EPFM, Bima Bakery

Bima adalah salah satu tokoh dalam dunia pewayangan dengan sikapnya yang tegas dan kuat, hal inilah yang menginspirasi Lauw, pemilik Bima Bakery yang sangat legendaris di kota Malang, Jawa Timur. Dari kebiasaan membuat aneka jenis kue dan roti untuk putra-putrinya, Lauw tidak pernah membayangkan jika roti buatannya bisa dinikmati warga Malang dan masih diproduksi hingga sekarang.

“Saya tidak membiasakan anak-anak untuk jajan, konsekuensinya saya harus membuat berbagai snack untuk mereka. Suatu saat ada teman yang menyarankan untuk menjual kue dan roti yang saya buat, dan saya pun mencoba untuk memproduksi untuk dijual di pasar,” kenang Lauw.

Saat awal Lauw dibantu dengan beberapa karyawan produksi dan masih belum diberi merek dan produksipun masih manual tidak memakai mesin.
Setelah kepercayaan diri Lauw semakin meningkat akan produk yang dibuatnya, produksipun ditingkatkan dengan menitipkan roti dan kue buatannya di toko-toko. “Rotinya empuk seperti bantal” itulah komentar pembeli roti Bima yang masih diingat Lauw sampai sekarang. Metode dan resep juga masih dipertahankan sampai sekarang dan Lauw masih melakukan kontrol di ruang produksi. Roti gaya Belanda yang klasik juga masih disukai oleh pelanggan setianya.

Pioneer Bakery di Malang

Dimulai sejak tahun 1966, Bima Bakery bisa disebut sebagai salah satu pioneer bakery di Malang. Di tahun 1970an, pemasaran Roti Bima dilakukan dengan sepeda yang dilengkapi dengan gerobak tempat menyimpan roti. “Saat itu belum banyak bakery di Malang, dan yang menggunakan sepeda keliling juga hanya beberapa. Cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan produk Bima dan mempermudah konsumen untuk memenuhi kebutuhannya akan roti,”ujar Lauw. Sepeda keliling Bima Bakery….

Artikel lebih lanjut dapat dibaca di Print Version of Bakery Magazine edisi April 2011