Kenari Cakery, Spesialis Lapis Surabaya dengan Rasa Populer

Mendalami seluk beluk kue lapis panggang Indonesia, Bareca mengunjungi sebuah toko yang berada di daerah Cengkareng. Logo berwarna putih dan emas menghiasi toko kue tersebut, namanya Kenari Cakery.

Ketika memasuki toko, ruangan berwarna putih dengan dekorasi yang minimalis namun elegan memberikan kesan nyaman dan hangat. Bareca disambut dengan ramah oleh karyawan toko.

Sebelum menjadi sebuah gerai, Kenari Cakery adalah sebuah usaha rumahan yang dikelola oleh Albert Nugraha. Pria yang akrab disapa Albert ini mempunyai hobi memasak, dalam mengembangkan bakatnya Albert belajar ke banyak tempat kursus kue. Ia pun memilki sebuah ide untuk membuka usaha kue.

Setelah bereksperimen dengan beberapa resep kue, akhrinya Albert menemukan resep yang tepat untuk kue lapis Surabaya Kenari Cakery. Usaha ini dirintis secara perlahan dari tahun 2016, dimulai dari menerima pesanan dari keluarga dan teman-teman. Setelah itu, mulailah Albert menggunakan sosial media Instagram sebagai tempat pemasaran usahanya.

Pada akhir tahun 2018 Albert membuka gerai pertamanya di Jalan Taman Surya 3, Cengkareng.

“Dalam menjalankan usaha bakery, yang terpenting adalah kepercayaan customer. Dan dengan dibukanya gerai ini adalah pembuktian kepercayaan customer kepada kami.” Jelas Albert membuka percakapan.

Spesialis Lapis Surabaya

Seperti taglinenya, Kenari Cakery menjual berbagai varian  lapis Surabaya. Lapis Surabaya di Kenari Cakery dibuat dari bahan kualitas premium dengan rasa yang tidak terlalu manis seperti lapis Surabaya pada umumnya. Produk unggulannya adalah Kuelapis Original yang terdiri dari dua lapis berwarna kuning dan cokelat dengan filling selai strawberry. Kue lapis ini memiliki tekstur yang empuk, aroma yang harum, dan rasa yang ringan dimulut.

Albert memilih lapis Surabaya sebagai produk unggulannya karena lapis Surabaya memiliki rasa, aroma, dan bentuk yang khas sehingga lapis Surabaya sangat digemari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan generasi. Selai Kuelapis Orginal, Albert juga memodifikasi varian rasa dan bentuk kue lapis tersebut untuk menyesuaikan dengan rasa lain yang populer seperti pandan, keju, nutella, mocca, dan karamel.

Kuelapis Cheese Marble

Produk lapis surabaya yang berbeda adalah Kuelapis Marble dengan varian pandan dan keju, dan Kuelapis Mocca Caramel. Sesuai dengan nama menunya, sponge pada Kuelapis Marble memiliki corak cokelat yang menyerupai marmer. Didalamnya terdapat panda (Kuelapis Pandan Marble) dan buttercream dan keju (Kuelapis Cheese Marble). Sementara Kuelapis Mocca Caramel terdiri dari sponge kue lapis surabaya mocca dan caramel serta filling selai kacang dan cream mocca.

Selama beberapa bulan ini, Kenari Cakery juga mulai mengembangkan menu mereka dengan menjual produk lain seperti choux, kroket, risoles, dan siomay. Kenari Cakery juga menerima pesanan snack box dengan menu diatas.

Selagi berbincang mengenai produk Kenari Cakery, Albert juga dengan senang hati memberikan tips dalam membuat kue lapis Surabaya. Albert mengatakan bahwa dalam pembuatan kue, pengukuran bahan sangat penting. Ukuran yang tepat dapat menghasilkan kue yang baik. Selain itu cara memanggang dan penyimpanan kue juga harus diperhatikan karena hal ini akan mempengaruhi hasil akhir kue.

Berjualan Melalui Sosial Media dan Market Place

Saat memulai memasarkan usahanya, Albert menggunakan instagram sebagai platform pertama untuk memasarkan produknya. Dengan social media ini, Albert dapat memasarkan produknya ke lebih banyak orang dibandingkan metode pemasaran konvensional lainnya. Albert merasakan bahwa melalui ini kegiatan pemasaran untuk Kenari Cakery bisa lebih terjangkau ke berbagai daerah di Indonesia. Menurut Albert, foto yang bagus dan konten akan menarik pengguna instagram untuk melihat suatu akun usaha. Inilah yang menjadi kiat agar suatu usaha daring bisa menonjol di social media.

Selain instagram, Kenari Cakery juga dapat ditemukan di market place seperti Tokopedia dan Shopee. Penggunaan market place memberikan banyak keuntungan bagi penjual dan pembeli produk. Albert mengatakan bahwa di market place tersebut terdapat banyak promo yang disponsori oleh market place tersebut sehingga customer lebih tertarik bertransaksi melalui market place. Lalu dengan adanya transaksi elektronik seperti Go-Pay dan OVO juga menguntungkan bagi penjual dan pembeli karena adanya promo seperti cashback yang dapat membuat customer senang.

“Banyak keuntungan untuk kami sebagai penjual dan untuk pembeli dengan menggunakan social media dan market place” tutup Albert.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Hendri Wijaya