Black House: Konsep Unik Café & Resto Berlogo Tuxedo

Bisnis Food and Beverage (F&B) memang terus berkembang dan menghadirkan konsep-konsep unik yang inovatif. Kejenuhan market atas ruang publik seperti restoran/café yang menoton bisa saja terjadi dan tidak bisa dihindari. Maka dari itu, pelaku bisnis industri F&B harus pandai mencari konsep-konsep baru yang inovatif untuk menghindari kejenuhan market tersebut. Keberanian dalam memilih konsep unik saat akan memulai bisnis di bidang ini ternyata dimiliki Kubika Samakhaci yang mendirikan Black House, sebuah venue yang terkonsep secara out of the box.

Mulai dari tampak luar venue, customer yang datang akan diberi kejutan dengan dekorasi outdoor berupa gambar tuxedo dalam ukuran besar yang terlihat mencolok. Berada di lingkungan perumahan elit Kebayoran Baru yang dekat dengan area Sudirman, Black House yang baru dibuka sejak 4 bulan lalu itu memang hadir dengan logo tuksedo. “Logo tuksedo ini mencerminkan sesuatu yang simple tapi untuk perlu detail yang terukur. Maka, kami pilih tuksedo ini sebagai logo Black House karena kami ingin menyajikan sesuatu yang simple tapi tetap diperhitungkan secara serius dan detail,” urai Kubika Samakhaci.

Diperhitungkan secara detail dan serius terlihat jelas pada aplikasi konsep ruangan Black House yang terdiri dari 4 lantai ini. Bukan kesengajaan karena menurut Kubika Samakhaci, saat ia membangun Black House, bangunan yang digunakan adalah rumah tinggal pribadinya yang saat itu sudah terdiri dari 3 lantai. “Karena melihat struktur bangunan di awal itulah maka konsep out of the box itu yang akhirnya diaplikasikan,” kata Kubika Samakhaci. Dia menghadirkan area-area berbeda di setiap levelnya. Lantai 4 kemudian dibangun ketika Kubika Samakhaci memiliki ide untuk membuat roof top dengan mempertimbangkan sunset dan city light view sebagai kelebihannya.

“Konsep ruangan yang unik ini sebenarnya dipilih karena kami ingin memberi pengalaman kuliner yang berbeda serta menghindari kejenuhan para customer karena dengan datang ke Black House mereka tidak hanya dapat bersantap seperti layaknya di restoran lain tapi juga dapat memilih area yang mereka suka. Faktor inilah yang akan membuat kami berbeda dengan tempat makan lainnya yang ada di Jakarta,” jelas Kubika Samakhaci.

Pilih Sendiri Area Sesuai Karakter
Di Level 1 terdapat 3 area yakni Coffee Area, Book Area serta Boutique Area. Coffee Area terletak berdekatan dengan cake showcase yang memajang sajian kreasi cake dan dessert Black House serta terdapat area tempat pengolahan minuman kopi dan mocktail. Coffee Area didominasi dengan warna cokelat, hitam dan cream pada sofa serta nuansa warm and cozy atmosphere layaknya berada di sebuah coffee shop.

Harum biji kopi panggang yang diseduh langsung memenuhi udara di area ini. Tidak jauh dari Coffee Area terdapat Boutique Area yang sangat feminim. Ada sofa yang memakai bahan brokat berwarna hitam sampai patung-patung mannequin lengkap dengan atribut pakaiannya. Area yang cocok bagi penyuka fashion. Melangkah sebentar pengunjung akan menemui Book Area yang sarat dengan warna biru dengan dekorasi lemari buku yang berisi koleksi-koleksi buku sang pemilik.

Naik ke lantai 2 ada Flower Area yang terkesan segar dan feminim dengan dominasi warna putih dan hijau muda. Berada di lantai yang sama terdapat Candy Area dengan nuansa taman yang berkarpetkan rumput buatan. Bangku taman berwarna putih akan menjadi tempat anda menyantap hidangan jika anda memilih area ini. Dua buah lemari kaca besar berwarna pink magenta yang berisi aneka permen maupun cokelat impor menjadi unsur kejutan di Candy Area.

Lantai 3 ada Music Area dengan dominasi warna merah dan hitam beserta koleksi kaset dan cd di salah satu sudutnya. Naik ke roof top dengan nama Heaven Area – yang hanya dibuka mulai dari jam 5 sore- didekorasi dengan unsur British yang kental, mulai dari telepon umum berwarna merah khas negara tersebut hingga unsur motif bendera Inggris. Ke-semua area dapat dipilih sesuai karakter customer masing-masing.

“Lantai 1 adalah non – smoking area sedangkan lantai 2, 3 dan 4 termasuk smooking area. Dan kami sarankan untuk melakukan reservasi tempat saat weekends karena akhir pekan hampir bisa dipastikan akan fully table bahkan sampai waiting list,” kata Kubika Samakhaci.

Menu Favorit

Menurut Kubika Samakhaci Black House masuk dalam kategori Café Resto karena memang menawarkan sajian makanan, minuman kopi serta varian minuman lainnya, “Minuman kami cukup beragam hanya saja kami tidak menjual alcohol based drinks karena pertimbangan untuk kenyamanan para customer kami. Minuman yang kami sediakan memang berfokus pada minuman kopi, tea serta mocktail. Bahkan di setiap area kami memiliki menu beverages khusus yang hanya dapat dipesan sesuai area yang saat itu dipilih oleh customer yang bersangkutan,” urai Kubika Samakhaci. Sebut saja Brocat Lace dan Mannequin Tea yang hanya dapat dipesan jika anda memilih Boutique Area atau Color Addicted Coffee bagi pengunjung yang memilih untuk bersantap di Candy Area.

Keunikan konsep dining area dan cara memesan minuman itu diakui Kubika Samakhaci menjadi salah satu faktor yang membuat Black House mendapat banyak apresiasi positif dari customernya meskipun belum lama establish. Faktor lain yang membuat Black House menjadi tempat pilihan bersantap baru di Jakarta tentunya karena racikan makanan dan minumannya. Menu yang tersaji di Black House cukup variatif. Mulai dari Chicken Quesadilla khas Mexico di lini appetizer, Black House Burger hingga menu Pasta favorit.

“Chicken Quesadilla merupakan menu appetizer kami yang paling banyak dipesan,” kata Kubika Samakhaci. Tortilla yang diisi dengan potongan tumisan daging ayam berbumbu, sayuran dan keju serta bumbu khas memang layak jadi menu favorit, karena rasanya yang seimbang antara rasa gurih, asin, manis serta sedikit pedas dan ketika disantap dengan salsa, rasa segarnya menyatu dengan baik.

Lalu untuk main course ada menu baru Spinach Stuffed Chicken yang merupakan dada ayam yang di-isi dengan tumisan sayur bayam dan jagung lalu dimasak dan diberi cheese sauce serta disajikan dengan French Fries. Di lini dessert, Black House punya signature dish andalannya. “Ugly Nutella adalah dessert yang paling sering dipesan. Bentuknya memang tidak bagus maka dari itu kami sebut Ugly. Tapi, rasanya yang dominan cokelat dan hazelnut dari penggunaan Nutella menjadi kelebihan Ugly Nutella ini. Dan menu ini tentunya hanya ada di Black House saja,” jelas Kubika Samakhaci.

Menurut Kubika Samakhaci, pihaknya memang menerima request sewa tempat untuk digunakan sebagai venue sesuai kebutuhan customer yang bersangkutan. Rupanya, desain ruangan yang unik menjadi daya tarik dan memberikan peluang bisnis baru yang positif. Rentang waktu opening yang masih baru juga membuat Kubika Samakhaci dan tim managemen Black House aktif memberi promo menarik bagi para customernya.


Jl. Cililin Raya No.3 Tirtayasa – Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Hendri Wijaya

x
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2014
Team Bakery Magazine Mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2014.