honZEN, Restoran Jepang dengan Citra ZEN

Dikelilingi gedung-gedung perkantoran, honZEN menjadi salah satu restoran Jepang favorit bagi sebagian pekerja kantoran sekitar, yang menjadi salah satu pangsa pasarnya. Suasana yang tenang dan citra Zen terpancar saat memasuki restoran, semakin semarak dengan hiasan dekorasi ruangan ala Jepang untuk membuat pengunjung merasa nyaman.

honZEN, yang sudah berdiri sejak tahun 2000 ini adalah salah satu restoran yang dibawahi oleh Kawano Group, sebuah perusahaan restoran Jepang. Dibandingkan dengan jenis restoran Jepang lainnya, honZEN memiliki konsep yang mengarah pada Japanese fine dining dan lebih sophisticated.

Konsep ini berdasarkan arti dari honzen sendiri. Menurut sejarahnya, honzen atau honzen-ryori adalah course makanan yang disediakan bagi raja-raja Jepang jaman dulu. “Kami berusaha menyajikan menu-menu dengan cita rasa sajian yang autentik,” Ario Achda, Marketing Communication Asst. Manager dari Kawano Group, membuka percakapan.

Lelaki yang akrab disapa Ario ini menjelaskan, honZEN memiliki 4 buah private room yang sering digunakan khususnya bagi ekspatriat dari Jepang yang melakukan business lunch atau dinner, di mana salah satu private room ini berjenis tatami room. Ada pula sushi counter, dimana pengunjung bisa melihat para chef membuat sushi atau sashimi untuk disajikan langsung.

honZEN Signatures

Karena lokasi honZEN yang berada di dalam Hotel AYANA MidPlaza, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, honZEN membagi menu mereka menjadi 2 jenis yaitu menu lunch dan menu dinner. Hal yang membedakan hanya jumlah makanannya saja, menu lunch berjumlah lebih sedikit karena membutuhkan persiapan dan penyajian yang cepat untuk pekerja kantoran.

Salah satu signature dish dan best seller dari honZEN adalah Unagi Histumabushi. Menurut Chef Ariyama Kazuhiro, Executive Chef honZEN, unagi atau belut Jepang ini di-steam selama 3-4 jam lalu dibakar. Unagi Histumabushi disajikan dengan kuah katsuobushi. Untuk menyantapnya bisa digabungkan dengan kuah atau dipisah.

Lalu ada Salmon Chirashi Don; sejenis rice bowl dengan topping potongan daging salmon mentah. Rasa ikan salmon dari makanan ini sangat segar, dipadukan masakan labu Jepang di dalamnya menciptakan rasa yang sedikit smokey pada daging salmonnya. Sebagai dessert, menu dessert favorit di sini adalahMatcha Pudding, yaitu puding bercita rasa matcha yang disajikan dengan es krim red bean di atasnya

Pada kesempatan ini, Chef Ariyama menampilkan keahlian dan kecepatannya dalam memotong dan membuat sushi. Sushi yang dihasilkan Chef Ariyama memiliki keindahan tersendiri yang dapat membuat pengunjung yang melihat, menjadi terpesona dan tergiur untuk memakannya. Chef Ariyama mengatakan bahwa umumnya, orang Jepang memakan sushi memakai tangan bukan dengan sumpit.

Cara Mengolah Seafood

Menurut Chef Ariyama, seafood adalah bagian penting dalam masakan Jepang, maka cara pengolahan dan penyimpanannya juga harus terjaga, terutama jika dimakan mentah. Pilihlah bahan yang segar dan berkualitas lalu segera menyimpannya dengan di-vaccum supaya tidak ada udara yang masuk, untuk kemudian disimpan di kulkas dalam suhu 0°C.

Menambahkan wasabi pada sushi atau sashimi berguna untuk menetralisir bakteri di daging ikan. Chef Ariyama juga menyarankan, selain dimakan mentah, cara memasak seafood a la Jepang adalah dengan di-grill yang sebelumnya telah diberi garam dan jeruk nipis.

Penulis: Alvina Wikarna

Fotografer: Kanno Sardella