EPFM, Fran’s Bakery Membesarkan Cabang di Bali Melalui Jaringan Swalayan

Bekerja sama dengan sebuah jaringan swalayan terbesar di Bali merupakan peluang bisnis yang potensial bagi usaha bakery. Hal inilah yang mendasari Fran’s Bakery untuk membuka cabang di Bali pada tahun 1999, setelah sebelumnya mapan sebagai bakery yang disegani di Surabaya selama lebih dari 35 tahun.

“Swalayan merupakan segmen pasar kami yang paling besar setelah hotel dan café. Ketika kami memutuskan untuk membuka cabang di Bali, kerjasama dengan jaringan swalayan merupakan tulang punggung bisnis kami di sini,” jelas G.M Widiana, Pimpinan Cabang Fran’s Bakery di Bali. Setelah sempat menjalin kontrak kerjasama
eksklusif selama lebih dari 4 tahun dengan salah satu jaringan swalayan di Bali, Fran’s Bakery sekarang dapat mendistribusikan produknya ke jaringan swalayan lain. Fran’s Bakery juga menggunakan strategi jemput bola melalui para wiraniaga keliling yang menggunakan rombong (sepeda motor yang ada gerobak roti di belakangnya) ke perumahan penduduk.

Fran’s Bakery menyediakan beragam produk roti tawar, roti manis, donat dan cake ulang tahun. “Produk kami yang menjadi favorit pelanggan adalah Butter Roll. Kami juga menyediakan Roti Tawar Sweet Potatoes. Di
Bali kami adalah satu-satunya bakery yang menyediakan produk ini,” tutur Widi. Sebagai salah satu tempat tujuan wisata kelas dunia, Bali dipadati wisatawan manca negara maupun ekspatriat. “Pada umumnya kaum ekspatriat lebih menyukai roti whole wheat. Biasanya kami menyuplai roti jenis ini ke swalayan yang lokasinya banyak dikunjungi turis asing ataupun para ekspatriat”.

Pemakai Setia Terigu Gerbang dari EPFM
Saat mereka berdiri 35 tahun lalu di Surabaya, Fran’s Bakery tidak memiliki pilihan merek terigu Namun sekitar 4 tahun lalu, Fran’s Bakery di Surabaya mulai menggunakan terigu Gerbang produksi dari Eastern Pearl Flour Mills (EPFM).Sementara, khusus untuk cabang di Bali baru menggunakan Gerbang pada setahun terakhir. “Ini karena awalnya di Bali belum memiliki distributor Gerbang. Setelah ada distributor di Bali, kami tidak perlu repot-repot lagi untuk mendatangkan terigu Gerbang dari Surabaya,” jelas Widi. Menurut Widi, peralihan ke merek Gerbang tidak membutuhkan banyak penyesuaian resep.

Salah satu perbedaan terbesar adalah terigu Gerbang menyerap air lebih banyak sehingga volume roti yang dihasilkan juga lebih banyak. “Harga terigu Gerbang juga lebih kompetitif dengan kualitas yang baik sekali. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama kami” jelas Widi mantap.

Kafe dalam Bakery
Fran’s Bakery memiliki rencana untuk jauh lebih berkembang lagi di di Bali. “Counter bakery juga cocok sekali dipadukan dengan kafe. Menurut pengamatan saya, kafé yang ramai dikunjungi juga sering digunakan untuk tempat pertemuan. Maka ke depan kami memiliki rencana untuk membuka bakery yang menyatu dengan kafé. Sekarang ini kami dalam tahap survey lokasi,” kata Widi. Integrasi bakery dan kafé yang banyak terjadi
di berbagai tempat tampaknya akan semakin banyak diadopsi oleh bakery lokal.

Written by Edwin Pangestu
Photo by Murenk

x
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2014
Team Bakery Magazine Mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2014.