Archive | Recommended RSS feed for this section

Oscar Wedding Cake, Terus Ikuti ‘Lifestyle’ dan Lakukan Inovasi

Bukan hanya di Jakarta, Bandung pun merupakan lahan yang tepat untuk berbisnis wedding cake atau kue pernikahan. Hal ini tentu juga diyakini oleh Chef Oscar Masehi, pemilik dari Oscar Wedding Cake. Menurut Oscar yang pernah mengecam sekolah perhotelan di Swiss ( IMI )1988 dan bekerja sebagai Chef di salah satu hotel di Swiss ini, pasar wedding cake di Bandung masih berpeluang besar apabila dibandingkan dengan di Jakarta karena masih sedikitnya persaingan di bisnis ini. “Apalagi pengusaha wedding cake di Bandung rata-rata tidak terfokus hanya pada wedding cake sehingga peluang bisnis wedding cake ini cukup menjanjikan,” ujar Oscar.

Bermula dari anjuran sang kakak yang sudah lebih awal terjun di bisnis pernikahan sebagai fotografer, membuat Chef Oscar mulai merintis usahanya ini sejak tahun 2003 silam. “Dari survei pasar, pasangan yang akan menikah dalam setahun cukup menjanjikan, masih kurangnya pebisnis kue pernikahan dan juga dilatarbelakangi dunia pendidikan pastry yang pernah dijalani saya, maka kakak saya menyarankan untuk terjun di bisnis wedding cake sampai saat ini,” cerita Oscar. Sebagai merek, dipilihlah nama Oscar Wedding Cake yang diambil dari namanya sendiri karena lebih mudah diucapkan dan diingat orang.

Uniknya Pasar Wedding Cake di Bandung
Pengalaman dalam dunia wedding cake yang telah dijalani selama 10 tahun dan juga keikutsertaannya dalam organisasi Chef Indonesia (Indonesian Chef Assosiation) membuat Chef Oscar ini lebih mengetahui dengan baik seluk beluk market wedding cake khususnya di kota Bandung.

“Perbedaan kondisi pasar Bandung dan Jakarta pada bisnis wedding cake adalah pada harga. Di kota besar seperti Jakarta harga wedding cake sangat variatif sekali dari yang sangat murah sampai yang sangat mahal sekali. Sedangkan di kota Bandung harga sangatlah relatif stabil dengan kisaran harga menengah,” jelas Chef Oscar.

Hal lainnya adalah kebiasan calon pengantin di kota Bandung yang lebih senang berkonsultasi langsung dengan pembuat wedding cake mengenai tema atau desain wedding cake tersebut maka hal ini yang membuat keunikan dalam strategi bisnis wedding cake ini.

Terapkan Kebijakan Satu Harga
Harga sudah tentu salah satu faktor pertimbangan selain desain oleh calon pengantin dalam memilih wedding cake. Menyadari hal itu, Chef Oscar sangat berhati-hati dalam menentukan harga wedding cake pada calon pembeli. “Oscar Wedding Cake menerapkan kebijakan harga yang sangat tidak lazim yaitu one price for all model yang artinya satu harga untuk semua tingkat model dari yang terkecil sampai wedding cake yang cenderung besar sekali.

Hal ini yang menyebabkan kemudahan vendor pernikahan lain seperti Wedding Organiser, salon, catering dan lainnya bekerjasama dalam penentuan harga. Strategi marketing yang unik ini, yang membuat pesatnya Oscar wedding cake ini berjalan pesat.

JL. Jend. Sudirman, No. 425, Bandung

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Pelangi Cake, Mengedepankan Pendekatan Personal dengan Calon Pengantin

Peran wedding cake di sebuah pesta pernikahan kini makin dipandang keberadaannya. Wedding Cake telah menjadi bagian penting dari suatu acara pesta pernikahan dimana terdapat prosesi pemotongan cake oleh pasangan pengantin. Atas dasar itulah, sekarang ini wedding cake menjadi salah satu hal yang dipersiapkan secara khusus menjelang pernikahan.

Tahun 2002, PELANGI CAKE kegiatan usaha bermula dengan menerima pesanan birthday cake. Nama PELANGI CAKE dipilih untuk mewakili warna birthday cake yang berwarna warni seperti pelangi.

“Karena bergerak di bidang yang sama maka dua tahun kemudian kami mencoba peruntungan di dunia wedding cake,” ujar Wiyanto, Pimpinan Divisi Wedding Cake PELANGI CAKE. Walaupun terlihat sama, ternyata terdapat perbedaan antara bisnis birthday cake dan wedding cake.

“Sederhananya, kita ambil contoh, seorang sales birthday cake akan sulit menjelaskan secara detail mengenai wedding cake dan begitu pula sebaliknya. Supaya lebih profesional dalam melayani pelanggan maka PELANGI CAKE membagi 2 divisi antara Birthday Cake dan Wedding Cake. Saya memilih untuk fokus di divisi Wedding Cake sedangkan divisi Birthday Cake dipimpin oleh Bintoro yang merupakan pendiri PELANGI CAKE,” ujar Wiyanto.

Wiyanto memilih lokasi Jakarta sebagai pusat dari PELANGI CAKE mengingat pemesanan wedding cake terbanyak berasal dari Jakarta. “Awal berdirinya, kantor kami masih menjadi satu dengan divisi birthday cake yaitu di daerah Gading Serpong, Tangerang yang merupakan kantor pusat dari PELANGI CAKE. Namun, banyak pelanggan yang takut akan resiko pengiriman baik dari segi ketepatan waktu maupun dari kondisi cakenya sendiri. Oleh karena itu kami memutuskan untuk memindahkan kantor ke Jakarta pada tahun 2005,” jelas Wiyanto.

Padukan Buttercream dan Fondant
Untuk calon pengantin yang ingin menghemat biaya dapat menggunakan cake dummy yang terbuat dari gabus atau yang lebih dikenal dengan styrofoam. “Dengan itu, mereka cukup mengeluarkan biaya untuk desain dan aksesorisnya saja,” papar Wiyanto. Wedding cake tidak akan terlihat menarik tanpa dekorasi. Setidaknya, ada dua bahan yang lazim digunakan untuk mendekorasi wedding cake, yaitu fondant dan buttercream.

“Biasanya calon pengantin lebih memilih cake dengan buttercream dibanding fondant karena pada prosesi pemotongan cake, pisau akan masuk 0,8 cm ke dalam buttercream sehingga kelihatan seperti memotong cake asli. Juga kami selalu memastikan bahwa buttercream yang digunakan selalu baru untuk setiap pesanan agar mutu cake terjamin,” tutur Wiyanto sambil memperlihatkan beberapa produk yang dipajang. Namun PELANGI CAKE tetap melayani permintan pelanggan yang ingin fondant.

Pendekatan Personal Dengan Calon Pengantin
Untuk desain, calon pengantin biasanya menentukan sendiri model cake yang mereka inginkan. Peran Wiyanto adalah sebagai konsultan dimana ia ikut memberikan ide atau masukan guna mendapatkan desain wedding cake yang terbaik bagi calon pengantin. ”Kemudian permintaan mereka akan saya rinci lagi mulai dari warna, ukuran diameter dan tinggi kue, ” tutur Wiyanto.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan wedding cake adalah tempat pesta. “Umpamanya calon pengantin menikah di tempat yang kecil, maka saya sarankan pilihlah Wedding Cake yang berukuran tidak terlalu besar agar seimbang dengan tempat acaranya, “ jelas Wiyanto

Normalnya, pemesanan wedding cake dilakukan 3 bulan sebelum hari H. Hal ini didasarkan pada alasan untuk menyesuaikan waktu pembuatan kue dengan acara pesta pernikahan. “Apabila pestanya di bulan- bulan padat seperti September hingga Januari, sebaiknya calon pengantin sudah mulai mempersiapkan Wedding Cakenya jauh-jauh hari sebelumnya, mengingat pesanan yang menumpuk ditambah lagi desain dan pengerjaan yang cukup waktu lama terutama jika menggunakan Fondant.” ungkap Wiyanto

Berbicara mengenai trend wedding cake, maka warna pastel dan mint paling banyak diincar oleh calon pengantin pada tahun 2013 ini. Sebenarnya di luar negri “ tabrak “ warna sedang trendy namun orang Indonesia sepertinya masih kurang berani untuk menggunakan warna tersebut pada wedding cake mereka,” ujar Wiyanto.

PELANGI CAKE sering mengikuti pameran pameran wedding terutama pameran yang berskala besar, dimana pada ajang tersebut terbuka peluang besar untuk bertemu langsung dengan calon pengantin. “Sekaligus menunjukkan keberadaan PELANGI CAKE kepada pengunjung yang mungkin sebelumnya belum pernah mendengar tentang kami,” ujar Wiyanto di akhir pembicaraan.

Jl. Alaydruz no. 74A. Jakpus

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya & Doc. Pelangi Cake

Comments { 0 }

Bakerina, Hadirkan Ragam Customized Fondant Cakes Dengan 3 Basic Cake Utama

Fokus pada jenis Customized Fondant Cakes untuk Birthday Cake, One Month Baby Cake, Anniversary Cake merupakan konsep yang diusung Bakerina pada awal berdirinya di Mei 2012. “Ke depannya, saya juga akan menerima Wedding Cake. Sampai saat ini, memang masih Birthday Cake yang banyak sekali dipesan oleh para pelanggan. Tapi, ada beberapa pelanggan saya yang lain yang memesan untuk One Month Baby Cake dan Anniversary Cake,” buka Arianie Gunawan, Founder dan Owner Bakerina, sebuah toko kue berkonsep online di Jakarta.

Tren Birthday dan Wedding Cake
Arianie Gunawan yang akrab disapa Aya ini, melihat bahwa tren Birthday Cake mengalami sedikit perubahan di tahun 2013. “Untuk Birthday Cake bagi anak-anak usia balita, lebih cenderung menggunakan tema seperti Fairy, Sailor, Carnival, Carousel dan sebagainya. Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah masih seputar tokoh kartun yang mereka sukai. Dan, untuk remaja atau yang lebih dewasa cenderung memilih Birthday Cake yang terlihat lebih simple, elegan dengan warna yang cenderung soft dan terkadang bisa terlihat seperti mini Wedding Cake karena dibuat lebih dari 1 tier,” jelas Aya.

Aya yang rajin mengikuti tren decorating cake di Indonesia juga menilai bahwa pasar Wedding Cake yang lebih simple dengan tier yang lebih sedikit sudah mulai diminati di Bali.

“Untuk kota-kota besar lainnya di Indonesia, saya rasa masih banyak calon pengantin yang masih tertarik dengan Wedding Cake berukuran besar, karena mengingat konsep pernikahan di Indonesia hampir rata-rata selalu ada acara resepsi dengan tamu yang tidak sedikit. Dengan luas ukuran gedung untuk resepsi yang besar, supaya terlihat pas, tentu diperlukan Wedding Cake yang juga besar dengan jumlah tier yang lebih banyak,” papar Aya.

3 Jenis Cake Dasar
Ada 3 jenis cake dasar yang digunakan Aya di Bakerina. “Saya menyediakan Moist Chocolate Cake, Classic Vanilla Cake dan Rainbow Cake sebagai cake dasar yang bisa dipilih. Untuk filling dan frostingnya hanya ada satu pilihan saja yaitu chocolate ganache,” kata Aya.

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

www.facebook.com/bakerina.indonesia

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya dan Doc. Bakerina

Comments { 0 }

The Essential, Decorating Cake Bertema Unik Ala The Essential

Dalam memilih birthday cake maupun wedding cake tentunya citarasa dan penampilan cake tersebut menjadi 2 poin utama selain harganya. Mimi Morysa Mu sebagai seorang pengusaha online cake shop sadar betul akan faktor-faktor tersebut. Demi fokus pada cake berdekorasi seperti yang menggunakan fondant dan buttercream, Mimi membuat brand The Essential yang terpisah dari Bake A Boo, brand online cake shopnya yang sudah dia dirikan terlebih dahulu.
“The Essentials merupakan sister company dari Bake-A-Boo, a sweet & warm baking company. The Essential hadir untuk menjawab kebutuhan pelanggan saya pada customized cake, cupcakes, cake pop, cookie dengan basis fondant dan sebagainya,” buka Mimi Morysa Mu.

Konstruksi Wedding Cake
Di The Essential, Mimi menawarkan kreasi wedding cake tanpa batas. “Kami menyediakan sesuai kebutuhan pelanggan. Ada yang dummy, asli maupun perpaduan keduanya. Yang paling banyak dipesan adalah perpaduan keduanya. Untuk ukuran diameter maupun tinggi wedding cake di The Essential, semuanya mungkin. Untuk pemesanan wedding cake paling lambat 1,5 bulan sebelum hari H sehingga pelanggan dapat berkonsultasi dan mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Mimi.

Dengan komitmen menerima berapapun ukuran diameter dan tinggi wedding cake, Mimi pun terlihat sudah memahami dengan baik pentingnya pemahaman akan konstruksi sebuah wedding cake, terutama yang memiliki ukuran besar.

“Konstruksi sangat penting dalam pembuatan wedding cake. Perlu diperhitungkan tinggi dan size kue sehingga dapat menopang dengan baik. Di Indonesia, kebanyakan pelanggan ingin kue yang tinggi besar namun tidak semuanya asli. Biasanya yang asli hanya kue di bagian atasnya saja. Konsep seperti ini tidak memerlukan dowel/ rangka kue karena stereofoam yang digunakan mampu untuk menopang dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama pula,” papar Mimi.

Mimi pun melanjutkan memberi opini bahwa membuat konstruksi kue sama seperti membangun rumah. “Diperlukan dasar yang kokoh sebelum kita melanjutkan ke tahap mendekorasi. Desain yang cantik tanpa konstruksi yang kuat akan sia-sia. Perhitungkan dengan matang konsep kue dengan tinggi dan ukurannya serta ornamen-ornamen desainnya,” ujar Mimi.

Tren Classic Vintage Wedding Cake
Bicara tren, Mimi langsung mengacu pada fondant sebagai media bahan dekorasi yang masih tetap digemari hingga sekarang. Sekarang ini yang sedang tren adalah fondant dan dia perkirakan untuk beberapa tahun ke depan akan tetap menjadi media bahan dekorasi kue yang diminati.

“Sebenarnya, seperti yang sudah banyak diketahui, media bahan dekorasi kue ada beberapa macam, seperti fondant, buttercream, gum paste dan icing. Bahan tersebut semuanya aman digunakan di negara iklim tropis asalkan tidak terkena sinar matahari langsung karena contohnya buttercream jika terkena sinar matahari langsung dapat meleleh atau fondant dapat menjadi basah dan seperti berkeringat,” jelas Mimi.

Menelisik lebih jauh tentang tren wedding cake 2013, Mimi punya opini sendiri. “Wedding cake 2013 yang sedang tren adalah classic vintage yang simple elegan. Cenderung romantis dengan penggunaan bunga atau tema floral sebagai ornamennya. Untuk warna lebih mengacu pada pastel atau soft color yang romantis seperti pink, blue turquoise, ungu, hijau dan kuning,” kata Mimi.

Untuk selengkapnya, bisa dibaca di BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

www.facebook.com/theessentialindonesia

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Pipiltin Cocoa, Gunakan Local Couverture Chocolate Sebagai Bahan Baku Utama

Pipiltin Cocoa yang mulai dibuka untuk umum sejak Maret 2013 lalu, mengusung konsep bean to bar yang dilengkapi open kitchen dengan peralatan moderen untuk mengolah biji cokelat menjadi cocoa massa ataupun cocoa liquor langsung di tempat. Area bersantap di lantai 2 dilengkapi dengan chiller showcase berisi deretan cake berdekorasi moderen maupun chocolate pralines berbentuk unik dengan citarasa beragam

Biji Cokelat Asli Indonesia
“Presentasi ragam pastry di chiller showcase dan desserts kami mengusung gaya dekorasi avant garde style, ” buka Dedy Sutan, Executive Chef Pipiltin Cocoa. Jika Anda berkunjung ke Pipiltin Cocoa, Anda bisa memilih cake berbahan dasar utama cokelat yang menurut Dedy berasal dari biji cokelat asli Indonesia, seperti dari Aceh, Pidie Jaya hingga Tabanan Bali serta cocoa butter dari biji cokelat asal Jember, Jawa Timur.

“Beberapa di antara produk cake di Pipiltin Cocoa yang termasuk best selling products adalah Chocolate Crunchy Cheese Cake, Truffle Chocolate Cake, Free Eggless Choco Mousse, Green Tea Opera, plated dessert Tabanan Bali dan Egg No juga ragam Chocolate Pralines seperti Tonka Bean, Spicy Crispy, Aceh Gayo Coffee, Raspberry dan sebagainya,” jelas Dedy.

Glacage Sebagai Dekorasi Kue

Chocolate Crunchy Cheese Cake menurut Dedy merupakan cheese cake yang memiliki paduan couverture chocolate di dalamnya dan menggunakan crunchy shortbread sebagai alas cheese cakenya.

“Kami menggunakan dark chocolate couverture 60% Aceh Pidie Jaya sebagai campuran dalam adonan cheese cakenya. Cake ini didekor dengan memakai teknik Glacage, yaitu diberi glaze cokelat yang menutupi keseluruhan cake-nya. Glacage bisa disebut sebagai salah satu teknik dekorasi kue untuk mempercantik whole cake maupun mini cake. Glacage juga dapat memberi tambahan rasa. Di sini, kami membuat sendiri chocolate glacage-nya dengan menggunakan bahan baku utama dark chocolate couverture 60% Pidie Jaya,” papar Dedy.

Jl. Barito 2 No.5 Jakarta Selatan

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Arif

Comments { 0 }

Cream and Lace, Target Kelas Menengah untuk Perluas Segmen Pasar

Pernikahan adalah momen penting yang pasti diimpikan oleh semua orang. Peristiwa yang diharapkan terjadi satu kali seumur hidup tersebut pastinya membutuhkan persiapan yang matang serta anggaran keuangan yang tidak sedikit. Cream and Lace hadir memenuhi keinginan calon pengantin yang menginginkan wedding cake sebagai salah satu penyempurna sebuah acara pernikahan dengan harga yang lebih ekonomis.

“Alasan kami terjun ke bisnis wedding cake awalnya berdasarkan kecintaan kami terhadap dunia wedding. Melihat celah bisnis dari banyaknya permintaan wedding cake yang memiliki mutu baik namun harganya bersaing, kami pun menyediakan kue-kue yang cantik dan bermutu tinggi, tapi dengan harga yang lebih ekonomis,” jelas Dion Riyadi, pemilik Cream and Lace.

Cream and Lace didirikan tahun 2011 yang mana merupakan second line dari Le Novelle Cake yang didirikan tahun 2004. “Kami ingin lebih banyak konsumen yang bisa kami layani. Tentu saja tanpa mengurangi mutunya dan akhirnya terbentuklah ide untuk membuat Cream and Lace,” cerita Dion.

Nama Cream and Lace sendiri dipilih karena dianggap mampu menggambarkan dekorasi sebuah wedding cake. “Selain itu, nama tersebut juga mencerminkan desain-desain kue dari Cream and Lace yang rumit dan berdetail seperti ‘lace’,” tutur Dion.

Keunikan dan Ciri Khas Cream and Lace
Keseluruhan pilihan bentuk, dekorasi, dan rasa disesuaikan dengan keinginan pembeli. Itulah yang menjadi landasan bagi Cream and Lace untuk hadir memenuhi keinginan pelanggan yang menginginkan wedding cake sebagai salah satu pelengkap sebuah acara pernikahan. “Pembeli bisa memesan cake asli ataupun dummy sesuai permintaan. Kebebasan tersebut sepenuhnya kami berikan untuk klien-klien kami dalam menentukan wedding cake idaman mereka,” papar Dion.
Kue-kue pernikahan di Jakarta cenderung lebih tinggi dan sebagian besar terbuat dari dummy. Bahkan tingkatnya pun lebih tinggi daripada kue-kue pernikahan yang populer di negara Barat dengan tingkatan paling rendah tiga tingkat dan umumnya bertingkat lima ke atas.

“Namun belakangan ini, kami sering mendapat permintaan kue yang simple dan minimalis. Akan tetapi, bukan berarti simple dan minimalis itu lebih mudah dibuat. Kue-kue semacam itu menuntut penggunaan material yang benar-benar berkualitas dan pengerjaan yang apik,” jelas Dion.

Ciri khas dan keunikan wedding cake buatan Cream and Lace adalah warnanya yang lembut dan elegan dengan banyak bermain payet, mote-mote, hiasan dari kristal Swarovski, serta ukiran-ukiran pada cake. “Kue-kue Cream and Lace sarat detail-detail halus yang diukir dengan gula icing di atas dasar kue yang dibalut fondant sehingga menghasilkan kue-kue yang soft dan elegan. Kue-kue kami juga khas dengan susunan bunga icing yang halus, cantik, dan dibuat menyerupai aslinya,” ujar Dion.

Dalam membuat wedding Cake, Dion mengaku inspirasi bisa datang dari mana saja bahkan bukan dari sekedar kue pernikahan. “Contohnya kami mengambil ide dari gaun pengantin, taplak meja, motif korden atau kain, motif undangan klien kami, dan lain sebagainya. Bagi kami, kreatifitas itu tiada batas,” tegas Dion.

Royal Wedding Gallery, Shangri-La Hotel Shopping Arcade

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Marisa Aryani, Photo Doc Cream and Lace

Comments { 0 }

Liano Macaron, Aplikasi Buttercream dan Fondant di Liano Macaron

Sebagai seorang pengusaha makanan bidang decorating cake dan pastry products, Chatrine Arliano Limosa cukup konsisten mengembangkan brand online cake shop-nya dari sejak pertama dibuka pada Juli 2011 hingga saat ini.

“Saya sedang mempersiapkan pastry shop di daerah Jakarta Utara, di mana pelanggan bisa memilih produk-produk pastry seperti freshly baked macarons, petit gateaux, tarts di gerai kami nantinya,” buka Chatrine Arliano Limosa yang akrab disapa Chatrine ini.

French Macaron As A Part Of Decorating Cake
Liano Macaron dikenal karena produk French Macaron berkualitas oleh para pelanggannya yang terlihat dari ramainya permintaan pesanan di fan page Liano Macaron di salah satu media sosial online terkemuka. Selain produk French Macaron, rupanya para pelanggan Liano Macaron juga menyukai produk Gateaux maupun decorating cake seperti birthday cake, anniversary cake, baby shower cake dan sebagainya yang ada di Liano Macaron.

“Tahun 2013 ini, jenis ombre cake atau cake yang memadukan gradasi warna cukup sering dipesan para pelanggan Liano Macaron. Sedangkan untuk French Macaron, saat ini menjadi part of decorating cake juga selain dapat dipesan per-box seperti biasa. Para pelanggan Liano Macaron banyak yang meminta cake dengan dekorasi French Macaron,” kata Chatrine.

Praline Mud Cake Dengan Chocolate Glaze
Menurut Chatrine, ombre cake-nya juga dapat menjadi cake dasar untuk jenis decorating cake. “Selain itu, pelanggan Liano Macaron juga dapat memesan dengan varian rasa seperti rhum, lemon, vanilla, green tea dan mocha,” jelas Chatrine. Di lini Gateaux yang diusung Liano Macaron adalah Praline Mud Cake bagi pelanggan yang menyukai citarasa paduan kacang hazelnut, kacang almond dan chocolate couverture.

“Untuk toppingnya saya memakai chocolate ganache dan chocolate glaze yang menggunakan chocolate couverture. Chocolate glaze bisa disebut sebagai bahan dekorasi kue yang sekarang banyak diaplikasikan ke produk pastry. Yang harus diperhatikan saat menggunakan chocolate glaze adalah proses pembuatannya supaya tetap glossy dengan konsistensi yang tepat,” ujar Chatrine memaparkan.

www.facebook.com/liano.macaron

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }