Lilis Chang, Angkat Kue Tradisional sebagai Produk Unggulan

Lilis Chang adalah sebuah usaha daring yang menjual kue khas Palembang. Pemiliknya, Lilis Chang, menggunakan namanya sebagai nama brand usahanya. Wanita yang disapa Lilis ini adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki pribadi yang ceria dan pekerja keras. Ia memulai usahanya pada tahun 2008 setelah pindah dari Palembang ke Jakarta.

Lilis bercerita bahwa ibu angkatnya sering memberi Lapis Masuba kepada Lilis. Lilis kemudian meminta resep kue lapis tersebut kepada ibu angkatnya. Saat kembali ke Jakarta, Lilis langsung membuat Lapis Masuba nya, namun ia merasa bahwa rasa dari kue tersebut terlalu manis untuk ukuran pasar di Jakarta. Lilis pun memodifikasi resep tersebut sampai mendapat rasa yang pas.

Pelanggan pertamanya adalah sepupu dari ipar Lilis. Setelah mendapatkan reaksi yang positif dari sepupu iparnya, Lilis memulai usahanya. Pada saat itu, Lilis menggunakan Facebook sebagai sarana pemasaran Lapis Masuba. Lilis menawarkan produknya kepada jaringan teman-teman Facebook-nya yang berasal dari Palembang. Dengan mendapatkan respon yang baik dari teman-temannya dan banyak repear order yang masuk, usaha Lilis semakin dikenal oleh orang-orang.

Kue Khas Palembang dan Kue Jadul

Selain kue Lapis Masuba, Lilis juga menjual beberapa kue khas Palembang lainnya seperti Lapis Kojo, Lapis Legit, dan Engkak Ketan. Kue lapis Lilis Chang, terutama Lapis Kojo dan Lapis Masuba, berbeda dari kue lapis sejenisnya yang biasa dijual di pasaran. Kue lapis ini memiliki rasa yang tidak terlalu manis dan sesuai dengan selera pelanggannya. Lilis juga menggunakan bahan yang alami, tanpa pengawet atau pewarna buatan. Contohnya dalam membuat Lapis Kojo, Lilis memakai santan murni dari kelapa dan juga air endapan pandan.

Atau pada Lapis Masuba yang berwarna kuning karena bahannya banyak menggunakan kuning telur. Lapis Masuba ini lebih nikmat jika dimakan dalam keadaan dingin. Lapis Masuba yang dibuat Lilis memiliki tekstur yang ringan dan rasa manisnya yang pas. Selain itu Lapis Legit Lilis Chang juga menjadi salah satu produk favorit. Lapis Legit ini memiliki tekstur yang moist dan lembut. Rasanya pun, seperti nama kuenya, legit sekaligus buttery.

Lilis dengan senang hati membagikan sedikit tips dalam membuat kue lapis tersebut. Menurut Lilis, harus dipastikan bahwa tiap lapisan matang karena bagian yang tidak matang dapat membuat kue cepat basi. Pada lapisan pertama, gunakan api atas dan bawah agar lapisan pertamanya matang lalu untuk lapisan kedua gunakan api atas saja. Lilis juga menambahkan, untuk memastikan agar tiap lapisan tidak terlalu kering. Jika dipanggang terlalu kering, lapisan berikutnya tidak bisa menempel dan ketika diiris lapisannya akan terlepas.

Di samping kue-kue lapis, Lilis juga menjual berbagai kue lain seperti chiffon cake, marmer cake, nastar, bahkan Lilis juga sempat menjual pempek buatannya. Untuk sementara ini, Lilis menyatakan bahwa ia ingin berfokus pada usaha daring ini, lalu ke depannya ia berencana ingin membuka gerai sendiri.

Sebelum menutup percakapan, Lilis berpesan bahwa untuk membuka sebuah usaha bakery, jangan takut untuk memulai.  Juga jangan terlalu menggebu untuk mempunyai peralatan yang terbaik, mulailah dengan apa yang dimiliki. Lalu pastikan bahwa produk yang dibuat bisa diterima oleh orang lain, dan jangan menilai produk tersebut secara sepihak. Jika produk dinilai baik oleh orang lain, maka ketika produk itu dijual akan banyak repeat order-nya.

“Jika awal membuka usaha tidak begitu lancar, jangan menganggap itu adalah sebuah kerugian. Anggaplah itu sebuah pembelajaran,” Lilis menutup percakapan.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella