Archive | Recommended RSS feed for this section

Home Made Bakery, Sajikan Aneka Roti Manis dengan Isian Khas Roti Indonesia

Desain Bakery yang Menarik dan Moderen

20 gerai sudah hadir di Jakarta hingga saat ini—menjadi bukti eksistensi Home Made Bakery yang sudah berdiri sejak 1993, dan semakin mengukuhkannya menjadi salah satu bakery ternama di Jakarta yang mampu bersaing didukung produk-produk unggulannya.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Beatrice Quarters, Pilih Konsep Omotesando Style

Ragam Western food dengan sentuhan plating khas Japanese food merupakan makna yang terkandung dari konsep Omotesando style yang diusung oleh Beatrice Quarters.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Perbandingan Kopi dan Cokelat untuk Mocha Drinks

Perbandingan kadar kopi dan cokelat untuk rasa mocha drinks yang maksimal di lidah para penggemarnya akan diterangkan secara langsung dari ahlinya. Klik untuk membaca lebih lanjut.

Continue Reading →

Comments { 0 }

JIPA Course’s August – September 2018

Akan hadir 3 kursus di bulan Agustus – September 2018 bersama Jakarta International Pastry Academy dan Chef Dian Wanandi. Bahan baku, apron, dan makan siang akan kami sediakan di JIPA.

Lokasi kami di Sentra Bisnis Artha Gading Blok A6A No 15, Jalan Boulevard Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Atau klik disini untuk informasi lokasi. Pendaftaran bisa hubungi Reny via WhatsApp ke 0822-1389-0990 / 021-45874575 yah 😀

 

Comments { 0 }

Pizza Barboni, Hidangkan Thin-Crust Pizza yang Autentik

Pizza Barboni merupakan restoran pizza yang menyajikan thin-crust pizza yang autentik serta dipanggang di dalam wood fire oven. Pizza Barboni pertama kali didirikan di Kemang, Jakarta Selatan pada tahun 2012 oleh seorang kelahiran Italia penyuka kuliner. Saat ini, Pizza Barboni memiliki dua gerai, yaitu gerai pusat di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta, dan di Serpong, Tangerang. Hal ini diakui oleh Jenita Taurisia, pemilik gerai Pizza Barboni di Serpong, Tangerang.

Funghi Pizza

“Saya pernah berkunjung ke Pizza Barboni dan menyukai cita rasa Italian thin-crust pizza yang disajikan. Dilengkapi dengan wood fire oven, membuat gerai Pizza ini menjadi lebih unik, menambah nilai jualnya sebagai restoran pizza a la Italia. Hal tersebut menjadi sebagian alasan bagi saya dalam memutuskan untuk bekerjasama membuka gerai Pizza Barboni di Serpong sejak Februari 2018,” Jenita menjelaskan.

Menurut Jenita, seluruh resep pizza dan pasta yang disajikan di Pizza Barboni dikreasikan langsung oleh pendiri dan pemilik brand Pizza Barboni, tentunya dengan mengacu kepada standar pengolahan pizza Italia yang autentik. Jenita juga menuturkan, di Pizza Barboni, bahan baku utama untuk mengolah pizza maupun menu pasta, masih didatangkan dari Italia, seperti olive oil, keju mozzarella, keju parmesan, tomato sauce, tepung untuk membuat adonan pizza, dan pasta kering.

“Setiap harinya, kami membuat adonan pizza karena kesegaran adonan pizza adalah hal yang sangat krusial untuk menghasilkan kualitas pizza yang maksimal. Sebelum ditipiskan dengan tangan, adonan pizza di-proofing selama 2 jam. Setelah ditipiskan dan diberi topping, pizza kemudian dipanggang di dalam wood fire oven bersuhu 350°-400°Celsius,” Jenita mengungkapkan.

Jenita menjelaskan, kayu yang digunakan pada wood fire oven tersebut adalah kayu rambutan. Alasannya, kayu rambutan dapat menghasilkan api yang besar saat dibakar, namun lebih lama untuk kayu menjadi arang.

Trust the Crust

‘Trust the Crust’ menjadi motto dari Pizza Barboni. Dengan rustic style, diameter pizza-nya bisa mencapai antara 28 cm – 32 cm, di mana bagian ujung terluar terlihat tidak beraturan di beberapa sisinya. Tekstur di bagian ujung terluar pizza crust lebih renyah pada permukaannya, semakin mantap disantap dengan tekstur dalam yang sedikit kenyal dan lembut.

9 pilihan menu pizza tersaji di Pizza Barboni. Varian pizza yang termasuk best seller di antaranya Americana Pizza dan  Funghi Pizza. Americana Pizza memiliki topping tomato sauce, smoked beef, pepperoni, dan keju mozzarella. Sedangkan topping untuk Funghi Pizza meliputi tomato sauce, jamur, dan keju mozzarella.

“Pada dasarnya, Italian pizza memang terbilang tidak banyak perpaduan topping-nya.  Bisa dibilang lebih simple paduan topping-nya,” Jenita menuturkan.

Pasta, Burger, dan Dessert Pizza

Di menu pasta, salah satu yang menjadi best-seller adalah B.C.M; Beef Bacon, Cream, Mushroom, di mana pasta tagliatelle dimasak dengan tambahan herb berupa sage dan keju parmesan, memberi paduan rasa yang ringan dengan tekstur pasta al dente. Penyuka sayuran dapat memilih Veggieliscious Pasta.

“Sayuran pada Veggieliscious Pasta kami panggang terlebih dahulu di wood fire oven dan diberi bumbu sehingga memiliki rasa. Sayuran panggang tersebut kemudian kami masak dengan spaghetti, krim, keju parmesan, dan sage,” Jenita menjelaskan.

Pizza Barboni juga menyajikan menu Burger, dengan konsep gourmet burger yang menampilkan keunikan tersendiri. Salah satunya Crispy Cheddar Burger yang memiliki elemen berupa roasted crispy cheddar, yang tersisip di antara burger bun dan beef patty-nya.

“Sebagai penutup, tersedia dessert pizza atau pizza dengan topping manis, yaitu Nutella Pizza. Untuk pizza crust-nya menggunakan adonan pizza yang sama, kemudian dipanggang hingga matang lalu diberi topping berupa selai cokelat hazelnut Nutella, potongan pisang segar, whipped cream, dan taburan bubuk kayu manis,” Jenita menutup penjelasannya.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Comments { 0 }

Infografis – Cara Menggunakan V60 Drip

Pernah menyeduh kopi dengan teknik V60 Drip? Teknik ini bisa dengan mudah kalian terapkan saat menyeduh kopi favorit anda. Selamat mencoba!

Comments { 0 }

Bakkerij Voorneman, Dutch Bakery yang Sajikan Ragam Roti Eropa

Roy Hadiyanto Karyadi yang juga dikenal sebagai Roy Voorneman adalah seorang aktor film dan sinetron berkebangsaan Indonesia yang juga seorang berketurunan Belanda—yang didapat dari garis ibunya. Dirinya dikenal lewat film Tjoet Nja’ Dhien (1986). Hingga tahun 2013, 2014, dan 2015, Roy Hadiyanto Karyadi masih aktif bermain peran di sejumlah film di Tanah Air.

Namun, siapa sangka, lelaki kelahiran 22 September 1947 ini juga seorang passionate baker. Roy Hadiyanto Karyadi lahir di Indonesia, namun sempat pindah ke Belanda di tahun 1962.

“Setelah kembali ke Belanda, saya pun melanjutkan studi saya di salah satu hotel school di Belanda dan di Austria selama 2 tahun. Saya juga sempat mengambil studi hotel management di London. Di tahun 1978, saya pulang kembali ke Indonesia dan menetap hingga saat ini,” dengan tersenyum, lelaki yang juga akrab disapa Chef Roy ini, membuka percakapan.

Passionate Baker

Meski sempat berkecimpung di dunia perfilman nasional, Chef Roy rupanya tetap aktif di dunia F&B. Chef Roy mengaku sempat memiliki restoran di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebelum akhirnya dia jual di tahun 2007. 10 tahun kemudian, di tahun 2017, dia membuka gerai, sebuah dutch bakery yang menyajikan ragam roti-roti Eropa dan sourdough hingga aneka pastry yang dibuat segar setiap harinya.

Cikal bakal Bakkerij Voorneman bermula dari 8 tahun yang lalu, saat dirinya menyadari terbilang sulit mendapatkan roti Eropa di Jakarta yang autentik selain dari hotel-hotel tertentu.

Bekerjasama dengan salah seorang rekan, sempat dilakoni lelaki kelahiran Plaju, Sumatra Selatan ini. Dengan menggunakan tempat dan peralatan dari rekannya tersebut, Chef Roy pun mulai membuat ragam roti-roti Eropa hingga akhirnya mendapatkan pelanggan, termasuk dari Kedutaan Belanda di Jakarta. Dua tahun kemudian, rekannya memutuskan pindah ke Myanmar. Hal ini turut mempengaruhi usaha yang tengah dijalaninya itu.

“Saat itu, saya tidak ada modal untuk melanjutkan usaha. Akhirnya saya memutuskan untuk jujur kepada para pelanggan saya yang aktif berkomunikasi melalui salah satu media sosial. Kebanyakan dari mereka tidak setuju saya berhenti berjualan roti Eropa ini. Salah satu pelanggan saya, warga negara Belanda, kemudian berniat membantu supaya usaha tersebut tidak tutup,” Chef Roy mengenang keadaannya saat itu.

Perjuangannya untuk terus menjalankan usaha dengan didukung sang investor tersebut, membuat Chef Roy menyadari jika dia harus berusaha mengatur keuangan sebaik mungkin, sehingga secara bertahap dapat melengkapi equipments & tools yang diperlukan dalam usaha yang tengah dijalankan. “Saat ini, sudah lengkap semua,” dengan tersenyum, Chef Roy mengungkapkan.

Gerai Bakkerij Voorneman menempati area di Kemang, Jakarta Selatan. Meski tidak berukuran seberapa besar, namun didesain apik dan terdapat dapur kecil di mana Chef Roy membuat dan memanggang ragam roti dan pastry setiap harinya.

“Lebih dari 90% pelanggan Bakkerij Voorneman adalah para ekspatriat yang tinggal di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, maupun dari area lainnya di Jakarta dan sekitarnya. Saya juga menjual ke salah satu sekolah Belanda di sini,” Chef Roy yang fasih berbahasa Indonesia ini menuturkan.

Roggen Bread

Roggen Bread, Barley Bread & Kraftkorn Bread

Beragam roti Eropa, termasuk yang berjenis sourdough, diolah sendiri oleh Chef Roy yang mengaku tidak menggunakan bahan pengawet maupun food additives lainnya. Chef Roy menyebut produknya sebagai produk yang natural, dirinya pun membuat sendiri sourdough starter yang menghabiskan waktu pembuatan selama 4-5 hari.

Salah satu roti sourdough favorit di Bakkerij Voorneman adalah Roggen Bread. Roggen Bread memiliki campuran rye bread dan menurut Chef Roy merupakan German sourdough rye bread, di mana di Jerman dikenal dengan sebutan Schwarzbrot. Untuk roti Eropa, turut dijual Barley Bread, Kraftkorn Bread, dan beragam roti lainnya.

“Keseluruhan proses pengolahan roti Eropa maupun sourdough, tentu sangat penting untuk diperhatikan. Teknik pengolahan dari awal pengadukan hingga pemanggangan juga memegang peranan penting. Harus diingat, di Indonesia, suhu dan kelembaban berbeda dengan di Eropa. Saya tidak mau roti-roti ini memiliki tekstur yang kering, maka dari itu, saya menggunakan lebih banyak air,”Chef Roy menjelaskan.

Barley Bread

“Secara umum, dalam membuat roti Eropa, menggunakan air sebanyak 60%-65% dari berat tepung. Tapi saya menggunakan 70%-74% sehingga tekstur roti tetap maksimal. Namun, jika penggunaan air sampai 70%, mixing dan resting time harus disesuaikan,” Chef Roy memberikan tips pengolahan singkat.

Melengkapi variasi produk di Bakkerij Voorneman, terdapat sejumlah produk pastry unggulan, mulai dari ragam Croissant (Croissant Naturel dan Croissant Cheese dgn batang Gouda cheese), Sausage Ball Pastry, Cinnamon Twist, Peper Koek, Apple Flap, hingga roti manis a la Eropa yang turut menjadi favorit para pelanggannya, yaitu Krenten Bollen atau Roti Kismis.

 

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Kanno Sardella

Comments { 0 }