About post

Author Archive | post

It’s My Cake, Mengawali Dari Usaha Rumahan

Sebelum It’s My Cake menjadi sebuah gerai bakery, usaha ini hanya usaha rumahan saja. Berawal dari mempelajari bahan baku mentah dari produk impor khususnya produk yang berbahan dasar susu, dicampur dengan bahan baku lokal menggunakan berbagai metode atau teknik pengocokan yang memerlukan waktu, proses, dan formulasi yang tepat, kakak beradik Zaenoedin dan Zayadi memulai mencoba membuat cake dari aneka bahan baku tersebut.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Collage All Day Dining, Restoran dengan Konsep Seni Kontemporer Modern

Collage All Day Dining adalah restoran utama dari hotel Pullman Jakarta Central Park. Collage All Day Dining menyajikan konsep restoran dengan seni kontemporer modern yang ditunjukkan dengan beberapa patung-patung dan lukisan yang dipajang di sepanjang area restoran.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Signatures Restaurant, Sediakan Pelayanan Buffet dan A La Carte

Signatures Restaurant adalah salah satu dari tujuh restoran yang ada di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Signatures Restaurant ini merupakan restoran utama di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta yang menyediakan pelayanan buffet dan a la carte untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Restoran berkapasitas 200 seats ini menyajikan berbagai jenis masakan Indonesia dan internasional.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Mokka Coffee Cabana, Tampilkan Konsep Ritel Bistro Kopi

Di tengah menjamurnya kedai kopi yang menyuguhkan ragam kopi Nusantara, Mokka Coffee Cabana tetap eksis dengan keunikannya tersendiri. Tak hanya menyajikan minuman kopi, namun Mokka Coffee Cabana yang berkonsep ritel bistro kopi juga menyajikan aneka minuman segar, camilan khas kampung sebagai teman ngopi, menu Indonesian food hingga menu Western food.

Continue Reading →

Comments { 0 }

Jakarta International Pastry Academy (JIPA): Selenggarakan Kursus untuk Anak-Anak

Pada 18 Desember 2018 lalu, Jakarta International Pastry Academy (JIPA) menyelenggarakan kursus Gingerbread Man dan Cakes Pops for Beginners, yang diikuti oleh anak-anak dari usia 5 sampai 14 tahun.

Kegiatan kursus ini diadakan untuk mengisi liburan akhir tahun anak-anak dengan kegiatan yang seru dan bermanfaat, yang diajarkan langsung oleh pastry chef dan chocolatier JIPA, Chef Dian Wanandi.

Menghias Gingerbread Man dan Cake Pops Hands-On

Dimulai Pukul 09.00 pagi WIB, Chef Dian mengajak anak-anak peserta kursus berkumpul untuk diberikan penjelasan mengenai adonan cookies Gingerbread Man dan cara memberikan warna ke dalam royal icing, untuk kemudian icing tersebut dipakai dalam menghias cookies.

Setelah memahami materi yang diberikan Chef Dian, para peserta yang masih kanak-kanak tersebut dengan semangat melanjutkan untuk membuat adonan dan menghias cookies tersebut di meja masing-masing.

“Untuk kelas anak, kita perlu membiarkan mereka berkreasi agar mereka bisa mengeksplor dunia baking ini sesuai dengan imajinasi mereka. Jadi untuk anak-anak tidak bisa kita batasi dengan kemauan kita, tetapi membiarkan mereka mengembangkan kreatifitas mereka sendiri,” Chef Dian menjelaskan mengenai kursus ini.

Setelah kursus Gingerbread Man selesai, kemudian dilanjutkan dengan kelas Cakes Pops for Beginners pada Pukul 13.00 WIB. Sama dengan kelas sebelumnya, Chef Dian juga memberi penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan menghias Cake Pops di meja masing-masing peserta kursus.

Antusias Anak-Anak dan Orang Tua

Anak-anak yang mengikuti kursus sangat antusias dalam mengerjakan serta menghias Gingerbread dan aneka Cakes Pops tersebut. Hal ini diakui oleh salah satu peserta yang mengikuti kelas Cakes Pops, Serena Shining, berumur 9 tahun, yang terlihat senang dan antusias membuat Cakes Pops yang diajarkan oleh Chef Dian.

“Aku diajak mami ikut kelas di sini. Ini pertama kali aku bikin kue dan sangat menyenangkan. Kalau ada lagi, aku mau ikut kelas dessert seperti Ice Cream.” dengan riang, Serena berkata.

Antusias tidak hanya terlihat dari anak-anak, tetapi para orang tua yang ikut mendampingi putra-putrinya dalam mengikuti kursus ini. Di antaranya Rode Trifena, salah satu orang tua peserta yang datang dari Cengkareng. Rode mengaku senang melihat semangat dan antusias anak-anak yang baru pertama kali mereka mengikuti kursus seperti ini.

“Walaupun ini pertama kali mereka mengikuti belajar pastry, namun respon dari mereka sangat baik dan terlihat senang. Saya berharap ke depannya bisa diadakan kursus makanan sehat untuk anak-anak,” Rode Trifena menuturkan harapannya sekaligus menutup percakapan.

Penulis: Reny Wahyuni

Fotografer : Kanno Sardela

Comments { 0 }

Aroma Bakery yang Populer di Medan

Siapa yang menyangka, anak seorang Petani dari kota kecil Stabat, Langkat, Sumatera Utara, akhirnya di usia muda menjadi pengusaha bakery yang sukses dengan 54 gerai. Bahkan ke depan Suhardi, pendiri dan Pimpinan Aroma Bakery, masih terus berkiprah untuk membuka puluhan gerai bakery Aroma lagi dan merambah bisnis baru yaitu supermarket dan department store.

“Lulus SMA saya memutuskan untuk bekerja, karena saya tidak berkeinginan kuliah”, demikian Suhardi bercerita kepada Bareca Magazine saat ditemui di pertengahan November 2018 lalu. Dia bekerja di sebuah perusahaan roti kecil di kota Medan dengan gaji hanya Rp 60 ribu dan uang makan Rp 2 ribu sehari. “Saya hanya ingin belajar roti dan memulai pengalaman kerja”, demikian alasan Suhardi.

Setelah bekerja selama 6 bulan, untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi lagi, maka pada tahun 1997 Suhardi pindah ke perusahaan bakery lain yang lebih besar dan memberi dia gaji 4 kali lipat. Di sana Suhardi menunjukkan loyalitas dan ketekunan kerjanya sebagai baker yang dipercaya majikannya.

Sekitar 12 tahun dia mengabdi di perusahaan roti tersebut. “Manusia kalau ingin mendapatkan berkah harus setia dan bekerja tekun, ajaran agama saya mengajarkan demikian”, papar Suhardi.

Saat itu Suhardi sudah mulai mencoba usaha sampingan di rumahnya dengan membuat kue dan roti yang dijajakan ke kedai-kedai.”Ada waktu luang yang harus saya manfaatkan dengan baik sepulang kerja, yaitu menambah penghasilan”, jelas Suhardi. Namun keinginan untuk merubah nasib menjadi lebih baik demikian kuat, sehingga Suhardi memutuskan untuk fokus pada usahanya sepenuhnya, dan mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Dengan memakai tabungannya sebanyak Rp 20 juta dan pinjaman Bank melalui jaminan rumahnya, juga Rp 20 juta, modal Rp 40 juta, dia pakai untuk menyewa kios dan membeli mesin-mesin produksi bekas pakai. Pada tahun 1998 ketika krismon mengguncang Indonesia, justru Suhardi memulai peruntungannya sebagai usahawan bakery. “Hasil keuntungan saya terus ditabung dan saya terus pakai untuk menambah kios baru menjadi 3,” kenang Suhardi.

Tahun 2010, Suhardi sudah mampu memiliki ruko pertama, dari hasil usaha plus pinjaman dari bank, di daerah Karya Jaya kota Medan. Di sana dia berhadapan dengan perusahaan bakery yang sudah terkenal sekali di Medan. Dia sudah sempat khawatir kalau usahanya bakal dilibas pesaingnya yang besar tersebut. “Rupanya Tuhan berkehendak lain, 6 bulan setelah kami buka justru mereka menutup gerainya. Ini menjadi omongan kalau Aroma Bakery mampu melawan saingan besar. Orang semakin penasaran dengan Aroma Bakery,” Suhardi tertawa.

Sejak itu usahanya melesat, dan Suhardi semakin berani untuk membeli property baru didukung pinjaman dari bank. “Itu karena bank melihat saya berkomitmen kuat,” tegas Suhardi. Dia menerapkan bahwa setiap kantong-kantong pemukiman harus ada Aroma Bakery agar masyarakat sekitar dapat dicegat dengan mampir ke gerainya daripada gerai pesaing yang ada di tengah kota.

Tak terasa setelah hampir 12 tahun berusaha, November 2018 lalu Suhardi sudah membuka 54 gerai yang tersebar di 3 Propinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Riau. Di bandara terminal Internasional di Kualanamu, Aroma Bakery merupakan gerai produk lokal yang berada di sana.

Kiat Sukses

Suhardi berfokus memilih pasar menengah ke bawah yang merupakan mayoritas pasar. Kelas atas dianggap rumit untuk dilayaninya. Selain itu dia selalu menjadi panutan bagi masyarakat. “Pelanggan melihat profil pemilik perusahaan langganannya. Kalau pengusahanya aktif di kegiatan sosial, maka mereka suka dan lebih setia,”Suhardi menjelaskan.

Tagline Aroma Bakery adalah “Makanan yang Sehat dan Halal Pasti Berkah”, dikomunikasikan ke para pelanggannya. Aroma Bakery aktif dalam kegiatan Corporate Social Responsibility. Keberhasilan Suhadi membuatnya sering diminta menjadi nara sumber seperti misalnya Festival Economic Syariah di Surabaya.

Untuk membagi tugas agar kegiatan perusahaan berjalan lancar, maka Suhardi merekrut orang-orang yang profesional di bidangnya untuk membantu operasional perusahaan agar lancar. “Sebagai pemimpin saya tidak mau terlalu masuk ke operasional, malah salah itu. Saya percayakan kepada bawahan yang lebih ahli. Mereka juga saya beri insentif agar terus semangat dan setia,” Suhardi membuka kiatnya yang lain.

Agar pelanggan setia, maka dia menerapkan sentralisasi produksi agar produk konsisten kualitasnya di semua cabang. Seluruh bahan baku yang dipakai bersertifikat Halal dan berkualitas baik. Penyelia independen penerapan standarisasi Halal memastikan proses produksi sesuai dengan standarisasi Halal dari MUI berjalan di Aroma Bakery. Seluruh produk selalu fresh dan tanpa bahan pengawet.

Selain itu dia mewajibkan karyawan melayani pelanggan sebaik mungkin, mulai dari membukakan pintu masuk gerai, lalu menyapa dengan ramah, sampai pembeli membayar di kasir dan usai berbelanja selalu disapa dengan ramah. “Ini hal yang terasa istimewa bagi masyarakat menengah bawah di Medan dilayani sebaik itu,” Suhardi bangga.

Hubungan dengan Pemasok

Selain itu untuk menjaga daya saing produknya, maka Suhardi meminta agar para pemasok mendukungnya dengan menjual bahan baku dengan harga yang kompetitif namun kualitasnya baik dan konsisten. Salah satu pemasok utama Aroma Bakery adalah PT Gandum Mas Kencana yang memasok berbagai kebutuhan bahan baku bakery, termasuk cokelat Colatta.

“Sejak saya masih jadi baker karyawan di perusahaan lain, sampai saat ini saya menjalankan usaha sendiri, saya tetap setia memakai Colatta, yang kualitasnya menurut saya premium dan dapat dipercaya konsistensinya,” Suhardi menegaskan. Hubungan dengan pemasok yang dianggap memiliki produk dan layanan bagus menjadi kunci penting untuk menjaga konsistensi produk Aroma Bakery.

Pengembangan Bisnis Ke Depan

Menurut Suhardi, bisnis itu seperti berpacu dengan waktu, karena model bisnis cepat menjadi usang. Untuk itu dia selalu berprinsip, segera mulai usaha yang baru, lalu dari sana pelajari bagaimana kunci suksesnya.

Usaha membuka penjualan daring (on-line) akan segera dilakukan dengan memulai di usaha supermarket dan department store konvensional. “Dari sana kami akan pelajari bagaimana mengembangkannya agar sukses. Usaha bakery yang sudah berjalan mungkin suatu saat membutuhkan model bisnis yang berbeda, dan kami harus bersiap dari sekarang,”demikian Suhardi menutup pembicaraan sambal tersenyum bangga.

Penulis            : Petrus Gandamana

Fotografer      : Hendri

Comments { 0 }

Gandum Mas Kencana Menutup Tahun 2018 dengan Pelanggan Sumatera Utara

Menutup tahun 2018 menjadi kenangan manis bagi para pelaku usaha yang tergolong VIP Customer PT Gandum Mas Kencana (GMK) di Sumatera Utara. Sebagai perusahaan besar dan terdepan di kategori produk bahan baku bakery dan pastry, GMK terus berkomitmen menjalin hubungan yang erat dengan para pelanggannya. Continue Reading →

Comments { 0 }