Archive | Recommended RSS feed for this section

Pand’Or Food and Cakes, Ragam Pilihan Premium Cookies and Cakes di Pand’Or Food and Cakes

Konsep toko kue ala Eropa yang diusung Pand’Or Food and Cakes memang menawarkan beragam produk pastry dan bakery yang termasuk premium, selain tentunya premium makanan di area restorannya karena Pand’Or Food and Cakes hadir sebagai satu kesatuan dari sebuah cake shop, bakery dan restoran mewah yang elegan.

Menjaga Konsistensi Produk
Tentunya bukan pekerjaan mudah bagi sebuah usaha food and beverage dalam menjaga konsistensi produknya. “Kami menekankan kualitas yang tinggi pada setiap produk makanan dan minuman yang ada di sini. Sehingga bahan baku yang digunakan juga termasuk bahan baku yang premium,” buka Frenky May Kristiando yang menjabat Head Officer Pand’Or Food and Cakes Jakarta.
Para Chef dan juga staf bagian pengolahan makanan dan minumanpun dilarang keras merubah resep yang ada. “Hal ini penting untuk diperhatikan karena dapat menjaga konsistensi citarasa masing-masing produk setiap harinya,” jelas Frenky. Jadi, tidaklah heran melihat kesuksesan Pand’Or yang berdiri sejak tahun 1983 hingga sekarang ini.

Pilihan Premium Cakes
Menjelang Hari Raya Lebaran, Pand’Or Food Cakes pun terlihat sudah menyediakan contoh pilihan hampers yang hadir sangat elegan dan mewah dalam tema warna turquoise. Pilihan Premium Cookies lainnya yang dapat Anda pilih di Pand’Or semisal ragam biscotti, pate cigarette, sandwich cookie hingga ke varian klasik seperti varian katetong atau lidah kucing, nastar, kaastengel dan sebagainya juga dapat ditemui.

Tentunya saat mengunjungi Pand’Or Food and Cakes, jajaran produk pastry atau cakesnya sayang untuk dilewatkan. Selain menawarkan pilihan whole cakes, tersedia juga pilihan slices-nya. Salah satunya yang menjadi produk baru adalah Fruit Cointreau.

“Fruit Cointreau ini sarat dengan pemakaian buah-buahan segar. Kami tidak memakai buah kaleng karena lebih mengutamakan pemakaian buah-buahan segar. Lapisan di setiap sponge cakenya adalah bavaroise mousse yang yang di dalam moussenya terdapat potongan buah-buahan segar. Setelah set, baru didekor dengan fresh cream dan potongan buah-buahan segar,” kata Dedi Mawardi, Pastry Head Chef Pand’Or Food and Cakes.

Selain Fruit Cointreau masih banyak pilihan lain yang termasuk best-selling cakes di Pand’Or. “Ada Tiramisu, Marjolaine, Opera, Kaiser Chocolate, Strawberry Shortcake, Crystal Fruit Jelly dan sebagainya juga homemade Ice Cream. Kami juga memiliki produk Cheese Cake yang dapat dikategorikan sebagai Japanese Cheese Cake. Teknik Japanese Cheese cake sedikit berbeda dengan cheese cake versi Amerika. Japanese Cheese Cake memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Di sinipun termasuk best-selling item,” pungkas Dedi.

Jl. Wijaya 1 No.60 Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Eaton Restaurant and Bakery, Ragam Cookies, Asian Cakes dan Pineapple Pastry Istimewa

Eaton memang bukanlah nama baru dalam kancah industri pastry and bakery. Nama besarnya semakin berkibar dengan semakin banyaknya jumlah gerai yang dimiliki. Eaton sendiri sudah berdiri sejak tahun 1995. Kualitas produk dan pelayanan tentu menjadi dasar utama dalam berekspansi. Research and Development pun menjadi acuan penting usaha bakery dan restoran yang bernaung di bawah PT. Boga Kaya Rasa itu. Hal ini diakui oleh Tina Dewi, Factory Manager Eaton Restaurant and Bakery. “Sampai saat ini, kami sudah memiliki 19 gerai di Jakarta, 3 di Surabaya dan 1 gerai di Bandung,” buka Tina Dewi.

Gerai yang terletak di Muara Karang diakui Tina merupakan gerai pertama Eaton. Saat ini, Eaton Muara Karang menurut Tina merupakan gerai Eaton yang paling lengkap di Jakarta dalam sisi produk yang terpajang. “Sebagian gerai kami yang lainnya di Jakarta terletak dalam bangunan Mall, sehingga area gerainya tidak sebesar yang ada di Muara Karang. Jadi, untuk kelengkapan produk memang jauh lebih lengkap di gerai Muara Karang ini,” jelas Tina Dewi.

Ragam Cookies Klasik dan Modern
Ragam cake, roti hingga cookies memang begitu banyak memenuhi area display di lantai 1. Pengunjung memang seperti dimanjakan dengan begitu beragamnya produk pastry dan bakery yang diolah langsung oleh tim dapur Eaton yang dikepalai oleh Pastry Chefnya, Jeremy yang berasal dari Taiwan. Di lini cookies atau kue kering, Eaton juga sudah terkenal dengan produk-produk kue kering mereka. Sebut saja, Nastar, Nastar Keju, Kaastengel, Lidah Kucing dan sebagainya yang termasuk dalam kue kering klasik ala Indonesia.

Nastar Keju ala Eaton punya tekstur kulit yang rapuh dan mudah lumer saat disantap persis sebagaimana tekstur Nastar yang khas. Isian selai nanasnya tidak terlampau manis sehingga cocok disantap oleh mereka yang juga peduli akan kesehatan dengan menjaga kadar gula dalam tubuh. Tapi, bagi penggemar sajian baru dan juga sehat, Eaton punya ragam cookies lainnya yang berbeda dari yang selama ini sudah ada.

Ada Caramel Almond Cookies, serupa cookie bar dengan toping caramel almond. Lalu ada Chocolate Classic Mix Nuts, Circle Cookies, Parmesan Cheese Cookies hingga ke jenis cookies sehat seperti Fiber Multi Seeds Cookies yang dibuat sebagai alternatif pilihan bagi para pengunjung Eaton yang menginginkan healthy cookies.

“Fiber Multi Seeds Cookies ini sangat kaya serat karena penggunaan bahan bakunya yang mengandung banyak serat. Cookies ini juga dibuat tanpa penggunaan gula pasir dan hanya menggunakan brown sugar saja. Selain menjual cookies per-toples, kami juga menyediakan beragam cookie hampers yang bisa menjadi pilihan menjelang hari-hari Raya atau event tertentu,” tutup Tina Dewi.

Jl. Pluit Karang Timur Blok B8 No.110 Muara Karang Jakarta Utara

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

LPK Ny. Liem, Legenda Kue Kering di Daerah Bandung

Didirikan sejak 1996 lalu, LPK Ny. Liem telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan dan keterampilan yang terdepan dalam kreatifitas dan inovatif. Diprakarsai oleh Chendawati (menantu dari Ny. Liem) sebagai pengelola kursus sekaligus pengajar tetap, LPK Ny. Liem juga menjual berbagai bahan-bahan utama serta bahan penunjang untuk membuat roti dan cake.

Selain kursus dan menjual bahan-bahan kue, LPK. Ny. Liem juga terkenal dengan aneka cake dan cookies yang tentunya spesial. Apalagi menjelang lebaran seperti ini, Achen, demikian panggilan akrab Chendawati mengemukakan bahwa permintaan kue kering mulai meningkat. “Antusias pembeli di tempat kami terutama untuk kue kering sangat luar biasa saat mendekati bulan puasa. Biasanya mereka memesan secara satuan maupun dalam bentuk parsel untuk diberikan kepada sanak saudara atau rekan bisnis,” tutur Achen.

Dipaparkan lebih lanjut oleh Achen, lonjakan permintaan kue kering tersebut haruslah disiasati secara tepat. “Mengingat kue kering mempunyai daya tahan yang lama, untuk mengatasi lonjakan permintaan kami menyiasatinya dengan membuat stok kue kering sebelum Ramadhan. Hal ini dilakukan guna mengatasi lonjakan kue kering yang begitu meningkat jelang hari raya,” papar Achen.

Utamakan Tekstur Crunchy
Sebagai variasi, Achen menyediakan kue kering dalam berbagai varian rasa, seperti keju, almond, rainbow, kacang, dan lain sebagainya. “Varian tersebut masih bisa berkembang lagi tergantung dari keinginan si pemesan,” jelas Achen. Bukan hanya memiliki varian rasa yang banyak, kue kering buatan Achen juga memiliki tekstur yang renyah atau crunchy. “Tekstur crunchy memiliki kelebihan dari segi daya tahan dimana kue kering yang renyah memiliki waktu simpan yang lebih panjang,” ungkap Achen.

Diakuinya, untuk mengolah kue kering dibutuhkan beberapa teknik, salah satunya yang harus diperhatikan adalah pada saat pemanggangan. “Sebaiknya untuk membuat kue kering memakai oven jenis convection dimana terdapat kipas di dalamnya. Kipas tersebut akan membantu adonan cepat kering, karena jika adonan tersebut belum benar-benar kering, hasilnya produk akan cepat melempem,” jelas Achen.

Pembeli kue kering di LPK. Ny. Liem tidak hanya didominasi oleh warga Bandung. “Banyak pula pelanggan kami yang memesan langsung dari luar kota bahkan sampai ke luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan lainnya,” tutup Chendawati.

Jl. Naripan no. 52, Bandung

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Devine Patisserie Jakarta, Pilihan Hampers Cookies Bercitarasa Klasik

Salah satu gerai makanan sederhana yang ada di pusat jajanan Mayestik Plaza ini memang khusus menawarkan ragam kue tradisional, kue modern, berbagai macam makanan ringan dan juga ragam cookies atau kue kering, dan hadir sejak pertengahan tahun 2012 lalu. Etty, sang pemilik mengakui bahwa semua produk makanan yang ada di gerainya dibuat sendiri, bukan titipan ataupun membeli dari pihak lain.

“Hal ini berkaitan dengan standar mutu yang kami ingin pertahankan. Di gerai makanan kami, kue-kue yang kami tawarkan memang masih sederhana dengan harga jual yang masih terjangkau,” buka Etty, pendiri dan pemilik dari Devine Patisserie Jakarta “Tapi, kami juga memiliki produk premium seperti Tiramisu, Opera, Cheesecake, Red Velvet dan sebagainya, yang hanya bisa dibeli setelah melakukan pemesanan terlebih dahulu karena keterbatasan ruang gerai, maka kami tidak memiliki stock produk tersebut,” jelas Etty. Meskipun begitu, di gerainya ada beberapa tart hias sederhana yang ready stock setiap harinya dengan harga jual standar dan cukup terjangkau seperti ukuran 20 cm yang memiliki harga dikisaran Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 150.000.

Hampers Untuk Lebaran
Menyambut Lebaran 2013 yang akan berlangsung tidak lama lagi, Etty sudah mulai membuat kreasi hampers untuk para pelanggannya. “Untuk saat ini, kami baru membuat 2 jenis hampers kue kering saja. Tapi, ke depannya sebelum mendekati Lebaran, kami akan menambah varian cookies hampers lainnya sebagai variasi pilihan untuk para pelanggan kami,” jelas Etty.

Salah satu hamper yang sudah dibuat oleh Etty adalah Cookies and Cake Hamper. Memadukan 2 toples cookies ukuran 500 gram, 3 tabung cookies, 2 tabung cheese stick dan 1 buah Lapis Surabaya klasik berukuran kotak 20 cm. “Jenis pilihan cookiesnya memang lebih ke arah classic cookies, seperti Nastar, Kaastengel, Putri Salju, Lidah Kucing Lapis Cokelat, Cincin Kenari, Mix Fruits Cookies, Oatmeal Raisins Cookies dan sebagainya,” kata Etty.

Selain Cookies and Cake Hamper, ada juga Triple Cookies Hamper yang berisi 3 toples kue kering berukuran 500 gram. “Untuk produk cookies, kami memiliki beberapa jenis adonan dasar yakni standar, premium dan super premium. Untuk yang premium, penggunaan mentega dalam adonan akan lebih banyak daripada margarin. Jika menginginkan penggunaan 100% mentega dalam adonan, pembeli bisa memilih jenis super premium,” tutup Etty.

Mayestik Plaza City Walk Area – Jl. Tebah Raya Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Arif

Comments { 0 }

Yorya Cookies, Homemade Cookies dengan Sistem Kemitraan

Menjadi seorang pebisnis mungkin tak pernah terlintas dalam benak Liche Lidiawati yang berprofesi sebagai dokter gigi. Namun takdir menuntunnya untuk membuka sebuah usaha dengan produk utama kue kering. Sang anak Ryan Narenda bertutur bahwa usaha Ibunya bermula sekitar tahun 1996 saat mencoba membuat kue kering yang saat itu hanya dijual ke tetangga dan teman terdekat. “Di luar prediksi, ternyata kue kering tersebut mendapat tanggapan positif dari mereka,” cerita Ryan yang juga adalah Marketing Manager usaha Liche saat membuka percakapan dengan BAKERY MAGAZINE.

Seiring berjalannya waktu, pesanan akan kue kering semakin meningkat hingga pada akhirnya Liche memutuskan untuk memberikan label nama untuk usahanya tersebut. Pada tahun 2004 terpilihlah nama Yorya Cookies yang diambil dari singkatan ketiga anaknya, Yorda, Ryan, dan Nadya.

Sebelum besar seperti sekarang, Ryan mengaku hanya bermodalkan dua karyawan untuk mengolah bisnisnya. Namun ketika pesanan semakin meningkat terutama menjelang momen Ramadhan, Ryan memutuskan untuk menambah jumlah tenaga kerjanya hingga saat ini memiliki 120 karyawan.

“Dulu kami masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, namun saat ini kami memilih untuk menggunakan sistem kemitraan dimana kue kering ini dijual lewat para agen atau reseller,” ungkap Ryan.

Kenaikan Pesanan yang Signifikan Menjelang Ramadhan
Sudah menjadi tradisi pada saat menjelang Ramadhan permintaan akan kue kering mengalami peningkatan. Bagi para pebisnis kue kering seperti Ryan, bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, Ryan sudah mulai memproduksi kue kering empat bulan sebelumnya. ”Para pebisnis kue kering mengalami masa panen di momen menjelang hari besar, seperti Ramadhan, Natal, dan tahun baru. Dan kenaikan yang paling signifikan terjadi pada saat bulan puasa,” tutur Ryan.
Seperti yang diungkapkan oleh Ryan bahwa kenaikan produksi kue keringnya bisa mencapai beribu kali lipat dibandingkan dengan saat hari biasanya. “Di hari biasa pesanan tidak menentu, bisa 2 hingga 10 lusin setiap harinya. Namun di bulan Ramadhan, pesanan bisa hingga 8.000 lusin selama bulan puasa,” ungkap Ryan.

Selain untuk dikonsumsi sendiri, kue kering biasanya dijadikan hantaran untuk orang lain dalam bentuk parsel. “Untuk hantaran, kami juga menyediakan parsel yang berisi aneka kue kering. Khasnya untuk Lebaran, kami membuat kue kering yang berisi kurma dan kacang yang ditaburi cokelat di bagian atasnya,” tutur Ryan.

Saat ini Yorya Cookies telah memiliki lebih dari 200 agen yang tersebar di setiap daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Samarinda, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan lain sebagainya. “Rencana ke depannya kami ingin bekerja sama dengan departement store dan membuka outlet sendiri. Namun, hal tersebut masih dalam pembicaraan mengingat kue kering berbeda dengan kuliner lainnya seperti roti dan kue basah yang bisa dikonsumsi setiap hari. Kue kering hanya populer saat menjelang hari besar,” tutup Ryan.

Jl. Permata Timur VIII Blok D/8 Pondok Kelapa Jakarta Timur 13450

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Orilly Desserts, Ragam Chocochip Cookies dan Oatmeal Cookies Renyah

Keberadaan toko kue online Orilly Desserts bermula dari persahabatan 3 wanita, Francesca Indah, Corry Tjong, dan Cicilia Hadibrata yang semula bekerja kantoran dan akhirnya memutuskan bekerjasama mendirikan toko kue online tersebut sejak bulan Mei 2012. “Kami sempat vakum dalam menjalankan Orilly Desserts ini, karena keterbatasan waktu untuk menyeimbangkan waktu kerja utama dan bisnis toko kue online Orilly Desserts,” buka Francesca Indah, salah satu founder dan owner Orilly Desserts yang akrab disapa Sisca ini.

Tapi, akhirnya sejak Maret 2013 lalu mereke mulai kembali menjalankan Orilly Desserts dengan lebih serius dan fokus, “Tetapi minus kehadiran teman kami Corry, karena keputusan pribadi Corry yang ingin lebih fokus pada pekerjaannya sehingga tidak bisa ikut menjalankan Orilly Desserts lagi,” jelas Sisca.

One stop shopping online cake shop rupanya menjadi rencana jangka panjang tim Orilly Desserts. “Kami berusaha menawarkan sebuah online store yang berkualitas dan terpercaya. Untuk saat ini, one stop shopping method yang menjadi salah satu konsep yang ingin kami tawarkan memang belum berjalan. Tetapi, kami berusaha supaya pada kuartal pertama tahun 2014 mendatang sudah dapat diluncurkan”, lanjut Sisca. Jadi, untuk saat ini produk yang ditawarkan memang baru terbatas pada varian kue kering saja.

Khusus untuk Hari Raya seperti Lebaran yang sebentar lagi akan datang, Natal maupun Chinese New Year mereka juga menawarkan produk Lapis Legit yang tersedia dalam 2 rasa yaitu Original Kue Lapis dan Kue Lapis Plum.

Tekstur Cookies yang Renyah
Aroma mentega yang harum sangat terasa saat membuka kemasan cookies dari Orilly Desserts. Ketika mulai mencicipi varian cookiesnya, rasa gurih mentega cukup mendominasi berpadu dengan rasa manis cokelat dan gula maupun sedikit rasa pahit dari cokelat bubuk ataupun dark chocolate yang digunakan di beberapa varian cookiesnya.

“Untuk pengolahan cookies dan Lapis Legit, kami hanya menggunakan 1 merek mentega saja, yakni merek mentega impor dari Belanda. Mentega ini sudah sangat dikenal di Indonesia, karena kualitas produk dan citarasanya yang khas saat sudah diolah menjadi produk pastry termasuk cookies dan Lapis Legit. Dan komposisi mentega tersebut dalam adonan cookies maupun Lapis Legit kami adalah 100%,” jelas Sisca.
Tingkat kerenyahan cookies yang diproduksi Orilly Desserts juga tidak mengecewakan. Tekstur cookiesnya renyah dengan keseluruhan rasa yang cenderung ringan tetapi penuh rasa dan aroma yang menggugah selera, sangat cocok menjadi pelengkap jamuan di Hari Raya maupun hari-hari biasa.

“Kami sangat menjaga kualitas bahan baku yang kami pergunakan. Semua cookies yang kami produksi juga freshly made and bake. Untuk menjaga kerenyahan setiap jenis cookies kami, maka kami memanggangnya dalam oven bersuhu 175°C. Penggunaan loyang juga mempengaruhi kualitas cookies sehingga kami lebih memilih menggunakan loyang khusus kue kering atau baking sheet, yang biasanya kami lapisi dengan silpat ataupun kertas roti, karena menurut kami penggunaan loyang yang disemprot minyak atau diolesi margarin lebih cocok untuk membuat cake daripada kue kering,”pungkas Sisca.

www.facebook.com/OrillyDesserts

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Le Marly Pantry, A Stylish Restaurant with Open Kitchen Concept

Rasanya pas jika Bandung dijuluki dengan julukan surganya kuliner. Bukan hanya menonjolkan makanan yang beraneka ragam, restoran di Bandung pun berlomba menampilkan konsep unik yang tentunya berbeda satu sama lain. Salah satunya adalah Le Marly Pantry, sebuah restoran yang menawarkan makanan bercita rasa Eropa ini hadir dengan konsep casual. “Le Marly Pantry berdiri sejak tahun 2010 dengan menu makanan Italia dan Perancis tapi atmosfer yang ditawarkan lebih terkesan ‘homey’ bukan fine dining,” ujar Irene Sandra, Sales and Marketing Le Marly Pantry.

Asal Nama Le Marly Pantry

Nama Le Marly sendiri diambil dari nama seorang chef perempuan asal Perancis yang mempopulerkan Galette, pastry asal Perancis yang bentuknya pipih. Atas dasar itu pula, Galette menjadi makanan yang paling andalan di Le Marly Pantry. “Galette mempunyai kesamaan dengan Crepes hanya saja Crepes terbuat dari tepung gandum/terigu dengan rasa yang manis. Sedangkan Galette terbuat dari buckwheat dan rasanya cenderung asin dengan tekstur yang lebih tebal dibanding Crepes,” jelas Chef Eddi DJ, Executive Chef Le Marly Pantry. Di Perancis, Galette disajikan dengan topping mozzarella dan variasi isi daging sapi, ayam, maupun seafood yang sudah menjadi makanan utama.

Sedangkan nama pantry diambil untuk menyesuaikan dengan interior dan display Le Marly Pantry. “Pantry adalah tempat menyimpan bumbu serta peralatan dapur lain yang mana merujuk pada sesuatu hal yang tidak formil. Di sinilah kami ingin menekankan walaupun menu kami mengarah ke makanan Eropa tapi Le Marly Pantry tampil lebih ‘homey’ dengan berbagai display peralatan rumah tangga sebagai penunjang,” tutur Chef Eddi.

Konsep awal dari Le Marly Pantry sendiri adalah open kitchen artinya pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan makanan yang mereka pesan. “Ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh sosok Le Marly yang mana turut mempopulerkan penyajian makanan langsung di meja-meja tamu termasuk untuk penataan piringnya,” tutur Chef Eddi.

Gunakan Media Sosial
Media sosial dianggap cara yang efektif untuk menjaring pelanggan setia di Le Marly Pantry. Sandra mengaku sangat memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung sekaligus menampilkan menu baru yang ada di Le marly Pantry. “Media sosial yang kami gunakan seperti twitter @LeMarlyPantry dan instagram dengan nama yang sama. Menurut saya, instagram dan twitter merupakan sarana media yang tepat untuk berbagi informasi mengenai makanan dan si pengunjung juga dapat men-tag keberadaan mereka di aplikasi Foursquare,” tutur Sandra.

Berkapasitas antara 160 hingga 250 orang, membuat Le Marly Pantry kerap dijadikan tempat resepsi pernikahan ataupun acara lain seperti ulang tahun dan arisan. “Kami menyediakan private room yang biasa difungsikan untuk rapat dan arisan,” tutur Chef Eddi. Kini Le Marly Pantry sudah memiliki banyak pelanggan setia. “Dengan desain interior yang ‘homey’ inilah, membuat target market dari Le Marly Pantry lebih umum, artinya bisa dinikmati oleh semua kalangan baik anak muda, keluarga, hingga orang kantoran sekalipun,” tutup Chef Eddi.

Jl. Citarum No. 10, Bandung

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }