Archive | Recommended RSS feed for this section

Inovasi Pao Mini Unik, Rasa Menarik

Berangkat dari bisnis online, Kenny Shibaura beserta ketiga rekan lainnya mendirikan gerai yang menjual bakpao mini dengan penampilan unik. Sebelum memiliki gerai, Kenny beserta rekannya membuka bisnis online mini pao unik yang memiliki pelanggan hingga ke Medan, Surabaya, dan lainnya. Melihat antusiasme khalayak menyambut produk ini, berdirilah gerai Poppao.

Hingga saat ini sudah terdapat dua gerai yang ada di Summarecon Mal Serpong dan Mal Ciputra Jakarta. “Rencananya kami akan membuka gerai baru lagi di Mal Kelapa Gading,” tutur Kenny. Kini, Poppao sudah tidak lagi bergerak di bidang bisnis online. Hal ini dikarenakan sulitnya proses pengiriman. “Produk ini makanan yang perlu perhatian khusus, tapi seringkali jasa pengiriman tidak memperhatikan hal itu,” kata Kenny.

Proses pembuatan sama seperti bapao biasanya. Namun, pao mini ini diberikan hiasan dengan karakter-karakter hewan yang unik untuk menarik minat pembeli. Meskipun warnanya sangat menarik, produk Poppao ini aman dikonsumsi karena menggunakan bahan pewarna makanan pada batas penggunaan yang sesuai standar. “Saat ini hampir semua orang mengutamakan makanan sehat, produk kami dijamin kesehatannya,” tambah Kenny.

Setiap 6 hari dalam seminggu Poppao ini diproduksi di pabrik rumahan yang berada di Karawaci, Tangerang Selatan. Setelah itu, produk akan dikirim ke dua gerai yang ada. Pada setiap gerai itu Poppao disimpan dalam freezer dan pelanggan dapat memilih apakah pao mini yang dibeli ingin dihangatkan atau tidak. “Apabila pelanggan memilih dihangatkan di outlet, kami anjurkan jangka konsumsi hingga 2 hari setelah dipanaskan. Akan tetapi, bila pelanggan memilih membawa pulang dalam keadaan dingin, Poppao mampu bertahan tiga hingga empat hari,” terang Kenny.

Pao mini ini sudah memiliki 11 varian rasa, yakni tiramisu, ayam kecap, ayam panggang merah, srikaya pandan, keju manis, cokelat keju, daging sapi telur asin, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan ada durian yang bersifat seasonal. “Poppao tidak hanya menyajikan bentuk yang unik, tapi juga kualitas dan rasa yang terjamin,” ujar Kenny. Pelanggan dapat menikmati satu lusin Poppao dengan varian rasa sesuai selera pelanggan dengan harga Rp 65.900. Sedangkan, untuk setengah lusin bisa didapat dengan harga Rp 35.900 dan satuan dengan harga Rp 6.200.

Sapi Mungil dengan Telur Asin
Produk Poppao yang berbentuk seperti sapi unik berisi daging sapi yang dilengkapi dengan telur asin. Pao mini ini memiliki panduan rasa asin dan gurih. Varian ini cocok bagi Anda yang menyukai pao berisi daging.
Durian Landak Oranye Landak yang memiliki duri pada bagian luar tubuhnya sama dengan durian yang dikenal dengan buah berduri tajam. Hal itu tergabung dalam pao mini yang berisi durian ini dengan bentuk landak mungil berwarna oranye muda. Perlu diketahui, khusus pao mini berisi durian ini bersifat seasonal.
Kacang Merah di dalam Kepala PandaVarian yang baru saja diciptakan oleh Kenny beserta rekannya adalah kacang merah dengan bentuk kepala panda yang lucu. Rasa ini melengkapi deretan varian kacang yang dimiliki oleh Poppao.

Jl. Boulevard Gading Serpong, Summarecon Mal Serpong 2, Unit BA-03, Tangerang Selatan
Mal Ciputra Jakarta lantai 4 unit T03, Jakart

Written by Putri Suryani, Photo by Putri Suryani & Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Mengolah Frozen Dough dari PT Inti Prima Rasa hingga menjadi Baked Product di Delico

Delico, sebuah bakery café yang menyajikan tempat bagi pelanggan untuk menikmati sajian ringan berupa makanan yang dipanggang, seperti croissant, muffin, sandwich, bakery, dan bagel. Dapat dilihat dari produk andalan Delico, yakni Chocolate Croissant, Cinnamon Roll, Blueberry Muffin, Sandwich Bagel, dan lain sebagainya. “Kita juga tidak tutup mata, orang Indonesia masih suka nasi. Jadi, di coffee shop kami juga menyajikan nasi goreng,” ujar Ade Dwiretno Tobing, President Director PT. Inti Prima Rasa, pemilik brand Delico. Bakery café ini mengadopsi beberapa hal dari luar negeri, yakni bertema Eropa dari segi dekorasi café dan Amerika dari proses pembuatan produknya. Latar belakang mengadopsi dekorasi café dari Eropa karena melihat maraknya bakery café di wilayah Eropa. Dan, knowledge pembuatan produk dari Amerika karena latar belakang pemilik yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Bakery café ini menggunakan frozen dough yang teruji kualitasnya untuk setiap produknya.

Proses Frozen Dough di PT Inti Prima Rasa
Sampai di Delico Prosesnya dimulai dari mengolah semua bahan baku dari raw material, dibentuk, dimasukkan ke dalam blast freezer dengan suhu minus 25 0C dengan waktu pembekuan 40 menit. Dalam adonan ada ragi yang hidup, maka perlu diolah dengan cara tepat agar saat adonan dibekukan tidak membuat ragi itu menjadi mati. Proses frozen dough harus memiliki sistem yang sangat akurat maka PT. Inti Prima Rasa menerapkan struktur organisasi yang lengkap, yakni ada direktur produksi yang bertugas dalam proses produksi dari frozen dough hingga baking, divisi kitchen untuk filling, divisi pastry membuat cake dan dessert, divisi research and development yang bertugas ketika perusahaan ingin menciptakan sesuatu yang baru, dan divisi QA untuk pengecekan kualitas. Selain itu, QA juga mendokumentasikan setiap proses. Tujuannya adalah mendeteksi dan mengevaluasi ketika kesalahan terjadi.

Selain itu, ada proofer yang digunakan untuk mengembangkan dough dan memastikan kandungan air di dalamnya tetap ada untuk kelembutan rasa dalamnya. “Jadi luarnya
itu bisa crunchy, dalamnya tetap ada moistnya,” tambah Ade. Setiap hari dough akan dipanggang di pabrik PT. Inti Prima Rasa, bakery Ciracas. Kemudian setiap pagi akan diantar menggunakan armada yang dilengkapi dengan pendingin ke setiap retail shop Delico. “Jadi, di setiap retail shop hanya tinggal dihangatkan saja ketika pengunjung ingin menikmatinya. Kesegaran produk juga lebih terjaga dengan proses ini,” Ade menerangkan.

Kelebihan menggunakan frozen dough adalah produksi dengan volume yang besar dan jangka ketahanan dough itu lebih lama. “Kami bukan seperti bakery rumahan yang harus mengolah dough setiap hari dan dipanggang pada saat itu juga. Kami memiliki sistem produksi frozen dough menjadi baked product yang teruji kualitasnya,” ujar Ade. Setiap ingin menggunakan produk, frozen dough hanya tinggal dikeluarkan dari cold storage dengan kuantitas sesuai dengan kebutuhan.

Delicorner Kantor Taman E3.3,
Jalan Lingkar Mega Kuningan No. A6-A7, Kuningan, Jakarta Selatan

Written by Putri Suryani
Photo by doc. Delico & Hendri Wijaya

Comments { 0 }

PT. Diamond Cold Storage, Bon Patis, Premium Frozen Dough

Tidak dipungkiri gaya hidup masyarakat saat ini menginginkan sesuatu yang cepat namun tetap mengutamakan kualitas, khususnya di bidang bakery dan pastry. Oleh sebab itu, teknik frozen dough kini kian dipilih baik oleh pengusaha bakery, pastry, hotel, restoran, maupun kafe. Selain dikenal luas akan produk-produknya seperti susu, es krim, dan yogurt, PT. Diamond Cold Storage juga memproduksi frozen dough dengan nama Bon Patis.
Jika didefinisikan, frozen dough berarti adonan yang teknik pembuatannya dibekukan pada suhu tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai proses dan teknik pengolahan frozen dough, tim BAKERY MAGAZINE berkesempatan untuk berkunjung ke pabrik PT. Diamond Cold Storage yang terletak di Cibitung, Bekasi dan mewawancarai Christian Frenot selaku General Manager of Bakery Division PT. Diamond Cold Storage.

Process to Make Frozen Dough
Pada umumnya frozen dough memiliki persamaan resep dan prosedur dengan pembuatan roti atau pastry. “Hanya saja adonan tersebut dibekukan terlebih dahulu di blast freezer dimana dengan pembekuan ini adonan bisa disimpan dalam waktu yang lebih lama daripada fresh dough,” tutur Christian membuka percakapan dengan BAKERY MAGAZINE.
Begitu juga dengan penggunaan bahan baku untuk frozen dough yang mana tidak jauh berbeda dengan pembuatan roti dan pastry pada umumnya. “Perbedaannya terletak pada takaran bahan seperti yeast dan improver. Takaran yeast untuk frozen dough sedikit lebih banyak daripada fresh dough,” ungkap Christian. Lebih lanjut lagi, asal Perancis ini menjelaskan, “Untuk croissant, yeast yang digunakan haruslah fresh yeast agar lebih tahan dan sesuai untuk proses pembuatan frozen dough dibanding dengan ragi kering,” jelas pria yang pernah bekerja di Hotel bintang 5 di Timur Tengah.

Satu hal terpenting lainnya semua proses pembuatan frozen dough harus dilakukan di area yang dingin dengan suhu minimal 17oC. Setelah proses pembuatan selesai, adonan harus disimpan di blast freezer dalam suhu sekitar -20oC hingga -30oC untuk kemudian dikemas dan disimpan kembali dalam suhu -18oC. Mengingat kualitas dari frozen dough sangat berpengaruh pada penyimpanan yang tepat, Christian menghimbau adonan yang sedang dibekukan sebaiknya tidak disentuh dan dipindah-pindahkan dari pendingin karena akan memperpendek umur adonan.

“Adonan yang dibuat harus bisa terjaga kualitasnya selama proses pembekuan dan penyimpanan sehingga adonan tersebut masih mampu memberikan hasil maksimal walaupun sudah dibekukan dan disimpan dalam waktu yang lama,” tutur Christian. Apabila semua mengikuti proses mengikuti prosedur yang tepat maka kualitas frozen dough bisa terjaga antara 4 hingga 6 bulan.

Frozen Dough Advantages
Teknik frozen dough mulai mencuat di dunia bakery dan pastry sejak menjamurnya hotel di Indonesia terutama hotel bintang 3 yang tidak mempunyai peralatan serta SDM yang memadai untuk mengolah roti dan pastry. “Dengan adonan yang siap pakai ini, hotel tersebut tidak akan menemukan kendala kekurangan staff. Mereka hanya perlu mengeluarkan adonan dari lemari pendingin, didiamkan sebentar, lalu adonan siap panggang. Cara semacam ini juga dianggap lebih aman karena bisa menghindari kekecewaan tamu hotel,” papar pria yang pernah memegang posisi sebagai Culinary Advisor Timur Tengah di Dubai. Dilihat dari sisi pelanggan pun lebih diuntungkan karena mereka mendapatkan produk yang sama kualitasnya dengan fresh dough.

Selain sisi waktu dan kualitas, teknik frozen dough bisa juga dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi produk, terutama untuk kafe atau bakery yang memiliki banyak cabang. “Standarisasi sebuah bisnis kuliner bisa dijaga apabila menggunakan frozen dough. Selain itu, biaya produksi pun dapat ditekan mengingat minimnya tenaga kerja yang digunakan,” tutur Christian.

Pada dasarnya sistem Frozen dough juga dapat diaplikasikan untuk banyak aplikasi tergantung pelanggan, seperti pizza, puff, danish pastry, dan lain sebagainya. Bukan hanya dapat digunakan oleh industri, bahkan frozen dough pun diminati para kalangan ibu rumah tangga. “Mereka bisa berkreasi menginovasikan produknya sendiri, misalnya membuat pizza dengan menambahkan aneka topping dan filling sesuai selera,” tutur Christian.

Saat ini beredar pula sebutan ready to eat yaitu istilah untuk menyebut adonan frozen dough yang sudah diproses dan tidak membutuhkan pengolahan lebih lanjut, cukup dipanggang saja dan siap disantap. Namun sebenarnya ready to eat memiliki perbedaan dengan frozen dough. “Proses awal dari ready to eat memang frozen dough namun terdapat perbedaan proses ready to eat dan frozen dough. Jika ingin pelayanan yang lebih cepat maka kami lebih menyarankan untuk menggunakan ready to eat,” ujar Christian.

Metode frozen dough membutuhkan pengetahuan akan teknik pengolahan mulai proses awal hingga produk jadi. Selain itu, dibutuhkan pula akan jumlah takaran bahan yang digunakan, ketepatan suhu selama pengolahan dan penyimpanan serta proses lainnya. Standar tinggi PT. Diamond Cold Storage dalam pengendalian mutu telah menempatkan perusahaan ini sebagai perusahaan turunan susu dan frozen dough terkemuka. Terbukti dari klien-klien yang mempercayakan supply frozen dough dari PT. Diamond Cold Storage, seperti para profesional, hotel, food service, bakery, restoran, catering, fast food restoran, dan retail market yang di Indonesia produk ini didistribusikan oleh PT. Sukanda Djaya.

MM 2100 Industrial Town, Cibitung, Bekasi

Written by Marisa Aryani
Photo by Imam Saparisman & Marisa Aryani

Comments { 0 }

R&D Bakers, Support HORECA Dengan Produk Pastry dan Bakery Berkualitas

Kemajuan industri food and beverage (F&B) di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir memang membuat semakin banyaknya usaha BARECA (Bakery, Resto dan Café) serta HORECA (Hotel, Resto dan Café) hadir menyemarakkan industri tersebut. Bagi yang mampu melihat sebuah peluang, tentu kemajuan industri F&B menjadi sebuah motivasi bisnis yang tepat. Memanfaatkan sebuah peluang yang ada dapat menciptakan sebuah usaha bisnis sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Rebranding
Motivasi bisnis serupa juga dialami oleh Andhyka Darwin, Direktur Utama R&D Bakers dan mitra bisnisnya Faruk Fahrany, Direktur Operational R&D Bakers beserta tim managemennya. Motivasi bisnis kuat yang akhirnya membawa R&D Bakers terus melaju dengan lebih dulu melalui sebuah proses rebranding. “R&D Bakers bisa dibilang sudah berdiri dari tahun 2009, namun sebelumnya brand kami bernama Darwin Bakers. Bulan Juli 2013 lalu kami memutuskan untuk rebranding menjadi R&D Bakers, karena kami memutuskan ingin memberi sebuah inovasi serta membawa konsep new products ke pasar wholesale utama kami, yaitu HORECA,” buka Andhyka Darwin, Direktur Utama R&D Bakers.

Hemat Biaya Produksi Bagi Konsumen HORECA
Andhyka sempat memaparkan bahwa visi dan misi yang diusung R&D Bakers pada awalnya adalah untuk menunjang bisnis HORECA dengan memasok produk Pastry dan Bakery dengan tujuan agar pelaku bisnis HORECA dapat menghemat waktu produksi sehingga dapat juga menghemat biaya produksi. “Kami sebenarnya juga bercita-cita menjadi pemimpin dalam industri supplier wholesale di lini frozen dough bagi HORECA,” jelas Andhyka. Andhyka menambahkan jika ke depannya R&D Bakers ingin lebih memudahkan para konsumennya dalam mendapatkan dan menggunakan produk-produknya.

100 Macam Produk Pastry dan Bakery

Selain HORECA yang menjadi target utama, R&D Bakers ternyata memiliki usaha retail makanan sendiri. “Dalam holding perusahaan kami, kami memiliki perusahaan retail
dengan brand Gudang Rottie. R&D Bakers pun mendukung beberapa produk ke dalam divisi retail kami tersebut. Meskipun begitu, Gudang Rottie kami perlakukan layaknya konsumen R&D Bakers,” ungkap Andhyka. R&D Bakers telah memiliki hampir 100 produk yang diungkapkan oleh Andhyka meliputi produk bread, cake, pastry, filling dan sebagainya. “Kami berusaha untuk terus menjaga kualitas citarasa produk yang ada di R&D Bakers dan bisa dibilang kami bekerja keras agar dapat diterima oleh pasar yang lebih luas. Penggunaan prime ingredients di R&D Bakers menjadi bentuk aplikasi utama kami dalam menjaga kualitas, selain tentunya penerapan hygiene dan sanitasi serta pengembangan di lini Research and Development. Faktor-faktor ini yang menyebabkan terkadang harga produk kami sedikit tinggi,” jelas Andhyka.

Rukan Villa Jatibening Tol Kav A4 – Bekasi / www.rdbakers.com

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

ASAFoods, High Quality Frozen Dough, Fresh Bakeries, Pastries and Food To Go with ISO 22000’s Food Safety Certification

Industri di sektor frozen dough maupun fresh products yang semakin berkembang di Indonesia semakin bergerak maju dengan didukung keberadaan food manufacturing yang bergerak di sektor tersebut. Hal ini tentunya semakin menunjang pertumbuhan konsumsi pasar yang dituju, sehingga pertumbuhan ekonomipun ikut meningkat dari waktu ke waktu.

Target Menjadi Market Leader
Salah satu perusahaan Manufacturing yang konsisten bergerak di bidang high quality frozen Dough, Fresh Bakeries, Pastries, Cakes and Food-to-Go yang juga bergerak di retail food market serta merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia adalah ASAFoods.

“ASAFoodenesia Abadi atau ASAFoods sudah mulai beroperasi sejak akhir tahun 2007. Kami memiliki visi untuk mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan yang sehat dan berkualitas tinggi. Harapan kami di 5 tahun ke depan adalah ASAFoods bias menjadi leader dalam memasok produk-produk makanan, termasuk produk pastry dan bakery dengan kualitas terbaik di Indonesia,” buka Andreas Sutanto, President and CEO ASAFoods.

No Preservatives Added Products dan ISO 22000
Menurut Andreas Sutanto, ASAFoods menerapkan konsep no preservatives added products untuk semua produk yang diproduksi di ASAFoods. “Kami memiliki fasilitas unique combo yaitu frozen dough dan fresh products, contohnya croissant, puff pastry, toast bread, brioche, healthy bread dan cake serta foods seperti chicken teriyaki, pasta, spaghetti, nasi uduk dan lain sebagainya,” ujar Andreas Sutanto.

Standar food safetypun sudah dikantongi oleh ASAFoods. “Luas pabrik kami sebesar 3.300 m2 dan sudah memiliki sertifikat ISO 22000:2005, certified by SGS in Food Safety Management Standard. Jadi ASAFoods sudah memiliki standar food safety untuk hygiene dan sanitasi yang diakui secara internasional,” jelas Andreas Sutanto.

Kapasitas Produksi 100.000 Potong
Lebih dari 50 jenis produk dengan kisaran angka 100.000 pcs, menurut Andreas Sutanto diproduksi di ASAFoods setiap harinya. ASAFoods memasok produknya ke beragam sektor BARECA atau Bakery, Resto dan Café, dimana salah satunya adalah Pane del Giorno. Pane del Giorno menurut Andreas Sutanto merupakan Convenient Store yang dimiliki PT. Belanja Makan Indonesia yang disupply secara ekslusif oleh ASAFoods.

“Setiap hari kami memasok hingga 600 sampai dengan 700 potong lebih produk roti dan cake serta juga makanan lain ke Pane del Giorno, dan itu hanya untuk 1 gerainya saja,” jelas Andreas Sutanto.

Part Baked dan Fully Baked
Selain menawarkan produk-produk yang sudah tersedia di ASAFoods, Andreas Sutanto menjelaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya customized products yang diminta para mitra bisnis ASAFoods. Dan, khusus untuk produk frozen dough, ASAFoods berlakukan beberapa sistem produksi.

“Untuk frozen dough, kami memiliki produk pre fermented dimana adonan roti maupun viennoiserie sudah melewati full fermentation process, lalu dibekukan. Untuk jenis ini, pihak pembeli atau mitra bisnis kami yang akan melakukan proses proofing dan baking serta finishing, sehingga menekan biaya produksi dan lebih panjang shelf life-nya,” jelas Andreas Sutanto.

Selain itu, menurut Andreas Sutanto, pihaknya juga memproduksi jenis part baked dan fully baked, sehingga mitra bisnisnya memiliki pilihan frozen dough yang lebih beragam untuk diaplikasikan pada usaha BARECA-nya masing-masing.

“Kami di ASAFoods selalu berusaha untuk terus inovatif dan kreatif, baik dari sisi produk maupun service. Tentunya ditunjang dengan Research and Development yang tidak berhenti untuk terus meningkatkan high quality products serta kerjasama yang baik dari seluruh lini departemen di ASAFoods,” tutup Andreas Sutanto.

Kawasan Industri Sentul Jl. Lintang Raya E-6 Sentul Bogor

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo Doc. ASAFoods

Comments { 0 }

Mocha Mochi, Menjual Kualitas Lewat Homemade Mochi Aneka Rasa

Mochi merupakan penganan ringan yang dikenal di sejumlah negara di Asia. Di Indonesia sendiri, kita mengenal mochi asal Sukabumi yang seringkali dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke sana. Saat ini, beberapa pelaku bisnis usaha makanan yang bergerak di jenis produk mochi moderen memang mulai hadir dan menambah semarak usaha makanan di Indonesia. Salah satunya yang mengusung konsep homemade mochi lewat jalur penjualan online adalah Mocha Mochi yang didirikan oleh Ratna Merlina Gunawan beserta keluarganya.

“Kami mendirikan Mocha Mochi sejak 15 Juni 2010. Resep yang kami gunakan adalah resep Ibu saya dengan memakai tepung ketan. Mochi memang identik dengan negara Asia. Beberapa negara yang mengenal mochi sebagai penganan tradisional mereka adalah Jepang, Taiwan dan tentunya Indonesia.

Mochi asal Jepang menggunakan tepung beras sedangkan mochi asal Taiwan menggunakan tepung ketan layaknya mochi asal Sukabumi. Tapi, mochi asal Taiwan memiliki bagian kulit yang lebih tebal. Untuk mochi kami sendiri, karena memakai tepung ketan jadi lebih condong ke arah mochi Taiwan dan Sukabumi, hanya saja dengan bagian kulit yang lebih tipis,” buka Ratna Merlina Gunawan yang akrab disapa Ratna ini.

Menjual Kualitas Lewat Ragam Rasa Mochi
Tekstur mochi yang hadir dalam 3 kemasan (mini=6 pc, small=12 pc dan large=25pc) ini memang memiliki bagian kulit yang lebih tipis dan mudah dikunyah, bahkan cenderung lembut tidak terlalu kenyal dan lengket. Varian rasa yang ditawarkan memang masih terbatas tapi rupanya kualitas menjadi utama.

“Adonan mochi kami diolah dari campuran tepung ketan, gula dan air yang kemudian diaduk dan dikukus hingga serupa adonan dodol. Tepung ketannya selalu disangrai terlebih dahulu. Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan sisi kebersihan. Bagi kami kualitas sebagai hal yang utama daripada kuantitas,” tegas Ratna.
Adonan mochi matang yang kemudian diberi isi memang disalut dengan tepung ketan. Karena telah disangrai terlebih dahulu, jadi tak ada aroma dan rasa langu tepung mentah yang khas. Dan tentunya memang jauh lebih aman untuk dikonsumsi.

Saat ini, menurut Ratna, Mocha Mochi menyediakan 3 rasa. “Ada original flavor yang isinya terbuat dari campuran kacang tanah sangrai cincang, gula pasir dan wijen. Lalu ada isi rasa cokelat yang terbuat dari campuran kacang tanah dan meises cokelat. Serta mochi isi keju, di mana isi mochinya berupa 100% keju cheddar parut. Kami juga produk khusus berupa potongan mochi, yang bisa untuk topping mochi bagi produk froyo,” tutup Ratna.

www.facebook.com/pages/MochaMochi

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Xi Men Ding, Ramaikan Kuliner Indonesia dengan Menu Khas Taiwan

Saat ini semakin banyak restoran di Jakarta yang menyuguhkan makanan khas Taiwan, satu di antaranya ialah Xi Men Ding (dibaca: si men ting) yang berada di bawah naungan Pancious Group. Didominasi dengan pengunjung yang kebanyakan adalah karyawan kantor, restoran waralaba asal Singapura ini tampil dengan konsep Modern Chinese Restaurant. Konsep tersebut semakin kental manakala terdapat hiasan lampion dihiasi dengan gambar 101 Tower yang merupakan landmark of Taiwan di interior Xi Men Ding.

Sajian Terbaru ala Taiwan
Guna menambah pilihan bersantap para konsumennya, secara rutin Xi Men Ding mengeluarkan kreasi menu terbaru setiap tahunnya. “Jika pada bulan Februari 2012 lalu Xi Men Ding mengeluarkan 40 variasi menu baru, kali ini dalam perayaan satu tahun anniversary-nya, Xi Men Ding mempersembahkan dua belas menu baru yang merupakan hasil kombinasi dari Xi Men Ding Taiwan dan kreasi Chef Xi Men Ding Jakarta,” tutur Fransisca.

Dua belas menu baru tersebut hadir dalam rangkaian menu pork yang tentu saja masih mencirikan khas racikan menu Taiwan. Dengan paduan bumbu khas yang mewakili setiap selera, baik itu manis, asin gurih, pedas, atau pun perpaduan asam dan manis yang segar, menjadikan makanan tersebut mampunyai sensasi rasa yang pas di lidah apalagi ditambah paduan sayuran dan mie.

Rangkaian menu tersebut antara lain Honey Pork Ribs, Pork Belly with Chinese Crepes, Braised Pork Belly with Garlic. Bagi penggemar sayur, pengunjung bisa memilih Braised Pork Belly with Vegetables dan Minced Pork Belly with Lettuce atau Homemade Tofu with Sliced Pork. Ada juga menu mie yang tersedia seperti Braised Pork Belly with Noodles dan Cha Chiang Pork Noodles.

Di antara menu-menu tersebut, terdapat dua menu yang menjadi andalan di Xi Men Ding, antara lain Braised Pork Ribs with Egg dan Pork Belly with Chinese Crepes yang mengutamakan kelembutan dan juicy di bagian terbaik dari pork dalam balutan crepe dan saus spesial. Kedua belas menu tersebut dijual dengan kisaran harga Rp. 40.000,00 hingga Rp. 70.000,00 per porsinya.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati menu bergaransi halal, Xi Men Ding juga menyediakan berbagai menu yang dijamin tidak terkontaminasi dengan masakan yang mengandung pork dan menggunakan perangkat memasak yang terpisah. Memiliki kapasitas tempat duduk 120 orang, Xi Men Ding juga menyediakan ruang VIP room yang dapat memuat hingga 20 orang.

“Tahun pertama adalah tahun pengenalan makanan Taiwan kepada publik. Tahun-tahun berikutnya kami berharap publik sudah lebih terbiasa dengan makanan Taiwan dan bisa menjadikannya sebagai makanan favorit mereka” ujar Fransisca. Xi Men Ding juga memiliki Snack Booth yang menyediakan beragam menu snack dan dessert lezat yang bisa dipilih sebagai take away menu. “Snack Booth ini tentu bisa menjadi solusi tepat untuk pengunjung yang tidak memiliki banyak waktu dan butuh akses cepat,” tutup Fransisca.

Senayan City, Level 4 Jakarta

Written by Marisa Aryani
Photo doc. Xi Men Ding

Comments { 0 }