Beatrice Quarters, Pilih Konsep Omotesando Style

Ragam Western food dengan sentuhan plating khas Japanese food merupakan makna yang terkandung dari konsep Omotesando style yang diusung oleh Beatrice Quarters.

Restoran yang kini memiliki lima gerai di wilayah Jakarta dan Tangerang ini juga turut memperkenalkan proses memasak tradisional dari sejumlah negara seperti Prancis dan Hungaria.

Gerai Beatrice Quarters di Mall Living World

“Beberapa sajian tradisional dari negara-negara tersebut juga kami kombinasikan dengan sentuhan Jepang seperti Tokio Goulash yang memadukan goulash khas Hungaria dengan Japanese curry,” Calvin, tim R&D dari Beatrice Quarters, menjelaskan.

Carbonara Smoked Salmon

Olahan telur membuka sajian unggulan dari Beatrice Quarters. Menurut Calvin, sajian telur menjadi menu appetizer yang diminati selain salad. Salah satu olahan telur yang dikreasikan oleh Calvin dan tim dapur dari Beatrice Quarters adalah Cloud Benedict.

Sajian ini terdiri dari English muffin yang di atasnya diletakkan olahan daging seperti smoked beef yang dilumuri homemade Hollandaise sauce serta ditutup dengan meringue yang dibentuk menyerupai awan.

Seafood Aglio Olio

Untuk sajian utama, Beatrice Quarters menjadikan ragam varian olahan pasta sebagai unggulan. Menurut Calvin, terdapat dua sajian pasta yang cukup diminati yakni Seafood Aglio Olio dan Carbonara Smoked Salmon. Untuk Seafood Aglio Olio, Calvin memadukan spaghetti yang dimasak dengan olive oil bersama olahan seafood seperti prawn dan scallop.

Sementara pada Carbonara Smoked Salmon, Calvin memilih daging salmon yang melalui proses pengasapan langsung dari dapur Beatrice Quarters untuk dipadukan dengan sepiring spaghetti yang telah dilumuri carbonara cream.

“Khusus pengolahan Italian pasta di sejumlah restoran pada saat ini sebenarnya terpengaruh oleh kondisi pasar. Seperti Aglio Olio yang sebenarnya cukup menggunakan ragam herbs seperti parsley dan basil, namun kini diolah lagi sehingga menonjolkan rasa gurih yang diminati masyarakat Indonesia,” Calvin menuturkan.

Choco Overload

Beatrice Quarters juga menjadikan varian produk bakery sebagai sajian penutup. Sejak awal berdiri pada 5 tahun lalu, Beatrice Quarters fokus mengusung honey toast sebagai dessert unggulan. Calvin juga memperkenalkan salah satu varian honey toast yang cukup diminati, Choco Overload.

Honey toast pada Choco Overload menggunakan active charcoal sehingga tidak terlalu menonjolkan rasa pahit. Selain dilumuri dengan chocolate sauce dari cocoa powder, honey toast ini juga ditemani dengan chocolate ice cream sebagai topping.

“Bagi yang menyukai sliced cake, kami menyajikan Kurumi Carrot Cake. Carrot cake ini kami buat tanpa menggunakan butter. Kami hanya menggunakan hasil rebusan wortel sehingga memiliki tekstur kokoh, namun tetap lembut saat dikonsumsi,” Calvin menuntaskan penjelasannya.

Penulis: Raka Pradipta

Fotografer: Hendri Wijaya