Conato Bakery Membangun Jaringan Bisnis dari Timur

Sebuah bisnis sukses biasanya diawali dari sebuah kegagalan, seperti sejarah Conato Bakery. Pada tahun 1996, Conato yang masih menggunakan nama Candy merupakan sebuah tempat pembuatan roti sederhana milik Lanny Murtanu, seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi membuat roti. Dua tahun kemudian, ia mencoba ekspansi ke Jimbaran Bali namun kurang berhasil.

Frederick Murtanu, putra dari Lanny yang baru menyelesaikan studinya di Amerika tergerak untuk meneruskan bisnis ini dengan nama Conato. Dengan sistem distribusi melalui sepeda motor, usaha ini mulai membuahkan hasil. “Perjuangan Erik (nama panggilan Frederick) pada masa awal Conato Bakery luar biasa, selama 3 tahun ia berjuang sendiri di Bali,” kenang Asmin Lee, Operational Manager Conato. Setelah itu, saudara-saudara Erik turut membantu bisnis ini hingga berhasil membuka gerai baru di daerah Nakula, Supermarket Hardy’s Sesetan, Sanur, Tabanan dan Teuku Umar

Ekspansi ke Jawa Timur
Setelah Bali, Conato Bakery melebarkan sayapnya ke wilayah Jawa Timur yang dimulai dari kota Banyuwangi. “Alasan kami membuka gerai di Banyuwangi adalah karena jaraknya relatif dekat dari Bali. Selain itu Banyuwangi juga sering dikunjungi oleh turisturis, terutama turis Perancis, yang ingin mendaki Gunung Ijen, salah satu obyek wisata terkenal di kota tersebut,” jelas Asmin. Ekspansi di wilayah Jawa Timur dilanjutkan ke kota Sidoarjo dan Jember. Meskipun berfokus di daerah timur, Conato tetap membuka beberapa cabang di Jakarta.

Beberapa produk yang menjadi best seller di Conato adalah Beef Pizza, Roti Abon Sapi, dan Burger. Dalam beberapa tahun terakhir, Asmin mengamati terjadinya pergeseran selera pelanggan. “Dulu masyarakat lebih menyukai roti dengan filling manis. Sekarang masyarakat semakin teredukasi dan sadar akan pola hidup sehat sehingga mulai rajin mengkonsumsi roti wholewheat,” kata Asmin. Kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat juga diantisipasi Conato melalui konsep open kitchen. “Kami ingin menunjukkan kepada pelanggan bahwa produk kami diproduksi secara higienis, mulai dari kebersihan tempat, proses pembuatan, hingga kebersihan seragam karyawan kami”.

Gerai Conato di Jawa Timur juga mulai memperkenalkan konsep café pada gerainya. “Bali sudah memiliki banyak kafé, namun di Banyuwangi, Jember dan Sidoarjo, kafé masih terbilang sedikit. Banyak mahasiswa dan anak muda di daerah tersebut yang ingin hang out, oleh sebab itu kami melengkapi diri dengan konsep kafé. Di sini kami menyediakan beberapa menu spesial yang tidak bisa didapatkan di gerai Conato lain, contohnya adalah roti tawar wholewheat dengan presentasi yang menarik,” tutur Asmin. Ketika ditanyai mengenai konsep integrasi bakery, restoran, dan kafé yang menjadi tren beberapa tahun belakangan ini, Asmin menjawab bahwa secara bertahap Conato sedang berkembang ke arah sana.

Jl. Teuku Umar 174D

Written by Edwin Pangestu
Photo by Murenk

  • muhammad ilyas

    Tiap kjmber pasti ke conato, di Probolinggo kpan y,,