L’Atelier du Chocolat

L’Atelier du Chocolat
Chocolate Shop dengan 100% Couverture Chocolate
Jalan Kemang Selatan Raya no. 5 Jakarta

Pada awal tahun 2000an, jumlah chocolate shop specialty di Jakarta masih bisa dihitung dengan jari. Sebut saja Huize van Welly dan Dapur Cokelat. Pada saat yang bersamaan, Francis Mestre, warga Perancis yang memiliki hobi backpacking (travelling dengan budget minim) sudah beberapa kali datang ke Indonesia. “Saya suka berpetualang, ketika saya melihat film yang menampilkan Kalimantan, saya merasa saya harus pergi ke sana. Saat itu hampir setiap tahun saya ke Indonesia dan berkunjung ke Jawa dan Papua,” kenang Francis.

Karena berasal dari keluarga Chocolatier dan Pastry Chef, Francis yang melihat sedikitnya jumlah chocolate chop di Indonesia dianggap sebagai peluang bisnis yang potensial. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Paris dan pindah ke Jakarta untuk mendirikan L’Atelier du Chocolat di Kemang dengan bermodalkan ilmunya sebagai Chocolatier. L’Atelier (baca: Latelie) merupakan istilah Perancis yang berarti studio, sehingga secara harafiah, L’Atelier du Chocolat bisa artikan sebagai Studio Cokelat

Hanya Menggunakan Cokelat Terbaik
Sebagaimana kita ketahui, di Eropa, yang dimaksud dengan cokelat adalah real chocolate atau couverture chocolate. Francis dengan berani membawa konsep tersebut dengan menggunakan 100% cokelat couverture di tengah pasar Indonesia yang belum menyadari perbedaan antara couverture dan compound. Pemilihan ini juga didasarkan pada keterbatasan Francis dalam mengkonsumsi makanan. “Saya tidak bisa memakan segala sesuatu yang mengandung bahan kimia di dalamnya. Ketika saya menggunakan cokelat compound, maka produk saya tidak bisa dikatakan produk alami. Oleh sebab itu saya juga tidak menggunakan bahan kimia ataupun aroma buatan, semuanya alami”, jelas Francis.

Tidak tanggung-tanggung, L’Atelier du Chocolat menggunakan cokelat-cokelat terbaik dunia seperti Felchlin, Valrhona, dan Cacao Barry. “Felchlin adalah favorit saya. Cokelat Swiss ini memiliki kualitas yang sangat baik. Karena di Indonesia tidak ada distributor untuk merek ini, terkadang saya mengalami kelangkaan stok. Apabila itu terjadi maka saya akan menggunakan Valrhona,” tutur Francis. Atas ketatnya standar yang diterapkan Francis, L’Atelier du Chocolat dipercaya untuk menyuplai berbagai produk cokelat ke hotel bintang 5 ternama di Jakarta untuk beberapa kesempatan khusus.

Untuk mengetahui lebih lanjut, artikel ini dapat dibaca di Bakery Magazine edisi Januari 2012.