La Mian, Makanan Legendaris Dari China

Semua mie berasal dari China, setidaknya itulah yang terlontar dari ucapan Executive Chinese Chef Hotel Indonesia Kempinski, Foong Wai Long, di acara La Mian Festival, 13 Juni 2012. Pada perkembangannya, beberapa negara lain juga mengadopsi makanan ini sebagai menu nasional mereka. Sebut saja spaghetti dari Italia dan ramen dari Jepang. Di sisi lain, La Mian, makanan legendaris dari China ini selalu dibuat dengan tangan (bare-hands) tanpa bantuan mesin sedikit pun. La Mian sering dikenal dengan istilah mie tarik.

Mie yang dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun tersebut diolah dengan bumbu yang sederhana pula. “La Mian, terbuat dari tepung terigu, telur dan garam,” jelas Chef Foong sambil memperagakan teknik melipat La Mian. Untuk membuat La Mian lebih lentur, ditambahkan tepung yang terbuat dari beras khusus. Di China tepung ini dikenal dengan nama May. Hal ini dikarenakan dalam teknik pembuatannya La Mian harus ditarik berulang-ulang hingga tipis, dan tanpa May, maka adonan mie akan putus. Selain itu, Chef Foong pun menyarankan untuk menggunakan tepung terigu protein tinggi. “Terigu high protein itu lebih mudah untuk ditarik,” alasan Chef yang berasal dari Malaysia tersebut.

Selain tekstur yang khas, La Mian pun terjamin dalam segi kesehatan. Mie ini disajikan tanpa perlu bahan penyedap atau bahan kimia lainnya. Bahkan untuk kuahnya sendiri, La Mian tidak menggunakan penyedap ataupun kaldu ayam instan. Dalam membuat kuah La Mian, Chef Foong menggunakan ayam yang sudah tua dan dimasak dalam api kecil selama 8 jam, selain itu ditambahkan pula wortel untuk mendapatkan warna yang menarik. “Jika menggunakan ayam tua, maka rasa kaldu akan semakin kuat,” jelas Chef Foong.

Written by : Dody Wiraseto
Photo by : Murenk