Archive | Recommended RSS feed for this section

Crowne Plaza Jakarta, Hidangan Fusion Indonesia dan Oriental Khas Hotel Bintang Lima

Crowne Plaza Jakarta merupakan global business hotel untuk para business traveler yang terletak di kawasan segi tiga emas dan bersebelahan dengan Plaza Semanggi Mall. Hotel ini memiliki 357 guest rooms termasuk 125 deluxe rooms, 54 premier rooms, 42 club rooms, 10 regular suite, 16 club suite, 108 executive rooms, 1 chairman suite dan 1 presidential suite.

Selain itu Crowne Plaza Jakarta juga memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti meeting room, complete home office, dining dan entertainment seperti Beranda Cafe, Semanggi Lounge, Akane Japanese Restaurant, Maroush Middle Eastern Restaurant, Stingray Club & Lounge, Cake Shop.

Sajian dari Beranda Cafe
Tidak lengkap jika berkunjung ke Crowne Plaza Jakarta tanpa mampir ke Beranda Cafe yang merupakan tempat makan dengan menu International buffet setiap harinya. Menu pilihan terdiri dari Asian Food, European Food dan juga tersedia menu a la carte.

Beranda sudah hadir sejak Oktober 1995, dan mengusung konsep coffee shop dengan interior bernuansa modern classic. Memiliki kapasitas sekitar 150 tempat duduk, Beranda Cafe memiliki beberapa menu unggulan seperti Lamb Shank, Empal Balado, dan Nasi Goreng Buntut.

Lamb Shank sebelumnya dimarinate dengan daun bawang, batang seledri, bawang Bombay, wortel, lime, rosemary, dan dicampur dengan red wine, brown stock, black pepper, garam, dan bay leave. Setelah itu dimasak selama 3 jam sampai empuk, dan terakhir dipanggang dalam oven.

“Lamb Shank disajikan dengan mashed potato, dicampur dengan diced tomato, kalamata olive, chopped onion, chopped parsley, olive oil, red wine, vinegar, balsamic vinegar yang diaduk jadi satu. Untuk garnish ada rosemary di atasnya,” jelas Saripudin Restaurant Manager Beranda Cafe.

Berbagai Hidangan Pembuka
Dimulai dari makanan pembuka seperti Tuna Nicoise Salad, dengan bahan dasar tuna lokal yang terdiri dari mix mesclun, fresh tuna, paprika sweet powder, olive oil, quail egg, string bean, cherry tomato, kalamata olive, potato, anchovy, bell pepper, alfalfa sprout, dressing, dan paprika yang disajikan dengan Italian dressing yang terbuat dari olive oil, red wine vinegar, anchovy, dan chopped parsley.

“Sebelum disajikan dengan Italian dressing, ikan dibumbui dengan cuka, lea perrin sauce, lalu dipotong dan setelah itu dimasak medium. Terakhir dipotong kembali agar merahnya terlihat,” jelas Sugeng, Chef Beranda Cafe.

Sementara untuk Raw Beef Salad, daging sapi dimarinate terlebih dahulu dengan black pepper, garam, jahe yang dichop halus, lalu disajikan dengan salad yang terdiri dari paprika, onion, mesclun, minyak wijen, daun ketumbar, dan sedikit cuka.

Main Course Menu
Untuk menu main course kedua, seperti Empal Balado yang terbuat dari daging top side yang direbus dengan bumbu yang terdiri dari daun salam, serai, laos, garam, bawang putih. “Setelah daging direbus selama 1,5 jam dan menjadi empuk, daging diangkat dan diiris sebelum digoreng kembali. Disajikan dengan sambal, lalapan, rempeyek, dan nasi berbentuk kerucut,” papar Sugeng tersenyum.

Selain itu bagi pecinta nasi goreng disediakan menu Nasi Goreng Buntut di mana buntut sapi direbus dulu dengan bawang merah, bawang putih, lalu ditumis hingga wangi. Menggunakan perpaduan pala, jahe, lada, daun bawang, seledri, dan wortel, setelah itu direbus kurang lebih selama 3 jam. Setelah empuk pisahkan daging dari tulangnya. Hidangan ini kemudian disajikan dengan nasi goreng telur mata sapi, buntut, sambal merah, dan sate buntut yang dibakar dengan kecap inggris dan kecap manis.

Menu Afternoon Tea
Untuk minuman, Crowne Plaza juga menyediakan jenis Fresh Fruit Smothies dengan komponen seperti campuran pisang, apel, kiwi, fresh milk, disajikan dengan garnish apple yang dibentuk menyerupai angsa.

_DSC6909 - Copy

Setelah menikmati makanan pembuka dan makan utama tidak ada salahnya untuk mencicipi menu afternoon tea dengan konsep classic dan international seperti Strawberry Cheese Cake, Blueberry Cheese Cake, Tiramisu dengan mascarpone, whip cream, vanilla. Kemudian juga tersedia Macaroon, Cookies, Mini Sandwich dengan pilihan rasa, seperti Vanilla Cookies dan Chocolate Chip Cookies. Sedangkan bagi pecinta chocolate chip tersedia Chocolate Chip, Almond Slice, Choco Chip, dan English Cake.

Selain English Cake, Chocolate Brownies juga termasuk salah satu cake unggulan di Crowne Plaza. “Cooking method untuk Chocolate Brownies tergantung pada cara pencampuran dark chocolate dan butter. Untuk garnish-nya terbuat dari cokelat dan kacang hazelnut,” jelas Indri Wiana, Pastry Chef Crowne Plaza Jakarta. Sementara untuk teh disediakan premium teh merek Dilmah dengan berbagai pilihan rasa, seperti English breakfast tea, earl grey, dan pure chamomile flowers.

Menurut Dwiretno Nani Yogiastuti, Marketing Communication Manager Crowne Plaza Jakarta, bahwa setiap hotel mempunyai segmentasi dan target masing-masing dan tentunya hotel-hotel bintang lima di setiap daerah memiliki pelanggan setianya. “Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, kami selalu menghadirkan inovasi baru seperti fasilitas, layanan hingga promo menu baru di tempat makan kami,”pungkasnya. (RS/IR)

Jalan Gatot Subroto, Kav 2-3 Jakarta

Comments { 0 }

The Twig Café, Fun and Friendly Neighborhood Bistro

Salah satu café yang ada di area Pantai Indah Kapuk atau PIK yang dapat menjadi tempat pilihan bersantap adalah The Twig Café. Nuansa nyaman dengan permainan warna dan elemen kayu yang cukup dominan di area outdoor rupanya menjadi aplikasi dari konsep The Twig Café itu sendiri.

Dominasi Unsur Kayu dan European Classic
“Twig berarti ranting pohon. Konsep café dan resto akhirnya mengikuti nama café ini. Pada dasarnya pun, kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman, cozy dan natural dengan dominasi unsur kayu. Tapi, kami juga menghadirkan suasana berbeda di indoor area dengan tema European Classic yang juga tetap nyaman,” buka Wendy Anggono, Pemilik The Twig Café yang juga menjabat sebagai Marketing and Finance Director The Twig Café.

The Twig Café pun ternyata memiliki area operasional sebanyak 2 lantai. Total seating capacity untuk keseluruhannya adalah 75 seats. “Di lantai 2 ada Butik Lost and Found yang juga dikelola oleh The Twig Café. Sebagian area di lantai 2 adalah dining area berkapasitas total 20 seats sedangkan di lantai 1 totalnya sebanyak 55 seats,” jelas Wendy.

PIK Punya Potensi Untuk Terus Berkembang
Wendy Anggono yang akrab disapa Wendy ini mengakui jika The Twig Café merupakan usaha keluarga, didasari dari kecintaan keluarganya pada travelling dan kuliner.

Dari hobi kami tersebut, Wendy memutuskan untuk membuka The Twig Café ini dengan memilih lokasi di PIK. Saat berdirinya The Twig Café pada 21 Juli 2012, PIK belum seramai sekarang. “Tapi, kami sangat yakin jika PIK memiliki potensi untuk terus berkembang. Pertengahan sampai akhir tahun 2013, PIK mulai ramai dengan usaha F&B lainnya. Saat ini, bisa dibilang PIK sudah menjadi salah satu destinasi wisata kuliner pilihan di Jakarta,” kata Wendy.

Promo
The Twig Café menyajikan beragam menu ala western yang menurut Wendy sudah disesuaikan dengan selera lokal. Mulai dari beragam pilihan Pizza, Pasta, Rice, Sandwich hingga Desserts dan Cupcakes terlihat di menu The Twig Café.

“Kami juga memiliki menu yang menggunakan resep keluarga seperti Fried Rice dan Fried Noodle. Saat ini untuk promosi dine-in, kami memiliki kerjasama dengan Bank BCA dan Bank Panin di Maret 2014 dengan ketentuan minimum spending sebanyak Rp. 250.000 mendapatkan 20% discount,” ungkap Wendy.

Carnivore Pizza dan Pesto Pasta
Carnivore Pizza hadir dengan konsep Italian Thin Crust Pizza yang memiliki aneka topping lezat seperti seasoned chicken, bratwurst sausage, jamur, paprika, tomat, bawang bombai dan mozzarella.

Dari ranah Italian food, hadir pula Pesto Pasta dengan menggunakan homemade pesto sauce yang menurut Wendy menggunakan kacang almond dan daun basil segar. Pesto Pastanya disajikan dengan Ikan Dory yang digoreng seperti katsu, memberikan sensasi paduan Italian Food dan Asian Food atau fusion food yang cukup unik.

Cupcakes dan Desserts
Di The Twig Café terdapat desserts showcase yang memajang aneka ragam desserts dan cupcakes. Beberapa varian desserts yang tersedia meliputi Earl Grey Panna Cotta, Adam’s Apple Crumble, Chocolate Molten Cake dan sebagainya. Selain dessertsnya, rupanya cupcakes pun menjadi salah satu menu favorit di The Twig Café. “Adik saya, Cindy Anggono yang membuat cupcakes-cupcakes tersebut,” kata Wendy.

Varian Cupcakes

Varian Cupcakes

Ada lebih dari 10 varian rasa cupcakes di The Twig Café, seperti Vanilla Keylime, Peanut Butter and Jelly, Taro, Bailey’s, Strawberry Shortcupcake, Cookies and Cream dengan 4 rasa favorit yang meliputi Red Velvet Cupcake, Very Chocolate Cupcake, Blueberry Cream Cheese dan Pink Panther.
“Kami menggunakan pewarna makanan organik untuk beberapa cupcake yang memang memerlukan penggunaan pewarna khusus untuk makanan yang aman, seperti Red Velvet Cupcake, Blueberry Cream Cheese dan sebagainya,” jelas Wendy.

Coffee Pairing
Rupanya Wendy dan Cindy sepakat untuk menggunakan frosting cupcake yang bertekstur ringan, smooth dengan citarasa manis yang seimbang. “Sedangkan untuk basic cakenya, kami menggunakan sponge cake method yang kami tambahkan sour cream supaya teksturnya lebih kokoh dan tidak mudah hancur juga lebih moist,” ungkap Wendy.

Aneka cupcake dan dessert ini tentunya bisa dinikmati dengan segelas minuman kopi maupun tea dari The Twig Café, menjadi pairing yang menurut Wendy sangat cocok untuk dipadankan. Menurut Wendy, untuk minuman kopinya, The Twig Café menggunakan biji kopi yang diimpor dari Italia. “Semua minuman kopi kami digiling dan di-brewing langsung saat ada pemesanan. Beberapa yang menjadi favorit adalah Café Latte dan Caramel Mochacinno,” tuntas Wendy. (DS/HW)

Jl. Marina Indah – Ruko Crown Golf Blok B No. 5, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara – Telp: 021-2942 4808

Comments { 0 }

PARISH Cake Shop, Variasi Produk Cake Unik dengan Konsep DIY

Konsep DIY atau Decorate It Yourself memang menjadi konsep pilihan 3 Pemilik PARISH Cake Shop, yaitu Ditta Wahab, Sandy Brananto dan Nine Wahab Susilo. Ditta Wahab yang siang itu menemani BARECA MAGAZINE berbincang, menjelaskan bahwa PARISH Cake Shop termasuk The 1st DIY cake shop di Indonesia.

“Kami menyediakan icing booth dengan beragam pilihan topping yang memberikan keseruan tersendiri serta aktifitas yang menyenangkan bagi pelanggan. Saat ini, kebebasan untuk mendekorasi cake dengan topping atau hiasan pilihannya sendiri tidak hanya berlaku untuk cake saja, tetapi juga untuk cupcakes,” buka Ditta Wahab.

_DSC2798 - Copy

Cupcakes dengan Cream Frosting Style
Ragam varian rasa cupcakes yang ada di PARISH Cake Shop terlihat cukup menarik karena adanya permainan warna dari masing-masing rasa. Tersedia 2 ukuran, yaitu regular cupcake dan baby cupcake dengan ukuran mini. PARISH Cake Shop pun rupanya lebih memilih cream frosting untuk daily cupcakesnya. Meskipun begitu, Ditta Wahab mengakui, jika PARISH Cake Shop menerima customized cake dan cupcakes yang menggunakan dekorasi fondant.

“Kami di PARISH Cake Shop tidak menyukai cream frosting yang mengendal dan menempel di langit-langit lidah. Jadi, untuk daily cupcakes, kami memang memilih menggunakan cream frosting yang lembut, ringan dengan rasa yang juga enak. Sebagian besar bahkan menggunakan cream frosting yang dibuat dari campuran whipping cream dan cream cheese dengan diberi tambahan gula bubuk,” kata Ditta Wahab.

DIY Cupcake & Love Postcard Cake
Keunikan mendekorasi cupcake di PARISH Cake Shop dapat dicoba oleh para pelanggan PARISH Cake Shop dengan harga Rp.20.000 per buah cupcake regular. Harga sudah termasuk icing untuk menulis pesan singkat dan topping-topping dekorasi, seperti buah cherry, rainbow sprinkles, choco balls, dan sebagainya.

“Kami memang ingin menghadirkan produk-produk yang unik dan fun. Untuk Valentine 2014 lalu, kami membuat Love Postcard Cake. Love Postcard Cake adalah 1 slice cake pilihan yang ditempeli sugar paper bermotif postcard yang dapat ditulisi dengan menggunakan edible pen berwarna-warni. Pilihan cake-nya bisa Rainbow Cake, Red Velvet Cake, dan sebagainya,” jelas Ditta Wahab.

Diablo Cupcake, Red Velvet Cupcake, Strawberry Cupcake, Cookies and Cream Cupcake, Cream Cheese Cupcake dan Mocca Cupcake adalah sebagian dari varian rasa Cupcake yang tersedia di PARISH Cake Shop. “Valentine 2014 lalu, kami juga membuat Rose Cupcake dengan cream frosting berwarna-warni pastel,” ujar Ditta Wahab.

Fusion Cake
Di lini cake, Ditta Wahab menjelaskan bahwa produk awal PARISH Cake Shop yaitu varian seperti Square Cake masih tersedia. Ada Diablo Chocolate Square, Fudge Chocolate Square, White Chocolate Square, Skippy Chocolate Square dan Latte Chocolate Square. “Saat ini, kami menambahkan 1 varian square cake, yaitu Diablo Deluxe. Selain varian Square Cake, kami juga memiliki All Time Favorite seperti Opera Cake, Tiramisu, Cheese Cake dan sebagainya. Saat ini, kami juga menambahkan varian Round Cake,” kata Ditta Wahab.

Melihat perkembangan fusion cake yang menggunakan beragam olahan jadi yang tersedia di supermarket, Ditta Wahab mengakui terinspirasi pada tren tersebut. Pinky Pocky Cake dan Kit Kat Cake adalah beberapa cake yang masuk dalam jajaran menu PARISH Cake Shop berkonsep fusion cake.

“Kami memang tidak ingin berhenti berkreasi dalam hal produk-produk baru yang inovatif dan juga fun. Kami pun berusaha mengakomodasi permintaan khusus para pelanggan PARISH Cake Shop akan customized cake yang tentunya memerlukan pendekatan personal, sesuai konsep PARISH Cake Shop yang kami terapkan. Selain itu, kualitas dan citarasa tetap menjadi perhatian utama di PARISH Cake Shop,” tuntas Ditta Wahab

Teknik-Teknik Membuat Cupcake yang Maksimal
Ditta Wahab, salah satu Pemilik PARISH Cake Shop yang memiliki 3 gerai di Jakarta ini, menjelaskan bahwa sebaiknya cupcake menggunakan basic cake yang kokoh, tetapi dengan tekstur yang tetap lembut dan fluffy. “Saya menyarankan pemisahan telur dengan mengocok putih telur secara terpisah, untuk memberi tekstur cake yang fluffy,” jelas Ditta Wahab.

Selain dapat menggunakan teknik pengocokan mentega atau creaming method, Ditta Wahab juga memberikan alternatif teknik resep dengan menggunakan vegetable oil untuk memberi moisture pada serat cake sehingga menjadi lebih lembut. Teknik pembuatan cupcake yang mencampur bahan kering dengan bahan cair yang menggunakan vegetable oil tersebut, menurut Ditta Wahab dapat menghasilkan cupcake yang tetap kokoh, selain tentunya lebih moist.

Ditta Wahab menambahkan bahwa untuk cream frostingnya lebih baik menggunakan cream frosting yang ringan, tetapi kaya rasa. Cupcake pada dasarnya adalah cake berukuran kecil, sehingga sebaiknya citarasanya tetap maksimal.

“Salah satu upaya kami untuk membuat produk cupcake di PARISH Cake Shop lebih maksimal adalah dengan memberi isian di dalam cupcakenya. Isian untuk cupcake sebaiknya dimasukkan setelah cupcake yang telah matang menjadi dingin. Caranya, bisa dengan melubangi bagian tengah cupcake dengan pisau atau alat khusus sehingga tercipta lubang kecil untuk mengisi isian sesuai selera,” tutup Ditta Wahab.

FX Sudirman, FB Floor unit K-4 – Sudirman, Jakarta Pusat

Comments { 0 }

The Playground, Hadirkan Swing Table dan Kreatifitas Olahan Menu Food & Beverages

Konsep unik sebuah usaha resto dan café tentu menjadi nilai lebih yang dapat menjadi faktor penarik perhatian para tamu yang berkunjung. Dengan semakin berkembangnya industri makanan atau F&B di kota-kota besar di Indonesia, tentunya para pelaku industri ini harus memiliki visi yang kuat untuk mampu bersaing di kancah usaha F&B.

Swing Table and Merry Go Round
The Playground hadir dengan konsep resto yang terbilang unik dan berbeda. Mengadopsi konsep taman bermain, tetapi dengan nuansa resto yang tetap cozy dan penggunaan elemen panel kayu serta pilihan beberapa tipe meja-kursinya.

“Kami memang ingin menampilkan konsep resto yang berbeda dengan nuansa childhood memory yang fun. Di The Playground, ada Swing Table atau meja dengan kursi ayunan dan Merry Go Round Table, selain pilihan kursi dan sofa regular. Meskipun konsep yang diambil fokus pada konsep taman bermain, tetapi cozy ambiance tidak kami lupakan karena target market adalah untuk semua umur,” buka Georgetta Sukamto, Pemilik The Playground.

Fusion Food with Creativity and Originality
Resto yang berdiri sejak September 2011 dengan lokasi pertama di Plaza Indonesia ini rupanya sudah memiliki gerai resto kedua di Pondok Indah Mall Street Gallery sejak bulan Mei 2013 lalu.

“Untuk The Playground Plaza Indonesia, target pasar kami memang lebih mengarah ke young adults dan para pekerja kantoran. Sedangkan di The Playground Pondok Indah Mall, family dan young adults merupakan jenis tamu yang banyak berkunjung,” kata Georgetta Sukamto.

Tentu menjadi sia-sia, jika sebuah usaha F&B hanya fokus pada sisi konsep desain restonya saja. Hal ini menjadi perhatian khusus The Playground yang ternyata mampu dan berhasil membawa konsep menu F&Bnya ke sisi kreativitas yang berbanding lurus dengan kreativitas dalam menghadirkan konsep resto yang unik dan berbeda.

“Kami ingin menghadirkan menu-menu fusion food with creativity and originality dengan dilengkapi menu beverages yang juga unik dan original,” jelas Georgetta Sukamto.

Ping!!! My Nachos
Menu appetizer unik, Ping!!! My Nachos menjadi menu pembuka yang direkomendasikan Georgetta Sukamto. Emping yang merupakan snack tradisional Indonesia disulap menjadi makanan ala resto yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki presentasi sajian yang menarik.

Di atas gorengan empingnya diberi tumisan daging sapi berbumbu yang kemudian diberi keju mozzarella yang meleleh karena proses pemanasan dengan api atas. Irisan cabe rawit merah menjadi garnish sekaligus memberi spicy note saat tersantap dengan emping bertopping dagingnya. Ada side dish tomato salsa yang bisa dicampurkan untuk memberi freshly herbs note yang membuat Ping!!! My Nachos semakin lezat untuk disantap.

Infamous Insanity Rice
Georgetta Sukamto yang menyukai menu Nasi Edan, terinspirasi untuk menghadirkan Infamous Insanity Rice dengan level kepedasan yang dapat dipilih, mulai dari sane, normal, extra spicy dan yang terpedas, insane level.

_DSC3934 - Copy

“Selain itu, untuk menu main course kami juga memiliki banyak sekali varian mulai dari pasta, steak, rice, Indonesia food dan sebagainya. Salah satu menu favorit di lini main course adalah Honey Red Wine Salmon,” jelas Georgetta Sukamto.

Honey Red Wine Salmon menggunakan Norwegian Salmon dengan pink flesh yang lembut dan terasa kesegarannya. Bagian kulit luarnya cukup renyah, menandakan proses pemasakan yang tepat. Honey Red Wine Salmon disajikan dengan Fried Spinach yang tertulis sebagai Spinach Bakwan di menu dan Mix Potatoes Chips yang terdiri dari sweet potato chips dan regular potato chips. Saus honey red wine sauce menjadi pelengkap sajian ini.

Mocktail and Cocktail
Di lini beverages, ada menu mocktail Passionate yang memiliki campuran potongan dan tumbukan buah-buahan segar seperti kiwi, peach, strawberry dan lime yang memberi ekstra rasa segar yang kuat. Sedangkan untuk cocktail menu, Mimi Cucu menjadi signature cocktail di The Playground.

“Mimi Cucu disajikan dalam botol minuman bayi, tetapi tanpa dot penutup. Sebagai gantinya, kami membuat permen dot yang diberi rainbow sprinkles. Mimi Cucu mungkin terdengar seperti menu minuman untuk anak-anak, tetapi sesuai kategorinya sebagai cocktail, Mimi Cucu memiliki campuran Rum di dalamnya,” kata Georgetta Sukamto.

Menu Dessert Favorit; Pandanlicious
Sebagai penutup, ada beragam desserts yang menjadi menu favorit di The Playground. Salah satunya, Pandanlicious atau Martabak Pandan yang memiliki tesktur yang lembut dengan aroma pandan yang khas. Vla yang dibuat dengan campuran fresh milk dan santan menjadi topping lezat bersama unti kelapa yang dibuat dari pemasakan parutan kelapa dan gula merah. Taburan wijen putih sangrai menambah aroma dan rasa tradisional yang kuat di menu Martabak Pandan.

Khusus di The Playground Plaza Indonesia, ada beberapa on going promo yang berlangsung. Mulai dari Package Lunch hingga Three in One. “Promo Three In One berlaku setiap hari Jumat dan Sabtu dengan ketentuan buy 3 get 1 cocktails,” tuntas Georgetta Sukamto.

Plaza Indonesia Extension, 4th Floor, Unit E18 E19 & E21, Jl. M.H. Thamrin Jakarta Pusat

Comments { 0 }

New York Bakery, Korean Bakery Moderen

Mengusung sebagian besar jenis produk roti ala Korea, New York Bakery membuka gerai pertamanya sejak 17 Januari 2014 lalu. Dengan konsep gerai yang mengedepankan unsur kayu dan tema taman yang nyaman, keberadaan New York Bakery cukup menarik perhatian dengan segera.

“Kami mendesain sendiri gerai New York Bakery dengan menggunakan beberapa item dekorasi ruangan yang kami bawa langsung dari Korea. Penggunaan unsur kayu yang dominan, kami rasa, sangat cocok dengan sebuah bakery yang identik dengan roti-roti hangat,” buka Kim Dong Ok, Pemilik dan Branch Manager New York Bakery di Indonesia yang memiliki latar pengalaman di bidang Desain Interior.

Franchise dari Korea
Bersama sang anak, Oh Tae Hoon, Kim Dong Ok membawa gerai New York Bakery yang menurutnya sudah sangat terkenal di Korea. “New York Bakery memang franchise. Alasan kami membawa New York Bakery dari Korea ke Jakarta adalah karena kami ingin memperkenalkan roti-roti ala Korea ke konsumen lokal di sini dengan harga yang terjangkau,” kata Kim Dong Ok.

Oh Tae Hoon yang cukup fasih berbahasa Indonesia seperti sang Ibu, menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk permulaan, mereka sengaja tidak memilih lokasi di pusat kota Jakarta yang dikenal sebagai pusat bisnis Ibukota, karena ingin mempertahankan konsep harga roti yang tidak terlalu mahal dengan kualitas yang tetap premium.

Konsumen Lokal Lebih Suka Roti Isi
1 tahun lebih diakui Oh Tae Hoon diperlukan dalam menyiapkan pembukaan gerai New York Bakery ini. Meskipun belum terlalu lama berdiri, Oh Tae Hoon dan Kim Dong Ok mulai memahami selera pasar lokal masyarakat Ibukota.

“Setelah kami pelajari, memang ada perbedaan antara konsumen di sini dengan konsumen di Korea. Salah satunya, konsumen lokal di sini ternyata jauh lebih menyukai roti dan donat dengan isian sehingga kami pun membuat donat dengan isian seperti isi cokelat juga isi kacang merah,” jelas Oh Tae Hoon.

Produk Favorit
An Pan Donat, Roti An Pan, Dobutsu atau Roti Cokelat, Chocolate Danish, Apple Pie, hingga Baguette, Roti Gandum dan Muffin diakui Kim Dong Ok menjadi sebagian produk favorit para konsumen New York Bakery.

Roti An Pan yang memiliki isian kacang merah yang sudah dihaluskan dan dimasak memiliki citarasa yang tidak terlalu manis. Hal ini diakui Kim Dong Ok menjadi salah satu ciri roti Korea yang memang memiliki konsep less sweet, hampir sama dengan jenis Japanese Bread.

“Semua produk roti, kami buat baru setiap harinya. Dan kami tidak menjual kembali produk roti yang tidak habis untuk keesokan harinya. Hal ini kami lakukan untuk menjaga kualitas. Selain itu, kami pun membuat roti-rotinya tanpa bahan pengawet sehingga memang memiliki daya tahan yang tidak terlalu lama,” jelas Kim Dong Ok.

Chocolate Muffin and Vanilla Muffin
Di New York Bakery, tersedia 2 varian muffin, yakni chocolate muffin dan vanilla muffin. Muffinnya memiliki tekstur bagian dalam yang cukup moist dengan permukaan agak renyah karena proses pemanggangannya. Aroma gurih mentega yang khas cukup kuat menyeruak dan memberi catatan rasa yang alami dengan rasa manis yang juga terbilang rendah.

Newyork Bakery-7672 - Copy

Menurut Oh Tae Hoon, menyantap muffin jauh lebih enak dengan di-pairing bersama Black Coffee. Tetapi, karena muffin yang dibuat tidak terlalu manis, Oh Tae Hoon pun menyarankan untuk menyantap dengan jenis minuman kopi lainnya seperti Café Latte, Cappuccino dan sebagainya. Khusus di New York Bakery, konsumen bahkan bisa menyantap roti-roti ataupun muffin ini dengan minuman signature ala New York Bakery, yaitu Korea Honey Lemon Tea.

Korea Honey Lemon Tea disajikan dengan cara mencampur minuman teh dengan selai homemade dari buah Yuzu atau lemon yang menurut Oh Tae Hoon banyak terdapat di Korea dan Jepang. Buah yang temasuk golongan citrus ini dikenal luas dengan sebutan Yuzu dan di Korea sendiri menurut Oh Tae Hoon disebut dengan Yuza.

“Di Korea, minuman teh dengan buah Yuzu atau Yuza ini dikenal dengan nama Yuza-Cha. Rasa manis alami dari madu dan segar ala buah Yuzu atau Yuza memberi keunikan tersendiri dan sangat cocok diminum hangat ditemani sepotong roti ataupun muffin,” pungkas Oh Tae Hoon.

Mentega (Butter) dan Teknik Creaming Method Hasilkan Muffin yang Moist
Menurut Oh Tae Hoon, teknik pembuatan muffin di New York Bakery menggunakan teknik creaming method. “Kami memilih teknik tersebut karena dapat memberikan konsistensi tekstur muffin yang padat namun tetap moist. Tekstur yang moist didapat dari penggunaan mentega atau butter. Penggunaan mentega atau butter juga memberi aroma khas dan rasa yang lebih kaya,” jelas Oh Tae Hoon.

Langkah pembuatannya, menurut Oh Tae Hoon, tidak jauh berbeda dengan membuat butter cake. Mentega atau butter dikocok lebih dulu dengan gula hingga mengembang lalu dimasukkan telur. Pengadukan telurnya hanya sampai rata saja lalu dimasukkan bahan kering seperti tepung terigu dan sebagainya, secara bertahap. “Untuk mendapatkan tekstur muffin yang moist, jangan mengaduk adonan sampai overmix. Suhu oven dan waktu pemangganganpun harus tepat untuk mendapatkan hasil jadi muffin terbaik,” tuntas Oh Tae Hoon.

Plaza Bintaro Jaya Lt.1 Jl. Bintaro Utama III A Blok DT 10 Jakarta

Comments { 0 }

Dulce Bene, Kedepankan Citarasa Produk Pastry Favorit

Macaron menjadi salah satu dasar ketertarikan Benedicta Estherina Ternawati dalam mendalami bidang baking dan pastry. Dimulai dari proses trial and error Macaron hingga mendapatkan resep yang tepat, Benedicta Estherina Ternawati yang akrab disapa Estrin ini, memulai usaha toko kue online dengan mengusung brand Dulce Bene.

“Pada awalnya, Dulce Bene memang dikenal karena Macaronnya. Pertengahan tahun 2010, saat saya mulai menjual Macaron melalui Dulce Bene, memang belum banyak toko kue online yang menjual Macaron. Saat itu, saya bahkan pernah menjadi pemasok Macaron di beberapa kafe di Jakarta,” buka Benedicta Estherina Ternawati, Pemilik Toko Kue Online Dulce Bene.

American Style Cake
Menyadari bahwa perkembangan pastry tidak hanya berhenti di produk Macaron semata, Estrin memutuskan menambah varian produk di Dulce Bene. Mulai dari whole cake, cupcake beragam rasa, muffin dan produk pastry lainnya mulai dijual Estrin kepada para konsumen Dulce Bene.

“Untuk kategori cake, saya lebih memilih fokus pada American style cake yang memiliki ciri khas simple décor. Sisi citarasa menjadi penyeimbang dari jenis American Cake yang memang dikenal rustic, tidak sehalus (fine) French pastry. Jadi, di Dulce Bene, citarasa menjadi faktor utama saat saya membuat menu yang akan dijual,” jelas Estrin.

Best Selling Cupcakes
Beragam cupcake diakui Estrin mulai menjadi favorit para konsumen Dulce Bene, setelah Macaron. Bisa jadi, karena Estrin pun mengikuti tren rasa produk pastry yang digemari. Contohnya Nutella Cupcake ataupun Chocolate Fudge with Fleur de Sel.

_DSC2723_1 - Copy

Dengan basic chocolate cake yang pekat dengan rasa cokelatnya, Estrin memberi filling chocolate ganache pada Chocolate Fudge with Fleur de Sel, yang kemudian didekorasi dengan frosting berupa chocolate fudge frosting. Sentuhan akhir berupa sedikit taburan garam laut asal Bali menjadi sisi menarik yang unik.

Pemesanan untuk cupcake di Dulce Bene, minimal adalah ½ lusin. Selain daily order, Estrin juga menerima pemesanan customized cupcake dengan dekorasi simple menggunakan fondant, seperti bunga-bunga dari fondant.

“Saya pribadi kurang menyukai rasa fondant, jadi untuk penutup bagian atas cupcake, saya lebih fokus pada penggunaan cream frosting,” kata Estrin yang mengakui pernah menerima pesanan 5 tiers wedding cupcake yang memerlukan 100 buah cupcake yang disusun menggunakan cake tiers.

Basic Cake and Frosting
Frosting yang lembut untuk cupcake menjadi pilihan Estrin. Estrin lebih senang menggunakan frosting buttercream dari mentega tawar karena teksturnya yang lembut, ringan dan creamy. Dia juga membuat cream cheese frosting untuk Red Velvet Cupcake dan chocolate fudge frosting untuk Chocolate Cupcake.

“Semua cupcake di Dulce Bene juga saya beri isian. Karena, cupcake itu cake yang dibuat dalam bentuk cup. Cake sendiri pasti memiliki elemen filling selain frosting. Jadi, ketika membuat cupcake, sebaiknya juga memiliki elemen cake, yaitu filling dan frosting,” kata Estrin.

Teknik creaming method menjadi pilihan Estrin dalam membuat cupcake-nya. Estrin menilai, penggunaan creaming method memang menjadi resep dasar sebagian besar cupcake.

“Kalau menggunakan teknik sponge cake, umumnya hasil jadi akan lebih lembut, tetapi sangat rapuh jika diberi dekorasi frosting maupun dekorasi berupa fondant. Teknik creaming method akan menghasilkan tekstur cake yang padat, tetapi moist sehingga bisa lebih kokoh menahan beban dekorasi di bagian permukaannya,” papar Estrin.

Banana Muffin dan Mini Raspberry Cheese Cake
Banana Muffin adalah produk baru di Dulce Bene yang dibuat Estrin dengan memodifikasi Banana Cake. Estrin menggunakan teknik The Muffin Method atau penggabungan dry ingredients (bahan kering) seperti tepung terigu, garam dan sebagainya dengan wet ingredients (bahan cair) seperti telur, fresh milk, liquid fat dan lain-lain. “Jangan overmix saat memasukkan bahan cair ke dalam bahan kering. Kalau overmix, hasil jadi muffinnya tidak akan moist,” jelas Estrin.

Estrin juga membuat cheese cake yang dia panggang dalam kemasan cup cases yang umumnya digunakan untuk cupcake dan muffin. Menurut Estrin, Mini Raspberry Cheese Cake juga merupakan salah satu best selling item di Dulce Bene.

Estrin menggunakan homemade raspberry jam untuk swirl topping di permukaan cheese cakenya. Salah satu rasa French Macaron di Dulce Bene, yaitu Raspberry Macaron juga menggunakan buah rasberi asli untuk mendapatkan rasa asam segar khas rasberi. “Sesuai konsep Dulce Bene, citarasa menjadi poin yang sangat saya perhatikan,” pungkas Estrin.


Memperhatikan Teknik Pembuatan dan Pemanggangan Cupcake

Menurut Benedicta Estherina Ternawati, Pemilik Toko Kue Online Dulce Bene, ada beberapa poin penting dalam membuat cupcake.

1.Setelah mengocok adonan mentega dan gula pasir hingga mengembang, kemudian memasukkan telur, aduk hingga rata saja.

2.Saat memasukkan bahan kering seperti tepung terigu, garam dan sebagainya, harus dalam beberapa tahap, bergantian dengan bahan cair seperti fresh milk. Di poin ini, jangan mengaduk hingga overmix.

3. Suhu 175°C cukup ideal untuk memanggang cupcake. Panggang adonan cupcake cokelat selama kurang lebih 30 menit, sedangkan adonan red velvet cupcake, selama 20 menit. Tentunya, lama pemanggangan akan bervariasi, tergantung jenis resep dan panas oven masing-masing.

4.Saat mengisi adonan cupcake ke dalam cupcases-nya usahakan setinggi ¾ dari tinggi cupcasesnya. Tentu saja, supaya hasil jadi cupcakenya dapat mengembang bagus, rata dan tidak meluber karena terlalu penuh.

www.facebook.com/dulce.bene

Comments { 0 }

Butter Jakarta, Citarasa Unik Caramel Pop Cupcakes

Memulai usaha yang berawal dari rumah dengan sistem penjualan online, Zul Siregar dan Pipit Malkan justru berhasil membawa konsep Butter Jakarta menjadi sebuah usaha F&B yang lebih serius. Menempati sebuah tempat di bilangan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Butter Jakarta bertransformasi menjadi sebuah cake studio yang dilengkapi dengan sisi café yang nyaman.

Cake Studio and Café Concept
Butter Jakarta berawal sejak tahun 2012. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Zul dan Pipit memutuskan membuka gerai Butter Jakarta di bulan November 2013 lalu dengan konsep cake studio and café. “Tahun 2014 ini, kami juga berencana membuka kelas kursus decorating cake,” buka Pipit Malkan, salah satu Pemilik Butter Jakarta.

Zul Siregar yang bertanggung jawab di produksi Butter Jakarta, mengakui pernah mengikuti kelas decorating cake bersama para pengajar decorating cake yang sudah dikenal luas.

Zul tidak memiliki latar pendidikan kuliner maupun pastry. Dia berangkat dari desain, tetapi saat ini Zul justru merasa terbantu dengan pendidikan desain yang sempat diambilnya. “Karena, pada dasarnya decorating cake adalah sebuah seni dan tentunya sebagai seorang Cake Decorator harus mampu mendesain sebuah cake sesuai permintaan pelanggannya,” kata Zul Siregar.

Daily Rotation Pastry Menu
Zul Siregar mengakui jika saat ini, produk pastry dan cake yang tersedia di Butter Jakarta diterapkan daily rotation dengan beberapa item seperti Scones, Cookies, Cupcakes, Brownies, Éclair dan sebagainya yang dilengkapi dengan beberapa menu minuman ala café.

_DSC3417 - Copy

Scones yang ada di Butter Jakarta berbentuk segitiga, seperti potongan dari sebuah whole cakes. Bentuk yang termasuk klasik dari sebuah Scones. “Kami membuat Scones dan produk lainnya, segar setiap harinya. Tentunya, untuk menjamin kualitas produk yang ada di Butter Jakarta,” ungkap Zul Siregar yang diamini oleh Pipit Malkan.

Ragam Rasa Cupcakes
Cookies yang dijual di Butter Jakarta berbentuk cukup besar dan dijual 5 potong per 1 kemasan. Untuk pilihan rasa cookiesnya, pelanggan Butter Jakarta bisa memilih Chocolate Chip Cookies atau Salted Caramel Soft Baked Cookies. Sedangkan untuk Brownies, Éclair dan Cupcakes dapat dibeli satuan.

“Kami memiliki beberapa varian rasa Cupcakes. Beberapa di antaranya adalah
Mix Berries Passion Fruit Cupcake, Chocolate Caramel Pop Cupcake, Triple Chocolate Cupcake, Caramel Pop Cupcake, Pistachio Sundae Cupcake dan lain sebagainya,” jelas Zul Siregar.

Triple Chocolate Cupcake memiliki basic chocolate cake yang cukup kuat citarasa cokelatnya dengan tekstur yang moist. Diisi dengan chocolate ganache filling dan diberi frosting chocolate buttercream membuat Triple Chocolate Cupcake sangat cocok bagi penggemar cokelat.

Mix Berries Passion Fruit Cupcake dan Caramel Pop Cupcake
Penyuka rasa segar, bisa memilih Mix Berries Passion Fruit Cupcake yang menggunakan basic cake yang diberi mix berries flavor dengan frosting berupa passion fruit buttercream. Tekstur buttercreamnya sangat lembut dan dapat terasa dengan jelas jejak penggunaan butter atau mentega.

“Kami memang menggunakan teknik French Buttercream untuk basic frosting buttercream-nya. Selain karena kami berdua lebih menyukai tekstur buttercream yang lembut dan mudah lumer saat disantap, kami juga merasa jika buttercream yang dibuat dengan teknik French Buttercream jauh lebih enak,” jelas Zul Siregar.

Salah satu rasa cupcake yang ada di Butter Jakarta yang terbilang unik adalah Caramel Pop Cupcake. Basic cake nya menggunakan Earl Grey Cake yang menggunakan campuran teh jenis Earl Grey yang sangat khas dengan Bergamot flavor-nya. Penggunaan crushed caramel popcorn sebagai campuran dalam frosting buttercreamnya memberi tambahan sensasi rasa manis karamel dengan tekstur popcorn yang khas. Beberapa buah caramel popcorn diletakkan di bagian atas cupcake sebagai sentuhan dekorasi yang menarik.

Selain daily rotation cake and pastry, Butter Jakarta juga menerima pemesanan cake decorating untuk event atau acara-acara khusus, seperti untuk wedding, birthday, anniversary dan lain sebagainya. “Kami juga menerima pemesanan cupcake yang didekorasi dengan fondant yang lebih banyak dipesan juga untuk acara-acara khusus,” tuntas Zul Siregar.

Tips Singkat Membuat Cupcake ala Butter Jakarta
Menurut Zul Siregar, aplikasi teknik creaming method seperti pada pembuatan jenis butter cake merupakan teknik yang dipergunakan di Butter Jakarta.

“Kami lebih memilih teknik ini karena teksturnya yang lebih kokoh, tetapi tekstur cakenya tetap moist karena adanya kandungan butter atau mentega,” kata Zul Siregar. Cupcake yang kokoh diakui Zul Siregar sangat penting karena dapat menahan beban bahan dekorasi di atas permukaan cupcake-nya.

“Saat mengolah, yang harus diperhatikan adalah suhu bahan baku. Usahakan semuanya dalam suhu ruang, sehingga ketika diolah, adonan akan tercampur rata dengan mudah. Kalau menggunakan mentega atau butter dalam keadaan dingin dan keras, kemungkinan besar adonannya tidak akan tercampur rata dan halus. Hal ini juga dapat memengaruhi proses pengembangan cupcake saat dipanggang,” jelas Zul Siregar.

Suhu 180°C dipilih Zul Siregar sebagai suhu yang tepat untuk memanggang cupcake dengan ukuran diameter regular 6 cm, selama 15 menit atau hingga benar-benar matang. “Di Butter Jakarta, kami selalu memasukkan cupcake yang masih hangat ke dalam wadah kedap udara dan langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Hal ini, menurut uji coba kami dapat menambah tingkat moisture atau kelembaban tekstur cupcake-nya sehingga dapat lebih lembut. Kami tidak khawatir akan cepat basi atau berjamur karena kami selalu membuat baru, setiap harinya di Butter Jakarta,” tuntas tips dari Zul Siregar.

Gedung Promenade Jl. Warung Buncit Raya No.98 Jakarta-Selatan

Comments { 0 }