Fortune Baking Festival Pameran Khusus Bakery Pertama di Semarang

Sampai saat ini Indonesia masih belum memiliki pameran yang didekasikan khusus untuk industri bakery. Oleh sebab itu, Fortune Cake mengadakan Fortune Baking Festival, pameran khusus bakery pertama dan terbesar di Semarang yang akan berlangsung pada 6-8 Juli di Mall Paragon Semarang. Festival ini akan dimeriahkan oleh berbagai acara seperti Wedding & Birthday Cake Competition, Demo Membuat Cake, dan pemecahan rekor MURI melalui Cup Cake sebanyak lebih dari 4 ribu. “Sebagai orang Semarang, festival ini merupakan salah satu wujud kecintaan saya akan kota ini. Saya ingin para pelaku bisnis bakery dan para distributor bahan dapat melihat bahwa sekarang Semarang sudah semakin maju dan mau menerima hal-hal baru,” tutur Aileen, salah satu owner Fortune Cake. Sepupunya yang juga salah satu owner Fortune, I Fen menambahkan, ”Pameran di Semarang juga akan berdampak pada semakin majunya industri bakery di kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Jepara, Kudus, dan Pati, Solo dan sekitar nya”.

Baking Fiesta
Baking Fiesta merupakan salah satu acara dimana para pengunjung dapat menikmati lebih dari 10.000 kue sepuasnya dengan satu harga. Tentu saja pihak panitia membatasi jam makan kue sepuasnya yaitu pada siang hari jam 12.00-14.00 dan pada sore hari jam 16.00-18.00. Acara ini diikuti oleh hampir 200 produsen kue yang berasal dari kalangan murid-murid kursus Fortune dan siswa SMK. Peserta berasal dari berbagai rentang usia mulai dari 7 tahun hingga lebih dari 70 tahun. “Kursus Fortune dikenal sebagai kursus yang bisa menghasilkan, artinya mereka yang ikut kursus dapat menjalankan usaha kue, mengembalikan modal, hingga membantu perekonomian keluarga,” kata Aileen.

Bagi para peserta pameran, selain berfungsi sebagai ajang promosi, mereka juga mendapatkan konsultasi gratis dari
Fortune. “Saya akan membantu peserta untuk menyempurnakan produk sebelum pameran. Contohnya adalah mempercantik presentasi cookies peserta agar tidak hanya dijual di pasar, namun bisa masuk ke supermarket. Tampilan cookies yang lebih cantik dengan tambahan dekorasi cokelat bisa meningkatkan harga jual hingga 2 kali lipat,” jelas Aileen.

Karena keterbatasan ruangan, peserta Baking Fiesta bisa meletakkan produk dan kartu nama untuk memudahkan pelanggan mencari mereka. “Dalam 1 hari terdapat 2 sesi Baking Fiesta. Peserta dapat memilih berapa banyak sesi yang mereka ikuti sesuai kemampuan produksi mereka. Sebagai gambaran, dalam 1 sesi, peserta diharuskan membuat sekitar 200 potong kue. Apabila produknya bagus, otomatis mereka akan dapat pesanan sehingga bisa menambah penghasilan” tantang Aileen Gema Fortune Baking Festival ini terdengar oleh berbagai kalangan masyarakat Semarang sehingga memungkinkan Aileen bertemu dengan para muridnya yang lama. “Saya bertemu lagi dengan seorang mantan guru yang dulu hanya mampu mengontrak rumah.

Setelah mengikuti kursus dan menjalankan usaha sendiri, ia mampu mempekerjakan 6 orang karyawan, membeli rumah sendiri, dan menyekolahkan anak-anaknya,” tutur Aileen gembira. Melalui Fortune Baking Festival, diharapkan masyarakat Jawa Tengah menjadi terinspirasi untuk menjalankan usaha sendiri dan membuka mata para pelaku industri bisnis bakery dan distributor dari berbagai kota lain mengenai Kota Semarang yang semakin maju.

Written & Photo by Edwin Pangestu