Archive | Recommended RSS feed for this section

CakeLab

_DSC2080 - Copy (2)

Konsep yang diusung oleh CakeLab terbilang agak berbeda dengan cake shop pada umumnya. Para pelayan berpakaian layaknya teknisi laboratorium dan berbagai gelas ukur berisi cairan berwarna-warni di bagian belakang area showcase, memberikan kesan seperti sedang berada di sebuah laboratorium.

Penataan ruang minimalis moderen yang didominasi oleh warna putih membuat suasana cake shop yang terbagi atas dua area, yaitu outdoor dan indoor ini terasa lebih nyaman, baik bagi pelanggan yang datang untuk sekedar membeli maupun yang menikmati sepotong cake di tempat.

Laboratorium di Cake Shop
“CakeLab memang sengaja didesain layaknya sebuah laboratorium. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa di sini kami selalu melakukan eksperimen dan inovasi dengan produk-produk kami,” buka Raveen S. Daswani, pemilik cake shop ini. Sesuai dengan konsep tersebut Raveen menegaskan bahwa produk CakeLab sudah melalui proses uji coba yang sedemikian rupa sebelum akhirnya dipajang dan sampai ke tangan pelanggan.

Sebelumnya Raveen sempat membuat Choco Peanut Butter Cupcake karena berpikir orang Indonesia menyukai kacang-kacangan. Sayangnya tidak bertahan lama. Raveen juga pernah membuat Devil’s Delight yang terbuat dari 60% Dark Chocolate Couverture. Banyak pelanggan yang mengatakan cakenya terlalu pahit. “Akhirnya kami melakukan uji coba terus hingga mendapatkan rasa Devil’s Delight yang pas dengan lidah pelanggan kami di Jakarta. Itulah esensi sebuah lab yang ingin kami tekankan,” jelas Raveen.

Utamakan Kualitas dan Inovasi Produk
Sejak soft opening pertengahan tahun 2013 lalu, Raveen mengaku bahwa ia bersama timnya telah membuat bermacam-macam cake, cookies, dan cupcake yang jumlahnya sudah lebih dari 50 macam. “Saya dan rekan selalu bertekad untuk menciptakan produk baru setiap bulannya. Selain kualitas yang memang menjadi perhatian utama, kami juga berupaya menciptakan produk yang berbeda dengan cake shop lain di Jakarta,” ungkap Raaven.

Menurut Raveen orang Indonesia cenderung menyukai cake yang manis, sama halnya dengan kebanyakan orang di Italia tempat ia dibesarkan. “Di bakery keluarga saya di Italia, kami tidak membuat cake yang terlalu manis. Itu pulalah yang saya terapkan di sini. Respon yang kami terima cukup baik karena cake yang kami tawarkan mempunyai rasa yang seimbang dan ringan sebagaimana sebuah cake seharusnya,” jelas Raveen.

Raveen menyadari di daerah Tebet sendiri banyak terdapat cake shop. Tetapi hal tersebut tidak membuatnya gentar. “Kami mengerti betul kualitas produk yang ditawarkan karena kami menggunakan bahan baku superior yang umumnya adalah produk impor. Proses pengerjaan hingga produk jadi yang sampai di tangan pembeli pun kami kontrol setiap harinya,” papar Raveen.

Aneka Cake dan Cupcake Favorit
Saat ini CakeLab memiliki 14 jenis cake yang tersedia dalam ukuran slice maupun whole cake. Hersey Milk Chocolate adalah salah satu cake andalan di CakeLab. Menurut penjelasan Raveen, cake ini sangat disukai oleh pelanggannya mengingat rasanya yang seimbang, tidak terlalu pahit walaupun menggunakan dark chocolate dan agak milky.

Selain Hersey Milk Chocolate, Matcha Green Tea Cake, Carrot Cake, Rainbow Cake, Classic Opera Cake, Strawberry New York, Double Truffle, Red Velvet cake, dan Devil’s Delight adalah beberapa jenis cake yang patut dicoba jika bertandang ke CakeLab.

Di segmen cupcake, CakeLab memiliki 12 cupcake dengan beragam varian rasa, seperti Go Green, Double Trouble, I’m So Cheesy, Red Velvet, Strawberry Milkshake, hingga Ovomaltin dan Nuty Ella yang saat ini sering dibicarakan. “Ovomaltin dan Nuty Ella adalah cupcakes yang cukup banyak penggemarnya. Walaupun dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari cupcake dengan rasa lain mengingat bahan baku yang digunakan, yaitu Rp 25.000 per cupcake, masih banyak yang mencari cupcakes ini,” ujar Raveen.

Tidak hanya cake dan cupcake, CakeLab juga menjual berbagai varian macaroon dan cookies. Raveen mengaku ia tidak membuat produknya dalam jumlah yang banyak, dan itu sekaligus merupakan salah satu upayanya untuk menjaga kualitas produk yang ia jual. “Produk yang dipajang di showcase adalah produk yang fresh. Termasuk cookies, walaupun cookies cenderung lebih tahan lama,” jelas Raveen.

Meskipun masih terbilang baru, Raveen mengaku ia sudah memiliki pelanggan tetap yang jumlahnya bertambah setiap harinya. “Hampir sebelas bulan berdiri, pelanggan CakeLab sudah sudah terbilang luas. Banyak yang awalnya datang ke sini hanya untuk menikmati cake atau cupcake ditemani dengan teh atau latte. Tetapi setelah mencoba produk kami, mereka jadi pelanggan,” ujar Raveen.

Menurutnya, pelanggan CakeLab banyak yang sudah mulai mengerti kualitas dan rasa dari sebuah produk. “Sejak awal kami memang hanya melakukan publikasi melalui media social seperti Twitter dan Instagram, tetapi dalam beberapa bulan terakhir ada beberapa stasiun TV yang datang ke sini. Saya rasa pelanggan dapat mengerti perbedaan produk kami dengan produk cake shop lain,” pungkas Raveen. (AH/IR) Continue Reading →

Comments { 0 }

Brooaster Chicken, Resto cepat saji Standar Internasional Yang Terjangkau

Bagi penikmat makanan cepat saji mungkin Brooaster Chicken biasa menjadi pilihan pas untuk keluarga dan anak-anak dalam menikmati ayam lokal pilihan. Brooaster Chicken merupakan resto cepat saji lokal yang layak bersaing dengan brand fast food internasional. Brooaster Chicken dipasok oleh supplier lokal, menyajikan citra rasa lokal, namun memiliki standar operasi dan pelayanan bertaraf internasional, diadopsi dari sistem yang telah lama dijalankan oleh resto cepat saji waralaba internasional lainnya.

Untuk interior di dalamnya Brooaster Chicken memiliki ruang utama dan di lantai dua terdapat tempat karaoke keluarga. “Konsep interior kami dapat digunakan untuk acara seperti perayaan ulang tahun dan lain-lain,” buka penjelasan Endang Fudali, Manager Area dari Brooaster Chicken.

Menurut Endang, target utama pasar Brooaster Chicken adalah keluarga yang memiliki anak dan seluruh segmen masyarakat penggemar fast food, terutama segmen menengah ke bawah yang enggan masuk ke fast food internasional karena merasa harganya tidak terjangkau. Brooaster Chicken berusaha menjadi solusi agar kalangan menengah ke bawahpun dapat menikmati hidangan cepat saji berkualitas internasional dengan harga terjangkau.

Brooaster chicken-9761 - Copy

Menu Andalan
Menu Utama di Brooaster Chicken adalah Hot & Crispy Chicken dengan sensasi rasa pedas dan renyah, menggunakan bumbu khas Brooaster Chicken yang dipadu dengan sambal, menjadikan rasanya begitu menggoda selera.

Kemudian bagi yang tidak suka rasa pedas ada menu Original Chicken yaitu daging ayam segar digoreng dengan mesin pressure dari Amerika, menjadikan bumbu khas Brooaster Chicken meresap ke dalam daging ayam, hingga ke tulang.

Selain itu terdapat juga menu burger dengan nama Deluxe Cheese Burger yaitu daging sapi berkualitas dengan irisan daging ayam yang renyah, berpadu dalam resep rahasia Brooaster Chicken, disajikan lengkap dengan kesegaran sayur pilihan.

Minuman Andalan
Untuk minuman jenis Fun Float cocok dinikmati dengan tiga rasa sirup pilihan yaitu (vanilla, cocopandan, melon) dipadukan dengan es krim vanilla yang dapat menjadi penyegar. Menu minuman lainnya adalah Jelly Ice Cream yaitu agar-agar segar, dengan dua pilihan rasa (melon dan leci) dan disajikan dengan dinginnya ice cream vanilla di atasnya.

Brooaster Chicken berharap ke depannya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia di mana saja di berbagai pelosok Nusantara.

Ruko Cordoba, Blok E No. 12-15, Bukit Golf Mediterania,
Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

Comments { 0 }

Tanamera Coffee, Support Indonesian Specialty Coffee

_DSC9929

Konsep industrial moderen namun tetap terasa intim terasa sangat kental ketika pertama kali masuk ke Tanamera Coffee. Coffee shop yang terletak di area Thamrin City Office ini memang menawarkan pengalaman menikmati kopi asli Indonesia dengan suasana yang lebih hangat.

Hanya ada sofa kecil panjang dan 3 meja dan beberapa kursi kecil mengelilingi meja tersebut. Di area bar juga hanya ada beberapa kursi dan sebuah showcase menampilkan freshly baked pastry yang dapat dinikmati sebagai teman minum kopi. Terasa minimalis namun terkesan modern.

Hanya dibatasi oleh partisi yang terbuat dari kaca, para pengunjung Tanamera jika beruntung dapat melihat langsung Aidan Broderick, roaster Tanamera coffee yang sudah cukup berpengalaman dalam roasting, memanggang biji kopi dengan Diedrich machine. Dia senantiasa menjelaskan proses roasting yang tengah ia lakukan. Sedangkan dibalik meja bar, Muhammad Aga, barista Tanamera Coffee juga siap melayani pelanggan dengan kopi yang drinkable, begitu Aga menyebutnya.

Coffee Shop untuk Pecinta Kopi Sejati
Menurut pengakuan Riri Setiawan, Marketing Tanamera Coffee, nama Tanamera sendiri terinspirasi dari suburnya tanah di Indonesia. “Tanah di Indonesia itu sangat subur. Makanya di Indonesia banyak kopi-kopi bagus dengan profile yang berbeda-beda. Kami di Tanamera Coffee menggunakan 100% premium Arabica asli Indonesia karena kami ingin mendukung kopi-kopi asli Indonesia yang kalau dari segi kualitas tidak kalah jika dibandingkan dengan kopi dari Brazil ataupun Ethiopia,” ungkap Riri serius.

Diakui Riri sejak soft-opening pada akhir November 2013 lalu, respon para penikmat kopi khususnya di Jakarta cukup baik. Konsepnya memang lebih ke grab and go, makanya tempatnya tidak terlalu besar. “Sebenarnya kami lebih menargetkan kelas premium, seperti hotel, orang-orang kantor, dan ekspatriat yang tinggal di daerah sekitar Thamrin. Karena selain menjual kopi, kami juga memasok berbagai biji-biji kopi. Sejauh ini pelanggannya seperti coffee shop yang tidak punya roaster sendiri atau pecinta kopi yang ingin menikmati kopi dari bean-nya,” papar Riri.

Ditambahkan Aga, selain kelas premium banyak juga para blogger dan komunitas- barista atau pecinta kopi yang menjadi pelanggan tetap di Tanamera. “Sebenarnya pasar Tanamera sudah terbentuk sendiri. Karena mesin yang kami gunakan di sini adalah yang terbaru, maka banyak teman-teman barista saya yang datang. Banyak yang penasaran dengan proses roasting dan cupping. Dan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Tanamera,” ujar Aga bangga.

Drinkable Coffee
Setiap orang mempunyai selera dan preferensi yang berbeda-beda terhadap kopi. Menurut Aga, kopi yang drinkable itu mempunyai tingkat keasaman medium, tidak terlalu asam dan tidak terlalu pahit.

Ia menambahkan orang Indonesia sekarang sudah banyak yang mengenal tentang kopi, mulai dari jenis hingga metode dan teknik penyajiannya. Banyak yang minta dibuatkan kopi dengan bean dari daerah tertentu dan metode tertentu. Aga mengaku biasanya ia juga merekomendasikan kopi tertentu kepada pelanggan mereka.

“Biasanya penikmat black coffee hanya tahu long black dan americano. Banyak juga yang tidak tahu istilah daily brew, yaitu black coffee yang diseduh dengan teknik manual brewing. Saya suka menyarankan kepada pelanggan untuk menikmati kopi dengan daily brew ini karena selain akan mendapatkan citarasa kopi, mereka juga akan mendapatkan profil masing-masing kopi,” ungkap Aga.

Menurut Aga, dari sana pelanggan juga kerap menemukan sendiri kopi yang cocok dengan karakter mereka. “Sebenarnya alasan hadirnya daily brew ini, karena kami pakai single origin, dan pelanggan sering bereksperimen dalam kopi apa yang cocok dengan selera mereka. Hari ini mereka coba kopi dari Papua, besok mereka coba kopi Aceh Gayo. Sejauh ini pola kesukaan pelanggan di sini selalu seperti itu,” papar Aga memberi alasan.

_DSC9685Which Coffee Suits to Which Pastry?
Diakui Aga, setiap pengunjung mempunyai selera yang berbeda-beda, baik menyangkut kopi maupun pilihan sajian pastry sebagai pelengkapnya. “Pelanggan kebanyakan ingin menikmati pastry yang tidak terlalu berat, yang dapat mengimbangi sajian kopi yang mereka pesan. Misalnya ketika mereka memesan espresso, kebanyakan memilih pastry yang rasanya tidak strong. Tapi sejauh ini, pastry yang menjadi favorit adalah Banana Cashew Caramelized Cake karena cenderung ringan,” Aga mengungkapkan.

Selain Banana Cashew Caramelized Cake, Milky Choco Cheesecake, Oreo Cheesecake, dan Black Forest juga menjadi favorit para pelanggan Tanamera. Sedangkan untuk pilihan kopi, diakui Aga In House Blend, Cappuccino, dan Affogato adalah beberapa menu kopi favorit di café mereka sejauh ini.

Thamrin City Office Park, Jalan Kebon Kacang Raya Blok AA 07, Jakarta

Comments { 1 }

PAUL Maison De Qualité, A French Bakery and Patisserie with High Quality Standard

Paul Patisserie-3723

PAUL Maison De Qualité adalah Bakery dan Patisserie yang sudah sangat dikenal di Perancis maupun di beberapa negara lainnya. Berdiri sejak tahun 1889, PAUL Maison De Qualité juga menjadi salah satu Bakery dan Patisserie tertua di dunia. Kisah panjang 5 generasi menjadi salah satu latar belakang yang tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan PAUL Maison De Qualité.

Kehadiran PAUL Maison De Qualité di Jakarta yang dibawa oleh MAP atau Mitra Adiperkasa tentunya menjadi kabar gembira bagi mereka yang sudah mengetahui kualitas produk dari PAUL Maison De Qualité Perancis. Tak hanya para ekspatriat yang memenuhi dining area di PAUL Maison De Qualité di Jakarta ini, namun pelanggan lokal pun turut memberi apresiasi positif atas kehadiran PAUL Maison De Qualité di Jakarta.

Continuous Quality Improvement
Brian Suleman, Brand Manager untuk PAUL Maison De Qualité Indonesia mengakui bahwa bukan perkara mudah menyiapkan opening PAUL Maison De Qualité di Jakarta dengan soft opening yang berlangsung sejak 2 Desember 2013 lalu.

Ini berkaitan dengan kualitas produk dan service yang perlu kami jaga. “Selain adanya training khusus untuk para staff, kami juga harus menyiapkan banyak hal termasuk mengurus regulasi impor barang yang memakan waktu hampir 2 tahun. Produk maupun raw materials yang kami gunakan tentunya harus sesuai standar dari PAUL Maison De Qualité di Perancis sehingga sebagian besar memang harus kami impor dari Perancis. Semua produk kami dibuat fresh setiap hari dan kami tidak menggunakan bahan pengawet maupun bahan kimia lainnya ,” buka Brian Suleman yang pagi itu menemani BARECA MAGAZINE berbincang.

Miliki Hampir 500 Gerai
Menurut sosok ramah yang akrab disapa Brian ini, PAUL Maison De Qualité memiliki hampir 500 gerai di seluruh dunia dengan 350 di antaranya terdapat di Perancis.

“Gerai PAUL Maison De Qualité ada yang dilengkapi dengan restoran selain bakery dan patisserie-nya. Ada juga yang hanya melayani pembelian take-away, seperti di beberapa lokasi di Perancis yang berdekatan dengan Metro Station. Untuk di Indonesia, dilengkapi dengan area Restoran berkapasitas 135 seats termasuk 30 seats di outdoor atau terrace area. Tapi, saat ini untuk terrace area hanya kami peruntukkan untuk pembelian take-away saja. Jadi, seperti self service. Karena ini hanya untuk sementara, ke depannya, terrace area akan beroperasi penuh seperti dining area,” jelas Brian.

Flute PAUL and Croissant
Center of View dari PAUL Maison De Qualité tentunya adalah etalase kaca berukuran besar, hampir 2 kali lipat dari ukuran standar yang memajang begitu banyak ragam produk bakery, viennoiseries hingga produk pastry beraneka jenis dan rasa.

“Kebanggaan dari PAUL Maison De Qualité adalah Baguette dan Croissant-nya. Kami menyebut Baguette-nya dengan sebutan Flute PAUL, dibuat dengan proses pengolahan yang masih original dengan memakan waktu fermentasi 24 jam sesuai dengan tradisi pembuatan roti yang sudah dikerjakan di PAUL
Perancis selama 125 tahun . Sedangkan untuk Croissant, yang membedakan Croissant PAUL dengan yang lainnya adalah teknik pengolahannya, yang mana adonan lipat croissant dilipat hingga 216 kali sehingga menghasilkan tekstur yang lebih maksimal,” jelas Brian.

Kelebihan Croissant PAUL yang langsung dapat dirasakan adalah buttery taste and aroma selain flaky eksterior dari kulit permukaan Croissant yang memiliki tingkat kerenyahan sesuai standar originalitas Croissant dari Perancis.

Paul Patisserie-3784

Éclair
Para pelanggan PAUL Maison De Qualité bisa menemukan ragam produk pastry lainnya seperti Canelés, Tartelette Au Chocolat, Macarons, Tartelette Au Citron, Éclair, Millefeuille, Chouquettes dan beragam French Pastries lainnya.
“Salah satu produk kami yaitu Éclair, untuk saat ini masih tersedia dalam 5 rasa yaitu Coffee, Vanilla, Raspberry, Strawberry dan Chocolate. Ke depannya, kami akan menambah 8 varian rasa Éclair lainnya,” ungkap Brian.

Kulit Éclair-nya ternyata memiliki tekstur cukup kokoh, tidak soggy tetapi saat disantap terasa lembut bercampur dalam satu kesatuan rasa dengan isian atau filling Éclairnya.

Tekstur Kulit Éclair Tidak Menyerap Liquid
Chef Anda S. Rochman, Head Baker dari PAUL Maison De Qualité Indonesia yang juga menemani BARECA MAGAZINE berbincang, menjelaskan bahwa kulit Éclair-nya memang memiliki tekstur yang lebih kokoh namun tidak keras.

“Yang harus diperhatikan supaya kulit Éclair tidak cepat menjadi soggy adalah menentukan kadar liquid dalam filling atau isiannya dengan tingkat kematangan kulit eclair yang harus tepat. Kami tidak mempergunakan custard atau crème patissier yang terlalu lembek karena akan menyebabkan kulit éclair menyerap kadar liquid terlalu banyak sehingga rentan menjadi soggy. Hal ini memang sudah diperhatikan dan menjadi standar PAUL Maison De Qualité,” jelas Chef Anda.

Strawberry dan Raspberry Éclair
Penjelasan Chef Anda memang bisa dibuktikan. Saat menyantap Chocolate Éclair maupun Vanilla Éclair yang memiliki basic filling berupa custard, karakter tekstur custard yang lebih padat namun lembut dan mudah lumer saat disantap menjadi pelengkap kesatuan rasa yang maksimal.

Penggunaan Chantilly Cream yang dibuat dari krim kental dan sedikit icing sugar menjadi filling dari Strawberry Éclair. Buah stroberi segar turut menjadi isian sekaligus dekorasi yang menarik. Untuk Raspberry Éclair, ada 2 macam filling yang diisikan ke dalam kulit éclair-nya, yaitu Chantilly Cream yang kemudian dicampur dengan white chocolate ganache serta custard atau crème patissier. Beberapa potong buah rasberi segar juga menjadi tambahan isiannya.

“Pada dasarnya, kami di PAUL Maison De Qualité Indonesia memiliki visi untuk memberikan citarasa originalitas, kualitas serta experience yang sama dengan PAUL Maison De Qualité yang ada di Perancis kepada semua pelanggan kami,” tutup Brian.

Pacific Place Mall, South lobby – One Pacific Place Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Phone: 021.5797.3464

Comments { 0 }

Godiva Chocolatier

Godiva-5821

Bagi para pecinta cokelat, nama Godiva Chocolatier pasti sudah tidak asing lagi. Brand cokelat asal Belgia yang sudah berdiri sejak tahun 1926 ini bahkan digadang-gadang merupakan brand cokelat terbaik di dunia. Sejak membuka gerai pertamanya di Indonesia di bulan Maret tahun 2013 lalu, Godiva Chocolatier bahkan telah menjadi chocolaterie favorit bagi para penikmat cokelat di tanah air.

Beragam Pilihan Olahan Cokelat Premium

“Sebelum hadir di Indonesia, Godiva sudah sangat berkembang di Hongkong dan Singapore. Sejak dibawa oleh MAP (Mitra Adi Perkasa, perusahaan retail branded modern-Red) di bulan Maret 2013, respon yang kami dapat sangat beragam. Banyak pelanggan yang sangat excited ketika Godiva pertama kali buka di sini, karena memang kebanyakan para pelanggan Godiva di sini adalah mereka yang pernah mengkonsumsi cokelat Godiva sebelumnya,” ungkap Fredericka Rendy, Brand Operational Manager Godiva Chocolatier.

Diakui Dicka, panggilan akrab Fredericka, Godiva Chocolatier memang menargetkan high premium costumers. “Karena kami buka di Plaza Indonesia, maka secara tidak langsung pelanggan Godiva juga sudah terarah, yaitu mereka yang lebih mencari self-indulgence dan nilai sebuah produk. Walaupun sebelumnya ada juga pengunjung mal Plaza Indonesia yang bertanya-tanya apa sih itu Godiva, tapi karena kami buka di mal berkelas, yang daya beli pengunjungnya cenderung kuat, jadi banyak juga yang akhirnya coba dan jatuh cinta dengan produk-produk Godiva,” lanjut Dicka.

Sejak launching di bulan Juni 2013 lalu, Godiva kerap menjadi pilihan bagi para pecinta cokelat karena banyaknya pilihan cokelat premium yang ditawarkan. “Kami menawarkan beragam alternatif pilihan olahan cokelat premium, seperti praline, truffle, hingga carres dengan kemasan ekslusif, mewah, dan elegant. Bahkan semua hal menyangkut kemasan, termasuk box hingga ribbon yang dipakai juga diimpor dari Belgia. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan Godiva,” papar Dicka.

Selain beberapa pilihan praline, truffle, dan carres, diakui Dicka, Godiva Collections juga merupakan salah satu keunggulan Godiva Chocolatier. “Kami mempunyai Godiva Collections yang sifatnya seasonal. Semua produknya sama di seluruh dunia. Misalnya ada edisi Natal, lalu edisi khusus Chinese New Year dan Valentine dalam waktu dekat. Dan kemasannya pun dibuat khusus untuk setiap momen tersebut,” tutur Dicka.

Godiva-5795

Menikmati Cokelat Premium Godiva
“Sebenarnya kita bisa melihat kualitas sebuah produk cokelat, misalnya jenis Carres ini. Ketika cokelat ini dibuka, kita akan mendapatkan tektur yang halus dan mengkilap walaupun setelah diusap dengan jari. Cokelat yang baik mempunyai aroma cokelat yang harum dan ketika dipatahkan ada seperti bunyi patahan yang jelas, terlebih ketika didekatkan ke telinga,” jelas Dicka.

Menurutnya, para penikmat cokelat sejati biasanya mengadakan ‘ritual’ ini sebelum menikmati cokelatnya. “Kebanyakan penikmat Godiva adalah orang yang mementingkan taste and value sebuah produk. Makanya banyak dari pelanggan kami menikmati Godiva secara perlahan dan benar-benar menikmati setiap lelehannya di mulut,” ujar Dicka.

Lebih lanjut Dicka menyebutkan bahwa tidak hanya Carres, jenis praline dan truffle juga bisa dinikmati dengan cara yang sama. “Setelah praline dan truffle dipindahkan dari lemari pendingin, sebaiknya didiamkan beberapa saat karena cokelat jenis ini cenderung keras. Setelah itu cokelat ini digigit perlahan, dan dinikmati setiap bagiannya. Begitulah cara menikmati cokelat premium Godiva ini,” kata Dicka.

Godiva-5808

Chocolixir, Minuman Cokelat dari Godiva Premium

Pada bulan Juni 2013 lalu, Godiva meluncurkan 4 jenis minuman cokelat yang terbuat dari cokelat premium Godiva dalam rangkaian Chocolixir, antara lain Iced Dark Chocolate, Iced Dark Chocolate Mint, Iced Dark Chocolate Raspberry, dan Iced Milk Chocolate.

“Basic keempat rangkaian minuman cokelat ini adalah dark cokelat namun dengan topping yang berbeda. Minuman ini sengaja tidak di-blend hingga halus, sehingga ketika menyeruput minuman ini pelanggan dapat merasakan butiran-butiran cokelat di dalamnya. Di bagian atasnya kami memberi topping whipped cream dan sirup yang berbeda untuk memberikan sensasi yang lebih segar,” ungkap Dicka.

Menurut Dicka, pihaknya sempat khawatir mengingat Chocolixir memang sangat cocok dinikmati saat panas. “Akhir-akhir ini, di Jakarta sering hujan. Kami awalnya khawatir terhadap penjualan Godiva Chocolixir di musim penghujan seperti sekarang ini. Namun ternyata, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap penjualan chocolixir, bahkan masih banyak yang mencari walaupun di luar sedang hujan,” tutup Dicka.

Plaza Indonesia 1st Floor
Jl. M. H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350

Comments { 0 }

Crematology Coffee Roasters, Apresiasi Kualitas Kopi Indonesia

Creamatology-6017

“Kalau kita lihat di Eropa kualitas kopinya memang bagus karena penikmat kopi berfokus pada kualitas kopi. Memang orang di Eropa datang ke kafe hanya benar-benar untuk beli kopi, minum. Kalau di Amerika Serikat kebalikannya, pengunjung kafe datang bukan karena kualitas kopinya yang biasa saja, tapi lebih untuk duduk santai ketemu orang, lebih untuk hangout,” buka penjelasan Elliot Davernas, Founder & CEO dari Crematology.

Nama Crematology memiliki arti crema dan ilmu (logy) seperti pada kata biology atau psychology. Memang setiap kali meracik espresso selalu ada crema-nya di atas kopi yaitu cream yang berwarna emas. Menurut Alexis Purnama selaku Business Development Manager dari Crematology saat ditemui oleh BARECA Magazine, espresso yang bagus crema-nya juga harus bagus, yaitu harus tebal, dan warnanya juga keemasan. “Kami bilang crematology seperti sesuatu yang kita percaya buat kopi itu, lainnya art dan selanjutnya adalah science,” jelas Alexis.

Untuk konsep interior, menurut Alexis, Crematology menerapkan gaya Scandinavian, minimalistic namun contemporer. “Banyak elemen kayu yang ada di sini, mengingatkan suasana di Sweden, karena iklim di sana dingin. Kayu-kayu di cafe ini adalah kayu jati Belanda, customized, semuanya hasil kerja tangan. Kemudian ada lampu tanduk rusa yang berasal asli dari Swedia,” jelas Alexis bangga.

Masih menurut Alexis, Crematology menggunakan kopi yang berasal dari Indonesia, karena kualitas kopi Indonesia tidak kalah dengan kopi impor dari negara lainnya, terutama yang pohon kopinya dipelihara dengan baik. “Di sini kami menghargai produk asli Indonesia karena kualitas kopi Indonesia memang sangat baik,” Alexis semangat bertutur.

Kopi Oreo Frape, Nutella Frape dan Sneakers Frape.
Crematology menggunakan 100% kopi lokal dimana 90% jenis Arabica dan 10% robusta yang diambil dari empat daerah. Jenis arabica ambil dari Bali, Papua dan Toraja, dan yang robusta dari Jawa Timur. Produk unggulan dari minuman coffee based nya adalah cappucino, “Orang Indonesia harus ketemu kopi susu, yang lainnya lebih ke Frape. Best Seller di sini adalah Oreo Frape, Nutella Frape dan Sneakers Frape. Nutella Frape kami pasti enak karena Nutellanya langsung dimasukkan dalam minuman,” ungkap Alexis,

Tidak ada resep khusus karena dalam proses pembuatannya menggunakan mesin espresso manual dan diracik oleh barista, yang menentukan taste dari kopi yang dibuatnya, atau permintaan konsumen. “Di Crematology ini tidak ada resep baku dalam pembuatan kopinnya. Kami belajar untuk menciptakan citra rasa kopi yang sesuai dengan selera konsumen,” Alexis menjelaskan.

BARECA Magazine mencicipi menu unggulan seperti cappuccino late yang hangat dan tepat saat mengobrol ataupun menemani saat hujan turun. Juga mencicipi menu pilihan lain seperti Frape dengan taburan Oreo, Nutella Frape dan Green Tea Frape. Untuk Oreo Frape akan terasa butiran biskuit Oreo di atas whipped cream.

Sajian Lainnya
Selain menjual kopi, kafe yang baru berdiri dari tahun lalu ini juga menyediakan teh. Menurut Alexis, Crematology menggunakan Tea Paseo dan Dilma yang kemudian dimixed. “Kami sudah tasting, memakai dua merek teh tersebut yang berkelas premium, yang meliputi tasting rasa dan wangi.” Papar Alexis. Kemudian juga ada teh dari Thann Spa dari Thailand dimana tehnya lebih untuk relaksasi.

Untuk teman minum kopi atau teh, tersedia hidangan pastry seperti brownies, dan cupcakes. “Kami memang memiliki baker yang membuat pastry dengan resep dari kami,” jelas Alexis. Ke depannya di Crematology akan disajikan menu baru sepert sandwich, baked pasta, dan light meal lainnya.

Jl. Suryo No. 25, Senopati, Jakarta Selatan 12180

Comments { 0 }

Blacklisted Coffee Roaster, Hadirkan Kualitas dan Inovasi Produk F&B

_DSC0576

Menawarkan konsep café yang semenarik makanan dan minuman yang tersaji tentu menjadi nilai lebih yang akan terus menarik kehadiran para pelanggan yang dituju. Konsep kafé dengan nuansa edgy Melbourne meets New York’s chic hadir di Blacklisted Coffee Roaster. Nuansa hangat kayu dengan warna-warna kontras seperti kuning dan hitam dipilih untuk membuat nuansa kafé menjadi lebih modern, tetapi tetap nyaman.

Memasuki ranah menu makanan dan minuman yang tersaji, Tanne Budiatma, Marketing Communication Blacklisted Coffee Roaster, mengurai fakta bahwa para Roaster dan Barista yang bekerja di Blacklisted Coffee Roaster sudah melewati proses training dari Saxon Wright, World Barista Championship Head Judge dari Australia yang memang termasuk nama yang dikenal luas di kalangan para Barista dunia, termasuk Indonesia.

“Selain memiliki staf Barista yang sudah melalui proses training tersebut, keunggulan minuman kopi di Blacklisted Coffee Roaster adalah penggunaan hanya biji kopi jenis Arabica yang di-roasting dengan metode spesial sehingga mengeluarkan aroma nutty dan fruity dari biji kopinya. Kami memang memiliki mesin roasting sendiri sehingga kualitas panggangan biji kopinya selalu terjaga,” ungkap Tanne.

Charcoal Bun for Blacklisted Burger
Segelas Café Latte menjadi pairing yang cocok dengan beragam sajian cake dari Blacklisted Coffee. Ada Blacklisted Cake, Red Velvet Cake, Blueberry Cheese Cake, Mille Crepes dan sebagainya yang bisa dipilih dari showcase.
Sebuah menu main course unik yang tertera di menu sontak menarik perhatian dengan segera. Blacklisted Burger mungkin terdengar biasa saja. Tapi, penggunaan charcoal/arang untuk roti burgernya tentu bisa menjadi point of interest bagi para pelanggan yang datang untuk bersantap.

Blacklisted Burger tampil cukup lengkap dengan kondimen Coleslaw dan Potato Wedges. Burgernya sendiri cukup besar dengan isian homemade beef patty, Onion Ring dan Beef Bacon. Saat disantap, charcoal bun yang menjadi roti burgernya terasa gurih dengan jejak rasa sedikit manis yang justru menambah elemen umami yang natural.
“Kami menggunakan charcoal yang khusus untuk makanan sehingga aman untuk disantap. Para Chef kami melakukan uji coba yang tidak sebentar untuk menghasilkan citarasa dan tekstur charcoal bun yang kami inginkan. Karena kami tidak mau hanya rasa homemade beef patty atau kondimennya saja yang lezat, tetapi juga roti burgernya sehingga menjadi satu kesatuan rasa yang spesial,” jelas Denny Dermawan.

Pink Vodka Parfalle
Tidak berhenti hanya di Blacklisted Burger, menu Pink Vodka Parfalle juga menjadi menu unik lainnya yang ada di Blacklisted Coffee Roaster. Pink Vodka Parfalle menggunakan jenis pasta parfalle yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan dimasak dengan udang segar dalam saus tomato cream yang diberi Vodka. Alkohol dalam Vodka yang menguap ketika proses pemasakan hanya meninggalkan jejak bitter aftertaste yang menyeimbangi rasa gurih tomato cream sauce-nya.

Untuk semua menu, usaha kafe ini memang sangat strict sekali menjaga kualitas citarasanya. Sebisa mungkin, elemen dalam menu adalah homemade. Salah satu contohnya adalah menu baru, Red Snapper with Roasted Red Pepper Sauce yang tidak menggunakan saus paprika siap beli, tetapi para Chefnya membuat sendiri saus paprikanya.

“Kami juga lebih tertarik pada konsep menu makanan dan minuman yang unik dan inovatif. Menu minuman kami, yaitu Strawberry Honey Ice Tea adalah salah satu best selling beverage yang ada di Blacklisted Coffee Roaster. Disajikan dalam gelas besar, menu ini menjadi unik karena penggunaan strawberry, lemon dan earl grey tea ice cubes. Es batu-nya bukan es batu dari air putih biasa,” pungkas Tanne.

Pondok Indah Mall 1 – Street Gallery 2nd Floor Unit A204

Comments { 0 }