Gandum Mas Kencana Menutup Tahun 2018 dengan Pelanggan Sumatera Utara

Menutup tahun 2018 menjadi kenangan manis bagi para pelaku usaha yang tergolong VIP Customer PT Gandum Mas Kencana (GMK) di Sumatera Utara. Sebagai perusahaan besar dan terdepan di kategori produk bahan baku bakery dan pastry, GMK terus berkomitmen menjalin hubungan yang erat dengan para pelanggannya.

Produsen cokelat merek Colatta dan bahan pendukung cake dan roti merek Haan (gula, krim, premix) ini menggelar acara yang memberikan inspirasi usaha dan informasi penting untuk bisnis bakery kepada para pelanggannya di Sumatera Utara pada tanggal 29 November 2018 lalu. Bertempat di Hotel Adi Muia, digelar acara bertajuk Priority Customers Gathering 2018. Acara yang dihadiri para pelaku usaha kuliner di Surabaya dan penyalur produk GMK tersebut dikemas berupa makan malam yang berisi hiburan, informasi tren produk pastry dan bincang bisnis. Sekitar 70 tamu memenuhi ruangan yang semarak dengan keakraban antara manajemen dan staf GMK dengan para pelanggannya.

Ramdan Budiawan selaku Deputy General Manager Sales GMK dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa walaupun tantangan dalam bidang ekonomi di dalam negeri dan luar negeri semakin meningkat namun kondisi usaha bakery di tanah air masih  bertumbuh baik sehingga GMK dapat mencapai pertumbuhan penjualan dua digit di semester pertama 2018 ini. Tampak hadir pula PJ Danang Wikandaru selaku GM Sales & Marketing menemani para undangan.

Prasetyo A.Yudhistira, Group Brand Manager GMK melakukan presentasi mengenai berbagai kegiatan tema yang dilakukan oleh GMK di tahun 2018 untuk menjalin hubungan yang bermanfaat bagi para pelanggan GMK di seluruh Indonesia.  Didampingi Chef Sugeng selaku Technical Chef GMK, para tamu disajikan berbagai ide produk cake dan roti yang selain memakai Colatta dan Haan juga menggunakan berbagai buah-buahan tropis.

Pada acara tersebut tampil pula Pemimpin Redaksi Majalah Bareca, Ir Petrus Gandamana MM, yang memberikan presentasi hasil survey di 4 kota (Medan, Jakarta, Semarang dan Surabaya) atas perilaku konsumen bakery kelas atas di tiap kota. Dari hasil survey yang menarik perhatian para tamu undangan tersebut, terungkap bahwa popularitas bakery di tiap kota masih berfokus pada bakery-bakery lokal karena konsumen masih setia pada produk bakery dengan citarasa lokal pula.

Dalam survey tersebut tampak pula bahwa para konsumen bakery menengah ke atas bisa menerima kondisi kalau ada kenaikan harga roti dan cake asalkan kualitas produk kesukaannya tetap terjaga. Bahkan ada beberapa konsumen yang bersedia menerima kenaikan harga lebih tinggi dengan jaminan peningkatan kualitas dan rasa. Hal ini sejalan dengan temuan pada pendapat mereka bahwa alasan memilih bakery favoritnya adalah pada kualitas produk yang dijual bukan pada harganya. Selain itu peranan social media dalam meningkatkan penjualan usaha bakery semakin meningkat.

Naskah            : Petrus Gandamana

Foto                : Hendri Wijaya