‘Cream of Europe’ goes to Campus: ‘Memakai Krim Berkualitas untuk Kesempurnaan Pastry’

Superioritas Krim Eropa dalam Dunia Dessert, workshop untuk para calon Chef Pastry

4

 

Setelah mengundang para Chef dan media di Cooking Studio Almond Zucchini pada pertengahan September lalu, acara yang diprakarsai oleh  National Interprofessional Center for the Dairy Economy (CNIEL – Centre National Interprofessionel de l’Économie Laitière), Perancis dan  kampanye yang juga didanai dengan bantuan oleh  Uni Eropa, berlanjut digelar di beberapa kampus untuk memperkenalkan secara lebih dekat lagi krim Eropa yang telah dikenal akan kekayaan dan superioritasnya didunia patiseri.  Kampanye ini dilanjutkan dengan menyelenggarakan serangkaian workshop ‘Cream of Europe’ kepada para calon Chef Pastry, suatu kesempatan yang ditawarkan bagi para calon profesional untuk lebih mengetahui kualitas krim dari Eropa dan ikut mengalami sendiri kemurnian, kelembutan dan kekuatan krim Eropa dalam menjadikan kue-kue dan dessert yang telah terkenal dan banyak ditemui di Patisserie, toko Kue dan Dessert dimanapun di dunia menjadi lebih sempurna.

1

Kembali menggandeng Chef Gerald A Maridet – Executive Pastry Chef, Pullman Hotel Jakarta dibantu dengan teamnya, workshop ‘Cream of Europe goes to Campus’ ini diselenggarakan di Bandung Institute of Tourism atau Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung khususnya untuk para mahasiswa Prodi (Program Pendidikan) F&B, Departemen Pastry sebagai calon-calon Chef pastry handal dan di Podomoro University untuk para mahasiswa yang kelak akan memilih jurusan pastry dan mahasiswanya yang lebih senior yang memiliki minat di jurusan pastry.

Program pendekatan ke kampus-kampus ini memberikan kepada mahasiswa kesempatan berinteraksi lengsung dengan mencoba berbagai teknik menggunakan krim Eropa yang dibimbing langsung oleh pakar pastry, Chef Gerald. Para mahasiswa sangat antusias mengetahui krim pastry (pastry cream) atau crème patisserie, yang merupakan struktur bahan yang sangat penting dalam dessert atau sebuah hidangan penutup yang istimewa. Custard yang lembut dan kaya rasa menjadi satu ingredient penting di setiap dapur pastry dan tentunya dapat diperkaya dengan berbagai rasa, dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang tak terbatas, memberikan  sentuhan yang sempurna untuk setiap cake, pie, pastry, atau aneka kreasi makanan penutup (dessert) dengan plating yang cantik.

3

Kombinasi dari kualitas krim yang baik dan teknik yang luar biasa serta berbagai tips yang tak ternilai disampaikan oleh sang Pastry Chef handal, Gerald A Maridet, yang membuat para mahasiswa ini mengalami dan melihat sendiri hasil dan rasa yang benar-benar mewah dengan sentuhan khusus Indonesia seperti Jimbaran St Honoré dengan lapis legitnya, Kota Millefeuille dengan jelatin mangga, dan kue Charlotte dimana kue-kue asal Perancis ini telah terkenal di manca negera yang kuncinya dimulai dari membuat Patte à Choux. Tiga kue dan dessert inilah yang pada workshop ini diajarkan dan langsung dicicipi oleh semua mahasiswa dan para dosen yang pembimbing yang hadir serta wakil dari importir krim Eropa.

Para calon Pastry Chef ini juga diajak membuat adonan krim pastry yang adalah salah satu teknik dasar dari semua kue-kue. Kunci untuk menciptakan krim pastry yang baik terletak pada kualitas krim yang digunakan. Kekayaan dan tekstur halus yang bak sutera krim Eropa sudah sangat dikenal dan diakui sebagai produk terkemuka diantara para koki pastry terbaik dunia.

Satu hari penuh para mahasiswa telah secara intensif dan dekat dengan ‘Cream of Europe’.  Di akhir acara para mahasiswa mendapatkan sertifikat telah mengikuti workshop ‘Cream of Europe’ dan mereka juga mendapatkan surprise dari Chef Gerald, bersama dengan Richard KRYSTKOWIAK memilih 4 mahasiswa pada setiap sesi untuk mendapatkan pengalaman langsung di dapur pastry bekerja bersama Chef Gerald di Hotel Pullman Jakarta.

 

2

Mengapa Krim Eropa Lebih Baik

Krim Eropa dikenai standar kualitas yang sangat tinggi: baik di Perancis dan negara-negara lainnya di Uni Eropa, istilah “cream” hanya digunakan untuk merujuk kepada produk susu dengan kandungan lemak yang rendah, yakni 30% dan hanya sekitar 6% bahan non-fatty seperti protein, laktosa dan mineral – sisanya terdiri dari air.

Secara eksklusif berasal dari susu sapi, kualitas krim tergantung pada beberapa faktor. Produsen susu mendapatkan krim baku tersegar dengan mengumpulkan dari daerah yang tidak mengalami pengolahan dengan pemanasan agar melestarikan sifat fungsional dan organoleptik nya. Untuk memperpanjang masa ketahanannya, produsen susu harus menempatkan krim baku melalui proses sterilisasi UHT yang tidak memiliki dampak apapun pada rasa.   Krim cair UHT yang pertama diproduksi di Perancis dapat ditelusuri kembali sejak 1973 – jelas terbukti merupakan daerah yang memiliki sejarah terpanjang dan keahlian dalam memproduksi krim yang aman dan berkualitas tinggi.

Karena standar dan kualitas yang tinggi inilah, krim Eropa membawa nilai-nilai yang kuat yang mencerminkan profesionalisme para Chef Pastry terbaik. Keorisinilan dan tradisi adalah kualitas yang tidak dapat direplikasi, sehingga para Chef pastry dapat yakin akan kualitas terbaik yang dihasilkan ketika mereka memilih krim dari Eropa.

 

Krim Eropa Di Indonesia

Krim Eropa mulai dikenal dan digunakan di Indonesia terutama di kota-kota besar dimana kini banyak ditemui hotel, café, restaurant yang juga menyuguhkan pastry, dessert berkualitas maupun toko yang khusus menjual kue-kue atau Patisserie.  Untuk itu dengan pengenalan lebih dekat tentang krim Eropa ini melalui para Chef Pastry, pemilik patisserie, bakery, hotel maupun restoran maka dipastikan konsumen akan mendapatkan makanan hidangan penutup dan pastry terbaik.