Coffee, Cacao, and Tea Expo 2012: Indonesian Coffee, Cacao, and Tea for the World

Pada tanggal 12-15 Juni lalu, Himpunan Masyarakat Pertanian Indonesia atau Himpindo mengadakan Coffee, Cacao, and Tea Expo 2012 yang bertempat di SME Tower Bulding. Acara ini menampilkan komoditas unggulan, seperti kopi, cacao, dan teh lokal. Herman Rachman, selaku Ketua Pelaksana dari Coffee, Cacao, and Tea Expo yang juga merupakan Ketua Harian dari Himpindo mengaku acara ini adalah ajang promosi untuk brand image dan memperluas jaringan dari para peserta pameran. “Selain itu, melalui pameran ini saya ingin mempertemukan antara tiga unsur utama, yaitu petani, pedagang pengumpul, eksportir dan pembeli, agar sama-sama mendapat manfaat karena selama ini yang saya lihat petani sering terlupakan,” jelas Herman.

Acara ini akan terus diadakan setiap tahunnya untuk memajukan industri kopi, cacao, dan teh di Indonesia. “Kita harapkan ke depannya untuk para petani mendapat perhatian khusus, contohnya dengan menyertakan kelompok usaha tani sehingga mereka dapat ikut dalam acara seperti ini,” ujar Herman. Coffee, Cacao, and Tea Expo 2012 diikuti oleh beberapa eksibitor lokal yang menarik:

BT Cocoa
Dalam pameran ini, BT Cocoa sebagai salah satu produsen cokelat di Indonesia menampilkan dua produk andalannya, yaitu Java Premium Cocoa Powder dan Cocoa Butter. Ada dua varian produk dari Java Premium Cocoa Powder, yakni classic untuk minuman cokelat dan membuat pudding, serta dark untuk blackforrest dan brownies. Sedangkan Cocoa Butter biasanya dipakai untuk kecantikan, misalnya lulur dan spa.

S’Bastian’z,
S’Bastian’z menyediakan kopi arabika dan robusta, yang biji kopinya didapat dari perkebunan di Indonesia. Untuk arabika, perusahaan yang terletak di Bintaro ini menggunakan biji kopi dari Flores Bajawa, Aceh Gayo, Sumatra Lintong, Jawa Jampit, Bali Kintamani, Toraja Kalosi, dan Toraja Mamasa. Sedangkan untuk robusta, didapat dari Flores Bajawa, Lampung, Rawa Seneng, European Espresso, Gold Espresso, dan Platinum.

Banten Tea,
Salah satu stand teh yang ada di pameran ini adalah Banten Tea. Teh ini dibuat dari daun teh berjenis camellia sinensis varietas sinensis yang diolah 100% dari daun teh pilihan dan tanpa bahan pengawet. Berlokasi perkebunan di Harendong Green Farm, tanaman teh ini ditanam secara organik yang dibuktikan dengan perkebunan ini lulus uji sertifikasi organik dari badan international IMO (Institute for Marketecology) dari Swiss.

“Ada 3 jenis teh yang diproduksi, antara lain Green Tea yang diolah tanpa fermentasi, Oolong Semi Fermentasi, dan Red Tea Fermentasi Penuh,” ujar Anty Mulianti, Marketing dari Banten Tea. Saat ini produk Banten Tea telah diekspor ke luar negeri, seperti keTaiwan, Swiss, Jepang, Hongkong, dan Jerman.

Written by : Marisa Aryani
Photi by : Murenk