Archive | News RSS feed for this section

Grand Opening Ron’s Laboratory, Experience of Liquid Nitrogen Gelato

Hobi bereksperimen rupanya yang menuntun Ronald Prasanto, sang coffee artist menciptakan ide-ide kreatif yang ‘nyeleneh’ sesuai dengan imajinasinya. Ingin mencoba hal baru selain kopi, Ronald kembali bereksperimen, yang kali ini ia memilih Gelato sebagai bahan kreasinya. Pada 19 Oktober lalu, Ronald meresmikan ice cream shop terbarunya yang ia beri nama Ron’s Laboratory. Berkonsep molecular gastronomy dessert house, Ron’s Laboratory mengkombinasikan seni pembuatan es krim dengan ilmu sains, yaitu dengan menggunakan nitrogen cair.

Proses pembekuan adonan gelato secara cepat dengan nitrogen cair dinilai dapat memperkecil pengkristalan pada air maka tekstur gelato pun akan sangat lembut dibanding dengan pembekuan biasa. “Gelato yang baik ialah yang memiliki tekstur lembut sehingga tidak menyakitkan lidah sehingga akan menimbulkan sensasi meleleh di mulut. Sama halnya seperti restoran fine dining, saya berani mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengincar suatu kualitas tertentu,” jelas Ronald Prasanto saat grand opening Ron’s Laboratory.

Konsep Laboratorium pada Kafe
Nitrogen cair mempunyai suhu -197oC, ketika ia bersentuhan dengan es krim maka nitrogen akan langsung menguap berubah menjadi gas. “Apabila nitrogen bersentuhan dengan manusia dalam jangka waktu yang lama akan ada efek negatif yang berbahaya. Namun dalam waktu singkat, nitrogen cair akan berevaporasi. Satu hal yang harus diketahui, nitrogen cair akan mudah berinteraksi dengan sesuatu yang basah, salah satunya mata. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada staff saya untuk selalu menggunakan kaca mata apabila berhubungan dengan nitrogen cair,” ujar Ronald.

Keunikan penyajian juga ditampilkan di Ron’s Laboratory karena gerai es krim ini didesain mirip sebuah laboratorium. Pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan es krim yang mereka pesan karena konsepnya adalah open kitchen. Menjelma sebagai ‘tukang es krim’, Ronald tidak seratus persen meninggalkan latar belakangnya sebagai seorang coffee artist. Di Ron’s Laboratory, Ronald memasukkan pula kombinasi antara kopi dengan gelato yaitu Avocado Espresso. Bukan Ronald namanya jika menyajikan hal yang biasa, maka pada Avocado Espresso tersaji kombinasi gelato yang disuguhkan dengan suntikan sekali pakai yang diisi double shot espresso.

Pengunjung dapat dipastikan mendapat produk yang fresh karena di Ron’s Laboratory, gelato made by order alias dibuat berdasarkan pesanan. Bahkan Ronald menantang para pembelinya untuk membawa bahan-bahan sendiri yang ingin ia campurkan di dalam gelatonya.

Berpikiran imajinatif dengan ribuan ide gila mampu dibuktikan Ronald dengan sesuatu yang positif. Ide-ide tersebut akan terus mengalir untuk memperbaharui menu-menu di Ron’s Laboratory setiap bulannya. “Dalam waktu satu bulan pasti akan ada 2 rasa baru yang unik dikeluarkan di Ron’s Laboratory dan satu rasa di antaranya berasal dari bahan tradisional,” tutur Ronald. Di bulan Oktober 2013 lalu Ronald mengeluarkan rasa tape ketan dan di bulan berikutnya akan ada rasa rujak yang identik dengan pedas. Penasaran?

Written by Marisa Aryani
Photo by Ahmad Fajar

Comments { 0 }

Halloween Party Bertema Lunatic Asylum di Empirica

Walaupun tidak seramai di negara Eropa dan Amerika, perayaan Halloween di Indonesia sudah menjadi agenda tahunan bagi masyarakat urban di kota besar, layaknya Jakarta. Tempat-tempat hiburan, seperti mall, restoran, dan club malam berlomba dalam ajang pesta Halloween sebagai bentuk promosi mereka. Seperti Empirica, salah satu club malam yang terletak di kawasan SCBD Senayan ini mengadakan pesta Halloween pada tanggal 2 November atau tepat jatuh di saat weekend.

Bertemekan Lunatic Asylum, Empirica disulap layaknya rumah sakit jiwa lengkap dengan para waiter dan waitress yang mengenakan kostum rumah sakit. Nuansa mistis diproyeksikan Empirica lewat dekorasi ruangan yang disulap menyerupai rumah sakit angker beserta efek suara yang menyeramkan dari alunan musik yang diputar. Adapun maping yang menceritakan aksi pembunuhan massal yang terjadi di rumah sakit jiwa tersebut

Khusus di hari itu, Empirica menyediakan empat minuman dengan empat warna yang berbeda. Biru untuk Eccentric Hallucinogen yang berisi tequila, blue curacao, triple sec, dan lemon juice, hijau untuk Placebo Bliss yang terdiri dari vodka, blue curacao, dan lemon juice, merah untuk Lunatic Spectrum yang berisi whiskey, cassis, triple sec, grenadine syrup, dan lemon juice, serta hitam untuk Angle-Closure yang terdiri dari vodka, Kahlua, dan cassis.

 

Written and photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Grand Opening Lady Alice Tearoom

Bagi Anda, penyuka minum teh sore, jangan lewatkan berkunjung ke sebuah gerai berkonsep tearoom terbaru di Jakarta. Terletak di Gandaria City Shopping Mall Jakarta Selatan, Level 2 Lot 211, Lady Alice Tearoom mengadakan grand opening cabang pertamanya itu, pada hari Minggu 6 Oktober 2013 lalu.

Dihadiri oleh perwakilan dari beberapa awak media ibukota, cetak maupun online, acara grand opening tersebut berlangsung santai dengan suguhan Chimney Cake – pastry ala Hungaria dan macam-macam tea drinks unik ala Lady Alice Tearoom. Pendiri dan pemilik dari Lady Alice Tearoom, Ina Susanti, hadir pada acara tersebut.

Chimney Cake“Chimney Cake adalah salah satu pastry tertua dari Hungaria. Bisa dibilang, Lady Alice Tearoom yang menjual pertama kali di Indonesia. Alasan kami membawa pastry Hungaria ini, selain karena menyukai citarasanya yang lezat juga karena bentuknya yang unik, sehingga dapat menarik perhatian pengunjung yang datang,” jelas Ina Susanti.

Ditemani aneka ragam rasa Chimney Cake, pengunjung bisa memesan tea drinks dari mulai Earl Grey Tea sampai Rose Hibiscus Vanilla Tea yang asam segar. Ada juga paket pilihan untuk afternoon tea, yaitu Alice’s Tea Party set untuk 2 orang.
Saat pengenalan menu, tim managemen Lady Alice Tearoom juga menyajikan beragam menu main course pilihan seperti menu pasta. Di samping tea drinks yang dapat dinikmati di tempat, Lady Alice Tearoom juga menawarkan aneka ragam daun teh yang sudah dikemas khusus dalam kemasan kaleng untuk suguhan sendiri ataupun sebagai hadiah.

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo Doc. Lady Alice Tearoom

Comments { 0 }

Menu Sarapan Sepanjang Hari di Excelso

Excelso baru saja meluncurkan All-Day Breakfast Menu yang dibisa dinikmati oleh Excelso lovers. Sesuai dengan namanya, para pelanggan Excelso dapat menikmati menu sarapan ini sepanjang hari, tidak hanya pada waktu sarapan di pagi hari.
Hanny A. Elvind, Marketing Communication Manager Excelso menyampaikan bahwa menu All-Day Breakfast diharapkan mampu menjadi menu andalan para pelanggan Excelso yang dapat memenuhi asupan gizi para pelanggan Excelso.

“Sarapan dapat memberikan energi untuk mengawali hari. Untuk itu kami mengeluarkan beberapa menu breakfast sepeti Excelso Benedict dan Breakfast Sausage dapat dijadikan alternatif baru bagi para pelanggan Excelso. Kedua menu tersebut tentunya selain bergizi juga dapat menjadi mood booster bagi para Excelso lovers untuk memulai aktifitas sehari-hari,” ungkapnya.
Senada dengan Hanny, Jenny Goenawan yang merupakan Senior Business Development Manager Excelso menambahkan bahwa kedua menu tersebut juga dilengkapi dengan side dishes yang bisa didapatkan dengan gratis sesuai dengan waktu pemesanan. “Jika pelanggan datang sebelum pukul 12.00, Excelso lovers akan mendapatkan teh atau kopi. Sedangkan untuk mereka yang melakukan pemesanan setelah pukul 12.00, kami menyediakan pilihan, yaitu side salad atau sautéed potato,” ungkap Jenny.

Ia menjelaskan bahwa kedua menu breakfast Excelso tersebut sangat cocok bagi Excelso lovers yang mendambakan kepraktisan dalam menyantap menu sarapan. Selain itu, kedua menu tersebut juga cocok untuk mereka menginginkan makanan yang tidak begitu berat namun tetap mengenyangkan saat hangout bersama teman atau kerabat.

Selain kedua menu sarapan tersebut, Excelso juga memperkenalkan Fried Potatoes yang disajikan dengan pilihan saus yang beragam, seperti Bolognese, Enchiladas, Cheese, dan Brown Sauce. Selain itu ada juga menu Cheese Crust, yaitu pizza tipis rasa keju yang memberikan sensasi crispy yang lembut.

Written & Photo by Ahmad Fajar

Comments are closed

Dedy Sutan, Karir Cemerlang Pastry Chef yang Hobi Food Photography

Keberhasilan Dedy Sutan dalam Indonesia Chocolate Cup 2013 lalu dengan meraih 3 medali emas dalam 3 kategori kompetisi yang ada, membuat sosok Pastry Chef berusia 35 tahun ini merasa senang dan excited.

“Saya dan Assistant saya, Awaluddin, hanya punya waktu 3 minggu untuk mempersiapkan materi kompetisi yang meliputi plated dessert, whole cake dan chocolate showpiece,” buka Dedy. Mereka sempat mengunjungi pasar tradisional untuk mencari inspirasi bahan baku yang tepat untuk dipadukan dalam olahan cokelat yang akan dibuat.

Inspirasi dari pasar tradisional akhirnya mereka aplikasikan dalam Spiced Creameaux yang menggunakan star anise, yang menjadi salah satu elemen dalam Cherry Chocolate untuk kategori whole cake dan Passion of Chocolate untuk kategori Plated Dessert.

Berkarir di Hotel Berbintang
Membawa bendera Pipiltin Cocoa, sebuah chocolate café and resto berkonsep bean to bar yang terletak di Jalan Barito, Jakarta Selatan sebagai tempatnya bekerja, memang mampu menuai decak kagum, mengingat peserta kompetisi Indonesia Chocolate Cup 2013 lainnya kebanyakan datang dari Hotel berbintang. Bagaimanapun karir Pastry Chef yang hobi food photography dan membaca culinary book ini juga berawal dari beberapa hotel berbintang 5 di Indonesia dan beberapa negara di Timur Tengah.

“Awal karir saya sempat melibatkan hot and cold kitchen sebagai tempat saya bekerja. Tapi, saat menjadi Apprentice di Hotel Shangri-La Jakarta pada tahun 2000, saya sempat dipindahkan ke Pastry Kitchen. Karena cita-cita saya menjadi Executive Chef, saya pikir tidak masalah karena seorang Executive Chef pun harus tahu lini pastry dan bakery. Jadi, saya berusaha mempelajari dan menikmati pekerjaan saya saat itu,”ungkap lulusan STPB Jurusan Managemen Tata Boga.

Dedy yang kemudian mendapat promosi kenaikan jabatan mulai dari Commis 2 hingga Commis 1 akhirnya memutuskan menerima kesempatan emas untuk bekerja di Shangri-La Hotel Dubai dengan jabatan Pastry Demi Chef de Partie hingga Pastry Chef de Partie .

2007 Gulfood The Best Pastry Chef of The Year
“Di Shangri-La Hotel Dubai, saya mulai mempelajari cokelat lebih intens. Teknik dan karakter cokelat yang berbeda-beda menjadi ilmu yang begitu menarik untuk dipelajari,”kata Dedy. Perjalanan karirnya turut melibatkan Kempinski Hotel MOE Dubai sebagai Sous Chef dan Kempinski Hotel Mall of Emirates Dubai sebagai Assistant Pastry Chef. Di kurun waktu ini, Dedy sempat mengikuti kompetisi Gulfood di Dubai pada tahun 2007 untuk kategori The Best Pastry Chef of The Year dan berhasil memenangkan kompetisi tersebut.

Dedy lalu sempat berpindah kerja, bergabung dengan The Address Dubai Mall dan The Address Downtown Dubai sebagai Executive Pastry Chef. “Kembali ke Jakarta, saya kemudian bertemu pemilik usaha Pipiltin Cocoa yang dikenalkan oleh salah satu teman saya. Dari pembicaraan kami, visi yang sama untuk memajukan cokelat Indonesia lah yang membuat saya memutuskan untuk kembali menetap di Indonesia dan bekerja di Pipiltin Cocoa,” ungkap Dedy yang ternyata cukup aktif mengikuti berbagai kompetisi pastry selama masa karirnya itu.

Melihat perkembangan profesi Chef maupun Pastry Chef yang sekarang semakin diminati di dalam negeri, Dedy memberi masukan positif. “Pelajari basic recipe dan teknik pengolahan cooking maupun baking yang tepat bagi yang berminat berkarir di bidang ini. Jangan langsung melabeli diri sendiri sebagai seorang Chef, jika belum menjadi seorang Chef karena, jabatan ini bukan jabatan yang bisa diraih secara instan,” tutup Dedy.

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments are closed

Jakarta Culinary Passport, Berburu Hidangan Dunia di ‘Foodniverse’

Berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 September 2013 lalu di Grand Indonesia, Jakarta Culinary Passport mengajak para pecinta kuliner untuk berpetualang mencicipi aneka hidangan unik dari berbagai negara. Diadakan oleh Alphabet Project, acara ini merupakan wujud kecintaan terhadap dunia kuliner dan wisata yang menyajikan berbagai macam hidangan dari berbagai belahan dunia.

Acara ini mengangkat tema “Across the Foodniverse” dimana pengunjung akan dimanjakan dengan empat zona, seperti Westland, Eastland, Homeland, dan Lollyland. Homeland menyajikan keunikan masakan khas Nusantara termasuk jajanan kaki lima khas Indonesia.

Selain itu, pengunjung dapat ‘terbang’ ke zona Westland dengan berbagai menu makanan Barat seperti hotdog, dory, burger, zuppa soup hingga masakan Mexico. Sedangkan keunikan timur Asia dapat ditemukan di Eastland yang menawarkan berbagai macam hidangan mulai dari Sushi dan Sashimi hingga hidangan khas Timur Tengah. Sebagai pencuci mulut, pengunjung bisa datang ke zona Lollyland yang memberikan pilihan dessert menarik untuk dinikmati.

Jakarta Culinary Passport juga memberikan kesempatan untuk belajar masak melalui sesi demo masak dengan menghadirkan Chef Judy, finalis Masterchef Nurul, Zeze, Kevin yang berkolaborasi dengan Raditya Dika, dan Shima Deim.

Tak ketinggalan, Kedutaan Thailand juga ikut berpartisipasi dengan mendatangkan chef langsung dari Thailand yang membawakan hidangan negara gajah putih tersebut. Bagi pecinta cupcakes, juga dapat mengikuti cupcake decorating workshop yang dibawakan oleh Ming dari Sugar Ministry.

Written by Marisa Aryani, Photo by Ahmad Fajar

Comments are closed

Demo by PT. Smart Tbk

Terlibat sebagai salah satu peserta di Cacao Day Expo, PT. Smart Tbk dengan produk unggulannya Filma mengadakan baking demo di hari ke empat, tepatnya pada 21 September lalu. “Karena acaranya Cacao Day Expo sehingga kami pun mendemokan beberapa aplikasi berbahan dasar cokelat,” ujar Koko Hidayat selaku Technical Bakery Advisor Culinary Head PT. Smart Tbk.

Bersama timnya, Koko Hidayat membuat dua macam produk yakni Chocolate Layer Cake yang menggunakan Filma Margarine, Filma Baker’s Cream Fat, dan Filma BOS serta Choconut Cookies dengan aplikasi Filma Margarin dan Filma BOS. “Teknik khusus dalam membuat Choconut Cookies adalah ketika mengocok bahan-bahan sebaiknya tidak terlalu lama karena akan mempengaruhi pada tekstur akhir cookies itu sendiri,” ujar Koko. Selain dihadiri oleh para pengunjung Cacao Day Expo, PT. Smart Tbk turut mengundang para anggota dari Filma Club dan sukamasak.com.

Sebagai perusahaan berbasis kelapa sawit, PT. Smart Tbk memiliki produk turunan minyak pengganti cocoa butter antara lain I – Soc CBS (Cocoa Butter Substitute) yang merupakan pengganti cocoa butter berkualitas tinggi serta diproduksi dengan teknologi canggih dan pilihan sawit yang selektif. I – Soc CBS ideal digunakan dalam industri confectionery, bakery coatings, tablet and moulded product. Titik lelehnya yang cepat dapat memberikan tampilan produk yang mengkilap serta sensasi meleleh di mulut.

Produk lainnya adalah Delicio Coating Fat yaitu lemak pelapis berkualitas tinggi yang dibuat dari minyak nabati segar terpilih. Produk ini cocok digunakan untuk pengolahan gula dan cokelat dengan karakteristik warna putih salju, bebas kelembaban, rasa dan aroma alami, dan cocok untuk coating chocolate terutama di negara-negara tropis. Kedua produk ini lebih banyak didistribusikan ke segmen industri.

Written and photo by Marisa Aryani

Comments are closed