Archive | Recommended RSS feed for this section

Filosofi Kopi, Sajikan Kopi dengan Kualitas Tinggi

Suasana Cozy dari Filosofi Kopi

Kedai yang sengaja dipersiapkan sebagai salah satu icon dan lokasi syuting film Filosofi Kopi ini, telah menjadi daya tarik bagi banyak pecinta kopi. Tidak hanya karena sejarahnya dalam film Filosofi Kopi, namun juga kualitas dari jenis-jenis kopi yang disajikan.

“Kami bangun suasana yang cozy di sini dan tanpa wifi agar para pengunjung benar-benar bisa menikmati waktu santainya di sini,” Indra, salah satu Barista di Filosofi Kopi, membuka percakapan.

Kopi Tiwus

Salah satu kopi yang menjadi iconic di Filosofi Kopi ialah kopi Tiwus. Biji kopi yang berasal dari Pangalengan, Jawa Barat, ini sangat cocok untuk pembuatan manual brew dan di-roasting hanya sampai medium roast.

Salah satu proses manual brewingnya ialah melalui proses V60. Melalui proses blooming dalam suhu air 90°Celsius ini, kopi Tiwus akan menghasilkan cita rasa yang seimbang antara acidity dan sweetness, dengan dark chocolate note sebagai after taste.

Capucinno Menggunakan Ben’s Perfecto

Ben’s Perfecto

Selain kopi Tiwus, Ben’s Perfecto merupakan salah satu roasting yang jadi favorit pelanggan. Berbeda dari Kopi Tiwus, kopi yang berasal dari Ijen, Jawa Timur ini, di-roasting dengan tingkat medium to dark, sehingga cocok dijadikan minuman espresso base.

“Ben’s Perfecto ini banyak kami gunakan untuk Long Black dan Cappuccino. Karakter rasa terbilang fruity dengan lemon sebagai after taste,” Indra kembali menjelaskan kepada BARECA Magazine.

 

 

Waffle with Vanilla Ice Cream

Tidak hanya menyajikan beragam kopi, Filosofi Kopi juga menyajikan beberapa dessert sebagai side dish saat minum kopi. Salah satu pilihannya ialah Waffle with Vanilla Ice Cream. Karena disajikan dalam bentuk yang cukup besar, waffle ini cocok dijadikan menu sharing saat minum kopi.

Meskipun Filosofi Kopi sendiri namanya telah dikenal melalui film, Filosofi Kopi berusaha untuk terus memperhatikan kualitas seduhan kopi yang disajikan. Selain menghadirkan pelayanan yang ramah, Filosofi Kopi juga membuat produk self drip yang dapat dinikmati pelanggannya kapanpun dan dimanapun.

Penulis: Ajeng Ziana Walidah

Fotografer: Dwi Ratri Utomo

Comments { 0 }

Fuwa Fuwa, Sajikan Japanese Cheesecake dengan Cita Rasa Lidah Indonesia

Gerai Fuwa Fuwa di Central Park Mall

Fuwa Fuwa merupakan salah satu brand asli Indonesia yang menyajikan Japanese cheesecake menggunakan Japanese baking style untuk mendapatkan cheesecake yang smooth dan fluffy seperti karakter asli Japanese cheesecake.

“Tidak hanya tekstur Japanese cheesecake yang lembut yang selalu kami pertahankan, namun cita rasa keju yang juga kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia, di mana hal tersebut sangatlah penting. Sejauh ini, produk Fuwa Fuwa mendapat banyak respon positif dari banyak pelanggan kami,” Rinda, Pemilik dari Fuwa Fuwa, menjelaskan.

Signature Cheese Cake

Signature Cheese Cake

Sesuai dengan namanya, yaitu Signature Cheese Cake, varian Fuwa Fuwa satu ini menjadi favorit para pelanggannya. Cheesecakyang memakai cream cheese sebagai bahan utamanya, dipanggang dengan cara steamed-bakedsehingga menghasilkan tekstur Japanesecheesecake yang sangat lembut.

Rinda mengatakan bahwa inilah yang menjadi keistimewaan Japanese cheesecake dengan cheesecake lainnya. Teksturnya yang sangat lembut dan fluffy dengan cita rasa yang light, membuat cheesecake jenis ini tidak cepat menimbulkan rasa bosan saat dimakan.

Pillow Cake

Pillow Cake Fuwa Fuwa adalah pillow cakepertama yang ada di Indonesia dan menjadi best seller di Fuwa Fuwa. Cakeyang terbuat dari light fluffy sponge cake ini memiliki 2 lapis keju Cheddar di dalamnya dan taburan keju Parmesan di atasnya.

Pillow Cake kemudian dibuat dalam bentuk ukuran 60 x 40 cm yang memakan waktu hingga 2 jam lebih pada proses pemanggangannya. Masing-masing pelanggan nantinya akan mendapatkan potongan Pillow Cake dalam ukuran 10 x 20 cm dengan ketebalan yang terbilang cukup tebal.

Cheese Tart dengan Konsep ‘Lava Style’

Cheese Tart

Salah satu koleksi Fuwa Fuwa yang tak kalah menarik ialah Cheese Tart. Menggunakan shell tart yang renyah berbasis kacang almond, Cheese Tart ala Fuwa Fuwa dipadupadankan dengan cream cheese yang rich. Cheese Tart ini cocok disajikan sebagai side dish saat minum teh.

“Cheese Tart yang kami sajikan memiliki konsep ‘lava style’ yang lebih lumer dari biasanya. Hal seperti ini biasanya yang disukai banyak pelanggan,” Rinda mengakhiri penjelasannya kepada BARECA Magazine.

Penulis: Ajeng Ziana Walidah

Fotografer: Dwi Ratri Utomo

Comments { 0 }

Yoogane, Membawa Korean Wave Food Ke Indonesia

Galbi merupakan salah satu sajian tradisional khas Korea Selatan yang melumuri aneka daging (daging ayam dan sapi) dengan aneka bumbu dan saus seperti saus wijen yang dikombinasikan dengan sari buah pir.

Berdiri sejak 40 tahun lalu dan kini telah memiliki lebih dari 130 cabang yang tersebar di seluruh penjuru Korea Selatan, Yoogane hadir di Indonesia dengan model waralaba yang fokus menghadirkan olahan chicken galbi.

“Edukasi kepada masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi chicken galbitetap kami lakukan meski Yoogane sudah berdiri 5 tahun di Indonesia. Salah satu yang kami terapkan adalah penggunaan bahan baku dalam negeri untuk dicampur dalam bumbu khas Yoogane agar galbi memiliki rasa pedas serta aroma yang memang disukai masyarakat Indonesia,” Hannah Lee, Konsultan Yoogane cabang Bintaro menjelaskan saat membuka percakapan dengan BARECA Magazine.

Chicken Galbi with Cheese Fondue

Cheese Fondue Chicken Galbi

Hannah yang merupakan warga Korea Selatan menuturkan bahwa varian olahan keju sangat disukai oleh masyarakat negara asalnya tersebut. Kondisi tersebut tidak berbeda dengan saat ia datang dan menetap di Indonesia pada 10 tahun lalu. Hannah melihat bahwa masyarakat Indonesia cukup menikmati sajian dengan keju sebagai topping atau filling.

Hal ini pun membuat ia yakin bahwa setiap sajian Yoogane yang cukup banyak dipadukan bersama keju dapat menarik minat masyarakat. Salah satu sajian unggulan dari Yoogane yang coba ditampilkan berbeda adalah Cheese Fondue Chicken Galbi. Sajian ini menyertakan cheese fondue yang mengelilingi satu kuali cukup besar yang diisi dengan aneka sayuran dan juga potongan chicken galbi.

Daging ayam dalam sajian ini sebelumnya telah melalui proses marinasi, menggunakan bumbu galbi yang sudah disesuaikan dengan standar Yoogane. Selain keberadaan cheese fondue, Hannah juga memberikan dua pilihan topping dalam sajian ini yakni spicy fried rice atau ramen.

“Jenis keju yang kami gunakan dalam membuat fondue adalah mozzarella. Hal ini untuk mendapatkan lelehan keju saat melumuri chicken galbi ke dalam cheese fondue. Penyajian hidangan ini juga harus selalu panas, agar menjaga keju tidak menjadi keras,” Hannah menjelaskan.

Samyang Chicken Galbi dengan Lelehan Mozarella

Samyang Chicken Galbi

Penggunaan bumbu galbi juga digunakan dalam sejumlah sajian lainnya dari Yoogane seperti Samyang Chicken Galbi. Di sajian ini, bumbu galbi tak hanya melumuri setiap potongan daging ayam, namun juga aneka sayuran di dalamnya seperti kol. Lelehan keju mozzarella kian melengkapi sajian yang memiliki rasa cukup pedas tersebut.

Aneka sajian tradisional juga tetap dihadirkan Hannah seperti Samgetang (Korean Ginseng Chicken Soup) dan Tteokbokki. Khusus di Yoogane, tteokbokkidiproses hingga memiliki rasa yang cukup pedas dengan sedikit sentuhan rasa manis seperti dalam menu Spicy Dokboki. Sebagai pemanis, taburan biji wijen digunakan sebagai topping.

“Kami juga memiliki sharing menu seperti Seafood Pancake yang dikhususkan bagi pelanggan yang membawa rekan ataupun keluarga sehingga dapat dinikmati bersama. Daun bawang, bawang bombai, wortel serta aneka olahan laut seperti cumi dan udang menjadi topping dari pancake yang dibuat dengan tepung ottogi ini,” Hannah menuntaskan penjelasannya.

Penulis: Raka Pradipta

Fotografer: Dwi Ratri Utomo

Comments { 0 }

A&W® Restaurants Indonesia : Hadirkan Mango Coco Magic dan American Chicken Tender

Sebagai salah satu restoran fast food terbaik di Indonesia, A&W® Restaurants Indonesia terus melengkapi pilihan makanan dan minuman yang berkualitas dengan menambah dua varian menu baru yakni American Chicken Tender dan Mango Coco Magic.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Frenchie, Konsep Homie Resto Makanan Khas Prancis

Suasana ‘homie’ ala negara Perancis

Bistro & Coffee yang terletak di daerah Tebet, Jakarta selatan ini menyajikan makanan khas Prancis dengan konsep yang sangat homie dan juga nyaman.

Dengan suasana yang santai, para tamu dapat menikmati segala macam jenis sajian makanan, dessert, juga kopi yang juga menjadi elemen penting di Frenchie.

“Kami selalu menjaga kualitas makanannya agar selalu enak namun tetap sesuai dengan lidah orang Indonesia,” Stefany, Manager dari Frenchie, menjelaskan saat ditemui oleh BARECA Magazine.

 

Escargot au Pesto

Menu appetizer yang menjadi favorit banyak pelanggan ialah Escargot au Pesto. Escargot yang dimasak dengan butter dan bumbu pesto ini kemudian dipanggang dengan sebelumnya ditaburi topping keju mozarella. Penyajiannya lengkap dengan French bread.

“Escargot yang kami sajikan hadir dengan cita rasa gurih saus pesto dan tidak meninggalkan rasa amis,” Stefany menuturkan.

 

Saumon au Beurre Blanc

Untuk menu main course, Frenchie menyajikan Saumon au Beurre Blanc sebagai menu yang patut dicoba. Ikan salmon dimasak dengan beurre blanc sauce, menghasilkan cita rasa yang segar, asam dan gurih yang nikmat. Menu ini disajikan dengan potato wedges dan sayuran kacang panjang.

Bounchee a la Reine

Selain menu di atas, pilihan main course lainnya adalah Bounchee a la Reine. Menu ini memiliki elemen berupa puff pastry yang disajikan dengan creamy chicken and mushroompotato wedges, dan spinach salad. Kombinasi antara puff pastry yang renyah dan creamy chickenand mushroom menghasilkan cita rasa dan tekstur yang menyenangkan untuk disantap.

 

Profiteroles

Hidangan penutup yang juga menjadi pilihan ialah profiteroles yang merupakan choux dengan isian vanilla ice cream lalu diberi saus cokelat di atasnya.

Sesuai dengan konsepnya yaitu Bistro & Coffee, Frenchie juga menyediakan berbagai macam seduhan kopi. Stefany mengatakan bahwa kopi yang disajikan lebih mengarah pada tren kopi di Italia dengan perpaduan antara kopi Robusta dan Arabika yang hanya dipadukan dengan susu.

Selain menyajikan seduhan kopi, Frenchie juga menyediakan berbagai minuman menarik lainnya seperti Strawberry Mint Fizz. Buah stroberi yang ditumbuk kasar dengan daun mint lalu ditambah sirup dan soda menjadi pilihan yang segar setelah bersantap di Frenchie.

Penulis: Ajeng Ziana Walidah

Fotografer: Dwi Ratri Utomo

Comments { 0 }

Le Louvre, Usung Konsep Produk Customized Buttercream Cake & Cupcakes

Le Louvre didirikan pada Desember 2015 dan mulai menerima pemesanan sejak Januari 2016. Indriani mendirikan Le Louvre dengan mengusung konsep produk customized buttercream cake & cupcakesserta ragam sweets products.

Flowers Buttercream Cake, Water Color Cake, dan Drip Cake—diakui oleh wanita yang sempat melanjutkan pendidikannya hingga meraih Diploma in Patisserie dari Le Cordon Bleu, Sydney, Australia ini, sebagai pilihan buttercream cake yang tersedia di Le Louvre.

Lemon Meringue Tartlet

Tartlet menjadi salah satu sweets products yang diunggulkan Le Louvre. Dengan dua ukuran tart shell, yaitu diameter 5 cm dengan tinggi 2 cm dan diameter 8 cm dengan tinggi 2.5 cm, tartlet ala Le Louvre hadir dalam beberapa pilihan rasa.

Indriani menggunakan basic sugar dough untuk tart shell aneka tartlet-nya. Lemon Meringue Tartlet-nya memiliki isian berupa lemon meringue curd filling dengan toasted Swiss meringue sebagai topping.

Tekstur tart shell-nya memiliki tekstur yang crumbly saat disantap, namun tetap kokoh. Indriani melapisi bagian dalam tart shell-nya dengan melted white chocolate.

“Fungsinya untuk menahan moisture dari filling yang digunakan. Dengan begitu dapat menjaga tekstur tart shell tetap renyah, tentunya dalam batas waktu konsumsi yang masih layak,” Indriani yang juga sempat melanjutkan pendidikan S1 Teknologi Pangan di University of Wisconsin, Madison ini menjelaskan.

Indriani memanggang tart shell-nya dengan menggunakan suhu 180°Celsius untuk api atas dan 200°Celsius untuk api bawah. Kisaran waktu yang diaplikasikan adalah 15 -17 menit untuk tart shell berdiameter 5 cm dan 20 – 23 menit untuk tart shell berdiameter 8 cm.

Assorted Tartlet

Assorted tartlet dari Le Louvre tampil atraktif menggunakan garnishseperti edible flowers, gold dust, assorted fruits, dan sebagainya mengikuti pilihan rasa yang tersedia, seperti Strawberry White Chocolate Tartlet, Mango White Chocolate Tartlet, Fruit Tartlet, 80 % Belgian Dark Chocolate Tartlet, dan Raspberry Dark Chocolate Tartlet.

“Saya masih menggunakan resep klasik untuk Lemon Meringue Tartlet dan Fruit Tartlet. Untuk rasa lainnya, saya kreasikan dengan rasa dan tampilan yang modern sebagai pilihan bagi para pelanggan,” dengan tersenyum Indriani yang gemar beraktifitas Zumba & Dance ini menutup percakapan.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer: Idcham Rahadian Putra

Comments { 0 }

Nana Cake Boutique, Membangun Karir di Industri Kuliner

Lemon & Passion Fruit Tart dengan topping ragam berries segar

Marcelina Nadya Selamat memiliki keinginan untuk membangun karirnya di bidang industri kuliner demi memenuhi hasratnya terhadap dunia cooking dan baking.

Hal itu pula yang membuatnya melanjutkan studi di Le Cordon Bleu Wellington, New Zealand pada Oktober 2013 hingga Juni 2014. Nana—demikian dia akrab disapa, berhasil menyelesaikan studinya dengan mengambil Le Grand Diplome (Diplome de Patisserie & Diplome de Cuisine).

Kembali ke Jakarta, Nana memutuskan memulai bisnis patisserie-nya dengan mendirikan Nana Cake Boutique di Januari 2015. Pada awalnya, Nana Cake Boutique hanya menjangkau pelanggan dengan penjualan secara daring. Produk awalnya adalah Korean flowers buttercream dan ragam custom cake.

Di tahun 2017, Nana memutuskan untuk membuka gerai Nana Cake Boutique dengan menempati area di lantai 1 WINC Collaborative Space, Serpong-Tangerang, yang dilengkapi dengan café sehingga ragam seduhan kopi hasil brewing dengan menggunakan espresso machine pun tersedia.

Vanilla & Raspberry Entremet

Raspberry Cheese Mousse & Blueberry Cheesecake

Raspberry Cheese Mousse menjadi salah satu best seller petit gateauyang menggabungkan elemen sable Breton, raspberry cheese mousse, raspberry gelee, dan red mirror glaze.

Blueberry Cheesecake menjadi pilihan petit gateau yang menarik. Blueberry cheesecake-nya menggunakan teknik unbaked cheesecakedengan menggunakan campuran blueberry puree di cheesecake-nya. Terdapat sable Breton di bagian bawahnya. Lapisan mirror glaze, chocolate garnish, dan microwave sponge melengkapi tampilan Blueberry Cheesecake ini.

Sensasi Cita Rasa Elegan dari Vanilla and Raspberry Entremet

Kreasi menarik secara visual dan cita rasa pun hadir pada Vanilla and Raspberry Entremet. Keseluruhan cita rasa terbentuk dengan baik, tidak ada unsur yang terlalu mendominasi. Vanilla Bavarois cream, raspberry gelee, Guayaquil cremeux, dan almond dacquoise menjadi elemen pembentuknya.

Cita rasa manis yang seimbang dengan sentuhan creaminess yang cukup dari Vanilla Bavarois cream-nya terbilang elegan di palate, menjadi penetral menyenangkan untuk  raspberry gelee yang asam segar. Entremet-nya di-glazing dengan mirror glaze. Warna kontras dari topping aneka berries segar dan gold leaf menambah cantik tampilannya.

Lemon & Passion Fruit Tart

Dekorasi ragam berries segar juga terlihat di produk Lemon & Passion Fruit Tart. Sable tart sebagai tart base-nya diisi dengan lemon & passion fruit curd. Topping dekorasi beragam berries segar seperti raspberry, blueberry, dan blackberry, juga strawberry, semakin menarik dengan penambahan microwave sponge dan daun mint.

Nana mengakui banyak menggunakan unsur berries di dalam aneka produknya, baik dalam bentuk puree maupun segar. “Untuk ragam berries dalam bentuk puree, lebih banyak digunakan untuk campuran, seperti untuk membuat gelee, mousse, dan sebagainya. Sedangkan untuk dekorasi, saya menggunakan ragam berries yang segar untuk hasil dekor yang maksimal,” Nana menuturkan sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Dewi Sri Rahayu

Fotografer : Hendri Wijaya

Comments { 0 }