Archive | News RSS feed for this section

Le Rouge Flamingo, Hadirkan Produk Baru Saint Honore Le Senteur

Sebagai salah satu toko kue online yang berkonsep menyajikan kreasi pastry ala Perancis, Le Rouge Flamingo memang fokus dalam menyajikan produk-produk pastry Perancis berkualitas tanpa melupakan teknik rumit yang memang identik dengan olahan pastry Perancis tersebut. Kali ini, Saint Honore menjadi pilihan produk baru di Le Rouge Flamingo yang dikeluarkan pada awal bulan Juni 2013 ini. “Saint Honore merupakan salah satu pastry klasik dari Perancis yang sudah berusia ratusan tahun meski dalam pengembangan filling maupun style nya dapat berubah seiring waktu. Pada dasarnya Saint Honore adalah gabungan dari puff pastry dan choux/adonan kue sus. Puff pastry menjadi bagian dasarnya lalu choux tersebut dilekatkan di atas puff pastry dan diberi isian dan topping krim,” buka Felicia Tampi.

Saint Honore yang ditawarkan Felicia Tampi lewat Le Rouge Flamingo-nya, Ia beri nama Saint Honore Le Senteur. “Saint Honore Le Senteur ini merupakan Saint Honore dengan paduan rasa buah raspberry, rose dan leci,”kata Felicia. Dalam memilih bahan baku untuk semua produk pastry di Le Rouge Flamingo, Felicia tidak mau sembarangan. Begitu juga dengan teknik, yang bagi Felicia juga memiliki peranan penting dalam mengolah sajian pastry klasik ala Perancis. “Mentega (butter) adalah salah satu bahan baku yang lebih baik, jangan disubtitusi jika menginginkan citarasa Perancis yang asli. Pastry ala Perancis memang cenderung lebih ringan dibandingkan American cake contohnya, dan banyak menggunakan bahan baku seperti buah, cokelat, sampai bunga dan batang vanilla yang asli untuk bersanding dengan kekayaan rasa dari mentega, susu dan krim. Jadi, jika menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas akan terasa sekali perbedaan rasanya. Begitu juga dengan teknik pengolahannya, jauh lebih baik untuk mengikuti teknik asli,” jelas Felicia.

Felicia mengakui dalam proses trial error Saint Honore Le Senteur, memang tidaklah mudah. Tapi, dengan mengenali sifat setiap elemen dalam Saint Honore beserta bahan bakunya, membuat Felicia memahami bagaimana membawa teknik pengolahan Saint Honore yang benar ke dalam dapur Le Rouge Flamingo. Saint Honore Le Senteur menjadi opsi menarik dalam memilih produk pastry klasik Perancis di Le Rouge Flamingo, selain ragam French Macaron dengan berbagai varian rasa maupun pastry klasik ala Perancis lainnya yang tersedia di Le Rouge Flamingo seperti Éclair, Paris Brest, Millefeuille dan Mont Blanc.

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Diageo Reserve World Class 2013

Ajang pencarian bartender, Diageo Reserve World Class 2013 menyelenggarakan tantangan ketiga dan juga merupakan tantangan terakhir pada kompetisi tahun ini. Bertempat di dua kota yakni Jakarta dan Bali, 15 dan 16 Mei, 24 bartender bertarung menampilkan kreatifitas mereka dalam meracik koktail terbaik yang terinspirasi dari Hollywood, Bollywood, Hong Kong menggunakan RON ZACAPA®, rum ultra premium di dunia.
Seluruh finalis dari kompetisi Diageo World Class telah mendapatkan kesempatan eksklusif untuk memperkaya ilmu mengenai teori dan teknik penyajian minuman yang berkelas, mengasah kecepatan dan kreatifitas dalam mengikuti berbagai sesi pelatihan dalam menyambut tahap Final Nasional pada bulan Juni 2013 dan tahap Final Global diselenggarakan pada Juli 2013 yang bertempatan perairan Perancis dalam kapal pesiar.

Peserta yang berhasil mencapai tahap Final Nasional dari Jakarta antara lain Reiza Yudhaputra dari Bluegrass Bar & Grill, Raga Perdana Umar dari Rooftop, dan Sony Ariesandy dari Parc 19. Sedangkan di Bali yang akan bertarung dalam Final Nasional antara lain Bayu Wiseso dari KuDeTa, I Gusti Salit dari W Resort and Spa dan Dadan Agisna dari Rock Bar Ayana Resort. Pemenang dari kompetisi Diageo World Class 2013 nanti akan mendapatkan gelar World’s Best Bartender yang mana juga berkesempatan untuk menjelajahi dunia, menambah ilmu mengenai seni mixology serta menerbitkan buku koktail ekslusif.

Alvin Ang, selaku penyelia Teknik (Pemasaran) untuk Navaplus, trade marketing services provider merek-merek Diageo menuturkan, “Kami telah menyaksikan kreatifitas dan profesionalisme yang luar biasa melalui bartender Indonesia dan kami tidak sabar untuk menantikan apa yang akan dipertunjukan para kontestan pada saat tahap Final Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni di Bali, untuk pertama kalinya.”

Written by Marisa Aryani
Photo Doc. Diageo

Comments { 0 }

Kitchen Lease and Demo Room

Baking and Chef Center (BCC) memberikan penawaran khusus bagi Anda yang membutuhkan ruangan baking demo untuk acara seperti technical meeting, seminar, peluncuran produk terbaru, promosi, gathering, training, riset atau tes produk, dan baking demo. Berkapasitas 25 orang, BCC didukung oleh tim yang handal dalam mempersiapkan maupun membantu jalannya acara. Banyak perusahaan besar yang puas dengan jasa yang kami berikan, antara lain PT. Kraft Foods Indonesia, PT. Pandurasa Kharisma, PT. Brenntag Indonesia, Cimory, Singapore International School (SIS), Baby Jumper Gym, dan masih banyak lagi.

Fasilitas yang disediakan antara lain:
– Slide projector
– Teh dan kopi untuk coffee break
– Berbagai pelengkapan baking dan cooking, seperti mixer (planetary & spiral), oven (convection & deck), dough sheeter, dough moulder, freezer, chiller, dan profer.

Adapun persyaratannya sebagai berikut:
– Pemakaian lebih dari 6 jam dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 500.000,-/jam
– Harga tersebut sudah termasuk pajak tetapi belum
– Harga tersebut belum termasuk penyewaan tenaga chef/baker, makan siang, banner, dan spanduk
– Sebagai dokumentasi kami menyediakan video shooting dengan biaya tambahan Rp. 1.500.000,-

Akses jalan menuju BCC terbilang mudah dilalui, BCC terletak di kawasan strategis yaitu di Sentra Bisnis Kelapa Gading. Jl. Boulevard Artha Gading, blok A6A no. 15. Kelapa Gading, Jakarta Utara. Untuk keterangan lebih lanjut dapat mengunjungi website www.bccindonesia.com atau menghubungi sdri Imelda: 021 458 745 75 / 021 261 060 24.

Where The Stars Present Innovation

Comments { 0 }

INNOVATION or SLIM PROFIT or LOSS in Bakery-Resto-Café (BaReCa) Business in Indonesia (Part 1 of 2)

Innovation is alternative way of winning in the competitive BaReCa Business

by Calvin Andersen, MBA

Tendensi kenaikan harga dan inflasi dalam segala sektor bisnis di Indonesia akan dan bahkan telah terjadi secara bertahap hingga akhir Desember tahun ini. Segala macam cara akan dilakukan oleh pengusaha BaReCa untuk mempertahankan bisnisnya hingga tahun depan. Kenaikan tarif listrik dan kenaikan upah di tahun ini telah menstimulasi kenaikan lainnya secara bertahap seperti: kenaikan biaya transportasi, kenaikan harga bahan baku/komoditi, kenaikan harga bahan pendukung, kenaikan produk jadi, diiringi juga kenaikan faktor pendukung lainnya.

Kenaikan tersebut akan secara langsung menaikkan harga pokok penjualan barang dagangan atau jasa, yang akhirnya akan dirasakan oleh konsumen akhir. Tren kenaikan harga pokok penjualan ini memberikan tekanan ekonomi yang luar biasa (extraordinary economic pressure) bukan hanya kepada para pengusaha/pabrikan bahan baku/bahan penunjang bisnis BaReCa, bahkan juga kepada pengusaha bisnis BaReCa sendiri.

Banyak cara kreatif yang telah dan akan dilakukan oleh pengusaha BaReCa untuk menghadapi situasi inflasi/kenaikan harga di tahun ini, misalkan menurunkan harga pokok bahan baku, mengurangi jumlah karyawan, mengurangi jam kerja lembur, mengurangi nilai persentase kenaikan gaji karyawan kantor, memberikan jasa-jasa/pekerjaan tertentu kepada pihak luar perusahaan (outsourcing) sehingga dapat mengurangi jumlah karyawan, perangkapan jabatan dengan multi pekerjaan, memperpanjang pembayaran hutang dagang kepada supplier, mempercepat pencairan piutang dagang dengan potongan tunai dari pelanggan, memperlambat pengeluaran uang untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan mesin/aktiva tetap, dan lain sebagainya.

Selain Cost Reduction Program (Program Pengurangan Harga Pokok) dan Cash Flow Management (Manajemen Arus Kas), ada alternatif yang lebih bersifat kreatif dengan melakukan program inovasi (Innovation Program) dalam segala hal yang mungkin memerlukan tambahan investasi untuk meningkatkan daya saing dan omset penjualan per bulan hingga akhir tahun ini.

Program Inovasi ini sebaiknya dijalankan oleh semua tim dalam organisasi yang terkait dengan meningkatkan omzet bulanan dan dapat meningkatkan daya saing. Semua tim terkait dalam perusahaan perlu mempunyai keinginan untuk berinovasi (Innovation Mind-set) sehingga mempermudah proses penyusunan strategi dan implementasi program inovasi dalam operasional harian. Innovation mind-set ini dapat bersumber dari luar yang dimodifikasi dan diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan internal perusahaan, dapat dinamakan “outside-in innovation”.

Bagi perusahaan yang sudah memiliki dan menjalankan program inovasi, maka tim inovasi umumnya yang aktif mengajukan usulan yang kreatif untuk melakukan inovasi dalam segala hal, tindakan inovasi yang berasal dari pihak internal yang dikombinasikan dengan ide-ide terbaru/terkini dari luar ini disebut “inside-in innovation”.

Program Inovasi digambarkan seperti semut-semut yang bergotong-royong untuk membawa makanan yang ukurannya melebihi badan semutnya sendiri. Semangat gotong-royong inilah yang dapat membantu pengusaha dalam mempertahankan bisnis BaReCa hingga tahun depan dapat dijabarkan dalam gambar dibawah ini.

1.Business Model

Banyak Produsen/Pabrikan bahan baku baik tepung terigu, food ingredients, maupun bahan kemasan yang mengevaluasi strategi bisnis jangka pendek hanya tahun ini dan tahun depan, karena menghadapi tekanan kenaikan harga pokok penjualan dan situasi politik (PEMILU) tahun depan. Dengan adanya jumlah pabrik terigu yang terus bertambah dari tahun ke tahun hingga sekarang mencapai 24 pabrik dan masih akan bertambah lagi hingga 2 tahun kedepan, maka tendensi penurunan harga terigu yang merupakan mayoritas beban harga pokok produksi produk Bakery yang sangat besar, akan memberikan persaingan harga yang luar biasa di tahun ini dan tahun depan.

Pengusaha bisnis BaReCa yang menjadi pelanggan pabrik terigu ini akan mempunyai daya tawar (bargaining power) yang tinggi dengan pabrik terigu, yang akhirnya akan mendapatkan harga beli terigu yang kompetitif dari beberapa pabrik terigu yang bersaing ini. Ada pabrik terigu yang akan menggunakan jurus “Price War” (Perang Harga), dan ada yang mempertahankan Harga Jualnya dengan memberikan extra service yang inovatif (Service Quality) kepada pelanggan utamanya agar tidak berpindah kepada pabrik terigu lainnya.

Baik Price War maupun Service Quality, pengusaha terigu/food ingredients/bahan penunjang akan mengevaluasi Konsep/Model Bisnis nya dengan dimulai Strategi Penjualan & Pemasaran yang menjadi ujung tombak dunia bisnis BaReCa.

2.Market Survey & Market Intelligence
Sesuai dengan strategi perang Tiongkok 2.000 tahun lalu : “Know your enemies and know your self, you will not imperiled in a hundred battles.” (Art of War by Sun Tzi), dengan terjemahannya: “Ketahuilah Musuh dan Diri Sendiri, maka kamu tidak akan merasakan kesulitan dalam memenangkan 100 pertempuran.”

Situasi kenaikan harga yang pasti terjadi pada tahun ini ditambah dengan masuknya pengusaha baru di bisnis BaReCa baik lokal maupun internasional, maka para Produsen / Pabrik bahan baku (terigu / food ingredients / bahan penunjang) & Pengusaha Bisnis BaReCa perlu memahami strategi penjualan dan pemasaran bukan hanya yang dilakukan kompetitor, tapi juga memahami efektifitas dari strategi sendiri (seperti strategi perang “Art of War” di atas).

Dengan semakin banyaknya konsep/bisnis model BaReCa yang inovatif bermunculan di Jakarta, maka menstimulasi Jawara Penjualan & Pemasaran di kalangan Produsen Bahan Baku untuk lebih banyak terjun ke lapangan dan memonitor perkembangan inovasi produk dan tren inovasi model bisnis yang bersifat international life-style (gaya hidup internasional).

Market Survey & Market Intelligence (Survey Pasar dengan menyeluruh) merupakan langkah utama yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan konsep/bisnis model dengan kondisi kenaikan harga tahun ini dan kompetitif yang luar biasa. Survey Pasar yang menyeluruh ini akan memberikan gambaran terkini Strategi Penjualan & Pemasaran baik di level Produsen (Pengusaha/Pelaku bisnis bahan baku/food ingredients/bahan penunjang) maupun Pemakai/Konsumen.

Hal-hal yang akan disurvey ini harus disesuaikan dengan Strategi Penjualan/Pemasaran Jangka Panjang dan selaras dengan Harapan Pemegang Saham/Pemilik Usaha, yang dapat meliputi: Respon pelanggan/konsumen terhadap Produk dan Jasa Pelayanan Pemasaran, Korelasi kualitas produk dengan

Harga Jual Produk, Efektifitas Waktu Pengiriman Barang dengan Efisiensi Proses Produksi, Usulan Kenaikan Harga Jual Produk dengan Jasa yang diberikan selama ini kepada pelanggan/konsumen, Usulan (Feedback) dari pelanggan/konsumen terhadap inovasi produk yang akan datang, persentase kenaikan harga jual, tipe pelayanan yang diharapkan setelah membandingkan jenis pelayanan yang telah dilakukan oleh produsen/supplier lainnya, dan lain sebagainya.

Kegiatan survey pasar yang menyeluruh ini dapat dilakukan oleh Tim Khusus yang dilakukan oleh internal Departemen Pemasaran atau dapat diserahkan (outsourcing) kepada konsultan bisnis BaReCa yang berpengalaman, sehingga tingkat deviasi / penyimpangan akurasi data yang diperoleh di lapangan lebih bersifat netral dan dapat dipertanggungjawabkan untuk keperluan pengambilan keputusan top manajemen perusahaan / pemilik usaha.

Hasil kegiatan Market Survey & Market Intelligence ini dapat dilakukan sekali dalam setahun atau dua kali setahun dengan keinginan dan harapan yang berbeda-beda tapi satu tujuan, “Bertahan dengan Untung” hingga akhir tahun depan. (CA)

Calvin Andersen adalah Profesional yang bekerja di perusahaan pangan besar di Indonesia dan dapat dihubungi melalui contact@bakerymagazine.com. Untuk mendalami pengetahuan mengenai bakery business strategy dapat mengikuti kelas di Baking & Chef Center yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2013 ini. Pendaftaran bisa ke contact@bccindonesia.com.

Comments { 0 }

Perlombaan di FHI 2013

The 9th Indonesian Salon Culinaire
Salon Culinaire merupakan salah satu rangkaian acara yang digelar saat pameran Food and Hotel Indonesia 2013 pada April 2013 lalu dan mendapat sambutan antusias. Diorganisir oleh Association of Culinary Professional (ACP) bekerja sama dengan PT. Pamerindo Indonesia, Indonesian Salon Culinaire kesembilan ini melibatkan 615 chef, yang beradu keterampilan dalam empat kategori yang diperlombakan.

“Ada empat kategori dalam Indonesian Salon Culinaire tahun ini, yaitu Pastry Display & Live, Artistic Display & Practical, Plated Food Display, dan Practical Cooking. Dari empat kategori tersebut terdapat 25 kelas perlombaan. Di tahun ini kami juga mengedepankan masakan Indonesia dalam beberapa kelas, seperti Nusantara Lesehan, Indonesian Rijstaffel, Potato Challenge Indonesian Flavor, Indonesian Seafood Challenge, Indonesian Family Hot Cooking and Dessert Plated Indonesian Flavor,” ungkap Vindex Tengker, President Association of Culinary Professional.

Vindex juga menambahkan kelas-kelas yang diperlombakan Ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Peserta yang ikut bertanding juga jauh lebih banyak. “Utusan dari Korea Selatan, Malaysia, dan Singapore juga ikut meramaikan Salon Culinaire tahun ini. Selain itu, kami juga sangat senang banyak sekali Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) yang ikut berpartisipasi,” Vindex menambahkan.

Sebagai anggota World Association of Chef Societies (WACS), ACP mendatangkan sejumlah Chef berpengalaman bersertifikat WACS untuk menjadi juri dalam kompetisi tersebut. “Juri-juri yang menilai semua kelas pertandingan pada Salon Culinaire ini adalah Professional Chef yang bersertifikat WACS dan memang telah mendapatkan penghargaan di bidang tertentu, yang artinya memang terkenal piawai di bidangnya,” ungkap Vindex.
Salah satu Professional Chef yang ikut menjadi juri kompetisi Salon Culinaire kemarin adalah Pastry Master Chef Jean-François Arnaud (JFA) yang bergelar M.O.F Meilleur Ouvrier de France) di bidang pastry. “Saya menjadi salah satu juri kompetisi di bidang pastry bersama beberapa Chef lainnya. Ada beberapa poin penting yang menjadi kriteria penilaian kami, seperti timing dan presentasi, yang memang menjadi poin penting dalam setiap kompetisi semacam ini,” ujar Master Chef Jean-François Arnaud, M.O.F.

Dari ke-25 kelas yang diperlombakan, hanya beberapa yang berhasil memperoleh medali emas. Diantaranya, Mandarin Oriental Jakarta, Grand Aston Yogyakarta, Jakarta Culinary Center, dan Amuz Gourmet Restaurant untuk kelas Pasta Culinary Junior Challenge. Selain itu, St. Regis Bali juga mendapatkan medali emas di kelas Bocuse D’Or Asia 2014, Indonesia Selection, dan Ritz Carlton Pacific Place di kelas Platted Dessert Live.

Indonesia Barista Competition 2013 (IBC): Gelar Grand Final pada FHI 2013
Setelah menggelar babak eliminasi yang diselenggarakan di 5 kota antara lain Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta, grand final kompetisi Indonesia Barista Competition (IBC) diadakan bertepatan dengan pameran FHI 2013. Tigapuluh orang finalis menunjukkan kebolehannya meracik kopi, mulai dari espresso, cappucino, dan signature beverage.

Ajang kompetisi bertaraf nasional ini, juga menghadirkan 3 orang juri yang terdiri dari juri kepala, juri technical, dan juri sensory. Dalam perlombaan ini, peserta diberi waktu 45 menit, dengan pembagian waktu 15 menit untuk persiapan, 15 menit menyelesaikan tantangan, dan 15 menit terakhir digunakan untuk membereskan kembali peralatan.

Di IBC 2013 ini, Doddy Samsura kembali memenangkan penghargaan sebagai Juara Pertama disusul oleh Aji Darius dari Roswell Coffee sebagai Juara kedua dan Intan Kumala Sari dari Caswell’s Coffee peraih gelar Juara Ketiga. Sebagai juara pertama, Doddy harus bersiap untuk mengikuti kejuaraan barista tingkat dunia, World Barista Championship (WBC) pada bulan Mei nanti di Melbourne, Australia. Doddy menuturkan telah mendapat banyak pelajaran dari perlombaan di Asia Pasifik lalu yang memacu dirinya untuk terus menambah pengetahuan mengenai kopi. Ia juga mengaku akan menambah waktu latihannya meracik kopi untuk mempersembahkan kopi terbaik untuk para juri.
Veronica Herlina selaku ketua panitia IBC mengaku barista saat ini semakin menjadi pilihan profesi di Indonesia. Melalui IBC, wanita berkacamata ini berharap dapat mencetak barista-barista muda berbakat yang dapat membawa harum nama Indonesia ke kancah dunia.

Written by Marisa Aryani dan Ahmad Fajar
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }

Peluncuran Wall’s Buavita Smoothiez : Berikan Keceriaan dengan Paduan Susu dan Potongan Buah Segar

Resmi diluncurkan 4 April 2013 lalu, Wall’s Buavita Smoothiez hadir untuk pertama kalinya di Asia. Es krim ini merupakan perpaduan antara susu dan potongan buah berlimpah dalam bentuk stik. Tersedia dalam dua sensasi rasa baru yaitu pisang dan strawberry. “Tuntutan aktivitas pekerjaan sehari-hari ditambah dengan tantangan masyarakat ibukota seperti kemacetan dapat menimbulkan kepenatan. Mengkonsumsi Wall’s Buavita Smoothiez merupakan salah satu cara  untuk mengembalikan lagi kesegaran mereka,” ujar Oky Andries, selaku Brand Manager Wall’s Buavita.

“Hal tersebut tentu sesuai dengan misi dari Wall’s Buavita Smoothiez untuk menghadirkan keceriaan di tengah masyarakat Indonesia. Peluncurannya pun ditampilkan dengan berbagai cara menarik dan diisi oleh mereka yang membawa semangat positif bagi orang lain,” tambahnya. Peluncuran Wall’s Buavita Smoothiez dimulai dengan acara “Exclusive Media Tasting” berkonsep pool party bersama Kemal Pahlevi, Ary Kirana, Bayu oktara dan Steny Agustaf sebagai MC.

Selain media tasting, Wall’s Buavita Smoothiez juga akan melakukan aktivitas di 50 titik perkantoran di Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk membagikan keceriaan bersama surprise guest stars yang akan menghibur masyarakat di pagi hari dengan berbagai games seru. “Melihat kesuksesan varian Wall’s Buavita sebelumnya, kami berharap Wall’s Buavita Smoothiez dapat memberikan keceriaan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan mengembalikan mood guna menghadapi tantangan setiap harinya,” tutup Oky.

Written and photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Exhibitor FHI 2013 Vendors, Principal and Customers’ Meeting Point

Berlangsung selama 4 hari pada tanggal 10 sampai 13 April 2013 lalu, PT. Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara sukses mengadakan pameran bertaraf internasional di bidang makanan, minuman, dan perhotelan. Lebih dari 1.400 peserta pameran yang tersebar di 3 Hall seluas 22.509 meter persegi ini meramaikan perhelatan akbar yang diadakan di Jakarta Intenational Expo Kemayoran. Berikut adalah beberapa perusahaan besar yang ikut menampilkan berbagai produk, mulai dari perusahaan ingredient hingga equipments:

PT. Ometraco Arya Samatha
Telah hadir di Indonesia selama lebih dari 30 tahun, kiprah PT. Ometraco Arya Samanta sebagai perusahaan penyedia peralatan dan mesin-mesin bakery equipment memang tidak perlu diragukan lagi. Ikut serta meramaikan pameran FHI 2013 di JIExpo Kemayoran pada pertengahan April lalu, PT. Ometraco Arya Samanta hadir untuk menyapa pelanggan dan calon pelanggannya. “FHI merupakan ajang silaturrahmi antara kami dengan para pelanggan setia, maupun calon pelanggan. Saat ini kami ingin menjaring pasar hotel dan restoran untuk produk-produk kami, yang memang sudah dikenal lebih dahulu untuk segmen bakery,” jelas Bunadi Handjojo, Executive Manager Head of Food Processing Division PT. Ometraco Arya Samanta.

Bunadi menjelaskan produk-produk Ometraco memang sudah teruji kualitasnya.“Hengel misalnya, yang merupakan salah satu alat pendingin unggulan kami. Produk asal Perancis ini mempunyai kelebihan dibandingkan pendingin merek lain. Salah satunya materi penyusunnya,” ungkap Bunadi. Denis Bigot, President Hengel yang hadir di stand Ometraco pada FHI 2013, menambahkan bahwa Hengel mengusung teknologi terkini dalam mesin deep-freezing, cold storage, dan mesin provingnya. “Produk Hengel didesain khusus untuk pemakaian yang lama. Produk Hengel mempunyai humidity dan temperature control yang lebih akurat. Selain itu produk Hengel lebih efisien dalam konsumsi energi dan waktu tanpa mengorbankan kualitas produk yang dihasilkan,” ungkap Denis.

Denis mengaku, ini adalah tahun pertama bagi Hengel ikut pameran FHI, dan respon yang diterima Hengel cukup tinggi. Denis berharap dengan ikut berpartisipasi dalam pameran yang diadakan oleh Pamerindo Indonesia ini, Ia dapat mengetahui bisnis bakery di Indonesia. “Saya ingin tahu tentang bisnis bakery di Indonesia, tipe-tipe roti yang dibuat, sehingga Hengel kedepannya dapat menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan bakery di Indonesia.Saya ingin menunjukkan kepada baker di Indonesia bahwa produk Hengel bisa membawa sesuatu hal yang baru di pasar bakery Indonesia,” ungkap Denis.

PT. Gandum Mas Kencana
Mempunyai tema yang kuat dalam sebuah pameran memang trik jitu untuk menarik kehadiran pengunjung. Itu pula yang dilakukan oleh PT. Gandum Mas Kencana (GMK) di FHI 2013 lalu dengan mengangkat tema ‘Treasure’. Iman Setia selaku Marketing Communications Manager PT. Gandum Mas Kencana mengaku konsep tematik ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk datang dan melihat stand dari GMK. “Tema tersebut artinya kami ingin menempatkan produk-produk yang diditribusikan oleh GMK sebagai harta karun bagi para pebisnis HoReCa guna memajukan usaha mereka,” tegasnya.

Diakui Iman, ikut menjadi peserta dalam pameran dapat menjadi wadah mempromosikan brand-brand andalan GMK, seperti Haan, Bendico, dan Colatta. “Kami ingin terus memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan GMK dimana ketika mereka sudah mengenal kualitas produk GMK tentu akan berpengaruh pada meningkatkan demand atau permintaan. Keterkaitan itulah yang akan selalu kami jaga,” ungkap Iman.

PT. Nirwana Lestari
Ada banyak cara untuk dapat mengembangkan usaha terutama dalam sisi branding. Hal itu juga yang melatarbelakangi PT. Nirwana Lestari ikut serta dalam pameran FHI. Selain sebagai distributor TULIP Chocolate, PT. Nirwana Lestari juga mendistribusikan berbagai produk dengan merek kuat lainnya, seperti Ceres, Guylian, Hershey’s, Heinz, Wrigley, Blue Elephant, Tabasco, Agnesi Pasta, dan masih banyak lagi. Inilah yang ingin ditekankan oleh Juni Silalahi, Product Manager PT. Nirwana Lestari untuk mengokohkan kehadiran Nirwana Lestari di dunia HoReCa.

Diakui Juni, butuh persiapan yang matang untuk dapat tampil prima di pameran bergengsi sekelas FHI. “Ini waktunya kami menjaring pelanggan dengan intensif guna diprospek lebih jauh karena pengunjung yang datang ke sini rata-rata adalah mereka yang berkecimpung di dunia HoReCa sehingga lebih terarah,” jelasnya. Untuk lebih memasarkan lagi produknya, berbagai demo dengan Chef-Chef berkualitas primapun disuguhkan mulai dari baking & pastry demo hingga cooking demo dengan ciri khas dari produknya masing-masing.

PT. Lumbung Nasional Flour Mill
Semua perusahaan yang mengikuti pameran FHI tentu memiliki tujuan utama untuk memperkenalkan atau menjaga eksistensi produk, tak terkecuali PT. Lumbung Nasional Flour Mill. “Intinya kami ingin memasarkan produk Lumbung lebih jauh ke masyarakat,” ujar Sherly Tegu Saerang, selaku Direktur Penjualan dan Pemasaran Lumbung. Nama-nama tenar seperti Ucu Sawitri, Antonio T. Siberani, dan Chendawaty (LPK Ny. Liem), hadir mengisi baking demo. Nama-nama tersebut dianggap dapat mewakili citra Lumbung sebagai tepung terigu dengan kualitas menengah ke atas.

“Guest Chef kami hadir untuk mengaplikasikan aneka jenis tepung terigu Lumbung, mulai dari Agate, Zircon, Jade, dan lain sebagainya. Yang lebih ditekankan di pameran ini adalah aplikasi dari terigu Agate yang bukan hanya untuk pembuatan roti tetapi juga unggul untuk membuat mie,” tutur Sherly. Walaupun memiliki terigu Cemara yang memang diperuntukkan untuk membuat mie, namun terigu Agate lebih menghasilkan mie dengan tekstur kenyal dan berkualitas lebih premium. “Pameran ini sekaligus menjadi ajang berbagi ide agar pengunjung makin mengenal produk Lumbung beserta kegunaannya,” ujar Sherly.

PT. Dairyfood Internusa
Di sebagian negara-negara di dunia, keju merupakan salah satu komoditi utama yang penting terutama di industri kuliner. Hal ini juga diyakini oleh PT. Dairygold Indonesia sebagai produsen keju merek Cheesy dan PT. Dairyfood Internusa sebagai distributor. Carolina ER, Assistant Product Manager PT. Dairygold Indonesia menyebutkan keunggulan Cheesy dibanding dengan keju lain dapat dilihat dari segi bahan baku.

“Pecinta keju tentunya dapat mengerti rasa keju yang asli seperti apa. Cheesy benar-benar terbuat dari bahan-bahan natural tanpa campuran bahan lain seperti tepung yang akan mempengaruhi tekstur dari keju,” jelasnya. Adapun produk yang menjadi fokus adalah Cheesy Easy Melt yang masih terbilang baru dengan sensasi meleleh saat dimasak atau dipanggang. “Kecenderungan pasar saat ini lebih mengarah pada produk dengan harga yang terjagkau namun tetap berkualitas. Untuk memenuhi keinginan pasar tersebut, kami mempunyai Cheesy Delicious Filled Cheese yang cocok digunakan untuk filling dan topping roti,” ujar Charolina.

Tak hanya Cheesy, PT. Dairyfood juga memiliki berbagai brand lain yang ditonjolkan, meliputi Cerestar, Corman, dan lain sebagainya. “Menjaga eksistensi sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan salah satunya ikut pameran. Bagi saya FHI bukan hanya sekedar pameran, tetapi dapat digunakan sebagai tempat meeting point untuk kami, selaku distributor dengan pelanggan maupun calon pelanggan dari berbagai penjuru,” jelas Erman Permadi, Product Manager PT. Dairyfood Internusa.

PT. Sinar Meadow International Indonesia
Tampil dengan tema ‘Cheery Blossom’, PT. Sinar Meadow International Indonesia (SMII) menampilkan aplikasi bentuk roti dan cake yang menyerupai bunga sakura yang dikombinasikan dengan aneka filling dan topping. Di FHI kali ini, SMII menghadirkan 3 Guest Chef antara lain Lanny Soechan (San Merio dan BCC Kelapa Gading), Ucu Sawitri, dan Chendawati (LPK Ny Liem) yang mendemokan beberapa produk unggulan SMII.

Eva Argita, selaku Marketing Manager SMII menyatakan, “Ketiga Guest Chef tersebut membagikan resep-resep dengan menggunakan produk-produk andalan kami, seperti Gold Bullion Grand Butter, Gold Bullion Frymasta, dan Mothers Choice Margarin Serbaguna. “Tahun ini kami lebih memfokuskan produk Gold Bullion Grand Butter yang merupakan campuran antara butter dan margarin dengan aroma butter yang khas,” ujar Eva. Diakuinya juga kesempatan pameran seperti FHI ini benar-benar dimanfaatkan untuk mencari pelanggan baru terutama di bidang Hotel, Resto, dan Kafe. “Harapannya melalui pameran FHI ini, produk-produk SMII tak hanya dikenal luas oleh kalangan pelaku usaha bakery, tetapi juga dapat memperluas jaringan hingga ke HoReCa,” tutup Eva.

PT. Prambanan Kencana
Walaupun telah memiliki nama besar, PT. Prambanan Kencana tak henti untuk terus memperkenalkan produknya dengan berpartisipasi pada pameran FHI. “Prambanan Kencana tidak pernah absen terlibat dalam FHI karena pameran ini sangat sesuai dengan target market dari Prambanan Kencana yaitu HoReCa. Pameran ini juga digunakan oleh kami dalam mempromosikan produk-produk berkualitas kami untuk pasar yang potensial,” ujar Ardi Nugroho, General Manager Operation PT. Prambanan Kencana.

Tahun ini ada 16 merek prinsipal usungan dari Prambanan Kencana yang ditampilkan seperti Ireks, Borges, Jansen, FondX, Yu Ai, Engel, Fabbri, Koji Cheese, Carma, Mariani, termasuk Colatta dan lain sebagainya. Dengan menghadirkan produk para prinsipal dari negara asalnya, pengunjung dapat berinteraksi dan mendapatkan informasi yang akurat langsung dari penyalur utama produk-produk tersebut. Lewat pameran ini pula PT. Prambanan Kencana ingin mengedukasi pasar di Indonesia dengan menghadirkan produk-produk berkualitas terbaik yang tentunya akan berdampak baik bagi pertumbuhan bisnis pelanggan setia.

PT. Kharisma Multi Usaha
PT. Kharisma Multi Usaha yang mendistribusikan premix dari perusahaan CSM International dengan merek-merek seperti Ulmer Spatz, Marguerite, Meister Marken, Westco. Selain itu Kharisma Multiusaha juga mendistribusikan produk pastry dan es krim merek A la Dreidoppel. “Kharisma selalu mendistribusikan brand untuk kelas premium. Mereka yang tahu akan arti sebuah kualitas mengerti benar brand kami yang bersegmen menengah ke atas,” ungkap FX. Judy Leonard, Director PT. Kharisma Multiusaha. Sebagai produk baru dalama jajaran portofolio Kharisma maka diperkenalkanlah pada FHI 2013 lalu produk Westco yang merupakan premix jadi untuk membuat Brownies, Macaron, Red Velvet, dan lain sebagainya. “Walaupun banyak orang yang kurang menghargai pentingnya premix, namun mereka yang mengerti akan tahu Westco bukanlah sekedar premix biasa-biasa saja,” jelas Judy.

Selain bertemu dengan para pemain HoReCa, pameran FHI ini juga mempertemukan Kharisma dengan distributor dari mancanegara yang menawarkan produknya. “Kami tetap harus selektif dalam memilih produk agar kualitas tetap terjaga, karena itulah yang menjadi pegangan utama kami,” tegas Judy. Disinggung mengenai FHI 2013, Judy mengaku merasa cocok dengan pameran ini. “FHI memiliki level target yang sama dengan tujuan Kharisma, baik dalam hal kualitas sehingga penjualan produk kami lebih tepat ke sasaran,” pungkasnya.

PT. Sukanda Djaya
Salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung FHI 2013 adalah stand milik PT. Sukanda Djaya. Bukan hanya karena cooking demonya, tetapi juga besarnya booth yang megah. Terlihat di sini persiapan yang dilakukan oleh distributor bahan baku ini benar-benar matang. “Booth kami terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk memajang produk Sukanda sedangkan lantai atas untuk meeting para principal, klien, ataupun pengunjung,” ujar E.Rianti Setiawan, Product Category Manager PT. Sukanda Djaya.

Rasanya wajar saja Sukanda Djaya membangun booth yang besar dan unik dengan model jembatan penghubung mengingat lebih dari 3.000 produk dari 53 brand milik Sukanda Djaya dipamerkan di sini. “FHI merupakan ajang pameran makanan yang paling besar di Indonesia jadi kami tidak ingin ketinggalan dalam keterlibatan di FHI,” ujar Rianti. Produk Sukanda Djaya yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, antara lain Elle & Vire, Diamond, Yoplait, Roselle, Vergnano, dan lain-lain. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan eksistensi Sukanda sebagai pemain distributor bahan baku serta mempertontonkan baking demo sehingga pengunjung dapat langsung melihat dan mencicipi hasil jadi dari produk Sukanda.

PT. Austasia Food
PT. Austasia Food merupakan distributor untuk brand Greenfields. Terkenal akan produk susunya mulai dari pasteurisasi hingga UHT, Greenfields pun terus berinovasi menciptakan produk turunan dairy. “Banyak yang belum tahu Greenfields juga punya produk lain seperti keju dan whipping cream,” ujar Marni Yurita, Food Service Manager PT. Austasia Food. Dengan kata lain, kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh Greenfield untuk lebih memplokamirkan lagi produk turunan susu lainnya.

“Produk terbaru kami yaitu keju Bocconcini yang merupakan bentuk lain dari keju Mozzarella,” ujar Marni. Berciri khas kulit permukaan berwarna putih, halus dan mempunyai tekstur berserat, Bocconcini sangat cocok sebagai aplikasi hidangan Italia seperti pizza dan pasta, lasagna, dan salad. Untuk lebih memasyarakatkan lagi Bocconcini, booth Greenfields pun mengadakan cooking demo yang dipandu langsung oleh Fahmi Widarte, Corporate Chef PT Austasia Food.

PT. Pandurasa Kharisma
Pandurasa Kharisma tidak mau ketinggalan menampilkan berbagai produk unggulannya di FHI 2013. Distributor untuk sirup merek DaVinci ini, memiliki total varian produk lebih dari 500 item. Brand sirup premium ini banyak digunakan di beberapa kafe terkemuka dengan lebih dari 60 varian rasa. Brand premium lainnya yang dimiliki oleh Pandurasa Kharisma adalah Lindt Chocolate, Dougo, Rozzella, Cavalier, Murray, Arla, Boncafe, dan lain sebagainya.

“Kami tidak menonjolkan salah satu brand dalam pameran ini tetapi lebih ingin memperkenalkan setiap produk yang kami miliki. Oleh karena itu, kami berikan sample untuk setiap produk agar pengunjung dapat merasakan langsung produk-produk unggulan Pandurasa Kharisma,” ujar Ernie Kurnia, Marketing Pandurasa Kharisma. Menurut Ernie, respon pengunjung terhadap booth Pandurasa di FHI 2013 sangat baik. “Mereka terlihat antusias, bisa dilihat sendiri booth kami ramai dikunjungi mereka yang sedang berburu produk-produk berkualitas. Harapan saya mereka dapat mengetahui keunggulan kualitas produk yang ditawarkan kami yang akan berdampak pada meningkatnya penjualan,” tutup Ernie.

PT. Fonterra Brands Indonesia
Ikut ambil bagian di pameran FHI 2013, Fonterra Brands Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produsen dairy products terbesar di Indonesia. “Salah satu tujuan Fonterra Brands Indonesia mengikuti ajang ini adalah memang untuk menunjukkan eksistenti Fonterra di Indonesia sebagai global company dan salah satu usaha untuk mendukung pelaku bisnis bakery-resto-cafe di Indonesia,” jelas Denny Herdian selaku National Trade Marketing Manager PT. Fonterra Brands Indonesia.
Denny juga menambahkan, FHI merupakan ajang yang tepat untuk memperluas jaringan Fonterra, dilihat dari survey yang dilakukan oleh Pamerindo mengenai jumlah peserta dan pengunjung pameran yang selalu meningkat setiap tahunnya.

Menurut Denny, respon pengunjung terhadap stand Fonterra sangat baik. “Banyak sekali pengunjung yang datang ke booth kami. Kami juga melihat banyak sekali potential customer baru yang cukup antusias terdapap produk Anchor seperti Cream dan Butter Cream,” ungkap Denny. Yus Andriana, Advisory Chef Pastry PT. Fonterra Brands Indonesia menambahkan pameran FHI ini merupakan ajang silaturrahmi Fonterra dengan pelanggannya. “Semacam reuni, kami bertemu dengan pelanggan-pelanggan lama kami, dan tentunya juga pelanggan-pelanggan baru. Selain tujuannya untuk meluncurkan produk-produk baru, kami juga ingin memberikan inovasi-inovasi kepada pelanggan, salah satu melalui demo oleh Chef Jean-François Arnaud, M.O.F,” jelas Yus.

PT. Mulia Boga Raya
Mewadahi merek dagang PROCHIZ, PT. Mulia Boga Raya memang sangat fokus dengan kualitas produk dan kepuasan pelanggannya. Persaingan ketat di pasar keju di Indonesia membuat PT. Mulia Boga Raya untuk tetap berinovasi dan berkreasi menciptakan keju yang sehat, halal, aman dikonsumsi, serta bermutu tingi. Untuk semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produsen keju di Indonesia, PT. Mulia Boga Raya ikut serta dalam meramaikan perhelatan akbar pameran Food and Hotel Indonesia 2013 yang diadakan pertengahan april lalu.

“Persaingan keju di Indonesia semakin ketat. Artinya negara kita semakin maju. Padahal keju lebih identik dengan negara-negara Eropa atau Amerika. Ini membuktikan bahwa masyarakat kita sudah terbiasa dengan keju. Ini kali pertama kami ikut FHI. Sejauh ini, respon yang kami terima cukup baik. Itu artinya, PROCHIZ memang cukup familiar di tengah masyarakat,” ungkap Inong Fatimah, Product Manager PT. Mulia Boga Raya. Menurut Inong, pertumbuhan bakery dan industri makanan yang semakin besar di Indonesia tentunya berpengaruh terhadap penjualan produk-produk PROCHIZ. “Kami selalu memberikan kualitas terbaik dengan harga yang ekonomis kepada pelanggan. Tidak hanya untuk rumah tangga, produk PROCHIZ untuk bakery pun terbilang sangat praktis dan ekonomis,” sambung Inong.

Pada pameran FHI kemarin, PT. Mulia Boga Raya mengedepankan beberapa produk baru PROCHIZ yang memang baru saja diluncurkan, selain PROCHIZ Block dan Mayo, yaitu PROCHIZ Slice dan Spreadable. “Setiap produk PROCHIZ mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu. PROCHIZ Slice selain harganya yang sangat terjangkau, produk ini tahan pada suhu ruangan. Ini memudahkan pelaku usaha bakery dan industri baru yang tidak mempunyai chiller. Kalau PROCHIZ Spreadable sangat cocok digunakan untuk pengganti cream cheese yang harganya cenderung mahal. Rasanya yang kuat bisa diaplikasikan untuk sebagai isian bolu gulung. Produk ini cocok digunakan untuk segment bakery atau home industry dengan budget yang tidak terlalu besar,” ungkap Inong.

Royal Family Food Co., LTD (Taiwan)
Industri makanan dan minuman asal Taiwan memang patut diperhitungkan. Sekarang mudah sekali menjumpai makanan dan minuman kemasan asal Taiwan di supermarket-supermarket atau department store di Indonesia. Harga yang cukup terjangkau, kemasan yang menarik, dan bentuk yang unik, menjadi daya tarik tersendiri bagi produk-produk asal negara yang dijuluki Naga Kecil Asia ini. “Kami ingin memperluas pasar produk-produk Royal Family Food CO., LTD. Kami juga ingin produk-produk kami diketahui oleh banyak orang, tidak hanya di Taiwan tetapi juga di seluruh dunia. Kami berfikir pasar Indonesia cukup potensial untuk market produk-produk kami.Itu lah alasan mengapa ikut berpartisipasi dalam pameran ini,” ungkap Alvin Huang, Executive Assistant Royal Family Food CO., LTD.

Berkomitmen untuk menciptakan produk yang inovatif, layanan yang prima, serta kualitas yang tinggi, Royal Family Food CO., LTD. telah mendistribusikan produk-produknya, seperti Mochi, Jelly, Mochi, Cake, Egg Roll, Rice Cake, dan Choco Pie, ke banyak negara di dunia. “Kami telah bekerja sama dengan PT.Kartikawira Adisuksesuntuk pendistribusian produk kami di Indonesia.Penerimaan masyarakat Indonesia terhadap produk kami cukup baik, terutama mochi.Walaupun di Indonesia orang juga membuat mochi, tapi kami yakin bahwa mochi kami mempunyai keunggulan-keunggulan tersendiri,” ujar Alvin.

Alvin menambahkan, mochi asal Taiwan berbeda dengan mochi Jepang maupun Indonesia. Mochi yang diproduksi Royal Family Food CO., LTD.sangat cocok untuk dinikmati oleh segara kalangan usia karena lebih banyak variasi rasa dan fillingnya. “Kami terus berinovasi dengan varian mochi yang kami buat. Kami punya banyak sekali varian mochi, seperti Mochi Red Bean, Mochi Peanut, Mochi Sesame, dan fruit mochi seperti Mochi Strawberry, Mochi Blueberry, Mochi Mangga dan masih banyak lagi. Salah satu kelebihan mochi kami adalah shelf-lifenya yang lebih lama, bisa sampai 9 bulan,” ujar Alvin. Ia juga menambahkan bahwa semua produk Royal Family Food CO., LTD. sudah mendapat sertifikasi halal dari Asosiasi Muslim China, Taiwan, sehingga aman untuk dikonsumsi.

PT. Korin Hub (Korea)
Ekspansi budaya Korea di Indonesia ternyata tidak hanya melalui K-POP dan K-Drama, tetapi juga industri makanan dan minuman. PT. Korean Hub pemegang merek dagang Binggrae Korean Ice Cream melihat Indonesia sebagai salah satu pasar potensial di Asia Tenggara.“Binggrae telah didistribusikan sejak tahun 2008 di Indonesia melalui supermarket dan convenient store. Ice cream kami mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat Indonesia,” ugkap Jung Taek Jin, President PT. Korin Hub. Menurutnya, dunia hiburan Korea yang sekarang ini sedang berkembang di Indonesia menjadi salah satu pendongkrak penjualan Binggrae di Indonesia.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk Binggrae ke lebih banyak orang. Kami percaya produk kami mempunyai keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan ice cream lokal. Produk Binggrae lebih kaya susu. Ukurannya lebih besar dan jenisnya pun lebih banyak,” tambah Jung Taek Jin. Saat ini produk Binggrae yang paling banyak disukai di Indonesia adalah Bungu Samanko dan Melona. Bungu Samanko adalah ice cream unik berbentuk ikan yang dibalut dengan biscuit empuk. Sedangkan Melona adalah ice loli berteksture lembut dengan rasa melon asli.

PT. Pangan Lestari
Sebagai salah satu distributor makanan terkemuka di Indonesia, PT. Pangan Lestari memang terbilang selektif memilih produk-produk yang akan didistribusikannya di Indonesia. Mengkhususkan diri dalam dry dan frozen food, PT. Pangan Lestari telah bermitra dengan perusahaan besar yang tidak hanya berasal dari Asia, tetapi juga dari Amerika Serikat dan Eropa. “Kami membawa produk-produk berkualitas terbaik yang memiliki sertifikasi dan reputasi yang baik di negara mereka. Salah satu produk yang kami tonjolkan di pameran FHI ini adalah Ravifruit,” ungkap Tjahjono Haryono, President Director PT. Pangan Lestari.

“Selain menawarkan fruit puree, frozen fruit, fruit coulis, Ravifruit juga menawarkan inovasi dan layanan kepada pelanggan. Ravifruit terus berinovasi untuk memberikan inspirasi kepada pelanggannya, yang aplikasinya akan didemokan langsung oleh Chef David Wesmael, M.O.F,” terang Tjahyono. Chef David Wesmael, M.O.F merupakan Pastry Chef yang mendapatkan gelar M.O.F di bidang es krim, sorbet, dan gelato, yang juga telah memenangkan medali emas pada World Pastry Championship di Phoenix, Arizona pada tahun 2006.

“Produk Ravifruit digunakan di ajang bergengsi World Pastry Cup dan beberapa kejuaraan pastry lainnya di dunia. Dengan mendatangkan Chef David Wesmael, M.O.F kami ingin menunjukkan bahwa produk Ravifruit memang merupakan produk yang mempunyai kualitas yang sangat baik dan sangat mudah pengaplikasiannya,” ujar Bruno Guillon, Business Director Ravifruit. Bruno menambahkan, pasar Indonesia adalah yang sedang berkembang sangat berpotensi dalam pemasaran produk Ravifruit. Ia berharap, produk Ravifruit dapat lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu produk yang patut diperhitungkan keberadaannya.

PT. Sriboga Flour Mill
PT. Sriboga Flour Mill sebagai salah satu produsen tepung terigu nasional juga tidak mau ketinggalan untuk meramaikan pameran FHI, yang merupakan salah satu pameran bergengsi di Indonesia ini. “Karena segment pasar kami B2B, yaitu kelas menengah keatas, kami ingin menonjolkan produk-produk super premium kami yaitu seperti High Protein, Double Zero,dan Ninja. Ketiga produk ini kategorinya sama, terigunya lebih putih dan lebih halus jika dibandingkan dengan produk yang lainnya,” ujar Panca Indria P., Manager Sriboga Customer Center.

Panca menambahkan, selain memang tujuannya untuk mempromosikan produk-produknya kepada masyarakat, PT. Sriboga Flour Mill juga ingin mendekatkan diri ke pelanggan dan calon pelanggan mereka. “Kami ingin produk Sriboga lebih dkenal dan bisa menjadi pelopor tepung terigu berkualitas tinggi. Kami sudah tiga kali ikut pameram FHI. Saya rasa pameran seperti ini sangat cocok sebagai ajang silaturrahmi dengan pelanggan,” ungkap Panca. Selain itu Ia juga menambahkan bahwa pameran FHI tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. “Pengunjung yang datang tahun sekarang sepertinya lebih terfilter. Kebanyakan mereka yang datang memang pemain-pemain di industry B2B, jadi kesannya lebih serius,” tambah Panca.

PT. Wahana Satria Abadi
PT. Wahana Satria Abadi sebagai spesialis penyedia produk pendingin dan peralatan dapur untuk bakery, restoran, dan café memang sangat serius terhadap produk-produk yang didistribusikannya. “Ini pertama kalinya kami ikut pameran FHI. Melalui pameran ini kami ingin memperkenalkan produk-produk yang kami punya, seperti merek Liebherr dan Starcool. Kami ingin produk kami lebih dikenal masyarakat. Yang paling penting terbangun brand and company awareness,” ungkap Henry Sofyan, Direktur PT. Wahana Satria Abadi.

Henry menambahkan respon pengunjung yang datang ke booth PT. Wahana Satria Abadi cukup baik. “Kami bertemu dengan banyak orang yang mengaku senang bisa mengenal produk-produk kami. Itulah salah satu tujuan kami ikut pameran ini. Kami juga ingin, ketika orang membutuhkan pendingin atau mesin-mesin peralatan dapur, mereka langsung ingat PT. Wahana Satria Abadi,” ucap Henry. Ia juga menambahkan ke depannya Ia ingin produk-produk yang didistribusikannya lebih nasional lagi, tidak hanya dikenal di kota-kota besar saja, tapi juga di seluruh kota di Indonesia.

Written by Marisa Aryani and Ahmad Fajar
Photo by Hendri Wijaya

Comments { 0 }