Archive | Recommended RSS feed for this section

Amuz Gourmet

Relishing tasty and delicious food would be complete when supported with an enjoyable and comfortable atmosphere. These days, people are willing to pay extra for a flagship as it is offered by a reputable restaurant. Some even are looking for a cozy atmosphere to enjoy those flagships without thinking much about the bill—as the essence of enjoying the great food and atmosphere presented in a delightful-packed is worth paying.

Not only suitable for dining, the restaurant which offers cozy food and atmosphere is also seemly for business or family meeting for the customers. No wonder if today there are many restaurants in Jakarta that besides presenting delicious food also bestowing cozy and comfortable atmosphere in accordance with the wishes and needs of their customers.

Amuz Gourmet, a fine dining restaurant in Sudirman business district, Central of Jakarta, has attended nearly three years to meet the demand of visitors who want to experience both at once. Claiming themselves to be one of the best fine dining restaurants in Jakarta, Amuz Gourmet offers a different impression of a restaurant. In addition to great food and a comfortable atmosphere, satisfactory service will also be netted by every customer who comes and dines in the restaurant.

Authentic & Classic French Cuisines of Amuz Gourmet
Offering French cuisine to their customers, Amuz has three sorts of menu, namely classic, contemporary, and degustation menu. “Some of classification we present on the menu would facilitate the customers to select the menu they want to enjoy. For example, for those who want to enjoy authentic French cuisine, they can choose the food from the array of classic menu. Contemporary menu is especially presented for those who want to experience French-based cuisines but in the different sensations. We put some changes in form of appearances and some processing techniques to make it more interesting. There is also a slight adjustment to the taste of what Indonesian people like, because no matter what most of our customers are Indonesian,” said Eric Jolibois, Chef de Cuisine of Amuz Gourmet.

Eric also said that one of things which make Amuz special is that the menu found in Amuz will exactly be different with the menu that may exist at any other restaurant. “We offer the menu which are our own creations. Chef Gillex Marx, Chef Founder of Amuz Gourmet, has created the menus which were inspired by classic French cuisine, but in more flexible application. A fish-based cuisine such as John Dory fillets, for example. We make a little more dynamic improvements to its main ingredient, so as to present something more special to our customers,” said Eric. He added that, in addition to classic and contemporary menu, degustation menu is also best-selling menu in Amuz. The degustation menu is highly recommended for those who are completely new to French cuisine.

“Degustation menu is a menu mainstay of Amuz. We always recommend the degustation menu to our customers who are not so familiar with French cuisine. Not only for those who are new to the French Cuisine, we also have regular visitors who do like this degustation menu. The customers can enjoy 7 servings of French cuisine in smaller portion. The most favored menu of the degustation is 7 Course Degustation Dinner where the customers will find different servings with what they have ever eaten before,” closed Suharyatno, Amuz Gourmet’s Sous Chef.

The Energy Building, 2nd Floor SCBD Lot 11A.
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta

Written by Ahmad Fajar
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Angel in-us Coffee: Sajian Berkelas dengan Harga Menengah

Meski masih sebagai pendatang baru, Angel in-us Coffee sudah mendapat hati di kalangan masyarakat menegah ke atas di Jakarta sebagai tempat hang-out. Berawal dari kebiasaan inilah kehadiran Angel in-us Coffee mampu memberi nuansa yang berkesan bagi para pecinta kopi bercita rasa tinggi. Berada di bawah payung Lotte Grup, Angel in-us Coffee merupakan kedai yang diperuntukkan bagi para pecinta kopi yang hadir dengan mengedepankan cita rasa dari secangkir kenikmatan.

“Konsep yang berbeda kami tampilkan di Angel in-us Coffee. Biasanya kedai kopi lebih menjual kenyamanan ketimbang rasa dari kopi itu sendiri, tapi kami hadir selain mengedepankan kenyamanan juga mengandalkan racikan kopi yang sangat kental dengan selera masyarakat Indonesia,” tegas Goenardjoadi Goenawan, Marketing Director PT. Lotteria Indonesia.

Menyuguhkan lebih dari 30 varian menu spesial, mulai dari Java Chocolate Chip Frappe, Cookies and Cream Frappe, Strawberry Smoothie, Vanilla Caramel Macchiato, Caramel Macchiato, dan lain sebagainya, Angel in-us Coffee selalu berkomitmen dalam menjaga standar di setiap gerai. “Perbedaan yang paling mendasar antara Angel in-us Coffee dengan gerai kopi lainnya terletak dari campuran empat jenis biji kopi antara lain Arabika dari Brazil, Kolombia, dan Indonesia serta satu jenis robusta,” tutur Kim Sun Ki selaku General Manager sekaligus Product Development PT. Lotteria Indonesia .

Dalam sesi wawancara, pria asal Korea Selatan ini menjelaskan, “Kualitas biji kopi dapat dilihat dari lapisan luarnya. Apabila berminyak dan cenderung mengkilap berarti kesegaran biji kopi tersebut sudah menurun. Bagi pecinta espresso yang sensitif dengan aroma dan rasa dari sebuah kopi, tentu mereka akan memperhatikan biji kopi yang kami gunakan.”

Mengambil segmen menengah, Angel in-us Coffee menyajikan minuman bercita rasa tinggi tetapi dengan harga terjangkau. Dengan suguhan menu istimewa, Angel in-us Coffee dapat menjadi alternatif pilihan sebagai tempat berkumpul maupun menjalin relasi bisnis. Saat ini Angel in-us Coffee hadir di beberapa gerai ritel Lottemart di Jakarta, yaitu Kelapa Gading, Fatmawati, dan Bintaro. “Dalam waktu dekat ini, rencananya kami akan menambah gerai terbaru dari Angel in-us Coffee,” ungkap Kim Sun Ki.

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Moovina: Satukan Dua Konsep dalam Satu Restoran

Kekuatan konsep menjadi salah satu daya tarik sebuah restoran untuk menarik pengunjung. Wajar saja, saat ini banyak restoran yang hadir tak hanya mengandalkan makanan yang lezat tetapi juga tematik. Itu juga yang coba ditonjolkan oleh Moovina, sebuah restoran yang hadir dengan dua konsep sekaligus. Konsep ini berdasarkan pengamatan sang pemilik, Vincent Sianandar akan tema restoran yang hampir serupa di Jakarta. Oleh karena itu, beliau memilih menghadirkan restoran dengan tema unik dan fresh yang belum pernah ada di Jakarta. Konsep tersebut sengaja dibuat agar pengunjung tidak bosan dan dapat menikmati atmosfir yang berbeda

Taman ala Prancis di Le Jardin
Memasuki restoran Moovina yang pertama yaitu Le Jardin (atau dalam bahasa Indonesia berarti taman), pengunjung akan disuguhkan pemandangan menyerupai taman di Perancis. Mereka seolah dibawa ke atmosfir yang santai tetapi tetap nyaman. Terletak di lantai 3 Plaza Indonesia, tata ruang Le Jardin didesain bak taman dengan pohon asli dan tanaman merambat. Nampaknya, Le Jardin memang didesain khusus bagi pengunjung yang menginginkan kenyamanan dengan kesan homey.

“Apalagi konsep taman yang ada di Le Jardin sepertinya memang belum ada di restoran lain di Jakarta. Biasanya mereka punya konsep taman tapi outdoor, sedangkan Le Jardin letaknya indoor dan di dalam mall,” ujar Junita Milasari, Operations Manager Moovina. “Orang Jakarta sudah sibuk dengan segala aktivitasnya, fungsi kami di sini adalah untuk menghilangkan kejenuhan mereka akan hiruk pikuk kota Jakarta dengan menawarkan suasana yang hijau dan asri,” tambahnya.

Beralih ke makanan, menu di Le Jardin lebih mengarah ke classic French yang simple, seperti Moovina Burger, Je T’aime, Lasagne, Vol-Au-Vent De Fruits De Mer yaitu menu main course dengan seafood yang dicampur dengan white wine cream sauce dan disajikan dengan puff pastry, serta menu pizza dan crepes lain. Banyak juga pilihan menu vegetarian bagi pengunjung yang tidak ingin memakan daging, seperti Bleu Et Noix, yakni salad yang terdiri dari kacang walnut dan keju dengan tambahan sayuran lainnya. Ada juga Feuillette d’Escargots, Fromages, dan lain-lain. Le Jardin pun memiliki menu Afternoon Tea beserta aneka French pastry dan aneka cakes cantik.

Lounge Elegan di Mezzanine
Melangkahkan kaki satu lantai di atas Le Jardin, terdapat restoran kedua Moovina yaitu Mezzanine yang mengambil konsep lounge. Dengan interior yang terkesan seksi, desain Mezzanine tentu jauh berbeda dengan Le Jardin, pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda 180 derajat. Ketika memasuki Moovina, terlihat lampu yang disusun bertuliskan ‘MOOVINA’. Berjalan ke sudut ruangan, terdapat sebuah perapian asli yang ditutup dengan kaca. “Perapian ini menggunakan bahan bakar bioetanol yang ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan bau dan asap,” tutur Nita.

Menawarkan dua sisi yang berbeda, pengunjung Mezzanine dibebaskan memilih antara suasana lounge atau restoran. Mereka juga dapat menikmati makanan di private room jika menginginkan suasana yang lebih intim dengan keluarga atau kerabat. Tersedia juga bar bagi pengunjung yang ingin bersantai menikmati aneka minuman favorit di Mezzanine. Untuk mempermudah pengunjung yang datang, disediakan juga sebuah lift dari lobi yang menghubungkan langsung ke Mezzanine.
Mengenai makanan, Mezzanine menyajikan makanan yang lebih berat ketimbang Le Jardin, seperti Asperges Sauce mousseline yaitu asparagus yang disajikan dengan hollandaise sauce dan chives baik untuk memulai petualangan pengunjung di Mezzanine. Bagi pengunjung yang ingin menikmati menu steak dapat memesan Cote De Boeuf, yaitu daging wagyu seberat 1000-1200 gram sangat cocok dinikmati oleh 2-3 orang. Ada juga menu lain seperti Pilaf De Fruits De Mer, Chicken Cordon Bleu, Spaghetti Bolognese, Tagliatelle Carbonara, dan sebagainya.

Dengan kapasitas tempat yang besar (50 seat di Le Jardin dan 100-130 seat di Mezzanine, bahkan mampu mencapai 500 orang apabila standing party), Moovina sering dijadikan tempat menggelar momen istimewa seperti arisan, gathering, ulang tahun, baby shower, pesta, dan lain sebagainya. Walaupun baru 6 bulan dibuka, respon masyarakat sangat baik dan Moovina sudah mempunyai marketnya sendiri. Menawarkan suasana yang berbeda, Moovina mulai mendapat tempat di hati para pengunjungnya. “Warga Jakarta khususnya mencari restoran dengan nuansa yang ‘menyegarkan’. Pengunjung yang datang ke sini ingin mencoba sesuatu yang unik, mulai dari makanan hingga suasana yang ditawarkan Moovina,” ungkap Nita. Menghadirkan dua tema berbeda, Moovina sangat pas untuk warga Jakarta melepas lelah sekaligus bersantai menikmati makanan Perancis namun dengan suasana berbeda.

Plaza Indonesia 3rd Fl. # 119 & 4th Fl. #06

Written by Marisa Aryani
Photo by Willys Laureel

Comments { 0 }

Hoshi Japanese Healthy Bread: Setia Pada Roti Sehat ala Jepang

Memilih roti Jepang sebagai produk dagangan utama di tengah dominasi roti Taiwan, adalah strategi Hoshi untuk tampil beda dengan kebanyakan bakery di Jakarta. Bakery yang sudah sekitar tiga tahun berdiri ini, diprakarsai oleh lima sekawan yang gemar menikmati roti sejak kecil. Febrian Themasyah, salah satu pemilik Hoshi mengatakan “Bisnis ini dimulai karena kami melihat belum banyaknya pemain roti di pasaran yang menonjolkan segi kesehatan dan juga rasa yang nikmat.”

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Hoshi berarti ‘bintang’. Ini tentu sesuai dengan salah seorang pemegang sahamnya yaitu Choky Sitohang yang juga berperan sebagai brand ambassador. Mengambil lokasi di Central Park, Febrian dan rekan-rekannya punya alasannya sendiri. “Central Park tergolong mall baru di Jakarta yang mana masih mempunyai potensi untuk dikenal oleh masyarakat luas. Seiring berjalan waktu, Central Park memang semakin hari semakin ramai dikunjungi masyarakat sehingga nama Hoshi pun bisa semakin dikenal,” ujar Febrian.

Konsisten dengan Roti Jepang

Sebagai bakery yang mengusung roti Jepang, Hoshi berhasil mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Di Indonesia lebih banyak produsen roti yang mengusung konsep roti Taiwan sebagai produk utama. Namun Hoshi melihat peluang lain, dimana saat ini masyarakat sudah mulai melirik gaya hidup sehat dan beralih ke roti Jepang yang notabene menggunakan bahan-bahan alami serta bergizi,” ujar Febrian.

Di negara asalnya, Jepang, roti tidak hanya mengutamakan unsur kesehatan tetapi juga rasa yang nikmat. Penambahan susu misalnya, selain bisa memperkaya rasa juga dapat menambah nilai gizi sebuah roti. “Produk roti di Hoshi tidak menggunakan bahan-bahan kimia, seperti improver, pewarna, perisa, bahkan pengawet tambahan sehingga aman dikonsumsi,” ungkap Febrian. Bukan hanya bahan, proses produksi juga menjadi komponen yang diperhatikan oleh Hoshi yiatu dengan menggunakan metode tradisional Jepang yang diproses secara moderen dan higienis.

Varian Roti dan Produk Pelengkap Lainnya

Lebih dari 50 varian roti yang dimiliki oleh Hoshi, di antaranya Blueberry Cheese yang berbentuk segitiga dengan bagian tengah yang berisi cream cheese dengan hiasan blueberry. Penggemar keju juga dapat menikmati Cheesy Cheesy dan penyuka ikan tuna dapay memilih menu Tasty Tuna atau Savory Tuna. Ada pula Hidaka Kombo Chiken, Brioche Pan, Milky Fujiyama, , Kaya Bun, Basamo Pan, Aici Chiken, Sausage Sate Pan, dan lain sebagainya.

Hoshi tidak hanya memproduksi berbagai varian roti manis Jepang, namun juga menyediakan aneka roti tawar seperti Super Strong Bone, Swin Mix Toast, Whole Wheat, Whole Wheat Raisin, Shokupan, dan Crown Toast. “Swin Mix Toast menggunakan 100% susu tanpa tambahan air dengan sedikit taburan choco chips. Roti tawar yang paling disukai di Hoshi adalah Super Strong Bone yang terdiri dari campuran wijen hitam,” tutur Ayu Permata Sari, Supervisor Hoshi.

Walaupun dikategorikan produk sehat, namun Hoshi tetap mengutamakan rasa dan bentuk yang menarik, seperti roti berbentuk tokoh kartun Elmo dengan filling fla banana yang disukai anak-anak. Tidak hanya itu, Hoshi pun memiliki variasi cookies seperti Peanut Sesame Cookies, Pumpkin Cookies, Raisin Cookies, Chewy Chocolate Cookies, dan Black Sesame Cookies. “Cookies ini termasuk produk sehat karena mengandung banyak biji-bijian yang kaya akan serat sehingga bagus untuk pencernaan,” tutur Ayu.

Bagi pengunjung yang ingin makan di tempat, gerai bakery ini juga mengambil konsep dine-in dengan menyajikan kopi, teh, jus, serta milkshake sebagai pelengkap. Interior Hoshi juga dilengkapi dengan komentar para pengunjung setianya yang rata-rata dari kalangan artis. Berbicara mengenai target market, Hoshi lebih membidik masyarakat umum yang mulai memperhatikan kesehatan.

“Perbedaan Hoshi yang paling mendasar dari bakery lainnya terletak pada tingkat kesegaran sebuah roti karena kami selalu memproduksi roti setiap harinya dengan dua alternatif jenis roti baik yang moderen maupun tradisional,” ungkap Febrian. Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati roti sehat dengan variasi rasa beragam, Hoshi adalah tempat yang patut dikunjungi, sesuai dengan slogan mereka “Serve you better as you are our star”.

Central Park, lt LG unit 107

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Surely / Someday + Kitchen: Happiness Comes from Simple Things

Starting out a business which is closely related to our passion is indeed never mistaken. Ever since he was a young, Sun Wahyu has always dreamed to have a cake shop. Admitting to have passion in baking, back in 2010, Sun left his full-time job as a graphic designer in some notable design studios, and eventually focuses in his own business. After quite a long time since he quit from his job, started from his hobby to experiment in making cookies and cakes and supported by his ability to design as his background tells, Sun plunged into an online business with a focus on selling cakes and cookies he made by himself.

Set out with the name Surely / Someday + Kitchen which was inspired by his one of his favorite composers Yoko Kano, Sun tries to create a delightful choice of cookies and cakes for his customers who want to reminisce with cookies and cakes made by their mothers when they were just little. “Happiness comes from simple things. That is the concept of Surely / Someday + Kitchen (S/S+K). For me, not everything has to be fancy, sometimes even simple things could bring happiness to people. I remember when I was just a little boy, my Mom always picked me up at school and brought cookies and cakes she made. That’s what I want to highlight in S/S+K, bringing the moments back,” said Sun.

“I just like the meaning behind surely someday, because as a human we have no idea about what will happen next. But for sure, we need to hold on hope even when life is getting us down. After quitting a job, I was like searching what I want to be and what I want to do. With S/S+K I sure want to bring something simple to my customers without sacrificing the taste. Although the looks of S/S+K’s product are very simple, but we try to keep the essence of nostalgia in any cookies we made,” he recounted.

Sun said that the first concern is his family was not sure about what he does since he doesn’t have educational background in cooking. But his works, seriousness, and perseverance in carrying Surely / Someday + Kitchen slowly bearing fruit. He admitted that in managing S/S+K which has existed ever since in the middle of 2011, he got precious help from his friend and his mother, especially in fulfilling their customers’ order.

Personal Touch in the Products
Sun seems serious with the concept that he brings into Surely / Someday + Kitchen. Sun said that before he officially launched a product, he experimented a lot. After much trial and error, Sun then rolled out his product to the market. Sun admitted that some of the recipes of S/S+K’s products are originally come from her mother, but not the least of which are modified by himself.

With the typical nuance he brings into every product of cookie and pound cake products of S/S+K, Sun admitted to be inspired by many things happened on his daily basis. “Every product that I created does contain personal elements. As Earl Grey cookies, for example. Initially I tried to make Earl Grey Cookies because I and my best friend do enjoy drinking Earl Grey tea. I thought why not to bring it into the form of a cookie. I want a personal touch like that in any of my products. Like every product has a story behind its existence. I believe that product that has a story, or at least made by heart, are easier to be enjoyed, “said Sun.
“There are approximately 16 cookies and pound cakes of S/S+K at the moment. However, there were some cookies and pound cakes that come-and-go. Especially for pound cake, I like experimenting. So, there is seasonal item for pound cake,” said Sun. For the price, Sun (S/S+K) tags cookies IDR 22.500 per pack and IDR 115-155.000 for pound cakes.

Cookies like Earl Gray, Chai, Peach & Passion Fruit Tea Sable, Rosemary Honey, are costumers’ favorites of Surely / Someday + Kitchen. For pound cakes, S/S+K has six variant of pound cakes like Earl Gray, Green Tea & Red Bean, Chocolate Orange, Café au Lait, Strawberry Yogurt, Apricot with honey almond, and Raspberry with Pistachio and Cranberries. Besides cookies and pound cakes, S/S+K also offers Paste for ones who like something savory in addition to the sweet ones. As complementary for cookies and pound cakes, the customers can also order +Haabu, like Purple Rose Tea, Lavender Tea, Chamomile Tea, Cassia Tea, Lemongrass Tea, and Peppermint as a companion to eat cookies and pound cakes.

www.surelysomedaykitchen.com

Written by Ahmad Fajar
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Levain Boulangerie & Patisserie When Japan Taste Meets French Pastry

Jika sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia dan ingin menikmati roti yang fresh dan berkualitas, maka pastikan mampir di Levain Boulangerie & Patisserie. Terletak di daerah Jalan Imbi yang tenang dan tidak jauh dari lokasi landmark Kuala Lumpur yaitu Menara Kembar Petronas maka menemukan Levain Boulangerie&Patisserie tidaklah sulit. Levain Boulangerie & Patisserie bernaung di sebuah bangunan berbentuk bungalow bergaya neo klasik Inggris dengan langit-langit ruangan yang tinggi namun suasana di dalam bakery-cafe tersebut bernuansa hangat dan akrab.

Saat kita memasuki gerai, kita akan disambut berbagai pajangan roti dan cake serta cookies di sisi sebelah kiri kita. Selain jajaran roti dan cake, di ujung ruangan sebelah kiri tersebut juga nampak kegiatan para baker sedang memanggang roti atau mengeluarkan roti dari oven yang memakai batu (stone oven). Selanjutnya di sisi ujung kanan gerai ada tangga dan jika kita lanjutkan berbelok menyusuri ke belakang ruangan maka kita akan melewati jajaran kursi-kursi seperti cafe, baik yang berada di dalam ruangan maupun di suasana terbuka yang berada di teras belakang yang nyaman dan hijau.

Di samping kursi-kursi tamu, akan tampak jajaran aneka cake dan cokelat yang dipajang di dalam showcase yang menarik, yang di latar belakangnya adalah dapur tempat mengerjakan pesanan para tamu untuk berbagai hidangan makanan dan minuman. Tamu-tamu yang duduk di sana rata-rata kaum muda yang asyik bercengkarama ataupun para eksekutif yang sedang berdiskusi mengenai kegiatan bisnis maupun sejenak melepas kesibukan kerja yang menumpuk.

Levain Penanda Kualitas Produk Roti Yang Dihasilkan
BAKERY MAGAZINE disambut oleh Mr. Frankie Bong, Operational Manager Levain Boulangerie & Patisserie Sdn. Bhd, yang ternyata dulu pernah bekerja di Batam. Kami segera terlibat dalam perbincangan yang hangat dan akrab. Levain Boulangerie & Patisserie bermula pada tahun 2001. Sang Pemilik sebenarnya sudah memiliki usaha bisnis produk cokelat yang terkenal di Malaysia dan sangat ingin memiliki usaha makanan. Selain Levain Boulangerie & Patisserie, sang Pemilik usaha juga memiliki usaha bakery-resto-cafe lain dengan merek Ficelle Boulangerie and Patisserie, Fougasse Boulangerie & Patisserie dan Shakespeare Boulangerie & Patisserie.

Usaha yang sukses tentu memiliki keunggulan dalam mendukung kesuksesannya. “Di Levain, semua produk merupakan produk yang fresh. Roti misalnya menggunakan ragi alami (natural yeast/levain), dipanggang dalam oven batu tradisional sehingga menghasilkan roti dengan aroma dan tekstur yang unik. Selain itu semua bahan baku adalah berkualitas unggul bahkan kami impor dari berbagai negara penting,” jelas Frankie.

Khusus mengenai penggunaan stone oven, kami penasaran dengan alasan penggunaannya, dan oleh Frankie dijelaskan bahwa stone oven akan memberikan kestabilan dalam suhu pemanggangan, kelembutan remah roti dan aroma yang unik sehingga rasa yang dihadirkan menjadi spesial. Investasi di stone oven ini tentu bernilai penting bagi kualitas produk yang dijual.

Untuk menghasilkan roti yang bermutu dan aroma bagus karena memakai levain (wild yeast), maka Levain Boulangerie & Patisserie perlu memakai terigu premium dari Jepang dan Perancis. Untuk penggunaan levain, tentu sudah diperhitungkan dengan masak bahwa pemakaian levain memang memberikan kualitas produk yang super selain proses produksi yang lebih sempurna dan lebih efisien pula.

Yang mengesankan dari semua rangkaian kegiatan produksi yang berkualitas tinggi tersebut, ternyata harga yang dibanderol di produk roti dan pastry Levain Boulangerie & Patisserie tidaklah selangit, melainkan sangat rasional dengan kualitas yang ditawarkan. “Bagi Pemilik Levain Boulangerie & Patisserie, bisa memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk menikmati roti dan pastry bermutu dengan harga terjangkau adalah cita-citanya,”jelas Frankie.

Sang Pemilik Levain Boulangerie & Patisserie memang sangat peduli dengan isyu kesehatan dalam produk roti dan pastry, sehingga selain memakai bahan-bahan berkualitas juga menguangi pemakaian gula dalam berbagai produknya. Tak heran pada jam sibuk sekitar pukul 11.00-14.00 kaum ibu rumah tangga berbaur dengan kaum muda dan eksekutif mengunjungi Levain Boulangerie & Patisserie untuk membeli roti dan pastry bagi kebutuhan keluarga mereka.

Dengan kapasitas mencapai 300 tempat duduk, Levain Boulangerie & Patisserie menjadi salah satu tujuan rekreasi kuliner keluarga, terutama di hari Sabtu dan Minggu. “Pengunjung yang datang sendiri atau bersama rekan kerja di hari kerja biasanya akan datang membawa keluarganya saat akhir pekan,”papar Frankie tersenyum. Untuk itu hidangan panas seperti berbagai pasta, hidangan santap pagi seperti sandwich, siap disajikan. Levain Boulangerie & Patisserie juga siap dalam melayani kebutuhan Birthday Party, Wedding Reception, Valentine Day. “Saat Tahun Baru China kami libur,” jelas Frankie.

Setiap bulan Levain Boulangerie&Patisserie mengeluarkan 2 sampai 4 produk baru untuk melengkapi sekitar 100 jenis roti yang sudah ada. BAKERY MAGAZINE sempat mencicipi beberapa roti unggulan Levain Boulangerie&Patisserie seperti Japan Cornflake Donuts yang renyah dan tak berminyak, Croissant de Almond yang menjadi primadona, Beef Curry Donuts yang memakai bahan bread crumb impor. Bagi pecinta Macaron, Truffles dan Praline, maka menikmati produk-produk tersebut di Levain Boulangerie & Patisserie tidak boleh dilewatkan.

No. 7, Jalan Delima, 55100 Kuala Lumpur, Malaysia

Written by Petrus Gandamana
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Nanny’s Pavillon: Tema Berbeda di Setiap Outletnya

Unik! Itulah kesan pertama ketika Anda melihat interior dari Nanny’s Pavillon. Konsep Nanny’s Pavillon diadaptasi dari kebiasaan dalam keluarga sang pemilik, Mellisa Sugianto yaitu berkumpul bersama. “Ketika mereka berkumpul, ada satu Nanny di sana yang sudah hafal betul karakter dan sifat dari masing-masing orang di keluarga tersebut. Dari sanalah konsep ini muncul dan kemudian dikembangkan lagi dengan imajenasi sang pemilik,” ujar Dwi Sartika, Jr. Restaurant Manager Nanny’s Pavillon Plaza Indonesia.

Konsep ‘Homey’
Restoran yang dibuka pada 2009 ini memang menonjolkan kesan homey di setiap cabangnya. “Kami ingin membuat pengunjung yang datang ke sini merasa nyaman layaknya di rumah sendiri. Hal ini sesuai dengan motto dari Nanny’s Pavillon yaitu you are here, you are my family,” tutur Dwi. Tak hanya interior, imajenasi sang pemilik juga dituangkan di dalam buku menu dengan berbagai tokoh fiktif di dalamnya. “Buku menu ini juga dilengkapi dengan cerita dengan menghadirkan tokoh-tokoh khayalan yang juga menjadi nama menu di sini,” ujar Dwi.

Dengan pembukaan outlet pertama di Bandung pada tahun 2009, saat ini Nanny’s telah memiliki 9 outlet yang juga tersebar di Jakarta. “Di Bandung ada 4 cabang dan di Jakarta ada 5 cabang yang setiap cabang memiliki tema berbeda-beda. Misalnya di Pacific Place dengan tema bathroom, Central Park dengan tema Terrace, Gandaria City temanya adalah Sewing Room, Alam Sutera dengan tema yang lebih maskulin yaitu Barn, dan di Plaza Indonesia yang mulai mengangkat karakter dari Nanny yaitu Kimberly’s Room,” ujar Dwi.

Pancake dan Waffle Khas Nanny’s Pavillon
Restoran lokal ini mengandalkan pancake dan waffle sebagai brand image-nya. “Kami ingin menjadikan Nanny’s Pavillon menjadi restoran pancake nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Jadi ketika orang ingin makan pancake dan waffle, mereka akan pergi ke Nanny’s Pavillon,” ujar Dwi. Pancake yang ditawarkan oleh Nanny’s Pavillon memiliki tekstur yang lebih lembut dengan varian yang beragam.
Untuk varian Hot Cheesy Pancake, ada empat macam rasa yang ditawarkan yaitu Meatball Brown Sauce Cheesy, Sausage Cheesy Waffle, Mushroom Cheesy Pancake, dan Hot Banana Cheesy Waffle. “Semua bisa dipilih mau pancake atau waffle. Jika ingin rasa yang lebih garing bisa pilih waffle, tapi jika ingin rasa yang lebih lembut bisa pesan pancake,” ujar Dwi.

Sedangkan untuk pancake manis, ada 6 varian rasa yaitu Bryce’s Crazy Chocolate Waffle, Kim’s Strawberry Pancake, Aloin’s Black Crunchy Caramel Pancake, Fitz’s Mango Waffle, Marsh’s Potato Pancake, dan Pierre’s Banana Pancake. “Pancake yang paling digemari di Nanny’s Pavillon adalah Ynez’s Blueberry Cheese Roll Pancake yaitu pancake yang penyajiannya di roll dengan isi cream cheese serta topping es krim vanilla dan siraman saus blueberry,” tutur Dwi.

Menu Western Lainnya
Selain Pancake dan waffle, ada juga berbagai menu lain yang disediakan di Nanny’s Pavillon seperti menu pasta. “Pasta yang menjadi andalan kami adalah Kimberly’s Green Sausage Pasta yaitu pasta yang berwarna hijau yang dimasak dengan bahan alami yaitu pesto sauce dan disajikan dengan potongan sosis goreng,” ujar Dwi. Ada juga Cecile’s Hot Tuna Spaghetty yaitu aglio olio pasta yang dimasak dengan olive oil dan disajikan dengan irisan cabe rawit dan tuna.
Bagi pengunjung yang ingin menyantap makanan ringan, Nanny’s Pavillon juga menyediakan berbagai menu kentang. “Untuk menu ini yang menjadi andalan adalah Heavy Alvin’s Potato dan Dad’s Favourite Fries dengan siraman Bolognese sauce dan disajikan dengan kacang merah serta dipanggang dengan keju mozzarella. “Menu tersebut hampir mirip, perbedaannnya Heavy Alvin’s Potato disajikan dengan potato chips sedangkan Dad’s Favourite Fries menggunakan french fries,” jelas Dwi. Ada pula menu Olivio’s Fried Buttermilk Mushroom yaitu jamur champion yang digoreng dengan tepung panir sehingga rasanya crispy dan disajikan dengan saus tartar.

Untuk menu minuman, Nanny’s Pavillon menyediakan berbagai varian Fresh Blend Lemonade yaitu campuran buah lemon dengan soda dan air. “Favorit di sini adalah Mango Lemonade dan Blueberry Lemonade dengan rasa yang asam sehingga menimbulkan sensasi segar. Untuk pelanggan yang datang bersama teman-teman, dapat memesan ada juga Nanny’s Cocktail yang bisa dinikmati untuk 4 orang,” jelas Dwi.

Mengambil target market keluarga, Nanny’s berusaha memberikan kepuasan 100% kepada pengunjung. “Kami lebih menonjolkan tema yang kuat dan unik serta pelayanan yang ekstra kepada para pengujung sehingga mereka dapat senyaman mungkin berada di sini,” tutur Dwi.

Written by Marisa Aryani, Photo by Hendri Wijaya

Plaza Indonesia, 2nd Floor

Comments { 0 }