Oven Tepat Untuk Lapis Surabaya

Kesempurnaan Lapis Surabaya atau cake lainnya selain tergantung pada bahan baku dan proses yang benar juga sangat bergantung pada kualitas oven yang digunakan. Untuk membuat Lapis Surabaya oven yang biasa digunakan yaitu deck oven. Pada perkembangannya saat ini, deck oven memiliki berbagai macam jenis, yakni dengan direct heating dan indirect heating. Yang dimaksud dengan direct heating adalah deck oven yang dalam proses pemanggannya bersentuhan langsung dengan api. Sedangkan indirect heating yakni deck oven yang dalam proses pemanggangannya tidak langsung bersentuhan dengan api tetapi panas berasal dari api yang terdapat dalam suatu ruangan yang memiliki bahan metal atau besi yang dipanaskan hingga mengeluarkan panas yang kemudian disirkulasikan ke seluruh ruangan. Singkatnya indirect heating dalam proses pembakarannya menggunakan materi perantara yakni metal sedangkan direct heating tanpa perantara.

Selisih Panas Pada Oven Indirect Heating Lebih Baik
Dalam membuat kue Lapis Surabaya atau cake lainnya, penggunaan indirect heating lebih banyak digunakan oleh bakery kelas atas, karena bagi bakery tersebut menggunakan indirect heating merupakan sebuah jaminan kualitas dari cake yang dihasilkan. Hal itu dikarenakan oven dengan indirect heating memiliki selisih panas yang lebih sedikit dibanding direct heating.

Pada oven direct heating dimana produk yang dipanggang bersentuhan langsung dengan api membuat api lebih agresif, walaupun dalam direct heating dilengkapi oleh termo-control atau meter control tetapi tetap saja selisih antara termo-control dengan suhu asli dalam pembakaran akan terjadi selisih panas yang besar, hingga mencapai 10%-15%. Berbanding jauh dengan menggunakan indirect heating yang hanya memiliki selisih panas maksimal 5%. Oven Indirect Heating selain menggunakan bahan-bahan metal dan baja hitam juga menggunakan batu yang terletak di bawah loyang yang menjadi alas / tray bagi cakenya.

Teknologi indirect heating sebenarnya merupakan adopsi dari oven batu yang sudah ada sejak zaman dahulu. Oven indirect heating semakin berkembang di Eropa karena di sana terdapat regulasi khusus tentang oven. Regulasi oven di Eropa mengharuskan oven tidak langsung bersentuhan dengan api. Otomatis hal ini membuat negara-negara seperti Jerman, Italia dan Prancis berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi indirect heating ini. Indirect heating memiliki dua jenis yakni sistem modular dan sistem unit. Sistem modular yakni terdiri dari modul-modul atau loyang, jadi jumlah loyangnya lebih bervariasi tergantung keinginan baker, sedangkan pada indirect heating dengan sistem unit ukurannya bukan lagi dinilai dari loyang tetapi permeter persegi.

Bila di Eropa teknologi indirect heating terus dikembangkan, berbanding terbalik dengan di Asia dimana direct heating masih menjadi salah satu pilihan utama untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan dana yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan teknologi indirect heating jauh lebih tinggi dibanding direct heating. Di Indonesia sendiri oven deck dengan direct heating dan indirect heating bisa didapatkan di distributor equipment terkenal seperti PT. Ometraco Arya Samanta.

PT. Ometraco Arya Samanta
Berbicara tentang distributor alat-alat perlengkapan bakery tidak lengkap rasanya bila tanpa mengulas kiprah PT. Ometraco Arya Samanta. Perusahaan yang sudah memiliki divisi perlengkapan bakery sejak tahun 1975 ini sudah mulai mendistribusikan oven deck indirect heating. “Oven deck indirect heating yang didistibusikan oleh Ometraco berasal dari negara seperti Jerman, Italia dan Prancis” jelas Bunadi Handjojo, Executive Manager Head Of Food Proccesing Division.

Keunggulannya sudah pasti karena ketiga negara tersebut memiliki kualitas yang sudah terjamin di setiap produknya. “Bagi Ometraco yang selalu memberikan kualitas terbaik ke pelanggannya, produk oven ketiga negara tersebut sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan Ometraco,” ujar Bunadi memberi alasan. Jenis Oven indirect heating yang didistribusikan oleh Ometraco pun lengkap, mulai dari sistem Modular dan Sistem Unit. Oven Indirect Heating dengan sistem modular Ometraco menyediakan loyang yang bisa disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Sedangkan untuk Oven Indirect Heating dengan sistem Unit, Ometraco menyediakan berbagai ukuran mulai dari 5 m² hingga 20 m².

Selain kualitas produk yang terjamin, Ometraco juga menjamin after sales service apabila terjadi kerusakan. Sistem keagenan yang diterapkan oleh Ometraco dengan pihak produsennya, membuat pelanggan Ometraco tidak perlu khawatir akan suku cadang.

PT. Citra Boga Pratama
PT. Citra Boga Pratama menyediakan Oven Direct Heating yang menggunakan alas batu, hal ini berbeda dengan oven direct heating umumnya yang banyak menggunakan plat sebagai penyimpan panasnya. “Oven-oven yang didistribusikan PT Citra Boga Pratama adalah produksi China tetapi mengadopsi teknologi dari Eropa,” jelas Hendra Sumantri, CEO Citra Boga Pratama.

Lebih lanjut dijelaskan, keuntungan menggunakan batu adalah konsumsi power lebih hemat karena panasnya akan tersimpan di batu. Selain itu, pemakaian gas pun lebih hemat. Tetapi untuk hasilnya, semua kembali lagi dari kemampuan baker, karena setiap baker memiliki kebiasaan tersendiri dalam mengatur suhu sehingga hasilnya pun berbeda-beda.

PT. Citra Boga Pratama menyediakan oven direct heating mulai dari ukuran 1 loyang untuk skala rumahan hingga ukuran 48 loyang untuk ukuran skala industri. Harganya pun bervariasi berkisar Rp 6.000.000 hingga ratusan juta untuk yang skala industri. (Dody)