Archive | Recommended RSS feed for this section

ASAFoods, High Quality Frozen Dough, Fresh Bakeries, Pastries and Food To Go with ISO 22000’s Food Safety Certification

Industri di sektor frozen dough maupun fresh products yang semakin berkembang di Indonesia semakin bergerak maju dengan didukung keberadaan food manufacturing yang bergerak di sektor tersebut. Hal ini tentunya semakin menunjang pertumbuhan konsumsi pasar yang dituju, sehingga pertumbuhan ekonomipun ikut meningkat dari waktu ke waktu.

Target Menjadi Market Leader
Salah satu perusahaan Manufacturing yang konsisten bergerak di bidang high quality frozen Dough, Fresh Bakeries, Pastries, Cakes and Food-to-Go yang juga bergerak di retail food market serta merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia adalah ASAFoods.

“ASAFoodenesia Abadi atau ASAFoods sudah mulai beroperasi sejak akhir tahun 2007. Kami memiliki visi untuk mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan yang sehat dan berkualitas tinggi. Harapan kami di 5 tahun ke depan adalah ASAFoods bias menjadi leader dalam memasok produk-produk makanan, termasuk produk pastry dan bakery dengan kualitas terbaik di Indonesia,” buka Andreas Sutanto, President and CEO ASAFoods.

No Preservatives Added Products dan ISO 22000
Menurut Andreas Sutanto, ASAFoods menerapkan konsep no preservatives added products untuk semua produk yang diproduksi di ASAFoods. “Kami memiliki fasilitas unique combo yaitu frozen dough dan fresh products, contohnya croissant, puff pastry, toast bread, brioche, healthy bread dan cake serta foods seperti chicken teriyaki, pasta, spaghetti, nasi uduk dan lain sebagainya,” ujar Andreas Sutanto.

Standar food safetypun sudah dikantongi oleh ASAFoods. “Luas pabrik kami sebesar 3.300 m2 dan sudah memiliki sertifikat ISO 22000:2005, certified by SGS in Food Safety Management Standard. Jadi ASAFoods sudah memiliki standar food safety untuk hygiene dan sanitasi yang diakui secara internasional,” jelas Andreas Sutanto.

Kapasitas Produksi 100.000 Potong
Lebih dari 50 jenis produk dengan kisaran angka 100.000 pcs, menurut Andreas Sutanto diproduksi di ASAFoods setiap harinya. ASAFoods memasok produknya ke beragam sektor BARECA atau Bakery, Resto dan Café, dimana salah satunya adalah Pane del Giorno. Pane del Giorno menurut Andreas Sutanto merupakan Convenient Store yang dimiliki PT. Belanja Makan Indonesia yang disupply secara ekslusif oleh ASAFoods.

“Setiap hari kami memasok hingga 600 sampai dengan 700 potong lebih produk roti dan cake serta juga makanan lain ke Pane del Giorno, dan itu hanya untuk 1 gerainya saja,” jelas Andreas Sutanto.

Part Baked dan Fully Baked
Selain menawarkan produk-produk yang sudah tersedia di ASAFoods, Andreas Sutanto menjelaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya customized products yang diminta para mitra bisnis ASAFoods. Dan, khusus untuk produk frozen dough, ASAFoods berlakukan beberapa sistem produksi.

“Untuk frozen dough, kami memiliki produk pre fermented dimana adonan roti maupun viennoiserie sudah melewati full fermentation process, lalu dibekukan. Untuk jenis ini, pihak pembeli atau mitra bisnis kami yang akan melakukan proses proofing dan baking serta finishing, sehingga menekan biaya produksi dan lebih panjang shelf life-nya,” jelas Andreas Sutanto.

Selain itu, menurut Andreas Sutanto, pihaknya juga memproduksi jenis part baked dan fully baked, sehingga mitra bisnisnya memiliki pilihan frozen dough yang lebih beragam untuk diaplikasikan pada usaha BARECA-nya masing-masing.

“Kami di ASAFoods selalu berusaha untuk terus inovatif dan kreatif, baik dari sisi produk maupun service. Tentunya ditunjang dengan Research and Development yang tidak berhenti untuk terus meningkatkan high quality products serta kerjasama yang baik dari seluruh lini departemen di ASAFoods,” tutup Andreas Sutanto.

Kawasan Industri Sentul Jl. Lintang Raya E-6 Sentul Bogor

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo Doc. ASAFoods

Comments { 0 }

Mocha Mochi, Menjual Kualitas Lewat Homemade Mochi Aneka Rasa

Mochi merupakan penganan ringan yang dikenal di sejumlah negara di Asia. Di Indonesia sendiri, kita mengenal mochi asal Sukabumi yang seringkali dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke sana. Saat ini, beberapa pelaku bisnis usaha makanan yang bergerak di jenis produk mochi moderen memang mulai hadir dan menambah semarak usaha makanan di Indonesia. Salah satunya yang mengusung konsep homemade mochi lewat jalur penjualan online adalah Mocha Mochi yang didirikan oleh Ratna Merlina Gunawan beserta keluarganya.

“Kami mendirikan Mocha Mochi sejak 15 Juni 2010. Resep yang kami gunakan adalah resep Ibu saya dengan memakai tepung ketan. Mochi memang identik dengan negara Asia. Beberapa negara yang mengenal mochi sebagai penganan tradisional mereka adalah Jepang, Taiwan dan tentunya Indonesia.

Mochi asal Jepang menggunakan tepung beras sedangkan mochi asal Taiwan menggunakan tepung ketan layaknya mochi asal Sukabumi. Tapi, mochi asal Taiwan memiliki bagian kulit yang lebih tebal. Untuk mochi kami sendiri, karena memakai tepung ketan jadi lebih condong ke arah mochi Taiwan dan Sukabumi, hanya saja dengan bagian kulit yang lebih tipis,” buka Ratna Merlina Gunawan yang akrab disapa Ratna ini.

Menjual Kualitas Lewat Ragam Rasa Mochi
Tekstur mochi yang hadir dalam 3 kemasan (mini=6 pc, small=12 pc dan large=25pc) ini memang memiliki bagian kulit yang lebih tipis dan mudah dikunyah, bahkan cenderung lembut tidak terlalu kenyal dan lengket. Varian rasa yang ditawarkan memang masih terbatas tapi rupanya kualitas menjadi utama.

“Adonan mochi kami diolah dari campuran tepung ketan, gula dan air yang kemudian diaduk dan dikukus hingga serupa adonan dodol. Tepung ketannya selalu disangrai terlebih dahulu. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan sisi kebersihan. Bagi kami kualitas sebagai hal yang utama daripada kuantitas,” tegas Ratna.
Adonan mochi matang yang kemudian diberi isi memang disalut dengan tepung ketan. Karena telah disangrai terlebih dahulu, jadi tak ada aroma dan rasa langu tepung mentah yang khas. Dan tentunya memang jauh lebih aman untuk dikonsumsi.

Saat ini, menurut Ratna, Mocha Mochi menyediakan 3 rasa. “Ada original flavor yang isinya terbuat dari campuran kacang tanah sangrai cincang, gula pasir dan wijen. Lalu ada isi rasa cokelat yang terbuat dari campuran kacang tanah dan meises cokelat. Serta mochi isi keju, di mana isi mochinya berupa 100% keju cheddar parut. Kami juga produk khusus berupa potongan mochi, yang bisa untuk topping mochi bagi produk froyo,” tutup Ratna.

www.facebook.com/pages/MochaMochi

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Xi Men Ding, Ramaikan Kuliner Indonesia dengan Menu Khas Taiwan

Saat ini semakin banyak restoran di Jakarta yang menyuguhkan makanan khas Taiwan, satu di antaranya ialah Xi Men Ding (dibaca: si men ting) yang berada di bawah naungan Pancious Group. Didominasi dengan pengunjung yang kebanyakan adalah karyawan kantor, restoran waralaba asal Singapura ini tampil dengan konsep Modern Chinese Restaurant. Konsep tersebut semakin kental manakala terdapat hiasan lampion dihiasi dengan gambar 101 Tower yang merupakan landmark of Taiwan di interior Xi Men Ding.

Sajian Terbaru ala Taiwan
Guna menambah pilihan bersantap para konsumennya, secara rutin Xi Men Ding mengeluarkan kreasi menu terbaru setiap tahunnya. “Jika pada bulan Februari 2012 lalu Xi Men Ding mengeluarkan 40 variasi menu baru, kali ini dalam perayaan satu tahun anniversary-nya, Xi Men Ding mempersembahkan dua belas menu baru yang merupakan hasil kombinasi dari Xi Men Ding Taiwan dan kreasi Chef Xi Men Ding Jakarta,” tutur Fransisca.

Dua belas menu baru tersebut hadir dalam rangkaian menu pork yang tentu saja masih mencirikan khas racikan menu Taiwan. Dengan paduan bumbu khas yang mewakili setiap selera, baik itu manis, asin gurih, pedas, atau pun perpaduan asam dan manis yang segar, menjadikan makanan tersebut mampunyai sensasi rasa yang pas di lidah apalagi ditambah paduan sayuran dan mie.

Rangkaian menu tersebut antara lain Honey Pork Ribs, Pork Belly with Chinese Crepes, Braised Pork Belly with Garlic. Bagi penggemar sayur, pengunjung bisa memilih Braised Pork Belly with Vegetables dan Minced Pork Belly with Lettuce atau Homemade Tofu with Sliced Pork. Ada juga menu mie yang tersedia seperti Braised Pork Belly with Noodles dan Cha Chiang Pork Noodles.

Di antara menu-menu tersebut, terdapat dua menu yang menjadi andalan di Xi Men Ding, antara lain Braised Pork Ribs with Egg dan Pork Belly with Chinese Crepes yang mengutamakan kelembutan dan juicy di bagian terbaik dari pork dalam balutan crepe dan saus spesial. Kedua belas menu tersebut dijual dengan kisaran harga Rp. 40.000,00 hingga Rp. 70.000,00 per porsinya.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati menu bergaransi halal, Xi Men Ding juga menyediakan berbagai menu yang dijamin tidak terkontaminasi dengan masakan yang mengandung pork dan menggunakan perangkat memasak yang terpisah. Memiliki kapasitas tempat duduk 120 orang, Xi Men Ding juga menyediakan ruang VIP room yang dapat memuat hingga 20 orang.

“Tahun pertama adalah tahun pengenalan makanan Taiwan kepada publik. Tahun-tahun berikutnya kami berharap publik sudah lebih terbiasa dengan makanan Taiwan dan bisa menjadikannya sebagai makanan favorit mereka” ujar Fransisca. Xi Men Ding juga memiliki Snack Booth yang menyediakan beragam menu snack dan dessert lezat yang bisa dipilih sebagai take away menu. “Snack Booth ini tentu bisa menjadi solusi tepat untuk pengunjung yang tidak memiliki banyak waktu dan butuh akses cepat,” tutup Fransisca.

Senayan City, Level 4 Jakarta

Written by Marisa Aryani
Photo doc. Xi Men Ding

Comments { 0 }

Dhestchza Homemade Chocolates & Pralines, Rayakan Hari Kemenangan dengan Cokelat

Tanaman cokelat sudah hadir di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Adysti Halim, pemilik Dhestchza Homemade Chocolates & Pralines mencoba menghadirkan tren mengonsumsi cokelat. Caranya dengan memasukkan cokelat ke dalam kebudayaan lokal. Selama lebih dari sepuluh tahun sejak usahanya berdiri, ia mengaku sanggup melayani kebutuhan konsumennya dalam berbagai perayaan. Mulai dari syukuran atas kelahiran, ulang tahun, pernikahan, sampai dengan peringatan orang yang meninggal serta hari-hari besar agama seperti Idul Fitri.

Produk cokelat Dhestchza Homemade Chocolates & Pralines memang tidak tampak seperti cokelat yang biasa dijumpai di supermarket. Terlihat jelas bahwa cokelat-cokelat ini sangat diperhatikan kemasannya. Berbagai bentuk sesuai konsep konsumen juga sanggup diciptakan. “Jadi di sini ada tempat penyimpanan yang isinya cetakan semua,” jawab Adisty

“Cokelat-cokelat di supermarket memang lebih sebagai cemilan. Oleh karena itu saya ingin menjual sesuatu yang lebih personal. Produk yang sanggup menyampaikan pesan apapun kepada penerimanya,” jelas Adysti yang meraih gelar sarjana dengan skripsi tentang upaya industri cokelat lokal agar dapat bersaing dengan industri cokelat internasional.

Sekitar delapan tahun yang lalu ia nekat coba melayani permintaan di hari Lebaran. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim menyebabkan Adysti memutuskan untuk menyediakan cokelat edisi khusus Lebaran. Menurut perempuan berumur 27 tahun ini, pasar di Indonesia tampaknya sudah mulai bosan dengan kue kering.

Di negara-negara Barat cokelat digunakan sebagai hantaran atau kudapan pada perayaan hari besar seperti Natal, Thanksgiving, dan Paskah. Itu artinya di sini juga bisa dipakai sebagai hantaran saat Lebaran. Hal ini terlihat dengan produk cokelat dalam toples yang sempat booming ketika tahun 2006-2007.

“Setiap jelang Lebaran kami punya edisi spesial, yaitu parsel yang dikemas dengan tudung saji dan baki. Pada edisi Lebaran juga tidak ada cokelat yang mengandung rhum,” ujar Adysti. Pada Lebaran tahun ini, Adysti mencoba eksperimen baru. Ia mencampur cokelat dengan kurma, kacang mede, dan kayu manis. Percobaan ini dilakukan untuk menghasilkan cokelat kurma yang terasa aroma kayu manisnya. Menurutnya eksperimen ini cukup memuaskan.

Adisty menjelaskan bahwa sebenarnya tantangan membuat cokelat di hari besar agama seperti Idul Fitri adalah harus menyiptakan sesuatu yang berbeda setiap tahunnya. Selain untuk mencegah kejenuhan pasar, akan terasa aneh juga jika memberikan cokelat yang sama setiap tahunnya. Oleh karena itu setiap tahun ia selalu berpikir menyiptakan bentuk-bentuk yang baru.

Jalan Kebon Bibit Tengah No. 29, Bandung

Written by Muhammad Khadafi
Photo by Muhammad Khadafi and doc. Dhestchza

Comments { 0 }

Sasha Berry Bakery and Cake, Unggulkan Kreasi Birthday Cake dan Modern Cake

Hobi membuat kue dan roti yang dimiliki Ernawati Hedi rupanya membawa Ibu 2 orang anak ini menjadi pengusaha roti dan kue yang kini sudah memiliki 6 gerai di Jakarta. Pemilihan nama Sasha Berry yang diambil dari nama anak pertamanya, Sasha memang terdengar eye catchy. Hal ini memang sesuai keinginan Ernawati Hedi dan sang suami, Edward, pendiri dan pemilik Sasha Berry Bakery and Cake, untuk memilih merek usaha yang mudah diingat.

“Gerai di Bintaro sektor 1 ini adalah gerai ke-6 kami. Selain di Bintaro, gerai Sasha Berry yang lain ada di area Jalan Raya Duri Kosambi, Kosambi Raya, Karang Tengah, Poris Indah Raya dan Binus Kemanggisan. Gerai pertama adalah yang terletak di Duri Kosambi dan didirikan pada bulan April 2009,” buka Ernawati Hedi yang akrab disapa Erna ini.
Erna dan suami memang memilih untuk tidak membangun Sasha Berry di dalam mall atau plaza. “Kami memang lebih memilih untuk membuka gerai di ruko atau bangunan sendiri yang terpisah dari mall dan plaza. Karena, salah satu produk yang kami unggulkan adalah Birthday Cake, jadi memilih tempat seperti ruko yang dekat dengan perumahan, universitas ataupun perkantoran kami nilai lebih efektif,” ungkap Erna.

Bicara target market, Erna dan suami rupanya sepakat memilih pasar menengah sebagai target utamanya. Hal ini sejalan dengan harga jualnya yang termasuk rata-rata. “Kami memang menginginkan untuk menjual beragam cake termasuk Birthday Cake dengan harga yang tidak terlalu tinggi tetapi dengan rasa yang tetap enak untuk disantap. Contohnya cake ukuran 18 cm kami jual seharga Rp.150.000,” papar Erna.

Modern and Classic Cake
Di Sasha Berry juga tersedia pilihan modern cake, seperti Black Forest, Tiramisu dan sebagainya. Tapi, menurut penjelasan Erna, saat ini yang sangat laku adalah Black Forest yang didekorasi berbeda-beda. “Untuk produk modern cake selain Black Forest, konsumen harus memesan terlebih dahulu. Karena, yang selalu ready stock saat ini adalah Black Forest, mengingat permintaan pasar yang cukup tinggi akan produk ini,” ungkap Erna.

Selain jenis modern cake, Erna juga membuat macam-macam classic cake, seperti Lapis Legit, Lapis Surabaya, Lapis Mandarin dan sebagainya. Hanya saja, sama seperti modern cake, varian classic cake pun tidak ready stock jadi harus dipesan terlebih dahulu. “Jenis classic cake lebih banyak dipesan saat momen Hari Raya berlangsung, seperti Lebaran yang sebentar lagi akan berlangsung. Tapi, tentunya pemesanan tetap terbuka di luar momen Hari-Hari Raya,” kata Erna.

Unggulkan Birthday Cake
Selain varian roti yang cukup beragam dan jenis-jenis modern dan classic cake, Erna juga menghadirkan variasi birthday cake di Sasha Berry yang menurut Erna termasuk produk yang juga sering dipesan. Dengan kisaran harga yang juga terbilang cukup terjangkau, Erna menawarkan 3 pilihan bahan dekorasi untuk varian birthday cake-nya.

“Ada yang menggunakan fondan, buttercream dan buttercream siram. Jika memilih jenis cake yang dihias dengan fondan, figurine-nya pun akan menggunakan fondan. Tapi, jika memilih buttercream dan buttercream siram, figurine-nya akan menggunakan mainan atau tidak edible,” jelas Erna.

Pilihan cake dasar untuk kreasi Birthday Cake di Sasha Berry juga cukup beragam. “Ada double chocolate cake, mocca cake, lemon cake, vanilla cake dan Lapis Surabaya,” tutup Erna.

Jl. Kesehatan Raya No.12 Bintaro Sektor 1 Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Auroz Gourmet Grill, French-American Restaurant in the Heart of the City

What do you expect once you enter a restaurant? Some people may say a quiet atmosphere which provides comfort, and some may even say the warm welcome from the waitress. The warm welcome from the waitress will certainly make the customers feel comfortable in the very first place they got into the restaurant. In Auroz Gourmet Grill which is located in Menara Merdeka Jakarta, the customers not only will be greeted with a friendly ‘hello’ by the waitress but also by the Chefs who will prepared the exquisite dinner for them.

The customers will find an open-kitchen once they enter Auroz Gourmet Grill. There the Chefs will be standing welcoming the customers before being accompanied to a comfortable dining table or one of the cozy private rooms. The quite atmosphere indeed will be coupled along with their warm services. Gilles Marx, the Chef Founder of Auroz Gourmet Grill said that they want to make the customers feel comfortable and confident with their choice to dine in Auroz Gourmet Grill. “If they are comfortable once they enter the restaurant, they certainly could happily enjoy the meals we serve,” said Gilles.

The open-kitchen concept they carry allows the customers to see the activity of the Chefs preparing the meals they ordered. Gilles said they want the customers to see the cooking process and all other aspects of a Kitchen. “I want them to feel safe when eating the food served at their table and I want them also to enjoy the show of a busy Kitchen”. We don’t hide anything associated with the ingredient or cooking methods of our menu, we source the best quality products and adapted simple and safe cooking methods to achieve great taste and a nice and clean presentation,” to quote Gilles.

Indonesian Founding Fathers and National Heroes
Auroz is located in Central Jakarta so as they target more Jakarta citizen who live and work around the area. “Amuz has already been fulfilling the demand in South Jakarta. Auroz certainly tend to target people who live and work around Central Jakarta. The road condition that can not be predicted is also the reason why we open our restaurant here. For people who work in this area, it may take quite a long time to go to Amuz due to traffic,” said Gilles.

Gilles said that Menara Merdeka is chosen because besides, it is surrounded by business and government offices by which considered potential, the location of the building is also pretty quiet. Although not exactly located near the main road, Auroz Gourmet Grill remains within reach. Apparently, the choice of location and place, also affecting the ornaments displayed in every corners of the restaurant.

“There are some paintings that we intentionally display that not only enrich the atmosphere of the restaurant, but also characterize the area and the building. Since this is Menara Merdeka, and also the restaurant is near to Jl. Merdeka, we display the painting of Soekarno-Hatta, Indonesia’s founding fathers, and other Indonesian national heroes, such as Soedirman, Diponegoro, AgusSalim, and Kartini,” closed Gilles.

Written and photo by Ahmad Fajar

Comments { 0 }

Pipiltin Cocoa, Bean To Bar Concept at Pipiltin Cocoa

Memiliki visi untuk memajukan biji cokelat Indonesia rupanya menjadi dasar hadirnya Pipiltin Cocoa, sebuah f&b establishment yang telah hadir sejak Maret 2013 lalu dan berfokus menghadirkan produk pastry dan desserts berbasis cokelat. Konsep bean to bar yang unik ini hadir dengan open kitchen yang dilengkapi peralatan modern untuk mengolah biji cokelat menjadi cocoa massa atau cocoa liquor langsung di tempat.

“Konsep bean to bar mengacu pada penggunaan cokelat yang kami olah langsung dari biji cokelatnya dan bukan menggunakan cokelat yang sudah siap olah,” buka Dedy Sutan, Executive Chef Pipiltin Cocoa. Mereka tidak memproduksi cocoa butter atau lemak cokelatnya. Jadi, proses pengolahan biji cokelat di sini akan dimulai dari pengolahan biji cokelat yang sudah melewati proses fermentasi dan roasting. Biji cokelat tersebut kemudian diekstraksi menjadi cocoa massa atau cocoa liquor, lalu kemudian diolah lebih lanjut di mesin conching dengan ditambahkan gula pasir, susu bubuk dan cocoa butter, untuk menghasilkan beberapa macam couverture chocolate dengan kisaran cocoa massa yang berbeda-beda.

Dedy Sutan yang akrab disapa Dedy ini menjelaskan bahwa proses selanjutnya setelah lelehan cocoa liquor diproses di mesin conching memakan waktu hingga 3 hari itu. “Proses conching bertujuan menghaluskan partikel-partikel yang ada di dalam cocoa liquor sehingga nantinya cokelat akan memiliki tekstur yang sangat halus, lembut dan tidak berpasir,” Dedy memaparkan.

Baru kemudian, cairan cokelat yang sudah melewati proses conching akan dimasukkan ke dalam mesin tempering otomatis yang akan menjaga suhu cokelat tetap stabil dan siap diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk pastry dan desserts berbasis cokelat maupun cokelat itu sendiri, seperti chocolate truffle, chocolate pralines ataupun chocolate bar. “Inilah esensi dari konsep bean to bar tersebut,” jelas Dedy.

Biji Cokelat dari Indonesia
Dengan visi memajukan biji cokelat Indonesia, jadi tidak heran jika pemakaian biji cokelatnya pun berasal dari beberapa daerah di Indonesia. “Kami memakai biji cokelat dari Aceh, Pidie Jaya hingga Tabanan Bali. Cocoa butternya pun dari Jember. Kami usahakan memakai bahan baku produksi local,”jelas Dedy.

Penggunaan bahan baku impor bisa dibilang hanya sedikit, sekitar 1% saja dan hanya yang termasuk bahan baku yang memang belum tersedia di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari visi dan misi perusahaan yang berkaitan erat dengan memajukan produk hasil alam negeri sendiri termasuk biji cokelat itu sendiri.

Di tangan Dedy dan tim dapur Pipiltin Cocoa, ragam pastry, desserts, hingga cookies berbasis cokelat menjadi sebuah sajian yang berbeda. Menurut Dedy, banyak yang beranggapan bahwa Pipiltin Cocoa menyajikan desserts berbasis molecular gastronomy. Tapi, nyatanya tidaklah demikian.

“Presentasi ragam pastry di chiller showcase dan desserts kami memang berbeda. Tapi, desserts di sini, semuanya memiliki elemen basic preparation yang umum digunakan dalam pengolahan pastry, di mana tetap ada sponge cakenya, mousse atau elemen krimnya dan elemen lainnya sesuai resepnya masing-masing. Kami lebih suka menyebut sajian kami sebagai avant garde style desserts bukan molecular gastronomy yang kemudian diadaptasi ke desserts,” kata Dedy.

Ragam Cookies Berkualitas
Pipiltin Cocoa memang fokus pada sajian pastry dan desserts yang terlihat begitu moderen, rapih dan minimalis karena tanpa dekorasi kue berlebihan. Beragam chocolate pralines dan trufflesnya pun berbentuk unik karena penggunaan chocolate mould khusus dan disusun bersebelahan dengan jejeran pastry products di chiller showcase, yang jika dilihat memang cukup memikat mata.

“Ada 7 macam cookies yang menjadi new products kami. Mulai dari Melting Moments yang memakai biji vanila asli dalam cookie doughnya dan lemon buttercream untuk fillingnya. Lalu ada juga Chocolate Fudge Cookies yang memiliki citarasa real chocolate karena penggunaan chocolate chips, couverture chocolate dan cocoa powder dalam adonan cookiesnya. Produk ini hampir mirip dengan cookies kami yang lain yaitu Chocolate Diamant yang juga menggunakan cocoa powder dan couverture chocolate yang dilelehkan dan ditambahkan dalam adonan cookiesnya,” jelas Dedy.

Menurut Dedy, selain dijual setiap hari, semua produk cookies juga tersedia untuk pembelian saat event-event besar berlangsung, seperti Hari Raya yang biasanya identik dengan sajian cookies. Saat ini, ragam cookies kami memang lebih ke arah cookies yang berbeda dari cookies klasik Indonesia yang biasa kita santap. “Sebenarnya, kami hanya ingin memberi opsi atau pilihan lain bagi para pelanggan kami dalam memilih cookies untuk sehari-hari maupun untuk event dan perayaan,” pungkas Dedy.

Jl. Barito 2 No.5 Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }