Archive | Recommended RSS feed for this section

Upper East, Sajian Hidangan Kuliner Internasional di Bandung

Jika berkunjung ke Bandung sempatkan waktu mengunjungi restoran dan cafe Upper East yang terletak di Jalan Raya Cigadung, Dago Atas. Berdiri sejak Juni 2013 lalu, posisi Upper East cukup strategis sebagai tempat nongkrong kalangan anak muda, karena resto dan cafe ini menawarkan beberapa menu breakfast, brunch, lunch, dan dinner.
Menurut Ivan Bastiano selaku Executive Chef dari Upper East ini, sebutan nama “East” merupakan nama salah satu daerah di Manhattan, kemudian dikombinasikan dengan nama “Upper” yang sesuai dengan letak lokasi tempat ini di Dago bagian atas
Untuk dekorasi interior sendiri Upper East memakai istilah Urban Industrial yang modern agar pengunjung yang datang merasa hangat dan nyaman duduk ditemani lagu-lagu hits mancanegara. “Kami menggunakan interior Urban Industrial yang modern dengan beberapa bingkai kreasi Coffee Bean Art, dan batu bata di sisi bagian dinding, serta lantai berbahan semen atau disebutnya Concrete Floor,” jelas Ivan.

Jenis Hidangan
Untuk target pasar dari Upper East sendiri diperuntukan bagi kalangan umum dari anak kecil sampai orang tua, karena jenis makanan yang disediakan bebas MSG dan homemade, “Biasanya anak muda, orang tua bersama anaknya dari Bandung atau Jakarta sering mampir dan terkadang juga ekspatriat yang sedang berkunjung maupun tinggal di Bandung nongkrong sambil menikmati variasi makanan dari jenis Europan food, Western, Italian food, south east seperti Thailand, Singapura, Indonesia, yang semuanya khas homemade kami sendiri,” jelas Ivan lebih lanjut.
Menu breakfast di Upper East dapat dinikmati dari pukul 09.00 WIB, yang terdiri dari, dan English Breakfast, American Breakfast, Healthy Breakfast. “Untuk Healthy Breakfast kami menggunakan bahan sederhana seperti sayuran, telur putih, yang dibuat menjadi omelet, bersama bayam, dan salad serta vinegar dressing. Selain itu kami juga memiliki menu sehat lain seperti Steak Diane dengan daging tenderloin, dan Nasi Goreng Tom Yam,” jelas Ivan.

Banana Flambe

Banana Flambe

Menu Unggulan
Di Upper East pengunjung dapat menikmati hidangan utama yang popular di tempat ini seperti Sup Buntut Bakar Rica, Lasagna, Caesar Salad. Untuk dessert seperti Churros, Banana Flambe merupakan jenis yang sering dipesan, selain itu untuk minuman Water Infused, dan Lychee Ice Tea juga termasuk idola para kaula muda hingga yang tua.
Sebagai hidangan pembuka Caesar Salad merupakan menu umum yang disajikan resto dan cafe berkelas, “Untuk Caesar Salad kami pada umunya pembuatannya hampir sama dengan Caesar Salad di tempat lain, hanya di sini kami mengkombinasikan bahan-bahan yang terdiri dari anchovy, parmesan cheese, romaine lettuce tuntuk pembuatan Caesar dressingnya. Perlu diperhatikan agar rasa maksimal, maka saat pembuatan dressing komposisi antara anchovy, parmesan dan mayonais itu harus seimbang,” Ivan berbagai tips.
Kemudian untuk Sup Buntut Bakar Rica, hadir dengan kuah yang dibuat dari beberapa bahan seperti bunga lawang, cengkeh kayu manis, dan lain-lain.
Untuk Lasagna Ivan mengaku membuat menu ini dengan tiga tahap yang harus maksimal seperti pembuatan white sauce, bolognaise sauce, kemudian terakhir membuat lapisan yang terdiri dari pasta, dan bolognese sauce.
Awalnya setelah membuat lasagna kering kemudian disusun lembaran lasagna tersebut, lalu ditambahkan secara merata Bolognese Sauce, dan disebar 1/3 cuilan mozzarella secara merata. “Perlu diperhatikan langkah selanjutnya adalah mengulangi lagi proses menyusun dengan white sauce, lembaran pasta, Bolognese sauce, dan keju mozzarella selama 3 kali, terakhir panggang sekitar 30 sampai 40 menit,” papar Ivan.
Sementara untuk Bananna Flambe, hidangan penutup ini menggunakan bahan dasar pisang Ambon kualitas baik dan besar. “Pembuatan dessert ini cukup mudah dengan mengupas pisang Ambon yang kemudian dimasak di atas panci menggunakan butter. Untuk pembuatan flambe biasanya menggunakan alkohol, atau orange juice hingga tercampur rata. Untuk mendapatkan rasa caramel dapat menggunakan gula yang ditaburkan di sekitar pisang, kemudian setelah cukup matang ditaruh es krim dengan variasi rasa,” jelas Ivan.

Cappuccino dan Coffee Bean Art

Cappuccino dan Coffee Bean Art

Kombinasi kopi Aceh, Jawa, dan Toraja
“Untuk kopi kami menggunakan tiga macam bji kopi yang sudah diblend dari supplier seperti biji kopi Aceh, Jawa, dan Toraja. “Kandungan kopi 100% Arabica yang baik untuk lambung dengan menggunakan roasting medium dark sehingga tidak terlalu strong dan tidak terlalu light,” ujar Ivan.
Alasan menggunakan kopi Indonesia diakui oleh Ivan bahwa biji kopi asal Indonesia merupakan biji kopi terbaik yang sudah diakui oleh seluruh dunia. “Sewaktu saya ke beberapa negara Middle East dan Maldives, saya melihat nama kopi asal Aceh, Jawa, dan Toraja terpampang di papan menu cafe sebagai biji kopi berkualitas tinggi. Selain biji kopi yang baik tentu menghasilkan kopi berkualitas perlu diperhatikan proses roastingnya juga,” tutup Ivannya. (RS/IR)

Jl Raya Golf No.92 Dago Atas, Bandung

Comments { 0 }

Two Cents, Offering Serious Coffee in Emerging Coffee Drinking Culture

Dalam dua tahun terakhir, coffee shop semakin banyak bermunculan khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Budaya ngopi di coffee shop sepertinya memang tidak bisa dihindarkan dari gaya hidup anak muda zaman sekarang. Haln ini juga tak terkecuali di Bandung. Kebanyakan yang memadati coffee shop adalah dari kalangan young adult, baru setelahnya diikuti oleh kalangan dewasa, dan family.

Di Bandung sendiri, saat ini salah satu coffee shop yang cukup digandrungi anak muda adalah Two Cents. Coffee shop yang baru dibuka pada pertengahan Januari 2014 lalu ini kerap dijadikan salah satu tujuan anak muda Bandung untuk berkumpul dengan teman sebaya atau mengerjakan tugas kuliah sambil menyeruput secangkir cappuccino atau latte.

Menurut Bagus, Operational Manager Two Cents, di Bandung banyak sekali coffee shop dengan konsep yang menarik. Walaupun begitu bisa dibilang tidak banyak coffee shop menyajikan kopi yang ‘serius’.

“Salah satu keunggulan Two Cents adalah dari biji kopi dan mesin kopi yang kami gunakan. Kami selalu berupaya menggunakan biji kopi terbaik yang diproses dengan mesin yang baik pula. Misalnya dari satu jenis single origin, kami bisa menghasilkan delapan kopi dengan karakter yang berbeda-beda dengan mesin yang kami gunakan,” ungkap Bagus.

Populerkan Biji Kopi dari Jawa Barat
Bagus menyebutkan bahwa Two Cents mempunyai dua house blend coffee yaitu Bewitched Blend dan Awakening Blend. Bewitched Blend menggunakan 100% Arabica coffee dengan rasa yang lebih bold dengan aroma cokelat dan orange. Sedangkan Awakening Blend menggunakan 90% Arabica dan 10% Robusta dengan citarasa citrus yang ringan dan dilengkapi dengan floral tendency.

Di deretan single origin, Two Cents mempopulerkan dua biji kopi asal Jawa Barat, yaitu Malabar dan Arum Manis. “Saat ini khusus untuk manual brew kami menggunakan Malabar dan Arum Manis. Walaupun sama-sama berasal dari Jawa Barat, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kedua jenis biji kopi ini. Misalnya saja dari segi aroma, Malabar mempunyai karakter seperti cokelat sedangkan Arum Manis lebih fruity,” ujar Bagus menjelaskan.

Bagus mengaku bahwa Two Cents tidak selalu terpaku pada dua jenis single origin tersebut. Selain biji kopi dari Jawa Barat, saat ini Two Cents juga menggunakan biji kopi impor seperti Panama, Bolivia, Geisha, dan Columbia.

Full Portion

Full Portion

Karakter Kopi yang Disukai di Bandung
Menurut pengakuan Bagus, penikmat kopi di Bandung khususnya pelanggan Two Cents menyukai kopi dengan aroma fruity. Karena itu jenis Arum Manis lebih disukai dibanding Malabar. “Aroma kopi yang keluar sedikit banyak tergantung pada proses brewing yang dilakukan. Misalnya jika ingin mencoba jenis kopi Malabar tapi mempunyai aroma yang fruity, mintalah barista menyiapkannya dengan V60,” jelas Bagus.

Selain V60, ada pula manual brewing dengan Syphon yang bagus pada tampilan namun menghasilkan kopi dengan karakter yang flat. Selain itu ada Aeropress yang dapat menghasilkan kopi dengan karakter full body dan lebih kuat, serta Flat Bottom dengan karakter kopi yang lebih kompleks.

Bagus menyebutkan bahwa barista Two Cents biasanya menjelaskan kepada pelanggan mengenai proses manual brewing sebelum mereka menentukan pilihan kopinya. “Untuk pelanggan yang belum terlalu terbiasa dengan kopi atau yang ingin mencoba kopi yang baru, kami biasanya bertanya kopi seperti apa yang mereka inginkan. Barulah kami menyarankan kopi apa yang cocok atau sesuai dengan pilihan mereka tersebut,” ungkap Bagus.

Cafe Cinnamon Mapletini

Cafe Cinnamon Mapletini

Café Cinnamon Mapletini dan Salted Caramel Latte
Café Cinnamon Mapletini dan Salted Caramel Latte adalah dua jenis menu kopi yang cukup disukai oleh pelanggan Two Cents. Menurut penjelasan Bagus, Café Cinnamon Mapletini mempunyai basic cold brew 18 jam sehingga mempunyai karakter winey yang agak kuat. Café Cinnamon Mapletini ini kemudian diberi creamer cair untuk menghasilkan rasa yang lebih nikmat.

Sementara itu, Salted Caramel Latte mempunyai basic double ristretto sehingga gramasi kopinya lebih banyak dengan kuantitas espresso sebanyak 25 ml. Café Cinnamon Mapletini ini diberi fresh milk dan ditaburi caramel sauce sebagai latte art-nya yang sekaligus memberi rasa yang sedikit manis.

“Pada umumnya pelanggan Two Cents menikmati kopi ditemani dengan cake atau pastry. Kalau saya perhatikan pelanggan di sini menyukai cake yang manis. Biasanya mereka memang tidak menambahkan gula ke kopi yang dipesan. Mungkin untuk mendapatkan karakter kopi yang sesungguhnya. Makanya untuk mendapatkan rasa yang manis, mereka memesan cake sebagai pendamping kopi tersebut,” jelas Bagus.

Saat ini cake yang paling disukai oleh pelanggan Two Cents adalah Red Velvet, Cinnamon Bun, dan Apple Crumble. Croissant Butter Pudding yang disajikan dengan satu scoop vanilla ice cream juga tak kalah diminati di Two Cents. Untuk menu yang lebih berat, Full Portion yang merupakan all-day breakfast menu juga menjadi salah satu bestseller di coffee shop yang mulai beroperasi sejak pukul 07.00 setiap harinya ini. (AF/HW)

Jl. Cimanuk 2, Bandung

Comments { 0 }

Olympus Restaurant, Bersantap Menu Khas Tradisional Ditemani Pemandangan Pantai Losari

Jika berkunjung ke Makassar sempatkan mampir ke Aston Makassar yang terletak di Jalan Sultan Hassanuddin ini. Hotel yang mulai dibuka sejak 17 Mei 2013 lalu merupakan hotel dengan konsep modern dan stylish, termasuk beberapa fasilitas seperti kolam renang di lantai 15 dan ruang meeting di lantai 16-18. Dari lantai atas hotel ini pengunjung dapat menikmati pemandangan Pantai Losari yang terkenal di Makassar.
Selain beberapa fasilitas seperti yang disebutkan di atas, Aston memiliki restoran bernama Olympus, dan tempat hang out seperti The Lounge yang terletak di lantai 19. Olympus merupakan restoran dengan konsep international modern, yang terletak di lantai 1 sedangkan The Lounge tempat nongkrong yang terkenal dengan nama lantai 19. “Teman-teman kami biasa menamai The Lounge dengan nama 19 karena kami ingin membuat branding dan aware kepada pengunjung untuk mengingat kembali dan tidak lupa untuk kembali ke hotel kami, “ujar Dani Ranatika selaku Director of Sales & Marketing Aston Makassar Hotel.

Menu Unggulan khas Kota Makassar
Olympus Restoran mempunyai beberapa menu unggulan utama khas Makassar seperti Nasi Goreng Konro Bakar, Kerapu Goreng Rica-rica, Coto Makassar dan Sate Kambing.
Konro Bakar merupakan warisan kuliner tradisional asal Makassar ini adalah makanan yang menggunakan daging iga sapi lokal maupun impor sebagai bahan utamanya. Daging impor asal New Zeeland dipilih Aston Makassar karena selain empuk, komposisi dagingnya lebih banyak dibanding daging lokal.
Menurut Chairil selaku Executive Sous Chef dari Olympus Restaurant, cara membuat Konro bakar sebenarnya mudah intinya selain menggunakan bumbu khas, peralatan masak juga penting seperti panci presto untuk memasak daging iga sapi.
“Langkah membuat Konro Bakar ini mudah. Pertama daging iga sapi dimasukkan ke panci presto selama kurang lebih 45 menit yang bertujuan agar daging terasa empuk. Kemudian sebelum konro dibakar kami mencampurkan daging iga sapi bersama bumbu yang terdiri dari bahan impor seperti hoisin sauce, mustard, dan saus tiram,” jelas Chairil.
Setelah melalui proses campuran bumbu khas tersebut, konro yang pas itu harus berwarna coklat sehingga konro tersebut siap untuk disajikan bersama nasi goreng pedas dan manis, serta kerupuk udang sidoarjo.

Kerapu Goreng Rica-rica

Kerapu Goreng Rica-rica

Kerapu Rica-rica
Dalam membuat Kerapu Rica-rica yang harus diperhatikan awalnya adalah memilih ikan dengan insang berwarna merah yang menunjukan bahwa ikan tersebut masih segar. “Agar aroma amis dan kuman pada ikan kerapu berkurang sebaiknya ikan direndam dahulu dengan garam dan jeruk nipis kemudian di campur dengan telur, tepung lalu digoreng. Ikan Kerapu Rica-rica dapat dibakar,digoreng, atau disteam tergantung permintaan pelanggan,” papar Chairil.
Untuk bumbu rica-rica biasanya menggunakan 3 langkah, tahap pertama bumbu seperti jahe, cabe, bawang putih, cabai rawit diblend dahulu sekitar 70% mencapai halus, kemudian ditumis sekitar 5 menit, lalu terakhir tambahkan daun jeruk dan daun pandan agar aroma bumbu terasa kuat, terakhir bumbu rica-rica siap disiram ke atas permukaan ikan kerapu tersebut.

Sate Kambing dengan Daging Impor New Zeeland
Untuk Sate Kambing digunakan daging impor New Zeeland. Pembuatannya hampir sama dengan sate kambing lokal. Bumbu yang digunakan terdiri dari ketumbar, jintan, kecap manis, daun jeruk yang diblend kemudian dimarinate bersama daging kambing selama 5 menit setelah itu baru dibakar disajikan dengan saus kacang atau saus sambal kecap.

Sate Kambing

Sate Kambing

The Lounge
Jika mampir ke The Lounge tidak lengkap tanpa mencicipi minuman segar seperti Frozen Blue Margaritha, Olympus Splash, Aston Lamborghinie yang merupakan minuman favorite tempat bar dan café di lantai 19 ini sambil bersantai menikmati pemandangan Pantai Losari.
Frozen Blue Margaritha merupakan minuman yang terdiri dari komponen seperti blue curacao, tequila, tripple sec, dan jeruk lemon, lalu Aston Lamborghinie merupakan minuman dengan komponen seperti Kahlua, Cointreau, Blue Curacao, dan Galliano. Sedangkan untuk Olympus splash merupakan kopi yang diblender bersama mocha powder, ice cream mocha, fresh milk, serta jelly di bawahnya.
Untuk dessert dapat mencoba pilihan Tiramisu. Pembuatan dessert ini tidak berbeda menggunakan bahan seperti double cream, mascarpone cheese, rum, kopi, dan lain-lain, “Dalam membuat Tiramisu biasanya menggunakan Kahlua, namun kami membuatnya tanpa menggunakan bahan tersebut karena terdapat kandungan alkohol,” pungkas Chairil. (RS/HW)

Jl. Sultan Hasanudin No.10, Makassar

Comments { 0 }

My Little Kitchen (MYLK), Steakhouse dengan Konsep Sederhana di Bandung

Bagi pencinta steak, mungkin restoran yang terletak di jalan Setiabudi, Bandung ini dapat menjadi tempat rekomendasi untuk memanjakan lidah Anda. Dikenal dengan singkatan MYLK (My Little Kitchen) dan berdiri sejak 12 Desember 2007 lalu restoran ini memiliki logo bergambar kepala sapi dengan tulisan Steakhouse.

Latar belakang My Little Kitchen seperti diakui oleh Tita selaku Manager Operational My Little Kitchen yang mengungkapkan bahwa pemilik MYLK pernah belajar dan bekerja di beberapa restoran di Australia. Setelah beberapa tahun menimba pengalaman di negeri Kangguru tersebut akhirnya kembali ke Indonesia dan pada akhir 2007 membuka restoran dengan beberapa menu Australian Food yang menggunakan kombinasi bahan dan sajian internasional.

Nama My Little Kitchen sendiri diambil dari sebuah pemikiran sederhana yaitu dimulai dari dapur yang kecil namun dapat membuat sesuatu hidangan yang besar, “Kalau boleh diadu kami siap berani bersaing dengan kualitas makanan dengan restoran yang memiliki kitchen yang besar seperti di hotel berbintang,” jelas Tita.

CheezMelt Steak

CheezMelt Steak

Untuk target pasar dan segmentasi MYLK sendiri diperuntukan bagi kalangan menengah ke atas seperti mahasiswa, pegawai kantor, keluarga, hingga ekspatriat yang berkunjung ke kota Bandung. “Menu steak memang tergolong mahal namun untuk menggaet lebih banyak kalangan anak muda, maka kami selalu memberikan beberapa promo dan pilihan paket dengan harga terjangkau bagi kantong mahasiswa,” jelas Tita maklum.

Restoran yang memiliki dua lantai ini memang tidak terlalu besar kira-kira berkapasitas tempat duduk sekitar 40 kursi yang tersebar di lantai 1 dan 2. Walaupun restorannya tidak terlalu besar namun sajian menu yang ditawarkan tergolong berkelas yang terlihat dari pemakaian bahan bakunya. “Bahan-bahan kami terutama daging sapi beberapa impor dari Australia. Selain itu saus untuk steak kami buat sendiri tanpa beli jadi,” tambah Tita mantap.

Salah satu menu unggulan yang ditawarkan di MYLK adalah Thai Beef Basil Salad Aussie Beef Burger, Cheez Melt Steak, dan Lamb Shank. Sementara untuk minuman tersedia dalam kategori juice dari Berrylicious, Macha Green Tea, hingga Queensland Crush. Selain itu untuk dessert andalan yang dibuat homemade juga terdapat menu Pancake dengan rasa Blueberry, Strawberry, dan Choco Oreo.

Menu Pembuka Unggulan
Menu makanan pembuka yaitu Thai Beef Basil Salad merupakan Salad yang disajikan dengan tomat, timun jepang, kol wortel, sayuran, slice beef, yang ditumis dengan cuka jepang, kemudian sayuran dicampur dengan basil paste, lalu dicampur dengan beef bersama vinaigrette dressing, dan setelah itu baru diaduk rata.

Kemudian pilihan menu lain seperti Aussie Beef Burger merupakan burger dengan menggunakan daging asli dari Australia, “Untuk komponennya kami menggunakan 150 gram daging sapi untuk satu porsi buger termasuk kentang roti salad, dan cheese. Namun jika pengunjung mau yang ada nanas dapat pesan menu lain seperti Sidney Beef Burger,” jelas Tita.

CheezMelt
Selain itu untuk menu CheezMelt merupakan menu yang menggunakan daging Sirloin lokal dengan mozzarella cheez di atasnya. “Untuk menambahkan rasa dari daging tersebut maka kami panaskan mozzarella cheez agar menjadi lumer di atas daging sampai memenuhi permukaan atas dan bawah bagian dari daging sirloin tersebut,” ujar Tita.

“Jika mengolah daging Australia maka taste dari dagingnya tidak boleh hilang, sehingga kami hanya menggunakan salt pepper. Karena dari dagingnya sudah mempunyai tekstur dan rasa yang baik. Menu CheezMelt kami sajikan dengan kentang goreng, mashed potato. Sementara untuk saus ada pilihan seperti pepper, mushroom, BBQ yang semuanya dibuat homemade sehingga pengunjung dapat memilih selera dari rasa sausnya,” tambah Tita meyakinkan.

Lamb Shank

Lamb Shank

Lamb Shank
Untuk menu selanjutnya adalah Lamb Shank merupakan daging domba impor yang disajikan bersama salad mentah dengan bahan-bahan dasar seperti terong lokal, tomat, paprika, dan mashed potato.

“Kami menggunakan 500 gram daging domba (termasuk dengan tulangnya). Jika tanpa tulang sekitar 350 gram. Untuk proses pengolahannya kami menggunakan teknik ungkep. Perlu diperhatikan bahwa sebelum diungkep daging harus digrill terlebih dahulu agar lemak dari daging berkurang, kemudian baru diungkep sekitar 3 jam dengan beberapa bumbu seperti bawang putih, wortel, rosmerry, dan pepper yang bertujuan untuk mengurangi bau dari daging domba itu,” tutup penjelasan Tita. (RS/IR)

Jl. Setiabudhi No. 206, Hegarmanah, Cidadap, Bandung

Comments { 0 }

Clara’s Cake & Cookies, Berkreasi dengan Kue Lapis Tradisonal Sejak 1980

Lapis legit dan lapis Surabaya merupakan salah satu hidangan tradisional di Indonesia yang biasanya populer dinikmati pada hari Raya. Kue ini merupakan idola masyarakat Indonesia, selain memiliki lapis yang banyak, kue ini juga begitu lembut dan gurih saat digigit.

Seputar Berdirinya Clara’s Cakes & Cookies
Dimulai dari hobi membuat kue, pada tahun 1980, Clara Lim Hong Lian merintis usaha “rumahan”nya dari membuat kue untuk kelurganya. “Awalnya saya hobi membuat Black Forest untuk keluarga. Seiring berjalannya waktu ternyata kue yang saya kreasikan diterima baik. Jadi dengan promosi mulut ke mulutlah saya mendapat pelanggan, bahkan ada yang sampai dengan sekarang pun masih menjadi pelanggan setia kami,” sambung penjelesan Clara yang menjabat sebagai salah satu Owner dan Direktur Utama di Clara’s Cakes & Cookies.

Hobi Menjadi Usaha Serius
Sekitar bulan November 1998, bersama sahabatnya, Sylvie Sudarto, Clara menjadikan hobinya ini menjadi usaha yang serius dengan nama “Clara’s Cakes & Cookies” “Saya fokus urusan dapur, sementara untuk promosi dan pemasarannya kami didukung penuh oleh Almarhum Ken Sudarto, saat itu dengan konsep direct marketing,” ujar Clara. Nama Clara’s Cakes & Cookies bagi pecinta bakery dan pastry memang sudah tidak asing lagi, dan sudah diakui bahwa produk yang diproduksi memang sebagian besar diperuntukkan untuk kalangan kelas menengah ke atas. Ditangani langsung pembuatannya oleh Clara, Lapis Legit yang disajikan memang terasa spesial. Salah satu kuncinya ternyata adalah karena Clara selalu menggunakan bahan premium berkelas untuk bahan baku yang digunakan.

Variasi Lapis Legit dengan Bahan Baku Premium
Salah satu andalan kue lapis yang ditawarkan oleh Clara’s Cakes & Cookies dengan bahan premium adalah lapis legit dengan lima macam pilihan: Lapis Legit Original, Prune, Cappuccino, Cheese dan kombinasi dari keempatnya, yaitu Festive Delight.

Lapis Cappuccino

Lapis Cappuccino

Lapis Legit Original yang diproduksi oleh Clara’s Cakes & Cookies dibuat tipis dan terdiri dari 13 layer, sedangkan untuk prune atau keju lapisan dibuat lebih tebal agar dapat menyeimbangkan dengan ukuran dari buah prune dan keju. Selain itu, ada Lapis Chit Chat Cappuccino atau biasa disebut di pasaran dengan nama Lapis Surabaya.

Menggunakan Filling Coffee Cream
Lapis Chit Chat ini menggunakan campuran filling Cappuccino pada lapisan bagian tengahnya. “Lapis Surabaya sudah umum dipasaran dan kami mau menawarkan sesuatu yang berbeda. Kami modifikasi dengan nama Lapis Chit Chat Cappuccino, karena ini cocok dinikmati sambil ngobrol santai dengan teman-teman atau keluarga,” Clara menjelaskan.

Untuk keunikan rasa, sengaja dipilih filling krim cappuccino, bukan selai seperti umumnya. “Untuk sponge, kami buat lembut dan menggunakan hanya sedikit krim. Walaupun terkesan old style namun tetap kue kami menjadi favorit pelanggan kami,” Clara menjelaskan dengan senyuman bangga. Untuk ukuran 20×20 kategori kue lapis ini, harga dimulai dari harga Rp 400.000 hingga Rp 650.000-an.

Selain kue Lapis Legit dan Lapis Surabaya, Clara’s Cakes & Cookies menawarkan cukup banyak variasi produk dimulai dari Regular Cakes, Mini Cakes, Roll Tart, Cookies, Puddings, hingga Hampers & Snackbox. Tetapi berbeda dari usaha kue lainnya, mereka tidak membuka gerai pajang atau café. “Konsep kami adalah direct marketing, kami hanya ada tempat untuk pick up point atau delivery order.

Coffee Brazil Cake

Coffee Brazil Cake

Untuk memenuhi keinginan pasar, kemudian kami bekerja sama dengan Kem Chicks Pacific Place Mall agar pelanggan bisa membeli dengan walk-in juga,” jelas Cynthia Sudarto yang menjabat sebagai Operational Director saat ditemui oleh BARECA MAGAZINE.

Signature dan Favorite Cake di Clara’s Cakes & Cookies adalah Coffee Brazil Cake dan Cheese Tart. Keduanya merupakan best seller dari Clara’s Cakes & Cookies. “Untuk Coffee Brazil Cake dulu awalnya terinspirasi dari teman saya dari Belanda. Waktu kami sedang “ngopi”, dia memesan kopi dengan grand marnier. Khas sekali aroma dan rasanya. Akhirnya setelah setahun pertemuan dengan teman saya itu, saya mencoba berinovasi membuat Coffee Brazil Cake tersebut,” pungkas Clara. (RS/IR)

www.clarascake.com

Comments { 0 }

Miss Bee Providore, Family Friendly Resto yang Utamakan Kenyamanan Pelanggan

Berlokasi sedikit menjauh dari hiruk pikuk kota Bandung, Miss Bee Providore mencoba menawarkan suasana menyantap hidangan dalam suasana yang tenang dan udara yang sejuk kepada pelanggannya. Menempati sebuah bangunan dengan halaman yang cukup besar, Miss Bee Providore sangat cocok dijadikan sebagai restoran pilihan keluarga di saat akhir pekan, sejalan dengan konsep family resto yang diusungnya.

“Bangunan Miss Bee Providore ini adalah rumah lama yang kami modifikasi sedikit tanpa merubah total bentuk aslinya. Sesuai dengan fungsi bangunan ini, kami ingin memberikan kesan homey kepada pelanggan saat bersantap di Miss Bee Providore,” ungkap Viena, Marketing Miss Bee Providore.

Selain ruangan di bangunan itu sendiri, Miss Bee Providore juga mempunyai area rumah kaca dan outdoor. Viena menjelaskan bahwa keberadaan rumah kaca memberikan kesan moderen disamping unsur klasik pada bangunan utama Miss Providore tersebut. Pelanggan yang memilih area rumah kaca ini dihadapkan langsung dengan lansekap taman dibagian depan dan area playground untuk anak-anak di sisi kiri.

“Bangunan utama memang lebih didominasi oleh kayu yang dapat memberikan kesan yang hangat kepada pelanggan. Sedangkan di area rumah kaca, pelanggan dapat menikmati atmosfir yang lebih modern namun tetap intimate. Tak heran jika area ini lebih disukai oleh anak muda,” papar Viena.

Kitty Kats

Kitty Kats

Open Kitchen dan Sajian Western Food
Miss Bee Providore seperti memberi garansi terhadap pelanggan akan setiap menu yang disajikannya. Para pelanggan dapat melihat aktifitas para Chef di dapur dengan konsep open kitchen (dapur terbuka) yang terletak diantara bangunan utama dan rumah kaca tersebut.

“Pelanggan dapat melihat aktifitas yang dilakukan di dapur mulai dari proses pengolahan bahan hingga penyajian hidangan. Kami ingin memastikan pelanggan bahwa kualitas bahan yang kami gunakan dan proses pengolahan dan penyajian disajikan dengan baik sehingga mereka merasa aman dan percaya dengan sajian kami,” papar Cecep, Operational Manager Miss Bee Providore.

Cecep menambahkan menu yang disajikan di Miss Bee Providore lebih mengarah ke Western dengan menu andalan aneka pasta dan pizza. Tidak ketinggalan hidangan seperti iga bakar khas Indonesia juga tersedia di Miss Bee Providore. Selain itu, menu-menu fusion seperti Colenak Cheese Crumble dan Larb Gai Pasta juga tersedia di restoran yang baru dibuka bulan Mei 2014 lalu ini.

Bestselling Menu di Bulan Pertama Buka
Colenak Cheese Crumble adalah salah satu menu andalan di Miss Bee Providore. Sajian ini dibuat layaknya pizza khas Italia dengan adonan crispy. Walaupun termasuk dalam kategori Light Meal, menu ini bisa dinikmati 2-3 orang.

“Tapai (tape) singkong atau peyeum adalah salah satu makanan tradisional yang mudah sekali di Bandung. Tapai ini lah yang kami jadikan sebagai salah satu topping di menu Colenak Cheese Crumble ini. Selain tapai, Colenak Cheese Crumble ini semakin nikmat dengan dengan taburan kelapa parut, keju cheddar, dan butter serta tartar sauce sebagai dasarnya,” ungkap Chef Aziz, Executive Chef Miss Bee Providore.

Larb Gai Pasta merupakan gabungan menu antara pasta khas Italia dengan Larb Gai khas Thailand. Layaknya masakan khas Negeri Gajah Putih lainnya, pasta dengan daging ayam cincang ini memiliki rasa yang cenderung pedas.

Selain kedua menu tersebut, Grill Honey Ribs jangan sampai dilewatkan ketika mengunjungi Miss Bee Providore. Menurut Chef Aziz, iga direbus lalu dibumbui dan kemudian didiamkan selama dua jam agar empuk. Iga kemudian dipanggang selama 7-10 menit dan diolesi madu untuk menghasilkan rasa umami yang pas.

Larb Gai Pasta

Larb Gai Pasta

Berbagai Menu Minuman di Open Bar
Terletak persis di area rumah kaca, sebuah bar hadir sebagai tempat pelanggan memesan berbagai menu minuman. Selain beragam menu mocktail terdapat pula minuman berbasis kopi. Salah satu menu berbasis non-kopi yang dapat dinikmati di Miss Bee Providore adalah Passionate Kiwi yang mempunyai rasa yang segar, dan Kitty Kats yaitu chocolate drink dengan hiasan cokelat Kit Kat di bagian atasnya.

“Di kategori minuman kopi, kami mempunyai Chocochino, yaitu minuman dengan basis cappuccino dengan taburan cokelat di bagian atasnya. Menu ini cukup diminati oleh pelanggan yang tidak menyukai kopi yang terlalu pahit atau asam,” ungkap Cecep. Ia menambahkan selain itu di bar tersebut pelanggan juga dapat menikmati berbagai pilihan menu kopi lainnya baik yang disajikan dengan espresso machine maupun dengan teknik manual brewing, sesuai dengan preferensi pelanggan. (AF/HW)

Jl. Rancabentang No. 11A, Ciumbuleuit, Jawa Barat

Comments { 0 }

Lisung the Dago Boutique Resto, Menikmati Sajian dengan Panorama Kota Kembang

Salah satu kawasan di Bandung yang cukup fenomenal dengan sajian kulinernya adalah di Dago Atas atau biasa disebut Dago Pakar Timur. Di daerah sekitar Dago Pakar Timur pengunjung dapat menemukan banyak restoran, café atau warung-warung kecil yang menyajikan berbagai kuliner khas Jawa Barat. Pesona keindahan kota Bandung akan dapat dinikmati pengunjung pula jika berkunjung ke salah satu tempat yang memiliki konsep tradisional khas Bandung bernama Lisung the Dago Boutique Resto.

Lisung the Dago Boutique Resto
Berdiri sejak 25 Desember 2005 nama Lisung atau lesung itu dalam bahasa Sunda memiliki arti sebagai tempat menumbuk padi, yang ditemptkan di depan resto. Lisung tersebut menjadi dekorasi papan nama di luar maupun di dalam resto.

Fake Plastic Treez

Fake Plastic Treez

“Kebetulan pemilik usaha ini suka mengumpulkan barang-barang antik seperti meja dan hiasan, dari keranjang china, kelontong sapi (love locks), kayu jati, dan termasuk Lisung sendiri yang dibuat menjadi dekorasi meja makan khas Jawa Barat,”ujar Wiji selaku Accounting Manager Lisung the Dago Boutique Resto dan Se’eng Noddle.

“Selain menyediakan makanan dan minuman khas tradisional dan internasional kami juga ingin mengedukasi kepada pengunjung mengenai barang antik sebagai salah satu benda yang memiliki kenangan dan sejarah yang harus dilestarikan,” Wiji melanjutkan.

Restoran yang bernaung dalam group PT Rejeki Tangan Atas ini setiap lantai gedungnya memiliki nama masing-masing. “Lantai paling bawah namanya Halu, dan Leuit (tempat menyimpan padi), Gladak (rumah) di lantai 3, yang biasanya digunakan untuk acara wedding, photo session, dan lain-lain. Sementara di lantai 1 dan 2 merupakan tempat main dining untuk keluarga hingga kalangan komunitas dari berbagai daerah,” jelasnya.

Nasi Panggang Lisung sebagai Menu khas
Tidak lengkap jika datang ke Lisung tanpa mencoba Nasi Panggang Lisung yang mempunyai ciri khas nasi berwarna merah ini. Selain nasi merah disajikan juga dengan jamur, ati ampla, dan berbagai sayuran seperti timun selada dan lain-lain.

Untuk pembuatan nasi berwarna merah ini awalnya nasi digoreng dahulu dicampur dengan jamur, bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan bumbu merah, kemudian nasi dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang sekitar 5 menit. “Alasan nasi dipanggang itu agar wangi dari daun pisang tersebut dapat tercampur dengan nasinya sehingga nasi terasa wangi dan lembut,” jelas Anes sebagai Chef dari Lisung the Dago Boutique Resto.

Juga terdapat Nasi Panggang Koempeni, yang merupakan nasi panggang dengan balutan keju mozzarella dan sayuran di dalam adonan persegi panjang. Proses pembuatan nasi panggang ini awalnya dipanggang dengan berbagai bahan seperti bawang bombai, jamur, paprika, jagung manis, kemudian nasi diletakkan ke dalam kotak adonan dari bahan aluminium, kemudian diberi sayuran dan keju mozzarella.

Nasi Panggang Koempeni

Nasi Panggang Koempeni

Selain itu pengunjung jangan melewatkan Iga Saus Mongol yang dibuat menggunakan bumbu saus cabai merah, cabai hijau, bawang merah, cabai rawit, dengan garnish seperti wortel yang dipotong kecil, beserta nanas. Menurut Anes pengolahan iga awalnya dimasak presto sekitar 45 menit dengan campuran bumbu wortel, daun bawang, garam, agar saat direbus rasa dari Iga dan bumbu tersebut dapat dirasakan sampai makanan ini tiba di atas meja makan.

Fake Plastic Treez dan Spanish Eyes
Setelah menikmati hidangan utama pengunjung dapat memesan minuman unggulan seperti Fake Plastic Treez dengan campuran sirup tiramisu, susu panas, dan es vanilla serta Spanish Eyes yaitu campuran susu cair, yang menggunakan campuran cokelat powder kemudian diblend dengan cokelat cair, disajikan dengan es krim cokelat dan sirup pepper mint. (RS/IR)

Jl. Bukit Pakar Timur no. 111 Dago Pakar-Bandung

Comments { 0 }