Archive | News RSS feed for this section

Jakarta International Pastry Academy (JIPA): Selenggarakan Kursus untuk Anak-Anak

Pada 18 Desember 2018 lalu, Jakarta International Pastry Academy (JIPA) menyelenggarakan kursus Gingerbread Man dan Cakes Pops for Beginners, yang diikuti oleh anak-anak dari usia 5 sampai 14 tahun.

Kegiatan kursus ini diadakan untuk mengisi liburan akhir tahun anak-anak dengan kegiatan yang seru dan bermanfaat, yang diajarkan langsung oleh pastry chef dan chocolatier JIPA, Chef Dian Wanandi.

Menghias Gingerbread Man dan Cake Pops Hands-On

Dimulai Pukul 09.00 pagi WIB, Chef Dian mengajak anak-anak peserta kursus berkumpul untuk diberikan penjelasan mengenai adonan cookies Gingerbread Man dan cara memberikan warna ke dalam royal icing, untuk kemudian icing tersebut dipakai dalam menghias cookies.

Setelah memahami materi yang diberikan Chef Dian, para peserta yang masih kanak-kanak tersebut dengan semangat melanjutkan untuk membuat adonan dan menghias cookies tersebut di meja masing-masing.

“Untuk kelas anak, kita perlu membiarkan mereka berkreasi agar mereka bisa mengeksplor dunia baking ini sesuai dengan imajinasi mereka. Jadi untuk anak-anak tidak bisa kita batasi dengan kemauan kita, tetapi membiarkan mereka mengembangkan kreatifitas mereka sendiri,” Chef Dian menjelaskan mengenai kursus ini.

Setelah kursus Gingerbread Man selesai, kemudian dilanjutkan dengan kelas Cakes Pops for Beginners pada Pukul 13.00 WIB. Sama dengan kelas sebelumnya, Chef Dian juga memberi penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan menghias Cake Pops di meja masing-masing peserta kursus.

Antusias Anak-Anak dan Orang Tua

Anak-anak yang mengikuti kursus sangat antusias dalam mengerjakan serta menghias Gingerbread dan aneka Cakes Pops tersebut. Hal ini diakui oleh salah satu peserta yang mengikuti kelas Cakes Pops, Serena Shining, berumur 9 tahun, yang terlihat senang dan antusias membuat Cakes Pops yang diajarkan oleh Chef Dian.

“Aku diajak mami ikut kelas di sini. Ini pertama kali aku bikin kue dan sangat menyenangkan. Kalau ada lagi, aku mau ikut kelas dessert seperti Ice Cream.” dengan riang, Serena berkata.

Antusias tidak hanya terlihat dari anak-anak, tetapi para orang tua yang ikut mendampingi putra-putrinya dalam mengikuti kursus ini. Di antaranya Rode Trifena, salah satu orang tua peserta yang datang dari Cengkareng. Rode mengaku senang melihat semangat dan antusias anak-anak yang baru pertama kali mereka mengikuti kursus seperti ini.

“Walaupun ini pertama kali mereka mengikuti belajar pastry, namun respon dari mereka sangat baik dan terlihat senang. Saya berharap ke depannya bisa diadakan kursus makanan sehat untuk anak-anak,” Rode Trifena menuturkan harapannya sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Reny Wahyuni

Fotografer : Kanno Sardela

Comments { 0 }

Gandum Mas Kencana Menutup Tahun 2018 dengan Pelanggan Sumatera Utara

Menutup tahun 2018 menjadi kenangan manis bagi para pelaku usaha yang tergolong VIP Customer PT Gandum Mas Kencana (GMK) di Sumatera Utara. Sebagai perusahaan besar dan terdepan di kategori produk bahan baku bakery dan pastry, GMK terus berkomitmen menjalin hubungan yang erat dengan para pelanggannya. Continue Reading →

Comments { 0 }

Bogasari Dorong Pertumbuhan Young Foodpreneur

PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari sebagai pelaku industri di sektor bahan makanan ikut mempersiapkan para kelompok usia muda dan produktif sejak dini melalui program  “Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018”.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Ribuan Orang Serbu Festival Mie 2018

Acara Festival Mie 2018, yang diselenggarakan di GOR Sunter, pada Minggu, 16 Desember 2018, berlangsung meriah. Festival Mie 2018 yang digelar Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro, perkumpulan UKM mie mitra binaan Bogasari, menghadirkan 29 UKM mie ayam mitra binaan Bogasari.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Penyerahan Buku Chocolate From Cacao Bean To Bar Edisi Cetakan ke 2 kepada Bapak BAMBANG, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI

Pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu, Bareca Magazine yang diwakili oleh Pemimpin Redaksinya Petrus Gandamana, didampingi Imam Saparisman dan Idcham Rahadian, menemui Dirjen Perkebunan Bapak Bambang, di kantornya Gedung Departemen Pertanian, yang asri di daerah Ragunan, Jakarta Selatan.

Kami disambut dengan antusias oleh Bapak Bambang dan beliau dengan penuh semangat langsung membuka buku cokelat terbitan Bareca Magazine yang berjudul Chocolate from Bean to Bar yang sudah dicetak kedua kalinya. Bapak Dirjen menyambut baik dan mengapresiasi diterbitkannya buku Chocolate: From Cacao Bean To Bar, The Indonesian Heritage Treasure. 

Bapak Bambang setelah melihat buku cokelat terbitan Bareca dan mengakui bahwa buku tersebut menyajikan materi yang berisi khasanah kakao Nusantara dari sudut pandang yang berbeda, sehingga memperkaya informasi pembacanya tentang kakao dari biji hingga menjadi produk cokelat siap saji dengan berbagai ragam variasinya.

Menurut Bapak Bambang saat ini produk cokelat telah menjadi bagian kebutuhan hidup manusia, baik untuk bahan makanan, kesehatan hingga untuk keperluan estetika.

Mungkin sebagian besar dari kita masih belum sepenuhnya mengetahui bagaimana berbagai macam produk cokelat dengan ragam bentuk dan rasa tersebut diolah dan berasal. Padahal komoditi kakao termasuk komoditi unggulan perkebunan dan berperan strategis dalam mendukung perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang devisa, penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan petani, mendukung tumbuhnya agroindustri, mendorong pertumbuhan wilayah serta turut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Peningkatan konsumsi kakao di hilir tersebut, menjadi peluang bagi usahatani kakao di hulu (sentra produksi) untuk melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pasokan bahan baku melalui peningkatan produksi, produktivitas dan mutunya.

Harapan Bapak Bambang agar buku cokelat terbitan Bareca bisa menjadi conecting agent informasi perkakaoan nasional bagi seluruh pembaca di dalam maupun luar negeri sehingga citra kakao Indonesia semakin meningkat.

Comments { 0 }

Baking Demo Bungasari dan LPK Ny Liem Bandung

PT Bungasari Flour Mills Indonesia sebagai produsen tepung terigu nasional terkemuka menggelar Baking Demo Bungasari dan LPK Ny Liem Bandung pada 1 November 2018 lalu di Bungasari Innovation Center, Jakarta. Sebanyak 70 peserta mengikuti Baking Demo Bungasari bersama Chef Chendawati atau yang akrab disapa Chef Achen.

Sebagai kegiatan brand awareness kepada masyarakat mengenai berbagai produk tepung terigu Bungasari, PT Bungasari Flour Mills Indonesia rutin mengadakan baking demo di Bungasari Innovation Center. Melalui baking demo yang digelar, menurut Rio Ferdian, Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills Indonesia, maka tepung terigu Bungasari semakin dikenal dan digunakan oleh para pelaku bakery dan pastry.

Lebih lanjut Rio menuturkan, meski tepung terigu Bungasari baru 5 tahun hadir di pasar tepung terigu nasional, namun tepung terigu Bungasari kualitasnya tak kalah dengan tepung terigu merek lain. Pemilihan gandum terbaik serta penggunaan peralatan yang canggih dalam memproses pencampuran terigu menghasilkan tepung terigu Bungasari memiliki kualitas yang konsisten untuk dipasarkan.

Dalam Baking Demo Bungasari dan LPK Ny Liem Bandung, Chef Chendawati menampilkan enam resep yaitu Zebra Cake, Choco Oreo Layer Cake, Bronsu Blueberry, Swiss Roll Cake, Pastel Ulir Chicken Ragout Puff, dan Pisang Molen. Setiap resep menggunakan tepung terigu Bungasari dengan jenis yang berbeda.
Zebra Cake, Bronsu Blueberry, dan Pastel Ulir Chicken Ragout Puff, dibuat menggunakan terigu merek Bola Salju, yaitu tepung terigu Bungasari untuk aplikasi serbaguna dengan protein sedang yang sangat cocok untuk membuat martabak, cake, donat, soes kering dan masih banyak lagi.


Untuk membuat Choco Oreo Layer Cake dan Swiss Roll Cake sangat tepat menggunakan Hana Emas yaitu tepung terigu Bungasari yang pas untuk membuat cake, kue kering dan biskuit. Hana Emas merupakan tepung terigu protein rendah yang dapat menghasilkan olahan cake yang mengembang sempurna dan kue kering yang renyah.

Chef Chendawati juga menggunakan terigu Golden Eagle untuk membuat Pisang Molen di mana tepung terigu ini cocok untuk membuat roti dan mie. Kandungan proteinnya yang tinggi mampu membuat roti mengembang dengan bagus dan empuk.
Penulis: Linda Endyanto
Fotografer: Kanno Sardella

Comments { 0 }

JIPREMIUM 2018: 220 Peserta Pameran Pamerkan Produk-Produk Premium

Jakarta, 22 November 2018 – Jakarta International Premium Products Fair (JIPREMIUM 2018) merupakan pameran dagang untuk memamerkan produk premium dengan kualitas ekspor untuk pasar lokal maupun pasar ekspor. JIPREMIUM 2018 dibuka hari ini (22/11) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Pada acara ini, terdapat 220 peserta pameran yang menampilkan produk-produk gaya hidup premium. Acara ini resmi dibuka oleh Mr. Dong Won Lee, CEO COEX, bersama dengan Tamu Kehormatan Mr. Chang-Beom Kim—Duta Besar Korea untuk Indonesia, Bapak Meliadi Sembiring—Sekretaris Menteri, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Ibu Shinta Widjaja Kamdani—Wakil Ketua Hubungan Internasional KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), dan Mr. Hakhee Jo—Executive Managing Director, Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (Korea International Trade Association – KITA).

JIPREMIUM 2018 diselenggarakan selama tiga hari, dari 22 – 24 November 2018 lalu yang merupakan peluncuran pertama di Indonesia dengan tema “Gaya Hidup di Jakarta” (“Stylish Life in Jakarta”). Ini adalah satu-satunya tempat pameran untuk menemukan berbagai macam barang-barang konsumen, mulai dari peralatan rumah tangga, kosmetik hingga perlengkapan kantor dan produk anak-anak, semuanya berada di dalam suatu tempat di JIPREMIUM 2018.

JIPREMIUM 2018 diselenggarakan oleh COEX, pemimpin global dan telah dikenal sebagai pemain industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). COEX memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang promosi penjualan dan industri perlengkapan rumah tangga.

COEX telah menyelenggarakan salah satu pameran barang-barang promosi penjualan, hadiah dan peralatan rumah tangga terbesar di Korea Selatan yang disebut Seoul International Sourcing Fair (SIPREMIUM) selama lebih dari 28 tahun. Sejak tahun 2009, COEX telah berhasil meluncurkan Pameran Produk Premium Intetnational Vietnam (VIPREMIUM). Sekarang COEX menjadi “brand” dan terus-menerus berusaha untuk memperkuat posisi bisnisnya di pasar ASEAN.

“Demam K-Pop dan K-Beauty di Indonesia membuat produk-produk premium asal Korea menjadi tren baru untuk gaya hidup di Indonesia. Partisipasi yang lebih kuat dari perusahaan-perusahaan asal Korea menunjukkan sinyal kekuatan yang semakin besar dan tren gaya hidup masyarakat Indonesia masih terus mengikuti pada tren produk-produk premium terbaru yang berasal dari Korea. Kami percaya bahwa Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta. Indonesia telah menjadi target investasi bagi banyak perusahaan dari luar negeri.” Jin Wook Hwang, COEX Head Director, Indonesia Division, Global Business Team menjelaskan.

JIPREMIUM 2018 memberikan peluang bisnis yang optimal bagi perusahaan yang ingin masuk ke pasar Indonesia dan mengekspor ke luar negeri. Selama pameran berlangsung, hadir berbagai pembeli, baik lokal maupun luar negeri dengan daya beli yang sangat potensial di industri Ritel, Perdagangan dan Manufaktur. Luas area pameran JIPREMIUM 2018 mencapai 5.000 m2 dengan perkiraan lebih dari 20.000 pengunjung dan 220 peserta pameran dari Korea Selatan, Singapore, Vietnam, Malaysia dan Taiwan.

Bertemakan “Gaya Hidup di Jakarta” (“Stylish Life in Jakarta”), pameran ini menampilkan produk-produk premium terbaru untuk memperkenalkan produk-produk gaya hidup terkini, seperti produk perawatan bayi, kosmetik, peralatan rumah tangga dan masih banyak lagi.

Pada acara ini hadir pula Roy N. Mandey, Ketua APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) yang menjadi pembicara utama dari APRINDO pada seminar tren ritel.

Pada JIPREMIUM 2018 diadakan berbagai acara seperti Seminar Pemasaran Ritel (Retails Marketing Seminars), Talkshow dan Pencocokan Bisnis (Business Matching). Para pembeli dan peserta pameran yang memenuhi syarat memiliki peluang bisnis dengan dilaksanakannya Program 1:1 Biz-Matching, termasuk tren pasar dunia terkini serta akses ke SIPREMIUM (Maret dan September 2019 di kota Seoul, Korea Selatan) dan VIPREMIUM (Mei 2019 di kota Ho Chi Minh, Vietnam).

Program Spesialisasi Pencocokan Bisnis (“Specialized Business Matching Program”) menghubungkan para pembeli berdasarkan kebutuhan perusahaan yang spesifik. Berpeluang untuk bertemu lebih dari 200 pembeli pilihan dari negara-negara tetangga seperti Korea Selatan, Singapura, Vietnam, dan Malaysia,” Hwang menambahkan.

Sementara itu, Mr. Hakhee Jo, mengatakan, “Kami sepenuhnya mendukung JIPREMIUM, karena mayoritas peserta pameran berasal dari perusahaan-perusahaan Korea yang membutuhkan pelayanan kami. Kami akan membantu membuat jaringan untuk para pembeli dan penjual dari Indonesia melalui JIPREMIUM. Kami mengharapkan dari peluncuran pertama JIPREMIUM di Indonesia akan membuat lebih banyak manfaat bagi para peserta pameran dan pengunjung.”

Tahun ini, hasil pertemuan bisnis para acara Pameran Produk Premium Internasional Vietnam (VIPREMIUM) telah mencapai jumlah nilai total kontrak sebesar US$ 86,850,300 dan jumlah total nilai kontrak yang ditandatangani dalam waktu satu tahun sebesar US$ 6,507,000. Sementara itu, Seoul International Sourcing Fair (SIPREMIUM) telah meraih total nilai kontrak sebesar US$ 23,431,654 dan total nilai kontrak mencapai US$ 11,867,190. Untuk acara ini, JIPREMIUM menargetkan sekitar US$ 25,000,000 untuk total kontrak.

“Tahun depan, kami menargetkan lebih dari 400 peserta pameran dan beragam acara seminar tentang tren gaya hidup. Kami juga mengharapkan total kontrak untuk tahun depan dapat meningkat sekitar 150 persen dari acara tahun ini,” Hwang menutup percakapan.

 

Comments { 0 }