Archive | News RSS feed for this section

Indonesian Barista Competition (IBC): IBC 2013 Menyaring Barista Unggulan Untuk Laga Barista Dunia

Indonesian Barista Competition (IBC) kembali digelar di tahun 2013 ini. Pada tanggal 6 Maret lalu diadakan press conference untuk regional Bandung yang bertempat di DOM Area, STP Bandung yang menghadirkan Veronica Herlina selaku ketua Panitia IBC 2013, Noviandi Makalam selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan Agustinus Tasi, juara nasional IBC sebagai pembicara.

Acara ini adalah kali ketiga IBC bertaraf nasional diadakan di Indonesia. “Pada tahun 2013 ini kami akan mengadakan babak eliminasi di 5 kota yaitu Bali, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh Speciality Coffee Association Indonesia (SCAI) ini akan rutin diadakan 2 tahun sekali,” tutur Veronica membuka penjelasan. IBC regional Bandung diadakan selama 3 hari yaitu 6-8 Maret yang menyertakan 30 barista Bandung untuk memperlihatkan aksinya meracik kopi dengan mesin espresso.

Dari setiap kejuaraan nasional, akan dipilih 5 pemenang untuk mengikuti Grand Final tingkat nasional yang nantinya akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran Food and Hotel Indonesia, 10-13 April mendatang di Kemayoran. Dari babak eliminasi tersebut akan dipilih 3 orang pemenang nasional yang nantinya akan bertanding di ajang internasional. “Juara 3 nanti akan kami kirim ke lomba tingkat ASEAN di Thailand, juara 2 akan dikirim ke tingkat Asia Pacific di Singapura. Sedangkan juara 1 akan mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship (WBC) yakni ajang tertinggi perlombaan barista di tingkat dunia bulan Mei nanti di Australia,” ujar Veronica.

Comments { 0 }

Seminar Petrus Gandamana: Perluas Cakrawala Peluang Bisnis Bakery-Resto-Cafe di Indonesia Bagian Timur

Indonesia masih menjadi pasar yang sangat menarik khususnya bagi industri makanan dan minuman. Maklum saja, komposisi penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa diisi sekitar 93% kaum usia produktif. Semakin besarnya peluang menggiurkan di bisnis ini seiring dengan naiknya taraf hidup masyarakat Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, bisnis bakery khususnya di Indonesia bukanlah bisnis yang bisa dipandang sebelah mata saat ini. Usaha ini makin menunjukkan kemajuannya dengan hadirnya berbagai rantai bakery dari luar negeri seperti BreadTalk, Tous Le Jours, Dunkin’ Donuts.

“Indonesia adalah pasar yang potensial karena pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6 % lebih selama 5 tahun terakhir ini. Pertumbuhan kita hanya kalah dengan Cina yang ekonominya bertumbuh sebesar 8% sampai 10% selama 5 tahun belakangan ini,” buka Ir. Petrus Gandamana MM pada seminar Peluang Usaha Bakery di Indonesia Timur pada pameran SinarFood 2013 yang diselenggarakan oleh Sinar Exhibitions di Makassar pada 15 Maret 2013 lalu.


Pasar Potensial di Indonesia Bagian Timur

Para pengusaha akan terus membidik pangsa pasar di Indonesia bagian Timur, khususnya Makassar. Pasalnya jumlah penduduk di kota ini menurut sensus di tahun 2010 mencapai 1,3 juta orang. Tempat dimana banyak makanan bernama Cotto dan Palu Basa ini pun memiliki Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sekitar 3,6 trilliun. Pendapatan perkapita penduduk Makassar pun terus meroket hingga mencapai angka 27,4 juta pertahun dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 9%.

Letak Makassar yang strategis serta memiliki jalur transportasi yang komersial, baik udara dan laut menjadikan Makassar sebagai penghubung ke wilayah Indonesia Timur dan sering dijadikan kota transit. Hal itu merupakan suatu keuntungan bagi Makassar sehingga industri di sini mempunyai prospek yang bagus. “Makassar juga sudah ssejak dulu menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur terbukti dengan banyaknya brand asing yang hadir di kota Makassar ditambah lagi dengan pembangunan mall dan hotel di sini yang tiada henti. Bisnis proerty juga bertumbuh pesat di Makassar,” jelas Petrus.

Latifah, salah seorang peserta seminar bertanya mengenai prospek bisnis bakery di Papua. “Saya lihat usaha bakery di Sorong, Papua cukup baik, hanya saja bentuk yang ditampilkan masih monoton. Rencananya saya ingin mengembangkan roti yang ada di sana dengan membuat produk yang berbeda dan unik,” tuturnya. Ia pun berniat untuk berkonsultasi bisnis bakery lebih jauh lagi dengan Petrus ke depannya.

Di akhir seminar, Petrus yang juga mempunyai bisnis konsultan bakery ini memberikan motivasi kepada para peserta. “Memulai sebuah usaha harus didasarkan pada kecintaan dan ketekunan. Yakin terhadap pekerjaan yang ditekuni dan jangan lupa selalu berinovasi,” ujar Petrus. Husni, salah seorang peserta mengaku Petrus merupakan orang yang berkompeten dan berwawasan luas sehingga ia merasa mendapatkan banyak hasil yang positif dari mengikuti seminar ini. “Terutama bagi saya yang awam akan usaha bakery, maka seminar ini sangat membantu dalam membuka pengetahuan saya akan bisnis bakery yang ternyata menjanjikan. Saya merasa senang mendapatkan ilmu langsung dari ahlinya,” ujarnya.

Comments { 0 }

Sinar Exhibitions Indonesia Selenggarakan Sinar Food 2013

Sarana Pertemuan Pengusaha Makanana Minuman dan Pasar di Indonesia Timur

Kedua kalinya diadakan di kota Makassar, Sinar Food Exhibitions kembali digelar pada tanggal 14 – 17 Maret 2013 lalu. Berbeda dengan tahun kemarin, pameran yang berlokasi di gedung Celebes Convention Center ini mengambil tiga tema, yaitu agri, makanan, dan kemasan. “Tiga tema tersebut dibuat karena kami ingin menyatukan peserta pameran dari hulu ke hilir, mulai dari bibit tanaman menjadi makanan hingga kemasan,” tutur Andree Prastyo, Manager Sinar Exhibitions Indonesia.

Menurutnya, industri makanan di Makassar sangat potensial berkembang pesat sehingga membuka banyak peluang bisnis. “Banyak warga Makassar yang bingung dalam menginvestasikan uangnya. Di sini kami berikan sarana bagi mereka untuk bertemu relasi bisnis baru dimana kami bertindak sebagai fasilitator,” jelas Andree. Tak hanya itu, pameran ini juga menghadirkan beberapa program acara guna membuka wawasan pengunjung mengenai bisnis makanan di Indonesia bagian Timur khususnya, salah satunya adalah dengan mengadakan seminar.

“Salah seorang pembicara yang kami hadirkan adalah Ir. Petrus Gandamana, M.M, Chief Editor Bakery Magazine & Senior Food Consultant di Baking & Chef Center. Pengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam bidang makanan baik bahan baku maupun aplikasi produk, baik di dalam maupun di luar negeri, menjadi salah satu dasar bagi kami untuk mengundang beliau guna berbagi kiat-kiat bisnis bakery di Makassar,” ujar Andree. Berikut adalah beberapa perusahaan yang bergerak di industri makanan mulai dari produsen bahan baku, mesin pengolah makanan, hingga pengemasan yang meramaikan Sinar Food Exhibitions 2013.

PT. Bahana Genta Viktory
Sadar belum banyaknya masyarakat Indonesia Bagian Timur yang mengenal produk Illy Coffee, menjadi salah satu motivasi PT. Bahana Genta Viktory untuk ikut serta dalam pameran Sinar Exhibitions Indonesia ini. “Kemajuan perkembangan industri hospitality, khususnya hotel, resto, dan kafe di Makassar yang cukup pesat sehingga kami ingin memperluas pasar hingga ke Indonesia Bagian Timur,” ungkap Suprayogi Satria Prakarsa, Branch Manager PT. Bahana Genta Viktory daerah Surabaya.

Diakui pria yang biasa dipanggil Yogi ini, Illy Coffee mempunyai berbagai kelebihan diantaranya terbuat dari 100% biji kopi arabika dengan medium roasted sehingga aroma dan rasa lebih seimbang. “Tak hanya menjual produk, kami juga mengedukasi kepada para pengunjung mengenai cara menikmati kopi yang benar yaitu tanpa penambahan gula, susu, dan krimmer yang berlebihan,” ujar Pramudya Bevan, Branch Manager PT. Bahana Genta Viktory daerah Bali. Selain unggul di produk kopi, PT. Bahana Genta Viktory juga menonjolkan beberapa produk lainnya seperti mesin kopi (Promac. La Cimbali dan Gaggia), teh (TWG), dan mineral water (Sanpellegrino), dan chocolate powder (Coffex).

PT. Mago Makmur
Popularitas Korea tak hanya di dunia hiburan semata, tapi juga produk-produk andalan yang siap bersaing di pasar dunia, khususnya Indonesia. Satu lagi brand asal Korea yang mulai merajai pasar Indonesia adalah wajan dengan brand Shimono Wok, yang di Indonesia didistribusikan oleh PT. Mago Makmur. “Brand ini baru masuk ke Indonesia pada awal tahun 2013. Oleh karena itu, kami cukup gencar memperkenalkan produk ini, salah satunya dengan ikut menjadi peserta di Sinar Food Exhibitions 2013,” ujar Jei, Team Leader PT. Mago Makmur. Dengan respon positif dari para pengunjung, Jei optimis produknya akan lebih dikenal di Makassar khususnya.

Wajan asal Korea ini memiliki beberapa kelebihan antara lain bisa digunakan untuk menggoreng walaupun tanpa menggunakan minyak. “Tak hanya itu, wajan ini juga anti gores walaupun menggunakan sendok besi sekalipun karena terbuat dari stainless steel,” jelas Jei. Melihat keunggulan yang ditawarkan, wajan multifungsi ini dapat digunakan untuk membuat segala jenis makanan. “Wajan ini juga dapat digunakan untuk memanggang kue sebagai pengganti oven,” ungkap Jei.

PT. Bonli Cipta Sejahtera (BCS)
Sama seperti pendapat sebagian peserta pameran lainnya, keikutsertaan PT. Bonli Cipta Sejahtera (BCS) lebih untuk menyebarkan informasi produk ke Indonesia bagian Timur. “Banyak masyarakat yang sudah mengenal produk kami, namun baru sekarang BCS berkesempatan untuk masuk wilayah timur Indonesia ini,” ujar Jodi Janitra, owner PT. Bonli Cipta Sejahtera.
Ada 3 brand cookies yang dipegang oleh BCS, yaitu La Diva, Ina Cookies, dan J&C. “Awalnya 3 brand ini adalah kompetitor, baru di tahun 2012 kemarin resmi menggabungkan diri dibawah payung PT. Bonli Cipta Sejahtera. Dari sanalah kami mulai membuat panduan marketing yakni La Diva untuk kelas premium, Ina Cookies dan J&C untuk segmen menengah dengan pembagian Ina Cookies lebih ke arah muslim dan J&C lebih untuk momen universal,” tutur Jodi.

Bisa dibilang bisnis ini cukup menjanjikan di Makassar mengingat masyarakatnya pun yang gemar makan. Hal ini pun berbanding lurus dengan tanggapan para pengunjung di booth PT. Bonli Cipta Sejahtera yang terbilang positif. “Umumnya mereka mengenal cookies hanya kastangel dan nastar. Melalui pameran ini, sekarang mereka mulai mengetahui macam-macam cookies yang unik hasil kreasi BCS. Saat ini saja kami mempunyai lebih dari 200 macam bentuk cookies,” ungkap Jodi.

CV. Kasih dan Sayang
Biji kakao masih menjadi komoditas unggulan di daerah Sulawesi. Hal itu juga yang menginspirasi Irwan mendirikan CV Kasih dan Sayang dengan produk unggulannya adalah cokelat yang diberi brand Makalate (Makassar Chocolate). Industri rumahan yang sudah selama 5 tahun berjalan ini, mendayaganukan waktu luang anak-anak, baik yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah. “Kami masih mengolah cokelat dengan cara tradisional yaitu tanpa menggunakan alat melainkan dengan tangan. Makalate didistribusikan di kota ini sebagai oleh-oleh khas daerah Makassar” ujar Irwan.

Menurutnya, pameran mempunyai peran yang dominan dalam mengembangkan usaha rumahannya ini. “Kami selalu ikut serta dalam pameran, terutama di Makassar. Sebelumnya kami masih asal menjual produk ini, namun dengan ikut dalam pameran, banyak yang melirik kami dan tentunya membantu penjualan Makalate,” tutup Irwan.

Bayoran Teknik
Makanan juga erat hubungannya dengan mesin pengolahan. Dalam pameran ini, Sinar Exhibitions Indonesia juga menghadirkan Bayoran Teknik dengan produk unggulannya mesin pembuat mie. Patut dibanggakan, Bayoran Teknik adalah merek mesin mie lokal asal Indonesia. Budiman, Marketing Bayoran Teknik mengaku tidak takut bersaing dengan brand luar lainnya. “Banyak yang berpendapat bahwa brand luar lebih bagus dari brand lokal. Namun saya kurang sependapat dengan pernyataan tersebut karena banyak juga mesin lokal dengan keunggulan yang sama dengan produk dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mesin lokal, Bayoran Teknik termasuk salah satu produk mesin pembuat mie terbaik karena sudah selama 25 tahun berdiri. “Mesin ini memiliki cara kerja yang mudah, artinya orang awam pun dapat mengolah mie dengan mesin ini. Selain itu, karena terbuat dari stainless steel, mesin ini memiliki daya tahan yang kuat.” yakin Budiman.

 

Written & Photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Pizza Marzano Dengan Nama Baru PizzaExpress

Pecinta Pizza di Jakarta tentu sudah sangat akrab dengan restoran Pizza Marzano. Setelah 7 tahun mewarnai restoran dengan sajian utama Pizza, di tahun 2013 ini Pizza Marzano tampil dengan nama baru yaitu PizzaExpress. Pergantian nama ini merupakan sebuah kesempatan Pizza Marzano untuk sejajar dengan brand global lainnya. PizzaExpress sendiri bukan merupakan brand sembarangan, saat ini brand Pizza asal London, Inggris ini sudah memiliki 470 cabang dan tersebar di 11 negara.

“Pergantian nama ini merupakan kesempatan bagi Pizza Marzano untuk menjadikan bisnisnya sejajar dengan brand global PizzaExpress, dan mendapatkan benefit dari brand PizzaExpress yang telah menjadi merek internasional dan diakui, serta berbagi kesuksesan PizzaExpress di seluruh dunia,” ujar Dini Alamanda Arizully, Marketing Manager PizzaExpress saat acara pembukaan PizzaExpress di Kota Kasablanka Mall, 28/2/13.

Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara PizzaExpress dengan Pizza Marzano. Pizza Marzano sendiri sebenarnya merupakan bisnis franchise dari PizzaExpress yang ada sejak tahun 1965. Karenanya, oleh Dini, perubahan nama ini tidak akan berdampak negatif bagi Pizza Marzano sendiri. “Brand exprience yang dirasakan para pelanggan akan tetap sama,” yakin Dini.

Respons Pelanggan Atas Perbuahan Nama
Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan PizzaExpress ke masyarakat pergantian nama ini dilakukan secara bertahap di beberapa gerai Pizza Marzano. Saat ini sudah ada 4 gerai yang menggunakan nama PizzaExpress dan 6 gerai yang masih menggunakan nama Pizza Marzano. “Sosialisasi pergantian nama ini, sudah diuji coba pada cabang Pizza Marzano di Senayan City, Jakarta. Ternyata respon para pelanggan cukup puas dengan perubahan yang ada, “ ujar Dini.
Perubahan juga dilakukan dalam hal konsep restoran. PizzaExpress hadir dengan desain lebih modern lebih unik dan stylish. Tiap gerai didesain berbeda-beda untuk mendapatkan suasana yang berbeda pula di tiap gerainya. Seperti terlihat di gerai Kota Kasablanka, konsep open kitchen berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia berupa mural batik di salah satu sudut ruangannya.

Perubahan juga tidak banyak terjadi di varian pizza yang ditawarkan. Antara Pizza Marzano dan PizzaExpress sejak awal memang memperhatikan betul kualitas bahan bakunya. Adonan Pizza-nya merupakan adonan fresh yang disajikan ketika pesanan datang. “Bahan bakunya 50% menggunakan produk lokal sedangkan sisanya harus diimpor dari Australia, Italia dan beberapa negara lainnya,” ungkap Dini.

Perubahan memang bukan sebuah hal yang aneh bagi bisnis di bidang restoran. Perkembangan bisnis yang semakin dinamis, menuntut sebuah restoran untuk terus meningkatkan kualitasnya agar bisa memuaskan pelanggan setianya dan tetap bertumbuh di tengah persaingan bisnis yang ketat.

Written by Dody Wiraseto
Photo Doc. PizzaExpress

Comments { 0 }

PT Zeelandia Indonesia: Grand Baking Demo Featuring Master Chef Wichert Visser

Renowned for their market-appropriate products, applicable baking ingredients, new product ideas, technical support and food safety, Zeelandia never stops innovating in developing innovative bakery ingredients, processes and marketing concepts. As a leader in food service industry in the regional market, delivering the high quality products to the consumers complete with the service have always been Zeelandia’s aspiration to help their customers to perform and create top quality products.

As a medium to stay in touch with their loyal customers, on Wednesday (27/2), Zeelandia Indonesia held a Grand Baking Demo featuring a Master Chef from Zeelandia Netherlands, Wiechert Visser. The Grand Baking Demo that was held at Menara Peninsula Hotel, Jakarta, was aimed to introduce their new products and familiarize European bread to their customers regarding to the changing mindset of the middle-up customers relating to the importance of the healthy products.

Lenny Herliyanti, National Sales Manager of Zeelandia Indonesia said that the Grand Baking Demo held as a means for their customers to share their thoughts and ideas to improve their business. “We bring Master Chef Wiechert Visser here to share his knowledge on European bread so that the ranges of the customers’ products increase. The Grand Baking Demo also can be a medium for the customers to converse with the Master Chef Wiechert Visser about European bread and how to apply our products well so that the customers can possess top quality products likewise,” said Lenny.

In this special event, Rahmayadi, Marketing Manager of Zeelandia Indonesia, introduced 5 new products of Zeeelandia and its excellences. The products which are directly imported from the Zeelandia International Netherlands are typical European Bread’s premixes that are easy to be applied which later demonstrated by the Master Chef Wiechert Vissert, they are: 1) Ciabatta mix 10 MZ; 2) Baguette mix 25 MZ; 3) Roggopan mix 20 MZ; 4) Multi Cereal D25; and 5) Sweet Multi Cereal D25. Besides those five products, Yadi also introduced the newest generation of Frutafill, fruit fillings as the flag bearers of tarts, pies, and cakes.

Moreover, Yadi also reintroduced two new Zeelandia Solution Packages to complete a package that has already been known in the market, Vita Bread, namely Enerbooster 22 and Cholowsterol 22. Each package of these three Zeelandia Solution Packages has its own advantage in terms of healthcare. Vita Bread is a bread premix containing high multivitamins and minerals, while Enerbooster is a bread premix useful to increase stamina because it contains Taurine as contained in most of energy drinks, and Cholowsterol is a bread premix, as the name suggests, useful to help cholesterol lowering.

In this Grand Baking Demo which approximately lasted for 5 hours, Master Chef Wiechert Visser, helped by Zeelandia Indonesia’s Chefs demonstrated how to apply the five new products of European Healthy Bread and some creations of those typical European breads, which can be used as an alternative of European-taste bread, but still favored in Indonesia. “The European bread flavor may be less favored by the Indonesian people. However we can add tomatoes, olive, or chili as the topping to give savory taste to the bread,” said Master Chef Wiechert Visser.

Written by Ahmad Fajar, Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Membangun Budaya Sehat dan Ramah Lingkungan Dengan Bersepeda

Salah satu pemandangan menarik di Jabodetabek dalam lima tahun terakhir ini adalah semakin banyaknya pengendara sepeda di jalan-jalan utama. Dari model busana yang dipakai serta sepeda yang dikendarai menunjukkan bahwa mereka sedang melakukan hobi bersepeda atau gowes.

Kegiatan mengendarai sepeda sebagai hobi tersebut banyak dijumpai terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Tumbuhnya hobi gowes akan mendorong sektor ekonomi yang bagus karena hobi gowes menuntut peralatan yang mendukungnya. Yang paling utama yang harus dimiliki pegowes adalah kendaraan sepeda itu sendiri. Para pemula gowes cukup membeli sebuah kendaaran sepeda yang disebut full bike artinya sepeda utuh yang siap pakai karena sudah dirakit pabrik.

Harga full bike berkisar antara Rp 1.5 sampai 4.5 juta bagi pemula. Bagi pegowes yang sudah berpengalaman akan mengetahui benar kelebihan dan kelemahan dari sepeda yang dimilikinya makanya mereka biasanya mengganti beberapa komponen dari sepedanya atau mengganti sepedanya dengan merakit sendiri sepedanya sesuai dengan kebutuhan. Harga sebuah sepeda yang dirakit sendiri dapat berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 15 juta atau lebih. Bagi para pegowes professional atau para pegowes yang berselera tinggi terhadap merek tentu mereka dapat membeli sepeda-sepeda dengan merek ternama yang berharga puluhan juta atau bahkan sampai ratusan juta rupiah.

Para pegowes selain harus membawa perlengkapan dan perkakas yang penting juga harus mengenakan pakaian dan pelindung yang aman. Para pegowes bisanya memakai busana khusus baik celana maupun kaos, serta mengenakan sarung tangan, helm, kacamata, dan sepatu khusus untuk gowes atau sepatu olah raga yang umum untuk jogging atau bulutangkis.

Itinerary Bersepeda
Hobi bersepeda membangun kebersamaan dan pertemanan di lingkungan perumahan atau di lingkungan tempat kerja ataupun pada sesama komunitas pegowes. Pada akhir pekan para pehobi bersepeda di lingkungan perumahan biasanya kumpul di suatu tempat atau check point seperti lapangan atau tempat-tempat lainnya yang disepakati.

Waktu kumpul biasanya pagi hari antara pukul 6.30 sampai 7.00. Kumpul bersama ini sangat penting sebelum melakukan perjalanan karena beberapa hal akan dilakukan yaitu persiapan, memeriksa kondisi sepeda masing-masing peserta, menentukan rute, dan agenda perjalanan lainnya misalnya makan bersama, istirahat, dan tempat-tempat yang akan dikunjungi selama melewati rute yang sudah ditentukan.

Pehobi gowes sepeda ini seringkali memiliki rentang usia yang panjang dari mulai usia remaja sampai usia lanjut 50 sampai 60 tahun. Para pehobi gowes yang berkumpul ini juga beragam dari segi pengalaman dari mulai pemula yang baru menekuni hobi kurang dari sebulan sampai yang berpengalaman tahunan. Keragamana pehobi ini akan menentukan rute yang ditempuh bersama serta lamanya menempuh rute tersebut.

Jumlah peserta yang ikut juga akan menentukan rute yang akan ditempuh. Kondisi kebugaran dan kesehatan para pehobi pada saat kumpul tersebut juga akan menentukan tujuan rute yang akan ditempuh. Biasanya masalah sepeda muncul ketika sudah melakukan perjalanan. Secara umum jenis rute yang ditempuh untuk kegiatan gowes olahraga dan kesenangan bersama ini dibagi kedalam tiga kategori yaitu ringan, sedang, berat.

Rute ringan adalah jalan datar tidak memiliki banyak tanjakan dan kondisi jalan relative bagus. Rute ringan bisa jadi harus melewati jalan kategori nasional, propinsi atau kabupaten yang bisanya padat oleh kendaraan bermotor lainnnya seperti bis, truk, angkot, mobil pribadi dan motor. Melewati jalan-jalan kategori ini tentu sangat tidak nyaman karena bercampur dengan kendaraan lainnya yang seringkali membahayakan.

Rute sedang biasa diukur dari jarak yang lebih panjang dari rute ringan, jumlah tanjakan lebih banyak dari rute ringan, tetapi kondisi jalan masih relatif bagus. Rute berat biasanya memiliki lebih banyak tanjakan dari rute sedang dan kondisi jalan lebih buruk dan lebih menantang dari rute sedang. Jalan yang belum selesai dibangun yang baru saja dihamparkan batu-batu atau jalan yang rusak merupakan rute berat dan penuh tantangan yang disukai para pegowes.

Pada saat melakukan gowes biasanya peralatan standar yang dibawa adalah perkakas untuk membuka dan memasang komponen sepeda atau disebut multi function tools, perkakas ini penting untuk memperbaiki masalah sepeda ketika melakukan perjalanan. Para pegowes juga tidak lupa membawa air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

Para pegowes bukan saja melakukan gowes sekitar radius 5-10 km dari tempat pemukiman mereka, tetapi mereka sering melakukan perjalanan yang jauh dari tempat tinggal mereka. Mereka biasanya membawa sepedanya dengan kendaraan roda empat ke objek-objek wisata yang memiliki jalur khusus bersepeda seperti di kawasan wisata Puncak. Para pegowes dari Jakarta atau Bogor sering mendatangi objek wisata tersebut.

Komunitas Pesepeda
Berkumpul secara rutin dan melakukan perjalanan bersama dengan bersepeda ini dikenal juga dengan komunitas bersepeda. Komunitas ini mungkin juga diberi nama dengan nama kompleks perumahan masing-masing. Jumlah peserta yang ikut dalam suatu acara gowes bersama pada akhir pekan biasanya berjumlah 6-15 orang yang biasa terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan usia beragam dan profesi yang beragam pula.

Lama perjalanan biasanya pulang pergi dari titik berangkat ke tujuan dan kembali ke titik berangkat sekitar kurang lebih 2-3 jam. Selama menempuh rute biasanya berhenti beberapa kali untuk beristirahat dan menunggu anggota yang mungkin tercecer di belakang atau dikenal dengan istilah mengumpulkan kembali atau regrouping serta mengecek kondisi sepeda masing-masing. Pada saat melakukan touring ke satu rute atau lokasi, para pegowes biasanya beristirahat beberapa kali.

Roti Hadir Saat Bersepeda
Pada saat istirahat ini, mereka biasanya minum dan makan. Ada dua jenis makanan yang sangat popular di kalangan pegowes pada saat mereka beristirahat yaitu pisang dan roti. Pisang adalah buah-buahan yang mudah dijumpai serta terlindung dengan baik serta memberikan karbohidrat yang baik sehingga menjadi sumber tenaga yang baik bagi para pegowes yang sudah sangat cape.

Beragam jenis roti juga menjadi makanan yang sangat popular bagi para pegowes karena roti memiliki ukuran yang beragam, rasa yang beragam, mudah dikemas dan di bawa serta tersedia di hamper semua outlet mini market. Roti juga menjadi komplemen dari pisang sebagai sumber energi para pegowes. Ketersediaan roti di hampir semua pengecer makanan memudahkan para pegowes untuk mendapatkan roti tersebut. Bagi para pegowes yang tidak sempat makan pagi dengan mengonsumsi nasi, maka para pegowes biasanya mengonsumsi roti.

Adanya para pehobi gowes tersebut merupakan indikator sebuah kebiasaan yang baru yaitu memasyarakatkan sepeda sebagai alternatif kendaraan yang ramah lingkungan. Pada masa depan kita mengharapkan bahwa sepeda bukan saja dikendarai sebagai kendaraan untuk hobi dan bersenang senang pada akhir pekan, juga akan digunakan sebagai kendaraan alternatif moda transportasi di kota oleh semua kalangan masyarakat terutama untuk tempuh dari satu titik ke titik lainnya kurang dari lima kilometer atau 10 kilometer.

Sepeda sebagai alternatif moda transportasi akan banyak diminati konsumen Indonesia yang tinggal di kota-kota besar jika pemerintah kota memberikan dukungan sepenuhnya kepada warga yang menggunakan sepeda. Warga yang naik sepeda harus dijadikan warga kelas satu seperti pengendara mobil dan motor artinya pemerintah harus menyediakan jalur sepeda di berbagai lokasi kota, sehingga pengendara sepeda merasa aman ketika mereka melakukan perjalanan dengan sepeda.

Apabila pengendara sepeda merasa aman melakukan perjalanan ke berbagai tempat di suatu kota maka akan memberikan dampak multiplier yang sangat besar. Pertama akan semakin banyak warga yang menggunakan sepeda dan mengurangi jumlah pengendara mobil dan apabila perubahan ini sangat nyata maka lingkungan akan semakin baik.

Semakin banyaknya pengendara sepeda maka akan semakin meningkatkan derajat kesehatan warga karena pengendara sepeda pada hakikatnya mereka berolah raga rutin setiap hari. Memasyarakatkan hobi gowes serta naik sepeda ke kantor atau tempat kerja adalah kebijkan yang perlu dirumuskan dan diimplementasikan oleh semua kota di Indonesia karena akan memberikan dampak lingkungan yang sangat baik.

Oleh: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc
Program Pascarjana Manajemen dan Bisnis
Departemen Ilmu Keluarga dan konsumen-Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor

Comments { 0 }

INNOVATION or SLIM PROFIT or LOSS in Bakery-Resto-Café (BaReCa) Business in Indonesia

by Calvin Andersen, MBA
Innovation is alternative way of winning in the competitive BaReCa Business

Tendensi kenaikan harga dan inflasi dalam segala sektor bisnis di Indonesia akan dan bahkan telah terjadi secara bertahap hingga akhir Desember tahun ini. Segala macam cara akan dilakukan oleh pengusaha BaReCa untuk mempertahankan bisnisnya hingga tahun depan. Kenaikan tarif listrik dan kenaikan upah di tahun ini telah menstimulasi kenaikan lainnya secara bertahap seperti: kenaikan biaya transportasi, kenaikan harga bahan baku/komoditi, kenaikan harga bahan pendukung, kenaikan produk jadi, diiringi juga kenaikan faktor pendukung lainnya.

Kenaikan tersebut akan secara langsung menaikkan harga pokok penjualan barang dagangan atau jasa, yang akhirnya akan dirasakan oleh konsumen akhir. Tren kenaikan harga pokok penjualan ini memberikan tekanan ekonomi yang luar biasa (extraordinary economic pressure) bukan hanya kepada para pengusaha/pabrikan bahan baku/bahan penunjang bisnis BaReCa, bahkan juga kepada pengusaha bisnis BaReCa sendiri.

Banyak cara kreatif yang telah dan akan dilakukan oleh pengusaha BaReCa untuk menghadapi situasi inflasi/kenaikan harga di tahun ini, misalkan menurunkan harga pokok bahan baku, mengurangi jumlah karyawan, mengurangi jam kerja lembur, mengurangi nilai persentase kenaikan gaji karyawan kantor, memberikan jasa-jasa/pekerjaan tertentu kepada pihak luar perusahaan (outsourcing) sehingga dapat mengurangi jumlah karyawan, perangkapan jabatan dengan multi pekerjaan, memperpanjang pembayaran hutang dagang kepada supplier, mempercepat pencairan piutang dagang dengan potongan tunai dari pelanggan, memperlambat pengeluaran uang untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan mesin/aktiva tetap, dan lain sebagainya.

Selain Cost Reduction Program (Program Pengurangan Harga Pokok) dan Cash Flow Management (Manajemen Arus Kas), ada alternatif yang lebih bersifat kreatif dengan melakukan program inovasi (Innovation Program) dalam segala hal yang mungkin memerlukan tambahan investasi untuk meningkatkan daya saing dan omset penjualan per bulan hingga akhir tahun ini.

Program Inovasi ini sebaiknya dijalankan oleh semua tim dalam organisasi yang terkait dengan meningkatkan omzet bulanan dan dapat meningkatkan daya saing. Semua tim terkait dalam perusahaan perlu mempunyai keinginan untuk berinovasi (Innovation Mind-set) sehingga mempermudah proses penyusunan strategi dan implementasi program inovasi dalam operasional harian. Innovation mind-set ini dapat bersumber dari luar yang dimodifikasi dan diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan internal perusahaan, dapat dinamakan “outside-in innovation”.

Bagi perusahaan yang sudah memiliki dan menjalankan program inovasi, maka tim inovasi umumnya yang aktif mengajukan usulan yang kreatif untuk melakukan inovasi dalam segala hal, tindakan inovasi yang berasal dari pihak internal yang dikombinasikan dengan ide-ide terbaru/terkini dari luar ini disebut “inside-in innovation”.

Program Inovasi digambarkan seperti semut-semut yang bergotong-royong untuk membawa makanan yang ukurannya melebihi badan semutnya sendiri. Semangat gotong-royong inilah yang dapat membantu pengusaha dalam mempertahankan bisnis BaReCa hingga tahun depan dapat dijabarkan dalam gambar dibawah ini.

1.Business Model

Banyak Produsen/Pabrikan bahan baku baik tepung terigu, food ingredients, maupun bahan kemasan yang mengevaluasi strategi bisnis jangka pendek hanya tahun ini dan tahun depan, karena menghadapi tekanan kenaikan harga pokok penjualan dan situasi politik (PEMILU) tahun depan. Dengan adanya jumlah pabrik terigu yang terus bertambah dari tahun ke tahun hingga sekarang mencapai 24 pabrik dan masih akan bertambah lagi hingga 2 tahun kedepan, maka tendensi penurunan harga terigu yang merupakan mayoritas beban harga pokok produksi produk Bakery yang sangat besar, akan memberikan persaingan harga yang luar biasa di tahun ini dan tahun depan.

Pengusaha bisnis BaReCa yang menjadi pelanggan pabrik terigu ini akan mempunyai daya tawar (bargaining power) yang tinggi dengan pabrik terigu, yang akhirnya akan mendapatkan harga beli terigu yang kompetitif dari beberapa pabrik terigu yang bersaing ini. Ada pabrik terigu yang akan menggunakan jurus “Price War” (Perang Harga), dan ada yang mempertahankan Harga Jualnya dengan memberikan extra service yang inovatif (Service Quality) kepada pelanggan utamanya agar tidak berpindah kepada pabrik terigu lainnya.

Baik Price War maupun Service Quality, pengusaha terigu/food ingredients/bahan penunjang akan mengevaluasi Konsep/Model Bisnis nya dengan dimulai Strategi Penjualan & Pemasaran yang menjadi ujung tombak dunia bisnis BaReCa.

2.Market Survey & Market Intelligence
Sesuai dengan strategi perang Tiongkok 2.000 tahun lalu : “Know your enemies and know your self, you will not imperiled in a hundred battles.” (Art of War by Sun Tzi), dengan terjemahannya: “Ketahuilah Musuh dan Diri Sendiri, maka kamu tidak akan merasakan kesulitan dalam memenangkan 100 pertempuran.”

Situasi kenaikan harga yang pasti terjadi pada tahun ini ditambah dengan masuknya pengusaha baru di bisnis BaReCa baik lokal maupun internasional, maka para Produsen / Pabrik bahan baku (terigu / food ingredients / bahan penunjang) & Pengusaha Bisnis BaReCa perlu memahami strategi penjualan dan pemasaran bukan hanya yang dilakukan kompetitor, tapi juga memahami efektifitas dari strategi sendiri (seperti strategi perang “Art of War” di atas).

Dengan semakin banyaknya konsep/bisnis model BaReCa yang inovatif bermunculan di Jakarta, maka menstimulasi Jawara Penjualan & Pemasaran di kalangan Produsen Bahan Baku untuk lebih banyak terjun ke lapangan dan memonitor perkembangan inovasi produk dan tren inovasi model bisnis yang bersifat international life-style (gaya hidup internasional).

Market Survey & Market Intelligence (Survey Pasar dengan menyeluruh) merupakan langkah utama yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan konsep/bisnis model dengan kondisi kenaikan harga tahun ini dan kompetitif yang luar biasa. Survey Pasar yang menyeluruh ini akan memberikan gambaran terkini Strategi Penjualan & Pemasaran baik di level Produsen (Pengusaha/Pelaku bisnis bahan baku/food ingredients/bahan penunjang) maupun Pemakai/Konsumen.

Hal-hal yang akan disurvey ini harus disesuaikan dengan Strategi Penjualan/Pemasaran Jangka Panjang dan selaras dengan Harapan Pemegang Saham/Pemilik Usaha, yang dapat meliputi: Respon pelanggan/konsumen terhadap Produk dan Jasa Pelayanan Pemasaran, Korelasi kualitas produk dengan

Harga Jual Produk, Efektifitas Waktu Pengiriman Barang dengan Efisiensi Proses Produksi, Usulan Kenaikan Harga Jual Produk dengan Jasa yang diberikan selama ini kepada pelanggan/konsumen, Usulan (Feedback) dari pelanggan/konsumen terhadap inovasi produk yang akan datang, persentase kenaikan harga jual, tipe pelayanan yang diharapkan setelah membandingkan jenis pelayanan yang telah dilakukan oleh produsen/supplier lainnya, dan lain sebagainya.

Kegiatan survey pasar yang menyeluruh ini dapat dilakukan oleh Tim Khusus yang dilakukan oleh internal Departemen Pemasaran atau dapat diserahkan (outsourcing) kepada konsultan bisnis BaReCa yang berpengalaman, sehingga tingkat deviasi / penyimpangan akurasi data yang diperoleh di lapangan lebih bersifat netral dan dapat dipertanggungjawabkan untuk keperluan pengambilan keputusan top manajemen perusahaan / pemilik usaha.

Hasil kegiatan Market Survey & Market Intelligence ini dapat dilakukan sekali dalam setahun atau dua kali setahun dengan keinginan dan harapan yang berbeda-beda tapi satu tujuan, “Bertahan dengan Untung” hingga akhir tahun depan. (CA)

Calvin Andersen adalah Profesional yang bekerja di perusahaan pangan besar di Indonesia dan dapat dihubungi melalui contact@bakerymagazine.com. Untuk mendalami pengetahuan mengenai bakery business strategy dapat mengikuti kelas di Baking & Chef Center yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2013 ini. Pendaftaran bisa ke contact@bccindonesia.com.

Comments { 0 }