Archive | Recommended RSS feed for this section

Auroz Gourmet Grill, French-American Restaurant in the Heart of the City

What do you expect once you enter a restaurant? Some people may say a quiet atmosphere which provides comfort, and some may even say the warm welcome from the waitress. The warm welcome from the waitress will certainly make the customers feel comfortable in the very first place they got into the restaurant. In Auroz Gourmet Grill which is located in Menara Merdeka Jakarta, the customers not only will be greeted with a friendly ‘hello’ by the waitress but also by the Chefs who will prepared the exquisite dinner for them.

The customers will find an open-kitchen once they enter Auroz Gourmet Grill. There the Chefs will be standing welcoming the customers before being accompanied to a comfortable dining table or one of the cozy private rooms. The quite atmosphere indeed will be coupled along with their warm services. Gilles Marx, the Chef Founder of Auroz Gourmet Grill said that they want to make the customers feel comfortable and confident with their choice to dine in Auroz Gourmet Grill. “If they are comfortable once they enter the restaurant, they certainly could happily enjoy the meals we serve,” said Gilles.

The open-kitchen concept they carry allows the customers to see the activity of the Chefs preparing the meals they ordered. Gilles said they want the customers to see the cooking process and all other aspects of a Kitchen. “I want them to feel safe when eating the food served at their table and I want them also to enjoy the show of a busy Kitchen”. We don’t hide anything associated with the ingredient or cooking methods of our menu, we source the best quality products and adapted simple and safe cooking methods to achieve great taste and a nice and clean presentation,” to quote Gilles.

Indonesian Founding Fathers and National Heroes
Auroz is located in Central Jakarta so as they target more Jakarta citizen who live and work around the area. “Amuz has already been fulfilling the demand in South Jakarta. Auroz certainly tend to target people who live and work around Central Jakarta. The road condition that can not be predicted is also the reason why we open our restaurant here. For people who work in this area, it may take quite a long time to go to Amuz due to traffic,” said Gilles.

Gilles said that Menara Merdeka is chosen because besides, it is surrounded by business and government offices by which considered potential, the location of the building is also pretty quiet. Although not exactly located near the main road, Auroz Gourmet Grill remains within reach. Apparently, the choice of location and place, also affecting the ornaments displayed in every corners of the restaurant.

“There are some paintings that we intentionally display that not only enrich the atmosphere of the restaurant, but also characterize the area and the building. Since this is Menara Merdeka, and also the restaurant is near to Jl. Merdeka, we display the painting of Soekarno-Hatta, Indonesia’s founding fathers, and other Indonesian national heroes, such as Soedirman, Diponegoro, AgusSalim, and Kartini,” closed Gilles.

Written and photo by Ahmad Fajar

Comments { 0 }

Pipiltin Cocoa, Bean To Bar Concept at Pipiltin Cocoa

Memiliki visi untuk memajukan biji cokelat Indonesia rupanya menjadi dasar hadirnya Pipiltin Cocoa, sebuah f&b establishment yang telah hadir sejak Maret 2013 lalu dan berfokus menghadirkan produk pastry dan desserts berbasis cokelat. Konsep bean to bar yang unik ini hadir dengan open kitchen yang dilengkapi peralatan modern untuk mengolah biji cokelat menjadi cocoa massa atau cocoa liquor langsung di tempat.

“Konsep bean to bar mengacu pada penggunaan cokelat yang kami olah langsung dari biji cokelatnya dan bukan menggunakan cokelat yang sudah siap olah,” buka Dedy Sutan, Executive Chef Pipiltin Cocoa. Mereka tidak memproduksi cocoa butter atau lemak cokelatnya. Jadi, proses pengolahan biji cokelat di sini akan dimulai dari pengolahan biji cokelat yang sudah melewati proses fermentasi dan roasting. Biji cokelat tersebut kemudian diekstraksi menjadi cocoa massa atau cocoa liquor, lalu kemudian diolah lebih lanjut di mesin conching dengan ditambahkan gula pasir, susu bubuk dan cocoa butter, untuk menghasilkan beberapa macam couverture chocolate dengan kisaran cocoa massa yang berbeda-beda.

Dedy Sutan yang akrab disapa Dedy ini menjelaskan bahwa proses selanjutnya setelah lelehan cocoa liquor diproses di mesin conching memakan waktu hingga 3 hari itu. “Proses conching bertujuan menghaluskan partikel-partikel yang ada di dalam cocoa liquor sehingga nantinya cokelat akan memiliki tekstur yang sangat halus, lembut dan tidak berpasir,” Dedy memaparkan.

Baru kemudian, cairan cokelat yang sudah melewati proses conching akan dimasukkan ke dalam mesin tempering otomatis yang akan menjaga suhu cokelat tetap stabil dan siap diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk pastry dan desserts berbasis cokelat maupun cokelat itu sendiri, seperti chocolate truffle, chocolate pralines ataupun chocolate bar. “Inilah esensi dari konsep bean to bar tersebut,” jelas Dedy.

Biji Cokelat dari Indonesia
Dengan visi memajukan biji cokelat Indonesia, jadi tidak heran jika pemakaian biji cokelatnya pun berasal dari beberapa daerah di Indonesia. “Kami memakai biji cokelat dari Aceh, Pidie Jaya hingga Tabanan Bali. Cocoa butternya pun dari Jember. Kami usahakan memakai bahan baku produksi local,”jelas Dedy.

Penggunaan bahan baku impor bisa dibilang hanya sedikit, sekitar 1% saja dan hanya yang termasuk bahan baku yang memang belum tersedia di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari visi dan misi perusahaan yang berkaitan erat dengan memajukan produk hasil alam negeri sendiri termasuk biji cokelat itu sendiri.

Di tangan Dedy dan tim dapur Pipiltin Cocoa, ragam pastry, desserts, hingga cookies berbasis cokelat menjadi sebuah sajian yang berbeda. Menurut Dedy, banyak yang beranggapan bahwa Pipiltin Cocoa menyajikan desserts berbasis molecular gastronomy. Tapi, nyatanya tidaklah demikian.

“Presentasi ragam pastry di chiller showcase dan desserts kami memang berbeda. Tapi, desserts di sini, semuanya memiliki elemen basic preparation yang umum digunakan dalam pengolahan pastry, di mana tetap ada sponge cakenya, mousse atau elemen krimnya dan elemen lainnya sesuai resepnya masing-masing. Kami lebih suka menyebut sajian kami sebagai avant garde style desserts bukan molecular gastronomy yang kemudian diadaptasi ke desserts,” kata Dedy.

Ragam Cookies Berkualitas
Pipiltin Cocoa memang fokus pada sajian pastry dan desserts yang terlihat begitu moderen, rapih dan minimalis karena tanpa dekorasi kue berlebihan. Beragam chocolate pralines dan trufflesnya pun berbentuk unik karena penggunaan chocolate mould khusus dan disusun bersebelahan dengan jejeran pastry products di chiller showcase, yang jika dilihat memang cukup memikat mata.

“Ada 7 macam cookies yang menjadi new products kami. Mulai dari Melting Moments yang memakai biji vanila asli dalam cookie doughnya dan lemon buttercream untuk fillingnya. Lalu ada juga Chocolate Fudge Cookies yang memiliki citarasa real chocolate karena penggunaan chocolate chips, couverture chocolate dan cocoa powder dalam adonan cookiesnya. Produk ini hampir mirip dengan cookies kami yang lain yaitu Chocolate Diamant yang juga menggunakan cocoa powder dan couverture chocolate yang dilelehkan dan ditambahkan dalam adonan cookiesnya,” jelas Dedy.

Menurut Dedy, selain dijual setiap hari, semua produk cookies juga tersedia untuk pembelian saat event-event besar berlangsung, seperti Hari Raya yang biasanya identik dengan sajian cookies. Saat ini, ragam cookies kami memang lebih ke arah cookies yang berbeda dari cookies klasik Indonesia yang biasa kita santap. “Sebenarnya, kami hanya ingin memberi opsi atau pilihan lain bagi para pelanggan kami dalam memilih cookies untuk sehari-hari maupun untuk event dan perayaan,” pungkas Dedy.

Jl. Barito 2 No.5 Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Ichipanya dan Ichidaigen, Kolaborasi Dua Konsep Saling Menguntungkan

Kelezatan kuliner Jepang memang sudah dapat diterima baik oleh masyarakat Indonesia. Maka tak heran banyak resto dan bakery asal Jepang dapat dengan mudah ditemui di Indonesia. Termasuk di antaranya Ichipanya dan Ichidaigen. Bakery, resto, serta kafe franchise asal Jepang ini hadir di Indonesia sejak 8 bulan yang lalu. Peter Gunardi, pemilik dari Ichipanya dan Ichidaigen mengaku memilih menggunakan konsep ‘tempat nongkrong’ untuk usahanya ini.

“Di Indonesia, istilah tempat nongkrong memang sudah identik dengan coffee shop. Tetapi di Jepang, konsep hang out biasanya lebih mengarah pada ketersediaan dessert manis sebagai makanan utamanya. Kehadiran Ichipanya dan Ichidaigen ini merupakan alternatif bagi mereka yang ingin mencoba hang out dengan nuansa berbeda,” jelas Peter.

Ichipanya, konsep Bakery ala Jepang
Menjelma sebagai tempat nongkrong yang menyajikan makanan manis sebagai menu utamanya, Ichipanya memiliki berbagai menu andalan mulai dari cake hingga mousse. Salah satu dessert unik yang ada di Ichipanya bernama Blue Forest. “Biasanya bakery membuat Blackforest tapi di sini kami memperkenalkan Blue Forest dimana cake tersebut menggunakan basic sponge rasa blueberry dan mousse dengan rasa serupa,” tutur Peter.

Diadopsi dari Indonesia, Ichipanya juga menyediakan Rainbow Cake yang setiap lapisannya memiliki rasa tersendiri, seperti rasa jeruk, strawberry, lemon, pandan, dan lain sebagainya. “Walaupun di tempat lain permintaan akan Rainbow Cake mengalami penurunan, namun di Ichipanya Rainbow Cake masih menempati peringkat sebagai cake favorit,” ungkap Peter. Cake yang tak kalah favoritnya ialah Opera Green Tea. “Jepang memang terkenal akan green tea-nya. Di sini kami menggunakan green tea yang langsung diimpor dari Jepang sehingga rasanya pun masih otentik,” tutur Peter.

Berbicara mengenai roti, sudah menjadi rahasia umum Jepang memang terkenal akan varian rotinya yang menarik. Di antara banyaknya rasa roti yang terdapat di Ichipanya, terdapat sedikitnya 5 varian yang menjadi andalan, seperti Glazed Pan yang bentuknya menyerupai roti sisir asal Indonesia, Tuna Cheese, Cream Cheese yang menggunakan keju asli Jepang, Polo Choco, dan Black & Cheese yang menggunakan Belgian cokelat.

Selain roti, Peter juga menyediakan aneka kue kering. “Orang Jepang gemar memberikan hadiah kepada orang lain, salah satu produk yang paling sering diberikan adalah kue kering,” ungkap Peter. Ada lebih dari 20 varian kue kering di Ichipanya yang mana memiliki tekstur crunchy atau renyah, antara lain Green Tea Soes Pack, Strawberry Soes Large, Snow Ball, Giant Choco Chip, Giant Cinnamon, Almond Choco Pack, Strawberry Sable Pack, dan lain sebagainya.

“Berbeda dengan di Indonesia, orang Jepang lebih suka tekstur cookies yang meleleh ketika di mulut. Jika ingin mencoba kue kering khas Jepang tersebut, kami menyediakan Nastar dengan tekstur meleleh di mulut,” tutur Peter. Saat disinggung mengenai momen Ramadhan yang sebentar lagi akan dirayakan oleh umat muslim, Peter mengaku telah mengemas kue kering dalam bentuk hampers menarik agar lebih simple.

Ichidaigen, Sajikan Ramen Halal dan Fusion Sushi
Masih merupakan suatu kesatuan dengan Ichipanya, Ichidaigen menyediakan menu ramen dan sushi Jepang yang sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia. “Kebanyakan ramen yang ada di Indonesia, mereka menggunakan tulang babi untuk dibuat kaldu. Namun menyesuaikan dengan budaya lokal yang mana mayoritas masyarakatnya beragama Muslim, kami meminta pihak Jepang untuk membuatkan resep ramen tanpa sedikit pun unsur babi di dalamnya,” jelas Peter.

Menggunakan kaldu yang terbuat dari tulang sapi, Peter mengaku dari segi rasa, ramen buatannya tidak kalah dengan yang menggunakan kaldu dari babi. “Kami sempat melakukan tes ke pasar Indonesia, sesuai dugaan mereka bisa menerima ramen tersebut. Bahkan pengunjung kami yang berasal dari Jepang pun menyukai rasa ramen kami dan menjadi pelanggan setia di Ichidaigen,” ungkap Peter.

Karena besarnya permintaan pengunjung, Peter juga menambahkan makanan khas Jepang lainnya yaitu Sushi ke dalam menu di Ichidaigen. “Di Jepang sendiri, Ichidaigen sebenarnya hanya menyediakan ramen, namun mereka mengerti keinginan kami dan akhirnya membuatkan resep sushi khusus untuk pelanggan di Indonesia,” jelas Peter.

Diakui Peter, sejauh ini kolaborasi Ichipanya dan Ichidaigen sangat menguntungkan. “Biasanya orang datang ke sini ingin mengkonsumsi makan berat, mereka bisa menikmati ramen dan sushi di Ichidaigen. Setelah itu mereka bisa membeli roti dan dessert untuk dibawa pulang di Ichipanya,” ujar Peter.

Cabang di Radio Dalam ini merupakan pilot outlet yang mana Peter ingin memperkenalkan suatu food ecosystem di mana dalam satu tempat terdapat tiga konsep sekaligus. “Rencana ke depan kami akan menjual dengan sistem franchise yang mana kami akan tetap mengontrol standar kualitas dari masing-masing franchise dengan memasok makanan langsung dari central kitchen di sini,” tutup Peter.

Jl. Radio Dalam Raya No. 20, Jakarta Selatan

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Printemps Manufacturer of Sweets, Andalkan Kreasi Cookies Klasik dan Modern yang Inovatif

Bermula dari sang Ibu yang hobi membuat cookies klasik Indonesia seperti Nastar, Putri Salju dan sebagainya, Matt Danalan Saragih memutuskan memasarkan kreasi olahan sang Ibu, Patricia Saptawulan di bawah label Printemps Manufacturer of Sweets. “Printemps Manufacturer of Sweets ini masih baru, hadir secara online sekitar 3 bulan lalu,” buka Matt Danalan Saragih yang akrab disapa Matt.
Konsep Produk Berkualitas dan Terjangkau
Pemilihan nama Printemps (baca:prang-tong) yang berarti musim semi ini dipilih Matt karena terinspirasi dari sebuah lagu Perancis yang bertema musim semi. “Saya juga menyukai keindahan musim semi di Perancis,” ujar Matt yang pernah mengunjungi Perancis saat sedang musim semi. Di Printemps Manufacturer of Sweets, konsep sajian cookies dan cake berkualitas dengan harga terjangkau menjadi pilihan Matt dan Patricia.

“Kami fokus pada sajian cookies dan cake yang sederhana, beberapa di antaranya merupakan produk klasik yang digabungkan dengan produk modern yang unik. Meskipun harga yang kami tawarkan cukup terjangkau, tapi bukan berarti kami melupakan sisi kualitasnya karena, kami tetap menggunakan bahan baku bermutu. Bagaimanapun juga citarasa sangat penting dalam sebuah usaha makanan,” papar Matt.

Edition Limiteé
Menyadari pentingnya inovasi produk, Matt pun berkreasi dengan membuat kategori Edition Limiteé, yaitu kategori yang memiliki produk-produk kreasi cookies dan cake yang unik dan dijual dalam waktu terbatas yang sudah ditentukan.
“Saat ini, di kategori Edition Limiteé, ada Chocolate Coated Dates with Almond dan Dates and Nuts Cake sebagai produk khusus Hari Raya Lebaran yang sebentar lagi akan berlangsung. Selain itu, kami juga memiliki 2 produk tambahan dengan konsep flower infused cookies dalam kategori ini, yaitu Rose Petal Cookies dan Jasmine Green Tea Shortbread,” kata Matt.
“Chocolate Coated Dates with Almond adalah buah kurma yang diisi dengan kacang almond utuh panggang dan kemudian dicelup ke dalam cokelat leleh hingga tersalut rata lalu dibiarkan hingga cokelatnya mengeras. Pilihan cokelatnya ada dua, yaitu dark chocolate dan white chocolate,” papar Matt.

Sedangkan Dates and Nuts Cake menurut Matt merupakan modifikasi dari produk Mixed Fruit Cake andalan Printemps. “Buah-buahan kering dalam Mixed Fruits Cake diganti kurma dan ditambahkan kacang kenari. Adonan dasar kuenya tetap sama dengan Mixed Fruit Cake kami,” kata Matt.

Pentingnya Mengerti Komposisi dan Teknik Pengolahan Cookies
Patricia yang fokus dalam produksi cookies di Printemps punya beberapa tips pengolahan cookies yang standar. “Akurasi dalam menimbang bahan baku serta teknik mengolah memang harus diperhatikan dalam mengolah cookies dan produk pastry lainnya. Khusus cookies, saat mengocok mentega dengan gula pasir ataupun brown sugar usahakan hingga mengembang, tetapi saat memasukkan telur dan bahan kering jangan diaduk terlalu lama karena akan membuat adonannya jadi hangat sehingga menurunkan kualitas ketika cookies matang,” jelas Patricia.

Matt yang kerap membantu Ibunya dalam mengolah setiap pesanan yang masuk pada akhirnya mulai mempelajari komposisi resep dan teknik yang tepat. “Jenis shortbread berbeda dengan cookies lainnya, karena shortbread memiliki komposisi mentega atau lemak lebih banyak daripada bahan kering. Hal ini menyebabkan adonannya menjadi lebih lembek. Jenis seperti ini harus disimpan dulu dalam lemari es sampai sedikit mengeras baru kemudian dicetak atau dibentuk sesuai selera,” pungkas Matt.

www.printempsmos.com

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Tiga Cookies Bersaudara Bersatu

Sejak 2012 lalu tiga perusahaan cookies besar dan disegani di Bandung yaitu Ina Cookies, J&C Cookies, dan La Difa Cookies bersatu di bawah naungan BCS (PT. Bonli Cipta Sejahtera). Penggabungan ini beralasan untuk meningkatkan efisiensi pembelian bahan baku dan pengembangan produk. Penggabungan ini dilakukan juga karena memang ketiga pemilik produsen kue kering asal Bandung ini masih bersaudara.

Jika dirunut dari tahun pembuatan, Ina Cookies adalah yang pertama didirikan pada tahun 1992. Ina Cookies sukses meraih pasar di kalangan ibu rumah tangga dengan sistem reseller. Kemudian disusul J&C Cookies pada tahun 1996. Segmentasi pasar J&C Cookies lebih umum, ditandai dengan banyaknya membuka gerai-gerai di lokasi tertentu. Lalu muncul La Difa Cookies yang mengusung kue kering dengan kualitas premium. “Secara umum tiga brand tersebut hampir sama. Namun, setiap brand memiliki karakteristik sendiri untuk mengincar segmentasinya,” jelas Yuliardi Sani, Planager Sales & Distribution.

Produk Baru Untuk Idul Fitri 2013
Menurut Yuliardi, Idul Fitri tahun ini J&C Cookies akan mengangkat produk yang baru keluar akhir tahun kemarin, yaitu kastengel lada hitam. Sedangkan Ina Cookies akan kembali memfavoritkan rainbow cookies, yaitu kue kering lidah kucing yang diberi warna pelangi. Sementara La Difa Cookies akan memperbaharui kemasan dengan stoples kaca agar terlihat lebih elegan.

“Sebenarnya untuk rainbow cookies, rencananya Lebaran tahun ini tidak akan ada. Sebab, melihat trennya sudah lewat. Namun, di luar ekspektasi ternyata permintaan pasar masih cukup tinggi,” ujar Yuliardi Pada tahun ini juga akan terjadi penyusutan varian kue kering. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil rekapitulasi penjualan tahun kemarin. Ada beberapa kue yang hanya akan dikeluarkan pada waktu-waktu tertentu.
Selain itu pada Idul Fitri tahun ini, Yuliardi membocorkan akan ada inovasi baru dalam pembelian parcel. Konsumen tidak lagi hanya membeli parcel yang telah disediakan di gerai. Tapi, di setiap gerai juga bisa membuat parcel sesuai keinginannya, mulai dari varian kue kering di dalamnya sampai hiasan yang digunakan.

Inovasi ini dilakukan karena tampaknya konsumen lebih tertarik jika bisa merancang parcel miliknya. “Kami sudah sempat uji pasar pada pameran-pameran tahun lalu. Hasilnya cukup baik. Tahun ini hal itu siap dilakukan. SDM di setiap retail sudah kami siapkan,” ujar Yuliardi yang telah menjabat sebagai Planager Sales & Distribution sejak BCS berdiri.
BCS sendiri saat ini sedang berusaha membuat tiga merek kue kering tersebut selalu dikenal. Bukan hanya dikenal sebagai kue Lebaran saja. Strateginya melalui promo-promo dadakan di setiap toko, jejaring sosial, dan pelatihan agen untuk mendongkrak penjualan.

PT. Bonli Cipta Sejahtera
Jalan Bojong Koneng Atas No. 43, Bandung

Retail J&C Cookies, Ina Cookies, dan La Difa Cookies
Bober Café, Jalan RE. Martadinata No. 123, Bandung

Written and Photo by Muhammad Khadafi

Comments { 0 }

Pand’Or Food and Cakes, Ragam Pilihan Premium Cookies and Cakes di Pand’Or Food and Cakes

Konsep toko kue ala Eropa yang diusung Pand’Or Food and Cakes memang menawarkan beragam produk pastry dan bakery yang termasuk premium, selain tentunya premium makanan di area restorannya karena Pand’Or Food and Cakes hadir sebagai satu kesatuan dari sebuah cake shop, bakery dan restoran mewah yang elegan.

Menjaga Konsistensi Produk
Tentunya bukan pekerjaan mudah bagi sebuah usaha food and beverage dalam menjaga konsistensi produknya. “Kami menekankan kualitas yang tinggi pada setiap produk makanan dan minuman yang ada di sini. Sehingga bahan baku yang digunakan juga termasuk bahan baku yang premium,” buka Frenky May Kristiando yang menjabat Head Officer Pand’Or Food and Cakes Jakarta.
Para Chef dan juga staf bagian pengolahan makanan dan minumanpun dilarang keras merubah resep yang ada. “Hal ini penting untuk diperhatikan karena dapat menjaga konsistensi citarasa masing-masing produk setiap harinya,” jelas Frenky. Jadi, tidaklah heran melihat kesuksesan Pand’Or yang berdiri sejak tahun 1983 hingga sekarang ini.

Pilihan Premium Cakes
Menjelang Hari Raya Lebaran, Pand’Or Food Cakes pun terlihat sudah menyediakan contoh pilihan hampers yang hadir sangat elegan dan mewah dalam tema warna turquoise. Pilihan Premium Cookies lainnya yang dapat Anda pilih di Pand’Or semisal ragam biscotti, pate cigarette, sandwich cookie hingga ke varian klasik seperti varian katetong atau lidah kucing, nastar, kaastengel dan sebagainya juga dapat ditemui.

Tentunya saat mengunjungi Pand’Or Food and Cakes, jajaran produk pastry atau cakesnya sayang untuk dilewatkan. Selain menawarkan pilihan whole cakes, tersedia juga pilihan slices-nya. Salah satunya yang menjadi produk baru adalah Fruit Cointreau.

“Fruit Cointreau ini sarat dengan pemakaian buah-buahan segar. Kami tidak memakai buah kaleng karena lebih mengutamakan pemakaian buah-buahan segar. Lapisan di setiap sponge cakenya adalah bavaroise mousse yang yang di dalam moussenya terdapat potongan buah-buahan segar. Setelah set, baru didekor dengan fresh cream dan potongan buah-buahan segar,” kata Dedi Mawardi, Pastry Head Chef Pand’Or Food and Cakes.

Selain Fruit Cointreau masih banyak pilihan lain yang termasuk best-selling cakes di Pand’Or. “Ada Tiramisu, Marjolaine, Opera, Kaiser Chocolate, Strawberry Shortcake, Crystal Fruit Jelly dan sebagainya juga homemade Ice Cream. Kami juga memiliki produk Cheese Cake yang dapat dikategorikan sebagai Japanese Cheese Cake. Teknik Japanese Cheese cake sedikit berbeda dengan cheese cake versi Amerika. Japanese Cheese Cake memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Di sinipun termasuk best-selling item,” pungkas Dedi.

Jl. Wijaya 1 No.60 Jakarta Selatan

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Eaton Restaurant and Bakery, Ragam Cookies, Asian Cakes dan Pineapple Pastry Istimewa

Eaton memang bukanlah nama baru dalam kancah industri pastry and bakery. Nama besarnya semakin berkibar dengan semakin banyaknya jumlah gerai yang dimiliki. Eaton sendiri sudah berdiri sejak tahun 1995. Kualitas produk dan pelayanan tentu menjadi dasar utama dalam berekspansi. Research and Development pun menjadi acuan penting usaha bakery dan restoran yang bernaung di bawah PT. Boga Kaya Rasa itu. Hal ini diakui oleh Tina Dewi, Factory Manager Eaton Restaurant and Bakery. “Sampai saat ini, kami sudah memiliki 19 gerai di Jakarta, 3 di Surabaya dan 1 gerai di Bandung,” buka Tina Dewi.

Gerai yang terletak di Muara Karang diakui Tina merupakan gerai pertama Eaton. Saat ini, Eaton Muara Karang menurut Tina merupakan gerai Eaton yang paling lengkap di Jakarta dalam sisi produk yang terpajang. “Sebagian gerai kami yang lainnya di Jakarta terletak dalam bangunan Mall, sehingga area gerainya tidak sebesar yang ada di Muara Karang. Jadi, untuk kelengkapan produk memang jauh lebih lengkap di gerai Muara Karang ini,” jelas Tina Dewi.

Ragam Cookies Klasik dan Modern
Ragam cake, roti hingga cookies memang begitu banyak memenuhi area display di lantai 1. Pengunjung memang seperti dimanjakan dengan begitu beragamnya produk pastry dan bakery yang diolah langsung oleh tim dapur Eaton yang dikepalai oleh Pastry Chefnya, Jeremy yang berasal dari Taiwan. Di lini cookies atau kue kering, Eaton juga sudah terkenal dengan produk-produk kue kering mereka. Sebut saja, Nastar, Nastar Keju, Kaastengel, Lidah Kucing dan sebagainya yang termasuk dalam kue kering klasik ala Indonesia.

Nastar Keju ala Eaton punya tekstur kulit yang rapuh dan mudah lumer saat disantap persis sebagaimana tekstur Nastar yang khas. Isian selai nanasnya tidak terlampau manis sehingga cocok disantap oleh mereka yang juga peduli akan kesehatan dengan menjaga kadar gula dalam tubuh. Tapi, bagi penggemar sajian baru dan juga sehat, Eaton punya ragam cookies lainnya yang berbeda dari yang selama ini sudah ada.

Ada Caramel Almond Cookies, serupa cookie bar dengan toping caramel almond. Lalu ada Chocolate Classic Mix Nuts, Circle Cookies, Parmesan Cheese Cookies hingga ke jenis cookies sehat seperti Fiber Multi Seeds Cookies yang dibuat sebagai alternatif pilihan bagi para pengunjung Eaton yang menginginkan healthy cookies.

“Fiber Multi Seeds Cookies ini sangat kaya serat karena penggunaan bahan bakunya yang mengandung banyak serat. Cookies ini juga dibuat tanpa penggunaan gula pasir dan hanya menggunakan brown sugar saja. Selain menjual cookies per-toples, kami juga menyediakan beragam cookie hampers yang bisa menjadi pilihan menjelang hari-hari Raya atau event tertentu,” tutup Tina Dewi.

Jl. Pluit Karang Timur Blok B8 No.110 Muara Karang Jakarta Utara

Written by Dewi S. Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }