Archive | News RSS feed for this section

Pembukaan Nanny’s Pavillon di Kota Kasablanka

Mengusung tema yang berbeda-beda di setiap outlet, Nanny’s Pavillon kembali membuka cabang terbarunya bertemakan playroom di Kota Kasablanka, Kuningan pada tanggal 27 Februari 2013 lalu. “Tema playroom dipilih mengingat Mall Kota Kasablanka lebih banyak dikunjungi oleh para keluarga yang membawa anak kecil. Oleh karena itu, kami memilih konsep yang sesuai mengingat target market utama kami adalah keluarga,” ujar Mellisa Saputra selaku Founder Nanny’s Pavillon.
Di outlet terbarunya ini, Nanny’s Pavillon memberikan suasana yang nyaman dan disesuaikan dengan tema playroom sendiri. “Bagi para pengunjung anak-anak, mereka bisa menikmati permainan sembari belajar membaca di zona bermain yang disediakan, sementara para orang tua bisa bersantai menyantap menu favorit di Nanny’s Pavillon,” tutur Mellisa.

Menu Spesial di Ulang Tahun Nanny’s Pavillon

Peluncuran outlet baru ini juga diperingati dengan perayaan ulang tahun Nanny’s Pavilllon keempat tahun yang jatuh pada tanggal 23 Maret. Dalam rangka ulang tahun tersebut, Nanny’s Pavillon telah mempersiapkan serangkaian menu spesial selama bulan Maret hingga akhir April, seperti Walnut Breadcrumb Spaghetti, yaitu spageti yang dikombinasikan dengan bread crumb dan walnut. Ada pula menu istimewa berikutnya yang dinamakan Mini Spring Burger Pancake, yakni burger tanpa menggunakan roti melainkan dengan pancake yang disajikan dengan kentang dan fresh salad. Untuk minuman, Nanny’s Pavillon menyediakan Passion Fruit Lime Sorbet yang segar dengan paduan passion fruit dan lime sorbet.

Written by Marisa Aryani, Photo Doc. Nanny’s Pavillon

Comments { 0 }

Diageo Reserve World: Kombinasi Teknik Memasak dalam Tren Mixology

Setelah menyelesaikan tantangan pertama dengan tema Retro Chic, Diageo Reserve World Class 2013 kembali hadir dengan tantangan baru, yakni Bar Chef yang menggabungkan antara kuliner dengan teknik mixology. Bertempat di Diagonale Plaza Senayan, 25 bartender bertanding menunjukkan kebolehan mereka meramu racikan cocktail dengan menggunakan ‘The SingletonTM of Glen Ord’ Single Malt Scotch Whisky untuk pertama kalinya di Indonesia.

Alvin Ang, Trade Marketing Services Provider untuk merek Diageo menjelaskan, “Kompetisi ini lebih untuk mengukur sampai dimana kreatifitas para bartender terbaik di Indonesia ini dengan meracik cocktail inovatif baik di bar maupun restoran,” tuturnya. Aspek penilaian berdasarkan pemilihan bahan dasar yang digunakan oleh para peserta, persiapan, serta kesesuaian rasa. Adapun juri yang ditunjuk untuk acara ini antara lain Maneha Widarso – Director of Operation Navaplus, Will Thomson – Asia Pacific Reserve Brand Manager, dan Samuel – Editor Best Life.

Dari hasil diskusi para juri, terpilihlah Robby dari Deluca sebagai juara pertama dengan kreasi Dracula Potion atau energi untuk drakula. Minuman yang terinspirasi dari darah ini memiliki konsep klasik sehingga cocok untuk laki-laki. Untuk kreasinya ini Robby mencampurkan whisky dengan buah-buahan segar, seperti raspberry, blackberry, dan blueberry. Nantinya pemenang di babak final nasional akan bertarung dengan para bartender lainnya dari berbagai belahan dunia dalam Global Finals yang bertempat di French Riviera di Nice dan Monte Carlo.

Written by Marisa Aryani, Photo Doc. Diageo

Comments { 0 }

Indonesian Barista Competition (IBC): IBC 2013 Menyaring Barista Unggulan Untuk Laga Barista Dunia

Indonesian Barista Competition (IBC) kembali digelar di tahun 2013 ini. Pada tanggal 6 Maret lalu diadakan press conference untuk regional Bandung yang bertempat di DOM Area, STP Bandung yang menghadirkan Veronica Herlina selaku ketua Panitia IBC 2013, Noviandi Makalam selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan Agustinus Tasi, juara nasional IBC sebagai pembicara.

Acara ini adalah kali ketiga IBC bertaraf nasional diadakan di Indonesia. “Pada tahun 2013 ini kami akan mengadakan babak eliminasi di 5 kota yaitu Bali, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh Speciality Coffee Association Indonesia (SCAI) ini akan rutin diadakan 2 tahun sekali,” tutur Veronica membuka penjelasan. IBC regional Bandung diadakan selama 3 hari yaitu 6-8 Maret yang menyertakan 30 barista Bandung untuk memperlihatkan aksinya meracik kopi dengan mesin espresso.

Dari setiap kejuaraan nasional, akan dipilih 5 pemenang untuk mengikuti Grand Final tingkat nasional yang nantinya akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran Food and Hotel Indonesia, 10-13 April mendatang di Kemayoran. Dari babak eliminasi tersebut akan dipilih 3 orang pemenang nasional yang nantinya akan bertanding di ajang internasional. “Juara 3 nanti akan kami kirim ke lomba tingkat ASEAN di Thailand, juara 2 akan dikirim ke tingkat Asia Pacific di Singapura. Sedangkan juara 1 akan mewakili Indonesia di ajang World Barista Championship (WBC) yakni ajang tertinggi perlombaan barista di tingkat dunia bulan Mei nanti di Australia,” ujar Veronica.

Comments { 0 }

Seminar Petrus Gandamana: Perluas Cakrawala Peluang Bisnis Bakery-Resto-Cafe di Indonesia Bagian Timur

Indonesia masih menjadi pasar yang sangat menarik khususnya bagi industri makanan dan minuman. Maklum saja, komposisi penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa diisi sekitar 93% kaum usia produktif. Semakin besarnya peluang menggiurkan di bisnis ini seiring dengan naiknya taraf hidup masyarakat Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, bisnis bakery khususnya di Indonesia bukanlah bisnis yang bisa dipandang sebelah mata saat ini. Usaha ini makin menunjukkan kemajuannya dengan hadirnya berbagai rantai bakery dari luar negeri seperti BreadTalk, Tous Le Jours, Dunkin’ Donuts.

“Indonesia adalah pasar yang potensial karena pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6 % lebih selama 5 tahun terakhir ini. Pertumbuhan kita hanya kalah dengan Cina yang ekonominya bertumbuh sebesar 8% sampai 10% selama 5 tahun belakangan ini,” buka Ir. Petrus Gandamana MM pada seminar Peluang Usaha Bakery di Indonesia Timur pada pameran SinarFood 2013 yang diselenggarakan oleh Sinar Exhibitions di Makassar pada 15 Maret 2013 lalu.


Pasar Potensial di Indonesia Bagian Timur

Para pengusaha akan terus membidik pangsa pasar di Indonesia bagian Timur, khususnya Makassar. Pasalnya jumlah penduduk di kota ini menurut sensus di tahun 2010 mencapai 1,3 juta orang. Tempat dimana banyak makanan bernama Cotto dan Palu Basa ini pun memiliki Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sekitar 3,6 trilliun. Pendapatan perkapita penduduk Makassar pun terus meroket hingga mencapai angka 27,4 juta pertahun dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 9%.

Letak Makassar yang strategis serta memiliki jalur transportasi yang komersial, baik udara dan laut menjadikan Makassar sebagai penghubung ke wilayah Indonesia Timur dan sering dijadikan kota transit. Hal itu merupakan suatu keuntungan bagi Makassar sehingga industri di sini mempunyai prospek yang bagus. “Makassar juga sudah ssejak dulu menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur terbukti dengan banyaknya brand asing yang hadir di kota Makassar ditambah lagi dengan pembangunan mall dan hotel di sini yang tiada henti. Bisnis proerty juga bertumbuh pesat di Makassar,” jelas Petrus.

Latifah, salah seorang peserta seminar bertanya mengenai prospek bisnis bakery di Papua. “Saya lihat usaha bakery di Sorong, Papua cukup baik, hanya saja bentuk yang ditampilkan masih monoton. Rencananya saya ingin mengembangkan roti yang ada di sana dengan membuat produk yang berbeda dan unik,” tuturnya. Ia pun berniat untuk berkonsultasi bisnis bakery lebih jauh lagi dengan Petrus ke depannya.

Di akhir seminar, Petrus yang juga mempunyai bisnis konsultan bakery ini memberikan motivasi kepada para peserta. “Memulai sebuah usaha harus didasarkan pada kecintaan dan ketekunan. Yakin terhadap pekerjaan yang ditekuni dan jangan lupa selalu berinovasi,” ujar Petrus. Husni, salah seorang peserta mengaku Petrus merupakan orang yang berkompeten dan berwawasan luas sehingga ia merasa mendapatkan banyak hasil yang positif dari mengikuti seminar ini. “Terutama bagi saya yang awam akan usaha bakery, maka seminar ini sangat membantu dalam membuka pengetahuan saya akan bisnis bakery yang ternyata menjanjikan. Saya merasa senang mendapatkan ilmu langsung dari ahlinya,” ujarnya.

Comments { 0 }

Sinar Exhibitions Indonesia Selenggarakan Sinar Food 2013

Sarana Pertemuan Pengusaha Makanana Minuman dan Pasar di Indonesia Timur

Kedua kalinya diadakan di kota Makassar, Sinar Food Exhibitions kembali digelar pada tanggal 14 – 17 Maret 2013 lalu. Berbeda dengan tahun kemarin, pameran yang berlokasi di gedung Celebes Convention Center ini mengambil tiga tema, yaitu agri, makanan, dan kemasan. “Tiga tema tersebut dibuat karena kami ingin menyatukan peserta pameran dari hulu ke hilir, mulai dari bibit tanaman menjadi makanan hingga kemasan,” tutur Andree Prastyo, Manager Sinar Exhibitions Indonesia.

Menurutnya, industri makanan di Makassar sangat potensial berkembang pesat sehingga membuka banyak peluang bisnis. “Banyak warga Makassar yang bingung dalam menginvestasikan uangnya. Di sini kami berikan sarana bagi mereka untuk bertemu relasi bisnis baru dimana kami bertindak sebagai fasilitator,” jelas Andree. Tak hanya itu, pameran ini juga menghadirkan beberapa program acara guna membuka wawasan pengunjung mengenai bisnis makanan di Indonesia bagian Timur khususnya, salah satunya adalah dengan mengadakan seminar.

“Salah seorang pembicara yang kami hadirkan adalah Ir. Petrus Gandamana, M.M, Chief Editor Bakery Magazine & Senior Food Consultant di Baking & Chef Center. Pengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam bidang makanan baik bahan baku maupun aplikasi produk, baik di dalam maupun di luar negeri, menjadi salah satu dasar bagi kami untuk mengundang beliau guna berbagi kiat-kiat bisnis bakery di Makassar,” ujar Andree. Berikut adalah beberapa perusahaan yang bergerak di industri makanan mulai dari produsen bahan baku, mesin pengolah makanan, hingga pengemasan yang meramaikan Sinar Food Exhibitions 2013.

PT. Bahana Genta Viktory
Sadar belum banyaknya masyarakat Indonesia Bagian Timur yang mengenal produk Illy Coffee, menjadi salah satu motivasi PT. Bahana Genta Viktory untuk ikut serta dalam pameran Sinar Exhibitions Indonesia ini. “Kemajuan perkembangan industri hospitality, khususnya hotel, resto, dan kafe di Makassar yang cukup pesat sehingga kami ingin memperluas pasar hingga ke Indonesia Bagian Timur,” ungkap Suprayogi Satria Prakarsa, Branch Manager PT. Bahana Genta Viktory daerah Surabaya.

Diakui pria yang biasa dipanggil Yogi ini, Illy Coffee mempunyai berbagai kelebihan diantaranya terbuat dari 100% biji kopi arabika dengan medium roasted sehingga aroma dan rasa lebih seimbang. “Tak hanya menjual produk, kami juga mengedukasi kepada para pengunjung mengenai cara menikmati kopi yang benar yaitu tanpa penambahan gula, susu, dan krimmer yang berlebihan,” ujar Pramudya Bevan, Branch Manager PT. Bahana Genta Viktory daerah Bali. Selain unggul di produk kopi, PT. Bahana Genta Viktory juga menonjolkan beberapa produk lainnya seperti mesin kopi (Promac. La Cimbali dan Gaggia), teh (TWG), dan mineral water (Sanpellegrino), dan chocolate powder (Coffex).

PT. Mago Makmur
Popularitas Korea tak hanya di dunia hiburan semata, tapi juga produk-produk andalan yang siap bersaing di pasar dunia, khususnya Indonesia. Satu lagi brand asal Korea yang mulai merajai pasar Indonesia adalah wajan dengan brand Shimono Wok, yang di Indonesia didistribusikan oleh PT. Mago Makmur. “Brand ini baru masuk ke Indonesia pada awal tahun 2013. Oleh karena itu, kami cukup gencar memperkenalkan produk ini, salah satunya dengan ikut menjadi peserta di Sinar Food Exhibitions 2013,” ujar Jei, Team Leader PT. Mago Makmur. Dengan respon positif dari para pengunjung, Jei optimis produknya akan lebih dikenal di Makassar khususnya.

Wajan asal Korea ini memiliki beberapa kelebihan antara lain bisa digunakan untuk menggoreng walaupun tanpa menggunakan minyak. “Tak hanya itu, wajan ini juga anti gores walaupun menggunakan sendok besi sekalipun karena terbuat dari stainless steel,” jelas Jei. Melihat keunggulan yang ditawarkan, wajan multifungsi ini dapat digunakan untuk membuat segala jenis makanan. “Wajan ini juga dapat digunakan untuk memanggang kue sebagai pengganti oven,” ungkap Jei.

PT. Bonli Cipta Sejahtera (BCS)
Sama seperti pendapat sebagian peserta pameran lainnya, keikutsertaan PT. Bonli Cipta Sejahtera (BCS) lebih untuk menyebarkan informasi produk ke Indonesia bagian Timur. “Banyak masyarakat yang sudah mengenal produk kami, namun baru sekarang BCS berkesempatan untuk masuk wilayah timur Indonesia ini,” ujar Jodi Janitra, owner PT. Bonli Cipta Sejahtera.
Ada 3 brand cookies yang dipegang oleh BCS, yaitu La Diva, Ina Cookies, dan J&C. “Awalnya 3 brand ini adalah kompetitor, baru di tahun 2012 kemarin resmi menggabungkan diri dibawah payung PT. Bonli Cipta Sejahtera. Dari sanalah kami mulai membuat panduan marketing yakni La Diva untuk kelas premium, Ina Cookies dan J&C untuk segmen menengah dengan pembagian Ina Cookies lebih ke arah muslim dan J&C lebih untuk momen universal,” tutur Jodi.

Bisa dibilang bisnis ini cukup menjanjikan di Makassar mengingat masyarakatnya pun yang gemar makan. Hal ini pun berbanding lurus dengan tanggapan para pengunjung di booth PT. Bonli Cipta Sejahtera yang terbilang positif. “Umumnya mereka mengenal cookies hanya kastangel dan nastar. Melalui pameran ini, sekarang mereka mulai mengetahui macam-macam cookies yang unik hasil kreasi BCS. Saat ini saja kami mempunyai lebih dari 200 macam bentuk cookies,” ungkap Jodi.

CV. Kasih dan Sayang
Biji kakao masih menjadi komoditas unggulan di daerah Sulawesi. Hal itu juga yang menginspirasi Irwan mendirikan CV Kasih dan Sayang dengan produk unggulannya adalah cokelat yang diberi brand Makalate (Makassar Chocolate). Industri rumahan yang sudah selama 5 tahun berjalan ini, mendayaganukan waktu luang anak-anak, baik yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah. “Kami masih mengolah cokelat dengan cara tradisional yaitu tanpa menggunakan alat melainkan dengan tangan. Makalate didistribusikan di kota ini sebagai oleh-oleh khas daerah Makassar” ujar Irwan.

Menurutnya, pameran mempunyai peran yang dominan dalam mengembangkan usaha rumahannya ini. “Kami selalu ikut serta dalam pameran, terutama di Makassar. Sebelumnya kami masih asal menjual produk ini, namun dengan ikut dalam pameran, banyak yang melirik kami dan tentunya membantu penjualan Makalate,” tutup Irwan.

Bayoran Teknik
Makanan juga erat hubungannya dengan mesin pengolahan. Dalam pameran ini, Sinar Exhibitions Indonesia juga menghadirkan Bayoran Teknik dengan produk unggulannya mesin pembuat mie. Patut dibanggakan, Bayoran Teknik adalah merek mesin mie lokal asal Indonesia. Budiman, Marketing Bayoran Teknik mengaku tidak takut bersaing dengan brand luar lainnya. “Banyak yang berpendapat bahwa brand luar lebih bagus dari brand lokal. Namun saya kurang sependapat dengan pernyataan tersebut karena banyak juga mesin lokal dengan keunggulan yang sama dengan produk dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mesin lokal, Bayoran Teknik termasuk salah satu produk mesin pembuat mie terbaik karena sudah selama 25 tahun berdiri. “Mesin ini memiliki cara kerja yang mudah, artinya orang awam pun dapat mengolah mie dengan mesin ini. Selain itu, karena terbuat dari stainless steel, mesin ini memiliki daya tahan yang kuat.” yakin Budiman.

 

Written & Photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Pizza Marzano Dengan Nama Baru PizzaExpress

Pecinta Pizza di Jakarta tentu sudah sangat akrab dengan restoran Pizza Marzano. Setelah 7 tahun mewarnai restoran dengan sajian utama Pizza, di tahun 2013 ini Pizza Marzano tampil dengan nama baru yaitu PizzaExpress. Pergantian nama ini merupakan sebuah kesempatan Pizza Marzano untuk sejajar dengan brand global lainnya. PizzaExpress sendiri bukan merupakan brand sembarangan, saat ini brand Pizza asal London, Inggris ini sudah memiliki 470 cabang dan tersebar di 11 negara.

“Pergantian nama ini merupakan kesempatan bagi Pizza Marzano untuk menjadikan bisnisnya sejajar dengan brand global PizzaExpress, dan mendapatkan benefit dari brand PizzaExpress yang telah menjadi merek internasional dan diakui, serta berbagi kesuksesan PizzaExpress di seluruh dunia,” ujar Dini Alamanda Arizully, Marketing Manager PizzaExpress saat acara pembukaan PizzaExpress di Kota Kasablanka Mall, 28/2/13.

Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara PizzaExpress dengan Pizza Marzano. Pizza Marzano sendiri sebenarnya merupakan bisnis franchise dari PizzaExpress yang ada sejak tahun 1965. Karenanya, oleh Dini, perubahan nama ini tidak akan berdampak negatif bagi Pizza Marzano sendiri. “Brand exprience yang dirasakan para pelanggan akan tetap sama,” yakin Dini.

Respons Pelanggan Atas Perbuahan Nama
Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan PizzaExpress ke masyarakat pergantian nama ini dilakukan secara bertahap di beberapa gerai Pizza Marzano. Saat ini sudah ada 4 gerai yang menggunakan nama PizzaExpress dan 6 gerai yang masih menggunakan nama Pizza Marzano. “Sosialisasi pergantian nama ini, sudah diuji coba pada cabang Pizza Marzano di Senayan City, Jakarta. Ternyata respon para pelanggan cukup puas dengan perubahan yang ada, “ ujar Dini.
Perubahan juga dilakukan dalam hal konsep restoran. PizzaExpress hadir dengan desain lebih modern lebih unik dan stylish. Tiap gerai didesain berbeda-beda untuk mendapatkan suasana yang berbeda pula di tiap gerainya. Seperti terlihat di gerai Kota Kasablanka, konsep open kitchen berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia berupa mural batik di salah satu sudut ruangannya.

Perubahan juga tidak banyak terjadi di varian pizza yang ditawarkan. Antara Pizza Marzano dan PizzaExpress sejak awal memang memperhatikan betul kualitas bahan bakunya. Adonan Pizza-nya merupakan adonan fresh yang disajikan ketika pesanan datang. “Bahan bakunya 50% menggunakan produk lokal sedangkan sisanya harus diimpor dari Australia, Italia dan beberapa negara lainnya,” ungkap Dini.

Perubahan memang bukan sebuah hal yang aneh bagi bisnis di bidang restoran. Perkembangan bisnis yang semakin dinamis, menuntut sebuah restoran untuk terus meningkatkan kualitasnya agar bisa memuaskan pelanggan setianya dan tetap bertumbuh di tengah persaingan bisnis yang ketat.

Written by Dody Wiraseto
Photo Doc. PizzaExpress

Comments { 0 }

PT Zeelandia Indonesia: Grand Baking Demo Featuring Master Chef Wichert Visser

Renowned for their market-appropriate products, applicable baking ingredients, new product ideas, technical support and food safety, Zeelandia never stops innovating in developing innovative bakery ingredients, processes and marketing concepts. As a leader in food service industry in the regional market, delivering the high quality products to the consumers complete with the service have always been Zeelandia’s aspiration to help their customers to perform and create top quality products.

As a medium to stay in touch with their loyal customers, on Wednesday (27/2), Zeelandia Indonesia held a Grand Baking Demo featuring a Master Chef from Zeelandia Netherlands, Wiechert Visser. The Grand Baking Demo that was held at Menara Peninsula Hotel, Jakarta, was aimed to introduce their new products and familiarize European bread to their customers regarding to the changing mindset of the middle-up customers relating to the importance of the healthy products.

Lenny Herliyanti, National Sales Manager of Zeelandia Indonesia said that the Grand Baking Demo held as a means for their customers to share their thoughts and ideas to improve their business. “We bring Master Chef Wiechert Visser here to share his knowledge on European bread so that the ranges of the customers’ products increase. The Grand Baking Demo also can be a medium for the customers to converse with the Master Chef Wiechert Visser about European bread and how to apply our products well so that the customers can possess top quality products likewise,” said Lenny.

In this special event, Rahmayadi, Marketing Manager of Zeelandia Indonesia, introduced 5 new products of Zeeelandia and its excellences. The products which are directly imported from the Zeelandia International Netherlands are typical European Bread’s premixes that are easy to be applied which later demonstrated by the Master Chef Wiechert Vissert, they are: 1) Ciabatta mix 10 MZ; 2) Baguette mix 25 MZ; 3) Roggopan mix 20 MZ; 4) Multi Cereal D25; and 5) Sweet Multi Cereal D25. Besides those five products, Yadi also introduced the newest generation of Frutafill, fruit fillings as the flag bearers of tarts, pies, and cakes.

Moreover, Yadi also reintroduced two new Zeelandia Solution Packages to complete a package that has already been known in the market, Vita Bread, namely Enerbooster 22 and Cholowsterol 22. Each package of these three Zeelandia Solution Packages has its own advantage in terms of healthcare. Vita Bread is a bread premix containing high multivitamins and minerals, while Enerbooster is a bread premix useful to increase stamina because it contains Taurine as contained in most of energy drinks, and Cholowsterol is a bread premix, as the name suggests, useful to help cholesterol lowering.

In this Grand Baking Demo which approximately lasted for 5 hours, Master Chef Wiechert Visser, helped by Zeelandia Indonesia’s Chefs demonstrated how to apply the five new products of European Healthy Bread and some creations of those typical European breads, which can be used as an alternative of European-taste bread, but still favored in Indonesia. “The European bread flavor may be less favored by the Indonesian people. However we can add tomatoes, olive, or chili as the topping to give savory taste to the bread,” said Master Chef Wiechert Visser.

Written by Ahmad Fajar, Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }