Archive | Recommended RSS feed for this section

Mélati Bakehouse, Bakery dengan Desain Homey

Harina Bahar memulai bakery-nya yang ia beri nama Mélati Bakehouse, sejak September 2016, dengan mewujudkan inspirasinya tentang bakery di Inggris yang memiliki desain yang terkesan homey.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Levant Boulangerie et Pâtisserie, Hadirkan Roti Sourdough ala Eropa

Kecintaannya terhadap produk roti, khususnya European bread, menjadi alasan utama Chef Ramon Medina dan rekannya mendirikan Levant Boulangerie et Pâtisserie.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Up In Smoke, Sajikan Barbeque dengan Konsep Modern Platting

Chef Ubay, Executive Chef Up In Smoke saat memotong ribs

 

Wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, dirasa tepat oleh Zachary Nice sebagai lokasi untuk memperkenalkan konsep Modern Artisan Barbeque dalam Up In Smoke. Restoran yang mengusung metode pemanggangan dan pengasapan daging secara tradisional khas Texas ini juga dipadukan dengan penyajian berkonsep modern platting yang memanjakan mata setiap pelanggan.

“Kami juga mengedepankan konsep open kitchen, dengan begitu pelanggan dapat melihat langsung proses pengolahan dari setiap hidangan baik grilled hingga smoked. Guna memberikan sajian yang segar setiap harinya, setiap olahan daging hingga bahan tambahan lain seperti saus, diproses langsung di dapur utama kami,Pria yang akrab disapa Zach ini menuturkan.

Grilled Bone Ribs Eye

Grilled Bone Rib Eye

Ditemui di hot kitchen, Corporate Executive Chef dari Up In Smoke, Chef Rapha, turut menunjukkan dua giant smoker kepada BARECA Magazine. Smoker ini didatangkan langsung dari Dallas, Texas, dengan keberadaan heater yang dapat menjaga suhu dari daging. Chef Rapha juga menuturkan bahwa setiap daging dari Up In Smoke berasal dari Amerika Serikat dan Australia.

“Proses pembakaran kami lakukan secara alami dengan menggunakan kayu dari pohon rambutan untuk mempertahankan protein dari daging agar tetap tender saat disajikan. Sementara untuk proses pengasapan untuk setiap daging, kami menggunakan metode low temperature dengan waktu yang cukup panjang, selama 4-6 jam,” Chef Rapha menjelaskan.

Salah satu grilled menu unggulan dari Up In Smoke adalah Grilled Bone Ribs Eye. Sajian ini merupakan 1,2kg USA Bone Rib Eyes dipanggang selama 30 menit dengan seasoning berupa sea salt, black pepper, mortared garlic, herb thyme dan parsley. Grilled Bone Ribs Eye juga dapat disajikan bersama Chimichurri sauce. Chef Rapha juga memberikan pilihan untuk jenis daging dalam grilled menu seperti Tomahawk dengan berat 2kg.

Smoked Wild Boar Sausage

Smoked Wild Boar Sausage

Pilihan smoked menu dari Up In Smoke cukup beragam seperti Smoked Wild Boar Sausage dan Smoked Chicken. Khusus Smoked Wild Boar Sausage, Chef Rapha memilih daging wild boar dari Papua sebagai bahan baku utama dalam membuat sosis. Setelah dipanggang, beberapa potong grilled sausage tersebut disajikan bersama kubis, selada air, dan pickled onions.

Smoked Chicken dikreasikan oleh Chef Rapha seperti halnya penyajian ala Texas. Salah satunya adalah penggunaan Alabama White Sauce yang dipadukan dengan beberapa herbs dan pickled onions. Smoked Chicken disajikan secara deconstructed bersama baby romaine lettuce.

“Sebelum menikmati langsung aneka sajian grilled dan smoked, setiap pelanggan juga dapat mencicipi beberapa menu pembuka salah satunya adalah Grilled Broccoli yang disajikan bersama spiced cashew dan romesco sauce. Sementara perpaduan honey marshmallow, honeycomb, chocolate sauce dengan vanilla ice cream sebagai topping dalam Up in Smoke S’more bisa menjadi pilihan sajian penutup yang tepat,” Chef Rapha menuntaskan penjelasannya.

Penulis: Raka Pradipta

Fotografer: Dwi Ratri Utomo

Comments { 0 }

Willie Brothers Steak and Cheese, Padukan Steak dengan Keju

Memadukan steak dengan keju menjadi konsep utama yang diusung Willie Brothers Steak and Cheese sejak berdiri pada 2016 lalu. Tak hanya dipadukan dengan satu jenis keju, Willie Brothers menghadirkan 6 varian keju untuk disajikan di atas steak.

“Setiap steak dari Willie Brothers disajikan di atas hot stone dengan tingkat kematangan daging yang beragam, dari rare hingga well done. Untuk side dish, kami hidangkan secara terpisah, agar setiap pelanggan dapat memilih sajian pendamping yang tepat dalam menikmati steak,” Ellene Gracia, Marketing Staff dari Willie Brothers Steak and Cheese, menjelaskan penyajian steak dari restoran yang terletak di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Barat tersebut.

The Steak and Cheese

Saat ini Willie Brothers memiliki dua varian menu steak yakni Willie Steak and Cheese serta Steak and Grill. Dalam menyajikan varian Willie Steak, Chef Adi, Sous Chef dari Willie Brothers, menggunakan 200gr daging yang merupakan hasil perpaduan antara beberapa jenis daging impor seperti wagyu dan tenderloin.

Willie Steak disajikan di atas hot stone serta dilumuri dengan satu dari enam jenis keju yang dihadirkan Willie Brothers yakni Raclette, Mozzarella, Gouda, Blue Cheese, Pepper Jack, dan Red Cheddar.

Hal serupa juga diterapkan dalam proses penyajian varian Steak and Grill. Perbedaan terlihat dari jenis daging yang dapat dipilih seperti sirloin, tenderloin hingga ribs. Sementara untuk daging jenis wagyu dan black angus, dapat dipilih dalam varian Premium Steak.

Sajian pembuka, Peruvian Pesto Sirloin Salad

Gyu Tongue Fromage

Willie Brothers juga menghadirkan sejumlah menu appetizer seperti Peruvian Pesto Sirloin Salad dan Gyu Tongue Fromage. Chef Adi menjelaskan, Peruvian Pesto Sirloin Salad terdiri dari lettuce segar dengan beberapa potong pan fried sirloin dan fresh creamy pesto dressing.

Sebelum disajikan, terlebih dahulu gyu tongue (lidah sapi) yang menjadi fokus dari Gyu Tongue Fromage direbus selama 3 jam dan di-pan seared bersama dengan bumbu homemade dari Willie Brothers serta keju mozzarella. Setelah itu, gyu tongue disajikan di atas piring yang telah dilumuri dengan red cheddar sauce.

“Di luar menu steak, kami juga memiliki Spicy Spaghetti Seafood Nero yang memadukan antara pasta dengan udang, cumi-cumi serta Napoli sauce. Jika menyukai sajian dengan nasi, dapat memilih Gyu Tongue Garlic Rice. Selain garlic dan butter, saya juga menambahkan beberapa herbs seperti oregano dalam membuat garlic rice sebelum disajikan bersama potongan sauted gyu tongue,” Chef Adi mengakhiri penjelasannya.

Penulis: Raka Pradipta

Fotografer: Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Black Sheep, Usung Konsep Traditional Italian Restaurant yang Berbeda

Bersama sejumlah rekannya, Chef Michele Cuozzo ikut mendirikan Black Sheep yang mengusung konsep traditional Italian restaurant. Berbeda dengan Italian restaurant lainnya,

Continue Reading →

Comments { 0 }

Kebunroti, Homemade Artisan Bread dengan Hasil Kebun Lokal

Homemade Artisan Bread dengan menggunakan bahan baku lokal terbaik dari hasil kebun adalah lini produk bakery yang diusung oleh Kebunroti. Gerai bakery yang berlokasi di Yogyakarta ini menawarkan alternatif kepada masyarakat dalam mengonsumsi aneka sajian sehat, salah satunya adalah sourdough bread.

“Selain produk roti, kami juga memiliki varian cake, cookies, minuman fermentasi alami, dan beberapa bahan baku seperti arang bambu aktif. Bentuk roti kami memang cenderung rustic dan sederhana bergaya roti homemade, namun kami ingin menampilkan suasana kelezatan hangat di dalam setiap roti tersebut,” Siane Caroline, pemilik Kebunroti memaparkan ragam produk di Kebunroti.

Sourdough Vegan Bread

Siane menuturkan kepada BARECA Magazine mengenai alasan memilih sourdough bread sebagai produk unggulan sekaligus menjadi identitas dari Kebunroti.

Salah satunya karena sourdough bread terbuat dari ragi alami yang kaya akan enzim yang baik untuk tubuh manusia dan dapat menambahkan aroma serta rasa ke dalam setiap produk roti.

“Bakteri baik sejenis bakteri asam laktat dalam ragi alami dapat mempertahankan roti dari kontaminasi dan serangan bakteri patogen sehingga daya tahan produk roti juga akan bertambah,” Siane menjelaskan.

Salah satu produk sourdough bread dari Kebunroti adalah Sourdough Vegan Bread. Dalam membuat roti ini, Siane menggunakan ragi alami yang difermentasi selama 5 sampai 7 jam. Siane juga menambahkan gula semut aren organik dan sedikit garam laut yang tidak direfinasi ke dalam adonan roti.

“Kami juga menghadirkan variasi dari sourdough bread seperti Galaxy Banana Bread. Selain sourdough, adonan dari roti ini terbuat dari kombinasi buah naga, beetroot, teh hijau, dan arang bambu aktif. Setelah roti dipanggang, kami menambahkan pisang raja, cokelat, dan keju mozarella sebagai topping,” Siane menuturkan.

Vegan Cheese Burger Pizza

 Penggunaan ragi alami juga diterapkan oleh Siane dalam sajian lain dari Kebunroti salah satunya adalah Vegan Cheese Burger Pizza. Sebagai topping dari pizza, Siane memadukan paprika segar, acar, buah nanas, jamur, dan taburan homemade vegan mozzarella cheese yang terbuat dari almond. Tak lupa, Siane juga menghadirkan saus tomat dari buah tomat segar sebagai teman dalam menikmati pizza dengan kulit tebal ini.

“Untuk memberikan variasi kepada pelanggan, kami juga memiliki beberapa produk dessert seperti Eggless Matcha Cheesecake dan Tiramisu Matcha yang memadukan fresh mascarpone dengan bubuk Kyoto Green Tea yang memiliki sedikit cita rasa rumput laut. Tak jarang pelanggan juga memilih Choco Almond Butter Cookies sebagai buah tangan,” Siane menutup pembicaraan.

 

Penulis: Raka Pradipta

Foto: Dokumentasi Kebunroti

Comments { 0 }

Epigastro, Hadirkan Konsep Gerai dengan Indoor Garden

Epigastro menghadirkan konsep gerai dengan indoor garden yang fresh & airy, dilengkapi beragam tanaman hias di setiap sudut ruangannya. Chef Muhammad Dodi Bachtiar, Head Chef dari Epigastro

Continue Reading →

Comments { 0 }