Archive | News RSS feed for this section

Café Pralet, Serve More Than Just Good Food

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Tiong Bahru yang merupakan salah satu kawasan tempat tinggal tertua di Singapura berubah menjadi kawasan kuliner yang cukup ramai dikunjungi. Saat ini banyak bakery, restoran, dan kafe, serta berbagai toko fashion yang bermunculan seakan membuat kawasan tersebut kembali bersemangat.

Menikmati sajian kuliner di kawasan yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan dengan arsitektur art deco tentu memberikan pengalaman yang mengasyikkan terlebih jika menemukan tempat makan yang menyajikan menu-menu yang juga lezat.

Salah satu kafe yang terdapat di kawasan Tiong Bahru ini adalah Café Pralet. Kafe yang dibina oleh Creative Culinaire ini dididirikan pada bulan Juli tahun 2006 lalu. Café Pralet mencoba menawarkan menu-menu yang diolah sendiri oleh tim Creative Culinaire.

Mango Macadamia Cheesecake

Mango Macadamia Cheesecake

Produk Yang Aman Dikonsumsi
“Murid-murid Creative Culinaire lah yang awalnya membantu kami memperkenalkan Café Pralet. Sejak saat itu nama Café Pralet mulai menyebar dari mulut ke mulut. Hingga hari ini kami mempunyai banyak pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai sajian menu di Café Pralet,” ungkap Judy Koh, Managing Director Creative Culinaire dan Café Pralet.

Menurut Judy, menu-menu yang disajikan di Café Pralet selalu dirotasi secara berkala. Ia merasa untuk bersaing dengan pemain lainnya di Tiong Bahru, pihaknya harus selalu menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan keinginan pengunjung. Ia juga menambahkan healthy food menu sesuai dengan tren masyarakat Singapura yang semakin peduli dengan isu kesehatan.

“Semua produk di Café Pralet telah mendapat persetujuan dan izin dari Health Promotion Board (Dewan Promosi Kesehatan) Singapura. Selain karena memang regulasi mengenai food industry di Singapura cukup ketat, kami rasa izin dari Dewan Promosi Kesehatan dapat meyakinkan bahwa produk-produk Café Pralet memang aman untuk dikonsumsi,” jelas Judy.

Mom’s Curry Chicken dan Ayam Tempra
Diakui Judy, di kategori Main Meals, Mom’s Curry Chicken adalah salah satu bestselling menu di Café Pralet. “Mom’s Curry Chicken adalah satu resep favorit Ibu saya. Kari ayam yang cukup pedas ini banyak sekali peminatnya. Mungkin karena rasanya yang masih orisinal, maka ketika orang menyantap menu ini mereka seakan terbawa ke masa lalu,” tutur Judy.

Judy menambahkan selain Mom’s Curry Chicken, Ayam Tempra yang merupakan opor ayam dengan kecap manis yang disajikan dengan sambal terasi juga kerap menjadi pilihan pengunjung Café Pralet khususnya sebagai menu makan siang atau malam. Menurut Judy, pelanggan Café Pralet bisa memilih nasi atau toasted bread saat menikmati kedua menu tersebut.

Club Beef Sandwich

Club Beef Sandwich

Selain dua bestselling menu tersebut, Café Pralet juga menyediakan All Day Breakfast menu seperti English Full House, Eggs Benedict, dan German Mash. Terdapat pula berbagai menu Soup, Salad, dan Sandwhiches yang bisa dinikmati jika tidak mau menikmati makanan yang terlalu mengenyangkan. Untuk pengunjung kafe yang membawa anak, disediakan pula menu-menu, seperti Fish&Chips, Nuggets&Chips, Cream of Wild Shitake, Franksmash, dan Ham&Cheese Sandwich Sticks.

Truly Decadent Cakes
“Saya rasa apa yang membedakan Café Pralet dengan kafe lainnya adakan cakes-nya mengingat ada hubungan yang erat antara Café Praley dan Creative Culinaire. Creative Culinaire menciptakan inovasi dan ide baru mengenai kreasi cake yang kemudian kami hadirkan di Café Pralet,” papar Judy.

Ia menambahkan Café Pralet juga menawarkan layanan kustomisasi cakes untuk perayaan pernikahan, acara perusahaan atau ulang tahun. “Bakers dan Chefs Creative Culinaire dan Café Pralet selalu berupaya menciptakan produk yang cocok bagi kebutuhan pengunjung. Makanya banyak pengunjung yang sengaja datang ke sini minta dibuatkan cake ulang tahun maupun wedding cake,” kata Judy.

Diakui Judy saat ini pelanggan Café Pralet menyukai cakes yang mempunyai twist di rasa dan tekstur. “Pengunjung menginginkan cakes yang mempunyai tekstur renyah namun juga lembut di satu cake. Dari segi rasa, pengunjung cenderung menginginkan cakes yang tidak terlalu manis, misalnya mempunyai rasa sedikit asam seperti dari buah yang dipakai,” tuntas Judy.

17 Eng Hoon Street, #01-03/04 Eng Hoon Mansions, Tiong Bahru, Singapore

Comments { 0 }

Cacao Barry Luncurkan Purity from Nature Chocolate Couverture

Singapura — Pada tanggal 9 April lalu, Cacao Barry yang merupakan merek gourmet cokelat terkemuka di dunia secara resmi meluncurkan generasi terbaru cokelat couverture yang diberi nama Purity from Nature. Terdapat tiga rangkaian produk Purity from Nature Chocolate Couverture yang diluncurkan, yaitu Ocoa™, Inaya™, dan Alunga™.

Ocoa™ merupakan Dark Chocolate Couverture 70% Cocoa dan mempunyai rasa cokelat yang khas dengan tingkat keasaman yang dianjurkan untuk enrobing dan molding. Sedangkan Inaya™ merupakan Dark Chocolate Couverture 65% Cocoa yang mempunyai rasa cokelat yang intens dengan tingkat kepahitan dan keasaman yang seimbang sehingga cocok untuk membuat mousse, ganache, dan moelleux.

1797456_500614826716856_7621635472576705448_n - Copy

Berbeda dengan Ocoa™ dan Inaya™, Alunga™ merupakan Milk Couverture 41% Cocoa yang mempunyai rasa sedikit manis dengan dominasi cokelat dan susu. Alunga™ direkomendasikan untuk membuat mousse dan ganache.

Saat peluncuran Purity from Nature, Cacao Barry menghadirkan empat Chef, seperti Andreas Lara, Thierry Delourneaux, Ivy Wong dan Janice Wong dalam menciptakan delapan dessert dengan Purity from Nature Chocolate Couverture tersebut.

“Produk Purity from Nature ini diformulasikan secara khusus sehingga mempunyai kemurnian dan intensitas cokelat yang sempurna. Dengan cokelat ini saya lebih bebas berkreasi dengan produk dessert saya,” ungkap Janice Wong, yang merupakan pemilik dan pendiri 2am:dessertbar and 2am:experience, Singapura. (AF/Doc. Cacao Barry)

Comments { 0 }

Hotel Le Meridien Jakarta New Perspective Event, Taste the Unexpected and Discover Éclair

Pada tanggal 12 Maret 2014 lalu, Hotel Le Meridien Jakarta mengadakan New Perspective Event yang mengangkat tema Taste the Unexpected dan Discover Éclair yang dihadiri Rekan-Rekan Media hingga Food Bloggers.

Pairing the Éclair with Coffee Creations by Illy Master Barista
Bertempat Le Meridien Club Lounge lantai 20, acara yang juga mengenalkan produk Signature Breakfast, Eye Openers dan Sparkling berlanjut dengan coffee fun talk show yang dibawakan langsung oleh Illy Master Barista, Eduardo Vastolo. Eduardo Vastolo juga membuat kreasi coffee drinks sebagai pairing yang tepat untuk produk Éclair yang menjadi highlight dari New Perspective Event.

IMG_0232 - Copy

Adanya Éclair Booth yang disediakan oleh pihak Hotel Le Meridien Jakarta, menarik perhatian dengan segera, setelah acara talk show selesai. Create your own éclair di Éclair Booth yang menyediakan kulit éclair, aneka rasa filling, beragam glaze dan pilihan dekorasi yang lengkap menghasilkan beragam kreasi éclair menarik sesuai kreatifitas para tamu undangan yang hadir.

IMG_0157 - Copy

Éclair Campaign as a Global Brand
“Éclair Campaign ini sudah diadakan di seluruh Hotel Le Meridien yang ada di seluruh dunia. Ini adalah bagian dari global brand kami. Éclair yang kami buat memiliki konsep European Mix with the local twist. Di setiap Hotel Le Meridien di berbagai negara harus memiliki 1 hingga 2 rasa yang memadukan citarasa lokal. Dan untuk Hotel Le Meridien Jakarta, kami membuat Pandan Éclair untuk local twist éclair,” kata Arie Ardianti, Marketing Communications Manager Hotel Le Meridien, Jakarta.

Menurut Arie Ardianti, sudah ada lebih dari 10 rasa Éclair yang dibuat Hotel Le Meridien Jakarta, dari rasa klasik seperti Chocolate Éclair, Vanilla Éclair, Coffee Éclair hingga savory line seperti Tuna Éclair dan sebagainya. “Saat ini, produk Éclair kami tersedia di La Boutique Gourmande dan di April 2014 ini juga sudah tersedia di Le Rendezvous Lounge. Produk Éclair juga tersedia dalam Afternoon Tea Set di Hotel Le Meridien Jakarta,” tutup Arie Ardianti. (DS)

Comments { 0 }

Sugar World Academy, Hadirkan Lori Hutchinson (The Caketress) dalam Haute Couture Cake Decorating Class

Sugar World Academy menghadirkan seorang pakar cake decorating asal Kanada, Lori Hutchinson atau yang lebih dikenal sebagai The Caketress dalam cake decorating class bertema Haute Couture pada 28 Februari sampai 3 Maret 2014 lalu. Bertempat di Setiabudi Sky Lounge, Setiabudi Residence Jakarta Pusat, kelas cake decorating tersebut dihadiri peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, India dan Brunei Darussalam.

Haute Couture Wedding Cake
Alasan menghadirkan Lori Hutchinson supaya para Cake Decorator asal Indonesia juga mengenal hasil karya Lori. Dengan tema Haute Couture, diharapkan para peserta dapat menerjemahkan keinginan klien mereka nanti, yaitu para calon pengantin dalam menciptakan kreasi wedding cake sesuai keinginan klien.

“Saat ini, permintaan akan wedding cake yang dibuat dengan satu kesatuan konsep dengan gaun pengantin sang calon pengantin atau Haute Couture Wedding Cake memang sangat tinggi,” kata Dewi Hasan, Pemilik Sugar World Academy.

Menurut Dewi Hasan, setiap peserta kelas diharuskan membawa contoh gambar sebuah gaun pengantin dari majalah sesuai pilihan masing-masing yang kemudian ditransformasikan ke dalam sketsa wedding cake yang akan mereka buat.

Award Winning Cake Decorator
Lori Hutchinson mengakui, dirinya memang selalu membuat sketsa awal saat akan membuat kreasi wedding cakenya. Award winning cake decorator yang juga piawai dalam hal fashion design sejak usia muda ini pun lebih senang memberi kebebasan pada setiap peserta kelas cake decorating-nya.

Lori_Sugar world-1296 - Copy

“Saya hanya membimbing para peserta untuk langkah awal pembuatan lalu memantau dan memberi input yang diperlukan oleh para peserta karena saya berharap para peserta kelas saya dapat berkreasi secara bebas menggunakan imajinasi mereka sendiri. Sejauh ini, saya merasa senang dan terkesan dengan kemampuan para peserta kelas yang sangat baik. Hasil wedding cake mereka menurut saya sangat bagus dan rapih. Mereka mampu menerjemahkan konsep sebuah gaun pengantin menjadi sebuah wedding cake terbaik,” pungkas Lori Hutchinson.(DS/HW)

Comments { 0 }

Cake Decorating Class with Kaysie Lackey

Pertengahan Februari 2014 lalu, Heavenly Sweet kembali mengadakan kursus cake decorating dengan mendatangkan Kaysie Lackey, seorang cake decorator andal yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia seni menghias kue.

Kaysie yang merupakan pemilik The People’s Cake, sebuah bakery yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat ini pernah tampil di beberapa episode Food Network Challenge dan memenangkan kompetisi cake decorating di program televisi tersebut. Kaysie juga kerap diundang menjadi instruktur di beberapa sekolah seni menghias kue di Amerika, Eropa, hingga Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, dan Thailand.

IMG_1946 - Copy

Blown Away Betty and Galloping Gus
Dalam kursus intensif yang berlangsung selama enam hari tersebut Kaysie mengajarkan dua materi kepada peserta kursus, yaitu Blown Away Betty dan Galloping Gus. Kedua figur ini menurut Kaysie terinspirasi dari karakter-karakter yang diciptakan oleh Tim Burton dalam beberapa filmnya. “Saya selalu menyukai Tim Burton. Banyak karakter-karakter fiksinya yang saya adopsi ke dalam bentuk dekorasi kue dengan bentuk yang berbeda,” ujar Kaysie.

Menurutnya, inovasi dalam seni cake decorating itu penting, hanya saja membuat sesuatu yang unik dan berbeda, jauh lebih penting. Ituah kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang cake decorator.

IMG_1964 - Copy

Ia menyebutkan dalam membuat kedua figur tersebut, bagian tersulit adalah membuat rangka cake yang tepat agar cake bisa berdiri kokoh sempurna. “Saya menggunakan armateur dalam membuat rangka cake ini. Armateur sendiri sebenarnya sangat lazim digunakan dalam seni patung yang berguna untuk membuat model awal tiga dimensinya. Saya rasa ini masih baru di Indonesia. Saya senang dapat mengajarkan sesuatu yang baru di sini,” ujar Kaysie yang ternyata adalah seorang lulusan Fine Art and Art History dari Belmont University ini.

Armateur and Chocolate Modeling
“Kita tidak mungkin membuat figur seperti Blown Away Betty dan Galloping Gus ini tanpa armateur, mengingat kedua figur ini hanya bertumpu pada satu kaki. Tapi dengan armateur yang ditempelkan pada base yang berat, semuanya menjadi mungkin,” ujar Kaysie.

Ia menambahkam bahwa dengan armateur seorang cake decorator dapat berkreasi dengan bebas. Hanya saja sebelum membuat armateurnya, seorang cake decorator harus memperhatikan berat aspek-aspek seperti berat cake atau fondant dan chocolate yang digunakan, bagian cake yang bisa dimakan, hingga bagaimana cara menutupi semua bagian rangka tersebut dengan baik.

Dari pengakuan Kaysie, saat ini banyak pelaku cake decorating yang menggunakan chocolate modeling pengganti fondant dalam membuat dekorasi kue. “Rasa cokelat lebih enak daripada fondant, makanya banyak yang minta dibuatkan cake dengan chocolate modeling. Cara membuat bahan chocolate modeling ini pun mudah, hanya mencampurkan cokelat compound dengan glucose. Mungkin banyak yang takut chocolate ini bisa cepat meleleh mengingat suhu di Indonesia yang cenderung panas. Tapi sebenarnya chocolate modeling ini sama saja dengan fondant, bisa cepat kering dan mengeras bila dibiarkan tanpa ditutup atau disimpan pada suhu ruang,” pungkas Kaysie. (AF)

Comments { 0 }

Ares Chocolate Grand Baking Demo, Unjuk Kualitas ChefMate Premium Chocolate pada Cake Hotel Bintang Lima

ChefMate kembali mengadakan grand baking demo pada hari Selasa, 4 Maret 2014 lalu. Grand baking demo yang diselenggrakan di Hotel Shangri-La Surabaya tersebut mengusung tema Five Star Hotel Premium Chocolate Cake for Bakery. Pada kesempatan tersebut Chef Giat Setyawan bersama tim Chef dari ChefMate lainnya mendemokan beberapa aplikasi produk cokelat ChefMate, seperti ChefMate Dark Chocolate Compound, ChefMate White Chocolate Compound, dan ChefMate Decoration.

Hadir pula sebagai Chef Tamu yaitu Chef Vindex Tengker, yang merupakan seorang Executive Chef dari sebuah hotel bintang lima di Jakarta, juga President Association of Culinary Profesional Indonesia, yang mendemokan beberapa kreasinya menggunakan produk cokelat dari ChefMate.

Beberapa produk cokelat ChefMate

Beberapa produk cokelat ChefMate

ChefMate Premium Pada Aplikasi Cake Hotel
“Kami menghadirkan Chef Vindex untuk membuktikan bahwa produk cokelat merek ChefMate layak untuk dijadikan alternatif teratas bahan baku cokelat yang digunakan di hotel berbintang selain juga mudah pula diaplikasikan untuk bakery,” jelas Erfina Tjan, selaku General Manager Marketing PT Ares Kusuma Raya.

Pada grand baking demo tersebut Chef Giat bersama timnya mendemokan tiga kreasi resep, yaitu Chocolate Caramel, Tropical Exotic Chocolate, dan Devil Chocolate Cheese. Sementara itu Chef Vindex mendemokan dua resep andalannya, yaitu Chocolate Caramel on Buttersnap Tartlet dan Sticky Chocolate Raisin Pudding.

14 - Copy

Chef Giat yang merupakan Executive Chef dari ChefMate menjelaskan bahwa selain kualitas dan rasa produk yang tidak perlu diragukan lagi, pengaplikasian cokelat ChefMate juga terbilang mudah.

“ChefMate Dark maupun White Chocolate Compound dapat digunakan untuk membuat cokelat, dipping, filling, ganache bahkan untuk membuat praline. Untuk membuat presentasi cake semakin menarik, kami juga mempunyai ChefMate Decoration,” papar Chef Giat Setyawan mantap.

Sementara Chef Vindex menjelaskan bahwa untuk menonjolkan rasa cokelat sebaiknya komposisi bahan dalam resep dibuat seimbang dan rasa cokelatnya lebih menonjol. “Misalnya untuk membuat Chocolate Caramel on Buttersnap Tartlet ini, cokelat dapat dipadukan dengan adonan pie yang ditambah sedikit kayu manis, atau bisa pula disandingkan dengan sea-salt atau keju,” ujar Chef Vindex.

Pengunjung Antusias
Para pengunjung yang merupakan para distributor, toko bahan kue, serta bakery dan UKM di Jawa Timur pelanggan setia PT Ares Kusuma Raya, yang menyambut antusias grand baking demo tersebut. Selain demo pengaplikasian produk cokelat ChefMate, tim ChefMate juga memberikan presentasi singkat mengenai produk ChefMate beserta keunggulannya oleh Teddy Deswantara, selaku Regional Marketing Head PT Ares Kusuma Raya.

“Pada acara ini kami juga ingin membangun kerjasama yang lebih intens antara konsumen dengan para Chef PT Ares Kusuma Raya, baik dalam hal pengaplikasian produk maupun membantu konsumen bakery dengan resep terbaru sehingga mereka dapat memajukan usahanya,” pungkas Erfina Tjan. (AF)

Comments { 0 }

Fonterra Bangun Pabrik pengolahan dan pengemasan pertamanya di Indonesia

26 Maret 2014 lalu, Fonterra memulai pembangun pabrik pengolahan dan pengemasan pertamanya di Indonesia. Pembangunan pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan produk-produk milik Fontera seperti Anlene, Anmum, Anchor, dan Boneeto.

“Dengan dibangunnya pabrik Fonterra pertama di Indonesia, kami berharap dapat memenuhi permintaan produk susu di Indonesia yang kami prediksi akan terus meningkat hingga tahun 2020 nanti,” ungkap Pascal De Petrini, Managing Director of Fonterra Asia Pacific, Middle East and Africa (APMEA), dalam kata sambutannya saat peresmian dimulainya Pembangunan Fonterra Brands Manufacturing Indonesia Cikarang Plant.

IMG_3682 - Copy

Hadir pula dalam peresmian pembangunan pabrik Fonterra tersebut Lestari Indah, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Kordinasi Penanaman Modal RI, yang menyampaikan bahwa investasi Fonterra di Indonesia akan memberikan peluang kerja bagi warga Cikarang dan sekitarnya.

IMG_3734 - Copy

“Investasi Fonterra ini kami harapkan dapat mendukung perekonomian Indonesia yang awalnya berbasis sumber daya alam dan sumber daya manusia murah menjadi lebih baik karena melalui investasi ini Fonterra juga akan memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan bagi para calon staf dengan standar keamanan, kualitas dan operational kelas dunia,” ungkap Lestasi Indah.

Pabrik pertama Fonterra di Indonesia yang merupakan investasi terbesar Fonterra di kawasan ASEAN selama satu dekade terakhir ini diharapkan akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2015. Paul Richards, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia mengatakan bahwa begitu pabrik ini mulai beroperasi, pabrik tersebut dapat mengakomodir pengolahan dan pengemasan 12.000 ton produk susu yang setara dengan 87.000 kemasan Anlene, Anmum, Anchor, dan Bonetto setiap hari. (AF)

Comments { 0 }
x
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2014
Team Bakery Magazine Mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2014.