Profile Bianca Beatrice Darmawan, Lebih Dekat dengan Miss Coffee Indonesia

Menjadi penikmat kopi ternyata mendatangkan keuntungan tersendiri untuk Bianca Beatrice Darmawan. Sebuah ajang pemilihan duta kopi Indonesia menghantarkan wanita kelahiran 13 April 1989 ini menjadi Miss Coffee Indonesia 2012. Sebagai pemenang, Bianca didaulat menjadi ambassador untuk mengedukasi akan manfaat kopi kepada masyarakat Indonesia, mengadakan program sosial untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi, serta mempromosikan kopi Indonesia hingga ke luar negeri.
Menyandang gelar sebagai duta kopi Indonesia, Bianca mengaku sangat menggemari kopi. Dalam sehari ia mampu menghabiskan 3 cangkir gelas, satu cangkir di pagi hari, setelah makan siang, dan satu cangkir lagi menjelang makan malam. “Dibalik rasa dan aromanya, ternyata kopi mengandung zat yang baik bagi wanita seperti antioksidan serta vitamin C. Manfaat jangka pendeknya, kopi bisa memberikan energi tambahan sebelum memulai aktivitas,” jelas Bianca.

Cerita Bianca akan Bisnis Coffee Shop
Sebelum memutuskan untuk ikut di ajang Miss Coffee Indonesia, Bianca bercita-cita membuka sebuah coffee shop. Rencananya tersebut menuntun Bianca untuk ikut dalam kontes Miss Coffee Indonesia. “Saya rasa ajang Miss Coffee Indonesia bisa menjadi wadah yang tepat bagi saya dalam mengumpulkan sederet informasi mengenai seluk beluk kopi termasuk membuka jaringan yang luas di bisnis ini,” aku Bianca.

Mulanya sebelum terpilih menjadi Miss Coffee Indonesia, Bianca mengaku mendapatkan masukan dari kerabat dan keluarga untuk menggunakan biji kopi dari luar negeri di coffee shopnya nanti. “Namun pandangan saya berubah ketika tahu banyak kopi di Indonesia yang dari segi kualitas tidak kalah dengan kopi dari luar negeri,” tutur Bianca.

Tekadnya semakin bulat untuk membudidayakan kopi Indonesia di negeri sendiri setelah ia mengetahui banyak biji kopi asal Indonesia dengan kualitas atas justru diekspor ke luar negeri. “Bagi saya itu miris, harusnya Indonesia dapat mencontoh negara lain seperti Dominika yang hanya mengekpor 20% biji kopi ke luar negeri dan 80% sisanya dinikmati oleh masyarakat asli Dominika,” jelas Bianca.

Saat ditanya kopi favoritnya, Bianca punya jawabannya sendiri. “Tidak ada spesifikasi jenis kopi yang saya sukai, semuanya tergantung mood. Jika tidak ingin terlalu asam, biasanya saya memilih kopi dari Toraja. Sedangkan jika ingin yang kadar asamnya tinggi, saya pilih Kintamani atau Papua. Dan yang pasti saya selalu stok kopi Indonesia di rumah,” ungkap wanita 24 tahun ini. Momen yang paling ia tunggu-tunggu adalah saat menyeruput secangkir kopi di pagi hari bersama sang ayah. “Akan ada banyak kisah dalam secangkir kopi jika dinikmati bersama orang tersayang,” tutup Bianca.

Written and photo by Marisa Aryani