Archive | Recommended RSS feed for this section

Hova Cake, “Special Design” Hova Cake untuk Pelanggan

Hova Cake sudah berdiri pada awal 2006 di Jalan Mandala Utara, Jakarta Barat dan telah membuka dua cabang di Bangka pada 2011. Konsep Hova Cake sendiri berkonsentrasi pada produk kue pernikahan dan kue ulang tahun dengan rasa yang berkualitas dan model minimalis, tapi tetap mengikuti tren pasar yang ada. “Perbedaan Hova Cake dengan yang lainnya terletak pada rasa yang beragam, kualitas rasa yang terjamin, dan model dekorasi yang khas,” ujar Yanti selaku pemilik Hova Cake.

Varian rasa di Hova Cake terdiri dari Lapis Surabaya, Mocca Tart, Chocolate Cake, Cheese Cake, Blueberry Cake, Marmer Cake, Capucinno Cake, Lapis Legit, Chocolate Mocca, Black Forest, Avocado Cake, Tiramisu, dan lain sebagainya. Adapun rasa favorit pelanggan Hova Cake adalah Chocolate Mocca, Blueberry Cake, dan Lapis Surabaya.

“Sekarang mayoritas semua pesanan palsu, tapi ada juga orang yang masih request bagian atasnya ada kuenya,” Yanti menjelaskan. “Jadi, kalau pelanggan yang masih memiliki tradisi harus ada kue asli pada bagian kue pernikahannya memang suka memesan yang ada kue di bagian atasnya saja,” lanjut Yanti. Namun, apabila ada pesanan ingin seluruh bagiannya adalah kue Hova Cake bisa menyediakannya dengan harga yang tentunya lebih mahal daripada yang palsu.

Hova Cake pernah melakukan pengiriman kue pernikahan dari Jakarta hingga ke Bali dan Singapura, tapi kalau untuk kue ulang tahun, Hova Cake hanya melayani deliveri pada area Jabodetabek saja. Keselamatan pengiriman kue pernikahan hingga ke luar kota atau ke luar negeri akan ditanggung oleh pihak Hova, apabila terjadi kerusakkan akan diganti sepenuhnya. Selain kue pernikahan dan kue ulang tahun, Hova Cake juga melayani pembuatan produk one month baby cake, snack box, dan acara khusus (Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek, dsb).

Dekorasi kue di Hova Cake mayoritas sudah menggunakan icing/fondant dan peminat butter cream pun masih tetap ada. Pelanggan Hova Cake lebih menyukai dekorasi kue menggunakan icing. “Warna dan bentuk dekorasi menggunakan icing tampak lebih menarik, dan lebih tahan bentuknya,” jelas Yanti. Pelanggan dapat memilih kue dengan beragam tingkatan sampai dengan tujuh tingkat.

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Jalan Mandala Utara No. 604 B, Tomang – Jakarta Barat

Written by Putri Suryani, Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Reading Room Bersantap Ditemani Koleksi Ribuan Buku

Konsep unik dalam paduan sebuah usaha resto dan café tentu menjadi daya tarik dan nilai lebih yang dapat memberi pengalaman kuliner yang berbeda bagi para pengunjungnya. Richard Oh adalah salah satu restaurateur yang berani maju mendirikan usaha resto café-nya, Reading Room yang terletak di bilangan Kemang Timur dengan konsep unik dan berbeda. “Reading Room hadir didasari inspirasi dari pengetahuan dan kreatifitas,” buka Richard Oh, Founder dan Owner Reading Room Jakarta.

Konsep Mini Library
Resto dan Café yang mulai buka sejak bulan Maret 2011 itu, memang mengadopsi konsep mini library dengan koleksi buku sang pemilik. “Silahkan hitung sendiri buku-buku yang ada di sini,” kata Richard Oh. Bukan jumlah buku yang sedikit tentunya, mengingat 2 lantai area resto didominasi dengan rak-rak buku besar yang pastinya dapat memuat hingga ribuan buku.

Bertandang ke Reading Room tentu akan menjadi pengalaman kuliner seru terutama jika Anda gemar membaca buku selain juga gemar menyantap sajian lezat. Untuk target market pengunjung bisa ditebak sendiri, pastinya para penyuka buku, sastra hingga per-film-an. Koleksi buku-buku di sini menurut Richard Oh didominasi dari buku Sastra, Sejarah, Sains hingga Anthropology.

Bahkan Anda bisa menemukan nama-nama besar dengan karya sastranya yang tentu sudah dikenal luas seperti Victor Hugo maupun Ernest Hemingway terselip dalam rak-rak buku kayu di Reading Room.

Pengunjung Bebas Membaca
Reading Room didesain nyaman tidak hanya untuk menyantap sajian yang ada, tapi juga nyaman untuk sekedar membaca dari koleksi buku-buku yang ada saat menunggu pesanan datang. “Pengunjung bebas membaca di sini. Dan untuk sebagian buku, pengunjung Reading Room bisa membeli buku-buku yang ada di sini dengan harga diskon,” jelas Richard Oh. Kapasitas resto Reading Room di lantai 1 dapat menampung 20 seats dan di lantai 2 hingga 50 seats.

Jl. Kemang Timur Raya 57a-b Jakarta Selatan

Untuk selengkapnya, bisa membaca BAKERY MAGAZINE edisi September 2013

Written by Dewi Sri Rahayu / Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Belle Vue Pastry Shop, Alternatif Toko Oleh-Oleh di Bandung

Seperti kita ketahui, Bandung kini sudah menjadi tempat tujuan wisata penting tanah air dengan beragam pilihan kuliner unik yang ditawarkan. Tepatnya 30 Mei 2013 lalu, kota Bandung kembali menambah warna kuliner dengan diresmikannya Belle Vue Pastry Shop yang berkonsep toko oleh-oleh. Nama Belle Vue sendiri memang sudah tidak asing di telinga warga Bandung, namun mungkin akan lebih familiar dengan nama Belle Vue French Italian Bistro di hotel GH Universal.

“Dengan penggunaan ‘pastry shop’ dibelakang nama Belle Vue ini jelas terlihat bahwa kami hanya membawa menu-menu pastry dari Hotel GH Universal. Selain itu, sebagai toko oleh-oleh kami juga menjual aneka jajanan, seperti Keripik, Dodol, Bagelen, Molen Pisang, Brownies, dan lain sebagainya,” ujar Adventa Pramushanti atau yang biasa dipanggil Venta, Public Relation Manager Hotel GH Universal. Pemilihan lokasi pun disesuaikan dengan konsep yang diusung yakni berlokasi di Pasir Kaliki dimana berada persis di tengah kota Bandung.

Produk Ikonik dan Mix Nut Bread
Sama seperti toko oleh-oleh pada umumnya yang memiliki produk andalan, Belle Vue mempunyai dua produk yang dijadikan ikon, yaitu Blueberry Almond Struddle dan Lemon Meringue Pie. “Kami ingin membentuk stigma masyarakat bahwa apabila mereka mencari struddle dan pie, mereka akan langsung ingat nama Belle Vue Pastry Shop,” ujar Venta.

Blueberry Almond Struddle terbuat dari adonan puff pastry yang diberi 4 macam cream, di antaranya cokelat, keju, pastry cream, dan blueberry cream. “Apple Struddle, Pineapple Struddle, Banana Struddle mungkin sudah banyak ditemukan di tempat lain, tapi Blueberry Almond Struddle, baru Belle Vue yang membuatnya,” tutur Anton Kuswendi, Pastry Chef Belle Vue.

Struddle yang terinspirasi dari Cake Seribu Layer asal Perancis ini bertekstur renyah dan dapat dinikmati dalam keadaan dingin sekalipun sehingga pembeli tidak perlu khawatir untuk menikmatinya di rumah.

Kreasi lainnya yang dibuat oleh Chef Anton adalah Lemon Meringue Pie yang mana dari sisi adonan tidak jauh berbeda dengan pie pada umumnya. “Pembuatan Lemon Meringue Pie terbilang sederhana, hanya butuh teknik khusus dalam mengolah meringue. Sebaiknya dalam pengocokan putih telur, gunakan kecepatan rendah agar udara tetap terikat sehingga meringue bisa mengembang dan kaku,” tutur Chef Anton berbagi tips.

Diakui Chef yang saat ini tercatat sebagai anggota IPC (Indonesia Pastry Club) ini, keistimewaan Lemon Meringue Pie buatannya terletak pada paduan rasa asam lemon dan rasa manis pada meringue. “Pengunjung mungkin akan kaget ketika pertama kali mencicipi pie ini, namun kemudian akan timbul rasa ketagihan. Itulah sensasi yang ingin saya ciptakan ketika orang menikmati Lemon Meringue Pie ini,” ungkap Chef Anton sambil tertawa.

Selain dua menu tersebut, Belle Vue juga mempunyai Mix Nut Bread, yaitu semacam roti manis tapi menggunakan 20% tepung gandum. “Sesuai dengan namanya, Mix Nut Bread ini terdiri dari biji-bijian antara lain biji bunga matahari, pecan nut, hazelnut, dan kacang almond. Untuk memberikan rasa, saya menggunakan cream cheese sebagai filling,” jelas Chef Anton.

Cake Cantik dengan Buttercream sebagai Dekorasi
Sebagai bakery, Belle Vue menyediakan berbagai pilihan menu cake, seperti Sacher Torte, Opera Cake, Blackforest, Nougat Cake, Tiramisu Cake, Cappucino Cream Cake. Sebuah cake akan terlihat menarik apabila dipoles dengan dekorasi yang cantik. “Untuk dekorasi, saya memilih menggunakan buttercream ketimbang fondant. Alasannya, dari sisi biaya yang lebih murah karena cukup bermodalkan cup dan plastik segitiga saja,” ujar Chef Anton.

Menurutnya, seorang pastry chef setidaknya harus memiliki darah seni yang berguna untuk mendekorasi pastry atau cake buatannya. “Tidak dapat dipungkiri tampilan akan memberikan kesan kepada pembeli. Oleh karena itu, untuk menghias cake diperlukan jiwa seni yang kuat guna menuangkan ide tersebut ke media pastry dan cake,” papar Chef Anton.

Dekorasi tidak hanya terpaku pada pada wedding atau birthday cake saja tetapi slice cake pun sebenarnya bisa menjadi bahan dekorasi. “Menghias slice cake selain bermain dengan buttercream atau fondant semata, bisa juga menggunakan buah-buahan segar yang memiliki warna-warna cerah seperti kiwi, strawberry, atau peach,” jelas Chef Anton.

Mengingat central kitchen Belle Vue masih menyatu dengan hotel GH Universal otomatis kualitas produknya pun berstandar hotel bintang 5. Selain itu dengan produk yang bervariasi serta dua ikon andalan, Belle Vue menjadi tempat yang patut dikunjungi bagi para wisatawan yang datang ke kota periangan ini.

“Kami ingin menerobos tren produk oleh-oleh di Bandung yang saat ini terkenal dengan brownies serta molennya. Dengan menghadirkan dua menu unggulan kami yaitu Blueberry Almond Struddle dan Lemon Meringue Pie diharapkan bisa menjadi alternatif baru untuk oleh-oleh di Bandung,” tutup Venta.

Jalan Pasir Kaliki 147 Bandung

Written by Marisa Aryani // Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

90 Gourmet Three Restaurants in One Building

Jalan Riau yang sekarang dikenal dengan nama Jalan R.E. Martadinata memang terkenal sebagai salah satu area surga belanja di Bandung. Tidak hanya untuk kebutuhan sandang, kawasan ini juga dipenuhi restoran dan café di sisi kiri-kanan jalannya.

Sesuai namanya, 90 Gourmet yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata No. 90, dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan bagi para wisatawan yang menginginkan sajian makanan yang berkualitas. “90 Gourmet merupakan sebuah usaha keluarga yang sudah berdiri sejak 4 tahun lalu. Konsepnya sendiri lebih ke arah food court yang menyediakan aneka sajian makanan yang sifatnya lebih universal,” ungkap Nono Kodarisman, Supervisor 90 Gourmet.

Ketika datang ke restoran ini, para pengunjung akan menemukan beberapa restoran yang mempunyai fokus menu yang berbeda. “Ketika masuk ke area gedung, pelanggan akan mendapati Orange Blossom yang menyajikan aneka dessert. Agak ke tengah, Azuma hadir dengan beragam sajian Japanese Food. Naik ke lantai 2, terdapat Public yang menawarkan Western Food lengkap dengan aneka bir dan cocktailnya,” jelas Nono.

Menurutnya, para pelanggan yang datang ke 90 Gourmet memang lebih mengenal restoran ini sebagai restoran Jepang. “90 Gourmet sebenarnya adalah nama gedung ini. Pemiliknya memang lebih tertarik ke makanan Jepang. Tidak hanya fokus pada makanan Jepang di Azuma, kami melengkapi sajian yang kami tawarkan dengan aneka western food yang bisa didapatkan di Orange Blossom maupun Public,” tambah Nono.

Nono mengaku 90 Gourmet tidak menyasar target market tertentu. Menurutnya siapa saja yang ingin menikmati sajian dan suasana yang berbeda bisa datang ke 90 Gourmet. “Karena di daerah ini banyak terdapat perkantoran dan pusat perbelanjaan, biasanya pelanggan yang datang lebih beragam. Tapi sejauh ini kebanyakan memang dari segmen family,” aku Nono.

Colenak Crème Brulee at Orange Blossom
Sesuai dengan namanya, interior Orange Blossom banyak dihiasi oleh ornamen berwarna oranye dan jajaran sofa berwarna senada. Nono mengaku Orange Blossom lebih mengedepankan menu dessert seperti pancake, waffle, dan cake. “Menu andalan kami di sini adalah Colenak Crème Brulee. Colenak yang merupakan makanan khas Bandung yang dipadukan dengan Crème Brulee asal Perancis dan ditambahkan es krim. Farah Quinn pernah mencoba dan bilang kalau Colenak Crème Brulee kami enak,” kata Nono bangga.

Sushi and Teppanyaki at Azuma
Ketika memasuki area Azuma, pelanggan akan di sambut oleh sebuah batu besar bertuliskan Azuma dalam bahasa Jepang. “Azuma berarti timur karena restoran kami menghadap ke timur. Batu besar ini menjadi pemisah antara Azuma dan Orange Blossom,” jelas Nono. Azuma menawarkan beragam sajian makanan Jepang seperti sushi, ramen, teppanyaki, bento, dan lain-lain. “Di Bandung sendiri memang banyak resto yang mengusung konsep makanan Jepang. Tapi biasanya hanya berupa kedai saja. Di Jl. R.E. Martadinata sendiri jarang ada restoran Jepang. Jadi kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba memperkenalkan makanan jepang yang berbeda dari restoran atau kedai berbau Jepang lainnya,” ungkap Nono.

Menurut pengakuan Nono, Azuma lebih mengunggulkan sushi dan teppanyaki menu. “Salah satu keunggulan menu sushi kami adalah dari nasi yang digunakan. Kami menggunakan beras impor dari Jepang untuk semua menu sushi. Volcano Sushi yang berbentuk seperti gunung berisikan spicy salmon dan avocado yang di siram dengan spicy sauce menjadi menu andalan di sini. Karena teppanyaki masih jarang di Bandung, bisa dibilang teppanyaki kami termasuk yang terbaik,” bangga Nono.

Public, Function Room
Public yang hadir dengan western menu seperti aneka sajian pasta, pizza, steak, dan beberapa finger food menu seperti chicken wings dan potato wedges. Public terbagi menjadi dua area, yaitu indoor dan outdoor. Berbeda dengan kedua saudaranya yang sudah beroperasi mulai pukul 11 siang, Public baru mulai beroperasi dari pukul 4 sore.

Nono menjelaskan bir -2 oC merupakan beer menu yang paling disukai oleh pelanggan Public. “Bir -2 oC adalah bir yang disajikan pada gelas beku. “Jadi ketika pelanggan memesan menu ini, mereka akan mendapatkan bir dalam gelas beku tanpa tambahan es batu sebagai pendinginnya lagi,” jelas Nono. Ia menambahkan salah satu perbedaan lain antara Public dan Orange Blossom dan Azuma adalah kesan santai yang ditonjolkan di Public.

Jl. RE. Martadinata No. 90 Cihapit Bandung. Jawa Barat 40113

Written by Ahmad Fajar
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Aperitivo Ristorante e Lounge Resto Mediterania di Area Perkantoran

Tentu masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan jenis makanan seperti pasta, penne, pizza, dan spageti. Tak mengherankan memang, makanan Italia begitu diterima baik oleh masyarakat sehingga penyebarannya pun begitu cepat menyerbu pasar Indonesia. Persaingan tersebut ternyata tidak dihiraukan oleh Aperitivo, salah satu restoran yang menawarkan cita rasa masakan Italia yang otentik. Pertengahan Maret 2010 lalu, Aperitivo hadir memberikan alternatif menu bagi para pecinta kuliner Italia di Indonesia.

Wenty Erri Oktaviani selaku Sales and Marketing Aperitivo Ristorante e Lounge mengemukakan selama ini restauran Italia menghidangkan menu yang disesuaikan dengan selera orang Indonesia sehingga sisi otentiknya pun hilang. Aperitivo memberikan alternatif bagi mereka yang ingin mendapatkan cita rasa khas dimana Aperitivo memiliki Chef asal Italia yang tahu betul mengenai rasa otentik sebuah makanan Italia,” jelasnya.

Memasuki Aperitivo, pengunjung akan merasakan nuansa tradisional yang kental dengan sentuhan Modern Milanese. Ditambah lagi dengan campuran musik Bossanova, Samba, Jazzy, Neo Soul, dan Sexy House sebagai backsound yang akan menambah sisi kenyamanan sebuah restoran. Selain itu penggunaan kaca sebagai elemen dekoratif interior akan menimbulkan kesan outdoor. “Pada awal berdirinya pemilik kami yang berasal dari Milan menginginkan sebuah konsep outdoor untuk restorannya. Namun, mengingat letaknya di dalam gedung perkantoran yang mana hal tersebut tidak dapat direalisasikan, sebagai gantinya, kami memilih mengganti dinding dengan kaca agar cahaya dari luar dapat masuk ke dalam restoran dan menimbulkan efek outdoor,” jelasnya.

Variasi Menu di Aperitivo
Masuk ke bagian menu, Aperitivo tentunya memiliki banyak pilihan pasta yang variatif, mulai dari spageti, lasagna, penne, dan lain sebagainya. Salah satu menu pasta yang paling digemari di Aperitivo bernama Ravioli di Spinaci, yaitu homemade ravioli dengan campuran bayam yang sudah diblender dan disajikan dengan creamy mushroom sauce.

Restoran Italia pasti tidak melewatkan menu yang satu ini yaitu pizza. Berasal dari adonan homemade, menjadikan Pizza di Aperitivo mempunyai ciri khas tersendiri yang tentunya berbeda di tempat lain. “Mengarah ke Italian style, pizza di Aperitivo cenderung lebih crispy dan tipis. Ada satu menu pizza unik yang ada di Aperitivo, namanya Pizza Satu meter. Berisi 4 topping yang berbeda, pizza ini dijual dengan harga Rp. 275.000,-, dan bisa dinikmati oleh 10 orang,” ujar Wenty.
Atas permintaan pengunjung, Aperitivo juga menyediakan berbagai menu Indonesia di jam makan siang, seperti Udang Bumbu Bali, Sop Buntut, Nasi Goreng, dan lain sebagainya. “Orang Indonesia tidak terbiasa dengan menu pasta untuk makan siang, apalagi pekerja kantoran yang membutuhkan banyak nutrisi untuk bekerja. Oleh karena itu, kami pun menambahkan menu Indonesia sebagai pilihan,” jelas Wenty.

Makanan Italia pada umumnya banyak menggunakan keju dalam penyajiannya. Oleh sebab itu, agar rasa otentiknya tidak hilang, Aperitivo menggunakan keju yang didapatkan langsung dari Italia untuk mendapatkan cita rasa yang original, seperti mozzarella, blue cheese, gorgonzola, dan natural cheese. Aperitivo juga sering digunakan untuk menggelar acara baik yang bersifat privat atau pun grup, seperti meeting, gathering, launching, after work gathering, pre-dinner cocktail, dan after dinner party. “Dengan makanan yang berkualitas, harga makanan di sini cukup terjangkau apalagi diramu oleh chef asli asal Italia, jelas, pengunjung akan mendapatkan pengalaman menarik dalam menikmati sajian makanan di Aperitivo.” tutup Wenty.

Atrium Mulia, Ground Floor, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Thamra, Tawarkan Aneka Ragam Jenis Kurma dan Olahannya

Salah satu gerai makanan yang fokus menjual aneka ragam jenis kurma di Jakarta adalah Thamra. Gerai yang terlihat eksklusif, mulai dari desain ruangan maupun packaging-nya itu memang menawarkan varian kurma yang cukup lengkap dengan penambahan beberapa produk lainnya seperti aneka buah kering, aneka ragam kacang-kacangan serta beberapa olahan manis dari kurma.

Target Market yang Luas dan 40 Jenis Kurma
Uniknya, meskipun sekilas gerai Thamra memang terlihat eksklusif, namun rupanya target pasar gerai kurma ini sangat beragam. “Kami menargetkan seluruh kalangan masyarakat baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah dengan kisaran harga Thamra yang beragam sehingga bisa terjangkau bagi semua kalangan,” papar Rina. Saat memasuki gerai Thamra, pengunjung akan dimanjakan dengan begitu banyak aneka ragam kurma yang disusun dalam showcase kaca. “Kami memiliki kurang lebih 40 jenis kurma dan beberapa produk hasil olahan dari kurma, seperti biskuit, kurma yang dibalut dengan cokelat, sari kurma dan juga buah-buahan kering dan kacangkacangan,” jelas Rina.

Kurma Favorit di Thamra
Rina pun menjelaskan lebih lanjut bahwa kelebihan kurma yang ada di Thamra terletak dari keanekaragaman jenisnya. “Kurma yang kami sediakan fresh tanpa tambahan apapun serta dijamin kebersihannya. Mengkonsumsi buah Kurma juga bisa membuat tubuh lebih sehat, tetapi dengan catatan kurma yang Anda konsumsi bebas dari zat additive ataupun penambahan gula,” papar Rina. Ada jenis Kurma Hulwa yang bentuknya agak membulat, Kurma Segae yang berwarna agak kekuningan, Kurma Anbar yang berukuran lebih besar hingga Kurma Ajwa Premium. “Kurma Ajwa Premium adalah salah satu jenis kurma yang paling best seller di Thamra,” jelas Rina.

Jl. Sultan Iskandar Muda No. 32E Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Frangipani Café Enjoy Cherry Crumble and Jaffle at Humble Café

Bertandang ke Frangipani Café, Anda akan disambut konsep ala rumahan yang humble dengan ukuran ruangan yang tidak seberapa besar, tapi ditata dengan begitu apik sehingga nyaman untuk sekedar bersantap santai. Letaknya bersebelahan dengan Spa Cikajang 63, di bilangan Jalan Cikajang Jakarta Selatan. Rupanya, kehadiran Frangipani Café pada awalnya ditujukan sebagai pelengkap Spa Cikajang 63 yaitu digunakan sebagai area ruang tunggu.

“Spa Cikajang 63 ini khusus wanita. Pernah ada seorang Bapak yang mengantar Istrinya melakukan perawatan di Spa dan terpaksa menunggu di luar. Kami melihat dan berpikir untuk memanfaatkan space area di sebelah Spa yang tidak terlalu besar untuk dibuat café kecil sebagai area menunggu yang nyaman. Jadi, didirikanlah Frangipani Café ini. Tapi, ternyata sambutannya begitu positif. Sekarang kami sedang merencanakan untuk membuat sebuah Central Kitchen untuk mendukung rencana menaikkan kapasitas produksi,” buka Rianti Cartwright, salah satu Founder dan Owner Frangipani Café.

Konsep Café yang Nyaman

Rianti memiliki café tersebut bersama 2 orang sahabatnya, Belinda Astrela dan Viola Ginex yang dibuka untuk umum sejak Januari 2013. Rianti dan Belinda yang juga pemilik dari Spa Cikajang 63 menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang fokus pada penyediaan alat-alat untuk melengkapi Central Kitchen dan berharap ke depannya dapat memiliki café dengan space area yang lebih besar.

“Saat ini, space area di Frangipani Café memang tidak besar. Kapasitas tempat duduknya hanya sekitar 20-25 seats saja,” jelas Rianti. Ruangan café terbagi dua, dengan outdoor area yang terlihat nyaman dengan pohon rindangnya yang teduh.
Konsep café yang nyaman, sederhana, tidak terlalu formal dan santai memang dipilih sebagai konsep Frangipani Café,” jelas Rianti.

Nuansa yang terkesan klasik didapat dari jejeran photo frames yang memajang koleksi foto keluarga Rianti dan kedua pemilik lainnya. “Pengunjung bisa melihat sekilas kehidupan kami lewat foto-foto tersebut. Memang, kesannya jadi sangat personal,” jelas Rianti.

Signature Dish Cherry Crumble

Kebanyakan pengunjung yang datang ke Frangipani Café rupanya banyak yang mencari signature dish-nya, yaitu Cherry Crumble. “Cherry Crumble adalah salah satu best selling products kami, selain produk-produk lainnya seperti varian Crumble lainnya, Jaffles, Cupcakes hingga ke varian makanan dan minumannya,” ungkap Rianti.

Cherry Crumble yang ada di Frangipani Café rupanya diolah langsung oleh Rianti, Belinda dan juga Viola. “Resepnya memakai resep Neneknya Viola yang asli orang Jerman. Di sini kami menyajikannya dengan side dish berupa fresh whipped cream,” kata Rianti. Penyajian dengan whipped cream menurut Rianti memang mengikuti penyajian Cherry Crumble yang otentik.

Cherry Crumble menurut Rianti adalah Pie khas Jerman yang terbuat dari 3 elemen utama, yaitu pie dough atau adonan kulit pie, isian yang berupa buah ceri serta topping crumble yang renyah dan sedikit beraroma kayu manis. Citarasanya terbilang istimewa. Tidak terlalu manis ataupun asam dan ketika disantap dengan whipped cream justru semakin menaikkan citarasanya.

“Suami saya, Cas, suka sekali dengan Cherry Crumble buatan Viola. Dia juga yang memberi ide untuk menjual Cherry Crumble di Frangipani Café,” ungkap Rianti. Varian Crumble lainnya yang tersedia adalah Blueberry Crumble, Cherry and Blueberry Crumble, Plum Crumble dan Apple Crumble.

Jl. Cikajang No. 63 Jakarta Selatan

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }