Archive | News RSS feed for this section

Rebranding dan Grand Opening Pancious

Bertepatan dengan peresmian gerainya yang ke-14 di Grand Indonesia, Pancious secara resmi mengumumkan identitas barunya pada tanggal 4 Desember 2013 lalu. Peremajaan Pancious ini ditandai dengan perubahan identitas secara total, baik dari logo, desain interior, buku menu, kemasan makanan, dan aspek lainnya.

“Peremajaan merek ini merupakan tanda komitmen dari Pancious untuk terus maju. Bukan hanya mengikuti perkembangan industri kuliner tetapi juga dalam rangka memperbesar pangsa pasar sehingga mampu bersaing dengan merek-merek asing,” ujar Fransisca Tjong, Marketing Director Pancious.

Di gerai terbarunya ini, konsep yang diusung adalah Good Food and Good Mood yang berarti menu-menu kreatif yang mengetengahkan konsep interior kontemporer dengan sedikit sentuhan natural klasik. Kehadiran konsep baru ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pelayanan bagi para konsumen, termasuk memenuhi kebutuhan akan makanan yang berkualitas dan tempat hang out yang nyaman.

Photo doc. Pancious

Comments { 0 }

The Belly Clan, Luncurkan Pilihan Menu Baru Cita Rasa Fusion

The Belly Clan, restoran yang terletak di kawasan Sudirman dengan mengusung pilihan cita rasa Asian fusion ini mengadakan peluncuran menu-menu terbarunya 29 November lalu. Di penghujung tahun ini, The Belly Clan menambahkan setidaknya 10 menu baru sebagai variasi persembahan Executive Chef Hengky Efendy.

Dengan tetap mempertahankan menu fusion, Western dan Asia, Executive Chef Hengky Efendi sudah meracik beberapa menu andalan, di antaranya Lemongrass Chicken Soup, Chili Pesto Chicken, Sandwich Tempura, House Made Dory Burger, Indian Chicken Burger, Balacan Fried Rice, dan Pandan Cake.

Menu lainnya yang disebut-sebut akan menjadi primadona adalah Truffle Brioche Fondue yaitu roti brioche yang disajikan dengan truffle cheese sauce dan filling beef bacon serta sensasi tomato salsa yang pastinya akan memanjakan lidah. Untuk pelanggan loyalnya, The Belly Clan juga mempersembahkan berbagai promo menarik lain, seperti lunch promo, happy hour, serta layanan delivery.

Written and photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Grand Opening of First Pannacotta Etc. Store

Untuk para pecinta dessert, Pannacota kerap kali dijadikan alternatif hidangan pencuci mulut karena rasanya yang manis dan mempunyai tekstur lembut. 19 November lalu, Pannacota Etc, brand yang lebih dulu dikenal lewat dunia online membuka gerai pertamanya yang berlokasi di Pacific Place. Namanya mulai dikenal dan diterima baik oleh publik karena selain mengedepankan otentisitas klasik rasa Pannacota, tetapi juga fokus memberi berbagai pilihan saos yang bervariasi.

TYGO0021

Sebagai founder, Ian Hendarto terus bereksperimen, tidak hanya lewat variasi tetapi juga berpikir serius untuk mempercantik kemasan. Menyadari betapa pentingnya kemasan, Ian tidak mau main-main dengan packaging. Ia pun menggandeng Christina Shen untuk mengembangkan konsep desain dan packaging dengan mengimplementasikan warna yang cantik dan tetap melambangkan isi rasa Pannacota.

Selain Christina Shen, ketika membuka gerai Pannacotta Etc. ini, Ian juga menggandeng beberapa teman dekat untuk bermitra dengannya, antara lain pasangan suami istri Mario Tane dan Patty Tumewo, Yenny Mulianto, Becky Tumewu, serta Marcello Sidharta. Di gerai yang berlokasi di lantai 4 Pacific Place ini, tak hanya sekedar menghadirkan Pannacotta, Ian juga menyuguhkan berbagai hidangan yang menjadi pendamping menikmati Pannacota, terutama kopi dan aneka cookies. “Kami ingin menyuguhkan budaya dan gaya hidup baru menikmati Pannacota. Gerai pertama ini hanyalah sebuah awal untuk evolusi Pannacota Etc. sebagai dessert and lifestyle brand,” tutur Ian.

Comments { 0 }

Expert Opinion Derby Sumule

Secara teori, jenis tanah di Indonesia sangat bagus untuk budidaya tanaman kopi karena letak geografisnya yang berada di iklim tropis. Keadaan itu tentunya harus ditunjang dengan faktor-faktor lain yang menjadikan komoditi ini unggul. Standarisasi mutu diperlukan sebagai tolok ukur jaminan kualitas akan biji kopi yang dihasilkan khususnya di Indonesia. Dalam memenuhi persyaratan tersebut membutuhkan prosedur yang tepat serta penanganan yang harus terkontrol dengan baik.

Untuk memperoleh informasi mengenai pasca panen kopi, tim BAKERY MAGAZINE menemui Derby Sumule yang saat itu bekerja di ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research) dimana ia bertugas mamantau kualitas produksi dari biji kopi hingga dapat disebut kopi berkualitas. Pengalamannya mengelilingi Indonesia untuk memantau kualitas biji kopi di sentra produksi Arabika seperti Aceh, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan (Enrekang dan Toraja Utara), Flores dan Papua (Wamena/Baliem)  membuatnya sangat paham mengenai proses pasca panen kopi. Saat ini Derby Sumule bekerja untuk Campos Coffee, sebuah perusahaan di industri Specialty Coffee guna memonitor produksi kopi di Benteng Alla Utara, Enrekang untuk proyek direct trading.

Berbicara mengenai output, menurut hasil pengamatan Derby di daerah yang paling produktif setidaknya mampu menghasilkan 700 kg green bean per 1 hektar kebun kopi. “Suatu daerah bisa dibilang produktif dapat dilihat dari hasil produksi biji kopi perhektarnya. Rata-rata di Indonesia produksinya masih tergolong kecil, kita ambil contoh di Toraja Utara yang hanya menghasilkan 250an kg perhektar sedangkan di Enrekang mampu menghasilkan 400an kg perhektar,” tutur Derby membuka wacana dengan BAKERY MAGAZINE.

Buah kopi dapat dipanen 1 hingga 2 kali tergantung daerah penanamannya. “Di Sumatera Utara misalnya, daerah tersebut bisa terjadi hingga dua kali panen sedangkan di daerah timur Indonesia, seperti Toraja, Flores hanya dapat dilakukan satu kali panen pertahun,” ungkap Derby.

Sama seperti tumbuhan lain, perlu penanganan khusus dalam merawat tanaman kopi, seperti pemangkasan, pemilihan pupuk, jarak tanaman, pemberatasan hama, dan lain sebagainya. “Tanaman kopi membutuhkan waktu stress saat musim kemarau dan saat musim hujan mendapatkan nutrisi untuk pembungaan. Pada saat musim penghujan, tanaman kopi akan mulai berbunga dan berbuah di 38 minggu. Umumnya, buah kopi baru bisa dipanen sekitar 8 bulan setelah pembungaan,” jelas Derby.

Di Indonesia, petani kopi Arabika mengenal beberapa metode pascapanen, olah basah/full wash dan giling basah/wet hulling sekarang ini yang banyak dilakukan. Proses pascapanen merupakan salahsatu tahapan penting untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Tahap fermentasi dan pengeringan kopi merupakan bagian dari proses pascapanen yang berperan dalam pembentukan karakter rasa kopi. Ada 2 cara fermentasi yaitu fermentasi kering dan basah, fermentasi kering dapat menghasilkan rasa kopi yang kompleks sedangkan fermentasi basah akan menghasilkan rasa kopi yang konsisten. Fermentasi menyoroti keasaman yang baik karena asam laktat memberi rasa bittersweet yang lezat untuk kopi. Masa waktu fermentasi minimal 6 jam dan maksimum 36 jam. Pengeringan kopi yang terlalu cepat tidak terlalu baik untuk kopi, waktu pengeringan yang baik bisa sampai 9 hari saat cuaca normal.

Setelah fermentasi, proses selanjutnya ialah pencucian yang berguna untuk menghilangkan lendir pada biji kopi setelah itu  tahap pengeringan yaitu penjemuran biji kopiuntuk mencapai  kadar air hingga 11%-13%, proses pengupasan (hulling) untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk/parchment barulah biji kopi disortir untuk mencapai mutu 1 untuk dijual kepada eksportir untuk proses selanjutnya.

Serangkaian proses pengolahan tersebut harus dilakukan secara baik dan benar karena keberhasilan penanganan pascapanen. “Untuk mendapatkan keuntungan yang baik ialah dengan menghasilkan produk yang berkualitas. Bisnis kopi yang baik adalah terciptanya hubungan simbiosis mutualisme yang berkesinambungan antara petani dan pembeli akhir dari si kopi ini sendiri. Maka harus dibangun sebuah kerjasama yang baik antara masing-masing mata rantai sehingga menjadikan bisnis kopi bukan hanya sekedar perdagangan konvensional tetapi sebuah bisnis yang bernilai (value chain),” tutup Derby.

 

Written and photo by Marisa Aryani

 

Comments { 0 }

Food and Hotel Malaysia 2013, It’s Hot, It’s Spicy, It’s Food Hotel Malasyia 2013

IMG_9839

 

Food and Hotel Malaysia 2013 yang berlangsung pada tanggal 17-20 September 2013 lalu kembali menyita perhatian para pelaku industri makanan dan minuman serta perhotelan di Asia dan dunia. Sebanyak 1.160 perusahaan yang berpartisipasi dalam Food and Hotel Malaysia 2013, yang terdiri dari perusahaan produk makanan, minuman, perhotelan, peralatan restoran dan industri, supply, serta industri produk dan jasa terkait lainnya saling unjuk kinerja memamerkan produk dan jasa unggulan mereka.

Dalam pidatonya saat pembukaan Food and Hotel Malaysia 2013 di tanggal 17 September lalu, Yang Berusaha Dr. Junaida Lee Abdullah selaku Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Budaya dan Pariwisata Malaysia, menyampaikan bahwa Food and Hotel Malaysia 2013 dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan target Kementerian Pariwisata Malaysia yang menargetkan kunjungan wisatawan dan pengembangan di sektor MICE.

“Sektor Meeting, Incentive, Convention and Event atau Exhibition mempunyai potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan saat ini. Kementerian Budaya dan Pariwisata Malaysia menyadari bahwa Food and Hotel Malaysia 2013 yang merupakan pameran terbesar dalam ranah industri makanan dan minuman dan perhotelan di Malaysia memiliki daya tarik sendiri bagi para profesioal dibidangnya untuk datang ke pameran ini yang sekaligus dapat memberikan insentif bagi sektor swasta dalam industri pariwisata,” ungkap Y. Brs. Dr. Junaida Lee Abdullah.

Senada dengan Junaida, Tan Sri Asmat Kamaludin yang merupakan Ketua Malaysian Exhibition Services Sdn Bhd menyebutkan bahwa pihaknya percaya bahwa Food and Hotel Malaysia 2013 akan memberikan sorotan yang besar terhadap industri lokal di Malaysia. Terbukti sebanyak 18.865 pengunjung yang terdiri dari para profesional memadati arena pameran yang bertempat di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) tersebut.

“Food and Hotel Malaysia 2013 didatangi oleh pengunjung profesional yang datang dari 57 negara yaitu meningkat sekitar 5.5% dari Food and Hotel Malaysia 2011 lalu,” ungkap Alun Jones, Direktur Umum Malaysian Exhibition Services Sdn Bhd.

Pada pameran Food and Hotel Malaysia 2013 lalu, beberapa kelompok internasional termasuk diantaranya paviliun dari Jepang, Korea, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Yunani dan Turki cukup menyita perhatian para pengunjung. Paviliun Taiwan kembali menjadi paviliun terbesar mengingat banyaknya jumlah perusaahan yang tergabung dalam kelompok dagang yang dikelola oleh TAITRA ini.

Selain pameran makanan dan minuman serta perhotelan, tidak ketinggalan beberapa rangkaian acara seperti Culinaire Malaysia dan Asean Bartenders Championship 2013, Malaysian Halal Certification, Standard & Auditing Workshop oleh Jakim (Department of Islamic Development Malaysia), Wine Appreciation Class, dan beberapa workshop dan conference lainnya.

Culinaire Malaysia 2013

IMG_9758Culinaire Malaysia 2013 merupakan ajang kuliner yang menampilakan seni kuliner dan keterampilan layanan makanan dan minuman terbaik dari seluruh dunia yang didukung oleh World Association of Cooks Societies (WACS), yang merupakan jaringan asosiasi koki seluruh dunia. Diadakan untuk kesebelas kalinya di tahun 2013 ini, Culinaire Malaysia 2013 menjadi tempat berkumpul lebih dari 1.200 koki, bartender, F&B personil dari hotel dan restoran, mahasiswa akademi kuliner di Malaysia serta tim internasional dari Jerman, Rusia, China, Taiwan, Korea, Singapura, Kamboja, Laos, Thailand, dan Indonesia.

“Salah satu yang tujuan Culinaire Malaysia adalah membentuk patokan standar kompetensi tingkat tinggi yang harus dimiliki setiap koki dalam mengembangkan keterampilannya di kelas dunia,” ungkap Samuel Cheah, Ketua panitia Culinaire Malaysia 2013 dalam sambutannya. Ia menambahkan Culinaire Malaysia kerap menjadi landasan bagi koki pemula, mahasiswa akademi kuliner dan F&B personil dalam memajukan karir para peserta.

Samuel Cheah mengaku dirinya bangga dapat melihat prestasi para peserta di Culinaire Malaysia sebelumnya yang dapat membawa mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dalam profesi mereka, bahkan tidak sedikit yang telah memiliki restoran maupun perusahaan jasa konsultasi sendiri.

Di ajang Culinaire Malaysia 2013 kemarin, terdapat 21 penghargaan individu/tim, seperti Most Outstanding Chef, Artist, Pastry Chef, F&B Personnel, Bartender, Apprentice, Barista, Catering Services, Team in Culinary, Chocolate Showpiece and Dessert Challenge, Sugar Showpiece and Chocolate Challenge, Iron Butcher Chef of the Year, Table Setting, Fruit Flambé, Cocktail, Mocktail, Dream Team Challenge, Red Majesty’s Chef’s Cup Team Challenge, Nyonya’s Heritage Team Challenge, Remy & Linguini Team Challenge, serta Junior Chef’s Gourmet Battle Team Challenge Trophy.

Semua penghargaan tersebut diperlombakan dalam 34 kategori, seperti cold display, patisserie, pastry cup challenge, artistic, butchery skill, hot cooking, team challenge, pub challenge, F&B gold opulence service dan masih banyak lagi. Sayangnya hanya 15 penghargaan yang bisa diberikan mengingat untuk beberapa kategori, tim juri yang terdiri dari 86 juri terkenal di dunia F&B tidak menemukan peserta individu maupun tim yang pantas untuk penghargaan tersebut.

“Hsing Wu University Department of Hospitality Maganegement mengikuti beberapa kategori, seperti the dream team, table setting, flair tending, fruit lambe, cocktail, dan mocktail. Sayangnya kami harus puas dengan medali perak dan perunggu untuk semua kategori tersebut kecuali mocktail. Kami dapat medali emas. Semoga di Culinaire Malaysia 2015 nanti, kami bisa mendapat medali emas lebih banyak,” ungkap Hsu Yan Pin, Ph.D yang merupakan seorang professor di Hsing Wu University Department of Hospitality Management yang juga mengajar di Butter & Olive Taiwan.

Peserta Pameran Food and Hotel Malaysia 2013

Para pengunjung Food and Hotel Malaysia 2013 berkesempatan merasakan bahkan mencicipi beberapa produk dan layanan terbaru yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan makanan, minuman & industri perhotelan dari seluruh dunia. Berikut petikan informasi dari wakil beberapa perusahaan yang sempat ditemui langsung tim BAKERY MAGAZINE saat menghadiri pameran Food and Hotel Malaysia 2013 lalu;

Coffeeland Sdn. Bhd.

Coffeeland Sdn. Bhd adalah sebuah perusahaan yang menawarkan produk solusi ice blended coffee & beverages untuk sektor industri F&B di Malaysia dan pasar Asia. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu ini telah memproduksi berbagai macam produk minuman yang juga diekspor ke hampir semua negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahkan hingga ke Pakistan dan Dubai.

“Saat ini Coffeeland mempunyai lima produk fokus, seperti Coffeeland, Java Blenz, Tropicaland Smoothies, Teazane, dan Appletizer. Untuk pasar Indonesia, produk kami didistribusikan oleh PT Sangra Ratu Boga,” ungkap Adli Wong, Marketing Director Coffeeland.

Sesuai dengan motto perusahaannya, Life is like a cup of coffee, Coffeland selalu berusaha menciptakan produk premium yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya. “Kami selalu berusaha mengerti kebutuhan pelanggan. Sebelum mengeluarkan produk tertentu, kami selalu mengidentifikasi kebutuhan pasar. Dari sanalah kami mendapatkan inspirasi dalam hal beverage innovation yang selalu dikeluarkan setiap tahunnya,” ungkap Adli.

Di tahun 2013 ini, Coffeeland mengeluarkan beberapa produk baru, seperti Ice Blended Durian Cappuccino, Apple Ice Tea, dan Jamaiza Blue Mountain. “Ice Blended Durian Cappucino mungkin adalah sesuatu yang baru dalam inovasi minuman. Kami berusaha menghadirkan pengalaman yang baru kepada pelanggan. Menikmati durian dan kopi sekaligus tentunya merupakan sesuatu yang unik bagi pelanggan,” tutur Adli.

Adli mengaku sejak diluncurkan di Jakarta beberapa bulan lalu melalui pameran, respon masyarakat terhadap Ice Blended Durian Cappucino cukup baik. “Sudah banyak yang pesan Ice Blended Durian Cappucino. Mungkin karena penasaran dengan rasanya. Sejauh ini dari yang awalnya menganggap rasanya aneh, lama-kelamaan mereka akhirnya ketagihan,” ungkap Adli.

United States Potato Board
IMG_9098“Kami telah mempromosikan produk kentang Amerika lebih dari 20 tahun untuk pasar Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Melalui FHM 2013 ini, kami ingin melihat pasar yang lebih luas dan menjelaskan bahwa kentang Amerika adalah pilihan utama untuk segmen horeca maupun food service lainnya,” ujar Jimmie Yeo, Manager Trade Promotions USPB Singapore.

Jimmie menambahkan selain menyediakan produk kentang, USPB juga ingin mengedukasi pasar khususnya di Malaysia dan sekitarnya bahwa kentang beku Amerika tidak hanya bisa dijadikan sebagai makanan pendamping, tetapi juga bisa menjadi sajian utama.

Menurut Jimmie, kualitas dan konsistensi serta nilai nutrisi yang dikandung di setiap produk kentang beku maupun kentang serpih Amerika merupakan salah satu nilai jual kentang Amerika. “Hampir 100% produk kentang beku dibuat menggunakan Russet Burbank potato yang ukurannya lebih panjang dan besar, sehingga sangat cocok untuk french fries. Selain itu produk kentang Amerika sangat beragam sehingga aplikasi produknya pun bisa lebih beragam,” tuturnya.

BGS Trading Sdn. Bhd

BGS Trading Sdn. Bhd. adalah sebuah perusahaan importir dan distributor produk-produk chill, ambience temperature, and frozen food products, seperti makanan kaleng, susu UHT, bahan baku bakery, hingga daging dan seafood. “BGS Trading sudah beroperasi selama 45 tahun. Selama ini kami sudah mendistribusikan produk-produk makanan dari seluruh dunia, termasuk beberapa produk dari Indonesia,” ungkap Mohammad Sanusi Bin Mahmood, Operation Manager BGS Trading Sdn. Bhd.

Saat ini BGS Trading mendistribusikan beberapa produk dari Indonesia, diantaranya Colatta cokelat dari PT Gandum Mas Kencana, berbagai macam premix dari PT Zeelandia Indonesia, beberapa produk dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, dan lapis legit khas hari raya dari PT Multisari Langgeng Jaya/Marizafoods. Selain itu beberapa produk dairy dan non-dairy dari Fonterra Brands Malaysia.

“Awalnya beberapa produk ini memang agak susah diterima masyarakat, karena banyak yang bertanya apakah produk-produk ini berkualitas atau menenuhi standar keamanan pangan. Kami selalu berusaha meyakinkan pelanggan bahwa produk yang kami distribusikan adalah produk berkualitas baik dan sudah bersertifikasi ISO 90:2002. Sekarang produk-produk ini adalah produk yang banyak dicari,” ungkapnya.

Sesuai dengan filosofi perusahaan, complement one another, BGS Trading menyediakan produk yang saling melengkapi, misalnya untuk bahan baku dalam membuat produk pastry dan bakery. “Cokelat Colatta bisa dijadikan topping atau filling dalam roti, premix dari Zeelandia Indonesia cocok digunakan untuk bodi roti, sedangkan butter dan keju dari Fonterra merupakan bahan baku lainnya yang juga sangat berpengaruh dalam pembuatan roti,” tutur Mohammad Sanusi.

AB Mauri

AB Mauri adalah salah satu perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam FHM 2013 lalu. Sebagai sebuah perusahaan yang sudah 42 tahun memenuhi kebutuhan ragi dan bakery ingredient lainnya khususnya di Malaysia, AB Mauri melihat Food and Hotel Malaysia 2013 sebagai sebuah ajang yang cocok untuk memperkenalkan produk barunya.

“Tahun ini kami mengeluarkan cake premix dan nondairy cream. Dengan premix ini, para pengusaha bakery bisa membuat jenis kue yang lebih beragam hingga 4-5 jenis yang berbeda cukup dengan menambahkan flavor-flavor tertentu. Nondairy cream kami bisa digunakan untuk cake decoration, warnanya yang lebih cerah dapat menghasilkan dekorasi yang lebih baik,” ungkap Wong Beng Soon, Central Area Sales Manager AB Mauri.

Indoguna Singapore Pte. Ltd

IMG_9092 Sebagai distributor produk makanan dan minuman, Indoguna Singapore menawarkan produk makanan dan minuman dengan standar dan kualitas yang terjamin dan tersertifikasi. “La Rose Noire adalah salah satu produk yang kami distribusikan. La Rose Noire sendiri merupakan perusahaan yang fokus dalam membuat crafted patisserie. Semua produk-produk La Rose Noire dibuat secara handmade, seperti garnish dari setiap petit-four ini,” ungkap Henry Lim, Sales Manager Bakery Division Indoguna Singapore.

Selain produk-produk La Rose Noire di segmen bakery, Indoguna Singapore juga mendistribusikan produk-produk seafood, meat, fine food, Japanese selection, dan wine berkualitas terbaik mengingat target market Indoguna Singapore adalah hotel-hotel berbintang. “Pasar produk kami adalah hotel berbintang di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Karena itu setiap produk yang kami distribusikan harus mempunyai sertifikat ISO maupun HACCP. Perusahaan kamipun telah disertifikasi ISO dan HACCP,” tutur Henry.

INBOX
BAKERY MAGAZINE Hadir Kedua Kalinya

Saat perhelatan pameran Food and Hotel Malaysia 2013 lalu awal September 2013 lalu, BAKERY MAGAZINE ikut serta dengan membuka booth di hall 2 L08. Hadir di booth BAKERY MAGAZINE adalah Petrus Gandamana, Chief Editor dan Imam Saparisman selaku Operational Manager serta Ahmad Fajar. Dari Baking & Chef Center (BCC Jakarta) tampak Baking Instructor Sunaryo ikut menyambut para pengunjung yang ingin memahami berbagai resep-resep yang ditampilkan di majalah BAKERY MAGAZINE.
“Ini kali kedua kami ikut dalam pameran Food and Hotel Malaysia, dimana pertama kali kami ikut tahun 2011 lalu,” Petrus menjelaskan. Kehadiran BAKERY MAGAZINE pada pameran ini selain untuk lebih memperluas jaringan pembaca dari negara-negara di Asia, juga untuk bertemu dengan para calon pemasang iklan ataupun pemasang iklan yang selama ini sudah bekerjasama dengan BAKERY MAGAZINE.

“Kami juga terus mempromosikan majalah versi digital kami yaitu BAKERY MAGAZINE dan Bareca Magazine yang berbahasa Inggris seluruhnya. Kedua majalah tersebut bisa dibeli dalam versi digital melalui aplikasi IOS Apple iPad ataupun versi Android,” jelas Imam Saparisman. Kegiatan membaca saat ini yang sudah mulai bergeser ke era digital disikapi serius oleh BAKERY MAGAZINE dalam menggarap pasar pembaca manca negara. ”Maklum untuk versi cetak akan sangat mahal jika mengirimkan majalah ke luar negeri ke pelanggan manca negara, sementara permintan berlangganan dari luar negeri cukup banyak,” jelas Imam.
Kehadiran BAKERY MAGAZINE pada ajang berbagai pameran makanan internasional nampaknya cukup intensif demi terus memajukan mutu majalah tersebut yang selama ini telah diterima dengan baik oleh banyak pihak.

Written by Ahmad Fajar
Photo by Imam Saparisman

Comments { 0 }

Bollinger Champagne Night

23 november lalu, Empirica, salah satu nightclub yang berada di bilangan SCBD mempersembahkan World Famous Bollinger Champagne. Dalam acara ini, Empirica mengundang tamu VIP yang spesial datang dari kalangan penikmat setia champagne. Bollinger Champagne sendiri adalah official champagne untuk film James Bond yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, selama acara berlangsung para tamu akan dimanjakan dengan wanita yang menyebut dirinya sebagai Bond Girls.

Acara tersebut turut dimeriahkan oleh DJ Andrew yang menunjukkan permainan terbaiknya di Empirica. Serta fashion walks dimana para model berjalan di atas meja bar Empirica yang disebut-sebut merupakan meja bar terpanjang se-Asia. Acara ini menandakan awal mula tren “Champagne Culture” yang akan menjadi tren di Jakarta ke depannya.

Written and photo by Marisa Aryani

Comments { 0 }

Prambanan Kencana Luncurkan Ireks Spelt and Kernigers Bread

Di kalangan pengusaha bakery yang memakai produk jenis premixes, Ireks dikenal sebagai produsen premixes dengan bahan berbasis biji-bijian berkualitas tinggi. Juga varian produk yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan bakery, hotel, katering, dan home industry. Sebagai distributor Ireks untuk pasar di Indonesia, Prambanan Kencana mengundang para pelanggan setianya dalam acara baking demo bersama master baker Joseph Greiner yang bertempat di Prambanan Kencana Baking Centre. Bertepatan dengan acara tersebut, Prambanan Kencana sekaligus memperkenalkan produk Ireks terbaru yakni Spelt Natur and Ireks Kernigers.

20131023_115818

Tepung Spelt diolah dari bahan baku yang disesuaikan secara optimal sehingga memiliki stabilitas fermentasi yang tinggi yang berdampak pada peningkatan volume roti. Berbagai resep roti Eropa berbahan dasar Ireks Spelt and Kernigers pun dibagikan oleh pria berkebangsaan Jerman ini, antara lain Bretzel, Whole Grain Bread, Vollkorn Baquette, Panettone, Muesli, dan lain sebagainya.

Interaksi menjadi hal yang sangat dominan dalam baking demo ini. Di sela baking demonya, Joseph mengajukan pertanyaan kepada para peserta, “Kenapa roti cenderung memiliki permukaan kulit berwarna kecokelatan?” Menurutnya, roti mengandung gula dimana bahan tersebut akan mengalami proses karamelisasi di dalam oven. “Itulah sebabnya kulit roti cenderung berwarna kecokelatan,” tuturnya. Karena antusias peserta yang sangat tinggi, maka baking demo ini pun diadakan selama dua hari yakni di tanggal 23 dan 24 Oktober 2013 lalu. (MA)

Comments { 0 }