Archive | Recommended RSS feed for this section

Liano Macaron, Aplikasi Buttercream dan Fondant di Liano Macaron

Sebagai seorang pengusaha makanan bidang decorating cake dan pastry products, Chatrine Arliano Limosa cukup konsisten mengembangkan brand online cake shop-nya dari sejak pertama dibuka pada Juli 2011 hingga saat ini.

“Saya sedang mempersiapkan pastry shop di daerah Jakarta Utara, di mana pelanggan bisa memilih produk-produk pastry seperti freshly baked macarons, petit gateaux, tarts di gerai kami nantinya,” buka Chatrine Arliano Limosa yang akrab disapa Chatrine ini.

French Macaron As A Part Of Decorating Cake
Liano Macaron dikenal karena produk French Macaron berkualitas oleh para pelanggannya yang terlihat dari ramainya permintaan pesanan di fan page Liano Macaron di salah satu media sosial online terkemuka. Selain produk French Macaron, rupanya para pelanggan Liano Macaron juga menyukai produk Gateaux maupun decorating cake seperti birthday cake, anniversary cake, baby shower cake dan sebagainya yang ada di Liano Macaron.

“Tahun 2013 ini, jenis ombre cake atau cake yang memadukan gradasi warna cukup sering dipesan para pelanggan Liano Macaron. Sedangkan untuk French Macaron, saat ini menjadi part of decorating cake juga selain dapat dipesan per-box seperti biasa. Para pelanggan Liano Macaron banyak yang meminta cake dengan dekorasi French Macaron,” kata Chatrine.

Praline Mud Cake Dengan Chocolate Glaze
Menurut Chatrine, ombre cake-nya juga dapat menjadi cake dasar untuk jenis decorating cake. “Selain itu, pelanggan Liano Macaron juga dapat memesan dengan varian rasa seperti rhum, lemon, vanilla, green tea dan mocha,” jelas Chatrine. Di lini Gateaux yang diusung Liano Macaron adalah Praline Mud Cake bagi pelanggan yang menyukai citarasa paduan kacang hazelnut, kacang almond dan chocolate couverture.

“Untuk toppingnya saya memakai chocolate ganache dan chocolate glaze yang menggunakan chocolate couverture. Chocolate glaze bisa disebut sebagai bahan dekorasi kue yang sekarang banyak diaplikasikan ke produk pastry. Yang harus diperhatikan saat menggunakan chocolate glaze adalah proses pembuatannya supaya tetap glossy dengan konsistensi yang tepat,” ujar Chatrine memaparkan.

www.facebook.com/liano.macaron

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Billiechick, Hadirkan Koleksi Wedding Cake Simple, Elegan dan Mewah

Menurut Nita Adriati, Marketing Komunikasi PT. Billiechick Indonesia, perusahaan yang menaungi Billiechick Cake and Resto, kehadiran Billechick Cake and Resto pertama kali di Indonesia adalah pada bulan Oktober 2004. “Pada awalnya, Billechick hadir dengan konsep cake shop. Lalu, setahun kemudian yaitu pada tahun 2005, kami menambahkan konsep resto sehingga menjadi konsep yang memadukan cake shop dan resto,” buka Nita Adriati yang akrab disapa Nita ini.

9 Gerai Billiechick
Hingga saat ini ada 7 gerai Billechick di Jakarta dan 2 gerai di luar Jakarta. “Gerai pertama Billiechick berlokasi di Citos (Cilandak Town Square, Jakarta Selatan-Red), sedangkan seluruh produk cake and resto dipasok dari central kitchen yang ada di Greenville yang juga termasuk lokasi resto and cake shop, wedding showroom dan juga lokasi Head Office,” kata Nita.

Di gerai yang terletak di daerah Jakarta Barat itu juga, terdapat showroom khusus Wedding Cake. “Sejak tahun 2006, Billiechick memang memutuskan untuk fokus di lini Wedding Cake. Konsep dan ciri khas Wedding Cake yang diusung Billiechick adalah yang berkonsep simple, elegan dan mewah dengan penggunaan dekorasi yang detail serta elemen dekorasi seperti kristal Swarovski dan mutiara,” papar Nita.

Attention To Detail
Di tangan Cake Decorator Tachmidin, Cake Decorator yang dipercaya oleh Billiechick, konsep Wedding Cake yang diusung Billiechick memang hadir di setiap contoh Wedding Cake yang ada di showroom Billiechick. Attention to detail begitu terlihat dari tingkat kerapihan dan kehalusan elemen dekorasi yang menghiasi setiap cake yang ada. “Saya selalu membuat sketsa terlebih dahulu berdasarkan keinginan calon klien Billiechick Wedding Cake,” kata Tachmidin.
Kepiawaian Tachmidin sebagai Cake Decorator tidak hanya terbukti dari hasil-hasil Wedding Cake yang sudah Ia desain, tapi juga dari goresan sketsa awal yang begitu detail dan rapih.

“Sebagai seorang Cake Decorator, saya memang dituntut untuk dapat mendesain sebuah Wedding Cake mengikuti keinginan atau konsep yang dibawa oleh calon klien. Ada beberapa calon klien yang membawa sendiri contoh gambar Wedding Cake yang mereka mau. Tapi, seringkali, begitu tiba di showroom Billiechick, mereka langsung berubah pikiran dan justru memilih langsung dari contoh dummy yang ada,” urai Tachmidin tersenyum.

Warna Favorit Pilihan Pelanggan Billiechick
Diakui Tachmidin, warna-warna natural seperti ivory, broken white masih menjadi pilihan para calon pengantin yang menjadi klien Billiechick. “Ada juga warna-warna cerah yang dipilih. Tapi, konsep elegan, simple dan mewah tetap diterapkan, karena sudah menjadi ciri khas Billiechick,” ujar Tachmidin.

Wedding Cake setinggi 5 Meter diakui Tachmidin dan Nita menjadi Wedding Cake terbesar yang pernah ditangani di Billiechick. “Selain Wedding Cake yang besar, banyak tiers-nya, ada juga permintaan Wedding Cake yang hanya berkisar 3 sampai 5 tiers saja. Dan, biasanya untuk yang 3 tiers permintaannya adalah full cake asli,” papar Tachmidin. Wedding cake di Billiechick tersedia dari 2 tiers hingga 13 tiers.

Greenville Raya Blok BK No.5 Jakarta Barat

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Nathan Cakes, Cake Decorator Selalu Punya Gaya Sendiri

Wedding Cake Dengan Desain Unik Namun Tetap Elegan
Nathan Cake merupakan salah satu cake decorator yang ikut meramaikan industri cake decorating khususnya di Semarang, Jawa Tengah. Didirikan sejak tahun 2002, Nathan Cakes selalu berusaha mengedepankan sisi artistik disetiap desain dan model produknya.

Dikelola sendiri oleh Nathanael Christian Susanto (Nathan) bersama sang istri, Nathan Cake berkomitmen merealisasikan wedding maupun birthday cake yang sesuai dengan permintaan pelanggannya sehingga menjadikannya sebagai salah satu cake decorator terbaik di Semarang.

Cake Decorator Punya Gaya Sendiri
Sebagai seorang cake decorator profesional, Nathan memberlakukan sistem manajemen konsep untuk memenuhi setiap permintaan pelanggannya. Ia biasa berdiskusi dengan pelanggan mengenai konsep yang mereka inginkan bahkan hingga estimasi biaya yang mereka keluarkan.

“Setiap pelanggan yang datang ke sini biasanya sudah mempunyai konsep dan desain sendiri. Tinggal bagaimana saya eksekusinya saja. Dengan manajemen konsep tersebut, pelanggan akan merasa lebih puas dengan dekorasinya,” ungkap pria yang sempat mempelajari seni dekorasi kue di Australia ini.

Nathan merasa setiap cake decorator mempunyai gayanya masing-masing. “Seni mendekorasi kue itu soal kreatifitas. Inilah yang berbeda dari setiap cake decorator. Saya kerap mendapat inspirasi dari buku dan majalah mengenai cake decorating. Dari sana saya tinggal memikirkan bagaimana saya menyematkan style pribadi ke dalam sebuah dekorasi. Dengan begitu orisinalitas seorang cake decorator akan tetap terjaga,” jelas Nathan.

Gardenia B2-B4 Plamongan Indah, Semarang, Jawa Tengah

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Ahmad Fajar, Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

The Container Grill, Menikmati Sajian Grill dalam Peti Kemas Tergantung

Container atau peti kemas sebagaimana kita ketahui adalah kotak besar dari baja yang biasa digunakan untuk angkutan barang. Namun fungsinya menjadi berbeda saat dimanfaatkan oleh sebuah bar & resto yang berada di area Gading Serpong bernama The Container Grill. Bar & resto yang tergabung dalam Dwi Putra Group ini berdiri sejak tahun 2012.

“Konsep desain bar & resto menggunakan container karena unik, memanfaatkan barang yang tidak bisa didaur ulang untuk digunakan sebagai ruangan,” jelas Denny, selaku The Container Grill Resto and Bar Manager. The Container Grill ini merupakan restoran pertama di Indonesia yang menggunakan konsep container. ”Melihat tanggapan pasar yang cukup bagus dengan andalan produk masakan dan desain yang disukai, kami akan segera membuka cabang,” ujar Denny.

Hampir seluruh bagian bar & resto ini menggunakan peti kemas. Tidak hanya ruangan saja, tapi juga toiletnya. Meskipun menggunakan peti kemas, konsep desain dalam ruangannya tetap memiliki kemewahan tersendiri. Perpaduan antara konstruksi peti kemas dan desain mewah inilah yang membuatnya unik dan membuat pelanggan nyaman berada di sana.

“The Container Grill juga bisa digunakan sebagai tempat rapat dimana kami bisa menyediakan proyektor dan bisa juga untuk kegiatan karaoke di dalam ruang peti kemas yang ada,” tutur Denny.

Menu Western Dengan Grill
Menu makanan yang disediakan di The Container Grill adalah steak, pasta, burger, dan sajian lainnya. “Sesuai dengan namanya, unggulan kami memang terletak pada grill-nya,” ujar Denny. Bahan daging yang digunakan berasal dari daging impor Amerika dan Australia. Mulai dari sirloin, tenderloin, rib eye, dan lainnya disajikan dengan empuk dan bumbu yang membuatnya kaya akan rasa meresap hingga ke bagian terdalam daging.

Sajian saus dapat dipilih dengan rasa BBQ, Mushroom, dan Black Pepper. Selain itu, sajian sampingannya juga dapat dipilih sesuai selera pelanggan. Pelanggan dapat memilih dua side dish diantara banyak pilihan, seperti Mixed Vegetables, Mashed Potato, Red Bean, French Fries, atau Cream of Spinach. Pelanggan dapat menikmati sajian di The Container Grill mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000.

The Container Grill Burger
Menu burger merupakan salah satu menu favorit pelanggan. Tampilannya yang unik dan mudah disantap membuatnya menjadi salah satu menu andalan bar & resto yang terletak berseberangan dengan Summarecon Mal Serpong ini.

Berbeda dari burger lainnya yang memiliki tekstur padat maka burger di The Container Grill memiliki tekstur daging lembut dan rasa yang gurih. Menu favorit para kaum muda ini tersaji dengan TCG saus yang segar. Hidangan sampingnya juga dapat dipilih sesuai dengan selera pelanggan.

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Putri Suryani, Photo by Hendri Wijaya

Ruko Paramount Rodeo
Jl. Boulevard Raya, KAV 22, 2nd Floor
Gading Serpong, Tangerang

Comments { 0 }

Fat Dragon Express, Halal Chinese Food Menjangkau Semua Segmen

Jika kebanyakan restoran Chinese Food berkiblat ke gaya oriental, berbeda halnya dengan Fat Dragon Express yang lebih memilih gaya Classic America untuk memberikan kesan casual. “Jika kita lihat, masyarakat asli Cina pun sudah terpengaruh dengan budaya Barat sehingga apa yang kami tampilkan ini disesuaikan dengan keadaan yang ada. Namun kami tetap tidak menghilangkan kesan oriental yang sudah melekat di restoran Chinese Food dimana kami masih menampilkan ornamen lentera klasik dan unsur warna merah di sudut ruangan,” jelas Firmansyah Assiddiq, Asistant Outlet Manager Fat Dragon Express.

Berada di lantai 2 Belle Vue Pastry Shop, restoran ini merupakan perluasan usaha dari Fat Dragon Authentic Chinese Restaurant di Hotel GH Universal yang mengusung tema Chinese Food. “Cabang ini dibuat untuk menjangkau pelanggan hotel yang merasa terlalu jauh datang ke Setiabudi. Dengan pembukaan di Pasir Kaliki ini tentu akan mempermudah mereka dalam menikmati sajian khas Chinese Food di Fat Dragon,” tutur Firman.

Ada sedikit perbedaan nama pada restoran yang secara harfiah berarti ‘Naga Gemuk’ ini yaitu penambahan kata ‘express’ di belakang nama Fat Dragon yang mana kata tersebut melambangkan kecepatan pelayanan di Fat Dragon.

“Cepat bukan berarti makanan tersebut dibuat cepat saji. Tapi cepat di sini dalam arti pengolahan yang cepat sehingga pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk menikmati sajian khas kami,” jelas Firman. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan target utama dari Fat Dragon Express yaitu para pekerja kantoran yang mana tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu.

Pertahankan Logo Halal
Seperti yang kita ketahui, kebanyakan menu di restoran Chinese Food tidak dapat dikonsumsi oleh umat Islam karena kandungan bahan atau daging yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Tetapi, kembali pada citra Bandung sebagai kota kuliner, Fat Dragon seolah ingin memberikan alternatif restoran Chinese Food yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk kaum Muslim sekalipun.

“Tema halal yang diusung membuat menu-menu di Fat Dragon Express bisa dinikmati oleh semua kalangan. Karena pada dasarnya kami tidak ingin membuat konsep tapi hanya bisa dikonsumsi oleh kalangan terbatas saja tetapi juga dapat diterima oleh semua segmen,” ujar Firman. “Banyak wisatawan yang datang ke Bandung adalah kaum Muslim. Sehingga kami menyediakan makanan halal,” tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Firman, kelezatan sebuah makanan tidak hanya ditentukan dari bahan daging tertentu yang dipakai. “Cita rasa sebuah masakan juga ditentukan oleh bumbu-bumbu yang digunakan sehingga tercipta rasa makanan yang otentik. Bahkan banyak dari keturunan Tionghoa yang menyukai menu masakan di sini,” ujar Firman.

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Jalan Pasir Kaliki 147 Bandung

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Hova Cake, “Special Design” Hova Cake untuk Pelanggan

Hova Cake sudah berdiri pada awal 2006 di Jalan Mandala Utara, Jakarta Barat dan telah membuka dua cabang di Bangka pada 2011. Konsep Hova Cake sendiri berkonsentrasi pada produk kue pernikahan dan kue ulang tahun dengan rasa yang berkualitas dan model minimalis, tapi tetap mengikuti tren pasar yang ada. “Perbedaan Hova Cake dengan yang lainnya terletak pada rasa yang beragam, kualitas rasa yang terjamin, dan model dekorasi yang khas,” ujar Yanti selaku pemilik Hova Cake.

Varian rasa di Hova Cake terdiri dari Lapis Surabaya, Mocca Tart, Chocolate Cake, Cheese Cake, Blueberry Cake, Marmer Cake, Capucinno Cake, Lapis Legit, Chocolate Mocca, Black Forest, Avocado Cake, Tiramisu, dan lain sebagainya. Adapun rasa favorit pelanggan Hova Cake adalah Chocolate Mocca, Blueberry Cake, dan Lapis Surabaya.

“Sekarang mayoritas semua pesanan palsu, tapi ada juga orang yang masih request bagian atasnya ada kuenya,” Yanti menjelaskan. “Jadi, kalau pelanggan yang masih memiliki tradisi harus ada kue asli pada bagian kue pernikahannya memang suka memesan yang ada kue di bagian atasnya saja,” lanjut Yanti. Namun, apabila ada pesanan ingin seluruh bagiannya adalah kue Hova Cake bisa menyediakannya dengan harga yang tentunya lebih mahal daripada yang palsu.

Hova Cake pernah melakukan pengiriman kue pernikahan dari Jakarta hingga ke Bali dan Singapura, tapi kalau untuk kue ulang tahun, Hova Cake hanya melayani deliveri pada area Jabodetabek saja. Keselamatan pengiriman kue pernikahan hingga ke luar kota atau ke luar negeri akan ditanggung oleh pihak Hova, apabila terjadi kerusakkan akan diganti sepenuhnya. Selain kue pernikahan dan kue ulang tahun, Hova Cake juga melayani pembuatan produk one month baby cake, snack box, dan acara khusus (Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek, dsb).

Dekorasi kue di Hova Cake mayoritas sudah menggunakan icing/fondant dan peminat butter cream pun masih tetap ada. Pelanggan Hova Cake lebih menyukai dekorasi kue menggunakan icing. “Warna dan bentuk dekorasi menggunakan icing tampak lebih menarik, dan lebih tahan bentuknya,” jelas Yanti. Pelanggan dapat memilih kue dengan beragam tingkatan sampai dengan tujuh tingkat.

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Jalan Mandala Utara No. 604 B, Tomang – Jakarta Barat

Written by Putri Suryani, Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Reading Room Bersantap Ditemani Koleksi Ribuan Buku

Konsep unik dalam paduan sebuah usaha resto dan café tentu menjadi daya tarik dan nilai lebih yang dapat memberi pengalaman kuliner yang berbeda bagi para pengunjungnya. Richard Oh adalah salah satu restaurateur yang berani maju mendirikan usaha resto café-nya, Reading Room yang terletak di bilangan Kemang Timur dengan konsep unik dan berbeda. “Reading Room hadir didasari inspirasi dari pengetahuan dan kreatifitas,” buka Richard Oh, Founder dan Owner Reading Room Jakarta.

Konsep Mini Library
Resto dan Café yang mulai buka sejak bulan Maret 2011 itu, memang mengadopsi konsep mini library dengan koleksi buku sang pemilik. “Silahkan hitung sendiri buku-buku yang ada di sini,” kata Richard Oh. Bukan jumlah buku yang sedikit tentunya, mengingat 2 lantai area resto didominasi dengan rak-rak buku besar yang pastinya dapat memuat hingga ribuan buku.

Bertandang ke Reading Room tentu akan menjadi pengalaman kuliner seru terutama jika Anda gemar membaca buku selain juga gemar menyantap sajian lezat. Untuk target market pengunjung bisa ditebak sendiri, pastinya para penyuka buku, sastra hingga per-film-an. Koleksi buku-buku di sini menurut Richard Oh didominasi dari buku Sastra, Sejarah, Sains hingga Anthropology.

Bahkan Anda bisa menemukan nama-nama besar dengan karya sastranya yang tentu sudah dikenal luas seperti Victor Hugo maupun Ernest Hemingway terselip dalam rak-rak buku kayu di Reading Room.

Pengunjung Bebas Membaca
Reading Room didesain nyaman tidak hanya untuk menyantap sajian yang ada, tapi juga nyaman untuk sekedar membaca dari koleksi buku-buku yang ada saat menunggu pesanan datang. “Pengunjung bebas membaca di sini. Dan untuk sebagian buku, pengunjung Reading Room bisa membeli buku-buku yang ada di sini dengan harga diskon,” jelas Richard Oh. Kapasitas resto Reading Room di lantai 1 dapat menampung 20 seats dan di lantai 2 hingga 50 seats.

Jl. Kemang Timur Raya 57a-b Jakarta Selatan

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu / Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }