First Love Patisserie The Journey of First Love Cake

Menjadi pioneer dalam menghadirkan jenis Hokkaido Thousand Layer Cake di Jakarta melalui simple sophisticated cake counter-nya yang juga mengedepankan unsur kayu dalam desain counternya, menjadikan First Love Patisserie sebagai salah satu ahli yang dapat mengolah jenis cake yang sangat terkenal di Jepang itu.

“Kami memilih untuk menjual jenis Hokkaido Thousand Layer Cake karena menurut kami jenis cake ini masih sangat jarang dijual di Jakarta. Sebenarnya, jenis cake ini dibuat dari tumpukan lembaran – lembaran crepes dan cream filling lembut yang awalnya merupakan cake yang berasal dari Perancis yaitu Mille Crepes. Saat diperkenalkan di Jepang dengan modifikasi rasa sesuai taste di sana membuat jenis cake ini menjadi sangat terkenal bahkan termasuk best seller products di Jepang. Jadi, kami memutuskan untuk mencoba menawarkan jenis cake ini karena kualitas rasanya dengan standar resep yang sama dengan yang ada di Jepang,” buka Darren Kung salah satu founder dan owner First Love Patisserie.

First Love Patisserie dimiliki oleh 3 orang yang berasal dari Malaysia yang memang memiliki background sebagai pengusaha food and beverage. Selain Darren, ada David Koay dan Jonathan Ng sebagai para pemilik First Love Patisserie. “Produksi dipegang oleh David karena David pernah mempelajari tentang teknik dan resep dalam mengolah Hokkaido Thousand Layer Cake dari seorang Pastry Chef Jepang langsung, sehingga kualitas rasa yang otentik tidak perlu diragukan lagi,” jelas Darren.

Diakui Darren, memilih Jakarta sebagai lokasi dalam memperkenalkan kreasi cake mereka bukan tanpa alasan. “Setelah mengadakan survey di beberapa kota besar di negara-negara Asia lainnya, kami melihat bahwa di Indonesia khususnya Jakarta memiliki market yang bagus untuk membuat usaha salah satunya di bidang food and beverage. Lihat saja, di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia, begitu banyak restoran, café, toko kue dan sebagainya dengan ragamnya yang begitu banyak,” kata Darren.
Pada awalnya First Love Patisserie mencoba menawarkan kreasi cake mereka dengan mengikuti beragam event seperti charity dan juga menjadi supplier ke berbagai café yang dikenal prestigious. “Product slices cake kami memang tersedia juga di beberapa café di antaranya seperti Kitchenette, Dante Kelapa Gading dan Social House. Selain itu juga tersedia di Food Hall untuk slices cake,” ungkap Darren. Baru di akhir bulan April 2012, Darren, David dan Jonathan resmi membuka cake counter mereka yang pertama di Plaza Indonesia level 3.

Konsep First Love
Jauh sebelum membuka cake counter First Love Patisserie , Darren, David dan Jonathan sudah terlebih dahulu memikirkan konsep dan desain produk yang juga meliputi nama usaha dan desain cake box mereka. “Kami menamakan usaha kami dengan First Love Patisserie karena kami ingin perasaan saat mengalami cinta pertama yang tidak terlupakan terjadi juga pada para customer kami yang mencicipi layer cake kami untuk pertama kalinya. We take your first time to indulge this kind of cake like a first love,” ujar Darren.

Desain cake box yang dibungkus dengan kertas berdesain khusus terlihat sangat elegan. “Kertas wrap yang membungkus cake box kami dapat berganti desain tanpa harus mengubah cake box sesuai season di mana terdapat event khusus seperti Christmas, Idul Fitri, Chinese New Year, Valentine dan sebagainya,” kata Darren.
Perjalanan memulai First Love Patisserie diakui Darren memiliki banyak tantangan yang positif. Bahkan, mereka pun sempat mengantar sendiri pesanan cake yang masuk. “Kami memakai GPS untuk mengetahui lokasi pengantaran. Pengalaman yang unik karena terkadang kami mendapat kesempatan untuk menemui customer yang membeli cake kami secara personal sehingga justru semakin memperluas networking kami di sini,” ungkap Darren. Tentunya sekarang Darren, David dan Jonathan sudah memiliki staf khusus delivery sendiri maupun staf dapur dan office. “It’s a journey of our First Love Patisserie,” kata David yang mengakui pernah menerima orderan 100 whole cakes dengan waktu pengerjaan selama 2 hari saja dan termasuk vvip order.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Darren bahwa di ragam kue Hokkaido Thousand Layer Cake yang tersedia di counter cake mereka awalnya hanya dijual per-whole cake saja. “Mulai pertengahan Oktober 2012 kami juga menjual per-quarter size karena tingginya permintaan pelanggan agar kami menjual ukuran yang lebih kecil. Jika menginginkan per-slice mereka bisa membelinya di café-café yang memang kami pasok, tentunya dengan harga berbeda sesuai ketentuan masing-masing Café tersebut,” ungkap Darren.

The Original Best Seller
Hadir dengan 6 rasa seperti Original, Oreo, Green Tea, Strawberry, Blueberry serta Coffee serta 1 rasa baru yaitu Chocolate sejak akhir Oktober 2012 lalu. “Basically, kami menjual dalam hitungan berat. Dalam 1 buah whole cake biasanya ada sekitar 18 hingga 22 lembar crepes. Memang hasil jadi cake akan berbeda dalam banyaknya jumlah lembaran crepes, tetapi beratnya akan selalu sama,” jelas Darren. Harga 1 whole cake rasa original ukuran diameter 20 cm dengan berat 0,9 kg dijual dengan harga Rp.280.000 dan ukuran besar diameter 24 cm dengan berat 1,3 kg dijual seharga Rp. 320.000. Sedangkan untuk yang memiliki rasa, dijual seharga Rp. 295.000/0,9 kg dan Rp.360.000/1, 3 kg.

Varian rasa Coffee memiliki hints rasa dan aroma kopi yang cukup kuat. Taburan cocoa powder di bagian atas memberi after taste cokelat yang terasa natural, cukup terpadu dengan baik dengan dominasi tekstur cake yang sangat lembut ketika disantap. Penyuka green tea ala Jepang patut memilih rasa Green Tea yang tersaji dengan isian cream filling yang juga diberi campuran bubuk green tea saat pengolahan. Untuk varian rasa Oreo ada kepingan oreo yang sudah melunak di beberapa bagian cake berpadu dengan vanilla cream yang cukup tingkat rasa manisnya dengan keseluruhan tekstur cake yang mudah meleleh di mulut ketika disantap. Jika gemar rasa segar buah tentunya Strawberry maupun Blueberry merupakan pilihan yang tepat.

Rasa Original diakui Darren masih menjadi best seller product meskipun menurutnya rasa lainnya juga termasuk favorit para customer First Love Patisserie. Rasa Original memang memiliki rasa vanilla yang cukup kuat dan natural dengan tekstur kue yang sangat lembut paduan dari isi cream dan crepes yang diolah dengan baik. Tingkat rasa manis cukup tetapi ada kejutan manis karamel di layer teratas dari rasa original ini.

“Bagian atas memang kami beri caramelized sugar dan untuk rasa vanilla kami dapatkan dari pemakaian biji vanilla asli. Tentu saja, bahan baku berkualitas sangat penting untuk mengolah produk pastry termasuk jenis cake ini, seperti dairy milk, telur omega, mentega tawar serta fresh cream yang kami gunakan untuk mendapatkan kualitas rasa dan aroma terbaik. Khusus penggunaan kuning telur hanya digunakan sedikit dalam komposisi resep sehingga produk kami rendah kolesterol serta kandungan lemak dalam mentega tawar yang kami gunakan juga lebih sedikit. Semua cake kami dibuat tanpa bahan pengawet sehingga hanya dapat tahan 3 hari saja semenjak tanggal pembelian jika disimpan dalam kemasan tertutup di dalam kulkas,” tutup Darren.

Plaza Indonesia Level 3 # E01

Written by Dewi Sri Rahayu
Photo by Willys Laureel & Imam Saparisman