Belle Vue Andalkan Buttercream Sebagai Dasar Kreasi

Dunia cake decorating erat kaitannya dengan perkembangan kreasi dan inovasi. Setiap tahun selalu saja ada perubahan-perubahan tren yang ditawarkan oleh cake decorator. Mulai dari bentuk yang elegan hingga bentuk yang kaya ornamen dan warna. Bahkan tidak hanya dari tren tema dan bentuk saja, bahan untuk membuat cake decorating kini sudah banyak berubah.

Awalnya buttercream merupakan pilihan para cake decorator sebagai bahan untuk dekorasi. Kini keberadaan buttercream mulai tergeser oleh fondant atau plastic icing untuk melapisi cake.
Namun bukan berarti buttercream sudah benar-benar ditinggalkan oleh para cake decorator ataupun Pastry Chef. Buktinya, salah satu hotel bintang 5 yakni G.H. Universal Hotel, melalui salah satu cake shopnya yakni Belle Vue, tetap setia menawarkan cake decorating dengan buttercream.

Pelanggan yang memesan cake di sini memang didominasi oleh birthday cake, tetapi tidak jarang pula dari pihak perusahaan. Menurut Bunga Faiti Putri, Assistant Manager Of Marketing Communication, G.H Universal Hotel, pelanggan dari perusahaan biasanya memesan cake sebagai bentuk ucapan selamat untuk para klien setianya. Ketika memesan pun pelanggan tidak perlu dipusingkan untuk memikirkan konsep cake decorating-nya. “Semua konsep hingga dekorasi disediakan oleh pihak Belle Vue, jadi customer tinggal memesan dan terima beres saja,” yakin Bunga.

Karena itulah, Belle Vue pun tahu betul tentang tren yang sedang digemari oleh pelanggannya. Menurut Anton Kuswendi, Pastry Chef, G.H. Universal Hotel, konsep yang lebih disukai para pelanggan Belle Vue adalah yang berbentuk bunga. Sedangkan untuk anak-anak biasanya dari tokoh kartun yang sedang digemari.

Buttercream ilmu dasar cake decorating
Walaupun lebih banyak menawarkan buttercream terhadap pelanggannya, bukan berarti Anton tidak bisa menggunakan fondant. “Buttercream ini dipilih karena lebih ke unsur seni,” ujar Anton. Menurutnya, butter cream merupakan pelajaran dasar dari ilmu cake decorating. Walaupun dilihat dari segi bentuk, dalam menggunakan buttercream tidaklah sesempurna menggunakan fondant. Tetapi bagi Anton ada nilai lebih yang didapat dengan menggunakan buttercream ini.

“Menggunakan butter cream benar-benar mengandalkan teknik keluwesan tangan,” ujar Pastry Chef yang sudah sekitar 8 tahun lebih bergelut di bidang pastry ini. Pengalaman dan kemampuan imajinasi seni seorang Pastry Chef membuat cake decorating ini lebih memiliki nilai seni. Pengalaman akan membuat tangan lebih mahir dalam memainkan piping bag buttercream untuk dekorasi. “Saya sudah tidak lagi menggunakan cetakan, tapi saya sudah mendekorasi sesuai gambar yang saya lihat,” ujar Chef yang banyak mendapat inspirasi dari internet dan buku-buku ini.

Anton pun menilai jiwa seni merupakan syarat mutlak yang tidak hanya harus dimiliki oleh seorang cake decorator, tapi juga seorang pastry chef. “Bila seorang Pastry Chef tidak memiliki jiwa seni, maka karya-karyanya pasti akan monoton atau selalu meniru karya orang lain. Di sisi lain, apabila seorang Pastry Chef memiliki jiwa seni yang tinggi, ketika melihat sebuah gambar, imajinasinya akan terus bekerja sehingga gambar itu dikembangkan lagi menjadi sebuah kreasi seni,” kata Anton.

Jl. Setiabudhi 376, Bandung

Writen by Dody Wiraseto
Photo by Murenk

x
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2014
Team Bakery Magazine Mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2014.