Archive | News RSS feed for this section

Seminar USPB, Quick Tasty Fixes from US Frozen Potatoes and Cooking Demo by Chef Rahmat Kusnedi

USPB (United States Potato Board) sebagai badan yang mengelola industri kentang Amerika Serikat, secara rutin mengadakan kegiatan pelatihan, product handling and protection, promosi, dan merchandising sebagai bentuk dukungan kepada pelanggannya guna mengembangkan bisnis. USPB memberikan banyak program pelatihan kepada pelanggannya untuk mengenali dengan baik produk kentang Amerika yang mereka gunakan, baik kentang beku (frozen), kentang kering (dehydrated), kentang segar, maupun produk kentang untuk keripik.

Salah satu program pelatihan yang diberikan oleh USPB kepada pelanggannya adalah Seminar Tasty Fixes from US Frozen Potatoes dan Cooking Demo by Chef Rahmat Kusnedi. Seminar dan cooking demo yang berlangsung pada tanggal 12 Juni 2013 lalu ini dihadiri oleh pengguna kentang Amerika khususnya Unit Service Restaurant.

Kentang Berkinerja Prima Bagi Usaha Resto
“Seminar yang rutin diadakan setiap minimal sebulan sekali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau product knowledge bagi pelanggan dan karyawan mereka. Melalui seminar dan cooking demo ini, kami mengajarkan kepada pengguna kentang Amerika bagaimana menggunakan produk kentang Amerika dalam keadaan prima dan rasa yang juga prima,” ungkap Leonard Tjahjadi, perwakilan USBP Indonesia.

Dalam seminar tersebut, Arrofi Satrio Alam menjelaskan bagaimana penyimpanan dan pemakaian kentang beku Amerika serta kelebihan-kelebihan kentang Amerika dibandingkan dengan kentang dari luar Amerika. “Kentang beku Amerika berukuran lebih panjang dengan kualitas yang konsisten. Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan laba karena dalam penyajiannya, piring saji akan lebih penuh dibandingkan dengan kentang berukuran pendek walaupun dengan berat yang sama,” jelas Arrofi.

Selanjutnya Arrofi menjelaskan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari penggunaan kentang Amerika, proses penerimaan dari distributor hingga penanganan sebelum digunakan harus serta merta diperhatikan. “Sebaiknya dalam penyimpanan, kentang beku tidak ditumpuk lebih dari empat box. Karena kentang yang berada paling bawah akan patah sehingga tidak lagi menguntungkan. Selain itu, jangan menyimpan kentang bersamaan dengan daging atau ikan, karena kentang beku mudah terkontaminasi,” terangnya.

Aplikasi Kentang Amerika Untuk Menu Baru
Leonard Tjahjadi menyebutkan di Indonesia kentang banyak digunakan sebagai makanan pendamping. “Melihat pasar kentang yang saat ini cukup berkembang di Indonesia, kami mencoba memberikan alternatif penggunaan kentang beku Amerika yang selama ini hanya sebagai menu pelengkap, menjadi menu utama dan diandalkan di sebuah restoran,” ungkap Leonard.

Chef Rahmat Kusnedi yang didaulat mendemokan beberapa aplikasi penggunaan kentang Amerika ini menyebutkan bahwa kelebihan kentang beku Amerika yang utama terletak pada konsistensi bentuk, warna, dan rasanya. Menurut Chef Rahmat, bentuk dan jenis kentang beku yang beragam juga memudahkan saat pengaplikasian produknya. “Misalnya US Hash Brown Potato bisa digunakan sebagai topping pizza. US Crinkle Cut Potato bisa digunakan sebagai filling puff pastry seperti yang saya demokan tadi. Untuk membuat donat atau adonan roti bisa menggunakan Frozen Mashed Potato atau jenis kentang kering atau kentang bubuk,” jelas Chef Rahmat.

Written by Ahmad Fajar
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

MANGO TREE® BISTRO RAMADHAN SPECIAL

Bulan Ramadhan 1434 H telah di ambang mata. Umat muslim terlihat tak sabar untuk memasuki bulan penuh rahmat ini. Untuk itu, Mango Tree® Bistro juga ingin memberikan yang spesial untuk masyarakat Indonesia selama bulan puasa mendatang. “Dalam rangka Ramadhan, Mango Tree memberikan suatu konsep menikmati berbuka puasa yang lengkap, yaitu dengan dekorasi, tempat Shalat yang bagus, makanan yang unik dan a la Thai tetapi banyak meng-Indonesiakan Indonesia,” kata Henny Hidayat, owner dari Mango Tree® Bistro. Dari dekorasi, pengunjung akan segera merasakan nuansa Timur Tengah, khususnya Maroko dengan tirai dan lokasi duduk lesehan yang khas. “Pengunjung bebas memilih hendak duduk, atau lesehan atau menikmati area buffet,” kata Henny lagi.

Untuk makanan, tak tanggung-tanggung, Mango Tree® Bistro benar-benar hendak menyenangkan para pengunjungnya. Pada masa bulan Ramadhan, pengunjung dapat menikmati buffet all you can eat yang terdiri dari sekitar 8 jenis makanan, termasuk andalan Mango Tree® Bistro berupa Massaman Curry, Deep Fried Sea bass, Stir Fried Chicken with Basil, Thai Beef Neck, dan salah satu andalan teranyar juga terlaris yang diambil dari promo Ulang Tahun Jakarta beberapa pekan kemarin adalah Ayam Bakar Pitung. Ayam bakar ini merupakan paduan racikan menu – menu andalan Mango Tree, yaitu Massaman Curry, Tom Yam dan disempurnakan dengan taste rasa betawi yaitu, sambel otak – otak.

Selain itu, terdapat lima stall unik yang didekor model kubah yang disediakan bagi pengunjung Mango Tree® Bistro. Pertama, setelah menjalani puasa seharian penuh, maka hidangan segar mungkin menjadi pilihan yang utama. Pada stall pertama, pengunjung dapat menikmati berbagai macam salad misalnya mango salad, papaya salad, crispy salad, termasuk pomelo salad milik Mango Tree® Bistro yang terkenal. Stall berikutnya berisi segala macam tajil. Di dalamnya terdapat lebih dari 20 jenis tajil yang bisa dinikmati misalnya kolak –dan ada lima macam kolak seperti pisang, biji salak, sagu dan ketan hitam, kemudian berbagai macam Thai cake, kue lapis, dan lain-lain, cocok sekali untuk penyuka makanan manis. Stall berikutnya berisi berbagai macam tahu. “Kami sendiri memang membuat tahu yang sudah terkenal enak, untuk itu satu stall ini berisi berbagai macam tahu, mulai dari tahu gejrot, tahu isi, tahu goreng, dan lain-lain.” Kemudian terdapat stall baso atau sup, yang di dalamnya terdapat berbagai macam isi sup, misalnya baso urat, dan lain-lain; serta tom yum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Tom Yum a la Mango Tree® Bistro sangat terkenal kelezatannya. Stall selanjutnya adalah khusus untuk minuman. Di dalamnya terdapat jus strawberry, kedondong, sirsak, alpukat, ice mango, es campur dan yang disebut sebagai minuman sehat. Minuman sehat adalah minuman khas Mango Tree® Bistro yang dibuat dari bahan-bahan alami yang memiliki manfaat kesehatan atau untuk kebugaran tubuh seperti dari jali-jali, ubur-ubur, rumput laut, lidah buaya dan buah merah.

Untuk pengunjung loyal Mango Tree® Bistro yang menginginkan menu a la carte kesukaan, jangan kuatir, tetap bisa dipesan, seperti Thai Deep Fried Chicken Wings, Satay Platter, Deep Fried Shrimp Wanton, Stir Fried Sweet & Sour Beef, Stir Fried BBQ Duck with Basil, Panang Curry with Chicken, French Fries Tom Yum, Grilled Tiger Prawn atau Durian Sticky Rice. Hanya saja menu ini bisa dipesan pada pukul 11.00 – 16.00 saja. Sedangkan pada pukul 18.00 sampai waktu layanan tutup, giliran hidangan spesial Ramadhan yang siap dipesan.

Selama bulan Ramadhan, Mango Tree® Bistro menyediakan satu tempat Shalat di area dekat restoran yang berasal dari Thailand ini. “Biasanya pengunjung hanya ingin membatalkan puasa dulu, kemudian segera ingin menjalankan shalat, baru kembali untuk makan. Untuk itu, kami sediakan tempat Shalat yang cukup dekat dan nyaman sehingga pengunjung tak perlu bolak balik terlalu jauh,” tutur Henny.

Mango Tree® Bistro telah hampir setahun membuka gerai di Epiwalk, Kuningan. Selama itu, Mango Tree telah berhasil merebut hati penikmat kuliner, baik dari warga Indonesia maupun kalangan ekspat. “Kuncinya mungkin pada rempah-rempah yang kami pilih serta bahan yang selalu segar. Kami tak memakai bahan aditif dan membuat sendiri semua materi yang kami gunakan termasuk saus, baso, dan lain-lain,” kata Henny yang sebelumnya telah memiliki franchise Mango Tree di Harrods, London, Inggris. Semua rempah dan bahan makanan berasal dari Indonesia, bahkan beberapa ditanam sendiri oleh Mango Tree. Dengan tangan handal Executive Chef, Peerapong Kuvaluntranun yang berasal dari Thailand, puluhan ragam menu tercipta, hal ini juga didukung dengan kegemarannya meracik ragam menu yang pas dengan selera masyarakat Indonesia dengan menggunakan bahan asli Indonesia.

Menu All You Can Eat Buffet Special Ramadhan dari Mango Tree® Bistro dapat dinikmati selama bulan puasa dengan harga Rp. 250.000,00++. Jangan lupa, untuk setiap pembayaran seharga minimal Rp.500.000,00, pengunjung diberi kesempatan mengambil satu lucky dip, (maksimal transaksi Rp.5.000.000,-), dan berhak mengambil langsung kapsul Lucky dip dengan hadiah voucher senilai Rp.50.000, hingga Rp.200.000,-.

Mango Tree Bistro
Epiwalk – GF Unit W120
Jl HR Rasuna Said, Jakarta

Comments { 0 }

Grand Opening Publico, Bistro & Winebar Bergaya New York Era 1920-an

Bagi Anda yang senang dengan restoran bergaya vintage, satu lagi restoran yang menawarkan konsep New York di era tahun 1920-an, yaitu Publico yang terletak di Jln. Senopati, Jakarta Selatan. Berada di bawah naungan PT. Ryst Group, Publico menggelar grand opening pada 3 Mei 2013 lalu. “Secara keseluruhan, kami ingin membawa konsep New York di tahun 1920-an-an, yang waktu itu New York sedang berkembang,” ujar Agung Wahyu Nugroho, General Manager PT. Ryst Group di awal sambutannya.

Dengan nuansa industrial serta art deco yang kuat, Publico terbagi atas tiga lantai dimana lantai dasar terdapat dua ruangan privat. “Ruangan ini dikhususkan bagi pengunjung yang menginginkan adanya suasana personal dan intim dalam menghabiskan waktu di Publico,” tutur Agung. Menaiki tangga ke lantai 2, pengunjung akan disuguhkan dengan area yang berbeda dimana terdapat wine cellar, DJ Booth serta area musik yang memainkan aliran jazz dan swing.

Keunikan Publico lainnya adalah adanya Inka Charcoal Grill Oven yang langsung didatangkan dari Inggris, dan Publico merupakan restoran pertama di Indonesia yang menggunakan Inka Grill ini. Oven ini menandakan betapa seriusnya Publico dengan konsep yang diusung dimana pada era tersebut aktivitas memasak masih menggunakan arang yang tradisional. “Inka Grill ini diyakini dapat memberikan aroma serta rasa yang khas pada makanan,” tutur Cheppi Aulia, Executive Chef Publico.

Beralih ke bar, Publico memiliki lebih dari 400 koleksi wine dari seluruh dunia. Juga ada menu cocktail yang disesuaikan dengan gaya hidup di New York era 1920-an atau yang disebut dengan ‘Prohibition Cocktail’. Beberapa racikan menu cocktail favorit di Publico antara lain Maiden Moonshine, Gentleman’s Port, Le Bleu de France, dan masih banyak lagi.

Selain menampilkan suasana dan makanan yang unik, Publico juga memberikan standar pelayanan yang tinggi kepada para pengunjungnya. Dengan kekuatan desain arsitektur, makanan, serta pelayanan yang baik, Publico Bistro & Winebar cocok menjadi tempat tujuan hang out masyarakat Jakarta.

Written by Marisa Aryani
Photo Doc. Publico

Comments { 0 }

INNOVATION or SLIM PROFIT or LOSS in Bakery-Resto-Caf? (BaReCa) Business in Indonesia (Part 2 of 2)

Resto-Caf? Still Remain One of 6-Promising Business in Indonesia

“Bisnis Restoran & Caf? merupakan salah satu dari 6 bisnis yang “gak ada matinya”, sesuai ungkapan Bapak Bayu Krisnamurthi (Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia) dalam acara Forum Dagang Produk Dalam Negeri di Pontianak-Kalimantan Barat pada 11 Mei 2013 lalu. Bisnis kuliner telah menjadi prioritas peluang bisnis yang mudah dijalankan oleh semua masyarakat Indonesia dan tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi dunia.

Selain bisnis Resto-Caf?, bisnis Bakery pun sudah mulai berkembang dan merambah ke daerah luar Jakarta. Konsep bisnis BaReCa (Bakery-Resto-Caf?) telah menjadi salah satu model bisnis yang dapat membantu meningkatkan daya saing yang berkelanjutan dalam mengantisipasi imbas Globalisasi ke daerah luar Jakarta.

Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara di Asia setelah China dan India yang dapat bertahan terhadap krisis moneter Eropa, maka segala bentuk model bisnis BaReCa baik kreasi nasional maupun waralaba asing akan terus menjamur sampai ke pelosok daerah Nusantara di masa 5 tahun ke depan. Dengan demikian, peluang bisnis BaReCa di masa yang akan datang tetap menjadi alternatif perolehan keuntungan penghasilan (extra income) yang menarik bagi calon investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

3. Customer-driven Service System

Memahami kebutuhan (needs) pasar/pelanggan merupakan persyaratan utama untuk melakukan inovasi dan menyusun strategi pemasaran produk BaReCa (Bakery-Resto-Caf?). Konsep dasar “Market-to-Product” (berasal dari pasar untuk menentukan produk yang akan dihasilkan) ini dapat dilakukan secara regular dan dibahas bersama semua Tim Kunci dalam manajemen dan pemilik usaha, untuk menstimulasi daya kreatif dari Tim Inovasi dalam menciptakan produk dan jasa pelayanan pelanggan yang baru. Apa yang ada di benak pelanggan di zaman moderen ini perlu diselaraskan dengan produk dan jasa pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan saat ini.

Produk inovatif yang akan diluncurkan di bisnis BaReCa juga perlu didukung oleh Sistem Pelayanan yang inovatif, sehingga calon pelanggan/pelanggan yang loyal akan merasakan perbedaan antara Sistim Pelayanan yang lama untuk produk lama (Old Service System for existing product) dengan Sistim Pelayanan baru untuk produk baru (New Service System for new product).

Seringkali produk baru dipromosikan dengan menggunakan Sistim Pelayanan yang lama, dikarenakan waktu peluncuran produk baru sudah lewat dari target tanggal peluncuran, dana promosi produk baru yang terbatas atau alasan lainnya.

Konsep memahami kebutuhan pelanggan (Customer needs understanding), proses pembahasan ide untuk produk inovatif yang baru dalam manajemen perusahaan, dan proses pengambilan keputusan untuk mempromosikan produk baru yang sudah menyita waktu yang cukup lama ini, akan menjadi kurang bermakna, jika tidak didukung dengan Sistim Pelayanan yang berorientasikan kepada Pelanggan (Customer-driven Service System).

Misalkan: Tim Inovasi & Pemasaran dari suatu Bisnis BaReCa sudah berjerih-lelah menciptakan resep dan aplikasi “Frozen Japanese Moaci” untuk menu dessert terbaru dan akan dipromosikan di akhir bulan ini. Karena berbagai faktor yang tidak dapat dikendalikan lagi, maka peluncuran “Frozen Japanese Moaci” di outlet BaReCa hanya dipromosikan di dalam menu gabungan yang sudah tersedia, sehingga pelanggan yang loyal/baru tidak akan menyadari adanya produk terbaru ini dan akhirnya harapan sukses promosi produk baru ini tidak sesuai yang diinginkan oleh pemilik usaha.

Dengan menerapkan konsep Customer-driven Service System (Sistim Pelayanan yang berfokuskan kepada Pelanggan), maka pemilik usaha bersama seluruh Tim Manajemen Operasional Outlet BaReCa perlu melakukan pelatihan (comprehensive-training) peluncuran produk baru “Frozen Japanese Moaci” yang menyeluruh dengan action plan sebagai berikut: Ada staff khusus dengan mengenakan pakaian Jepang yang aktif memberikan sampel kepada pelanggan yang datang di hari Sabtu dan Minggu, dan melakukan atraksi pembuatan Moaci ini yang berdekatan dengan pintu masuk outlet, sehingga semua tamu yang masih di luar akan masuk ke dalam outlet untuk melihat atraksi pembuatan Moaci oleh staff outlet yang berpakaian seragam Jepang.

Memprioritaskan aktivitas yang mengundang daya tarik tamu baru/pelanggan loyal terhadap produk baru dengan atraksi visualisasi ini, maka konsep peluncuran produk baru “Frozen Japanese Moaci” ini akan membantu menyukseskan harapan pemilik usaha.

Untuk lebih lengkapnya baca BAKERY MAGAZINE edisi Juni 2013

by Calvin Andersen, MBA
Calvin Andersen adalah Profesional yang bekerja di perusahaan pangan besar di Indonesia dan dapat dihubungi melalui contact@bakerymagazine.com.

Comments { 0 }

Excelso: Perkenalkan Kopi Indonesia kepada Miss Coffee International

Menjadi salah satu sponsor pada acara Miss Coffee International, 16 Mei 2013 lalu, Excelso berkesempatan untuk mengajak pemenang Miss Coffee International 2012, Catherine Ramirez untuk mencicipi aneka jenis kopi terbaik asal Indonesia. Kehadiran Catherine didampingi oleh Bianca Beatrice Darmawan, Miss Coffee Indonesia.

Bertempat di gerai pertama Excelso, Plaza Indonesia, Daniel Ishak, selaku Direktur Excelso mengaku sangat senang dapat menjamu Catherine Ramirez untuk lebih memperkenalkan jenis kopi asal Indonesia di mata international. “Hal ini dikarenakan Excelso menaruh perhatian yang besar terhadap perkembangan dan tren kopi di Indonesia,” tutur Daniel di awal sambutan.
Sebagai seorang Miss Coffee International, Catherine Ramirez mengaku selalu menikmati kopi setiap hari. Bagi Catherine, waktu terbaik adalah ketika ia menikmati secangkir kopi. “Kopi baik dinikmati di pagi hari sebagai sarapan guna menambah energi. Saya juga selalu menikmati kopi setelah makan siang dan untuk coffee break. Menurut saya, waktu akan sangat berharga ketika kita dapat menikmati kopi apalagi saat mencium aroma khasnya,” ungkap Catherine.

Catherine didaulat untuk mencicipi aneka jenis kopi Indonesia, di antaranya Mandailing, Jawa, Toraja, dan Luwak. Ketika mencicipi kopi Luwak, Catherine mempunyai pendapatnya sendiri. “Saya sudah mencicipi kopi dari seluruh dunia dan buat saya merupakan pengalaman menarik bisa menikmati kopi Luwak yang disajikan dengan siphon brew yang mana baru pertama kali saya lihat,” ujar Catherine.

Menurut pemenang Miss Coffee International ini, kopi Luwak memiliki proses yang unik dan memiliki tingkat keasaman yang lebih soft dibanding dengan kopi Indonesia lainnya. Setelah menikmati empat jenis kopi asal Indonesia, Catherine mengaku Indonesia memiliki kopi yang bercita rasa dan aroma khas. “So, let’s enjoy the coffee and smile,” tutup Catherine Ramirez.

Written and photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Grand Launching Marugame Udon & Tempura: Restoran Udon dan Tempura Pertama di Indonesia

Setelah resmi dibuka untuk umum pada 14 Februari 2013 lalu, Marugame Udon & Tempura mengadakan grand opening pada 1 Mei 2013 lalu. Marugame Udon & Tempura merupakan restoran udon dan tempura pertama di Indonesia yang mengambil waralaba Marugame Seimen Jepang yang berada dibawah Toridoll Corporation Jepang. Di Indonesia, Marugame Udon & Tempura berada dibawah naungan PT. Sriboga Marugame Indonesia.

Dari sisi brandnya sendiri, Marugame Udon & Tempura sudah mempunyai brand yang sangat kuat di Jepang dengan jumlah kurang lebih 700 gerai di Jepang. Otomatis karena paling besar di Jepang, Marugame Udon & Tempura menjadi yang terpopuler di dunia mengingat asal udon memang dari Jepang. “Keberhasilan Marugame diperoleh bukan hanya dari nama besar tetapi juga konsep naturalnya yang dibuat langsung di tempat tanpa bahan pengawet,” Awata San, Presiden Direktur Toridoll Corporation.
Dengan resep tradisional yang otentik Jepang yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia melalui proses food test dan FGD (Forum Group Discussion), tentu udon di Marugame memiliki ciri khasnya sendiri. Berlokasi di mall Taman Anggrek, Marugame Udon & Tempura memiliki konsep freshly cooked yang artinya dimasak dan digoreng langsung ketika pengunjung memesan.

“Pertama, konsep kami adalah open kitchen sehingga semua pengunjung yang datang ke sini bisa melihat langsung proses pengolahan udon hingga disajikan langsung. Hal tentunya bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk pengunjung serta rasa percaya akan makanan yang dihidangkan,” tutur Stephen James McCarthy, selaku Presiden Direktur PT. Sriboga Marugame Indonesia. Keunikan lainnya, tempura di-display tidak lebih dari 20 menit karena restoran ini mengutamakan kualitas makanan untuk konsumennya.

Ada 8 jenis udon yang ditawarkan oleh Marugame, dengan empat menu andalannya seperti Kamage Udon yang disajikan hangat dengan bukake dashi soup, Tori Baitang Udon yang disajikan dengan sup kaldu putih yang dilengkapi dengan baso ayam, Mentai Kamata Udon dengan sajian saus spesial, telur ikan mentaiko, dan telur omega, serta Kake Udon yang dihidangkan dengan kake dashi soup. Selain itu masih ada menu Zaru Udon, Tama Udon, Niku Udon, dan Curry Udon. Hadir pula Chef Edwin Lau, Celebrity Chef yang juga pernah bekerja di salah satu restoran Jepang.

Written by Marisa Aryani
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

One Decade Jakarta Food & Fashion Festival

Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) held annually as a fashion and culinary celebration back again in 2013. Since it was first held in 2004, JFFF has consistently raised Jakarta’s reputation as a center of fashion and shopping in Asia, as well as promoted Indonesian culinary industry in the international level. Located at Kelapa Gading Summarecon area started from May 9 – 26, 2013, JFFF still consistently brought three of its main programs, namely fashion, food, and entertainment.

Over a decade, JFFF has become one of Indonesia’s prestigious events that seized much public attentions. Carrying different theme each year, JFFF always brings a unique and highly reflecting Indonesian philosophy in each theme. As a part of the Enjoy Jakarta program which is also an opening event in a series of DKI Jakarta’s anniversary, JFFF was organized in order to realize our common goals to lift the image, the dignity, and the prestige of Indonesia in the international arena by promoting a variety of cultured-based business sectors.

Carnival & Festival
Gading Night Carnival which was the opening ceremony of JFFF marked the beginning people’s party of cultural properties of Indonesia. In addition to Gading Night Carnival which was begun with Jember Fashion Carnaval, there were some sequences that would be very pity to be missed, such as Fashion Extravaganza and Food Festival. The series of Fashion Extravaganza, like Fashion Village, Fashion Night Market, Late Night Shopping, and Gading Model Search were enlivened by Association of Fashion Designers and Entrepreneurs of Indonesia, Indonesian Fashion Designers Association, ESMOD, Fashion TV, and many more.

In the Food Sequence, Kampoeng Tempoe Doeloe presented for the visitors who want to enjoy a variety of Indonesian culinary experience, ranging from Kerak Telor, Satay, Tahu Gejrot, Mie Aceh, Asinan Bogor, and many more culinary delights to please the visitors’ insatiable appetite. There were also Wine and Cheese Expo and Wine and Cheese Run, where the visitors could find Indonesia’s as well as international finest products of Wine and Cheese, like Balinese Wine which its existence took into account.

On the last day of JFFF, PT. Saranakulina Intisejahtera enlivened the event by holding a bartender competition titled “The Arts of Cocktail with Marie Bouchard”. Aiming the junior segment, Angela Djasasana as the General Manager of PT. Saranakulina Intisejahtera admitted this event was intentionally to sharpen the new talents in the field of bartending. “The participants are required to display interesting presentation of cocktails by using Ponthier puree and French Marie Bouchard syrup,” Angela said.

Written by Ahmad Fajar and Marisa Aryani
Photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }