Mokko Factory Mengandalkan Strategi Flanking

Seperti yang kita ketahui, terdapat 2 pemain terbesar dalam bisnis donat di Indonesia. Berhadapan langsung dengan keduanya membutuhkan modal yang luar biasa besar. Oleh sebab itu, Mokko Factory secara cermat memilih strategi flanking (menghindari konfrontasi langsung) dengan bergerilya ke kota-kota yang lebih kecil di Indonesia seperti Lampung, Bengkulu, Sukabumi, Kediri dan lain-lain. Strategi flanking ini ternyata membuahkan hasil. Sejak pertama kali dibuka di Mal Ciputra, Semarang pada 2009, saat ini Mokko Factory telah memiliki 18 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami termasuk dalam pemain baru di bisnis donat, kami belum cukup punya kekuatan untuk berhadapan secara langsung. Kami melihat bahwa di kota-kota kecil tersebut, pangsa pasar untuk donat masih terbuka lebar,” jelas Hendy Wipranova, Promotion
Mokko Factory. Selain itu, Mokko Factory juga memilih strategi untuk membuka gerai di mal dibandingkan gerai stand alone untuk memperkuat brand terlebih dahulu. “Membuka gerai stand alone lebih berat karena kami membutuhkan waktu dan biaya untuk meningkatkan brand awareness. Sementara itu, mal menyediakan infrastruktur mulai dari keperluan produksi, promosi, dan traffic”

Berbeda dengan brand-brand franchise lainnya, Mokko Factory memiliki beberapa nuansa gerai yang disesuaikan dengan target market setempat. “Gerai di Mal Ciputra ini memiliki nuansa yang fun sesuai dengan target marketnya yaitu remaja dan mahasiswa. Pada perkembangannya kami akan berfokus pada 3 tema yaitu factory, butik, dan garden,” tutur Hendy.

Donat, Kopi dan Yogurt
Mokko Factory menghadirkan donat yang merupakan kombinasi dari kedua pemain besar tersebut. “Ada yang berkata bahwa donat yang satu terlalu padat dan mengenyangkan, sementara donat yang lain terasa kurang mantap dan terlalu lembut. Kami memutuskan untuk menyediakan produk dengan karakter gabungan dari keduanya,” kata Hendy. Donat favorit pelanggan merupakan hal yang subyektif, namun secara garis besar, pelanggan Mokko menyukai donat regular seperti donat almond, cokelat, dan keju.

Mokko Factory membuktikan bahwa di tengah kompetisi bisnis yang semakin ketat. Masih ada celah dan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pemain baru dengan cara menghindari konfrontasi langsung dengan para pemain besar.

New Extention Citraland Mall, Jl. Simpang Lima no.1, Semarang

Written by Edwin Pangestu
Photo by Imam Saparisman

  • FITRI

    hay mocco factory , buka di kota Blitar dong

  • Niar Ketorolac

    bagaimana cara nya, saya minat buka franchise mokko, ada kontak person?

  • Jung Ari

    Dlu saya sering makan dunkin stlh mgnal jco saya pindah haluan ke jco sewaktu dijakarta,stlah saya pindah tugas ke riau tepatnya duri,sktr 3 thn dsni saya cma sesekali beli donat ke pekan baru,sethun ini trnyta moko buka cabang di mall duri saya coba,ternyta rasanya gak buruk bhkn punya klbhan,emang bnar donatnya tdk trlalu padat kayak dunkin dan tak terlalu lembut kayak jco,kurangnya moko makan 3 udah enek,klbhnnya bisa disimpan dikulkas slma 3 hari masih enak dmakan,smntra 2 pesaing tadi kalo udah 5 jaman di kulkas malah rasanya hmbar dan menjdi keras,moko kurang promosi,lembaran kertas gtu kek,biar org2 pada tau,jgn satu spanduk saja,moko hanya kalah merek tpi klo tempat dan rasanya saya rasa sudah siap bersaing