayam, tuang satu persatu secara perlahan, letakan telur diatas saus masak hingga telur matang, kurang lebih 4-5 menit dengan api kecil. Taburi daun seledri diatasnya
• Sajikan shashuka dengan roti atau nasi, sebagai pelengkap makan sahur

Comments { 0 }