Archive | Recommended RSS feed for this section

Frangipani Café Enjoy Cherry Crumble and Jaffle at Humble Café

Bertandang ke Frangipani Café, Anda akan disambut konsep ala rumahan yang humble dengan ukuran ruangan yang tidak seberapa besar, tapi ditata dengan begitu apik sehingga nyaman untuk sekedar bersantap santai. Letaknya bersebelahan dengan Spa Cikajang 63, di bilangan Jalan Cikajang Jakarta Selatan. Rupanya, kehadiran Frangipani Café pada awalnya ditujukan sebagai pelengkap Spa Cikajang 63 yaitu digunakan sebagai area ruang tunggu.

“Spa Cikajang 63 ini khusus wanita. Pernah ada seorang Bapak yang mengantar Istrinya melakukan perawatan di Spa dan terpaksa menunggu di luar. Kami melihat dan berpikir untuk memanfaatkan space area di sebelah Spa yang tidak terlalu besar untuk dibuat café kecil sebagai area menunggu yang nyaman. Jadi, didirikanlah Frangipani Café ini. Tapi, ternyata sambutannya begitu positif. Sekarang kami sedang merencanakan untuk membuat sebuah Central Kitchen untuk mendukung rencana menaikkan kapasitas produksi,” buka Rianti Cartwright, salah satu Founder dan Owner Frangipani Café.

Konsep Café yang Nyaman

Rianti memiliki café tersebut bersama 2 orang sahabatnya, Belinda Astrela dan Viola Ginex yang dibuka untuk umum sejak Januari 2013. Rianti dan Belinda yang juga pemilik dari Spa Cikajang 63 menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang fokus pada penyediaan alat-alat untuk melengkapi Central Kitchen dan berharap ke depannya dapat memiliki café dengan space area yang lebih besar.

“Saat ini, space area di Frangipani Café memang tidak besar. Kapasitas tempat duduknya hanya sekitar 20-25 seats saja,” jelas Rianti. Ruangan café terbagi dua, dengan outdoor area yang terlihat nyaman dengan pohon rindangnya yang teduh.
Konsep café yang nyaman, sederhana, tidak terlalu formal dan santai memang dipilih sebagai konsep Frangipani Café,” jelas Rianti.

Nuansa yang terkesan klasik didapat dari jejeran photo frames yang memajang koleksi foto keluarga Rianti dan kedua pemilik lainnya. “Pengunjung bisa melihat sekilas kehidupan kami lewat foto-foto tersebut. Memang, kesannya jadi sangat personal,” jelas Rianti.

Signature Dish Cherry Crumble

Kebanyakan pengunjung yang datang ke Frangipani Café rupanya banyak yang mencari signature dish-nya, yaitu Cherry Crumble. “Cherry Crumble adalah salah satu best selling products kami, selain produk-produk lainnya seperti varian Crumble lainnya, Jaffles, Cupcakes hingga ke varian makanan dan minumannya,” ungkap Rianti.

Cherry Crumble yang ada di Frangipani Café rupanya diolah langsung oleh Rianti, Belinda dan juga Viola. “Resepnya memakai resep Neneknya Viola yang asli orang Jerman. Di sini kami menyajikannya dengan side dish berupa fresh whipped cream,” kata Rianti. Penyajian dengan whipped cream menurut Rianti memang mengikuti penyajian Cherry Crumble yang otentik.

Cherry Crumble menurut Rianti adalah Pie khas Jerman yang terbuat dari 3 elemen utama, yaitu pie dough atau adonan kulit pie, isian yang berupa buah ceri serta topping crumble yang renyah dan sedikit beraroma kayu manis. Citarasanya terbilang istimewa. Tidak terlalu manis ataupun asam dan ketika disantap dengan whipped cream justru semakin menaikkan citarasanya.

“Suami saya, Cas, suka sekali dengan Cherry Crumble buatan Viola. Dia juga yang memberi ide untuk menjual Cherry Crumble di Frangipani Café,” ungkap Rianti. Varian Crumble lainnya yang tersedia adalah Blueberry Crumble, Cherry and Blueberry Crumble, Plum Crumble dan Apple Crumble.

Jl. Cikajang No. 63 Jakarta Selatan

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Happybread, Toko Roti dan Kue yang Fokus Pada Ekspansi Gerai

Usaha toko roti dan kue memang masih menjadi pilihan bisnis yang kerap dipilih seorang pebisnis, terutama mereka yang memiliki ketertarikan dalam dunia kuliner pastry dan bakery. Begitu juga dengan Happybread, sebuah toko roti dan kue yang berlokasi di daerah Bintaro Jakarta Selatan, yang hadir karena hobi pemiliknya akan dunia kuliner.

“Owner kami, Delita Pakaya dan Friska Yohanis memulai usaha Happybread di Palu, Sulawesi Tengah sejak tahun 2011 yang dimulai dari ketertarikannya pada dunia kuliner, terutama pastry dan bakery. Di Palu sendiri, Happybread sudah cukup dikenal dan kami sudah memiliki 3 gerai,” buka Ferdy Tatang, Business Development Manager Happybread.

Ekspansi Gerai

Setelah sukses memiliki 3 gerai di Palu, pemilik dan managemen Happybread pun memutuskan melakukan ekspansi ke Jakarta, sejak Maret 2013 dengan pembukaan gerai di Bintaro. Sebuah keputusan yang berani, mengingat persaingan ketat di Ibukota yang sudah memiliki nama-nama besar di industri pastry dan bakery.

“Kami menjadikan persaingan ini sebagai motivasi untuk terus berupaya menghadirkan produk roti dan kue yang berkualitas tapi dengan harga yang tetap terjangkau. Inovasi produk menjadi salah satu tugas utama kami, didukung dengan Pastry Chef dan Baker Chef berpengalaman di bidangnya,” jelas Ferdy.

Fokus di Roti

“70% produksi di Happybread adalah produk roti, sisanya 30% adalah produk pastry seperti aneka jenis cake dan dalam sebulan para Chef harus dapat membuat 3 produk baru yang unik dan lezat. Kualitas citarasa masih menjadi isu penting bagi kami,” tegas Ferdy.

Rak-rak kayu menjadi tempat berjejernya aneka produk roti yang dikemas satuan dengan kemasan plastik. Sebuah showcase berukuran cukup besar memajang beragam jenis cake, dalam ukuran slices atau potongan dan juga whole cake.

“Beberapa jenis roti di antaranya Roti Durian, Crocodile Bread dan Roti Tape dibuat oleh Head Baker Chef kami dan menjadi best selling products di Happybread. Selain itu masih ada jenis roti-roti lainnya yang sudah umum, seperti Roti Tawar Gandum, aneka roti manis isi maupun roti dengan isian gurih,” jelas Ferdy.

Produk Roti dan kue

Idham Nurzein selaku Head Baker menjelaskan bahwa Roti Durian diolah dengan menggunakan filling durian dari buah durian asli, sedangkan Crocodile Bread merupakan roti bentuk buaya berisi filling cokelat dan tersedia dalam 2 ukuran yang berbeda.

“Jenis roti di Happybread lebih ke arah roti yang memiliki tekstur yang lembut tapi tidak kempes. Proses mixing maupun fermentasi sangat penting untuk mendapatkan tesktur, aroma dan citarasa roti yang kami inginkan, di samping penggunaan bahan baku terbaik dan kebersihan yang terjaga,” kata Idham Nurzein memaparkan.

Di lini pastry, Pastry Chef Parulian membuat White Chocolate Cake yang dipadukan dengan cream cheese. “Ada rasa cheese dalam lapisan white chocolate mousse dan milk chocolate mousse-nya. Chocolate mousse memang sudah biasa. Tapi, produk ini menjadi unik karena ada twist rasa gurih dari cheese-nya,” jelas Parulian. Masih banyak ragam cake lainnya yang tersedia di Happybread. “Kami juga menerima customized cake, seperti Birthday Cake,” pungkas Ferdy.

Jl. Bintaro Utama Raya Blok 02 No.3 Sektor 1 Bintaro Jakarta Selatan

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Frais Pattiserie, Menikmati Kerenyahan Croissant

Jika ada pepatah yang mengatakan, keluarga adalah sumber inspirasi, hal itu berlaku pada Frais Pattiserie yang berada di wilayah Kelapa Gading. Frais Pattiserie berdiri dengan latar belakang keluarga yang memiliki hobi baking. Café yang memiliki tema European Homey ini ingin mencoba memasukkan cita rasa Eropa ke Indonesia. Membawa beragam negara ke dalam cita rasanya dengan memakai bahan impor pada hampir seluruh bahan bakunya, seperti cokelat yang bercita rasa Amerika, Italian soda untuk minuman bersoda dan sirup, hingga kopi dari Eropa. Harga menunya juga tidak terlalu mahal. Mulai dari Rp12.000,00 hingga Rp18.000,00 untuk sajian pastry dan mulai dari Rp 8.000,00 untuk sajian bakery.

Suasana Café European Homey
Berbeda dari café pada umumnya yang terdapat di wilayah Kelapa Gading, Frais Pattiserie menawarkan konsep seperti rumahan di Eropa. “Umumnya café di Kelapa Gading itu pemandangannya gedung, kalau di sini bisa menikmati pemandangan pepohonan,” ujar Selsia yang merupakan salah satu pemilik Frais, sekaligus head baker.

Konsep rumahan ini jelas tampak di semua sisi café ini. Begitu masuk pintu café ini, pengunjung bukan disuguhkan dengan rak roti seperti pada bakery pada umumnya. Pengunjung bisa melihat meja rumah selayaknya meja makan besar yang menyajikan bakery dan cookies. Pada bagian kasir juga dihiasi dengan beragam hiasan yang digantung seperti dapur di rumah. Interior café ini juga seperti rumah yang nyaman untuk menikmati pastry/ bakery/cake bersama dengan minuman hangat/dingin.

Mengutamakan Fresh di Setiap Produknya
“Frais itu artinya fresh, sama dengan yang kami terapkan disini, semua produk diutamakan kesegarannya,” tutur Elizabeth. Pastry dan bakery dipanggang setiap pagi hari, dan ketika produk habis akan dipanggang lagi pada siang hari. Kue yang dijual juga tidak boleh lebih dari tiga hari. Roti dan pastry yang tidak habis dijual pada hari ini tidak akan dijual lagi pada esok hari.

Café yang beroperasi dari pukul 08.00 hingga 19.00 ini tidak hanya menjual pastry, tapi juga menyajikan bakery, cake, cookies, dan macaroon. “Memang fokus utama sebenarnya ada di pastry, tapi karena cita rasa orang Indonesia tetap mencari bakery, jadi kami menjual bakery juga,” ujar Elizabeth.

Pastry yang Berbeda
Croissant di sini tersaji dengan rasa yang pas, tidak terlalu manis, dan memiliki kerenyahan pada kulitnya. Rasa croissant di Frais ini juga beragam, mulai dari Plain, Chocolate Banana, Apple, Beef, Sausage and Cheese, Vegie, dan lain sebagainya. Adapun rasa favorit pelanggan adalah Vegie dan Apel. “Mungkin orang akan merasa aneh ketika mendengar Vegie, dimana isinya ada bayam dan tomat yang dimasak dengan tingkat kesulitan tinggi, tapi umumnya pengunjung yang sudah mencoba langsung jatuh cinta pada rasanya,” jelas Selsia. Rasa Vegie ini memang unik, tidak terasa aroma bayam pada umumnya. Akan tetapi, rasanya lebih condong ke arah saus pizza dengan aroma tomat segar dan rasa asam yang nikmat.

Jl. Kelapa Hybrida Timur Blok RB 13 No 10, Komplek Riviera Plaza,
Kelapa Gading, Jakarta Utara

Written by Putri Suryani
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

LIN Artisan Ice Cream First in Indonesia, Ice Cream Made of Liquid Nitrogen

Menyusuri kawasan Kemang yang padat akan resto dan kafe kita bisa menyimpulkan bahwa wilayah ini kaya akan beragam keunikan kuliner. Persaingan tersebut seakan memberi ciri khas tersendiri untuk menarik para pengunjung yang datang. Masuk lebih dalam ke kawasan Kemang, tepatnya di jalan Taman Kemang terlihat sebuah tempat penjualan es krim yang menawarkan keunikan tersendiri, bernama LIN Artisan Ice Cream.

Dari namanya LIN yang diambil dari singkatan LIquid Nitrogen, jelas kaitannya bahwa es krim tersebut dibuat dengan liquid nitrogen. Astrid Hadywibowo, pemilik dari LIN Artisan Ice Cream mengaku ingin menampilkan sebuah pengalaman yang unik dimana pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan es krim dengan liquid nitrogen. “Konsepnya saya ingin sesuatu yang unik yang bisa dipertontonkan oleh pengunjung maka keluarlah ide seperti ini. Jika biasanya toko es krim hanya menjual produk, di sini saya juga menjual proses dari awal es krim dibuat hingga menjadi produk es krim yang menarik. Lagipula saya lihat belum ada pemain es krim dengan liquid nitrogen di Indonesia,” cerita Astrid bersemangat.

Benefit of Liquid Nitrogen
Menurut Astrid, pengolahan es krim dengan liquid nitrogen terbilang susah susah gampang. Ia pun perlu belajar selama 6 bulan di Singapura sebelum memulai usahanya ini. “Komposisi nitrogen haruslah pas. Jika terlalu banyak maka tekstur es krim akan menyerupai pasir tetapi apabila terlalu sedikit es krim pun masih encer. Cara pengadukkan pun ada tekniknya, tidak bisa terlalu cepat dan tidak bisa telalu pelan,” jelas Astrid.

Mengingat suhu nitrogen yang sangat rendah yaitu -190oC, liquid nitrogen mempunyai sifat cepat menguap di suhu ruang. “Maka sebenarnya liquid nitrogen hanya perlu melewati adonan es krim untuk membuatnya membeku tanpa terkontaminasi lebih dalam,” papar Astrid. Untuk lebih detailnya, ibu dua anak ini mengajak tim BAKERY MAGAZINE untuk melihat langsung proses pembuatan es krim dengan liquid nitrogen. “Jika normalnya membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam untuk membekukan es krim, dengan menggunakan liquid nitrogen cukup menunggu hingga 2 menit saja,” tutur Astrid.

Lebih lanjut lagi Astrid menjelaskan mengenai efek waktu penyimpanan terhadap es krim. “Lamanya pembekuan tersebut menyebabkan suhu es krim akan naik turun sehingga akan terbentuk partikel es yang mana akan membuat tekstur si es krim kurang lembut. Dengan mempercepat lama pembekuan menggunakan liquid nitrogen yaitu cukup 2 menit, menjadikan konsistensi es krim lebih lembut dan padat,” jelas Astrid.

Made From Natural Ingredients
Menggunakan resep asli dari Italia, LIN Ice Cream memiliki 9 varian mulai dari rasa buah seperti lemon, pisang, strawberry, dan passion fruit yang fresh sampai yang menggunakan campuran susu. “Karena kami menggunakan buah asli dan pembekuan es krim yang terhitung cepat maka vitamin dan mineral di dalam buah masih terikat sehingga baik untuk kesehatan,” tutur Astrid.

Mengingat lokasinya berada di tempat hang out yang mana didominasi oleh anak muda, maka produk pun disesuaikan dengan market yang ada. “Misalnya ada beberapa varian yang menggunakan campuran minuman beralkohol, seperti Smiley Bailey’s, Beer Pong, Rum and Raisin,” ujar Astrid.

LIN Ice Cream selalu mengutamakan kualitas untuk produknya dengan menyajikan es krim yang fresh bagi para pelanggan. “Produksi hanya dibuat berdasarkan pesanan namun pengunjung tidak perlu khawatir karena mereka cukup menunggu selama 7 menit untuk menikmati es krim segar tanpa tambahan bahan pengawet, perasa, dan flavoring,” ujar Astrid.

Tidak hanya menawarkan pengalaman dan kesegaran produk, LIN Ice Cream juga memiliki interior yang homey yang mana akan membuat pengunjung berada di suasana yang santai. Dengan kelebihan yang ditawarkan, rasanya pantas pengunjung mengeluarkan uang di atas Rp. 36.000,- untuk menikmati satu cup es krim ini. “Harga ini sepadan dengan keunikan serta es krim artisan yang ditawarkan yang mana es krim tersebut dibuat satu demi satu untuk langsung dinikmati oleh pengunjung,” jelas Astrid.

Jln. Taman Kemang 1 no 6, Jakarta

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Frozen Brownies Vivery Hadirkan Cara Santap Brownies yang Baru

Brownies sudah menjadi produk pastry yang dikenal dan banyak disukai masyarakat Indonesia. Mulai dari brownies yang dipanggang hingga dikukus pernah menjadi tren olahan pastry di Indonesia. Rasa cokelat yang menjadi karakter utama sajian ini memang menjadi faktor utama mudahnya brownies untuk disukai berbagai kalangan.

Brownies Disantap Beku
Dyah Viveryani adalah salah satu yang tertarik untuk berkreasi dengan brownies, yang dipilihnya sebagai salah satu produk unggulan di toko kue on-linenya, Frozen Brownies Vivery. Dan, sesuai namanya, brownies olahan Dyah memang memiliki konsep sajian yang berbeda, yaitu disantap dalam keadaan beku. “Berawal dari permintaan salah seorang pelanggan untuk membuat Brownies yang lebih tahan lama tapi tanpa bahan pengawet, saya mencoba menggali informasi melalui internet. Ternyata, ada produk jenis Frozen Brownies yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di sini. Setelah kurang lebih setahun bereksperimen mencari komposisi resep yang tepat, maka awal tahun 2013 saya mulai memproduksi Frozen Brownies,” jelas Dyah Viveryani founder dan owner Frozen Brownies Vivery membuka wawancara.

Dyah melengkapi produk pastry lainnya yang ada di Frozen Brownies Vivery, seperti cupcake, birthday cake, wedding cake, cookies dan sebagainya. “Produksi Frozen Brownies akhirnya jadi lebih efisien dan meminimalkan kerugian untuk pebisnis kuliner seperti saya,” papar Dyah. Dyah mengakui sudah sejak tahun 2005 memproduksi brownies panggang dan kukus. Tapi, karena permintaan pelanggan dan riset termasuk proses trial and error yang dilakukannya, pelanggannya yang lain kini bisa menyantap brownies beku yang unik.

Kualitas Tekstur dan Citarasa Brownies Beku
Tentu, ada pertanyaan sempat terlintas dalam pikiran, bagaimana rasa brownies yang beku tersebut? Dyah mengakui, mengolahnya dengan komposisi cokelat yang lebih banyak, sehingga rasa cokelatnya menjadi lebih dominan. Citarasanya saat tidak beku terbilang istimewa. Teksturnya lembut, pekat akan rasa cokelat serta tidak terlalu manis.

Saat disantap beku, teksturnya memang menjadi lebih padat, tapi tidak keras, tetap mudah untuk dikunyah. Karena disantap beku, keunikan citarasanya semakin terasa. “Kami membekukannya dalam freezer bersuhu -4 °C. Jadi, daya simpannya hanya sekitar 1 bulan saja, supaya citarasanya tetap terjaga,” kata Dyah.

www.viverycake.com

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Inovasi Pao Mini Unik, Rasa Menarik

Berangkat dari bisnis online, Kenny Shibaura beserta ketiga rekan lainnya mendirikan gerai yang menjual bakpao mini dengan penampilan unik. Sebelum memiliki gerai, Kenny beserta rekannya membuka bisnis online mini pao unik yang memiliki pelanggan hingga ke Medan, Surabaya, dan lainnya. Melihat antusiasme khalayak menyambut produk ini, berdirilah gerai Poppao.

Hingga saat ini sudah terdapat dua gerai yang ada di Summarecon Mal Serpong dan Mal Ciputra Jakarta. “Rencananya kami akan membuka gerai baru lagi di Mal Kelapa Gading,” tutur Kenny. Kini, Poppao sudah tidak lagi bergerak di bidang bisnis online. Hal ini dikarenakan sulitnya proses pengiriman. “Produk ini makanan yang perlu perhatian khusus, tapi seringkali jasa pengiriman tidak memperhatikan hal itu,” kata Kenny.

Proses pembuatan sama seperti bapao biasanya. Namun, pao mini ini diberikan hiasan dengan karakter-karakter hewan yang unik untuk menarik minat pembeli. Meskipun warnanya sangat menarik, produk Poppao ini aman dikonsumsi karena menggunakan bahan pewarna makanan pada batas penggunaan yang sesuai standar. “Saat ini hampir semua orang mengutamakan makanan sehat, produk kami dijamin kesehatannya,” tambah Kenny.

Setiap 6 hari dalam seminggu Poppao ini diproduksi di pabrik rumahan yang berada di Karawaci, Tangerang Selatan. Setelah itu, produk akan dikirim ke dua gerai yang ada. Pada setiap gerai itu Poppao disimpan dalam freezer dan pelanggan dapat memilih apakah pao mini yang dibeli ingin dihangatkan atau tidak. “Apabila pelanggan memilih dihangatkan di outlet, kami anjurkan jangka konsumsi hingga 2 hari setelah dipanaskan. Akan tetapi, bila pelanggan memilih membawa pulang dalam keadaan dingin, Poppao mampu bertahan tiga hingga empat hari,” terang Kenny.

Pao mini ini sudah memiliki 11 varian rasa, yakni tiramisu, ayam kecap, ayam panggang merah, srikaya pandan, keju manis, cokelat keju, daging sapi telur asin, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan ada durian yang bersifat seasonal. “Poppao tidak hanya menyajikan bentuk yang unik, tapi juga kualitas dan rasa yang terjamin,” ujar Kenny. Pelanggan dapat menikmati satu lusin Poppao dengan varian rasa sesuai selera pelanggan dengan harga Rp 65.900. Sedangkan, untuk setengah lusin bisa didapat dengan harga Rp 35.900 dan satuan dengan harga Rp 6.200.

Sapi Mungil dengan Telur Asin
Produk Poppao yang berbentuk seperti sapi unik berisi daging sapi yang dilengkapi dengan telur asin. Pao mini ini memiliki panduan rasa asin dan gurih. Varian ini cocok bagi Anda yang menyukai pao berisi daging.
Durian Landak Oranye Landak yang memiliki duri pada bagian luar tubuhnya sama dengan durian yang dikenal dengan buah berduri tajam. Hal itu tergabung dalam pao mini yang berisi durian ini dengan bentuk landak mungil berwarna oranye muda. Perlu diketahui, khusus pao mini berisi durian ini bersifat seasonal.
Kacang Merah di dalam Kepala PandaVarian yang baru saja diciptakan oleh Kenny beserta rekannya adalah kacang merah dengan bentuk kepala panda yang lucu. Rasa ini melengkapi deretan varian kacang yang dimiliki oleh Poppao.

Jl. Boulevard Gading Serpong, Summarecon Mal Serpong 2, Unit BA-03, Tangerang Selatan
Mal Ciputra Jakarta lantai 4 unit T03, Jakart

Written by Putri Suryani, Photo by Putri Suryani & Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Mengolah Frozen Dough dari PT Inti Prima Rasa hingga menjadi Baked Product di Delico

Delico, sebuah bakery café yang menyajikan tempat bagi pelanggan untuk menikmati sajian ringan berupa makanan yang dipanggang, seperti croissant, muffin, sandwich, bakery, dan bagel. Dapat dilihat dari produk andalan Delico, yakni Chocolate Croissant, Cinnamon Roll, Blueberry Muffin, Sandwich Bagel, dan lain sebagainya. “Kita juga tidak tutup mata, orang Indonesia masih suka nasi. Jadi, di coffee shop kami juga menyajikan nasi goreng,” ujar Ade Dwiretno Tobing, President Director PT. Inti Prima Rasa, pemilik brand Delico. Bakery café ini mengadopsi beberapa hal dari luar negeri, yakni bertema Eropa dari segi dekorasi café dan Amerika dari proses pembuatan produknya. Latar belakang mengadopsi dekorasi café dari Eropa karena melihat maraknya bakery café di wilayah Eropa. Dan, knowledge pembuatan produk dari Amerika karena latar belakang pemilik yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Bakery café ini menggunakan frozen dough yang teruji kualitasnya untuk setiap produknya.

Proses Frozen Dough di PT Inti Prima Rasa
Sampai di Delico Prosesnya dimulai dari mengolah semua bahan baku dari raw material, dibentuk, dimasukkan ke dalam blast freezer dengan suhu minus 25 0C dengan waktu pembekuan 40 menit. Dalam adonan ada ragi yang hidup, maka perlu diolah dengan cara tepat agar saat adonan dibekukan tidak membuat ragi itu menjadi mati. Proses frozen dough harus memiliki sistem yang sangat akurat maka PT. Inti Prima Rasa menerapkan struktur organisasi yang lengkap, yakni ada direktur produksi yang bertugas dalam proses produksi dari frozen dough hingga baking, divisi kitchen untuk filling, divisi pastry membuat cake dan dessert, divisi research and development yang bertugas ketika perusahaan ingin menciptakan sesuatu yang baru, dan divisi QA untuk pengecekan kualitas. Selain itu, QA juga mendokumentasikan setiap proses. Tujuannya adalah mendeteksi dan mengevaluasi ketika kesalahan terjadi.

Selain itu, ada proofer yang digunakan untuk mengembangkan dough dan memastikan kandungan air di dalamnya tetap ada untuk kelembutan rasa dalamnya. “Jadi luarnya
itu bisa crunchy, dalamnya tetap ada moistnya,” tambah Ade. Setiap hari dough akan dipanggang di pabrik PT. Inti Prima Rasa, bakery Ciracas. Kemudian setiap pagi akan diantar menggunakan armada yang dilengkapi dengan pendingin ke setiap retail shop Delico. “Jadi, di setiap retail shop hanya tinggal dihangatkan saja ketika pengunjung ingin menikmatinya. Kesegaran produk juga lebih terjaga dengan proses ini,” Ade menerangkan.

Kelebihan menggunakan frozen dough adalah produksi dengan volume yang besar dan jangka ketahanan dough itu lebih lama. “Kami bukan seperti bakery rumahan yang harus mengolah dough setiap hari dan dipanggang pada saat itu juga. Kami memiliki sistem produksi frozen dough menjadi baked product yang teruji kualitasnya,” ujar Ade. Setiap ingin menggunakan produk, frozen dough hanya tinggal dikeluarkan dari cold storage dengan kuantitas sesuai dengan kebutuhan.

Delicorner Kantor Taman E3.3,
Jalan Lingkar Mega Kuningan No. A6-A7, Kuningan, Jakarta Selatan

Written by Putri Suryani
Photo by doc. Delico & Hendri Wijaya

Comments { 0 }