Archive | Recommended RSS feed for this section

Surely / Someday + Kitchen: Happiness Comes from Simple Things

Starting out a business which is closely related to our passion is indeed never mistaken. Ever since he was a young, Sun Wahyu has always dreamed to have a cake shop. Admitting to have passion in baking, back in 2010, Sun left his full-time job as a graphic designer in some notable design studios, and eventually focuses in his own business. After quite a long time since he quit from his job, started from his hobby to experiment in making cookies and cakes and supported by his ability to design as his background tells, Sun plunged into an online business with a focus on selling cakes and cookies he made by himself.

Set out with the name Surely / Someday + Kitchen which was inspired by his one of his favorite composers Yoko Kano, Sun tries to create a delightful choice of cookies and cakes for his customers who want to reminisce with cookies and cakes made by their mothers when they were just little. “Happiness comes from simple things. That is the concept of Surely / Someday + Kitchen (S/S+K). For me, not everything has to be fancy, sometimes even simple things could bring happiness to people. I remember when I was just a little boy, my Mom always picked me up at school and brought cookies and cakes she made. That’s what I want to highlight in S/S+K, bringing the moments back,” said Sun.

“I just like the meaning behind surely someday, because as a human we have no idea about what will happen next. But for sure, we need to hold on hope even when life is getting us down. After quitting a job, I was like searching what I want to be and what I want to do. With S/S+K I sure want to bring something simple to my customers without sacrificing the taste. Although the looks of S/S+K’s product are very simple, but we try to keep the essence of nostalgia in any cookies we made,” he recounted.

Sun said that the first concern is his family was not sure about what he does since he doesn’t have educational background in cooking. But his works, seriousness, and perseverance in carrying Surely / Someday + Kitchen slowly bearing fruit. He admitted that in managing S/S+K which has existed ever since in the middle of 2011, he got precious help from his friend and his mother, especially in fulfilling their customers’ order.

Personal Touch in the Products
Sun seems serious with the concept that he brings into Surely / Someday + Kitchen. Sun said that before he officially launched a product, he experimented a lot. After much trial and error, Sun then rolled out his product to the market. Sun admitted that some of the recipes of S/S+K’s products are originally come from her mother, but not the least of which are modified by himself.

With the typical nuance he brings into every product of cookie and pound cake products of S/S+K, Sun admitted to be inspired by many things happened on his daily basis. “Every product that I created does contain personal elements. As Earl Grey cookies, for example. Initially I tried to make Earl Grey Cookies because I and my best friend do enjoy drinking Earl Grey tea. I thought why not to bring it into the form of a cookie. I want a personal touch like that in any of my products. Like every product has a story behind its existence. I believe that product that has a story, or at least made by heart, are easier to be enjoyed, “said Sun.
“There are approximately 16 cookies and pound cakes of S/S+K at the moment. However, there were some cookies and pound cakes that come-and-go. Especially for pound cake, I like experimenting. So, there is seasonal item for pound cake,” said Sun. For the price, Sun (S/S+K) tags cookies IDR 22.500 per pack and IDR 115-155.000 for pound cakes.

Cookies like Earl Gray, Chai, Peach & Passion Fruit Tea Sable, Rosemary Honey, are costumers’ favorites of Surely / Someday + Kitchen. For pound cakes, S/S+K has six variant of pound cakes like Earl Gray, Green Tea & Red Bean, Chocolate Orange, Café au Lait, Strawberry Yogurt, Apricot with honey almond, and Raspberry with Pistachio and Cranberries. Besides cookies and pound cakes, S/S+K also offers Paste for ones who like something savory in addition to the sweet ones. As complementary for cookies and pound cakes, the customers can also order +Haabu, like Purple Rose Tea, Lavender Tea, Chamomile Tea, Cassia Tea, Lemongrass Tea, and Peppermint as a companion to eat cookies and pound cakes.

www.surelysomedaykitchen.com

Written by Ahmad Fajar
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Levain Boulangerie & Patisserie When Japan Taste Meets French Pastry

Jika sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan ingin menikmati roti yang fresh dan berkualitas, maka pastikan mampir di Levain Boulangerie & Patisserie. Terletak di daerah Jalan Imbi yang tenang dan tidak jauh dari lokasi landmark Kuala Lumpur yaitu Menara Kembar Petronas maka menemukan Levain Boulangerie&Patisserie tidaklah sulit. Levain Boulangerie & Patisserie bernaung di sebuah bangunan berbentuk bungalow bergaya neo klasik Inggris dengan langit-langit ruangan yang tinggi namun suasana di dalam bakery-cafe tersebut bernuansa hangat dan akrab.

Saat kita memasuki gerai, kita akan disambut berbagai pajangan roti dan cake serta cookies di sisi sebelah kiri kita. Selain jajaran roti dan cake, di ujung ruangan sebelah kiri tersebut juga nampak kegiatan para baker sedang memanggang roti atau mengeluarkan roti dari oven yang memakai batu (stone oven). Selanjutnya di sisi ujung kanan gerai ada tangga dan jika kita lanjutkan berbelok menyusuri ke belakang ruangan maka kita akan melewati jajaran kursi-kursi seperti cafe, baik yang berada di dalam ruangan maupun di suasana terbuka yang berada di teras belakang yang nyaman dan hijau.

Di samping kursi-kursi tamu, akan tampak jajaran aneka cake dan cokelat yang dipajang di dalam showcase yang menarik, yang di latar belakangnya adalah dapur tempat mengerjakan pesanan para tamu untuk berbagai hidangan makanan dan minuman. Tamu-tamu yang duduk di sana rata-rata kaum muda yang asyik bercengkarama ataupun para eksekutif yang sedang berdiskusi mengenai kegiatan bisnis maupun sejenak melepas kesibukan kerja yang menumpuk.

Levain Penanda Kualitas Produk Roti Yang Dihasilkan
BAKERY MAGAZINE disambut oleh Mr. Frankie Bong, Operational Manager Levain Boulangerie & Patisserie Sdn. Bhd, yang ternyata dulu pernah bekerja di Batam. Kami segera terlibat dalam perbincangan yang hangat dan akrab. Levain Boulangerie & Patisserie bermula pada tahun 2001. Sang Pemilik sebenarnya sudah memiliki usaha bisnis produk cokelat yang terkenal di Malaysia dan sangat ingin memiliki usaha makanan. Selain Levain Boulangerie & Patisserie, sang Pemilik usaha juga memiliki usaha bakery-resto-cafe lain dengan merek Ficelle Boulangerie and Patisserie, Fougasse Boulangerie & Patisserie dan Shakespeare Boulangerie & Patisserie.

Usaha yang sukses tentu memiliki keunggulan dalam mendukung kesuksesannya. “Di Levain, semua produk merupakan produk yang fresh. Roti misalnya menggunakan ragi alami (natural yeast/levain), dipanggang dalam oven batu tradisional sehingga menghasilkan roti dengan aroma dan tekstur yang unik. Selain itu semua bahan baku adalah berkualitas unggul bahkan kami impor dari berbagai negara penting,” jelas Frankie.

Khusus mengenai penggunaan stone oven, kami penasaran dengan alasan penggunaannya, dan oleh Frankie dijelaskan bahwa stone oven akan memberikan kestabilan dalam suhu pemanggangan, kelembutan remah roti dan aroma yang unik sehingga rasa yang dihadirkan menjadi spesial. Investasi di stone oven ini tentu bernilai penting bagi kualitas produk yang dijual.

Untuk menghasilkan roti yang bermutu dan aroma bagus karena memakai levain (wild yeast), maka Levain Boulangerie & Patisserie perlu memakai terigu premium dari Jepang dan Perancis. Untuk penggunaan levain, tentu sudah diperhitungkan dengan masak bahwa pemakaian levain memang memberikan kualitas produk yang super selain proses produksi yang lebih sempurna dan lebih efisien pula.

Yang mengesankan dari semua rangkaian kegiatan produksi yang berkualitas tinggi tersebut, ternyata harga yang dibanderol di produk roti dan pastry Levain Boulangerie & Patisserie tidaklah selangit, melainkan sangat rasional dengan kualitas yang ditawarkan. “Bagi Pemilik Levain Boulangerie & Patisserie, bisa memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk menikmati roti dan pastry bermutu dengan harga terjangkau adalah cita-citanya,”jelas Frankie.

Sang Pemilik Levain Boulangerie & Patisserie memang sangat peduli dengan isyu kesehatan dalam produk roti dan pastry, sehingga selain memakai bahan-bahan berkualitas juga menguangi pemakaian gula dalam berbagai produknya. Tak heran pada jam sibuk sekitar pukul 11.00-14.00 kaum ibu rumah tangga berbaur dengan kaum muda dan eksekutif mengunjungi Levain Boulangerie & Patisserie untuk membeli roti dan pastry bagi kebutuhan keluarga mereka.

Dengan kapasitas mencapai 300 tempat duduk, Levain Boulangerie & Patisserie menjadi salah satu tujuan rekreasi kuliner keluarga, terutama di hari Sabtu dan Minggu. “Pengunjung yang datang sendiri atau bersama rekan kerja di hari kerja biasanya akan datang membawa keluarganya saat akhir pekan,”papar Frankie tersenyum. Untuk itu hidangan panas seperti berbagai pasta, hidangan santap pagi seperti sandwich, siap disajikan. Levain Boulangerie & Patisserie juga siap dalam melayani kebutuhan Birthday Party, Wedding Reception, Valentine Day. “Saat Tahun Baru China kami libur,” jelas Frankie.

Setiap bulan Levain Boulangerie&Patisserie mengeluarkan 2 sampai 4 produk baru untuk melengkapi sekitar 100 jenis roti yang sudah ada. BAKERY MAGAZINE sempat mencicipi beberapa roti unggulan Levain Boulangerie&Patisserie seperti Japan Cornflake Donuts yang renyah dan tak berminyak, Croissant de Almond yang menjadi primadona, Beef Curry Donuts yang memakai bahan bread crumb impor. Bagi pecinta Macaron, Truffles dan Praline, maka menikmati produk-produk tersebut di Levain Boulangerie & Patisserie tidak boleh dilewatkan.

No. 7, Jalan Delima, 55100 Kuala Lumpur, Malaysia

Written by Petrus Gandamana
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Nanny’s Pavillon: Tema Berbeda di Setiap Outletnya

Unik! Itulah kesan pertama ketika Anda melihat interior dari Nanny’s Pavillon. Konsep Nanny’s Pavillon diadaptasi dari kebiasaan dalam keluarga sang pemilik, Mellisa Sugianto yaitu berkumpul bersama. “Ketika mereka berkumpul, ada satu Nanny di sana yang sudah hafal betul karakter dan sifat dari masing-masing orang di keluarga tersebut. Dari sanalah konsep ini muncul dan kemudian dikembangkan lagi dengan imajenasi sang pemilik,” ujar Dwi Sartika, Jr. Restaurant Manager Nanny’s Pavillon Plaza Indonesia.

Konsep ‘Homey’
Restoran yang dibuka pada 2009 ini memang menonjolkan kesan homey di setiap cabangnya. “Kami ingin membuat pengunjung yang datang ke sini merasa nyaman layaknya di rumah sendiri. Hal ini sesuai dengan motto dari Nanny’s Pavillon yaitu you are here, you are my family,” tutur Dwi. Tak hanya interior, imajenasi sang pemilik juga dituangkan di dalam buku menu dengan berbagai tokoh fiktif di dalamnya. “Buku menu ini juga dilengkapi dengan cerita dengan menghadirkan tokoh-tokoh khayalan yang juga menjadi nama menu di sini,” ujar Dwi.

Dengan pembukaan outlet pertama di Bandung pada tahun 2009, saat ini Nanny’s telah memiliki 9 outlet yang juga tersebar di Jakarta. “Di Bandung ada 4 cabang dan di Jakarta ada 5 cabang yang setiap cabang memiliki tema berbeda-beda. Misalnya di Pacific Place dengan tema bathroom, Central Park dengan tema Terrace, Gandaria City temanya adalah Sewing Room, Alam Sutera dengan tema yang lebih maskulin yaitu Barn, dan di Plaza Indonesia yang mulai mengangkat karakter dari Nanny yaitu Kimberly’s Room,” ujar Dwi.

Pancake dan Waffle Khas Nanny’s Pavillon
Restoran lokal ini mengandalkan pancake dan waffle sebagai brand image-nya. “Kami ingin menjadikan Nanny’s Pavillon menjadi restoran pancake nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Jadi ketika orang ingin makan pancake dan waffle, mereka akan pergi ke Nanny’s Pavillon,” ujar Dwi. Pancake yang ditawarkan oleh Nanny’s Pavillon memiliki tekstur yang lebih lembut dengan varian yang beragam.
Untuk varian Hot Cheesy Pancake, ada empat macam rasa yang ditawarkan yaitu Meatball Brown Sauce Cheesy, Sausage Cheesy Waffle, Mushroom Cheesy Pancake, dan Hot Banana Cheesy Waffle. “Semua bisa dipilih mau pancake atau waffle. Jika ingin rasa yang lebih garing bisa pilih waffle, tapi jika ingin rasa yang lebih lembut bisa pesan pancake,” ujar Dwi.

Sedangkan untuk pancake manis, ada 6 varian rasa yaitu Bryce’s Crazy Chocolate Waffle, Kim’s Strawberry Pancake, Aloin’s Black Crunchy Caramel Pancake, Fitz’s Mango Waffle, Marsh’s Potato Pancake, dan Pierre’s Banana Pancake. “Pancake yang paling digemari di Nanny’s Pavillon adalah Ynez’s Blueberry Cheese Roll Pancake yaitu pancake yang penyajiannya di roll dengan isi cream cheese serta topping es krim vanilla dan siraman saus blueberry,” tutur Dwi.

Menu Western Lainnya
Selain Pancake dan waffle, ada juga berbagai menu lain yang disediakan di Nanny’s Pavillon seperti menu pasta. “Pasta yang menjadi andalan kami adalah Kimberly’s Green Sausage Pasta yaitu pasta yang berwarna hijau yang dimasak dengan bahan alami yaitu pesto sauce dan disajikan dengan potongan sosis goreng,” ujar Dwi. Ada juga Cecile’s Hot Tuna Spaghetty yaitu aglio olio pasta yang dimasak dengan olive oil dan disajikan dengan irisan cabe rawit dan tuna.
Bagi pengunjung yang ingin menyantap makanan ringan, Nanny’s Pavillon juga menyediakan berbagai menu kentang. “Untuk menu ini yang menjadi andalan adalah Heavy Alvin’s Potato dan Dad’s Favourite Fries dengan siraman Bolognese sauce dan disajikan dengan kacang merah serta dipanggang dengan keju mozzarella. “Menu tersebut hampir mirip, perbedaannnya Heavy Alvin’s Potato disajikan dengan potato chips sedangkan Dad’s Favourite Fries menggunakan french fries,” jelas Dwi. Ada pula menu Olivio’s Fried Buttermilk Mushroom yaitu jamur champion yang digoreng dengan tepung panir sehingga rasanya crispy dan disajikan dengan saus tartar.

Untuk menu minuman, Nanny’s Pavillon menyediakan berbagai varian Fresh Blend Lemonade yaitu campuran buah lemon dengan soda dan air. “Favorit di sini adalah Mango Lemonade dan Blueberry Lemonade dengan rasa yang asam sehingga menimbulkan sensasi segar. Untuk pelanggan yang datang bersama teman-teman, dapat memesan ada juga Nanny’s Cocktail yang bisa dinikmati untuk 4 orang,” jelas Dwi.

Mengambil target market keluarga, Nanny’s berusaha memberikan kepuasan 100% kepada pengunjung. “Kami lebih menonjolkan tema yang kuat dan unik serta pelayanan yang ekstra kepada para pengujung sehingga mereka dapat senyaman mungkin berada di sini,” tutur Dwi.

Written by Marisa Aryani, Photo by Hendri Wijaya

Plaza Indonesia, 2nd Floor

Comments { 0 }

Pancious Pancake House, Setia Hadirkan Pancake sebagai Sajian Menu Utama Colony 6 Kemang, Jakarta Selatan

Entah di Amerika ataupun Inggris, negara dimana Pancake merupakan menu yang cukup populer, sajian ini termasuk menu pilihan untuk sarapan. Dalam menikmatinyapun tidak banyak variasi rasa, hanya menambahkan dengan sirup, selai, gula halus atau dengan olesan mentega. Namun lain halnya dengan yang dilakukan Pancious Pancake House. Pancake tidak lagi sebatas hidangan sarapan. Hidangan khas Western ini “naik kelas” menjadi hidangan utama untuk beragam kalangan di Jakarta.

Restoran ini sejak kemunculannya di tahun 2007, cukup gencar dalam mengubah pandangan tentang pancake. “Kami ingin mengubah pemikiran-pemikiran orang dalam menikmati Pancake, disini Pancake tidak hanya sebagai menu sarapan, tetapi juga cocok untuk menu utama,” ujar Laksmi Paramitha, Marketing Manager Pancious Pancake House. Tentunya ini bukan perkara yang mudah, terlebih di tahun itu Pancake belum terlalu familiar di lidah masyarakat Jakarta.

Sebagai langkah awal mendekatkan diri dengan para pelanggannya, Pancious Pancake House memosisikan dirinya sebagai western casual dining. Artinya, walaupun tetap menyajikan menu utama Pancake, juga ditambahkan dengan menu-menu Western lainnya seperti pasta. Hal ini tidak terlepas dari karakter pelanggan yang datang dari beragam kalangan. “Saat mereka makan bersama teman ataupun keluarga, tidak semuanya ingin makan pancake, jadi kami berikan alternatif menu pilihan lainnya,” ujar wanita yang akrab dipanggil Mitha ini.

Satu hal yang paling krusial dalam menarik minat dan menciptakan pelanggan setia adalah menjamin kepuasan para pelanggannya. Faktor yang sejak awal disadari betul oleh Pancious Pancake House. Untuk itu dalam menyajikan menu-menu Pancake, Pancious Pancake House selalu menggunakan bahan-bahan premium untuk menyajikan rasa yang baik bagi pelanggannya. “Kami juga memiliki proses uji coba yang ketat agar bisa memuaskan cita rasa pelanggan kami,” ujar Mitha.

Dalam setahun, Pancious Pancake House selalu mengeluarkan produk baru yang dibagi menjadi 2 periode. Periode pertama yakni momen ulang tahun Pancious Pancake House di bulan Maret kemudian periode ke dua yakni di akhir tahun. Menu Pancake pun tidak sebatas sweet pancake tetapi juga memiliki ragam savoury Pancake yang cocok sebagai menu utama.

Outlet Terbaru di Kawasan Kemang
Memasuki tahun ke 6 ini, tampaknya Pancious Pancake House sukses mengubah dan juga mengenalkan pancake ke masyarakat. Posisinya pun kini semakin kuat sebagai restoran dengan sajian Pancake bervariasi. Di tahun ini, Pancious Pancake House sukses membuka outlet ke 9 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Banyak permintaan dari pelanggan setia kami yang meminta kami untuk membuka outlet baru di Kemang, selain itu wilayah ini juga menjadi lokasi favorit ekspatriat dan menjadi target utama kami,” ujar Mitha.

Outlet baru pertama dari 4 outlet baru yang direncanakan tahun 2013 ini dibuat berbeda dengan outlet lainnya. Pancious Pancake memberikan sebuah konsep istimewa dengan memadukan nuansa edgy dan industrial. Nuansa industrial diwakili oleh elemen dinding bata dan furnitur kayu yang didominasi warna hangat, sedangkan tampilan edgy terlihat dari lampu gantung kocokan telur di beberapa sudut.

“Kelebihan Pancious Pancake Kemang yang menjadi gerai ke-9 kami adalah luasnya. Di sini ada space dan ruangan outdoor yang luas. Cocok untuk bersantai,” ujar pemilik Pancious Pancake House, Fransisca Tjong. Area outdoor yang lebih luas ini ditata dengan menempatkan meja-meja panjang sehingga pelanggan lebih santai dalam menghabiskan waktu bersama kerabat ataupun keluarga.

Tidak hanya dari segi konsep, di gerai terbarunya ini juga ditambahkan beberapa menu yang tidak didapat di gerai lainnya. Gerai yang buka mulai dari jam 08:00 hingga 00:00 ini memberikan ragam pilihan bir ataupun wine bagi pelanggannya. “Daerah Kemang memang banyak dijadikan sebagai tempat nongkrong dan juga tempat menikmati beer dan wine, apalagi untuk ekspatriat yang dijadikan sebagai target utama kami,” ujar Fransisca.

Konsisten Dalam Penggunaan Bahan Baku
Termasuk rajin dalam menyajikan menu baru, Pancious Pancake House di tahun ini pun mengandalkan menu sweet pancake dengan bahan baku dari teh. Menu seperti Milk Tea Crumble Pancake dan Green Tea Red Bean Pancake menjadi menu favorit pelanggannya. Untuk menjaga kualitas Pancake, semua bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku home made.

Milk Tea Crumble Pancake dan Green Tea Red Bean Pancake, menggunakan ice cream dan creamy milk Tea sauce serta green tea sauce sebagian paduan Pancake yang dibuat sendiri dari dapur Pancious Pancake House. Penggunaan ice cream dan sauce yang sudah diproduksi umum sebisa mungkin memang dihindari oleh Pancious Pancake House. Hal ini demi mendapatkan cita rasa yang sesuai dengan harapan para pelanggannya.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati menu selain pancake, bisa menikmati menu utama seperti Smoked Beef and Chicken Wraps With Cheese, Striploin Steak, Pasta Soft Shell Crabs With Prawn Sauce Mexico Crispy Mexican Burger.

Waktu 6 tahun bukan waktu yang singkat bagi restoran yang mengandalkan sajian yang belum familiar. Kini Pancious Pancake pun semakin membidik pasar yang lebih luas lagi. “Kami menargetkan untuk membuka franchise di kota besar lainnya setelah Surabaya dan Bandung,” tutup Fransisca.

Colony 6 Kemang, Jakarta Selatan

Written by Dody Wiraseto
Photo by Hendri Wijaya & Doc. Pancious Pancake House

Comments { 0 }

Ciputra Bakery: Kreasikan Bentuk Brioche Guna Tingkatkan Minat Pelanggan

Di Ciputra Bakery yang kini sudah memiliki 3 gerai yakni Pondok Indah Mall 1 dan 2 kemudian Ciputra Mall ini, brioche ternyata kurang diminati pelanggan salah satunya karena bentuknya yang mirip roti manis.”Kalau disini kurang terlalu disukai, mereka lebih suka croissant, danish. Karena memang lebih familiar bagi mereka, sedangkan brioche malah mereka kira seperti roti manis biasa,” ujar Samidi Chef De Partie, Ciputra Bakery.

Bila ditarik lebih dalam lagi, sebenarnya penyebab utama sedikitnya minat pelanggan terhadap brioche adalah kurangnya pemahaman pelanggan tentang viennoserie asal Prancis ini. Sebagai menu sarapan, pelanggan sudah terbiasa dengan roti seperti roti tawar roti gandum hingga viennoserie lainnya seperti Danish pastry dan croissant. Padahal dari kecukupan kalori sarapan, brioche termasuk tinggi dibanding danish pastry dan croissant karena menggunakan telur dan butter yang lebih banyak.

Dari sebuah halangan menjadi sebuah motivasi khusus bagi Ciputra Bakery untuk meningkatkan minat pelanggan terhadap brioche. Ciputra Bakery melakukan terobosan dalam mengembangkan bentuk brioche dengan mempercantik penampilan melalui 3 varian brioche-nya. “Jadi kami buat ada yang bentuk otentik dengan yang ada pentolnya di atas, kemudian berbentuk plain dan dibentuk silang di atasnya,” ujar Samidi.

Tampilan Brioche Untuk Meningkatkan Permintaan
Tampilan brioche menjadi titik berat Samidi agar meningkatkan permintaan. Sedangkan dari segi adonan, ketiga jenis brioche di sini tetaplah sama.”Hanya dikreasikan bentuknya saja untuk menarik minat pelanggan,” ujar Samidi. Dari ketiga varian brioche yang disajikan di Ciputra Bakery, tetap brioche dengan pentol diatasnya yang menjadi andalan. Selain karena ciri khas otentik, membuat pentol di atasnya agar lebih presisi merupakan tantangan tersendiri dari Ciputra Bakery.

Chef Samidi menjelaskan untuk membuat brioche dengan bentuk topping silang cukup mudah. Tinggal membuat adonan kecil berbentuk segi panjang dan dibentuk silang di atas adonan yang akan di-proof. Sedangkan untuk membuat pentol, ada trik khusus dari Samidi agar tepat di tengah brioche. “Sebelum adonan mengembang, Saya buat bulat terlebih dahulu kemudian bagian atasnya ditekan agak dalam baru kemudian dimasukkan adonan yang akan jadi pentol ke dalamnya. Ketika nanti adonan mengembang akan semakin mengikat antara adonan besar dan adonan pentolnya,” papar Samidi.

Kreasi Filling

Kreasi brioche sebenarnya bisa bermacam-macam bahkan dengan menambahkan filling sekalipun. Namun bila sudah ditambahkan filling tentu saja ini sudah banyak berbeda dibanding brioche yang otentik. Hal ini berpotensi membuat masyarakat salah paham tentang brioche yang otentik itu sendiri. “Sebenarnya sebagai kreasi bisa diberi filling, namun orang mengenalnya brioche itu plain jadi akan menimbulkan kesalahpahaman karena dikira roti manis” ungkap Samidi.

Di Ciputra Bakery pun tidak menutup kemungkinan apabila memang ada pelanggan yang menginginkan brioche menggunakan filling. “Apabila ingin brioche yang menggunakan filling, kami juga akan membuatkan sesuai dengan selera dan permintaan pelanggan,” jelas Samidi.

Penyesuaian dengan Pola Konsumsi Pasar
Bagi masyarakat Eropa konsumsi brioche sebagai menu sarapan mungkin sudah menjadi hal yang lumrah. Namun bagi masyarakat di Jakarta ini belum menjadi suatu kebiasaan. Terlebih lagi pola konsumsi masyarakat Jakarta saat sarapan jauh berbeda dibanding Eropa.

Ciputra Bakery pun menyadari hal itu sehingga untuk menyesuaikan dengan pola konsumsi sarapan masyarakat Jakarta, Ciputra Bakery membuat brioche dengan ukuran khusus. “Brioche dibuat dengan berat sekitar 25 gram sampai dengan 30 gram, kalau terlalu besar lagi malah mengurangi minat pelanggan untuk menyantapnya saat sarapan,” ungkap Samidi.

Berbagai terobosan terhadap brioche di Ciputra Bakery ini memang bertujuan dalam meningkatkan minat pelanggannya. Namun secara tidak langsung ini berdampak pula pada pemahaman masyarakat Jakarta terhadap brioche. “Kami terus berusaha memberikan variasi pilihan, sekarang tinggal mengikuti selea pasarnya saja, mana jenis yang kira-kira laku. Yang penting pelanggan sudah mengenal dulu tentang brioche ini,” tutup Samidi.

Ciputra Mall, UG Fl Unit VA / Island,
Jl. Let. Jend. S. Parman No. 31, Jakarta Barat

Comments { 0 }

Tous Les Jours: Kiprah Sukses Bakery Korea yang Andalkan QSC dalam Menjual Premium Products

Kiprah sukses Tous Les Jours sebagai jaringan Bakery Korea pertama di Indonesia memang tidak lepas dari banyak faktor. Jumlah gerai Tous Les Jours kini sudah mencapai 10 gerai. Tous Le Jours menawarkan beragam produk roti dan kue berkualitas sejak gerai pertamanya dibuka di Senayan City pada Desember 2011 lalu. Tous Les Jours sendiri telah memiliki lebih dari 1.500 gerai bakery yang tersebar di beberapa negara seperti di New York, Vietnam, Singapura dan sebagainya. Sebuah angka yang turut menjamin kualitas Tous Les Jours sebagai salah satu pelaku industri pastry and bakery berkelas Internasional.

Tous Les Jours yang berarti every day atau setiap hari memang menawarkan ragam roti dan kue segar setiap harinya dengan varian yang sangat beragam, ditunjang pemakaian bahan baku yang terpilih. “Tous Les Jours memang ingin menyediakan roti dan kue berkualitas tinggi bagi para pelanggannya dengan produk yang memakai bahan baku premium dan tanpa bahan pengawet, demi menghasilkan produk roti dan kue yang jauh lebih sehat tetapi tetap lezat,” buka Zulia Dhuharani Arif, Marketing Tous Les Jours Indonesia.

Yang perlu digarisbawahi adalah komitmen Tous Les Jours dalam menyajikan produk mereka yang segar dengan tidak lagi menjual produk yang tidak habis untuk keesokan harinya. “Bukan hanya produk roti saja yang tidak habis terjual hari ini tidak dijual hari di berikutnya, juga termasuk produk fresh cream cake,” kata Zulia.

QSC (Quality, Service and Cleanliness)Bicara tentang kesuksesan sebuah usaha tentunya menjadi sebuah perbincangan menarik yang dapat memberi value dan juga referensi yang kemudian menjadi inspirasi. Rupanya pihak Tous Les Jours sangat peduli pada nilai disiplin usaha QSC. “QSC yang berarti Quality, Service and Cleanliness adalah 3 hal utama yang tidak pernah lepas dari bisnis Tous Les Jours.

QSC mempunyai peranan sangat penting dalam mengembangkan bisnis usaha kami, sehingga kami menerapkan QSC pada semua staf Tous Les Jours. Quality atau kualitas produk adalah hal yang utama. Kami lebih mengedepankan pemakaian bahan baku premium untuk hasil maksimal daripada profit tinggi, demi kepuasan pelanggan Tous Les Jours. Lalu kualitas produk akan sia-sia jika tanpa cleanliness atau kebersihan, baik dalam hal tempat pengolahan, proses hingga finishing bahkan pada setiap individu staf dan juga kebersihan gerai. Bisa dilihat, di setiap gerai Tous Les Jours, di bawah nampan roti pasti terselip kertas sehingga roti tidak bersentuhan langsung dengan nampannya.

Lalu yang ketiga adalah service atau pelayanan. Di Tous Les Jours, para staf harus terbiasa menyapa pelanggan yang datang. Pelayanan yang baik pada akhirnya menyempurnakan kualitas produk itu sendiri,” papar Lee Tae-Hoon, General Manager Tous Les Jour Indonesia.

Selain beberapa faktor penting akan nilai kesuksesan yang telah diungkap, rupanya konsep Tous Les Jours yang sangat humble turut menjadi faktor. Penerapan konsep tersebut membuat produk roti dan kue Tous Les Jours sukses mencuri perhatian banyak orang di berbagai negara.

“Selain menghadirkan produk roti dan kue premium, sebenarnya kami pun memiliki konsep dan concern untuk menghadirkan produk roti dan kue ala home-made, yang di zaman dulu dibuat oleh para Ibu. Nilai tersebut yang kami ambil, karena menurut kami, seorang Ibu hanya akan membuat produk terbaik bagi keluarganya. Begitupun kami di Tous Les Jours, kami hanya ingin membuat produk terbaik untuk para pelanggan Tous Les Jours,” kata Lee Tae-Hoon.

Bread, Viennoiseries and Cake
Di setiap gerai Tous Les Jours, termasuk yang ada di Jakarta, pelanggan dapat memilih dari beragam pilihan jenis roti, viennoiseries seperti croissant and Danish juga cake mulai dari fresh cream cake yang hadir dalam dekorasi cantik hingga kue-kue klasik seperti pound cake, financier, Madeleine hingga castella yang lembut, setiap harinya.

Produk roti dan viennoiseries di Tous Les Jours memang sesuai konsep, terlihat sederhana dan tidak memiliki topping yang terlalu mendominasi. Tapi, justru kekuatan rasa dan teksturnyalah yang dominan. Red Bean Bread adalah salah satu produk favorit yang tampil sangat sederhana, tetapi memiliki isi roti berupa red bean paste yang special karena citarasanya yang khas dan tidak terlalu manis, sedangkan Cream Cheese Rotinya sarat dengan isi cream cheese yang cukup melimpah dengan tekstur lembut.

Di bagian viennoiseries, beragam varian rasa croissant dan Danish lagi-lagi tampil sederhana, tapi dengan aroma mentega dan bagian lapisan dalam yang lembut dengan kulit renyah berwarna coklat keemasan. Selain itu, produk yang turut menjadi best selling di Tous Les Jours adalah Brioche. “Kami menghadirkan 2 macam Brioche setiap harinya, yaitu Brioche au Sucre dan Caramel Almond Brioche,” jelas Zulia.

Brioche au Sucre adalah roti Brioche bertesktur lembut dengan serat roti halus yang berisi krim vanilla lembut dengan rasa manis cukup, sedangkan Caramel Almond Brioche berisi kacang almond yang telah diberi karamel pada proses pembuatan isiannya.

“Brioche sendiri sebenarnya roti ala Eropa yang berasal dari Prancis. Pemakaian menteganya lebih banyak dari roti regular sehingga teksturnya sangat lembut tetapi tidak kempes. Saat ini, kami memang hanya menghadirkan 2 varian Brioche saja. Tapi, ke depannya tim kami akan menciptakan variasi Brioche lainnya, mengingat penjualannya yang kini justru meningkat dan membuat produk Brioche ini menjadi favorit baru untuk para pelanggan Tous Les Jours,” tutup Zulia.

Mal Gandaria City, Lt. GF,MG-05 Jl.Sultan Iskandar Muda Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Pane del Giorno: A Convenient Shop with Quality Breads and Foods

Konsep gerai makanan dan minuman yang mengusung convenient shop memang bukan konsep baru di Indonesia. Beberapa pengusaha yang mengusung konsep ini memang memadukan mini market dan olahan siap saji yang mempermudah pelanggannya.

Melihat, mengamati dan lalu mewujudkan sebuah peluang dari sebuah konsep usaha yang telah ada, membuat Mozes G. Raymond, President Director PT. Belanja Makan Indonesia sukses mendirikan sebuah bentuk baru dari convenient shop yang menitikberatkan pada produk roti, pastry, dessert serta makanan siap santap.

“Pane del Giorno didirikan di akhir 2010 dengan lokasi pertama di Tebet. Di tahun 2011 lalu, dengan kembali menganalisa pasar dan mempertimbangkan respon positif dari para pelanggan kami, cabang yang terletak di BEJ (Bursa Efek Jakarta) pun dibuka. Tahun 2012 akhir dengan bekerja sama dengan PT. ASA Foodenesia Abadi yang menjadi supplier kami dalam bentuk kerja sama eksklusif dan turut dalam pengembangan gerai Pane del Giorno. sudah ada 12 gerai yang dibuka hingga kini dengan rencana membuka tambahan 4 gerai dalam waktu dekat,” buka Mozes G.Raymond. Dengan keberhasilan Pane del Giorno wajar saja rasanya bila Mozes G.Raymond mengakui memiliki rencana kerja membuka 60 gerai Pane del Giorno di sepanjang tahun 2013 ini.

Bicara tentang produk roti di Pane del Giorno tentu tidak lepas dari ASAfoods. “ASAfoods yang dinaungi oleh PT. ASA Foodenesia Abadi adalah sebuah perusahaan Manufacturing yang konsisten bergerak di bidang high quality frozen Dough, Fresh Bakeries, Pastries, Cakes and Food-to-Go yang juga bergerak di retail food market dan telah mengantongi ISO. 22000 -2005 certified by SGS in Food Safety Management Standard,” jelas Andreas Sutanto, President & CEO PT. ASA Foodenesia Abadi.

“Setiap hari kami mensupply hingga 600 sampai dengan 700 potong roti dan makanan lain ke Pane del Giorno dan itu hanya untuk 1 gerainya saja. Melihat kemajuan Pane del Giorno yang konsisten tentu kami dari ASAfoods sendiri sangat puas karena ada potensi menarik dari Pane del Giorno. Meskipun Pane del Giorno bukanlah satu-satunya pelanggan yang kami pasok, tetapi sampai saat ini, Pane del Giorno merupakan salah satu yang terbesar. Dan demi konsistensi produk dan kepuasan pelanggan terhadap produk-produk yang kami pasok maka proses Research and Development di ASAfoods terus berjalan dengan Technical Advisory kami yang berasal dari Jepang untuk memastikan kualitas produk dan inovasi produk yang terus terpantau,” papar Andreas Sutanto.

Bread of The Day
Harga yang terjangkau untuk produk roti, dessert, pastry (viennoiseries) hingga makanan dan minuman tanpa melupakan kualitas merupakan komitmen yang diusung oleh Pane del Giorno. “Arti dari Pane Del Giorno sendiri adalah bread of the day, diambil dari bahasa Italia. Dengan mengusung tema ini, kami ingin menghadirkan roti-roti segar setiap harinya dengan harga terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh market yang lebih luas,” jelas Mozes G. Raymond.

“Dengan konsep convenient shop, kami pun melengkapi gerai dengan produk groceries, dessert seperti panna cotta berbagai rasa, tiramisu dan sebagainya juga produk pastry seperti croissant dan Danish dalam beragam rasa pilihan serta makanan siap santap seperti lasagna carbonara, beragam sandwich dan lain-lain,” kata Mozes G. Raymond.

Wheat for Life
Pane del Giorno rupanya turut mengusung wheat for life sebagai slogannya. “Bukan hanya kualitas rasa rotinya saja yang kami perhatikan. Tetapi, sisi kesehatannya juga menjadi komitmen kami. Jadi, banyak jenis produk roti kami yang juga memakai gandum,” jelas Mozes G. Raymond.

Ragam roti segar di Pane del Giorno memang cukup banyak, sehingga para pelanggan tidak perlu takut tidak menemukan rasa favoritnya. Apalagi roti-roti tersebut sudah dibuat dengan memperhatikan selera pasar Indonesia. “Contohnya roti Brioche yang dibuat dengan adjustment rasa sehingga mudah diterima oleh pasar kami. Roti-roti Eropa lainnya seperti Bagel pun kami buat dengan menyesuaikan selera pasar. Hal ini semata-mata kami lakukan demi kepuasan pelanggan Pane del Giorno,” kata Mozes G. Raymond.

Brioche Spesial
Beragam Brioche bisa menjadi pilihan ketika bertandang ke Pane del Giorno yang untuk lokasi perumahan, termasuk lokasi gerai di Karang Tengah buka dari jam 5 pagi hingga 10 malam. Ada Wedge Smoked Beef Brioche yang cukup melimpah, Tuna Cheese and Herbs Brioche yang memadukan isi daging ikan tuna, keju dan bumbu rempah dalam proporsi isi yang cukup banyak. Ataupun Mocha Castella Brioche yang memiliki rasa manis cukup dengan tekstur roti lembut yang harum.
“Produk yang menjadi produk best selling di Pane del Giorno sebenarnya sangat banyak. Hampir rata-rata menjadi favorit karena penjualannya yang baik. Beberapa di antaranya adalah Milk White Toastbread, Wholemeal Toastbread, Premium Wholemeal Loaf, Wholegrain Low Fat Milk, Wholegrain Banana Boat, Wholegrain Choco-Cheese Loaf, Wholegrain Cheese, serta kategori Puff Pastry seperti Tuna Fillet Pastry, Chicken Curry Pastry hingga ke varian sandwich seperti Egg and Mushroom sandwich,” papar Mozes G. Raymond.

Juga jangan lewatkan memesan beragam pasta dan minuman seperti hot chocolate ataupun cappuccino ketika menyantap roti di Pane del Giorno. “Semua produk roti, pastry dan foods kami masuk dalam kategori no added preservative products dan semua produk kami dibuat tanpa bahan pengawet sehingga untuk jenis roti dan pastrynya sendiri hanya bertahan 2 hari saja untuk konsumsi terbaik,” tutup Mozes. G. Raymond.

Jl. Karang Tengah Raya 1 Lebak Bulus Jakarta

Comments { 0 }