Archive | Recommended RSS feed for this section

Huize van Wely, Sajikan Premium Handcrafted Chocolate Products

Di Indonesia, Huize van Wely memiliki dua gerai, yaitu di Kemang dan Pacific Place, Jakarta Selatan. Didirikan pertama kali di Belanda, pada tahun 1922, Huize van Wely merupakan sebuah Dutch pastry house. Premium Handcrafted chocolate products seperti Bouchées dan Truffles dan artisanal pastries menjadi produk-produk yang diusungnya.

Nadya Putri Suryadi, F&B Marketing Huize van Wely Indonesia, menjelaskan, “Selain tetap menyajikan varian Bouchées dan Truffles, juga cake dan pastries, kami juga baru mengeluarkan new Ice Cream flavors seperti Yoghurt Mango, Caramel Hazelnut, Lime Pie, Coconut, dan beberapa rasa lainnya. Kami juga sedang mempersiapkan menu-menu untuk Christmas.”

Selain itu, Huize van Wely juga memiliki varian Petit Désire. Diambil dari bahasa Prancis, Petit Désire memiliki arti keinginan kecil. “Banyak konsumen dan pelanggan Huize van Wely yang ingin mencoba lebih banyak varian cakes dan pastries yang kami sajikan, namun menginginkan ukuran yang lebih kecil, sehingga mereka lebih nyaman menyantapnya. Maka dari itu, kami membuat Petit Désire yang pada dasarnya merupakan kreasi petits fours,” Nadya melanjutkan penjelasannya.

Spring, Strawberry Tart & Pistachio Dome

Spring merupakan salah satu best seller Petit Désire. Mango passion cream, orange biscuit and vanilla cream menjadi komponen dari sajian yang turut didekorasi dengan white chocolate daisy flower, green chocolate décor, dan sugar glazed. Cita rasa asam segar dari mango passion cream terjejak baik dan diseimbangkan dengan vanilla cream-nya.

Selain itu, ada juga varian Petit Désire lainnya, seperti Hazelnut Cube, Strawberry Tart, Pistachio Dome, Raspberry Éclair, Chantilly Choux, dan Candied Apples. Tampil dengan bentuk kotak, Hazelnut Cube memiliki lapisan dari white sponge, praline buttercream, dan milk chocolate and hazelnut crunchy.

Pistachio Dome

Kreasi klasik Strawberry Tart memiliki base berupa pie dough yang diisi dengan vanilla custard. Potongan strawberry segar disusun di atas vanilla custard kemudian diberi whipped cream. Untuk Pistachio Dome, terdapat lapisan almond pistachio sponge, pistachio Anglaise, almond Maasai with vanilla mousse, dan cookie.

Simple, Flavored, Visual, Practical & Customer Taste

Menurut Chef Gerald A. Maridet, Executive Pastry Chef Huize van Wely Indonesia, dalam membuat kreasi petits fours seperti kreasi Petit Désire, dia akan berpegang pada unsur simple, flavored, visual, practical, dan customer taste.

Simple dan practical, tentu produk tersebut harus tetap mudah dibuat, namun tanpa melupakan unsur visual pada produknya. Sehingga produk tetap memiliki daya tarik pada tampilan akhir. Cita rasa tentu tidak bisa diabaikan. Terakhir, harus tetap menyesuaikan dengan customer taste karena pada akhirnya para konsumenlah yang akan menikmati sajian tersebut,” Chef Gerald menuturkan sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Comments { 0 }

Takumi Robata & Sushi, Tetap Eksis Dengan Citarasa Autentik

Di tengah menjamurnya restoran Jepang di Jakarta, eksistensi Takumi Robata & Sushi, yang dibuka pada tahun 2013 lalu, tak dapat diragukan lagi. Takumi Robata & Sushi menjadi unik dan berbeda dengan restoran Jepang pada umumnya yang ada di Indonesia—tepatnya di Jakarta, karena spesialisasi dari Takumi Robata & Sushi adalah robatayaki dengan citarasanya yang sangat autentik.

Continue Reading →

Comments { 0 }

honZEN, Restoran Jepang dengan Citra ZEN

Dikelilingi gedung-gedung perkantoran, honZEN menjadi salah satu restoran Jepang favorit bagi sebagian pekerja kantoran sekitar, yang menjadi salah satu pangsa pasarnya. Suasana yang tenang dan citra Zen terpancar saat memasuki restoran, semakin semarak dengan hiasan dekorasi ruangan ala Jepang untuk membuat pengunjung merasa nyaman.

Continue Reading →

Comments { 0 }

TC Express, Coffee Shop dengan Kesan Homey

 

TC Express hadir sebagai salah satu ekspansi bisnis dari Park Hotel Jakarta. Konsep yang ditawarkan TC Express yaitu coffee shop yang berkesan homey dan cocok untuk anak muda, keluarga maupun pebisnis. Interior TC Express yang didominasi kayu dengan sentuhan modern semakin memberikan suasana dan kesan nyaman.

Kafe cepat saji ini menyajikan ragam menu snack khas TC Express serta makanan a la hotel yang ditawarkan dengan harga terjangkau, aneka jenis minuman mulai dari minuman kopi dari biji kopi pilihan asli Toraja, Lampung, Aceh Gayo, Jawa hingga mocktail.

Mocktail merupakan minuman pelepas dahaga yang sensasi rasanya menyegarkan. Umumnya minuman mocktail menggunakan campuran bahan lebih dari 1 jenis minuman yang tidak mengandung alkohol. Biasanya mocktail menggunakan sari buah yang diblender, sirup, soda maupun es krim sebagai campurannya.

“Di TC Express, kami menyajikan kopi dengan teknik manual brew, bagi yang tidak menyukai kopi dapat menikmati jenis minuman lain seperti mocktail. Di TC Express ada 6 jenis mocktail yang merupakan kreasi ide dari barista kami. Mocktail ini menjadi sebagai salah satu pilihan minuman yang tepat di TC Express karena penampilannya yang menarik dan disukai berbagai kalangan,” Ria, Manajer TC Express, mengungkapkan.

Lychee Lemo dan Green Lagoon

Lychee Lemo, salah satu minuman mocktail yang paling diminati di TC Express. Lychee Lemo menggunakan 100 ml orange juice, sirup leci sebanyak 30 ml dan ditambahkan dengan perasan ½ buah jeruk lemon. Untuk semakin melengkapi rasa, ditambahkan buah leci segar ke dalam minuman.

Bagi penyuka soda, dapat menikmati segarnya Green Lagoon, penampilannya pun menarik karena warnanya yang mencolok. “Green Lagoon menggunakan 30 ml blue curacao syrup, ½ buah lime squeeze, fresh orange juice sebanyak 100 ml, dan 100 ml minuman soda. Untuk menyeimbangkan rasa manis dari blue curacao syrup, ditambahkan es batu sebanyak setengah ice scoop,” Heru Nugroho, Barista TC Express menjelaskan.

Green Lagoon dibuat dengan teknik layering, antara warna yang satu dengan warna yang lain terpisah dengan jelas. Diperlukan ketelitian dan kesabaran esktra saat menggunakan teknik ini, barista juga harus memahami dan memperhatikan komposisi berat dari bahan, sebagai contoh: sirup dengan kadar gula tertinggi akan menempati urutan terbawah dalam layering karena sirupnya tidak akan naik dan bercampur dengan bahan lain di atasnya.

Setiap campuran bahan yang menggunakan teknik layering harus dituang perlahan dan sedikit demi sedikit, ini untuk menciptakan layer yang terlihat jelas dan menghindari bahan-bahan bercampur. Untuk menikmati minuman mocktail yang dibuat dengan teknik layering biasanya bahan-bahan diaduk terlebih dahulu sehingga bercampur dengan sempurna.

8Lychee LemoSelain Lychee Lemo dan Green Lagoon, ada pula pilihan mocktail lainnya seperti Lychee Blitzeer, Love Story yang menggunakan buah stroberi, susu dan sirup grenadine. Sunrise yang menggunakan buah mangga dan orange, disajikan dengan ditambahkan dengan whipped cream. Ada pula minuman mocktail yang menggunakan yakult sebagai bahannya yaitu Lady in White yang dilengkapi dengan sirup lychee dan buah lychee.

Penulis: Linda Endyanto

Fotografer: Kanno Sardella

 

Comments { 0 }

Roadshow Sajian bersama Bogasari ‘Jalan Sukses Bisnis Kuliner’

Senin pagi, 29 Oktober 2018, tampak keramaian Ibu-Ibu berseragam warna-warni memenuhi Aula Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi. Sekitar 100 Ibu Rumah Tangga dan PKK dari empat kelurahan di Kecamatan Bantar Gebang, hadir memenuhi Aula Kecamatan untuk mengikuti acara Sajian Bersama Bogasari bertemakan ‘Jalan Sukses Bisnis Kuliner’.

BARECA Magazine berkesempatan mengunjungi acara tahunan Bogasari yang sukses menjaring rasa antusias para peserta dengan berbagi bersama resep praktis berdaya nilai jual.

PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills, membuat roadshow berkala yang menyasar Ibu Rumah Tangga. Acara ini diadakan untuk mengedukasi masyarakat akan pengenalan dan penggunaan produk Bogasari serta aplikasinya dalam pembuatan berbagai kreasi pangan. Tak hanya itu, Bogasari menargetkan roadshow ini menghasilkan para starter-up industri rumahan dalam bisnis kuliner.

Mengutip dari Akun Instagram Bogasari, Sajian Bersama Bogasari (SBB) adalah program Baking Demo yang digelar rutin setiap tahun, mengajarkan cara pengolahan tepung terigu dengan alat dan bahan sederhana, tetapi memiliki nilai bisnis. SBB berlangsung selama tiga bulan dari September – November 2018, serentak di seluruh Indonesia, di kota-kota besar di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua.

BARECA Magazine berkesempatan meliput keseruan roadshow SBB di Bekasi, tepatnya di Kecamatan Bantar Gebang. Roadshow SBB di Kota Bekasi diadakan secara bergilir pada 29-31 Oktober 2018 di Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Chef Nur Azizah dari Bogasari Baking Center (BBC), menampilkan resep sederhana, yaitu Donat Grill (menggunakan tepung premiks Chésa – singkatan dari Cepat Saji) dan Hurricane Steam Cake (menggunakan terigu Kunci Biru). Tips dan trik bisnis kuliner rumahan dengan kreasi resep sederhana diterangkan oleh Chef Azizah lewat sesi tanya jawab yang juga dimeriahkan dengan beragam permainan interaktif, doorprize, serta bazar penjualan produk Bogasari.

Chef Azizah tidak hanya memberikan pengetahuan membuat resep sederhana, namun juga perhitungan modal usaha dan analisis penjualannya. “Bogasari berharap, roadshow ini menambah pengetahuan para peserta, terlebih bisa membuat mereka menjadi pengusaha mandiri yang menggunakan tepung terigu Bogasari,” Irvan Raditya Putra, perwakilan Bogasari, Customer Relation Area JATABEK, menjelaskan.

Chef Azizah juga memberikan beberapa tips adonan donat yang kalis serta teknik membentuk donat yang sempurna; tak ketinggalan cara menggoreng donat sehingga hasilnya maksimal.”Donat dengan cincin putih di sekeliling tengahnya adalah donat terbaik!”, dengan mantap Chef Azizah menuturkan. Chef Azizah mengundang para peserta yang berminat lebih dalam belajar dan mengembangkan keahlian, untuk ke Bogasari Baking Center, tempat pelatihan berbahan dasar tepung terigu.

Candra Wijaya, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kota Bekasi, juga menyambut positif acara ini untuk terus diadakan berkala dan melibatkan Ibu-Ibu PKK setempat. Siti Hasanah, Wakil Ketua Penggerak PKK Kecamatan Bantar Gebang, menyambut positif acara ini sebagai pendukung peningkatan ekonomi keluarga. Rismawati – Ibu Lurah Kelurahan Cikiwul, berharap acara ini tahun depan diadakan kembali dengan resep yang lebih banyak lagi.

Penulis : Yohanes Christ

Fotografer : Kanno Sardella

Comments { 0 }

Virgin Bakery, Bakery Kebanggaan Semarang yang Inovatif dengan Harga Terjangkau

Alamat : Jl. Parang Kusumo Raya No. 18, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah

Menjual roti enak, banyak pilihan dan dengan harga terjangkau adalah konsep produk yang ditawarkan oleh Virgin Bakery. Berdiri sejak 1999, Virgin Bakery dirintis oleh Nanik Suteja dibantu oleh suaminya, Suteja Alim Wijaya.

Awal mula berdirinya bisnis bakery ini adalah dengan memanfaatkan garasi rumah yang tidak terpakai untuk membuka gerai di daerah Tlogosari, Semarang. “Awal berjualan kami banyak tantangannya, sehari kadang cuma dapat omset 50 ribu rupiah saja”, Suteja mengenang. Untuk itu dia belum berani keluar dari usaha bahan bangunannya, karena tumpuan penghasilan keluarga masih berada di dirinya. Namun ketekunan dari Nanik dalam mengembangkan usaha roti dan kue-kuenya mulai membuahkan hasil yang menggembirakan.

Roti yang disajikan awalnya tidak banyak, hanya meliputi roti manis, cake, dan kue tradisional yang banyak digemari masyarakat sekitar, dengan harga yang terjangkau. Pelan tapi pasti, usaha ini berkembang hingga memiliki cabang dengan ukuran luas tanah yang besar di Ungaran, Jawa Tengah.

Memiliki tanah yang tergolong luas untuk ukuran gerai bakery, cabang kedua ini dikonsep dengan tata ruang dan alat-alat produksi yang berstandar produksi besar, sehingga pengembangan produk-produk baru, seperti produk-produk yang sedang tren misalnya, pudding, tart, kue kering, dan lain-lain dapat selalu dilakukan

Dengan menyasar segmen pasar kelas menengah, bisa dikatakan saat ini Virgin Bakery merupakan salah satu bakery terlaris yang populer di kota Semarang dan sekitarnya.

 

Ragam Produk Yang Variatif

Setiap tiga bulan sekali dilakukan peluncuran produk baru untuk diuji di gerai apakah mendapat tanggapan positif atau tidak dari pelanggan. Pengembangan beberapa produk bakery dan pastry tidak lepas dari kebutuhan konsumen dan pesatnya kemajuan di bidang pangan, khususnya roti dan kue.

“Jika dalam 6 bulan laris kami teruskan penjualannya, jika tidak maka kami ganti dengan produk lainnya,”Sutedja menjelaskan saat ditemui Bareca. Daftar 10 produk yang tidak terjual baik akan dihapus digantikan produk lainnya yang terbaru.

Selain menjaga kualitas, Nanik Suteja beserta suami mengakui harus terus kreatif menciptakan menu-menu baru dan juga terus memperhatikan kemasan yang menarik, didukung pelayanan yang bagus, dan harga yang tetap terjangkau di kelasnya. Virgin Bakery juga sudah mengantongi sertifikat Halal dari LP POM MUI.

Produk-produk andalan dari Virgin Bakery di antaranya, berbagai aneka jenis cake cheese cake, steam cake, dan banana cheese cake. “Prinsipnya, rasa produk harus enak dan sasaran pasar dari produk tersebut harus jelas,”Sutedja memberikan kiatnya dalam melayani pelanggan.

Menyadari letak Virgin Bakery bukan di tengah kota Semarang, maka Sutedja dengan tegas menentukan sasaran pasarnya yang kelas menengah dengan memuaskan mereka semaksimal mungkin. Faktor harga yang terjangkau menjadi kunci yang selalu dipegangnya sambal terus menjaga kualitas produk dan layanannya.

Tak heran kapanpun mampir ke gerai Virgin Bakery di manapun maka pembeli nampak berjubel dan mengantri di kasir. Saat mampir ke Semarang, jangan lupa cicipi berbagai roti dan kue-kue kreasi Virgin Bakery.

Ditulis        : Petrus Gandamana

Fotografer : Kanno Sardella

Comments { 0 }

BARECA Award 2018 Untuk Pipiltin Cocoa sebagai Chocolate Specialty Bean to Bar Shop with High Commitment in Quality and Innovation

BARECA Award 2018 merupakan bentuk apresiasi terhadap insan kuliner Nusantara, yang dihadirkan oleh BARECA Magazine. Sejumlah pengusaha Bakery, Restaurant, dan Café, juga tenaga pengajar atas dedikasinya dalam memberikan kualitas dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, telah menerima BARECA Award 2018 sejak pertama diadakan pada April 2018.

Pada 16 April 2018 lalu, bertepatan dengan diluncurkannya buku Chocolate: From Cacao Bean To Bar, The Indonesian Heritage Treasure Volume 1, BARECA Magazine memberikan penghargaan BARECA Award 2018 kepada Pipiltin Cocoa sebagai Chocolate Specialty Bean to Bar Shop with High Commitment in Quality and Innovation.

Ibu Susanna Solichin, President Director PT Gandum Mas Kencana dan Chief Editor BARECA Magazine, Ir Petrus Gandamana, MM, memberikan langsung BARECA Award 2018 tersebut yang diterima oleh Irvan Helmi, salah satu pemilik Pipiltin Cocoa.

Dalam sambutannya, Ir Petrus Gandamana, MM, menuturkan bahwa penilaian terhadap Pipiltin Cocoa sehingga layak menerima BARECA Award 2018, mencakup beberapa poin. Diantaranya Pipiltin Cocoa merupakan perusahaan yang berkomitmen memakai bahan baku berkualitas tinggi ditunjang dengan standardisasi proses yang juga berkualitas tinggi dan lengkap, dimulai dari pengolahan biji kakao kering dan telah terfermentasi sampai menjadi produk cokelat siap makan.

 

“Pipiltin Cocoa juga memiliki inovasi produk yang bagus, memiliki gerai penjualan yang modern dan representatif, serta sudah diterima oleh pasar Internasional, seperti di Jepang yang dikenal tinggi standar mutunya. Tentunya juga karena komitmen Pipiltin Cocoa yang menggunakan bahan baku biji kakao dalam negeri sehingga membantu mempromosikan kakao Indonesia,”  Petrus Gandamana, kembali menuturkan.

Bean to Bar Chocolate Maker

Pipiltin Cocoa didirikan oleh dua bersaudara Tissa Aunilla dan Irvan Helmi. Pada awal berdirinya, di Maret 2013, Pipiltin Cocoa lebih mengedepankan konsep chocolate shop & café yang dilengkapi dengan area mengolah cokelat ‘bean to bar’ atau dengan kata lain mengolah cokelat langsung dari biji kakao yang telah difermentasi dan dikeringkan.

Dari proses pemanggangan biji kakao, pemisahan kulit dan nibs kokoa, pemastaan nibs kokoa, mixing & refining, conching, tempering, dan moulding, dilakukan langsung di area pengolahan cokelat Pipiltin Cocoa.

Saat ini, Pipiltin Cocoa telah berevolusi menjadi manufaktur cokelat skala kecil-menengah yang telah dilengkapi mesin-mesin pengolahan cokelat seperti mesin 3 Roll Refiner hingga mesin Conching dengan kapasitas yang lebih besar, demi menunjang proses produksi sehari-hari yang terus meningkat.

Gerai Pipiltin Cocoa di daerah Barito, Jakarta Selatan, yang awalnya memiliki dua area yaitu area produksi dan area shop & café, saat ini telah difungsikan sepenuhnya menjadi small chocolate factory. Di small chocolate factory-nya, Pipiltin Cocoa menghadirkan sejumlah pelayanan edukasi berbayar menarik, seperti chocolate tour, chocolate classes, dan baking classes.

Untuk tetap mempermudah para konsumen dan pelanggannya menikmati sajian produk-produk berbasis cokelat dari Pipiltin, maka dihadirkan 1 gerai dengan konsep chocolate shop & café yang terletak di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat.

Di gerai Pipiltin Cocoa Sarinah—yang dibuka sejak 2 tahun lalu, tersedia juga “Scratch Table” untuk menunjukkan visi dan misi Pipiltin Cocoa yang membuat couverture chocolatefrom scratch“, atau dari awal; bermula dari biji kakao kering. Meja itu dilengkapi dengan berbagai peralatan dan bahan baku pengolahan cokelat untuk memberi gambaran bagaimana proses pengolahan cokelat di Pipiltin Cocoa.

Tabanan Chocolate

Tabanan Chocolate

Tabanan Chocolate merupakan salah satu kreasi plated dessert bergaya avant-garde yang dihadirkan oleh Pipiltin Cocoa dan menjadi salah satu signature product sejak awal Pipiltin Cocoa berdiri.

Menurut Tissa, Tabanan Chocolate memiliki konsep menghadirkan Tabanan, Bali, ke dalam sepiring dessert dengan menggunakan couverture chocolate produksi Pipiltin Cocoa yang diolah menggunakan biji kakao asal tanam dari Tabanan, Bali. Di atas piring, tercipta sajian chocolate dessert dengan berbagai macam tekstur dengan tampilan akhir yang terinspirasi dari pantai Tabanan yang identik dengan batu-batu besarnya dan ombak.

Selain menu modern plated desserts, tersedia juga pilihan chocolate bars, cookies, jam, pralines, pastry, chocolate-based cakes, dan chocolate-based beverages.

 

Chocolate Bars Pipiltin Cocoa Menembus Pasar Jepang

Dijelaskan oleh Tissa, jika chocolate bars yang diproduksi Pipiltin Cocoa sudah menembus pasar Jepang sejak awal tahun 2017, bekerjasama dengan partner dari Jepang.

Beberapa koleksi chocolate bars yang diproduksi Pipiltin Cocoa meliputi Tabanan Bali (38%, 60%, dan 70%), Aceh Pidie (73% dan 84%), Tabanan Bali 60 % (Almond, Macadamia, Cashew, Cranberry Almond), Glenmore (38%), dan Tanazozo Flores (65%).

Selain itu, Pipiltin Cocoa juga memproduksi chocolate bars yang memiliki padanan rasa unik seperti Spiced Caramel Lace Milk Chocolate, Nibs, Charcoal Ginger Milk Chocolate, Seasalt & Almond, Andaliman Milk Chocolate, Potato Chips, dan lain sebagainya. Pipiltin Cocoa memproduksi chocolate bars-nya dengan menggunakan 100% cocoa butter.

“Kami pun hanya menggunakan biji kakao yang sudah difermentasi dari varietas Trinitario, yang hingga saat ini didatangkan dari empat daerah di Indonesia, seperti Pidie Jaya – Aceh, Tabanan – Bali, Glenmore – Banyuwangi, dan Flores,” Tissa mengakhiri penjelasannya.

Comments { 0 }