PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk : “Optimalisasi Distribusi dalam Manajemen Supply Chain”

Iklim persaingan usaha yang ketat, kondisi pasar yang cepat berubah dan makin tingginya tuntutan konsumen terhadap produk yang lebih memiliki nilai tambah mengharuskan setiap pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi. Inovasi ini tidak hanya meliputi pengembangan produk itu sendiri, tetapi juga pada semua aspek yang terlibat dalam seluruh mata rantai proses supply, sejak pengadaan bahan baku di pemasok, proses produksi, distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen, sehingga dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang mampu memuaskan pelanggan.

Hal ini juga disadari oleh PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk (NIC) sebagai produsen roti dengan merek Sari Roti. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak 1997 ini merupakan salah satu pelopor industri roti yang menggunakan mesin modern untuk memproduksi roti secara massal dan memasarkan produknya dalam cakupan wilayah yang luas. Dengan karakteristik umur simpan roti yang pendek, yakni rata-rata hanya 5 hari, kegiatan mendistribusikan produk secara efisien, cepat dan efektif agar roti dapat segera sampai ke tangan konsumen dalam kondisi sesegar mungkin tentu menjadi tantangan.

“Dengan umur simpan produk yang pendek, sangat penting bagi perusahaan untuk mengelola supply chain (Supply Chain Management) yang baik agar operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik. SCM membutuhkan pengalaman dan analisis yang kuat dari para manager yang berhubungan dengan operasional. Perusahaan akan semakin mampu bersaing bila pengelolaan supply chain efisien,” papar Yusuf Hady, Direktur Operasional NIC.

Membangun Pabrik-Pabrik Baru yang Dekat dengan Wilayah Pemasaran
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, mempersingkat waktu sekaligus menghemat biaya distribusi, NIC berusaha mendekati pasar dengan membangun pabrik-pabrik baru yang berlokasi dekat dengan wilayah pemasaran yang dituju. Berawal dari satu pabrik yang berlokasi di Cikarang dengan kapasitas produksi 60.000 roti /hari dan jangkauan wilayah pemasaran terbatas di Jabodetabek pada tahun 1997, maka pada tahun 2005 dan 2008 berturut-turut dibangun pabrik baru di Pasuruan dan Cikarang.

Jangkauan distribusi pun menjadi lebih luas, mencakup Pulau Jawa, Pulau Bali dan Lampung. Tak berhenti sampai di situ, kini PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk : “Optimalisasi Distribusi dalam Manajemen Supply Chain”NIC memiliki 6 buah pabrik yang tersebar di Cikarang (2 pabrik), Pasuruan, Semarang, Medan dan Cibitung dengan total kapasitas produksi mencapai 2,4 juta potong roti/hari.

Masing-masing pabrik memproduksi roti untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayahnya, seperti 3 buah pabrik di Jabodetabek yang melayani pasar Jabodetabek, Bandung dan sekitarnya, pabrik di Pasuruan melayani pasar Jawa Timur dan Bali, pabrik di Semarang untuk wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya, dan pabrik di Medan untuk wilayah Sumatera Utara. Menyusul dalam waktu dekat, masih di tahun 2012 adalah membangun pabrik di Palembang dan Makassar, yang akan meningkatkan kapasitas produksi total menjadi 2.8 juta roti/hari.

Optimalisasi Distribusi Melalui Pasar Moderen
NIC menggunakan 2 jaringan utama dalam mendistribusikan dan memasarkan produknya. Sekitar 60% produk NIC dipasarkan melalui pasar modern seperti hypermarket, supermarket dan minimarket. Sekitar 30% melalui agen yang menjajakan Sari Roti menggunakan gerobak keliling ke lokasi-lokasi perumahan. Sedangkan sebagian kecil lagi sisanya melalui warung dan toko P&D. Saat ini jumlah total gerai ritel yang memasarkan Sari Roti mencapai 25.000 gerai.

Kerja sama dengan peritel modern dilakukan dengan sistem konsinyasi. Pengiriman roti langsung ke gerai ritel atau ke gudang pusat distribusi milik setiap pelanggan dilakukan menggunakan mobil box sejak subuh setiap hari hingga 2 hari sekali, tergantung dari tinggi rendahnya permintaan dari masing-masing pelanggan. NIC menetapkan lead time atau batas waktu pengajuan pesanan, yaitu paling lambat 2 hari sebelum pengiriman, agar dapat mengatur jadwal produksi di pabrik dan mengirimkan produk dalam kondisi segar.

Setiap pelanggan ditangani oleh Key Account Executive yang bertanggung jawab untuk menganalisa data penjualan secara akurat sekaligus membuat estimasi jumlah roti yang perlu diajukan oleh pelanggan ke NIC. Kegiatan sales forescasting ini penting dilakukan – dan cukup efektif – untuk menghindari atau menekan hingga sekecil mungkin terjadinya pengembalian produk / retur akibat pelanggan mengajukan pesanan yang terlalu banyak melampaui kebutuhan.

Manajemen Sistem Retur
Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, NIC melakukan penarikan kembali roti yang belum terjual di gerai ritel, satu hari sebelum tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan. Untuk alasan ini pulalah NIC sengaja menggunakan pengikat kemasan roti tawar yang berbeda warnanya setiap hari dalam satu minggu, yaitu untuk memudahkan petugas dalam melakukan penarikan produk dengan melihat warna pengikat kemasannya.
Roti-roti pengembalian dari pasar tersebut selanjutkan dikirim kembali ke pabrik, dimasukkan ke dalam mesin penghancur untuk mencegah penyalahgunaan ataupun pemalsuan mutu, sebelum akhirnya dijual kepada pihak ketiga yang akan mengolahnya menjadi pakan ternak dan ikan.

Kemitraan dengan Agen
Selain bermitra dengan peritel modern, NIC juga menggandeng kemitraan dengan agen yang merupakan usaha kecil milik perorangan atau kelompok, untuk memasarkan produk. Sistem kerja sama dengan agen adalah sistem jual putus. NIC menggunakan mobil box yang telah selesai melakukan pengiriman ke outlet ritel setiap malam untuk mengirimkan roti segar ke setiap lokasi agen berdasarkan pesanan yang diajukan agen sehari sebelumnya.

Setiap agen memiliki batasan wilayah pemasaran yang telah disepakati bersama dalam perjanjian kerja sama. Agen memasarkan dengan cara menjajakan roti melalui gerobak penjualan yang berkeliling di lokasi perumahan di wilayah pemasarannya masing-masing.

Prospek Pasar Roti
Yusuf Hady, menyatakan keoptimisannya terhadap prospek ke depan bisnis ini. “Usaha di bidang makanan dan minuman seperti usaha roti di Indonesia sangat potensial. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka memproduksi produk makanan bisa dilakukan dengan skala ekonomi yang memadai. Sari Roti sendiri terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Ini adalah hasil pengelolaan operasi yang baik, dengan tim yang solid,” tuntas Yusuf Hady.

Written by Restu Muljati
Photo Dok. PT NIC. Tbk & Murenk

x
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2014
Team Bakery Magazine Mengucapkan Selamat Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2014.