Archive | Recommended RSS feed for this section

Calais Tea: Lokal Brand Bubble Tea in Indonesia

Taiwan ternyata adalah negara penghasil teh berkualitas di dunia. Tak heran rasanya apabila banyak brand bubble tea di Indonesia berasal dari negara yang beribukota Taipei ini. Minuman teh dengan paduan susu ditambah bulatan jelly tapioka kenyal bertekstur jeli ini memang sedang menjadi tren di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini juga yang menjadikan Billy Kurniawan tergugah untuk ikut meramaikan bisnis bubble tea di Indonesia dengan membuka Calais Tea yang berlogo topi, kumis, dan dasi.

“Calais adalah brand lokal pertama menggunakan logo tersebut di Indonesia dan sudah didaftar trade mark-nya sehingga sudah ada legalitasnya,” ujar Billy Kurniawan, Directur co. Founder Calais Tea. Dengan motto to inspire and be inspired, Billy ingin memberikan konsep yang unik kepada para pelanggan agar mereka bisa menikmati teh dengan tampilan yang berbeda.

“Kebanyakan konsep bubble tea adalah counter tanpa menyediakan tempat duduk sehingga orang datang untuk membeli dibawa pulang dan perputarannya pun sangat cepat. Tapi di sini kami hadir dengan sesuatu yang baru artinya bukan hanya menjual produk, tetapi juga memfasilitasi pengunjung dengan tempat duduk yang nyaman. Juga dilengkapi dengan wifi dan ditunjang dengan suasana yang nyaman,” tutur Billy.

Konsistensi Produk yang Berkualitas
Bubble tea memang sempat ada sebelumnya di Indonesia namun saat ini kembali tren dan diminati oleh masyarakat. Menurut kacamata Billy, fenomena bubble tea dapat muncul lagi ke permukaan disebabkan oleh kualitas produk (teh) yang semakin baik. “Proses pembuatan teh sekarang lebih fresh ketimbang sebelumnya. Teh dibrewing pada pagi hari dan tidak didiamkan selama 1 hari, jadi dibuat baru setiap harinya sehingga fresh sampai ke tangan pelanggan.

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan mengenai konsistensi minuman. “Minuman apabila tidak dijaga pada suhu dan tempat yang benar maka konsistensinya akan menurun. Selain itu, untuk bubble pun setelah dimasak juga harus disimpan dalam suhu yang hangat, jika tidak maka bubble akan cepat rusak. Hal kecil semacam itu lebih diapresiasi sekarang sehingga kualitasnya pun tetap terjaga,” jelas Billy.

Teh yang digunakanpun berasal dari Taiwan. “Untuk kualitas tak dapat dipungkiri Taiwan tetap memiliki komoditi teh kualitas nomor satu, terutama dari segi aroma teh lebih unggul. Teh asal Taiwan memiliki beberapa tingkatan yaitu AA, A, B, dan C. Di sini kami menggunakan yang grade AA dengan kualitas terbaik,” ungkap Billy.

Menu teh basicnya terdiri dari 4 jenis yaitu jasmine tea, black tea, oolong tea, dan roasted oolong tea atau yang lebih dikenal dengan roasted tea. “Jenis teh yang paling familiar di Indonesia adalah black tea. Kebanyakan teh manis di Indonesia pun menggunakan teh jenis black tea,” jelas Billy.

Gunakan Media Sosial untuk Promosi

Jika dilihat dari konsep, target market Calais Tea lebih mengarah untuk anak muda terutama pelajar. “Mengingat target marketnya adalah anak muda sehingga media sosial dirasa dapat menjadi ajang promosi yang paling tepat untuk Calais. Di sanalah tempat interaksi antara pihak Calais Tea pelanggan setia kami,” ujar Billy.

Beberapa media sosial yang digunakan oleh Calais Tea antara lain facebook, twitter, dan instagram. Terlepas dari penjualan, media sosial digunakan oleh Calais Tea untuk mengetahui masukan dari para pelanggan mengenai apapun yang terkait dengan Calais. “Hal yang positif akan kami tampung dan banyak perubahan yang kami lakukan guna kemajuan Calais ke depannya,” tutur Billy.

Siap Bersaing dengan Brand Luar
Persaingan bubble tea yang sangat ketat, tidak membuat Billy getir. Selain kualitas produk yang mampu bersaing dengan brand luar, Billy juga mengutamakan pelayanan yang baik terutama untuk kecepatan. “Kecepatan menjadi salah satu modal yang harus dimiliki agar pengunjung tidak menunggu terlalu lama. Kami pastikan dari pemesanan minuman hingga keluar adalah 1 menit persatu minuman,” tutur Billy tegas.

Dilihat dari segi variasi pun, Calais lebih bebas dalam mengembangkan varian produknya. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang mengambil franchise dari luar yang terpaku dengan principal di sana. “Kami ingin Calais Tea bisa menjadi gerbang bagi brand lokal lain untuk bersaing dengan brand dari luar dan juga bisa mengangkat citra brand lokal di masyarakat,” ujar Billy.

Calais berdiri sejak November 2011 dengan outlet pertamanya di Kuningan City. Saat ini total sudah ada 11 outlet yang tersebar di Jakarta dan beberapa kota lain seperti Solo, Jogjakarta, Surabaya, dan Bandung. “Sebenarnya kita salah kalau berpikir market yang bagus hanya di Jakarta. Indonesia itu luas sehingga apabila kita hadir di luar kota Jakarta dan menjadi yang pertama, justru kita akan jadi pionir di sana. Itulah alasan kami melakukan ekspansi di luar kota Jakarta,” jelas Billy.

Mall Taman Anggrek, 3rd floor

Comments { 0 }

Okane Shabu Shabu: Authentic Korean Restaurant in Indonesia

Korea memang sedang menjadi objek wisata yang digemari. Gunawan Wijoyo pun yang hobi jalan-jalan ke negara yang terkenal dengan boyband dan girlband ini. “Ketika berjalan-jalan di Korea, saya selalu mendatangi sebuah tempat makan favorit saya yang terletak di wilayah Gangnam. Kegemaran tersebut membuat saya ingin sekali membawa konsep tersebut ke Indonesia,” ujar Gunawan.

Ia bercerita mengenai kendala yang harus ia lalui untuk membawa restoran tersebut ke Indonesia. “Awalnya sang pemilik keberatan dalam memberikan franchise-nya ke Indonesia, mengingat restoran tersebut adalah milik keluarga. Namun saya tetap datang ke sana dan meyakinkan mereka sampai 3 tahun lamanya,” ujar Gunawan. Akhirnya kegigihan saya berbuah manis, bulan Januari 2013 lalu dibukalah Okane Shabu Shabu yang dalam bahasa Korea berarti enak,” cerita Gunawan.

Saat dikaitkan dengan demam K-Pop di Indonesia, apalagi lokasi restoran Korea tersebut berada di wilayah Gangnam, Gunawan pun punya jawabannya sendiri. “Sudah 3 tahun lamanya saya bernegosiasi dengan pemilik restoran ini di Korea. Itu artinya jauh sebelum lagu Gangnam Style menjadi tren di dunia,” ujar Gunawan sambil tersenyum.

Interior di Okane Shabu-Shabu dibuat senyaman mungkin agar pengunjung dapat rileks. “Pintu masukpun sengaja tidak dibuat menghadap jalan raya agar pengunjung benar-benar merasa tenang dan melupakan sejenak hingar bingar Jakarta,” jelas Gunawan.

Healthy Food, No MSG
Saat ditanya mengenai keunikan Okane sehingga harus hadir di Indonesia, Gunawan punya pendapatnya sendiri. “Dari segi menu dan rasa, kami mengikuti standar di negara asalnya tanpa melakukan modifikasi, sehingga rasa yang ditawarkan adalah rasa khas dari Korea. Kedua yang paling penting, kami tidak menggunakan MSG sama sekali sehingga lebih sehat,” jelas Gunawan. Mengingat restoran ini adalah franchise langsung dari Korea sehingga sebagian besar bahan, baik bumbu, saus, dan sayuran di impor dari Korea.

Saat ini memang orang berbondong-bondong mencari menu makanan sehat. “Tahun 1990 silam saat orang melihat soft drink dan air putih, mereka tentu akan lebih memilih soft drink. Tapi sekarang zaman telah berubah, orang akan lebih memilih air putih ketimbang soft drink. Dari sana saya lihat peluang yang besar akan bisnis ini dan pengunjung yang datang pun tidak perlu takut untuk makan di sini,” tutur Gunawan.

Menurutnya, pengunjung Okane Shabu-Shabu justru banyak datang dari kalangan anak muda. “Target market kami di sini sebenarnya siapa saja yang mengusung gaya hidup sehat. Tak hanya orang yang sudah berumur, bahkan anak muda pun dengan kisaran umur 20 tahunan banyak yang datang ke sini,” tutur Gunawan.

Menu Pilihan di Okane
Kimchi termasuk menu yang tidak boleh ketinggalan terutama di restoran Korea. “Ada dua kriteria dari kimchi yaitu untuk dimakan langsung dan satu lagi untuk dimasak artinya sebagai campuran makanan lain. Kadang orang kita berfikir karena kimchi adalah hasil fermentasi sehingga jika belum habis dapat disimpan untuk diolah lagi keesokan harinya. Tapi di sini jika tidak habis, kimchi tidak akan kami gunakan lagi. Biasanya kimchi yang sudah disimpan itu rasanya berubah menjadi asam,” jelas Gunawan.

Menu lain yang menjadi andalan yakni Okane Shabu Set dengan pilihan daging sapi wagyu Australia dan ikan Dori yang disajikan dengan mixed fish balls, jamur, sayuran, guksu noodle, nasi goreng ala Okane, dan dessert. Untuk mencicipi ini, pengunjung cukup membayar sebesar Rp. 129.000 per porsi untuk Okane Shabu Set dan Rp. 159.000 per porsi untuk Okane Special Shabu Set.

Berbeda dengan shabu-shabu asal Jepang, Okane mengikuti ciri khas shabu Korea yang kuahnya tidak bening dengan tambahan bumbu khusus yang diracik sendiri. Selain shabu-shabu dan kimci, Okane juga menyediakan menu khas Korea lainnya seperti balsak bulgogi yaitu masakan daging khas Korea dan bimbim guksu yakni mie yang disajikan dalam keadaan dingin.

Pria yang sudah sering ke Korea ini sempat bercerita mengenai perbedaan bisnis makanan antara Korea dan Indonesia. “Perkembangan bisnis makanan di Indonesia lebih pesat dibanding dengan Korea karena brand asing dengan mudah menyerbu pasar Indonesia. Sedangkan Korea memiliki nasionalisme yang sangat tinggi sehingga brand luar sangat susah masuk ke Korea. Selain itu, mereka juga lebih percaya kepada produknya sendiri,” cerita Gunawan.

Meski saat ini banyak restauran Korea bertaburan di Jakarta, Gunawan optimis mampu bersaing dengan restoran lainnya. “Selama sebulan berdiri respon masyarakat sangat bagus karena di Jakarta sendiri sedikit sulit menemukan restoran Korea yang menghidangkan menu asli Korea dan juga lebih sehat. Kami juga telah memiliki beberapa pelanggan setia,” ujarnya menutup pembicaraan.

Jl. Profesor Joko Sutono No 11 Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Hamptons Café: Menikmati Canapes dan Petit Fours di Style Canapes Café

Daerah Kemang Jakarta Selatan memang terkenal dengan beragam usaha makanan dan minuman yang cenderung memiliki ciri khas yang unik. Lokasi yang identik dengan para ekspatriatnya itu hampir selalu menjadi daya tarik bagi para pengusaha yang berniat membuka bisnisnya, baik usaha makanan dan minuman ataupun semacam art gallery, butik dan furnitur.

Memilih Kemang sebagai lokasi usaha juga di ambil oleh Tisha Shabrina dan sang Ibu, Saskia Soewondo. “Ibu saya sudah lama sekali ingin memiliki usaha kafe di bilangan Kemang. Kami memilih lokasi di bilangan Benda Raya Kemang ini karena melihat lokasi ruko nya yang termasuk baru dan juga masih berada di kawasan Kemang, sesuai keinginan kami di awal dalam mendirikan Hamptons Café ini,” buka Tisha Shabrina yang akrab disapa Tisha ini.

Memasuki Hamptons Café, pengunjung dimanjakan dengan interior yang cukup serius dan suasana yang terasa nyaman karena dekorasi ruangan yang menarik. “Untuk desain ruangan kebetulan saya desain sendiri. Ide desain ruangan sebenarnya terinspirasi dari Hamptons yang berada di Long Island Amerika Serikat yang merupakan sejenis tempat peristirahatan bagi kalangan menengah ke atas dan sering menjadi pilihan tempat untuk mengadakan pesta-pesta elegan,” jelas Tisha yang merupakan lulusan Interior Design – Universitas Pelita Harapan Jakarta ini.

Hamptons Café terlihat identik dengan warna putih dan hitam dipadu dengan furniture dan lantai kayu serta sofa yang nyaman. “Kami ingin menghadirkan ambience yang nyaman dan homey untuk para pengunjung Hamptons Café,” jelas Tisha. Bahkan di lantai 2 terdapat butik kecil yang menjual beberapa koleksi baju dan sepatu sebagai salah satu keunikan dan daya tarik lain bagi pengunjung.

Konsep Sajian High TeaTisha yang mengakui bahwa dia dan keluarga menyukai ritual minum teh sehingga akhirnya membawa konsep high tea tersebut ke dalam Hamptons Café yang berdiri sejak 29 Juli 2011 itu. “Awalnya kami berpikir ingin menyajikan kue-kue kecil yang biasanya disantap saat minum teh tetapi kami ingin menjualnya dengan harga terjangkau dan dapat dibeli satuan. Jika selama ini di beberapa tempat di Jakarta seperti di Hotel berbintang, sajian high tea selalu datang dalam 1 paket. Di Hamptons Café kami menawarkan hidangan persatuan yang tentunya lebih terjangkau. Pengunjung bebas memilih jenis teh yang mereka mau beserta petit fours dan canapés pilihan mereka, Tagline kafe kami inipun adalah style canapés café, jadi sejalan dengan konsep dasar Hamptons Café,” kata Tisha.

Ada Mushroom and Cheese Canapes yang tertata cantik di atas piring putih berdampingan dengan Prawn and Mayo Canapes dan Kung Pao Canapes yang bisa menjadi pilihan menu gurih saat menyantap teh anda. Hamptons Café rupanya memakai TWG Tea yang sudah dikenal sebagai salah satu tea branding terkemuka dunia untuk memastikan pengunjungnya mendapat sajian teh berkualitas.

Jika ingin kudapan manis sebagai teman minum teh anda, bisa memilih beragam tartlet dan petit fours ala Hamptons Café. “Tartlet kami yang menjadi favorit ada Kit Kat Nutella Tartlet dan Meringue Tartlet. Selain itu untuk sajian petit fours ada Chocolate Parfait, Strawberry Cheese Cake Cupcake dan sebagainya,” kata Tisha. Chocolate Parfait sendiri adalah sajian sejenis dessert dalam ukuran mini yang dibuat dalam sebuah gelas kecil berisi saus cokelat, cookies cokelat dan chocolate chips, sedangkan Strawberry Cheese Cake Cupcake merupakan kue berukuran medium small yang di dalamnya terdapat potongan buah strawberry dan diberi topping cream cheese yang segar dan lembut.

Menu Main Course Favorit
Bagi pengunjung yang ingin menyantap sajian yang lebih mengenyangkan tidak usah khawatir. Tisha dan tim Hamptons Café cukup paham dengan tetap menghadirkan menu-menu appetizer, main course hingga dessert yang menggugah selera. Sajian di Hamptons Café terbilang cukup baik dan memuaskan dalam segi plating karena tampil elegan dan modern tanpa melupakan sisi citarasanya.

“Untuk sajian main course favorit di Hamptons Café ada The Burger Steak, Chicken Cordon Bleu, Oxtail Fried Rice dan Risotto with Prawn. Tentunya kami masih memiliki beragam menu main course yang lainnya,” jelas Tisha. The Burger Steak menurut Tisha adalah sajian serupa daging burger tanpa roti yang memakai beef patty dan terbuat dari daging sapi cincang pilihan lalu diberi bumbu dan di-grill dengan api sedang agar matangnya merata sesuai permintaan level kematangan daging dari pengunjung.

“The Burger Steak ini disajikan dengan sayuran seperti wortel, buncis dan jagung yang ditumis dulu dengan bumbu sehingga rasanya tidak tawar saja. Lalu ada pilihan karbohidratnya, seperti mashed potato, potato wedges ataupun French fries,” urai Tisha.

Risotto with Prawn termasuk sajian yang kaya rasa. Terbuat dari beras Italia sejenis Arborio rice yang dimasak dengan udang segar dan disajikan dalam mangkuk buah lemon segar yang memberi catatan aroma dan rasa segar yang khas. “Kami juga punya menu appetizer favorit yaitu Garlic Roasted Potato yang diberi rempah rosemary dan bawang putih juga menu dessert seperti red velvet crepes yang berisi krim mascarpone. Semua menu berasal dari resep Ibu saya dan diolah lebih lanjut oleh tim dapur The Hamptons Café dengan supervisi yang ketat untuk menjaga kualitasnya,” pungkas Tisha. The Hamptons Café tutup setiap hari Senin dan jam operasional di waktu weekdays adalah mulai jam 13.00-22.00 dan waktu weekends dari jam 15.00-01.00.

Jl. Benda Raya No.1-C Kemang – Jakarta Selatan

Comments { 0 }

Nutz Culture Sport Bar and Lounge: Sarana Berkumpul dengan Sajian Hidangan Khas Asia

Sebelum mendatangi sebuah bar, pelanggan tentu sudah mendapatkan gambaran tentang bar itu sendiri. Umumnya bar hanya terdiri dari meja panjang dan pelanggan bisa langsung berinteraksi dengan bartendernya. Namun ketika mendatangi Nutz Culture Sports Bar and Lounge, kesan bar yang selama ini ada di benak masyarakat langsung terpatahkan.

Nutz Culture Sports Bar and Lounge memiliki desain ruangan yang khas dan jauh berbeda dibanding bar lainnya. Kesan bar dengan ruang gerak terbatas dan penuh asap rokok tidak akan didapatkan di sini. Interior ruangan dibuat cubical dengan kapasitas 7 sampai 9 orang di tiap kubiknya. Selain itu, titik pandang semua pelanggan pun dibuat menghadap ke main attraction Nutz Culture Sport Bar and Lounge yakni big screen dengan ukuran 3×4 meter.

Titik fokus menghadap ke big screen ini pun tidak terlepas dari konsep awal Nutz Culture Sport Bar and Lounge yakni Sports Bar. Dengan big screen yang lebih besar daripada umumnya, sports bar yang berlokasi di Senayan City ini kerap dijadikan tempat untuk nonton bareng pertandingan sepakbola. Biasanya bila sudah memasuki akhir pekan ataupun partai besar sepakbola Eropa, Nutz Culture Sport Bar and Lounge pasti akan dipenuhi para penggila bola.

Berbeda ketika tidak ada pertandingan sepakbola besar, suasana Nutz Culture Sport Bar and Lounge lebih santai apalagi sebagai sarana berkumpul. “Pada dasarnya konsep awal kami sport bar, namun kami sengaja tambahkan dengan konsep lounge. Kami memang ingin menyajikan konsep yang berbeda dengan menggabungkan lounge and bar plus di tiap sofanya dilengkapi televisi,” ungkap Aldi Prasetya, Operational Manager Nutz Culture Sport Bar and Lounge.

Penempatan televisi di tiap sofanya pun membuat Nutz Culture Sport Bar and Lounge juga cocok untuk dijadikan sebagai tempat rapat. Bahkan tempat ini juga sering dijadikan lokasi untuk presentasi dengan klien karena televisi juga dilengkapi dengan kabel yang terhubung ke laptop. Pelanggan pun tidak perlu khawatir terganggu karena desain sofanya dibentuk kubik dan bersekat.“Kita memang sengaja mendesain tempat ini berbentuk kubik agar para pelanggan yang datang berkelompok tidak hanya sendiri, dan juga membuat tiap kelompok bisa saling mengenal,” ujar Aldi.

 

Andalkan Menu Khas Asia

Dari segi interior saja sudah anti-mainstream, menunya pun turut dibawa berbeda pula dibanding mayoritas bar yang sudah ada. Nutz Culture Sport Bar and Lounge tidak mengandalkan menu Western tapi lebih memilih ke cita rasa Asia. “Mayoritas menu yang kami sajikan merupakan menu Asia, karena menu Asia di sports bar belum ada. Setiap orang datang ke sports bar pasti menunya selalu Western,” jelas Aldi.

Di awal-awal berdirinya, Nutz Culture Sport Bar and Lounge banyak mengandalkan menu-menu dari Korea. Seiring perkembangannya, saat ini Nutz Culture Sport Bar and Lounge semakin melengkapi menunya dari berbagai wilayah di Asia. “Di Nutz Culture Sport Bar and Lounge sekarang ada martabak, risolles, samosa, hingga springroll,” ungkap Aldi.

Namun menu favoritnya tetap merupakan menu dari negeri gingseng yakni Bon Chon Wings. Yakni sayap ayam yang kaya akan bumbu dengan diolesi madu sebagai proses akhirnya.”Bon Chon Chicken digoreng dengan cara deep fried bertahap. Biasanya untuk proses produksi Bon Chon Chicken memakan waktu 20 menit, karena setiap 5 menit sayap ayam yang sudah diberi bumbu kami proses goreng deep fried,” jelas Aldi.

 

Menu Cocktail dan Mocktail

Belum lengkap rasanya bila bar tanpa dilengkapi minuman liquor. Nutz Culture Sport Bar and Lounge mengkreasikan cocktail dari tangan bartender lokal. Kreasi seperti Nutzed and Confused pun menjadi favorit pelanggan yang datang. Minuman ini merupakan campuran dari Baileys, Vodka, Peanut Butter kemudian saus karamel dan susu.

Apabila menginginkan minuman yang menyegarkan, beragam jenis Mocktail disajikan dengan salah satunya Happy Days. Minuman ini terdiri dari kiwi, orange kemudian buah leci dengan ditambahkan orange juice untuk menambah kesegaran.

Kehadiran Nutz Culture Sport Bar and Lounge membawa sebuah konsep baru bagi bar. Dimana bar tidak lagi memiliki ruang gerak terbatas tetapi tempat yang luas dan nyaman bahkan cocok untuk tempat rapat sekalipun.

 

Senayan City Mall, Crystal Lagoon Area Level LG, Jakarta

Comments { 0 }

Cimory Resto Riverside: Hadir Melengkapi Cimory Mountain View

Memilih Puncak untuk berakhir pekan bersama keluarga sering kali dilakukan warga Jakarta untuk menghilangkan penat dari rutinitas. Daerah ini sering kali dijadikan tujuan wisata karena suasananya yang asri dan udaranyapun masih segar. Tak heran bila banyaknya restoran di daerah Bogor ini yang tidak hanya menyajikan makanan yang enak tetapi juga berlomba memberikan pemandangan yang indah, tak terkecuali Cimory.

Hadirnya Cimory dengan sajian pemandangan gunung menjadi daya tarik tersendiri sehingga pada saat weekend, sehingga tempat ini sering diserbu oleh para pengunjung yang notabene adalah warga luar kota Bogor. Membludaknya pengunjung di akhir pekan sering membuat menejemen Cimory kewalahan ditambah lagi dengan keterbatasan kapasitas tempat duduk. Untuk mengatasi hal tersebut, Bambang Sutantio, pemilik Cimory Resto berinisiatif mendirikan Cimory Riverside sebagai pelengkap Cimory sebelumnya.

“Pemilik kami sadar bahwa pengunjung yang datang ke sini mencari suasana yang asri. Sebagai pembeda Cimory pertama, di sini kami menyuguhkan pemandangan sungai yang diolah sedemikian rupa sehingga menghadirkan suasana yang nyaman. Selain itu, suara alami air dari sungai akan menambah kesejukan, ketenangan, dan juga dapat meningkatkan selera makan. Banyak pengunjung yang bilang pemandangan di sini tidak kalah dengan di Cimory Mountain View,” tutur Yosua Lestijanto, General Manager Cimory Resto.

Menu Khas ala Cimory

Tak ada perbedaan konsep yang signifikan antara Cimory pertama dengan Cimory Riverside. “Perbedaan makanan di Cimory pertama hanya pada penyajian makanan. Kami sengaja tidak melakukan banyak perbedaan pada menu makanan. Intinya makanan yang kami hidangkan harus bisa dinikmati oleh semua kalangan mulai dari anak kecil sampai orang tua karena konsep kami adalah family restaurant,” ujar Yosua.

Sosis tetap menjadi menu andalan baik di Cimory pertama maupun Cimory Riverside. Sosis yang disediakan di Cimory adalah sosis produksi sendiri sehingga bahan-bahan pembuatnya dapat dikontrol kualitasnya. “Kami menggunakan daging bermutu bukan daging jeroan yang setiap tahun diaudit serta 100% halal,” ujar Yosua. Menu sosis favorit di Cimory yaitu Spiral Kanzler Sausage dan Ring Kanzler Sausage yang disajikan dengan kentang goreng dan saos BBQ.

Selain sosis, Cimory Riverside juga memiliki Zuppa Soup yang dibuat ala Cimory dengan puff pastry yang tidak menyatu dengan wadah sup. Ini dimaksudkan agar memudahkan orang untuk memakannya sekalipun anak kecil. Ada pula Bruschetta yaitu French toast yang dihadirkan dengan topping potongan tomat, sosis, jagung, bawang bombay, serta lelehan keju mozzarella dan mayonnaise.

Untuk menu main course yang jadi andalan adalah menu iga bakar yang sudah familiar dengan lidah orang Indonesia dengan bumbu racikan Cimory. Juga berbagai dessert khas Cimory yaitu tape dan pisang goreng. “Ternyata orang Indonesia masih belum familiar dengan dessert ala Eropa. Mereka lebih menyukai panganan asli Indonesia yang tidak begitu mengenyangkan seperti cake,” ujar Yosua.

Yosua menuturkan tidak ada kiblat makanan di Cimory. “Kami menggabungkan makanan antara Eropa dan Indonesia, seperti sosis, Zuppa Soup, dan Bruschetta yang lebih mengarah ke gaya Eropa serta Soto Mie, Nasi Goreng, dan Iga yang mengacu pada makanan Indonesia,” ungkap Yosua.

“Service, Service, dan Service”
“Dalam pikiran orang yang datang ke sini adalah makan enak dan pulang dengan puas. Itulah yang kami kejar. Mereka datang sudah menempuh perjalanan yang panjang dan macet, maka sampai di sini mereka harus mendapatkan pelayanan yang memuaskan,” tutur Yosua.

Menurutnya, dalam pelayanan termasuk di dalamnya kualitas dari makanan, penyajian, dan pramusaji. Yosua juga menyediakan guest comment untuk mengetahui secara langsung penilaian dari para pengunjung apakah sesuai dengan harapan mereka sebagai sarana membenahi diri. “Jadi kunci utama kami dalam menghadapi persaingan adalah pelayanan,” tegas Yosua.

Cimory Riverside memang dibuat lebih besar dibanding dengan Cimory pertama yang terdiri dari tiga lantai yaitu 2 lantai pertama untuk restoran dan lantai 3 digunakan untuk ruang serbaguna, yang juga bisa digunakan untuk acara wedding dan ruang seminar.

Tak hanya restoran, berbagai fasilitas menarik dapat ditemui di Cimory Riverside. Untuk yang membawa anak kecil, disediakan area playground dan dairy shop bagi mereka yang ingin berbelanja. Baru-baru ini Cimory baru saja membuka Chocomory yang cocok bagi mereka yang mencintai cokelat. Dengan hadirnya Chocomory, Yosua berharap dapat memberikan nilai lebih bagi para pengunjung. Dimana mereka tidak hanya dapat menikmati suasana serta makanan yang lezat, tapi juga dapat berkunjung membeli cokelat dan melihat langsung proses pengolahan cokelat di pabrik Chocomory,” ujar Yosua.

Pemandangan yang langsung menghadap sungai, serta ditunjang dengan harga yang bersahabat artinya sesuai dengan porsi makanan menjadi saya tarik Cimory. Ditambah lagi dengan fasilitas yang memadai memang menjadikan Cimory Riverside tujuan wisata yang patut dikunjungi.

Comments { 0 }

Lomunar Patisserie: Ramaikan Momen Paskah 2013 Dengan Pastry Khas Lomunar

Beragam event perayaan seringkali menjadi momen bagi para pelaku industri pastry dan bakery untuk berkreasi dan menciptakan menu baru yang sesuai dengan tema perayaan tersebut. Tidak hanya mendulang keuntungan lebih dari hari biasa, tetapi juga dapat menciptakan situasi dan pemikiran yang kreatif serta inovatif untuk pelaku bisnis pastry dan bakery tersebut.

Di era kemajuan teknologi yang mempengaruhi perkembangan usaha toko online secara signifikan jelas menjadi pemicu hadirnya beragam toko kue online baru yang juga berpikir layaknya usaha pastry dan bakery professional, mengambil peluang dari berbagai even yang ada sebagai sarana menaikkan keuntungan maupun meningkatkan produksi yang kreatif dan berkualitas.

Salah satu toko kue online kreatif yang terbilang masih baru dalam memperkenalkan brandingnya adalah Lomunar Patisserie sejak September 2012 lalu. Melalui beragam social network ternama sebagai media penjualannya Lomunar Patisserie aktif memperkenalkan diri.

“Awal terbentuknya Lomunar Patisserie ini dimulai dari hobi dan pengalaman di bidang hospitality yang pernah saya jalani yaitu saat bekerja di bagian pastry Hotel Shangri-La Kuala Lumpur, Malaysia pada kurun waktu 2010 sampai dengan tahun 2011. Juga dilanjutkan dengan karier yang sama di Singapura dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012. Di samping itu, keluarga saya juga sangat mendukung keputusan saya dalam mendirikan Lomunar Patisserie. Karena, dengan adanya usaha ini dapat melatih saya untuk lebih mampu menata keuangan pribadi. Juga usaha ini membuat saya lebih kreatif serta menjadikan saya lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola usaha dengan sebaik-baiknya,” buka Monica Liman, Founder dan Owner Lomunar Patisserie.

Monica yang merupakan lulusan Perhotelan dari University of Toulouse 2 Le Mirail, France conducted at Taylors University of Hospitality & Tourism – Malaysia membangun Lomunar Patisserienya dalam 2 konsep. “Lomunar Patisserie memiliki konsep utama yang berfokus pada penjualan produk French pastry. Konsep kedua yang menjadi pelengkap adalah konsep sugar art pastry seperti produk yang didekor dengan penggunaan fondan,” jelas Monica.

Signature Products
Setiap toko kue, baik offline maupun online tentu memiliki produk khasnya masing-masing. Begitu juga dengan Lomunar Patisserie yang menurut Monica memiliki kelebihan tersendiri. “Untuk produk French pastry, best sellernya adalah 7Heaven Cake, yaitu kue yang terdiri dari 7 lapisan dengan elemen pembentuk seperti 2 lapisan chocolate ganache cake, 2 lapisan chocolate mousse, powdered chocolate dusting, milk chocolate chip dan dark chocolate swirl. Sedangkan untuk produk berbasis sugar art pastry yang juga menjadi salah satu best seller product, menurut konsumen kami, disukai karena keunikan design sugar artnya,” papar penyuka makanan manis dan cokelat ini.

Keunggulan lain dari produk pastry yang ia tawarkan juga mengacu pada beberapa aspek penting lainnya dalam proses pengolahan makanan. “Saya hanya menggunakan bahan- bahan berkualitas yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu saya tidak menggunakan bahan pembantu dan pengawet dalam proses pengolahan produk. Untuk teknik yang saya gunakan pada pengolahan produk sugar art pastry, saya sangat mengandalkan attention to detail dan keselarasan bentuk akhir. Sedangkan untuk sisi hygiene saya menerapkan standar Internasional yang berlaku dengan mengikuti petunjuk aturan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points),” ungkap Monica.

Easter Festive Products
Monica melalui Lomunar Patisserie-nya sudah menyiapkan beragam produk pastry untuk menyambut perayaan Easter/Paskah dengan menghadirkan beragam produk bertema Easter yang khas. Selain melihat peluang pasar yang positif untuk menaikkan keuntungan penjualan produk, Monica juga merasa sisi kreatifitasnya semakin terasah dalam menciptakan beragam produk bertema Easter yang fokus pada detail dan kualitas rasa kuenya.

“Untuk produk Easter 2013 kali ini, saya mengangkat tema bernuansa warna pastel serta penggunaan elemen dekorasi khas seperti telur Paskah, anak ayam,dan kelinci Paskah. Warna pastel dipilih untuk menandakan sisi kelembutan, telur dan anak ayam menandakan kelahiran dan hidup baru, sedangkan kelinci Paskah saya pilih karena sudah lama menjadi ikon di dalam dongeng anak-anak bertema Easter,” kata Monica.

Ada Easter 3D Cake hingga cake pop dan cupcake bertema Easter di lomunar Patisserie. “Cake pop-nya berbahan dasar kue yang dilapisi cokelat dan dipadukan hiasan dari fondan dengan bentuk akhir seperti permen dan dijual dari harga Rp.7.500 hingga Rp.10.000 per-stick. Sedangkan untuk cupcakenya berbahan dasar kue yg dilapisi sugar fondant dengan harga dari Rp.15.000 sampai dengan Rp.20.000. Tentunya sesuai tema memakai dekorasi khas Easter seperti yang sudah saya jelaskan di awal,” jelas Monica.

Selain itu Monica juga menyediakan Cookies Bouquet yang berisikan 1 boneka kelinci dan 5 cookies yang disusun seperti bouquet serta Cookies Basket yang terdiri dari 4 buah cookies dengan wadah keranjang paskah. “Harga Cookies Basket mulai dari Rp 35.000 per-keranjang,” ungkap Monica.

Selain menawarkan produk French pastry dan sugar art pastry, Lomunar Patisserie juga menerima pemesanan untuk Birthday Cake, Wedding Cake maupun Dessert Table. “Untuk Birthday Cake pemesanan lebih baik dilakukan 1 minggu sebelumnya sedangkan untuk momen besar seperti Wedding Cake atau Dessert Table saya anjurkan melakukan pemesanan 2 minggu sebelum hari H karena saya membiasakan untuk berdiskusi dengan konsumen yang bersangkutan terlebih dahulu untuk membahas produk apa saja yang diinginkan, budget maupun desain atau dekorasi cakenya,” tutup Monica.

www.facebook.com/LomunarPatisseries

Comments { 0 }

Sunny Side Up: Mengusung Sajian Berbahan Dasar Telur

Telur identik sebagai salah satu bahan utama berbagai hidangan. Tidak hanya untuk produk bakery ataupun pastry, telur pun juga digunakan sebagai bahan baku aneka hidangan mulai dari sarapan, makan siang bahkan hingga makan malam. Beragam penggunaan telur ini sendiri mendorong terbentuknya kalangan penyuka telur. Bagi kalangan ini, Sunny Side Up, restoran yang kini sudah memiliki 6 cabang bisa menjadi pilihan tempat makan yang tepat.

Sunny Side Up sendiri mengawali perjalanannya bisnisnya dari Ruko Alexandrite Gading Serpong hanya diawali dengan kesatuan visi kecintaan terhadap telur. Namun tidak sedikit pula orang yang meragukan nilai kesehatan dari aneka olahan telur. Maraknya kasus telur yang mengandung bakteri ataupun persepsi masyarakat akan telur yang dapat menyebabkan bisul membentuk sebuah pandangan negatif terhadap telur ini sendiri.

Pandangan-pandangan ini padahal tidak sepenuhnya benar, karena telur pun sebenarnya bisa dijadikan sebagai bagian gaya hidup sehat asal pemilihan telurnya tepat. Hal ini yang mendorong Anthony Setiadi, mendirikan restoran Sunny Side Up. “Saya ingin menciptakan gaya hidup sehat dengan memakan telur. Tentunya bukan dengan sembarang telur. Telur yang dikonsumsi harus telur yang sehat, salah satunya telur ayam kampung Arab,” harap Anthony.

Pemilihan Telur Yang Tepat

Pemilihan telur yang tepat membuat Sunny Side Up yakin akan kandungan nilai-nilai kesehatan dalam telurnya. Menurut Anthony, menggunakan telur ayam kampung Arab memberikan berbagai keunggulan dimana telur tidak berbau amis, bisa dikonsumsi pada saat mentah, tidak menyebabkan alergi atau bisul, meningkatkan vitalitas pria, mengandung 100 gram Omega 3, mengandung Betakaroten dan bebas dari bakteri Salmonella & Ecoli. “Ciri khasnya kuning telurnya lebih besar dan kenyal,” ungkap Anthony.

Terbukti Sunny Side Up mampu menjawab keraguan masyarakat terhadap telur. Sejak dibuka pertama kali pada tahun 2011 di kawasan Serpong, respon pelanggan yang datang sangat tinggi. Sunny Side Up tidak hanya dikunjungi oleh kalangan yang hobi menikmati telur, tetapi juga kalangan keluarga. Imbasnya tentu saja pada pengembangan bisnis Sunny Side Up yang  saat ini sudah memiliki 6 cabang yang tersebar di Ruko Alexandrite Gading Serpong, Summarecon Mall Serpong, Lippo Karawaci, Mall Kelapa Gading, dan Mall Alam Sutera dan yang terbaru di Mall Kota Kasablanka.

Menu Andalan Berbahan Telur

Sejak awal dibuka, Sunny Side Up konsisten menghadirkan menu berbagai macam omelette dan scramble eggs. Tidak hanya sebagai menu sarapan, omelette ataupun scramble egg pun juga bisa dijadikan sebagai menu makan siang. Dari segi konsep menu makanannya, sebenarnya Sunny Side Up tidak mengacu pada satu jenis hidangan. Tetapi beragam hidangan dari berbagai negara dihadirkan oleh Sunny Side Up, tentu dengan kreasi khas Sunny Side Up.

Salah satu menu yang menjadi favorit dan juga dianggap sebagai ikon Sunny Side Up oleh kalangan pelanggannya adalah Egg Bacon For Share. Menu ini terdiri dari tiga 3 egg bacon yang berukuran mini. Egg Bacon For Share ini menggunakan beef bacon dan menyelimuti telur yang dimasak seperti telur mata sapi. Pelanggan yang datang pun dapat memilih tingkat kematangan telurnya, antara setengah matang, tiga-perempat matang ataupun well-done.

 

Selalu Hadirkan Kreasi Menu Baru

Seiring bertambahnya cabang Sunny Side Up, membuat ekspektasi pelanggan terhadap Sunny Side Up pun kian tinggi. Menjawab semua harapan itu, Sunny Side Up pun mengeluarkan kreasi-kreasi menu baru untuk pelanggan setianya. Sebagai pilihan menu Omelette, Sunny Side Up menghadirkan White Omelette Chicken Mushroom, yakni Omelette dari putih telur dengan potongan ayam dan jamur. Kemudian Napoletan Egg Hotplate yakni masakan Hotplate yang terdiri dari omelette, potongan wortel dan kentang, bayam, dan 2 poached egg di atasnya.

 

Selain itu, Sunny Side Up juga meluncurkan menu pasta dan menu yang menggunakan berbagai saus istimewa. Seperti di Egg Benedict with Smoked Salmon yakni, English muffin yang dikombinasikan dengan selada organik, irisan tomat, dilengkapi dengan Smoked Salmon dan Poached Egg. Sebagai penambah rasanya, Egg Benedict with Smoked Salmon ini disajikan dengan saus hollandaise yang gurih. Adapula Healthy Pasta yakni Aglio Olio yang dicampur dengan egg tofu, potongan ayam dan brokoli.

Minumannya pun tidak luput dari kreasi Sunny Side Up. White Yolk Avocado yang merupakan jus putih telur yang terdiri dari 8 butir putih telur ayam kampung Arab, dengan rasa Alpukat yang segar. Kehadiran Sunny Side Up sendiri merupakan sebuah harapan baru bagi masyarakat penyuka telur namun ragu untuk mengonsumsinya.”Keberadaan kami membuat para pecinta telur dapat terpuaskan keinginannya untuk mendapatkan hidangan telur yang nikmat dan juga sehat,” pungkas Anthony.

 

Kota Casablanca, Food Society, Upper Ground unit MU 22, Jakarta

 

Comments { 0 }