Archive | News RSS feed for this section

Indonesia Patisserie School (IPS), Isi Waktu Luang Liburan Sekolah dengan Ikuti Junior Pastry Chef Class

Memasuki musim liburan sekolah, sebaiknya memang tetap diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidak hanya travelling yang bisa menjadi opsi pilihan beraktifitas anak bersama keluarga saat liburan sekolah karena saat ini ada banyak pilihan kegiatan bermanfaat lainnya yang dapat dipilih.

Salah satunya adalah mengikuti kelas memasak ataupun kelas membuat kue. Saat ini, kelas memasak yang tersedia di berbagai tempat di Jakarta, tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah dewasa. Adanya reality show kompetisi ternama memasak bagi anak-anak rupanya turut membuat hadirnya tren kid’s cooking class di berbagai tempat, termasuk di Jakarta.

Bryan Sujoso (salah satu konstestan lomba memasak di salah satu TV program Indonesia

Bryan Sujoso (salah satu konstestan lomba memasak di salah satu TV program Indonesia

Junior Pastry Chef Class
Indonesia Patisserie School atau yang lebih dikenal dengan IPS ini, juga hadir dengan program kelas pastry bagi anak-anak, yaitu Junior Pastry Chef Class yang dapat diikuti oleh anak-anak berusia mulai dari 5 hingga 19 tahun.

“Sebenarnya Junior Pastry Chef Class di IPS, tersedia di setiap saat karena mengikuti konsep pengajaran di IPS yang sangat fleksibel dan private. Tetapi, memang di liburan sekolah seperti summer holiday banyak sekali yang mendaftar karena mereka ingin mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan,” buka Marchella, staf perwakilan dari Indonesia Patisserie School, Jakarta.

Kualitas pengajaran pastry di IPS tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekolah pastry yang berdiri sejak 2010 dan didirikan oleh Djap Siau Kian atau biasa disapa Master Aing ini memang sudah masuk dalam daftar pilihan sekolah pastry di Indonesia yang bertaraf internasional.

Master Aing mengajar Florence, Superior Student

Master Aing mengajar Florence, Superior Student

“Proses memasak seringkali bersentuhan dengan benda tajam seperti pisau maupun elemen panas seperti kompor atau oven. Tetapi, para orangtua jangan khawatir. Bagi peserta cilik yang mengikuti kelas Junior Pastry Chef di IPS akan didampingi oleh guru pengajar, dimana 1 murid didampingi 1 guru pengajar. Para guru pengajar ini tentunya akan membimbing mulai dari penggunaan alat-alat hingga proses pembuatan sampai penyelesaian produk,” jelas Marchella.

Menurut Marchella, ada banyak jenis pastry dan cake yang bisa dipilih untuk dipelajari di kelas Junior Pastry Chef di IPS. Sebut saja aneka jenis Cake, Cookies dan Roti seperti Cupcakes, Sweet Bun, Warm Chocolate Torte atau Molten Ckae, Muffin, Cake Pop dan lain-lain. Sedangkan untuk harga kelas Junior Pastry Chef, menurut Marchella, dimulai dari kisaran harga Rp.7.500.000.

Fleksibilitas Waktu
“Setelah mendaftar dan menentukan hari dan jenis produk yang ingin dipelajari, murid yang bersangkutan hanya tinggal datang di hari dan jam yang sudah ditentukan. Tidak usah pusing dengan persiapan bahan baku maupun peralatan karena sudah tersedia di kitchen IPS. Resep dan hasil kursus tentu saja bisa dibawa pulang oleh murid yang mengikuti kelas tersebut,” kata Marchella.

Menurut penjelasan Marchella, tidak ada batasan murid per kelasnya, meskipun terkadang dalam 1 hari jumlah murid bisa mencapai maksimal 25 orang. “ Kelas dimulai dari pagi, bisa jam 08.00, jam 09.00 atau jam 10.00. Durasi belajar tergantung produk apa yang akan dibuat, misalkan cupcakes durasi belajarnya sekitar 1 ½ jam hingga 2 jam untuk satu resep. Untuk 2 resep, durasinya bisa mencapai 3 hingga 4 jam. Pada dasarnya, fleksibilitas waktu memang kami buat demi kenyamanan para murid yang mengikuti kelas pastry di IPS,” tuntas Marchella.

Comments { 0 }

Taiwan Food & Food Machinery Seminar by TAITRA

Jakarta — Seiring dengan akan diselenggarakannya 5 in 1 Food Expo di tanggal 25-28 Juni 2014 mendatang, TAITRA Indonesia mengadakan Food & Food Machinery Seminar pada tanggal 2 April 2012 lalu. Mr. Y.C.Tsai, Director Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia menyebutkan bahwa saat ini food industry di Indonesia sedang berkembang pesat. Untuk itu dibutuhkan food machinery yang mendukung dalam menciptakan berbagai produk olahan makanan yang berkualitas tinggi.

IMG_4660 - Copy

“Taiwan sangat mendukung perkembangan industri pengolahan makanan yang ada di Indonesia. Kami berharap dengan diadakannya pameran 5 in 1 Food Expo nanti, kerjasama antara Taiwan dan Indonesia semakin erat dalam memenuhi kebutuhan mesin yang menunjang kegiatan industri pengolahan makanan di Indonesia,” ungkap Mr. Y.C.Tsai.

IMG_4642 - Copy

Robert Ou Young selaku Chairman Taiwan Food and Pharmaceutical Machinery Manufacturer’s Association yang hadir sebagai pembicara menyebutkan bahwa perusahaan food machinery Taiwan siap melayani kebutuhan dalam mesin pengolahan makanan. “Saat ini Taiwan mempunyai lebih dari 260 perusahaan penyedia mesin pengolahan makanan. Walaupun kebanyakan bukan merupakan perusahaan yang terlalu besar, tetapi sangat profesional,” ujar Robert Ou Young.

Robert menjelaskan saat ini terdapat 10 kategori food machinery yang ditawarkan oleh perusahaan food machinery Taiwan, seperti mesin pengolahan meat products, aquatic products, agricultural products, steam, roast and deep fried, freezing, beverage, dan lain-lain. Ia menambahkan range product yang ditawarkan cukup lengkap. (AF/HW)

Comments { 0 }

Festival Pancake Bersama Nanny’s Pavillon

Untuk memperingati ulang tahun kelima, Nanny’s Pavillon sebagai salah satu resto berkonsep Amerika dan Perancis, meluncurkan 3 produk baru pada saat acara Nanny’s Pavillon Media Gathering di Mozaik Walk, Kota Kasablanka, Jakarta pada 5 April 2014 lalu.

 Mellisa Sugianto (kiri), selaku Founder dan Creative Director Nanny's Pavillon, berdiskusi kepada beberapa Media

Mellisa Sugianto (kiri), selaku Founder dan Creative Director Nanny’s Pavillon, berdiskusi kepada beberapa Media

Menu Pancake terbaru yang diluncurkan adalah Olivia’s Green Tea Pancake yang memiliki kombinasi antara adonan pancake dengan rasa green tea yang disajikan dengan es krim vanilla.

Olivia’s Green Tea Pancake

Olivia’s Green Tea Pancake

Selain itu ada Colton’s Sizzling Chocolate Pancake yang disajikan di atas pan panas dengan taburan choco chips lengkap bersama es krim cokelat atau caramel. Untuk menu ketiga adalah Elise’s Sizzling Caramel Pancake yang dihidangkan di atas pan panas dengan potongan almond beserta es krim vanilla.

Selain meluncurkan 3 menu baru, Nanny’s Pavillon juga mengadakan acara yang bertemakan Nanny’s Pavillon Pancake Festival pada 19 April 2014 di Mozaik Walk Kota Kasablanka. Dalam acara yang dimulai pukul 10.00 sampai dengan 19.00 WIB tersebut, dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Storytelling, Coloring, Workshop Nanny’s Pancake Felt Stitching, dan Run Pancake Run yaitu lomba lari flip pancake.(RS)

Comments { 0 }

Egg Decorating Competition Cokelat Colatta

Untuk memeriahkan hari Paskah di bulan April lalu, Mall @alam sutera menggelar event Paskah yang bertemakan Eggciting Easter dari tanggal 28 Maret – 20 April 2014 di Atrium mall @ alam sutera. Adapun rangkaian acara pada event tersebut yaitu Eggtion for Children, Egg Decorating Competition, dan Egg Hunting.

Untuk Eggtion for Children sendiri diadakan pada 12 April 2014, dari pukul 16.00 WIB dimana uang hasil pendaftaran pada Egg Decorating Competition ini, akan didonasikan kepada lembaga perlindungan UNICEF Indonesia. Untuk tiga tim pemenang akan mendapatkan total hadiah sebesar Rp 6.000.000.

Egg Decorating Competition merupakan lomba menghias telur raksasa setinggi 50 cm dengan diameter 40 cm, dengan bahan dasar berupa cokelat Colatta cair untuk menghias dan melukis telur paskah. Sebagai bentuk dukungan terhadap acara ini PT Gandum Mas Kencana selaku sponsor membantu menyediakan bahan seperti cokelat Colatta jenis compound.

Antusias peserta menghias telur

Antusias peserta menghias telur

“Untuk menghias telur diperlukan komponen cokelat sabagai bahan dasar untuk membuat pola, dan penggunaan cokelat Colatta merupakan hal yang tepat. Jenis cokelat Pasionatta ini memiliki banyak varian seperti dark chocolate, white chocolate, dan milk. Juga terdapat banyak pilihan dengan variasi warna, yaitu hijau, untuk apple green, (grape) ungu, (pink) raspberry, (red) cherry, dan lemon (yellow),”jelas Abduh selaku Chef dari PT Gandum Mas Kencana saat ditemui oleh TIM BARECA MAGAZINE.

Setelah berkreasi selama 2 jam membuat telur dengan cokelat Colatta, kemudian hasil karya peserta dipajang dan diumumkan pada 20 April 2014. Untuk Juara I diraih Miko Prasetya, Juara II diraih Shella, Lala, dan Devi, dan Juara III diraih Valerie Aminthohir & Elizabeth Arinda.

Para juara tersebut sukses melewati penilaian panitia yang berdasarkan pada kreativitas, kerapihan dan kesesuaian konsep dengan pelaksanaannya. Penilaian fokus pada bagaimana peserta menggunakan cokelat yang sudah diberikan.

Juara 1

Juara 1

Juara 2

Juara 2

Juara 3

Juara 3

Hadiah yang diberikan adalah uang tunai untuk Juara I sebesar Rp 3.000.000, Juara II Rp 2.000.000, dan Juara III Rp 1.000.000, dan juga mendapatkan penghargaan plakat dari Gandum Mas Kencana serta merchandise dari mall @ alam sutera + Unicef.

Comments { 0 }

Crowne Plaza Jakarta, Pasta dan Noodle Khas Beranda Café

Beranda Café, salah satu tempat makan berkelas hotel bintang lima berada di Crowne Plaza Jakarta, seakan tidak pernah habis dalam menawarkan hidangan kuliner berkualitas dengan konsep ramuan dari beberapa negara Asia. Misalnya Singapura Fried Noodle, Pad Thai, Black Ink Fettucine, dan Buck Wheat White Noodle.

Singapura Fried Noodle merupakan perpaduan kombinasi beberapa bumbu khas negara Asia. “Kombinasi perpaduan bumbu khas kami terdiri dari bumbu kuning khas Indonesia, kari khas India, dan szechuan sauce dari China. Sementara untuk mie, kami menggunakan mie telur yang melalui proses rebus selama 5 menit, setelah itu diangkat dan ditiriskan sebentar,”jelas Laurent Combey selaku Executive Chef dari Beranda Cafe saat dijumpai BARECA MAGAZINE.

Pad Thai

Pad Thai

Thai Dish Rice Noodle asal Thailand
Mungkin banyak yang tidak asing dengan Pad Thai, yang merupakan Thai dish rice noodle. Dibuat cukup sederhana oleh Beranda Café dimana proses pembuatannya pertama kali adalah dengan menggoreng mie kemudian dicampur bersama tahu kuning, udang, telur, asam Jawa yang direbus, dan tomato sauce. Kemudian disajikan dengan kacang tanah yang dihaluskan, tauge, kucai, daun pisang, lime.

Fettucine Black Ink with Smoked Salmon

Fettucine Black Ink with Smoked Salmon

Black Ink Fettucine
Sementara untuk Black Ink Fettucine, merupakan pasta unik yang menggunakan tinta hitam cumi sebagai bahan dasar pasta. “Pemakaian tinta hitam cumi dilakukan dengan proses yang cukup sederhana yaitu mencampur tinta hitam cumi dengan adonan pasta kemudian diaduk sampai tercampur merata,”papar Laurent.

Pasta ini dikombinasikan dengan smoked salmon buatan Beranda Café. Pertama pasta direbus, kemudian ditiriskan, setelah itu smoked salmon dicampurkan dengan bawang putih, onion, dan cream. “Smoked Salmon jangan dimasak terlalu lama karena daging akan cepat hancur,”terangnya.
Buck Wheat White Noodle

Menu lain seperti Buck Wheat White Noodle merupakan sajian kombinasi soun dan shitake mushroom, Korean spicy paste, tomato cherry, dan telur dadar. “Pertama soun direbus, kemudian sayuran diblunch, setelah itu dimix, dan terakhir tambahkan taburan Korean chilli paste,”jelasnya.

Menu Pasta dan Noodle dapat dinikmati di Beranda Cafe dalam bentuk ala carte mulai dari harga Rp. 90.000 hingga Rp. 150.000.00. (RS/IR)

Jalan Gatot Subroto Kav 2-3, Jakarta 12930

Comments { 0 }

Peluncuran “Genji Shoppe” dari Monde Biscuit Indonesia

Monde Biscuit Indonesia, salah satu anak perusahaan biskuit Khong Guan yang telah hadir selama lebih dari 40 tahun, pada 12 April 2014 lalu resmi meluncurkan Genji Shoppe, sebuah toko dessert yang menjual berbagai kreasi hidangan penutup berbahan dasar Genji Pie. Tujuannya adalah untuk memberi inspirasi dan berperan sebagai titik pertemuan para generasi muda untuk saling berbagi kecintaan dan menggali inspirasi dalam mewujudkan minatnya.

Gerai Genji Shoppe

Gerai Genji Shoppe

“Sebagai produsen biskuit favorit keluarga Indonesia, kami berkomitmen untuk terus berinovasi, sehingga beragam produk kami dapat dinikmati oleh semua kalangan. Kali ini, melalui produk Genji Pie, kami hadir lebih dekat dengan para generasi muda dengan menghadirkan Genji Shoppe,” ujar Kelwin Darmono selaku General Manager Monde Biscuit Indonesia.

Genji Pie

Genji Pie

Genji Shoppe akan hadir di North Entrance Pondok Indah Mall III (Street Gallery), Jakarta, selama satu bulan penuh, mulai tanggal 12 April 2014. Selain menikmati berbagai menu kreasi Genji Pie yang telah ada, konsumen juga dapat membuat hidangan penutup sesuai keinginannya dengan Genji Pie dan topping yang tersedia.

Genji Pie adalah satu-satunya biskuit dengan tekstur pie berbentuk hati yang dijual dalam kemasan dan dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Genji Pie memiliki banyak lapisan, lembut dan renyah. Genji Pie yang diproduksi menggunakan teknologi serta inovasi terkini telah memiliki ISO, HACCP dan sertifikat Halal.

Selain sajian makanan penutup, setiap minggunya, konsumen juga dapat menyaksikan berbagai karya seni yang dipamerkan secara bergantian oleh lima seniman muda berbakat. Monde Biscuit Indonesia melihat bahwa seni merupakan salah satu hal yang sedang diminati oleh generasi muda. Karenanya, Genji Pie mengangkat tema kecintaan terhadap seni dalam Genji Shoppe dengan berkolaborasi bersama lima seniman muda berbakat yang akan berbagi orisinalitas dan keunikan hasil karya seni visual untuk menginspirasi para generasi muda dalam mengejar dan mewujudkan minatnya. (RS)

Comments { 0 }

Café Pralet, Serve More Than Just Good Food

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Tiong Bahru yang merupakan salah satu kawasan tempat tinggal tertua di Singapura berubah menjadi kawasan kuliner yang cukup ramai dikunjungi. Saat ini banyak bakery, restoran, dan kafe, serta berbagai toko fashion yang bermunculan seakan membuat kawasan tersebut kembali bersemangat.

Menikmati sajian kuliner di kawasan yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan dengan arsitektur art deco tentu memberikan pengalaman yang mengasyikkan terlebih jika menemukan tempat makan yang menyajikan menu-menu yang juga lezat.

Salah satu kafe yang terdapat di kawasan Tiong Bahru ini adalah Café Pralet. Kafe yang dibina oleh Creative Culinaire ini dididirikan pada bulan Juli tahun 2006 lalu. Café Pralet mencoba menawarkan menu-menu yang diolah sendiri oleh tim Creative Culinaire.

Mango Macadamia Cheesecake

Mango Macadamia Cheesecake

Produk Yang Aman Dikonsumsi
“Murid-murid Creative Culinaire lah yang awalnya membantu kami memperkenalkan Café Pralet. Sejak saat itu nama Café Pralet mulai menyebar dari mulut ke mulut. Hingga hari ini kami mempunyai banyak pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai sajian menu di Café Pralet,” ungkap Judy Koh, Managing Director Creative Culinaire dan Café Pralet.

Menurut Judy, menu-menu yang disajikan di Café Pralet selalu dirotasi secara berkala. Ia merasa untuk bersaing dengan pemain lainnya di Tiong Bahru, pihaknya harus selalu menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan keinginan pengunjung. Ia juga menambahkan healthy food menu sesuai dengan tren masyarakat Singapura yang semakin peduli dengan isu kesehatan.

“Semua produk di Café Pralet telah mendapat persetujuan dan izin dari Health Promotion Board (Dewan Promosi Kesehatan) Singapura. Selain karena memang regulasi mengenai food industry di Singapura cukup ketat, kami rasa izin dari Dewan Promosi Kesehatan dapat meyakinkan bahwa produk-produk Café Pralet memang aman untuk dikonsumsi,” jelas Judy.

Mom’s Curry Chicken dan Ayam Tempra
Diakui Judy, di kategori Main Meals, Mom’s Curry Chicken adalah salah satu bestselling menu di Café Pralet. “Mom’s Curry Chicken adalah satu resep favorit Ibu saya. Kari ayam yang cukup pedas ini banyak sekali peminatnya. Mungkin karena rasanya yang masih orisinal, maka ketika orang menyantap menu ini mereka seakan terbawa ke masa lalu,” tutur Judy.

Judy menambahkan selain Mom’s Curry Chicken, Ayam Tempra yang merupakan opor ayam dengan kecap manis yang disajikan dengan sambal terasi juga kerap menjadi pilihan pengunjung Café Pralet khususnya sebagai menu makan siang atau malam. Menurut Judy, pelanggan Café Pralet bisa memilih nasi atau toasted bread saat menikmati kedua menu tersebut.

Club Beef Sandwich

Club Beef Sandwich

Selain dua bestselling menu tersebut, Café Pralet juga menyediakan All Day Breakfast menu seperti English Full House, Eggs Benedict, dan German Mash. Terdapat pula berbagai menu Soup, Salad, dan Sandwhiches yang bisa dinikmati jika tidak mau menikmati makanan yang terlalu mengenyangkan. Untuk pengunjung kafe yang membawa anak, disediakan pula menu-menu, seperti Fish&Chips, Nuggets&Chips, Cream of Wild Shitake, Franksmash, dan Ham&Cheese Sandwich Sticks.

Truly Decadent Cakes
“Saya rasa apa yang membedakan Café Pralet dengan kafe lainnya adakan cakes-nya mengingat ada hubungan yang erat antara Café Praley dan Creative Culinaire. Creative Culinaire menciptakan inovasi dan ide baru mengenai kreasi cake yang kemudian kami hadirkan di Café Pralet,” papar Judy.

Ia menambahkan Café Pralet juga menawarkan layanan kustomisasi cakes untuk perayaan pernikahan, acara perusahaan atau ulang tahun. “Bakers dan Chefs Creative Culinaire dan Café Pralet selalu berupaya menciptakan produk yang cocok bagi kebutuhan pengunjung. Makanya banyak pengunjung yang sengaja datang ke sini minta dibuatkan cake ulang tahun maupun wedding cake,” kata Judy.

Diakui Judy saat ini pelanggan Café Pralet menyukai cakes yang mempunyai twist di rasa dan tekstur. “Pengunjung menginginkan cakes yang mempunyai tekstur renyah namun juga lembut di satu cake. Dari segi rasa, pengunjung cenderung menginginkan cakes yang tidak terlalu manis, misalnya mempunyai rasa sedikit asam seperti dari buah yang dipakai,” tuntas Judy.

17 Eng Hoon Street, #01-03/04 Eng Hoon Mansions, Tiong Bahru, Singapore

Comments { 0 }